Anda di halaman 1dari 13

SISTEM INFORMASI KEPERAWATAN

SIMRS

OLEH :

Kelompok 12 (Semester IV)

1. Ni Luh Putu Linda Gayatri ( P07120218 011 )


2. Ni Komang Marni ( P07120218 017 )

KEMENTERIAN KESEHATAN RI

POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR

PRODI S. Tr KEPERAWATAN JURUSAN KEPERAWATAN

2020
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan rahmat-
Nya kami dapat menyusun makalah dan menyelesaikan “ Makalah Tentang Sistem Informasi
Manajemen Rumah Sakit (SIMRS)”. Dalam penyusunan makalah ini penulis mengucapkan
terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam kelancaran pembuatan
makalah ini, yakni yang terhormat :

1. Ns. Nengah Runiari, S.Kp. M.Kep. SP.Mat selaku Pembimbing Mata Kuliah
Sistem Informasi Keperawatan.
2. Diskusi kelompok empat (4) dalam menyelesaikan makalah.
3. Materi yang diakses dari internet.
4. Semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu, yang telah membantu
dalam penyusunan makalah ini.

Dalam makalah ini penulis menyadari bahwa makalah ini masih memiliki berbagai
kekurangan. Untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari para
pembaca demi perbaikan dan kesempurnaan makalah ini.

Demikianlah kiranya para pembaca dapat memahami dan apabila terdapat hal-hal
yang kurang berkenan di hati para pembaca, pada kesempatan ini perkenankanlah penulis
memohon maaf. Semoga makalah ini bermanfaat bagi semua pihak.

Denpasar, 22 April 2020

Penyusun
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR........................................................................................................i

DAFTAR ISI.......................................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang...............................................................................................................1

1.2 Rumusan Masalah..........................................................................................................2

1.3 Tujuan.............................................................................................................................2

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian SIMRS..........................................................................................................3


2.2 Tujuan SIMRS................................................................................................................3
2.3 Ruang Lingkup SIMRS..................................................................................................4
2.4 Peran SIMRS..................................................................................................................5
2.5 Pertimbangan dalam Membangun SIMRS.....................................................................6
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan.....................................................................................................................9

3.2 Saran...............................................................................................................................9

DAFTAR PUSTAKA
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Sebagai salah satu bentuk fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan
upaya kesehatan, Rumah Sakit sering mengalami kesulitan dalam pengelolaan informasi
baik untuk kebutuhan internal maupun eksternal. sehingga perlu diupayakan peningkatan
pengelolaan informasi yang efisien, cepat, mudah, akurat, murah, aman, terpadu dan
akuntabel. Salah satu bentuk penerapannya melalui sistem pelayanan dengan
memanfaatkan teknologi informasi melalui penggunaan sistem Sistem Informasi berbasis
komputer (Gavinov, Ivan Tinarbudi. 2016)
Pesatnya kemajuan teknologi di bidang informasi telah melahirkan perubahan
tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dalam kaitan ini, peran dan
fungsi pelayanan data dan informasi yang dilaksanakan oleh Rumah Sakit sebagai salah
satu unit kerja pengelola data dan Informasi dituntut untuk mampu melakukan berbagai
penyesuaian dan perubahan.
Sistem Informasi dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pelayanan data dan
informasi dengan lebih produktif, transparan, tertib, cepat, mudah, akurat, terpadu, aman
dan efisien, khususnya membantu dalam memperlancar dan mempermudah pembentukan
kebijakan dalam meningkatkan sistem pelayanan kesehatan khususnya dalam bidang
penyelenggaraan Rumah Sakit di Indonesia.
SIMRS merupakan suatu sistem teknologi informasi komunikasi yang memproses
dan mengintegrasikan seluruh alur proses pelayanan Rumah Sakit dalam bentuk jaringan
koordinasi, pelaporan dan prosedur administrasi untuk memperoleh informasi secara tepat
dan akurat, dan merupakan bagian dari Sistem Informasi Kesehatan. Adapun keberadaan
SIMRS sendiri telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan No 82 Tahun 2013.
Pengaturan SIMRS ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas,
profesionalisme, kinerja, serta akses dan pelayanan Rumah Sakit.
Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) adalah sebuah sistem
informasi yang terintegrasi yang disiapkan untuk menangani keseluruhan proses
manajemen Rumah Sakit, mulai dari pelayanan diagnosa dan tindakan untuk pasien,
medical record, apotek, gudang farmasi, penagihan,  database personalia, penggajian
karyawan, proses akuntansi sampai dengan pengendalian oleh manajemen.
Rumah Sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan
pelayanan kesehatan perorangan yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan,
dan gawat darurat sudah seharusnya menerapkan Sistem Informasi Manajemen Rumah
Sakit yang selanjutnya disingkat SIMRS untuk mendukung proses pelayanan.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa yang dimaksud SIMRS?
2. Apa tujuan dari SIMRS?
3. Apa saja ruang lingkup SIMRS?
4. Apa saja peran Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS)
5. Apa saja pertimbangan dalam Membangun SIMRS

1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian SIM RS.
2. Untuk mengetahui tujuan dari SIM RS.
3. Untuk mengetahui ruang lingkup SIM RS.
4. Untuk mengetahui peran Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS)
5. Untuk mengetahui pertimbangan dalam Membangun SIMRS
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian SIMRS


Sistem informasi manajemen (SIM) (bahasa Inggris: management information
system, MIS) adalah bagian dari pengendalian internal suatu bisnis yang meliputi
pemanfaatan manusia, dokumen, teknologi, dan prosedur oleh akuntansi manajemen
untuk memecahkan masalah bisnis seperti biaya produk, layanan, atau suatu strategi
bisnis.
Sistem informasi manajemen dibedakan dengan sistem informasi biasa, karena
SIM digunakan untuk menganalisis sistem informasi lain yang diterapkan pada aktivitas
operasional organisasi. Secara akademis, istilah ini umumnya digunakan untuk merujuk
pada kelompok metode manajemen informasi yang bertalian dengan otomasi atau
dukungan terhadap pengambilan keputusan manusia, misalnya sistem pendukung
keputusan, sistem pakar, dan sistem informasi eksekutif (Rustiyanto, 2012).
Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) adalah sebuah program
aplikasi yang dirancang untuk meningkatkan kinerja para :
1. Dokter dan Asisten Dokter
2. Bidan dan Perawat
3. Staff Administrasi dan Personalia
4. Apoteker
5. Logistik
6. TOP Manajerial
Sehingga akan mendapatkan berbagai kemudahan selama mereka menjalankan
operasional kerja sehari-hari.

2.2 Tujuan Umum SIMRS


a. Menyediakan informasi yang dipergunakan di dalam perhitungan harga pokok jasa,
produk, dan tujuan lain yang diinginkan manajemen.
b. Menyediakan informasi yang dipergunakan dalam perencanaan, pengendalian,
pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan.
c. Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan.
Ketiga tujuan tersebut menunjukkan bahwa manajer dan pengguna lainnya perlu
memiliki akses ke informasi akuntansi manajemen dan mengetahui bagaimana cara
menggunakannya. Informasi akuntansi manajemen dapat membantu mereka
mengidentifikasi suatu masalah, menyelesaikan masalah, dan mengevaluasi kinerja
(informasi akuntansi dibutuhkan dam dipergunakan dalam semua tahap manajemen,
termasuk perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan).

2.3 Ruang Lingkup SIMRS


Ruang lingkup Aplikasi Sistem Informasi Kesehatan, mencakup pengelolaan
informasi dalam lingkup manajemen pasien (front office management). Lingkup ini
antara lain sebagai berikut:
1. Registrasi Pasien, yang mencatat data/status pasien untuk memudahkan
pengidentifikasian  maupun pembuatan statistik dari pasien masuk sampai keluar.
Modul ini meliputi pendaftaran pasien baru/lama, pendaftaran rawat inap/jalan,
dan info kamar rawat inap.
2. Rawat Jalan/Poliklinik yang tersedia di rumah sakit, seperti: penyakit dalam,
bedah, anak, obstetri dan ginekologi, KB, syaraf, jiwa, THT, mata, gigi dan
mulut, kardiologi, radiologi, bedah orthopedi, paru-paru, umum, UGD, dan lain-
lain sesuai kebutuhan. Modul ini juga mencatat diagnose dan tindakan terhadap
pasien agar tersimpan di dalam laporan rekam medis pasien.
3. Rawat Inap. Modul ini mencatat diganosa dan tindakan terhadap pasien,
konsultasi dokter, hubungan dengan poliklinik/penunjang medis.
4. Penunjang Medis/Laboratorium, yang mencatat informasi pemeriksaan seperti:
ECG, EEG, USG, ECHO, TREADMIL, CT Scan, Endoscopy, dan lain-lain.
5. Penagihan dan Pembayaran, meliputi penagihan dan pembayaran untuk rawat
jalan, rawat inap dan penunjang medis (laboratorium, radiologi, rehab medik),
baik secara langsung     maupun melalui jaminan dari pihak
ketiga/asuransi/JPKM. Modul ini juga mencatat     transaksi harian pasien
(laboratorium, obat, honor dokter), daftar piutang, manajemen deposit dan lain-
lain.
6. Apotik/Farmasi, yang meliputi pengelolaan informasi inventori dan transaksi
obat-obatan
2.4 Peran Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS)
Pengelolaan data Rumah Sakit sesungguhnya cukup besar dan kompleks, baik
data medis pasien maupun data-data administrasi yang dimiliki oleh rumah Sakit
sehingga bila dikelola secara konvensional tanpa bantuan SIMRS akan mengakibatkan
beberapa hal berikut:
a. Redudansi Data, pencatatan data medis yang sama dapat terjadi berulang-ulang
sehingga menyebabkan duplikasi data dan ini berakibat membengkaknya
kapasitas penyimpanan data. Pelayanan menjadi lambat karena proses retreiving
(pengambilan ulang) data lambat akibat banyaknya tumpukan berkas.
b. Unintegrated Data, penyimpanan dan pengelolaan data yang tidak terintegrasi
menyebabkan data tidak sinkron, informasi pada masing-masing bagian
mempunyai asumsi yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan masing-masing
unit /Instalasi.
c. Out of date Information, dikarenakan dalam penyusunan informasi harus direkap
secara manual maka penyajian informasi menjadi terlambat dan kurang dapat
dipercaya kebenarannya
d. Human Error, kelemahan manusia adalah kelelahan, ketelitian dan kejenuhan hal
ini berakibat sering terjadi kesalahan dalam proses pencatatan dan pengolahan
data yang dilakukan secara manual terlebih lagi jika jumlah data yang dicatat atau
di olah sangatlah besar. Pemasukan data yang tidak sinkron untuk pasien atau
barang yang sama tentu saja akan meyulitkan pengolahan data dan tidak jarang
berdampak pada kerugian materi yang tidak sedikit bagi rumah sakit.

Dengan bantuan SIMRS kelemahan diatas dapat di kurangi bahkan dihindari.


SIMRS membuat fungsi dari bagian perawatan lebih dikonsentrasikan pada pelayanan
perawatan/jasa medis secara profesional, fungsi penagihan dilakukan oleh bagian
keuangan sedangkan pemberian potongan menjadi wewenang direksi. Para tenaga medis
tidak perlu memikirkan kemampuan finansial pasien dan tidak membeda-bedakan
pelayanan kepada pasien karena tenaga medis akan diberi insentif yang sama untuk
tindakan yang sama, tidak tergantung kepada siapa pelayanan medis tersebut diberikan.
Pola tersebut terbukti mempengaruhi secara positif kinerja para tenaga medis yang pada
akhirnya akan meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit secara keseluruhan.
Proses entri data penggunaan tindakan medis di masukkan ke sistem komputer
oleh operator dari setiap unit yang terintegrasi dengan bagian keuangan sehingga data
akan selalu terbarukan hal ini menutup kemungkinan terjadinya manipulasi data disaat
pasien akan membayar biaya perawatan. Tanpa mengurangi misi sosial, pemberian
diskon maupun subsidi perawatan dapat dilakukan secara arif oleh direksi berdasarkan
pertimbangan posisi keuangan rumah sakit yang didapat dengan cepat dan tepat
berdasarkan informasi yang disajikan oleh sistem informasi.
Kasus yang penulis contohkan diatas baru merupakan sebagian dari kemampuan
SIMRS yang terintegrasi, disamping keuntungan lain seperti pencatatan rekam medis
elektronik yang terintegrasi, kecepatan pelayanan administratif, sistem kendali gudang
yang baik, fungsi finansial yang efisien dan tepat, pembuatan laporan-laporan baik
keuangan dan perawatan dapat disajikan dengan cepat, akurat dan bagus.

2.5 Pertimbangan dalam Membangun SIMRS


Pembangunan SIMRS tidak boleh dilakukan secara parsial tetapi harus
terintegrasi dengan mempertimbangkan berbagai sudut. Kita harus melihat dari sudut
administratif yang mengelola data-data pasien, transaksi dsb, atau juga dari sisi pasien
yang cenderung mengutamakan pelayanan kesehatan. Pasien akan senang jika rumah
sakit mampu memberikan kemudahan mendaftar dan memilih dokter, menetapkan nomor
antrian dimana semua itu dapat dilakukan lewat telepon, SMS atau bahkan Internet.
Pembayaran biaya perawatan tidak harus tunai tetapi bisa dengan credit card atau debit
card, dan masih banyak lagi kemudahan layanan yang dapat disediakan oleh rumah sakit.
OLeh sebab itu dalam membangun SIMRS kita perlu mempertimbangkan banyak faktor
diantaranya adalah:
a. Kebutuhan Pasien
Harapan pasien dari sebuah pelayanan kesehatan adalah diberikannya layanan yang
cepat, nyaman dan berkualitas. Tingkat mobilitas pasien yang tinggi menuntut
adanya komunikasi dan pelayanan yang cepat antara pasien dan institusi kesehatan,
yang selanjutnya antara pasien dengan dokter. Pasien akan sangat tertolong bila
sistem rumah sakit mampu menyediakan kemudahan mendaftar ke dokter seperti
lewat SMS, atau lewat website rumah sakit. Sesungguhnya bagi pasien alat
komunikasi apa tidaklah penting karena faktor kecepatan, kenyamanan serta
kebenaran data yang didokumentasikan itulah yang terpenting.
b. Kebutuhan Pengelola Rumah Sakit
Dari sudut pengelola rumah sakit tentu saja menginginkan sebuah sistem yang
ideal, istimewa, yang mampu mengelola semua transaksi yang ada secara akurat,
efisien dan cepat, sehingga tak ada kata ‘terlambat’ pada pembuatan laporan
masing-masing unit pelayanan medik karena setiap laporan akan tercetak otomatis
dan terkirim secara otomatis pula. Bilamana ini dapat terjadi dan sistem mampu
mengelola dan menyajikan data secara benar-benar BENAR’, maka pengelola akan
banyak diuntungkan, karena banyak mengurangi beban kerja semua komponen di
rumah sakit dan itu berarti efisiensi (penghematan dana). Pengelola RS dapat
mengalokasikan penghematan dana tersebut untuk pengembangan SDM,
pengembangan fasilitas rumah sakit dan peningkatan kesejahteraan karyawan.
c. Kemampuan Pengembang
Banyak pengembang yang menawarkan berbagai macam solusi untuk kebutuhan
sistem informasi rumah sakit. Dari perorangan sampai yang bermain dibelakang
badan usaha (CV/ PT). Pengelola rumah sakit harus jeli dalam memilih
pengembang SIMRS. Banyak pengembang yang memiliki kelemahan ‘belum
mengetahui kondisi rumah sakit’ itu sendiri. Oleh karena kebanyakan
pengembang lebih dulu menguasai komputer daripada sistem rumah sakit. Untuk
itu perlu adanya penghubung antara pihak pengembang dan rumah sakit yaitu
mediator yang sering disebut sebagai ‘System Analyst’. Orang ini tahu tentang
rumah sakit dan sistem yang akan dibuat. Seorang system analyst tidak harus ahli
komputer, yang penting orang tersebut cukup tahu tentang administrasi rumah sakit
dan sedikit banyak tahu tentang sistem komputer, sehingga tidak menutup
kemungkinan dia adalah seorang dokter ataupun perawat.
d. Kemampuan Sistem
SIMRS yang ideal tentu harus dapat mengurangi beban kerja masing-masing unit
pelayanan. Secara global diharapkan kemampuan sistem dapat digambarkan
sebagai berikut:
1. Dapat mengurangi beban kerja berbagai unit, terutama unit rekam medis dalam
‘menangani’ berkas rekam medis. Unit rekam medis merupakan unit yang
paling sibuk dengan banyaknya berkas medis pasien. Kegiatan yang dilakukan
mulai dari proses coding, indexing, assembling, filing dll, semua dikelola di unit
ini. Dengan adanya SIMRS maka bagian inilah yang pertama untuk di
migrasikan menjadi rekam medis elektronik (RME). Sehingga semua proses
diatas dilakukan secara otomatis dengan komputer.
2. Dapat mengurangi pemakaian kertas (paperless). Dengan adanya sistem ini,
maka sudah seharusnya pemakaian kertas dapat dikurangi dan bila perlu
dihilangkan. Sistem ini harus mampu memangkas pemakaian kertas seperti:
 Lembar-lembar rekam medis yang tidak berhubugan dengan masalah
autentikasi atau aspek hukum.
 Laporan masing-masing unit pelayanan (semua laporan sudah terekap
oleh sistem).
 Rekap Laporan yang dikirim ke dinas kesehatan.
3. Dapat mendukung pengambilan keputusan bagi para direktur dan manajer
rumah sakit karena sistem mampu menyediakan informasi yang cepat, akurat
serta akuntabel. Untuk keperluan ini sistem harus mampu menyediakan laporan
yang bersifat executive summary bagi mereka.
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Sistem informasi manajemen (SIM) adalah bagian dari pengendalian internal
suatu bisnis yang meliputi pemanfaatan manusia, dokumen, teknologi, dan prosedur oleh
akuntansi manajemen untuk memecahkan masalah bisnis seperti biaya produk, layanan,
atau suatu strategi bisnis.
Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit adalah sebuah program aplikasi yang
dirancang untuk meningkatkan kinerja para :
1. Dokter dan Asisten Dokter
2. Bidan dan Perawat
3. Staff Administrasi dan Personalia
4. Apoteker
5. Logistik
6. TOP Manajerial
Sehingga akan mendapatkan berbagai kemudahan selama mereka menjalankan
operasional kerja sehari-hari.
Ketiga tujuan ini menunjukkan bahwa manajer dan pengguna lainnya perlu
memiliki akses ke informasi akuntansi manajemen dan mengetahui bagaimana cara
menggunakannya seperti :
a. Menyediakan informasi yang dipergunakan di dalam perhitungan harga pokok jasa,
produk, dan tujuan lain yang diinginkan manajemen.
b. Menyediakan informasi yang dipergunakan dalam perencanaan, pengendalian,
pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan.
c. Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan.

3.2 Saran
Sistem Informasi Manajemen Rumah sakit harusnya sesuai dengan prosedur yang
digunakan untuk mengelola alur informasi mula dari pengumpulan data sampai
pemberian informasi. Diharapkan dengan pembuatan makalah ini, dapat dijadikan
pedoman untuk memanajemen rumah sakit dalam SIM RS upaya peningkatan kesehatan.
DAFTAR PUSTAKA
C. Laudon, P. Jane Laudon, Kenneth. 2004. Management Information Systems. Pearson
International.
Gavinov, Ivan Tinarbudi. 2016, Sistem Informasi Kesehatan. Yogyakarta. Nuha Medika
https://rusdinncuhi.wordpress.com/2013/07/04/makalah-sistem-informasi-manajemen-rumah-
sakit/. Diakses tanggal 4 April 2020.
Rustiyanto, Ery. 2012, Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit. Yogyakarta. Gosyen
Publishing