Anda di halaman 1dari 8

SISTEM INFORMASI KEPERAWATAN

“SISTEM MANAJEMEN PELAYANAN KESEHATAN DI


INSTITUSI RSUP SANGLAH”

Oleh :
KELOMPOK IV (SEMESTER IV)
1. NI KADEK RIA HENDRIYANI (P07120218016)

2. NI KOMANG MARNI (P07120218017)

3. NI PUTU ARTAMEVIA MARCELINA (P07120218018)

4. NI NYOMAN AYU SRI PRADNYANI (P07120218019)

5. NI LUH PUTU TANASYA PUTRI (P07120218020)

KEMENTERIAN KESEHATAN RI
POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR
JURUSAN KEPERAWATAN
PRODI S.Tr.Kep
2020
SISTEM MANAJEMEN PELAYANAN INFORMASI DI RSUP SANGLAH

A. LATAR BELAKANG
Hasil Riskesdas tahun 2007 menunjukkan bahwa dari 6,9% masyarakat di
Indonesia yang harus menjalani rawat inap, sebagian besar (3,1%) telah mempergunakan
fasilitas pelayanan kesehatan di rumah sakit pemerintah. Hal ini mendorong rumah sakit
pemerintah harus mampu memanfaatkan peluang dengan kekuatan yang ada dan
melakukan reformasi pelayanan kesehatan dalam peningkatan kualitas pelayanan
kesehatan. Salah satu strateginya adalah dengan memperhatikan faktor internal institusi
(kekuatan dan kelemahan) dan faktor eksternal institusi (peluang dan ancaman).
Hal ini berarti faktor internal institusi dianalisis melalui perspektif internal institusi
(pelanggan internal) dengan kekuatan/faktor pendorong (strength) dan kelemahan/faktor
penghambat (weakness). Faktor eksternal institusi dianalisis melalui perspektif eksternal
institusi (pelanggan eksternal) dengan peluang (opportunity) dan ancaman (threat).
RSUP Sanglah Denpasar adalah rumah sakit rujukan yang telah terakreditasi
dalam kualitas pelayanan kesehatan. Hasil rekapitulasi keluhan pasien yang dilaksanakan
tahun 2012 menunjukkan bahwa terdapat beberapa jenis pelayanan dan infrastruktur yang
masih menimbulkan keluhan bagi pasien, yaitu 57,14% pasien mengeluh mengenai
pelayanan medis (mencakup komunikasi dan penanganan pasien), 33,33% masalah
administrasi, 4,76% masalah infrastruktur dan 4,76% masalah keamanan.
RSUP Sanglah telah menggunakan SIMRS untuk menunjang proses manajemen
dan pengambilan keputusan. Dalam dua kali perubahan sistem banyak hal yang terjadi
saat implementasi, seperti terlambatnya tahapan, ketidak efektifan perangkat keras,
penolakan pengguna terhadap aplikasi baru, dan validitas data laporan yangdihasilkan.
Penelitian kualitatif digunakan dengan confirmatory study, wawancara mendalam
informan terhadap model SIMRS, studi literatur dan pendekatan masalah secara
deskriptif analisis. Pendekatan manajemen perencanaan strategis IT menggunakan teori
Ward & Peppard, Turban, James Martin, dan Tozer diharapkan akan dapat membentuk
model SIMRS yang sesuai. Penyebab permasalahan implementasi IT didapat dari aspek
data, aplikasi, teknologi, manusia, dan kebijakan. Model yang terbentuk berdasar
kekuatan pengaruh dan urutan proses: pengaruh lingkungan, perencanaan strategis,
identifikasi konteks/cakupan, persiapan/implementasi, alokasi sumber daya, akuisisi,
persiapan data/konversi, pengujian dan pengiriman/pengguna Aplikasi.

B. METODE PELAYANAN DI RSUP SANGLAH


Teknik pengumpulan data kualitatif dilakukan dengan menggunakan pedoman
wawancara mendalam. Tema pada pendekatan kualitatif meliputi aktivitas pelayanan,
faktor penghambat pelayanan, dan faktor pendorong pelayanan. Data yang diperoleh dari
hasil wawancara mendalam dianalisis menggunakan analisis tema.Responden dengan
pendekatan kuantitatif adalah pasien tanpa jaminan pembayaran di Instalasi Rawat Inap,
Rawat Jalan, Laboratorium, Radiologi dan Rekam Medis RSUP Sanglah Denpasar
selama periode Februari-April 2014. Dipilihnya responden yang berasal dari pasien tanpa
jaminan pembayaran adalah untuk mengetahui perspektif pasien yang memperoleh
pelayanan dengan pembayaran secara langsung, sehingga pasien tersebut memang benar-
benar memberikan penilaian tentang kualitas pelayanan kesehatan yang telah
diterimanya.
Teknik pengumpulan data kuantitatif dilakukan dengan mengisi kuesioner oleh
responden. Variabel penelitian dengan pendekatan kuantitatif mempergunakan lima
dimensi kualitas pelayanan yaitu dimensi daya tanggap (responsiveness),dimensi
kehandalan (reliability), dimensi jaminan (assurance), dimensi perhatian (emphaty),
dimensi bukti langsung (tangibles). Analisis data kuantitatif adalah analisis deskriptif
terhadap lima dimensi kualitas pelayanan dari perspektif pelanggan eksternal dalam
bentuk tabel distribusi frekuensi dan persentase. Penggolongan hasil perhitungan
kuesioner dalam 3 kategori, yaitu kualitas pelayanan yang baik (72,14%-100%), kualitas
pelayanan yang cukup (46,7%-72,13%), dan kualitas pelayanan yang kurang baik (20%-
46,6%). 3 Penelitian ini telah memperoleh kelaikan etik dari Komisi Etik Fakultas
Kedokteran UNUD/RSUP Sanglah Denpasar.
C. PELAYANAN MANAJEMEN DI RSUP SANGLAH
Kualitas pelayanan kesehatan yang baik di RSUP Sanglah Denpasar didukung
oleh sistem pelayanan kesehatan yang baik, sesuai dengan standar akreditasi KARS,
adanya rasa aman dan nyaman bagi staf dalam bekerja, dan penanganan keluhan pasien
sudah dilaksanakan secara responsif dan sesuai jalur.
a. Nilai Dasar RSUP Sanglah
 Visi : Menjadi Rumah Sakit Rujukan Nasional Kelas Dunia Tahun 2019
 Misi :
- Menyelenggarakan Pendidikan Tenaga kesehatan yang
professional, dan berdaya saing serta menyelenggarakan
penelitian dalam bidang berbasis rumah sakit.
- Menyelenggarakan kemitraan dengan pemangku kesehatan
terkait.
- Menciptakan Lingkungan kerja yang aman dan nyaman.
- Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan yang interprofesi yang
paripurna, Bermutu, untuk seluruh lapisan masyarakat.
b. Keyakinan Dasar
 Insan Profesional
 Tat Twam Asi
 Bekerja Dalam Tim
c. Falsafah
Menjunjung Tinggi Harkat dan Martabat Manusia Dalam Bidang Pelayanan,
Pendidikan dan Penelitian.
d. Motto
Kepuasan Anda, Kebahagian Kami
Sasaran yang dilatih adalah semua karyawan rumah sakit sesuai dengan
bidangnya masing masing.
1. Mutu layanan kesehatan yang didapatkan oleh pengguna jasa rumah sakit harus
dilakukan evaluasi setiap saat baik oleh staf yang langsung memberikan
pelayanan atau dari direksi saat melakukan supervisi ke unit pelayanan dalam
rumah sakit.
2. Mutu pelayanan yang diberikan oleh tenaga medis berpodoman pada Panduan
Praktek Klinik dan Clinical Pathway. Dengan berpedoman pada PPK maka
evaluasi akan lebih mudah dilakukan. Evaluasi pelayanan secara berkala
dilakukan oleh Komite Medik dalam bentuk audit medik pada kasus yang
menarik untuk dipelajari atau kasus yang rentan menimbulkan konflik.
3. Sedangkan evaluasi asuhan keperawatan dilakukan oleh Komite Keperawatan.
Surveiyor internal sering dilibatkan dalam audit di ruang lingkup KSM dan
Instalasi. Pada momen tertentu sebelum akreditasi semua Surveiyor internal dan
Kepala instalasi, melakukan evaluasi langsung ke unit pelayanan rumah sakit
serta memberikan contoh yang semestinya dilakukan. Inovasi diciptakan untuk
mengatasi permasalahan karena ada permasalahan yang belum dapat diselesaikan
dengan cara lazim yang telah ada. Hal ini dapat berupa mengenai langkah-langkah
kerja, mengatasi suatu masalah yang sebelumya belum pernah dipikirkan,
mengefisienkan penggunaan sarana atau prasarana rumah sakit, hal lain yang
terkait dengan pelayan kesehatan yang meningkatkan pendapatan rumah sakit,
mengembangkan pelayanan yang banyak dibutuhkan pasien dan meningkatkan
mutu pemeliharaan alat medis dan alat penunjang lainnya.

Keberhasilan RSUP Sanglah memperoleh predikat paripurna dalam penilaian


akreditasi oleh KARS tidak lepas dari kotmitmen dari semua karyawan dan semangat
kerja, semangat dari tim surviyor internal dan team pokja serta dukungan dari direksi
beserta jajarannya. Kritik atau saran yang kita terima dapat disampaikan secara lisan,
tertulis (surat) lewat post atau kotak saran, atau Web Rumah Sakit. Kritik dan saran itu
diterima dengan pemahaman positif, karena merupakan bagian dari proses perubahan
untuk meningkatkan mutu layanan dan bahkan dapat merangsang bekerja yang lebih
baik.

D. PERENCANAAN DALAM PELAYANAN RUMAH SAKIT


Perkembangan kemajuan teknologi informasi, telah membawa dampak yang
signifikan pada hampir seluruh proses bisnis yang ada. Termasuk didalamnya proses
pelayanan di rumah sakit. Manajemen RSUP Sanglah memanfaatkannya dengan
melakukan pengembangan pada sistem manajemen rumah sakit (SIMRS) yang
terintegrasi. SIMRS dikembangkan bertujuan untuk efisiensi dan kecepatan proses
pelayanan di rumah sakit.
Saat ini RSUP Sanglah sedang serius dalam proses pengembangan sistem EMR
(Elektronik Medical Record). EMR adalah sistem berkas yang berisi catatan dan
dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain
yang telah diberikan kepada pasien yang di simpan secara digital. EMR ini adalah sebuah
kebutuhan dalam mengelola data rekam medik yang lebih terintegrasi dan terkonsolidasi,
dengan kualitas data yang mutakhir.
Berbagai langkah telah diambil oleh Instalasi Informasi Teknologi untuk menuju
EMR, salah satunya mulai penerapan elektronik prescribing. Persiapan lain yang sudah
dilakukan untuk EMR ini diantaranya mulai menyiapkan modul-modul pada menu,
pemilahan form pengisian rekam medis, pelatihan terhadap para perawat, dan pengadaan
PC di masing – masing meja dokter. Rencananya EMR akan mulai di operasikan pada
tahun 2019. Seluruh dokter, perawat dan staf medis lainnya akan diberikan pelatihan
khusus bagaimana cara penggunaan EMR secara tepat dan akurat. Keseriusan RSUP
sanglah dalam pengembangan EMR ini terlihat dari masing-masing ruangan rawat jalan
dan rawat inap sudah dilengkapi dengan 1 komputer, Diharapkan, dengan berlakunya
sistem perencanaan rekam medis elektronik ini, resume pasien akan lebih akuntabel dan
lebih mudah untuk dipertanggungjawabkan.

E. ALUR REGISTRASI ONLINE RAWAT JALAN


Masyarakat dapat melakukan registrasi secara online melalui aplikasi registrasi
antrian online RSUP Sanglah Denpasar atau dapat melalui
www.sanglahhospitalbali.com/registrasi melalui smartphone atau destop yang sudah
terhbung dengan internet. Pendaftaran rawat jalan online dilakukan untuk mempermudah
dan mempercepat pelayanan bagi pasien rawat jalan pada poliklinik. Meski demikian,
layanan online ini baru dapat dilakukan oleh masyarakat yang sudah pernah berobat ke
rumah sakit, dan memiliki kartu rumah sakit yang memuat nomor rekam medis serta
identitas pasien. Apabila belum memiliki kartu, masyarakat tetap harus datang ke rumah
sakit untuk registrasi secara manual. "Sistem registrasi online belum bisa digunakan bagi
pasien yang belum memiliki kartu rumah sakit dan kalau diberlakukan bisa kacau nanti
pendataannya. Jadi sementara hanya untuk pasien yang sudah punya kartu tersebut.
REFRENSI
https://www.researchgate.net/publication/332348010_Kualitas_Pelayanan_Kesehatan_di_RSU
_Sanglah_Denpasar_dari_Perspektif_Pelanggan_Internal_dan_Eksternal. Diakses tanggal 7
April 2020
Muninjaya, AAG. Manajemen Mutu Pelayanan Kesehatan. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran
EGC; 2012.
RSUP Sanglah Denpasar. Laporan Rekapitulasi Keluhan Pasien Tahun 2012. Bagian Hukmas
RSUP Sanglah Denpasar; 2012
Witriasih, Made Ayu. Perbedaan Tingkat Kepuasan Pasien Peserta PT Askes (Persero) Cabang
Denpasar Terhadap Pelayanan Puskesmas dan Dokter Keluarga di Kota Denpasar. (tesis).
Denpasar: Universitas Udayana; 2012