Anda di halaman 1dari 21

MAKALAH

NOVEL CORONAVIRUS (COVID-19)

DISUSUN OLEH :
NUR AZIZAH ELSA HASANAH
8134
XII IPA 5

SMA NEGERI 3 JEMBER


MARET 2020
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis haturkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala
rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah tentang
“Novel Coronavirus (COVID-19)” dengan baik dan lancar.
Makalah ini disusun sebagai salah satu syarat tugas minggu ketiga selama
belajar dirumah dan pengganti Ujian Nasional yang bertujuan untuk
menyelesaikan pendidikan ditingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Penyusunan
makalah ini diharapkan agar siswa memperoleh pengetahuan, gambaran dan cara
mengantisipasi Novel Coronavirus (COVID-19).
Penyusunan makalah ini tidak akan berhasil tanpa bimbingan dan
dukungan dari berbagai pihak, maka pada kesempatan ini penyusun ingin
menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Bapak DR. H. Rasyid, M. Si., M. P. selaku Kepala Sekolah SMA Negeri 3
Jember;
2. Ibu Widyastuti Puspita Rini selaku wali kelas XII IPA 5 yang telah bersedia
meluangkan waktu memberikan bimbingan, petunjuk dan nasehat sehingga
penulis banyak mendapatkan ilmu dan pengalaman yang berharga selama
bersekolah;
3. Semua Bapak dan Ibu guru SMA Negeri 3 Jember yang telah meluangkan
waktu untuk memberikan bimbingan dan arahan selama penulis bersekolah;
4. Orang tua, saudara, keluarga, sahabat dan teman-teman yang telah
memberikan dukungan, nasehat dan do’a sehingga penulis dapat
menyelesaikan makalah dengan baik dan lancar;
5. Rekan-rekan di SMA NEGERI 3 JEMBER terutama kelas XII IPA 5 untuk
perjuangan bersama dalam suka maupun duka;
6. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu.
Penulis menyadari bahwa penyusunan makalah ini masih jauh dari
sempurna dan masih banyak memiliki kekurangan karena keterbatasan penulis.
Penulis mengharapkan adanya saran dan kritik yang bersifat membangun dari para
pembaca dan semua pihak. Penulis juga berharap semoga makalah ini dapat

ii
berguna bagi pembaca umumnya dan bagi siswa-siswi SMA Negeri 3 Jember
pada khususnya.

Jember, Maret 2020

Penulis

iii
DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN JUDUL ......................................................................................... i
KATA PENGANTAR ...................................................................................... ii
DAFTAR ISI .................................................................................................... iv
BAB 1. PENDAHULUAN ............................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ....................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah .................................................................................. 2
1.3 Tujuan .................................................................................................... 2
1.4 Manfaat .................................................................................................. 3
BAB 2. PEMBAHASAN .................................................................................. 4
2.1 Pengertian Novel Coronavirus (COVID-19) ......................................... 4
2.2 Sumber Novel Coronavirus (COVID-19) .............................................. 4
2.3 Gejala Novel Coronavirus (COVID-19) ................................................ 6
2.4 Penyebab Novel Coronavirus (COVID-19) ........................................... 7
2.5 Diagnosis Novel Coronavirus (COVID-19) ........................................... 8
2.6 Pengobatan Novel Coronavirus (COVID-19) ........................................ 8
2.7 Pencegahan Novel Coronavirus (COVID-19) ....................................... 9
2.8 Dampak Novel Coronavirus (COVID-19) ........................................... 11
BAB 3. PENUTUP .......................................................................................... 15
3.1 Kesimpulan .......................................................................................... 15
3.2 Saran ..................................................................................................... 16
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 17

iv
34

BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pada akhir tahun 2019 kemarin, dunia telah dihebohkan oleh virus yang
menyerang sistem pernapasan manusia. Wabah tersebut dikenal dengan virus
Corona atau coronavirus disease 2019 (COVID-19). Dilansir dari World Health
Organization (WHO), Corona berasal dari virus yang menyebabkan penyakit
mulai dari flu biasa hingga flu yang lebih parah seperti
Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan Middle East Respiratory
Syndrome (MERS).
Virus ini pertama kali mewabah diduga berasal dari pasar hewan yang
terdapat di wilayah Wuhan, China. Pada awalnya virus ini ditularkan antara
hewan dan manusia, seperti SARS yang ditransmisikan dari luwak ke manusia.
MERS ditularkan ke manusia melalui unta. Nama virus Corona berasal dari
Bahasa latin “corona” dan Yunani “korone” yang artinya adalah mahkota atau
lingkaran cahaya. Penamaan ini memang tidak terlepas dari wujud khas virus itu
yang memiliki pinggiran permukaan yang bulat dan besar, penampilannya
mengingatkan pada “corona matahari”. Bentuk ini tercipta oleh peplomer viral
spike yang merupakan protein yang mengisi permukaan virus.
Pada akhir tahun 2019 hingga paruh awal tahun 2020 orang yang
terinfeksi virus corona ini semakin bertambah sehingga WHO pada tanggal 11
Maret 2020 menetapkan wabah ini sebagai Pandemi virus Corona. WHO
menyatakan bahwa tingkat kematian virus ini lebih rendah dibandingkan SARS,
yang mana tingkat bahaya virus ini berkisar 2 persen. Sampai 28 Maret 2020 lebih
dari 620.000 kasus COVID-19 telah dilaporkan di lebih dari 190 negara dan
teritori. Hal tersebut mengakibatkan lebih dari 28.800 kematian dan 137.000
kesembuhan.
WHO juga mengatakan bahwa pada umumnya virus yang berasal dari
China ini biasa menyerang mereka yang berusia di atas 60 tahun. Virus ini juga
bisa menyerang mereka yang tengah menderita penyakit lain bahkan tingkat
resiko kematiannya dalam kategori tinggi, sehingga perlu adanya pengetahuan
2

lebih tentang virus ini dan pencegahannya. Pada rangka meningkatkan


pengetahuan dan pencegahan tentang Novel Coronavirus (COVID-19), maka
penulis menyusun makalah ini agar mempermudah pembaca dalam
memahaminya. Diharapakan pembaca dapat memperdalam pengetahuan tentang
Novel Coronavirus (COVID-19), sehingga menjadi bekal untuk dapat digunakan
sebagai langkah pencegahan yang lebih baik lagi di masa mendatang.

1.2 Rumusan Masalah


Rumusan masalah yang dapat ditarik dari latar belakang di atas antara lain:
1. Apa pengertian dari Novel Coronavirus (COVID-19)?
2. Dari mana sumber Novel Coronavirus (COVID-19) berasal?
3. Bagaimana gejala dari Novel Coronavirus (COVID-19)?
4. Apa penyebab dari Novel Coronavirus (COVID-19)?
5. Bagaimana diagnosis dari Novel Coronavirus (COVID-19)?
6. Seperti apa pengobatan Novel Coronavirus (COVID-19)?
7. Bagaimana pencegahan dari Novel Coronavirus (COVID-19)?
8. Apa dan bagaimana dampak Novel Coronavirus (COVID-19) bagi beberapa
Negara di dunia?

1.3 Tujuan
Tujuan dari penyusunan makalah ini antara lain:
1. Meningkatkan pemahaman pembaca tentang pengertian dari Novel
Coronavirus (COVID-19);
2. Meningkatkan pengetahuan tentang sumber Novel Coronavirus (COVID-19)
berasal;
3. Meningkatkan wawasan mengenai gejala dari Novel Coronavirus (COVID-
19);
4. Mengetahui penyebab dari Novel Coronavirus (COVID-19);
5. Mengetahui diagnosis dari Novel Coronavirus (COVID-19);
6. Mengetahui pengobatan untuk Novel Coronavirus (COVID-19);
7. Mengetahui cara pencegahan Novel Coronavirus (COVID-19);
3

8. Meningkatkan pengetahuan tentang dampak Novel Coronavirus (COVID-19)


bagi beberapa Negara di dunia.

1.4 Manfaat
Manfaat dari penyusunan makalah ini antara lain:
1. Pembaca mampu membuat keputusan yang tepat saat Novel Coronavirus
(COVID-19) terjadi di lingkungan sekitarnya;
2. Pembaca mampu mempraktekkan semua ilmu tentang Novel Coronavirus
(COVID-19) yang didapat pada makalah ini;
4

BAB 2. PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Novel Coronavirus (COVID-19)


Novel Coronavirus atau COVID-19 berasal dari Bahasa latin
“corona” dan Yunani “korone” yang artinya adalah mahkota atau
lingkaran cahaya. Penamaan ini tak lepas dari wujud khas virus itu,
yang memiliki pinggiran permukaan yang bulat dan besar, penampilan
yang mengingatkan pada “corona matahari.” Bentuk ini tercipta oleh
peplomer viral spike yang merupakan protein yang mengisi permukaan
virus.
Novel Coronavirus atau COVID-19 adalah kumpulan virus yang
menyerang sistem pernapasan manusia. Penyakit ini disebabkan oleh coronavirus
jenis baru yang diberi nama Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2
(SARS-CoV-2). Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan
ringan, seperti flu. Virus ini dapat menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi
paru-paru (pneumonia), Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan Middle East
Respiratory Syndrome (MERS).
COVID-19 dapat menyerang siapa saja baik bayi, anak-anak, orang
dewasa, lansia, ibu hamil, maupun ibu menyusui. Wabah COVID-19 pertama kali
dideteksi di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok pada bulan Desember 2019.
Virus ini mampu menular dengan cepat dan telah menyebar ke wilayah lain di Cina dan
ke beberapa negara, termasuk Indonesia.

2.2 Sumber Novel Coronavirus (COVID-19)


WHO mengatakan bahwa virus corona termasuk zoonosis, artinya
ditularkan antara hewan dan manusia. Investigasi sebelumnya menemukan bahwa
virus corona SARS-CoV ditularkan dari musang (civet cats) ke manusia,
sedangkan virus corona MERS-CoV ditularkan dari unta gurun Arab (dromedary
camel) ke manusia. Adapun corona yang saat ini mewabah, menurut Nature
Research, jurnal sains mingguan internasional terkemuka yang pertama kali terbit
tahun 1869, masih terus diteliti secara intensif oleh para ilmuwan.
5

Ilmuwan Cina mengatakan, berdasarkan analisis genetik, hewan


trenggiling bersisik, pemakan semut adalah penyebab utama virus corona.
Trenggiling sangat dicari di Cina untuk dikonsumsi daging dan sisiknya, termasuk
untuk pengobatan tradisional. Meskipun penjualan hewan tersebut dilarang di
Tiongkok, sebagai bagian dari larangan di seluruh dunia, mereka masih
diselundupkan dari segelintir negara di Asia Tenggara dan Afrika. Para peneliti
mengatakan mereka telah menemukan coronavirus dalam trenggiling yang
diselundupkan dengan kecocokan genetik 99% dengan virus yang beredar pada
manusia. Puluhan orang yang terinfeksi pada awal wabah saat ini bekerja di pasar
hewan hidup di kota Wuhan. Namun tes sampel coronavirus yang ditemukan di
pasar belum mengidentifikasi sumber.
Sebuah penelitian lain menemukan bahwa coronavirus kelelawar berbagi
96% dari materi genetiknya dengan virus yang menyebabkan COVID-19. Namun
coronavirus kelelawar ini tidak secara langsung menginfeksi orang, tetapi bisa
menularkannya melalui perantara hewan lainnya. Ini akan sangat tergantung dari
sel manusia yang dihinggapinya. Virus menggunakan protein lonjakan untuk
menempel di permukaan jalan nafas manusia, menghadirkan sasaran yang mudah
bagi virus yang ada di udara.
Khusus virus corona, menurut catatan media berbasis di
Singapura, Business Insider tanggal 26 Februari 2020, kemungkinan besar
berawal dari Pasar Tradisional Binatang Liar dan Laut di Pasar Huanan, Wuhan,
ibukota Provinsi Hubei, Cina. Pasar ini kemudian ditutup per 1 Januari 2020.
Selanjutnya, pada 24 Februari, Badan Legislatif Top China melarang pembelian,
penjualan, dan makan satwa liar. Pemerintah Cina juga mengumumkan larangan
nasional sementara pada pembelian, penjualan, dan transportasi hewan liar di
pasar, restoran, dan pasar online di seluruh negeri. Dalam kasus COVID-19,
kelelawar adalah inang aslinya. Kelelawar kemudian menginfeksi hewan lain,
yang menularkan penyakit ke manusia.
6

2.3 Gejala Novel Coronavirus (COVID-19)


Gejala awal infeksi virus Corona atau COVID-19 bisa berupa gejala flu,
seperti demam, pilek, batuk kering, sakit tenggorokan, dan sakit kepala. Gejala
awal yang dialami bisa bertambah berat. Gejala bertambah berat apabila pasien
mengalami demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan
nyeri dada. Gejala-gejala tersebut muncul ketika tubuh bereaksi melawan virus
Corona. Secara umum ada 3 gejala yang bisa menandakan seseorang terinfeksi
virus Corona, yaitu:
 Demam (suhu tubuh di atas 38 derajat Celsius)
 Batuk
 Sesak napas
Menurut penelitian, gejala COVID-19 muncul dalam waktu 2 hari sampai 2
minggu setelah terpapar virus Corona.
Segera ke dokter bila Anda mengalami gejala infeksi virus Corona (COVID-19)
seperti yang disebutkan di atas, terutama jika gejala muncul 2 minggu setelah kembali
dari daerah yang memiliki atau terjangkit kasus COVID-19 atau berinteraksi dengan
penderita infeksi virus Corona.
Pasien yang mungkin terpapar virus Corona namun tidak mengalami gejala apa
pun, tidak perlu memeriksakan diri ke rumah sakit, cukup tinggal di rumah selama 14
hari dan membatasi kontak dengan orang lain.
Pada kasus yang parah, infeksi virus Corona bisa menyebabkan beberapa
komplikasi serius seperti berikut ini:
 Pneumonia
 Infeksi sekunder pada organ lain
 Gagal ginjal
 Acute cardiac injury
 Acute respiratory distress syndrome
 Kematian
7

2.4 Penyebab Novel Coronavirus (COVID-19)


Infeksi virus Corona atau COVID-19 ada dugaan bahwa awalnya
ditularkan dari hewan ke manusia, namun kemudian diketahui bahwa virus
Corona juga menular dari manusia ke manusia. Seseorang dapat tertular COVID-
19 melalui berbagai cara, yaitu:

 Tidak sengaja menghirup percikan ludah dari bersin atau batuk penderita
COVID-19;
 Memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dulu setelah
menyentuh benda yang terkena cipratan air liur penderita COVID-19;
 Kontak jarak dekat dengan penderita COVID-19, misalnya bersentuhan
atau berjabat tangan.

Virus Corona dapat menginfeksi siapa saja, tetapi efeknya akan lebih
berbahaya atau bahkan fatal bila terjadi pada orang lanjut usia, ibu hamil, orang
yang sedang sakit, atau orang yang daya tahan tubuhnya lemah.
8

2.5 Diagnosis Novel Coronavirus (COVID-19)


Tata cara untuk menentukan apakah pasien terinfeksi virus Corona, dokter
akan menanyakan gejala yang dialami pasien. Dokter juga akan bertanya apakah
pasien berpergian atau tinggal di daerah yang memiliki kasus infeksi virus Corona
sebelum gejala muncul. Guna memastikan diagnosis COVID-19, dokter akan
melakukan pemeriksaan lanjutan seperti berikut:
 Uji sampel darah;
 Tes usap tenggorokan untuk meneliti sampel dahak (tes PCR);
 Rontgen dada untuk mendeteksi infiltrate atau cairan di paru-paru.

2.6 Pengobatan Novel Coronavirus (COVID-19)


Infeksi virus Corona atau COVID-19 belum bisa diobati, tetapi ada
beberapa langkah yang dapat dilakukan dokter untuk meredakan gejalanya dan
mencegah penyebaran virus, yaitu:
 Merujuk pasien COVID-19 untuk menjalani perawatan dan karantina di
rumah sakit yang ditunjuk;
 Memberikan obat pereda demam dan nyeri yang aman dan sesuai kondisi
pasien;
9

 Menganjurkan pasien COVID-19 untuk melakukan isolasi mandiri dan


istirahat yang cukup;
 Menganjurkan pasien COVID-19 untuk banyak minum air putih untuk
menjaga kadar cairan tubuh.

2.7 Pencegahan Novel Coronavirus (COVID-19)


Sampai saat ini, belum ada vaksin untuk mencegah infeksi virus
Corona atau COVID-19. Oleh sebab itu, cara pencegahan yang terbaik adalah
dengan menghindari faktor-faktor yang bisa menyebabkan terinfeksi virus ini,
yaitu:
 Hindari bepergian ke tempat-tempat umum yang ramai pengunjung (social
distancing);
 Gunakan masker saat beraktivitas di tempat umum atau keramaian;
 Rutin mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer yang
mengandung alkohol minimal 60% setelah beraktivitas di luar rumah atau
di tempat umum;
 Meningkatkan daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat;
 Jangan menyentuh mata, mulut, dan hidung sebelum mencuci tangan;
 Hindari kontak dengan hewan, terutama hewan liar. Bila terjadi kontak
dengan hewan, cuci tangan setelahnya;
 Masak daging sampai benar-benar matang sebelum dikonsumsi;
 Tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin, kemudian
buang tisu ke tempat sampah;
 Hindari berdekatan dengan orang yang sedang sakit demam, batuk, atau
pilek;
 Jaga kebersihan benda yang sering disentuh dan kebersihan lingkungan;
10

Untuk orang yang diduga terkena COVID-19 atau termasuk kategori


Orang Dalam Pemantauan (ODP), ada beberapa langkah yang bisa dilakukan agar
virus Corona tidak menular ke orang lain, yaitu:
1. Jangan keluar rumah, kecuali untuk mendapatkan pengobatan;
2. Periksakan diri ke dokter hanya bila mengalami gejala gangguan
pernapasan yang disertai demam atau memenuhi kriteria Pasien Dalam
Pengawasan (PDP);
3. Usahakan untuk tinggal terpisah dari orang lain untuk sementara waktu.
Bila tidak memungkinkan, gunakan kamar tidur dan kamar mandi yang
berbeda dengan yang digunakan orang lain;
4. Larang dan cegah orang lain untuk mengunjungi atau menjenguk sampai
benar-benar sembuh;
5. Sebisa mungkin jangan melakukan pertemuan dengan orang yang sedang
sedang sakit;
11

6. Hindari berbagi penggunaan alat makan dan minum, alat mandi, serta
perlengkapan tidur dengan orang lain;
7. Pakai masker dan sarung tangan bila sedang berada di tempat umum atau
sedang bersama orang lain;
8. Gunakan tisu untuk menutup mulut dan hidung bila batuk atau bersin, lalu
segera buang tisu ke tempat sampah.

2.8 Dampak Novel Coronavirus (COVID-19)


1. Tiongkok
Pariwisata di Tiongkok telah dilanda oleh pembatasan perjalanan dan
ketakutan akan penularan virus Corona, termasuk larangan terhadap grup wisata
domestik dan internasional. Banyak maskapai membatalkan atau mengurangi
banyak penerbangan ke Tiongkok dan beberapa penasihat perjalanan (travel
advisories) memperingatkan warganya untuk tidak bepergian ke Tiongkok.
Banyak negara, termasuk Prancis, Inggris, Amerika Serikat dan Jepang, telah
mengevakuasi warga negara mereka dari Wuhan dan provinsi Hubei.
Mayoritas sekolah dan universitas telah memperpanjang liburan tahunan
mereka hingga pertengahan Februari. Mahasiswa luar negeri yang terdaftar di
universitas-universitas Tiongkok telah pulang ke negara asalnya karena takut
terinfeksi kasus-kasus pertama yang dilaporkan oleh Nepal dan Kerala, keduanya
adalah mahasiswa yang telah kembali ke negaranya. Kementerian Keuangan
Tiongkok mengumumkan akan sepenuhnya mensubsidi biaya medis pribadi yang
dikeluarkan oleh pasien.
2. Taiwan
Pada 6 Januari 2020, Pusat Pengendalian Penyakit Taiwan menerapkan
pemeriksaan suhu untuk setiap penerbangan langsung dari Wuhan ke Taiwan.
Setelah Taiwan melaporkan kasus pertama virus Corona di Taiwan pada 21
Januari, Taiwan telah meningkatkan status peringatan perjalanan di Wuhan
menjadi level 3, merekomendasikan untuk menghindari semua perjalanan yang
tidak penting ke Wuhan.
12

Pada 24 Januari, pemerintah Taiwan mengumumkan untuk sementara


waktu melarang ekspor masker wajah selama sebulan untuk memasok masker
bagi warganya. Pada 2 Februari 2020, Pusat Komando Epidemi memutuskan
untuk menunda pembukaan sekolah dasar dan menengah hingga 25 Februari dan
berakhirnya sekolah dasar dan menengah hingga 14 Juli.
3. Jepang
Perdana Menteri Shinzo Abe mengatakan bahwa "virus Corona baru
memiliki dampak besar pada pariwisata, ekonomi dan masyarakat kita secara
keseluruhan". Ada laporan bahwa masker wajah telah terjual habis di seluruh
negara dan ada tekanan pada sistem perawatan kesehatan karena permintaan
untuk pemeriksaan kesehatan meningkat. Toko-toko mengatakan bahwa stok
masker wajah mereka habis dalam satu hari. Orang Tionghoa, atau orang yang
dianggap etnis Tionghoa, melaporkan terjadinya diskriminasi di Jepang karena
orang Jepang takut akan kemungkinan penularan virus. Menteri Kesehatan telah
menunjukkan bahwa situasi belum mencapai titik di mana perkumpulan massa
harus dibatalkan.
Virus ini diperkirakan memiliki dampak negatif terhadap perekonomian
Jepang. analis dari Mitsubishi UFJ Morgan Stanley meramalkan bahwa dampak
ekonomi dari wabah tersebut akan lebih buruk daripada SARS karena pariwisata
memainkan peran yang lebih besar dalam ekonomi Jepang saat ini. Menteri
ekonomi Yasutoshi Nishimura juga memperingatkan bahwa wabah virus dapat
berdampak kuat pada ekonomi Jepang karena gangguan logistik dan operasi
pabrik. Maskapai penerbangan Jepang sudah mulai menangguhkan penerbangan
ke Tiongkok dan JTB, agen perjalanan terbesar di negara itu, telah membatalkan
semua tur ke Tiongkok. Banyak perusahaan, termasuk Toyota, telah
menghentikan semua lini produksi mereka di Daratan Tiongkok dan Honda telah
mengevakuasi semua stafnya dari Wuhan.
S&P Global mencatat bahwa perusahaan yang paling terpukul adalah
perusahaan yang mencakup sektor perjalanan, kosmetik dan ritel yang paling
terekspos oleh pariwisata Tiongkok. Tercatat bahwa peningkatan penjualan
13

masker wajah dan alat pelindung tidak mungkin untuk mengimbangi penurunan
ekonomi.
Wabah itu sendiri telah menjadi perhatian bagi Olimpiade Musim Panas
2020 yang dijadwalkan berlangsung di Tokyo mulai akhir Juli. Pemerintah
Jepang telah mengambil tindakan pencegahan ekstra untuk membantu
meminimalisir dampak dari wabah virus tersebut. Panitia penyelenggara
Olimpiade Tokyo dan Komite Olimpiade Internasional telah memantau dampak
wabah tersebut di Jepang.
4. Asia Tenggara
Di antara negara anggota ASEAN, Singapura diperkirakan menjadi salah
satu negara yang paling terdampak menurut Maybank. Para ekonom
memperingatkan bahwa wabah virus akan berdampak pada ekonomi negara
tersebut, tetapi terlalu dini untuk memberikan jawaban tertentu. Sektor pariwisata
dianggap sebagai "perhatian langsung" selain dampak pada jalur produksi karena
gangguan pada pabrik dan logistik di daratan Tiongkok. Singapura mengalami
kepanikan membeli bahan kebutuhan pokok, masker, termometer, serta berbagai
produk sanitasi meskipun diminta agar tidak dilakukan oleh pemerintah.
Ekonom Maybank menilai Thailand sebagai negara yang paling berisiko,
dimana ancaman dampak penyebaran virus Corona terhadap pariwisata
menyebabkan nilai tukar Baht jatuh ke level terendah dalam tujuh bulan.
Di Malaysia, para ekonom memperkirakan bahwa wabah itu akan
mempengaruhi PDB negara tersebut, arus perdagangan dan investasi, harga
komoditas, dan kedatangan wisatawan. Awalnya, perlombaan balap sepeda Le
Tour de Langkawi dikabarkan dibatalkan, tetapi penyelenggara menyatakan
bahwa perlombaan itu akan terus diadakan seperti biasa. Meskipun demikian, dua
tim bersepeda, Tim Bersepeda Hengxiang dan Tim Bersepeda Giant, keduanya
dari Tiongkok, ditarik dari keikutsertaan dalam perlombaan ini karena takut akan
wabah virus Corona. Karena situasi wabah yang semakin memburuk, beberapa
konser yang akan diadakan di Kuala Lumpur, seperti Kenny G, Jay Chou, The
Wynners, Super Junior, Rockaway Festival dan Miriam Yeung ditunda, dan
konser boyband asal Korsel Seventeen dibatalkan.
14

Di Indonesia, Ekonomi Indonesia mengalami penurunan yang drastis.


Nilai tukar rupiah melemah akibat ancaman penyebaran virus Corona hingga jatuh
pada harga Rp 20.000,- untuk 1 USD. Harga bahan pangan dan emas melonjak
naik, sehingga terjadi inflasi.
5. Asia Selatan
Di India, para ekonom memperkirakan dampak jangka pendek dari wabah
virus Corona akan terbatas pada rantai pasokan konglomerat utama, terutama
obat-obatan, pupuk, mobil, tekstil dan elektronik. Dampak terparah pada logistik
perdagangan global juga diperkirakan karena gangguan logistik di Tiongkok
Daratan, akan tetapi karena risiko gabungan dengan ketegangan geopolitik
regional, perang perdagangan yang lebih luas, dan Brexit.
Di Sri Lanka, pengamat memperkirakan dampak ekonomi yang terbatas
dalam jangka pendek pada sektor pariwisata dan transportasi.
15

BAB 3. PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Berdasarkan penyusunan makalah tentang Novel Coronavirus (COVID-
19) dapat disimpulkan bahwa:
1. Novel Coronavirus (COVID-19) adalah kumpulan virus yang menyerang
sistem pernapasan manusia. Penyakit ini disebabkan oleh coronavirus jenis
baru yang diberi nama Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2
(SARS-CoV-2);
2. Virus ini pertama kali mewabah diduga berasal dari pasar Tradisional
Binatang Liar dan Laut di pasar Hunan, Wuhan, Ibukota Provinsi Hubei,
China;
3. Orang yang terinfeksi virus ini biasanya mengalami gejala seperti sesak napas,
demam (suhu tubuh diatas 38 derajat), pusing, pilek, batuk, dan nyeri sendi;
4. Beberapa penyebab Novel Coronavirus (COVID-19) yaitu melakukan kontak
jarak dekat dengan penderita, memegang mulut atau hidung tanpa cuci tangan
setelah menyentuh benda yang diduga ada virus corona, tidak sengaja terkena
percikan ludah dari penderita;
5. Diagnosis untuk penyakit ini yaitu dokter menanyakan gejala dan apakah
pasien berpergian atau tinggal di daerah yang memiliki kasus infeksi virus,
selanjutnya melakukan pemeriksaan lanjutan;
6. Infeksi akibat virus Corona atau COVID-19 ini belum ada obat yang bisa
digunakan;
7. Pencegahan yang dapat dilakukan yaitu menghindari berpergian terutama ke
tempat yang terinfeksi, memakai masker, rutin mencuci tangan, menjaga daya
tahan tubuh, dan selalu menjaga kebersihan diri.
8. Akibat wabah virus Corona dampak yang dirasakan mempengaruhi berbagai
Negara dari segi pariwisata dan yang terpenting ekonomi dari Negara yang
terdampak.
16

3.2 Saran
Berdasarkan hasil penyusunan makalah ini, maka penulis memberikan
beberapa masukkan dalam hal berikut:
1. Selalu menjaga kebersihan diri terutama sesaat setelah keluar dan memegang
benda yang diduga terdapat virus;
2. Mengkonsumsi makanan sehat dan vitamin;
3. Berjemur dibawah sinar matahari untuk meningkatkan daya tahan tubuh;
4. Memakai masker dan mematuhi anjuran dari Pemerintah.
17

DAFTAR PUSTAKA

Alodokter. 2020. Virus Corona. https://www.alodokter.com/virus-corona. diakses


tanggal 1 April 2020.

Koin Works. 2020. Virus Corona: Penyebab, Cara Pencegahan dan Dampaknya
Pada Ekonomi Global. https://koinworks.com/blog/virus-
corona/?utm_source=coronapopup&utm_medium=organic&utm_campaig
n=CoronaAwareness. diakses tanggal 1 April 2020.

Mina News. 2020. Mengenal Virus Corona, Penyebab dan Pencegahannya.


https://minanews.net/mengenal-virus-corona-penyebab-dan-
pencegahannya/. diakses tanggal 1 April 2020.

Wikipedia. 2020. Pandemi Koronavirus 2019-2020.


https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pandemi_koronavirus_2019%E2%80%932
020. diakses tanggal 1 April 2020.