Anda di halaman 1dari 102

MAKALAH PESERTA PLPG – KG TAHUN 2017

BIDANG KEAHLIAN TEKNIK KOMPUTER JARINGAN

Oleh:
Nama peserta : SAIDA ARIANTI SILALAHI, S.Pd
NUPTK : 5147748650300003
Nomor Peserta : 17076352517011
Bidang Studi Sertifikasi : Teknik Komputer Jaringan
Asal Sekolah : SMK Swasta HKBP Pematangsiantar
Kabupaten/Kota/Provinsi : Pematangsiantar – Sumatera Utara

PANITIA SERTIFIKASI GURU


RAYON 106 UNIVERSITAS NEGERI PADANG
SUMATERA BARAT
2017

LEMBAR PENGESAHAN
MAKALAH PESERTA PLPG – KG TAHUN 2017
UNIVERSITAS NEGERI PADANG

Identitas Peserta

a. Nama Lengkap : Saida Arianti Silalahi, S.Pd


b. No. Peserta : 17076352517011
c. NUPTK : 5147748650300003
d. Bidang Studi Sertifikasi : Teknik Komputer Jaringan
e. Asal Sekolah : SMK Swasta HKBP Pematangsiantar
f. Kota/Kab./Provinsi : Pematangsiantar – Sumatera Utara
g. Alamat email : sas_766hi@yahoo.co.id
h. No. HP : 0813-9696-2355

Pematangsiantar, 16 Nopember 2017

Mengetahui,
Kepala SMK Swasta HKBP Pematangsiantar Peserta Guru,

Beslon Samosir, M.Pd Saida Arianti Silalahi, S.Pd


NIP. 19720903 200502 1 002 No. 17076352517011

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah Yang Maha Esa atas segala Rahmat dan Karunia-Nya
yang telah diberikan sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah “ Pengembangan
Pendidikan karakter dan potensi peserta didik” dan “ Program professional bidang computer
jaringan “dengan baik dan tepat waktu.
Makalah ini saya susun sebagai tugas pembekalan PLPG yang diringkas dari modul
pedagogic professional jurusan computer jaringan keahlianganda untuk jurusan TKJ.Semoga
makalah ini dapat menjadi pertimbangan penilaian dan menambah ilmu pengembangan pedagogic
yang dalam penerapannya bagi peserta didik di lingkungan sekolah, Ilmu pedagogic merupakan
ilma yang sangat penting diketahui untuk diterapkan seorang pendidik dalam tugas dan
tanggungjawab mensukseskan Pendidikan yang berkarakter pada pesrta didik.
Pada jaman era komputerisasi yang diterapkan disekolah-sekolah dengan perkembangan
yang begitu cepat, seorang pendidik khususnya dalam bidang informasi dan jaringan serta
umumnya untuk semua keahlian dituntut untuk dapat menjadi lebih professional dan menguasai ilmu
keprofesional sesuai bidang keahlian masing-masing.
Dalam menyusun madalah ini saya yakin masih banyak kekurangannya. Oleh karena itu,
kami mengharapkan kepada para pendidik khususnya dan para pembaca umumnya untuk
memberikan saran dan kritik, dalam rangka penyempurnaan makalah ini. Untuk itu saya sebagai
penulis menyampaikan terimakasih.
Hanya kepada Tuhan Yang maha Esa saya memohon semoga makalah ini bermanfaat bagi
kita semua. Amin

Pematangsiantar, Nopember 2017


Penulis,

Saida Arianti Silalahi, S.Pd

DAFTAR ISI
ii

BAB I
A. PENGEMBANGAN PENDIDKAN KARAKTER DAN POTENSI PESERTA DIDIK
1. Karakteristik Siswa
Siswa merupakan salah satu komponen terpenting dalam Pendidikan, tanpa siswa
proses pembelajaran dan Pendidikan tidak akan terlaksana. Sehingga terjadi interaksi antara
guru dan siswa bahkan sebaliknya dalam suasana pembelajaran. seorang guru harus mengenal
dan memahami karateristik siswa yang berbeda untuk kepentingan proses pembelajaran
terhadap pencapaian tujuan pembelajaran secara efektif yang merupakan ilmu pedagogik yang
dimiliki guru. Dengan adanya perbedaan karateristik siswa yang dipengaruhi perkembang
atau perubahan mulai dari konsep pertumbuhan, kematangan dan belajar serta latihan.
Sehingga perkembangan individu sejak masa konsep pertumbuhan sampai perkembangan
merupakan proses yang tidak berhenti. Hal ini sesuai dengan konsep perkembangan dengan
metode penelitian dari beberapa pendapat psikologi.
a. Metode Psikologi perkembangan
Perkembangan memiliki arti sebagai perubahan-perubahan yang dialami individu atau
organisme menuju tingkat kedewasaan yang berlangsung secara sistematis, progresif dan
berkesinambungan baik fisik maupun psikis. Menurut penelitian Luis Terman metode
perkembangan dimulai dari masa prasekolah sampai sukses, dengan metode longitudinal
yaitu perkembangan karateristik anak berbeda sesuai dengan tingkat usia anak dam
membutuhkan masa waktu yang lama. Sedangkan metode Cross sectional yaitu dalam
waktu yangsingkat karakteristik anak itu sudah dapat diketahui tanpa menunggu usia yang
lama. Dari metode perkembangan maka dapatlah di ambil sebuah kesimpulan bahwa
perkembangan individu dapat ditujukan dengan perkembangan mengikuti pola dana rah
tertentu dan terjadi dalam tempo yang berlainan dengan dipengaruhi aspek perkembangan
yang saling mempengaruhi.
b. Metode Psikologi
Manusia merupakan mahluk social yang tumbuh dan berkembang berbeda beda setiap
individu,perkemabng tiap manusia secara fisik memiliki konsep yang berbeda yang terdiri
dari mulai aspek jasmani, emosi,social, intelektual,religi dsb.
c. Teori Perkembangan
Perkembangan merupakan tahap perubahan yang terjadi pada individu dan dinilai secara
fisik , psikis, social,dan lainnya
Manusia berkembang dalam tingkat yang berbeda contohnya mengenai tingkat
perkembangan yang berbeda. Beberapa siswa akan lebih besar, terkoordinasi lebih baik, atau
lebih dewasa dibannding dengan yang lainnya. .Orang cenderung mengembangkan
kemampuan tertantu sebelum kemampuan yang lain. Perkembangan berjalan secara gradual
Sangat jarang perubahan terjadi setiap hari. Jadi di dalam perkembangan manusia
membutuhkan waktu, dan perkembangan itu berjalan relatif sangat lambat dan tidak setiap
hari berlangsungteori perkembangan ini diperkuat dengan adanya pendapat-pedapat
psikologi mengenai teori perkembangan yaitu ketika individu berkembang menuju
kedewasaan, akan mengalami adaptasi biologis dengan lingkungan yanga kan menyebabkan
adanya perubahan-perubahan kualitatif didalam struktur kognitif. Plaget tidak melihat
perkembangan kognitif sebagai suatu yang dapat didefenisikan secara kuantitatif deng
membuat suatu kesimpulan bahwa daya piker atau kekuatan anak yang berbeda usia secara
kualitatif
Sehingga membagi empat tahap-tahap perkembangan anak sesuai pendapat Jean Jacques
Rousseau ahli Pendidikan liberal dan pendorong pembelajaran discovery (
Mengatakan ada empat tahap dalam perkembangan anak yaitu :
1. Masa bayi infancy (0-2 tahun) : perkembangan motoric dan persepsi
2. Masa anak / childhood (2-12 tahun) : perkembangan mengenal ;
- Symbol atau Bahasa tanda dan mulai berkembangnya konsep-konsep intuitif
- Mulai menggunakan aturan-aturan yang jelas dan logis dengan berbicara
berpikir, intelektual, moral dll
3. Masa remaja awal / pubescence (12-15 tahun) : perkembangan intelektual dan
kemampuan bernalar disebut masa bertualang dengan berpikir abstrak dan logis
dan mengembangkan hipotesa
4. Masa Remaja / Adolescence (15-25 tahun) :perkembangan manusia beradab
dengan memiliki aspek seksual,social moral dan nurani.
Teori perkembangan ini juga didukung dengan pendapat ahli Stanley Hall seorang perintis
kajian ilmiah tentang siklus hidup (life span)dengan teori perubahan mengatakan ke dewasaan
adalah bagian dari proses evolusi dan parallel dengan perkembangan psikologis dengan
membagi 4 tahap perkembangan sesuai umur dengan rentang umur yang berbeda dengan Jean
Jacques Rousseau yaitu:
1. Masa Kanak-Kanak /infancy (0-4 tahun)
2. Masa anak / childhood (4-8tahun)
3. Masa puber / youth (8-12 tahun)
4. Masa Remaja / Adolescence (12- dewasa)
Sedangkan menurut pendapat Robert J. Havigurst mengatakan konsep development task
(Tugas Perkembangan) dimana kecepatan pertumbuhan dipengaruhi oleh lingkungan, dengan
memiliki 5 tahap perkembangan yaitu :
1. Masa bayi infancy (0-1/2 tahun)
2. Masa anak awal/ early childhood (2/3 - 5/7 tahun)
3. Masa anak/ late childhood (5/7 tahun- pubesen)
4. Masa Adolescence awal / early Adolescence (pubesen – pubertas)
5. Masa Adolescence/late Adolescence (pubertas - dewasa)
Robert juga mengatakan perkembangan anak bukan saja dipengaruhi oleh 5 tahap tapi masih
ada 10 fase yang mempengaruhi perkembangan anak tidak terlepas dari pertumbuhan fisik dan
motoriknya.
Teori perkembangan anak sangatlah banyak diteliti para psikologi dengan pendapat-pendapat
perkembangan anak. Begitu juga dengan pendapat Jean Piaget seorang pakar biology dari
swiss mengatakan perkembangan kognitif anak dibagi empat tahap yaitu :
1. Tahap sensorimotorik (0-2tahun) disebut masa discriminating dan labeling
2. Tahap Praoperasional (2-4tahun) disebut masa intutif artinya kemampuan
menggunakan Bahasa dalam mengembangkan stimulus yang terbatas
3. Tahap operasional konkrit (7-11 Tahun) disebut denga masa performing operation
dengan kemampuan menyelesaikan tugas secara penggabungan.
4. Tahap operasional formal (11-15 tahun) disebut masa proportional dengan kemampuan
berpikir lebih tinggi dan abstrak serta mampu memecahkan masalah
Teori perkembangan piaget untuk kognitif masih disempurnakan lagi dengan muncul
pendapat dari Lawrence Kohlberg mengatakan bahwa manusia harus memiliki
kemampuan kognitif moral sehingga dapat diukur dalam hipotesis dengan kebenaran,
keadilan, konfilik dan kewajiban moral. Lawrence membuat perkembangan itu menjadi
3 tahap yaitu :
1. Preconventional moral reasoning terdiri dari :
1.1 Obidience and paunisment orientation yaitu orientasi fisik anak
1.2 Naively egoistic orientation yaitu orientasi pada instrument relative
2. Conventional moral reasoning terdiri dari :
2.1.Good boy orientation yaitu orientasi perbuatan yang baik
2.2.Authority and social order maintenance orientation yaitu orientasi anak adalah
pada aturan dan hokum
3. Post conventional moral reasoning terdiri dari :
3.1.Contranctual legalistic orientation yaitu orientasi anak pada legalitas kontrak
social
3.2.Conscience or principle orientation yaitu orientasi adalah pada prinsip-prinsip
etika yang bersifat universal
Didalam teori Erick Homburger Erickson bahwa psikososial disebutkan bahwa tahap
perkembangan individu selama siklus hidupnya, dibentuk oleh pengaruh social yang
berinteraksi dengan individu yang menjadi matang secara fisik dan psikologis. Secara
umum inti dari teorinya adalah :
1. Id yaitu aspek biologis
2. Ego yaitu aspek psikologis
3. Super ego yaiti aspek sosiologis
Delapan tahap/fase perkembangan menurut erikson memiliki ciri utama setiap
tahapnya adalah di satu pihak bersifat biologis dan lain pihak bersifat social,
yangberjalan melalui krisis diantara dua polaritas.kedelapan tahapan
perkembangan kepribadian dapat digambarkan dalam table berikut :
1. Basic Trust vs Mistrust (kepercayaan vs kecurigaan) masa bayi/infancy kemampuan
menerima dan sebaliknya ,memberi
2. Otonomi vs Perasaan malu dan Ragu-ragu (Autonomy vs shame and doubt) masa
kanak-kanak awal (early Childhood) kemampuan menahan atau membiarkan
3. Inisiatif vs kesalahan (Initiative vs guilt) masa pra sekolah (preschool Age)
kemampuan menjadikan (seperti) membiarkan
4. Kerajinan vs Inferioritas (Industry vs inferiority)masa sekolah(school Age)
kemampuan membuat atau merangkai sesuatu
5. Identitas vs Kekacauan Identitas (Identity vs role confusion)masa
remaja(Adolescence) kemampuan menjadi diri sendiri, berbagai konsep diri
6. Keintiman vs Isolasi (Intimacy vs isolation)masa Dewasa Awal (Young
Adulthood)kemampuan melepas dan mencari jati diri
7. Generative vs Stagnasi (Generativity vs stagnation) masa Dewasa (Adulthood)
kemampuan membuat, memelihara
8. Integritas vs Keputus asaan ego(Ego integrity vs despair) masa hari tua (senescence)
ditandai adanya kecendrungan ego.kemampuan untuk terus berprestasi masa ada tetapi
pengikisan kemampuan karena usia seringkali mematahkan dorongan tersebut,
sehingga keputusan itu kadangkala menjadi menghantui.
Pada teori Erickson memberikan sesuatu yang baru dalam mempelajari mengenai perilaku
manusia dan merupakan suatu pemikiran yang sangat maju guna memahami persoalan
seperti ini. Oleh karena itu teori Erickson banyak digunakan untuk menjelaskan kasus atau
hasil penelitian yang terkait dengan tahap perkembangan, baik anak- anak, dewasa
maupun lansia.

B. TEORI BELAJAR
Mengajar merupakan proses yang kompleks karena banyak kegiatan yang harus dilakukan
agar hasil belajar siswa lebih baik. Dalam lingkup profesi guru memiliki beberapa tugas, baik
yang terkait dengan profesinya maupun diluar formalnya, orang selalu berusaha
menungkatkatkan prestasi belajar subjek didik. Didalam proses pembelajaran, guru memegang
peran penting yang sangat penting . untuk dapat diharapkan hasil maksimal dari perannya,
perlu mencermati perilaku guru, konteks, siswa, kurikulum, metode dan saran. Keenam unsur
ini dapat berpengaruh terhadap pembelajaran. Namun diantara pembelajaran tersebut,
merupakan satu-satunya unsur yang mampu mengubah unsur-unsur lain menjadi bervariasi.
Tetapi tidak untuk sebaliknya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa guru merupakan
unsur yang mempunyai unsur paling penting bagi terwujudnya pembelajaran, menurut kualitas
yang dikehendaki, sehingga mengarahkan peserta didik berprestasi secara intelektual dalam
belajar yang bemakna.Hala ini sesuai dengan isi lampiran Peraturan Menteri Pendidikan
Nasional (Permendiknas) Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan
Kompetensi Guru yang menyebutkan bahwa penguasaan teori belajar dan prinsip-prinsip
pembelajaran yang mendidik menjadi salah satu unsur kompetensi pedagogik
yang harus dimiliki guru. Dalam teori belajar memiliki aliran teori belajar tingkah laku
(Behavioristic) dan teori belajar kognitif.
1. Teori belajar behavioristik
Menurut teori Behavioristik, belajar merupakan perubahan dalam tingkah laku sebagai
akibat dari interaksi antara stimulus dan respons. Atau dengan kata lain, belajar adalah
perubahan yang dialami siswa dalam hal kemampuannya untuk bertingkah laku dengan
cara yang baru sebagai hasil interaksi antara stimulus dan respons dan Teori belajar
adalah teori yang mempelajari perkembangan intelektual
(mental) individu (Suherman, dkk: 2001: 30) Didalamnya terdapat dua hal, yaitu
1) tentang apa yang terjadi dan diharapkan terjadi pada intelektual; dan
2) tentang kegiatan intelektual anak mengenai hal-hal yang bisa dipikirkan dengan usia
tertentu
Perubahan tingkah laku sebagai akibat adanya interaksi antara stimulus (rangsangan) dan
respon(tanggapan) yang dinyatakan oleh Orton (1987:38). Hal ini dapat dijabarkan
dalam 4 teori belajar tingkah laku pada teori belajar Thorndike, Skinner, Pavlov, dan
Bandura. Yaitu :
1. Teori belajar Thorndike  (1874 – 1949)
Menurut Thorndike, belajar merupakan proses interaksi antara stimulus dan respon.
Stimulus adalah apa yang merangsang terjadinya kegiatan belajar seperti pikiran,
perasaan atau hal-hal lain yang dapat ditangkap melalui alat indera. Respon adalah
reaksi yang dimunculkan peserta didik ketika belajar, juga dapat berupa pikiran,
perasaan, gerakan atau tindakan. Teori Thorndike ini sering disebut teori
koneksionisme.
Prinsip pertama teori koneksionisme adalah belajar suatu kegiatan membentuk
asosiasi (connection) antara kesan panca indera dengan kecenderungan bertindak.
Misalnya, jika anak merasa senang atau tertarik pada kegiatan jahit-menjahit, maka
ia akan cenderung mengerjakannya. Apabila hal ini dilaksanakan, ia merasa puas dan
belajar menjahit akan menghasilkan prestasi memuaskan.
Dengan adanya pandangan-pandangan Thorndike yang memberikan sumbangan
cukup besar di dunia pendidikan tersebut, maka ia dinobatkan sebagai salah satu
tokoh pelopor dalam psikologi pendidikan. Selain itu, bentuk belajar yang paling
khas baik pada hewan maupun pada manusia menurutnya adalah “trial and error
learning atau selecting and connecting learning” dan berlangsung menurut hukum-
hukum tertentu
Menurut Thorndike terdapat tiga hukum belajar yang utama yaitu :
a.The Law of Effect (Hukum Akibat).
Hukum akibat yaitu hubungan stimulus respon yang cenderung diperkuat bila
akibatnya menyenangkan dan cenderung diperlemah jika akibatnya tidak
memuaskan. Hukum ini menunjuk pada makin kuat atau makin lemahnya koneksi
sebagai hasil perbuatan. Suatu perbuatan yang disertai akibat menyenangkan
cenderung dipertahankan dan lain kali akan diulangi. Sebaliknya, suatu perbuatan
yang diikuti akibat tidak menyenangkan cenderung dihentikan dan tidak akan
diulangi.
Koneksi antara kesan panca indera dengan kecenderungan bertindak dapat
menguat atau melemah, tergantung pada “buah” hasil perbuatan yang pernah
dilakukan. Misalnya, bila anak mengerjakan PR, ia mendapatkan muka manis
gurunya. Namun, jika sebaliknya, ia akan dihukum. Kecenderungan mengerjakan
PR akan membentuk sikapnya.
b.The Law of Exercise (Hukum Latihan)
Hukum latihan yaitu semakin sering tingkah laku diulang/dilatih (digunakan),
maka asosiasi tersebut akan semakin kuat. Dalam hal ini, hukum latihan
mengandung dua hal: The Law of Use : hubungan-hubungan atau koneksi-koneksi
akan menjadi bertambah kuat, kalau ada latihan yang sifatnya lebih memperkuat
hubungan itu. The Law of Disue : hubungan-hubungan atau koneksi-koneksi akan
menjadi bertambah lemah atau terlupa kalau latihan-latihan dihentikan, karena
sifatnya yang melemahkan hubungan tersebut
c.The Law of Readiness (Hukum Kesiapan).
Hukum kesiapan yaitu semakin siap suatu organisme memperoleh suatu
perubahan tingkah laku, maka pelaksanaan tingkah laku tersebut akan
menimbulkan kepuasan individu sehingga asosiasi cenderung diperkuat.
Prinsip pertama teori koneksionisme adalah belajar merupakan suatu kegiatan
membentuk asosiasi (connection) antara kesan panca indera dengan
kecenderungan bertindak. Misalnya, jika anak merasa senang atau tertarik pada
kegiatan jahit-menjahit, maka ia akan cenderung mengerjakannya. Apabila hal ini
dilaksanakan, ia merasa puas dan belajar menjahit akan menghasilkan prestasi
memuaskan.
Selain tiga hukum di atas Thorndike juga menambahkan hukum lainnya dalam
belajar yaitu Hukum Reaksi Bervariasi (multiple response), Hukum Sikap
(Set/Attitude), Hukum Aktifitas Berat Sebelah (Prepotency of Element), Hukum
Respon by Analogy, dan Hukum perpindahan Asosiasi ( Associative Shifting).
2. Teori Belajar Pavlov
Dari eksperimen yang dilakukan Pavlov yang menghasilkan hukum-hukum belajar
diantaranya :
1. Low of Respondent conditing yaitu hukum pembiasaan yang dituntut. Jika dua
macam stimulus dihadirkan secara simultan (dimana salah satu berfungsi sebagai
renforee, maka refleksi dan stimulus akan meningkat
2. Low of Respondent Extinction yakni hukum pembiasaan yang dituntut.jika
refleksi sudah diperkuat melalui respondent conditing itu didatangkan kembali
tanpa menghadirkan reinforeer, maka kekuatannya akan menurun.
Hasil teori belajar klasik yang dikemukakan Pavlo memiliki konsep pembiasaan (conditing)
dengan kegiatan belajar mengajar dimana agar siswa belajar dengan baik. Contohnya apabila
siswa mengerjakan PR dirumah denga baik maka guru memeriksa, menjelaskan sehingga
terjadilah feed back terhadap hasil pekerjaan siswa.
3. Teori Belajar Skinner
Konsep-konsep yang dikemukakan oleh Skinner tentang belajar mampu mengungguli
konsep-konsep lain yang dikemukakan oleh para tokoh sebelumnya. Ia mampu menjelaskan
konsep belajar secara sederhana dan dapat menunjukkan konsepnya tentang belajar secara
komprehensif. Menurut Skinner, hubungan antara stimulus dan respons yang terjadi melalui
interaksi dalam lingkungannya, yang kemudian akan menimbulkan perubahan tingkah laku,
tidaklah sesederhana yang digambarkan oleh para tokoh sebelumnya.
Oleh sebab itu, untuk memahami tingkah laku seseorang secara benar perlu terlebih dahulu
memahami hubungan antara stimulus satu dengan lainnya, serta memahami respons yang
mungkin dimunculkan dan berbagai konsekuensi yang mungkin akan timbul sebagai akibat dari
respons tersebut.Beberapa prinsip Skinner antara lain :
1. Hasil belajar harus segera diberitahukan kepada siswa, jika salah dibetulkan, jika benar
diberi penguatan.
2. Proses belajar harus mengikuti irama dari yang belajar.
3. Materi pelajaran, digunakan sistem modul.
4. Dalam proses pembelajaran, tidak digunakan hukuman. Untuk itu lingkungan perlu
diubah, untuk menghindari adanya hukuman.
5. Dalam proses pembelajaran, lebih dipentingkan aktivitas sendiri.
6. Tingkah laku yang diinginkan pendidik, diberi hadiah, dan sebaiknya hadiah diberikan
dengan menngunakannya jadwal variabel Rasio rein forcer.
7. Dalam pembelajaran digunakan shaping
Skinner juga mengemukakan bahwa, dengan menggunakan perubahan-perubahan mental
sebagai alat untuk menjelaskan tingkah laku hanya akan menambah rumitnya masalah. Sebab,
setiap alat yang dipergunakan perlu penjelasan lagi, demikian seterusnya. Dari semua
pendukung teori behavioristik,teori Skinnerlah yang paling besar pengaruhnya. Program-
program pembelajaran seperti Teaching Machine, pembelajaran berprogram, modul, dan
program-program pembelajaran lain yang berpijak pada konsep hubungan stimulus-respons serta
mementingkan faktor-faktor penguat (reinforcement), merupakan program-program
pembelajaran yang menerapkan teori belajar yang dikemukakan oleh Skinner.
a)   Penguatan (Reinforcement)
Menurut Skinner, untuk memperkuat perilaku atau menegaskan perilaku diperlukan
suatu penguatan (reinforcement). Ada juga jenis penguatan, yaitu penguatan positif
dan penguatan negative.
b)   Penguatan positif 
(positive reninforcement) didasari prinsip bahwa frekuensi dari suatu respon akan
meningkat karena diikuti oleh suatu stimulus yang mengandung penghargaan. Jadi,
perilaku yang diharapkan akan meningkat karena diikuti oleh stimulus
menyenangkan. Contoh, peserta didik yang selalu rajin belajar sehingga mendapat
rangking satu akan diberi hadiah sepeda oleh orang tuanya. Perilaku yang ingin
diulang atau ditingkatkan adalah rajin belajar sehingga menjadi rangking satu dan
penguatan positif/stimulus menyenangkan adalah pemberian sepeda.
c)   Penguatan negatif 
(negative reinforcement) didasari prinsip bahwa frekuensi dari suatu respon akan
meningkat karena diikuti dengan suatu stimulus yang tidak menyenangkan yang
ingin dihilangkan. Jadi, perilaku yang diharapkan akan meningkat karena diikuti
dengan penghilangan stimulus yang tidak menyenangkan. Contoh, peserta didik
sering bertanya dan guru menghilangkan/tidak mengkritik terhadap pertanyaan
yang tidak berkenan dihati guru sehingga peserta didik akan sering bertanya. Jadi,
perilaku yang ingin diulangi atau ditingkatkan adalah sering bertanya dan stimulus
yang tidak menyenangkan yang ingin dihilangkan adalah kritikan guru sehingga
peserta didik tidak malu dan akan sering bertanya karena guru tidak mengkritik
pertanyaan yang tidak berbobot/melenceng.
d)  Hukuman
Hukuman (punishmen) yaitu suatu konsekuensi yang menurunkan peluang
terjadinya suatu perilaku. Jadi, perilaku yang tidak diharapkan akan menurun atau
bahkan hilang karena diberikan suatu stimulus yang tidak menyenangkan. Contoh,
peserta didik yang berperilaku mencontek akan diberikan sanksi, yaitu jawabannya
tidak diperiksa dan nilainya 0 (stimulus yang tidak menyenangkan/hukuman).
Perilaku yang ingin dihilangkan adalah perilaku mencontek dan jawaban tidak
diperiksa serta nilai 0 (stimulus yang tidak menyenangkan atau hukuman).
Perbedaan antara penguatan negatif dan hukuman terletak pada perilaku yang ditimbulkan.
Pada penguatan negatif, menghilangkan stimulus yang tidak menyenangkan (kritik) untuk
meningkatkan perilaku yang diharapkan (sering bertanya). Pada hukuman, pemberian stimulus
yang tidak menyenangkan nilai 0 untuk menghilangkan perilaku yang tidak diharapkan (perilaku
mencontek).
4. Teori belajar Bandura
Faktor-faktor yang berproses dalam belajar observasi adalah:
1. Perhatian, mencakup peristiwa peniruan dan karakteristik pengamat.
2. Penyimpanan atau proses mengingat, mencakup kode pengkodean simbolik.
3. Reprodukdi motorik, mencakup kemampuan fisik, kemampuan meniru, keakuratan umpan
balik.
4. Motivasi, mencakup dorongan dari luar dan penghargaan terhadap diri sendiri.
Selain itu juga harus diperhatikan bahwa faktor model atau teladan mempunyai prinsip sebagai
berikut:
1. Tingkat tertinggi belajar dari pengamatan diperoleh dengan cara mengorganisasikan sejak
awal dan mengulangi perilaku secara simbolik kemudian melakukannya.
2. Individu lebih menyukai perilaku yang ditiru jika sesuai dengan nilai yang dimilikinya.
3. Individu akan menyukai perilaku yang ditiru jika model atau panutan tersebut disukai dan
dihargai dan perilakunya mempunyai nilai yang bermanfaat.
Karena melibatkan atensi, ingatan dan motifasi, teori Bandura dilihat dalam kerangka Teori
Behaviour Kognitif. Teori belajar sosial membantu memahami terjadinya perilaku agresi dan
penyimpangan psikologi dan bagaimana memodifikasi perilaku. Teori Bandura menjadi dasar
dari perilaku pemodelan yang digunakan dalam berbagai pendidikan secara massal. Bandura
memandang tingkah laku manusia bukan semata-mata refleks Otomatis atas stimulus,
melainkan juga akibat reaksi yang timbul sebagai hasil interaksi antara lingkungan dengan
skema kognitif manusia itu sendiri. Teori belajar sosial dari Bandura ini merupakan gabungan
antara teori belajar behavioristik dengan penguatan dan psikologi kognitif, dengan prinsip
modifikasi perilaku.Teori Belajar Sosial (Social Learning Theory) dari Bandura didasarkan pada
tiga konsep, yaitu :
1) Reciprocal determinism
Pendekatan yang menjelaskan tingkah laku manusia dalam bentuk interaksi timbal-balik
yang terus menerus antara kognitif, tingkah laku, dan lingkungan. Orang
menentukan/mempengaruhi tingkahlakunya dengan mengontrol lingkungan, tetapi orang
itu juga dikontrol oleh kekuatan lingkungan itu.
2) Beyond reinforcement
Bandura memandang teori Skinner dan Hull terlalu bergantung pada reinforcement.
Jika setiap unit respon sosial yang kompleks harus dipilah pilah untuk direforse satu
persatu, bisa jadi orang malah tidak belajar apapun. Menurutnya, reinforcement penting
dalam menentukan apakah suatu tingkah laku akan terus terjadi atau tidak, tetapi itu
bukan satu satunya pembentuk tingkah laku. Orang dapat belajar melakukan sesuatu
hanya dengan mengamati dan kemudian mengulang apa yang dilihatnya. Belajar melalui
observasi tanpa ada reinforcement yang terlibat, berarti tingkah laku ditentukan oleh
antisipasi konsekuensi.
3) Self-regulation/cognition
Teori belajar tradisional sering terhalang oleh ketidaksenangan atau ketidakmampuan
mereka untuk menjelaskan proses kognitif. Konsep bandura menempatkan manusia
sebagai pribadi yang dapat mengatur diri sendiri (self regulation), mempengaruhi
tingkah laku dengan cara mengatur lingkungan, menciptakan dukungan kognitif, dan
mengadakan konsekuensi bagi bagi tingkah lakunya sendiri
5) Teori belajar Vygotsky
Sangat banyak tokoh-tokoh pengembang teori belajar termaksud Vygotsky yag
menungkapkan pendapatanya konstruktivisme tentang belajar, individu akan menggunakan
pengetahuan siap dan pengalaman pribadi yang telah dimilikinya untuk membantu
memahami masalah atau materi baru. King (1994) menyatakan bahwa individu dapat
membuat inferensi tentang informasi baru itu, menarik perspektif dari beberapa aspek
pada pengetahuan yang dimilikinya, mengelaborasi materi baru dengan menguraikannya
secara rinci, dan menggeneralisasi hubungan antara materi baru dengan informasi yang telah
ada dalam memori siswa. Aktivitas mental seperti inilah yang membantu siswa mereformulasi
informasi baru atau merestrukturisasi pengetahuan yang telah dimilikinya menjadi suatu
struktur kognitif yang lebih luas/lengkap sehingga mencapai pemahaman mendalam,
sehingga konsep teori belajar dinyatakan Vygotsky dengan adanya dua konsep penting
dalam teori Vygotsky, yaitu :
1. Zone of Proximal Development (ZPD) dan scaffolding merupakan jarak antara
tingkat perkembangan aktual (yang didefinisikan sebagai kemampuan
pemecahan masalah secara mandiri) dan tingkat
2. Scaffolding merupakan pemberian sejumlah bantuan kepada siswa selama
tahap- tahap awal pembelajaran, kemudian mengurangi bantuan dan memberikan
kesempatan untuk mengambil alih tanggung jawab yang semakin besar
setelah ia dapat melakukannya
3. Teori Belajar Van Hiele
Jika pelajaran matematika itu sangat sulit umumnya bagi siswa disekolahan, akibat
permasalahan seperti inilah maka banyak pendapat – pendapat ahli Pendidikan mengungkap
perbandiangannya seperti halnya pendapat Van Hiele adalah seorang guru bangsa Belanda
yang mengadakan penelitiandalam pembelajaran geometri mengatakan mengenai tahap-tahap
perkembangan kognitif anak dalam memahami geometri yang terdapat 5 tahap pemahaman
geometri yaitu: pengenalan, analisis, pengurutan, deduksi, dan akurasi. Yaitu :
1. Tahap Visualisasi (Pengenalan) dengan mencontohkan kemampuan siswa pada tingkat
mengenal nama sesuatu bangun, tetapi siswa belum mengamati ciri-ciri dari bangun
persegi
2. Tahap Analisis (Deskriptif)dengan kemampuan siswa pada tingkat sudah mengenal
bangun-bangun geometri berdasarkan ciri- ciri dari masing-masing bangun persegi
3. Tahap Deduksi Formal (Pengurutan atau Relasional) kemampuan siswa pada tingkat
membandingkan, sehingga siswa sudah bisa memahami hubungan antar ciri yang satu
dengan ciri yang lain pada sesuatu bangun persegi
4. Tahap Deduksi dimana siswa sudah mampu mengambil kesimpulan, mampu memahami
pengertian-pengertian pangkal, definisi-definisi, aksioma-aksioma, dan terorema-
teorema dalam geometri, dan mampu menggunakan proses berpikir
5. Tahap Akurasi (tingkat metamatematis atau keakuratan) kemampuan siswa pada tingkap
yang lengkap dengan berpikir yang kompleks dan rumit dan perkembangan kognitif
siswa sudah lebih baik.
Setelah tahap-tahap yang diatas, van Hiele juga mengumpamakan seorang anak yang berada
pada tingkat yang lebih rendah tidak mungkin dapat mengerti atau memahami materi yang
berada pada tingkat yang lebih tinggi dari anak tersebut. Kalaupun anak itu dipaksakan untuk
memahaminya, anak itu baru bisa memahami melalui hafalan saja bukan melalui
pengertian. Dari hasil ungkapan itu diambil kesimpulan fase-fase pembelajaran yang
menunjukkan tujuan belajar siswa dan peran guru dalam pembelajaran dalam mencapai
tujuan itu. Fase-fase pembelajaran tersebut adalah: fase informasi, b. fase orientasi, c.fase
eksplisitasi, d. fase orientasi bebas, dan e. fase integrase.
3. Teori Belajar Ausubel
David Ausubel adalah seorang ahli psikologi Pendidikan. Menurut Ausubel belajar
dapat dikalifikasikan ke dalam dua dimensi. Dimensi kedua menyangkut cara bagimana
siswa dapat mengaitkan informasi itu pada struktur kognitif yang telah ada, yang meliputi
fakta, konsep, dan generalisasi yang telah dipelajari dan diingat oleh siswa. Pada tingkat
pertama dalam belajar, informasi dapat dikomunikasikan pada siswa. Pada tingkat kedua,
siswa menghubungkan atau mengaitkan informasi itu pada pengetahuan yang telah
dimilikinya, dalam hal ini terjadi belajar bermakna. Menurut Ausubel & Robinson (dalam
Dahar: 1989) kaitan antar kedua dimensi. Selain itu terdapat perbedaan antara belajar
menghafal dengan belajar bermakna, pada belajar menghapal siswa menghafalkan
materi yang sudah diperolehnya, sedangkan pada belajar bermakna materi yang telah
diperoleh itu dikembangkannya dengan keadaan lain sehingga belajarnya lebih dimengerti.
Menurut Ausubel (dalam Dahar, 1988:116) prasyarat-prasyarat belajar bermakna ada dua
sebagai berikut :
1. (1) Materi yang akan dipelajari harus bermakna secara potensial; kebermaknaan
materi tergantung dua faktor, yakni materi harus memiliki kebermaknaan logis
dan gagasan-gagasan yang relevan harus terdapat dalam struktur kognitif siswa
2. Siswa yang akan belajar harus bertujuan untuk melaksanakan belajar bermakna.
Dengan demikian mempunyai kesiapan dan niat untuk belajar bermakna
Prinsip-prinsip dalam teori belajar Ausubel
Prinsip-prinsip tersebut adalah :
a. Pengaturan Awal (advance organizer). Pengaturan Awal mengarahkan para
siswa ke materi yang akan dipelajari dan mengingatkan siswa pada materi
sebelumnya yang dapat digunakanm siswa dalam membantu menanamkan
pengetahuan baru
b.Diferensiasi Progresif. Pengembangan konsep berlangsung paling baik jika
unsur-unsur yang paling umum,paling inklusif dari suatu konsep diperkenalkan
terklebih dahulu, dan kemudian barudiberikan hal-hal yang lebih mendetail dan
lebih khusus dari konsep itu. Menurut Sulaiman (1988: 203) diferensiasi progresif
adalah cara mengembangkan pokok bahasan melalui penguraian bahan secara
heirarkhis sehingga setiap bagian dapat dipelajari secara terpisah dari satu
kesatuan yang besar
c. Belajar Superordinat. Selama informasi diterima dan diasosiasikan dengan
konsep dalam struktur kognitif (subsumsi), konsep itu tumbuh dan mengalami
diferensiasi. Belajar superordinat dapat terjadi apabila konsep-konsep yang
telah dipelajari sebelumnya dikenal sebagai unsur-unsur dari suatu konsep yang
lebih luas, lebih inklusif
d. Penyesuaian Integratif (Rekonsiliasi Integratif). Mengajar bukan hanya urutan
menurut diferensiasi progresif yang diperhatikan, melainkan juga harus
diperlihatkan bagaimana konsep-konsepbaru dihubungkan pada konsep-
konsep superordinat. Guru harus memperlihatkan secara eksplisit bagaimana
arti-arti baru dibandingkan dan dipertentangkan dengan arti-arti sebelumnya
yang lebih sempit, dan bagimana konsep-konsep yang tingkatannya lebih tinggi
sekarang mengambil arti baru
5. Teori Belajar Bruner
Jerome Bruner adalah seorang ahli psikologi perkembangan dari Universitas
Haevard, Amerika Serikat, yang telah mempelopori aliran psikologi belajar kognitif yang
memberikan dorrongan agar pendidikan memberikan perhatian pada pentingnya
pengembangan berpikir. Dalam bukunya (Bruner, 1960) mengemukakan empat tema
pendidikan, yakni :
(1) Pentingnya arti struktur pengetahuan. Kurikulum hendaknya mementingkan struktur
pengetahuan, karena dalam struktur pengetahuan kita menolong para siswa untuk
melihat.
(2) Kesiapan (readiness) untuk belajar. Menurut Bruner (1966:29), kesiapan terdiri atas
penguasaan keterampilan-keterampilan yang lebih sederhana yang memungkinkan
seorang untuk mncapai keterampilan keterampilan yang lebih tinggi.
(3) Nilai intuisi dalam proses pendidikan. Intuisi adalah teknik-teknik intelektual untuk
sampai pada formulasi-formulasi tentatif tanpa melalui langkah-langkah analitis untuk
mengetahui apakah formulasi formulasi itu merupakan kesimpulan-kesimpulan yang
sahih atau tidak, serta
(4) motivasi atau keinginan untuk belajar beserta cara-cara yang dimiliki para guru
untuk merangsang motivasi itu
Belajar sebagai Proses Kognitif
Menurut Bruner dalam belajar melibatkan tiga proses yang berlangsung hampir
bersamaan. Ketiga proses tersebut adalah
(1) memperoleh informasi baru,
(2) transformasi informasi, dan
(3) menguji relevan informasi dan ketepatan pengetahuan
Pandangan ini berpusat pada dua prinsip, yaitu:
(1) pengetahuan seseorang tentang alam didasarkan pada model-model tentang kenyataan
yang dibangunnya
(2) model-model semacam itu mula -mula diadopsi dari kebudayaan seseorang, kemudian
model-model itu diadaptasi pada kegunaan bagi orang yang bersangkutan
Pendewasaan pertumbuhan intelektual atau pertumbuhan kognitif seseorang
menurut Bruner adalah sebagai berikut :
a. Pertumbuhan intelektual ditunjukkan oleh bertambahnya ketidak tergantungan respons
dari sifat stimulus
b. Pertumbuhan intelektual tergantung pada bagaimana seseorang menginternalisasi
peristiwa-peristiwa menjdi suatu sistem simpanan (storage system) yang sesuai dengan
lingkungan
c. Pertumbuhan intelektual menyangkut peningkatan kemampuan seseorang untuk berkata
pada dirinya sendiri atau pada orang lain, dengan pertolongan kata-kata dan simbol-
simbol, apa yang telah dilakukan atau apa yang dilakukan
Bruner (1966) mengemukakan bahwa terdapat tiga sistem keterampilan untuk
menyatakan kemampuan-kemampuan secara sempurna. Ketiga sistem
keterampilan itu adalah yang disebut tiga cara penyajian (modes of presents),
yaitu :
1. Cara penyajian enaktif
Cara penyajian enaktif adalah melalui tindakan, anak terlibat secara
langsung dalam memanipulasi (mengotak-atik )objek, sehingga bersifat
manipulate
2. Cara penyajian ikonik
Cara penyajian ikonik didasarkan pada pikiran internal dimana pengetahuan
disajikan melalui serangkaian gambar-gambar atau grafik, yang dilakukan
anak berhubungan dengan mental, yang merupakan gambaran dari objek
objek yang dimanipulasinya
3. Cara penyajian simbolik
Cara penyajian simbolik didasarkan pada sistem berpikir abstrak, arbitrer,
dan lebih fleksibel.
Menerapkan Metode Penemuan dalam Pembelajaran
Model-model instruksional kognitif yang paling berpengaruh adalah model belajar penemuan
Jerome Bruner (1966) sebagai berikut :
1, Merencanakan materi pelajaran yang diperlukan sebagai dasar bagi para siswa
untuk memecahkan masalah. Akibatnya timbullah masalah, yang akan merangsang
siswa untuk menyelidiki masalah itu, menyusun hipotesis-hipotesis, dan mencoba
menemukan konsep-konsep atau prinsip-prinsip yang mendasari masalah.
2.Urutan pengajaran hendaknya menggunakan cara penyajian enaktif, ikonik, kemudian
simbolik karena perkembangan intelektual siswa diasumsikan mengikuti urutan
enaktif, ikonik, kemudian simbolik
3. Pada saat siswa memcahkan masalah, guru hendaknya berperan sebagai pembimbing
atau tutor. Guru hendaknya tidak mengungkap terlebih dahulu prinsip atau aturan
yang akan dipelajari, guru hendaknya memberikan saran- saran jika diperlukan
4. Dalam menilai hasil belajar bentuk tes dapat berupa tes objektif atau tes esay, karena
tujuan-tujuan pembelajaran tidak dirumuskan secara mendetai.
C. MODEL-MODEL PEMBELAJARAN
Proses pembelajaran adalah suatu proses interaksi peserta didik dngan sumber belajar pada
suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar
dapat terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetehuan, penguasaan kemahiran dan
tabiat, serta pmbentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain,
pembelajaran adalah proses untuk membantupeserta didik agar dapat belajar dengan baik
Istilah model pembelajaran amat dekat dengan pengertian strategi pembelajaran dan dibedakan
dari istilah strategi, pendekatan dan metode pembelajaran. Istilah model pembelajaran
mempunyai makna yang lebih luas daripada suatu strategi,  metode, dan teknik.
Sedangkan istilah “strategi “ awal mulanya dikenal dalam dunia militer terutama terkait
dengan perang atau dunia olah raga, namun demikian makna tersebut meluas tidak hanya
ada pada dunia militer atau olahraga saja akan tetapi bidang ekonomi, sosial, pendidikan.
Menurut Ruseffendi (1980), istilah strategi, metode, pendekatan dan teknik
mendefinisikan  sebagai berikut :
1. Strategi pembelajaran adalah separangkat kebijaksanaan yang terpilih, yang telah dikaitkan
dengan faktor yang menetukan warna atau strategi tersebut, yaitu :
a.  Pemilihan materi pelajaran  (guru atau siswa)
b. Penyaji materi pelajaran (perorangan atau kelompok, atau belajar mandiri)
c. Cara menyajikan materi pelajaran (induktif atau deduktif, analitis atau sintesis, formal atau non
formal)
         d.  Sasaran penerima materi pelajaran ( kelompok,   perorangan, heterogen, atau  homogen.
2. Pendekatan Pembelajaran adalah jalan atau arah yang ditempuh oleh guru atau siswa dalam
mencapai tujuan pembelajaran  dilihat  bagaimana materi itu disajikan. Misalnya memahami
suatu prinsip dengan  pendekatan induktif atau deduktif.
3. Metode Pembelajaran adalah cara mengajar secara umum yang dapat diterapkan pada semua
mata pelajaran, misalnya mengajar dengan ceramah, ekspositori, tanya jawab, penemuan
terbimbing dan sebagainya.
4. Teknik mengajar adalah penerapan secara khusus suatu metode pembelajaran yang telah
disesuaikan dengan kemampuan dan kebiasaan guru, ketersediaan media pembelajaran serta
kesiapan siswa. Misalnya teknik mengajarkan perkalian dengan penjumlahan berulang.
Secara sederhana dapat diurut dengan :

Model pembelajaran mempunyai empat ciri khusus yang tidak dipunyai oleh strategi atau metode
tertentu yaitu : 
1.   rasional teoritik yang logis disusun oleh perancangnya,
2.   tujuan pembelajaran yang akan dicapai,
3.   tingkah laku mengajar yang diperlukan agar model tersebut dapat dilaksanakan secara berhasil
dan
4.   lingkungan belajar  yang diperlukan agar tujuan pembelajaran itu dapat tercapai.
Model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan
pembelajaran yang disusun secara sistematis untuk mencapai tujuan belajar yang menyangkut
sintaksis, sistem sosial, prinsip reaksi dan sistem pendukung (Joice&Wells). Sedangkan menurut
Arends dalam Trianto, mengatakan “model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu
pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas

Model pembelajaran mempunyai empat ciri khusus yaitu :


a. Rasional teoretis logis yang disusun oleh para pencipta atau pengembangnya
b. Landasan pemikiran tentang apa dan bagaimana siswa belajar (tujuan pembelajaran
yang akan dicapai)
c. Tingkah laku mengajar yang diperlukan agar model tersebut dapat dilaksanakan
dengan berhasil
d. Lingkungan belajar yang diperlukan agar tujuan pembelajaran itu dapat tercapai
Memilih atau menentukan model pembelajaran sangat dipengaruhi oleh kondisi Kompetensi
Dasar (KD), tujuan yang akan dicapai dalam pengajaran, sifat dari materi yang akan
diajarkan, dantingkat kemampuan peserta didik. Di samping itu, setiap model pembelajaran
mempunyai tahap-tahap (sintaks) yang dapat dilakukan siswa dengan bimbingan guru.
Model pembelajaran dalam Kurikulum 2013.
Kurikulum 2013 menggunakan 3 (tiga) model pembelajaran utama (Permendikbud No. 103
Tahun 2014) yang diharapkan dapat membentuk perilaku saintifik, perilaku sosial serta
mengembangkan rasa keingintahuan. Ketiga model tersebut adalah: model Pembelajaran
Berbasis Masalah (Problem Based Learning), model Pembelajaran Berbasis Projek (Project
Based Learning), dan model Pembelajaran Melalui
Penyingkapan/Penemuan (Discovery/Inquiry Learning). Disamping model pembelajaran di
atas dapat juga dikembangkan model pembelajaran Production Based Education (PBE)
sesuai dengan karakteristik pendidikan menengah kejuruan
Tidak semua model pembelajaran tepat digunakan untuk semua KD/materi pembelajaran. Model
pembelajaran tertentu hanya tepat digunakan untuk materi pembelajaran tertentu. Sebaliknya
materi pembelajaran tertentu akan dapat berhasil maksimal jika menggunakan model
pembelajaran tertentu.Oleh karenanya guru harus menganalisis rumusan pernyataan setiap KD,
apakah cenderung pada pembelajaran penyingkapan (Discovery/Inquiry Learning) atau pada
pembelajaran hasil karya (Problem Based Learning dan Project Based Learning).
Rambu-rambu penentuan model penyingkapan/penemuan:
1.    Pernyataan KD-3 dan KD-4 mengarah ke pencarian atau penemuan;
2.    Pernyataan KD-3 lebih menitikberatkan pada pemahaman pengetahuan faktual, konseptual,
procedural, dan dimungkinkan sampai metakognitif;
3.    Pernyataan KD-4 pada taksonomi mengolah dan menalar
Rambu-rambu penemuan model hasil karya (Problem Based Learning dan Project Based
Learning):
1.    Pernyataan KD-3 dan KD-4 mengarah pada hasil karya berbentuk jasa atau produk;
2.    Pernyataan KD-3 pada bentuk pengetahuan metakognitif;
3.    Pernyataan KD-4 pada taksonomi menyaji dan mencipta, dan
4.    Pernyataan KD-3 dan KD-4 yang memerlukan persyaratan penguasaan pengetahuan konseptual
dan procedural
Model Pembelajaran Penyingkapan (penemuan dan pencarian/penelitian)

Model pembelajaran penyingkapan (Discovery Learning)adalah memahami konsep, arti, dan


hubungan, melalui proses intuitif untuk akhirnya sampai kepada suatu kesimpulan (Budiningsih,
2005:43). Discovery  terjadi bila individu terlibat, terutama dalam penggunaan proses mentalnya
untuk menemukan beberapa konsep dan prinsip.
Discovery dilakukan melalui observasi, klasifikasi, pengukuran, prediksi, penentuan dan inferi.
Proses tersebut disebut cognitive process sedangkandiscovery itu sendiri adalah the mental
process of assimilatingconcepts and principles in the mind (Robert B. Sund dalam Malik,
2001:219).
a.    Sintak model Discovery Learning
1)   Pemberian rangsangan (Stimulation);
2)   Pernyataan/Identifikasi masalah (Problem Statement);
3)   Pengumpulan data (Data Collection);
4)   Pembuktian (Verification), dan
5)   Menarik simpulan/generalisasi  (Generalization).
b.    Sintak model Inquiry Learning Terbimbing
Model pembelajaran yang dirancang membawa peserta didik dalam proses penelitian melalui
penyelidikan dan penjelasan dalam setting waktu yang singkat (Joice&Wells, 2003).
Model pembelajaran Inkuiri merupakan kegiatan pembelajaran yang melibatkan secara maksimal
seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki sesuatu secara sistematis kritis dan
logis sehingga mereka dapat merumuskan sendiri temuannya.
Sintak/tahap model inkuiri meliputi:
1)   Orientasi masalah;
2)   Pengumpulan data dan verifikasi;
3)   Pengumpulan data melalui eksperimen;
4)   Pengorganisasian dan formulasi eksplanasi
5)   Analisis proses inkuiri
 Model Pembelajaran Problem Based Learning  (PBL)

Tujuan PBL adalah untuk meningkatkan kemampuan dalam menerapkan konsep-konsep pada
permasalahan baru/nyata, pengintegrasian konsep High Order Thinking Skills (HOT’s),
keinginan dalam belajar, mengarahkan belajar diri sendiri dan keterampilan(Norman and
Schmidt).
a.    Sintak model Problem Based Learning dari Bransford and Stein (dalam Jamie Kirkley, 2003:3)
terdiri atas:
1)   Mengidentifikasi masalah;
2)   Menetapkan masalah melalui berpikir tentang masalah dan menyeleksi informasi-informasi yang
relevan;
3)   Mengembangkan solusi melalui pengidentifikasian alternatif-alternatif, tukar-pikiran dan
mengecek perbedaan pandang;
4)   Melakukan tindakan strategis, dan
5)   Melihat ulang dan mengevaluasi pengaruh-pengaruh dari solusi yang dilakukan.
b.    Sintak model Problem Solving Learning Jenis Trouble Shooting (David H. Jonassen, 2011:93)
terdiri atas:
1)   Merumuskan uraian masalah;
2)   Mengembangkan kemungkinan penyebab;
3)   Mengetes penyebab atau proses diagnosis, dan
4)   Mengevaluasi.
Model pembelajaran Project Based Learning (PjBL). 

Tujuan Project Based Learning  adalah meningkatkan motivasi belajar, team work, keterampilan
kolaborasi dalam pencapaian kemampuan akademik level tinggi/taksonomi tingkat kreativitas
yang dibutuhkan pada abad 21 (Cole & Wasburn Moses, 2010).
Sintak/tahapan model pembelajaran Project Based Learning, meliputi:
a.    Penentuan pertanyaan mendasar (Start with the Essential Question);
b.    Mendesain perencanaan proyek;
c.    Menyusun jadwal (Create a Schedule);
d.    Memonitor peserta didik dan kemajuan proyek (Monitor the Students and the Progress of the
Project);
e.    Menguji hasil (Assess the Outcome), dan
f.     Mengevaluasi pengalaman (Evaluate the Experience).
modelProduction Based Training (PBT) untuk mendukung pengembangan Teaching Factory pada
mata pelajaran pengembangan produk kreatif.
Sintaks/tahapan model pembelajaran Production Based Trainningmeliputi:
a.    Merencanakan produk;
b.    Melaksanakan proses produksi;
c.    Mengevaluasi produk (melakukan kendali mutu), dan
d.    Mengembangkan rencana pemasaran.
(G. Y. Jenkins, Hospitality 2005).
Proses pembelajaran yang mengacu pada pendekatan saintifik, meliputi lima langkah sebagai
berikut
1. Mengamati Bentuk hasil belajar dari kegiatan mengamati adalah siswa dapat mengidentifikasi
masalah
2. 2.    Menanya Hasil belajar dari kegiatanmenanya adalah siswa dapat merumuskan masalah
danmerumuskan hipotesis. Hasil belajar dari kegiatan mengumpulkan data adalah siswa dapat
menguji hipotesis
3. Mengumpulkan data Hasil belajar dari kegiatan mengumpulkan data adalah siswa dapat
menguji hipotesis.
4.  Mengasosiasi Hasilbelajar dari kegiatan menalar/mengasosiasi adalah siswa dapat
menyimpulkan hasil kajian dari hipotesis
5. Mengomunikasikan Hasil belajar dari kegiatanmengomunikasikan adalah siswa dapat
memformulasikan dan mempertanggungjawabkan pembuktian hipotesis.

D. MEDIA PEMBELAJARAN
1. Pengertian Media Pembelajaran
Media Pembelajaran diartikan segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk merangsang
pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan atau ketrampilan pebelajar  sehingga dapat
mendorong terjadinya proses belajar
Media merupakan kata jamak dari medium yang berasal dari bahasa latin yang berarti
“antara”
yaitu segala sesuatu yang membawa informasi antara sumber informasi dan penerima
(Smaldino, et al., 2005: 9). Pernyataan tersebut dapat diartikan bahwa segala sesuatu yang
dapat menjembatani informasi antara sumber informasi dan penerima dapat dikatakan
sebagai
media. Pendapat lain mengatakan bahwa media diartikan sebagai alat fisik dari komunikasi
antara lain buku, modul cetak, teks terprogram, komputer, slide/pita presentasi, film, pita
video, dan sebagainya (Gagne & Briggs, 1979: 175)
Newby, et al. (2006: 308) menyatakan bahwa pembelajaran merupakan pemilihan dan
pengaturan informasi, kegiatan, metode, dan media untuk membantu siswa mencapai
tujuan
belajar yang telah direncanakan. Semua hal tersebut dilakukan atau digunakan agar dapat
membantu siswa untuk mencapai target berupa tujuan belajar yang telah direncanakan
sebelum pembelajaran dilaksanakan
Media yang digunakan untuk menyampaikan pesan guna mencapai suatu tujuan
pembelajaran
didefinisikan sebagai media pembelajaran (Smaldino, et al., 2005: 9). Dengan demikian,
media
pembelajaran adalah segala alat yang dapat membantu tercapainya tujuan pembelajaran.
Senada dengan definisi tersebut, Newby, et al. (2006: 308) mendefinisikan media
pembelajaran sebagai saluran dari komunikasi yang membawa pesan dengan tujuan yang
berkaitan den gan pembelajaran yang dapat berupa cara atau alat lain yang dengannya
informasi dapat disampaikan atau dialami siswa. Pernyataan tersebut dapat diartikan
bahwa
media pembelajaran juga dapat berupa cara atau alat untuk berkomunikasi dengan siswa.
Segala sesuatu yang digunakan sebagai penyampai pesan pembelajaran diidentifikasi
sebagai
media pembelajaran. Adapun
media pembelajaran merupakan alat atau perantara untuk memfasilitasi komunikasi dari
sumber belajar ke siswa dan mendukung proses belajar guna mencapai tujuan belajar.
2. Macam Media Pembelajaran
Menurut bentuknya, media yang digunakan dalam belajar dan pembelajaran
secara umum
dibedakan menjadi media cetak dengan noncetak serta media audio dengan
nonaudio.

Secara lebih spesifik, media dapat berupa antara lain teks, audio, visual, media
bergerak,
obyek/media yang dapat dimanipulasi (media manipulatif), dan manusia. Yaitu :
1. Media teks merupakan jenis media yang paling umum digunakan. Media ini berupa
karakter huruf dan bilangan yang disajikan dalam buku, poster, tulisan di papan
tulis, dan sejenisnya
(Smaldino, et al., 2005: 9; Newby, et al., 2006: 21)
2. Media audio meliputi segala sesuatu yang dapat didengar misalnya suara
seseorang, musik, suara mesin, dan suara-suara lainnya.
3. Media visual meliputi berbagai bagan, gambar, foto, grafik baik yang disajikan
dalam poster, papan tulis, buku, dan sebagainya
4. Media bergerak merupakan media yang berupa gambar bergerak misalnya
video/film dan animasi
Adapun media manipulatif adalah benda tiga dimensi yang dapat disentuh dan digunakan
dengan tangan oleh siswa
Manusia juga dapat berperan sebagai media pembelajaran. Siswa dapat belajar dari guru,
siswa yang lain, atau orang lain. Adapun menurut fungsinya, Suherman, et al. (2001:
200) mengelompokkan media menjadi dua bagian yaitu: 
1. pembawa informasi (ilmu pengetahuan) yaitu papan tulis, kapur, spidol, jangka, mistar,
komputer/laptop, dan LCD Proyektor digolongkan sebagai sarana atau alat bantu.
2. alat untuk menanamkan konsep digolongkan pada peraga yang mendukung materi.
3. Pengertian Alat Peraga
Gerakan fisik merupakan salah satu dasar dalam belajar. Untuk belajar secara efektif,
siswa harus ikut berpartisipasi dalam kegiatan, bukan hanya sebagai penonton.
Manipulasi peralatan yang digunakan dalam pembelajaran harus dapat mengabstraksikan
suatu ide atau model. Kontak dengan benda nyata dapat membantu pemahaman terhadap
ide-ide abstrak. Van Engen menegaskan peran sensory learning dalam pembentukan
konsep. Reaksi terhadap dunia benda konkret merupakan dasar darimana struktur ide-ide
abstrak muncul (Jackson & Phillips, 1973: 302). Lebih lanjut, guru perlu merancang
aktivitas belajar yang memanfaatkan benda fisik, memfasilitasi terjadinya interaksi
sosial, dan memberi kesempatan siswa untuk berpikir, memberi alasan, dan membentuk
kesadaran akan pentingnya matematika, bukan hanya diceritakan oleh guru (Burns,
2007:32)
Alat peraga merupakan istilah dari Bahasa Indonesia yang terdiri dua kata yaitu “alat”
dan “peraga” sehingga secara harfiah alat peraga adalah alat yang digunakan untuk
memperagakan. Dalam konteks pembelajaran matematika, alat peraga matematika adalah
alat yang memperagakan konsep dan prinsip matematika. Maksud dari “memperagakan”
dalam konteks ini adalah menjadikan konsep dan prinsp matematika jelas secara visual,
atau konkrit (dapat disentuh), atau bekerja pada suatu konteks.
Alat peraga manipulatif di sini dapat dimaknai sebagai alat yang digunakan untuk
membantu siswa memahami matematika melalui benda nyata yang tidak hanya dapat
digunakan oleh guru saja, tetapi juga siswa. Siswa dapat menyentuh, mengontrol, dan
mengoperasikan alat peraga manipulatif tersebut dalam rangka mempelajari benda itu
sendiri atau membantu mempelajari hal lain yang terkait dengannya. Alat peraga
manipulatif membantu penyelidikan dalam pembelajaran. Alat peraga berupa model
dalam kaitannya dengan media mengacu pada representasi konkret konstruksi mental
atau ide-ide (Johnson, Berger, & Rising, 1973: 235). Representasi konkret dari konstruksi
mental atau ide dapat diartikan sebagai gambar atau benda nyata yang dapat
menggambarkan obyek atau konsep abstrak, di mana kedua hal ini ada dalam matematika
Salah satu tipe media yang memfasilitasi untuk melakukan gerakan fisik untuk belajar
adalah alat peraga manipulatif. Media ini berupa benda tiga dimensi yang dapat disentuh
maupun dikontrol oleh pebelajar ketika belajar (Smaldino, et al., 2005: 9, 214). Lebih
lanjut, alat peraga manipulatif mengacu pada benda-benda konkret yang, ketika
digunakan siswa dan guru, dapat memberikan kesempatan siswa untuk mencapai tujuan
tertentu (Jackson & Phillips, 1973: 301). Dengan belajar menggunakan media tersebut
diharapkan dapat mempermudah siswa dalam mengonstruksi pemahamannya Dari
beberapa pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa alat peraga manipulatif adalah
media berupa benda nyata tiga dimensi yang dapat menggambarkan secara konkret suatu
obyek, ide, model, atau konsep abstrak dan memungkinkan untuk digerakkan atau
dimanipulasi secara fisik dalam kaitannya dengan pembentukan konsep bagi
penggunanya, dalam hal ini siswa
4. Fungsi Media
Dalam suatu proses belajar mengajar, dua unsur yang sangat penting adalah metode
mengajar dan media pembelajaran. Kedua aspek ini saling berkaitan. Pemilihan metode
mengajar akan mempengaruhi jenis media pembelajaran yang sesuai. Fungsi media
dalam proses pembelajaran ditunjukkan pada gambar berikut :
Dalam proses pembelajaran, media memiliki fungsi sebagai pembawa informasi atau
pesan dari sumber (guru) menuju penerima (siswa). Sedangkan metode adalah prosedur
untuk membantu siswa dalam menerima dan mengolah informasi atau pesan guna
mencapai tujuan pembelajaran
Hamalik (1986) mengemukakan bahwa pemakaian media pembelajaran dalam proses
belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru.
Media pembelajaran menurut Kemp & Dayton (1985) dapat memenuhi tiga fungsi utama,
yaitu :
a. Memotivasi Guru dapat memotivasi siswa dengan cara membangkitkan minat belajar
dan dengan cara menimbulkan dan memberikan harapan. Harapan akan tercapainya suatu
tujuan dapat menjadi motivasi yang ditimbulkan guru ke dalam diri siswa. Salah satu
pemberian harapan itu adalah dengan cara memudahkan siswa dalam menerima isi
pelajaran, yaitu melalui pemanfaatan medi pembelajaran.
b. Menyajikan Informasi Media pembelajaran dapat digunakan dalam penyajian informasi
dihadapan sekelompok siswa. Isi dan bentuk penyajian bersifat sangat umum, berfungsi
sebagai pengantar atau pengetahuan latar belakang.
c. Memberikan Instruksi Media berfungsi untuk tujuan instruksi dimana informasi yang
terdapat dalam media itu harus melibatkan siswa baik secara mental maupun dalam
bentuk aktivitas yang nyata sehingga pembelajaran dapat terjadi. Materi harus dirancang
lebih sistematis agar dapat menyiapkan instruksi yang lebih efektif
5. Pola dan Strategi Pemanfaatan Media Pembelajaran
Pembelajaran yang efektif memerlukan perencanaan yang baik. Media yang akan
digunakan dalam proses pembelajaran juga memerlukan perencanaan yang baik pula.
Heinich, dan kawan-kawan (1982) mengajukan model perencanaan
penggunaan/pemanfaatan media yang efektif dikenal dengan istilah ASSURE.
Model ini menyarankan enam kegiatan utama dalam perencanaan pembelajaran
sebagai berikut.
1. Analyze Learner Characteristics Menganalisa karakteristik pebelajar. Pebelajar ini
mungkin siswa, mahasiswa, peserta pelatihan, dsb.
2. State Objective Merumuskan tujuan pembelajaran, yaitu perilaku atau kemampuan
baru apa (pengetahuan, keterampilan, sikap) yang diharapkan siswa miliki setelah
proses belajar mengajar. Tujuan ini mungkin dijabarkan dari silabus, buku teks,
kurikulum, atau dikembangkan sendiri oleh guru.
3. Select, Modify, or Design Materials Memilih, memodifikasi, atau merancang dan
mengembangkan materi dan media yang tepat.
4. Utilize Materials Menggunakan materi dan media.
5. Require Learner Respon Meminta tanggapan siswa, guru sebaiknya mendorong
siswa untuk memberikan respon dan umpan balik mengenai keefektifan proses belajar
mengajar.
6. Evaluate mengevaluasi proses belajar. Tujuan utama evaluasi ini adalah untuk
mengetahui tingkat pencapaian tujuan pembelajaran, keefektifan media, pendekatan
pembelajaran, dan faktor guru sendiri.
Penggunaan media pembelajaran di dalam proses belajar mengajar memberikan manfaat
praktis sebagai berikut:
1. Media pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat
memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar.
2. Media pembelajaran dapat mengarahkan dan meningkatkan perhatian anak sehingga
dapat menimbulkan motivasi belajar.
3. Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan indera, ruang, dan waktu:
a. Menyaksikan benda atau peristiwa pada masa lampau. Dengan perantara gambar,
potret, slide, film, video, atau media yang lain, siswa dapat memperoleh gambaran
yang nyata tentang benda/peristiwa sejarah.
b. Mengamati benda/peristiwa yang sukar dikunjungi, baik karena jaraknya jauh,
berbahaya, atau terlarang. Misalnya, video tentang kehidupan harimau di hutan,
keadaan dan kesibukan di pusat reaktor nuklir, dan sebagainya.
c. Memperoleh gambaran yang jelas tentang benda-benda yang sukar diamati secara
langsung karena ukurannya yang tidak memungkinkan, baik karena terlalu besar
atau terlalu kecil. Misalnya dengan slide dan film siswa memperoleh gambaran
tentang bakteri, amuba, dan sebagainya.
d. Mengamati peristiwa-peristiwa yang jarang terjadi atau berbahaya untuk didekati.
Misalnya dengan slide, film, atau video siswa dapat mengamati pelangi, gunung
meletus, pertempuran, dan sebagainya.
e. Dapat menjangkau audien yang besar jumlahnya dan mengamati suatu obyek secara
serempak. Dengan siaran radio atau televisi ratusan bahkan ribuan mahasiswa dapat
mengikuti kuliah yang disajikan seorang profesor dalam waktu yang sama.
4. Media pembelajaran dapat memberikan kesamaan pengalaman kepada siswa tentang
peristiwa-peristiwa di lingkungan mereka.
Dalam hubungannya dengan penggunaan/pemanfaatan media pada waktu berlangsung
pembelajaran, media pembelajaran setidak-tidaknya digunakan guru pada situasi:
a. Bahan ajar yang dijelaskan guru kurang dipahami siswa. Dalam situasi ini sangat
bijaksana apabila guru menampilkan media untuk memperjelas pemahaman siswa
mengenai bahan ajar tersebut. Misalnya menyajikan bahan ajar dalam bentuk
visual seperti gambar atau model tiga dimensi
b. Terbatasnya, sumber pembelajaran. Tidak semua sekolah mempunyai buku sumber
atau tidak semua bahan ajar ada dalam buku sumber. Situasi seperti ini menuntut
guru
c. Guru kurang bergairah dalam menjelaskan bahan ajar melalui verbal akibat terlalu
lelah disebabkan mengajar cukup lama. Dalam situasi ini guru dapat menampilakan
media sebagai sumber belajar siswa.
d. Perhatian siswa terhadap pembelajaran berkurang akibat kebosanan mendengarkan
uraian guru
6. Pengembangan Media Sederhana
Tergolong media sederhana adalah berbagai media visual yang tidak diproyeksikan seperti
gambar, ilustrasi, poster, bagan, diagram, grafik, peta, sketsa, dll
Menurut Kemp (1980) dalam mendisain suatu media sederhana tersebut perlu diperhatikan
beberapa prinsip di bawah ini
a. Kesederhanaan (simplycity) Bentuk media harus diringkas dan dibatasi pada hal-hal
penting saja. Konsep harus tergambar jelas dan mudah dipahami. Tulisan cukup jelas,
sederhana, dan mudah dibaca. Hindari tulisan yang artistik karena tidak semua orang
faham dengan hal tersebut.
b. Kesatuan (unity) Adanya kesatuan hubungan antara unsur-unsur visual dalam kesatuan
fungsinya secara keseluruhan.
c. Penekanan (emphasis) Perlu adanya penekanan pada bagian-bagian tertentu untuk
memusatkan minat dan perhatian anak. Penekanan ini dapat dilakukan dengan
penggunaan ukuran tertentu atau warna tertentu pada unsur yang paling penting.
d. Keseimbangan (balance) Ada dua jenis keseimbangan, yaitu keseimbangan formal dan
keseimbangan non forma. Keseimbangan formal ditunjukkan dengan adanya
pembagian posisi yang simetris. Keseimbangan ini terkesan statis. Sedangkan
keseimbangan informal bentuknya tidak simetris, bagian-bagiannya dikembangkan
sehingga tidak terkesan statis

Dalam mendisain transparansi baik transparansi overhead projector maupun transparansi


melalui komputer yang ditampilkan melalui LCD Projector tidak berbeda dengan pembuatan
media sederhana
7. Pemilihan Media Pembelajaran
Agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung efektif dalam mewujudkan tujuantujuan
yang ingin dicapai, diperlukan adanya dukungan media pembelajaran. Pemilihan media
terbaik untuk tujuan pembelajaran tertentu bukanlah hal yang mudah. Oleh karena itu,
berbagai pendapat yang dikemukakan para ahli kadang-kadng berbeda satu sama lain karena
titik tolak pandangan yang berbeda. Dalam pemilihan media Gagne, dkk (1988)
menyarankan perlunya mempertimbangkan hal-hal berikut :
a. Variabel Tugas
Dalam pemilihan media, guru harus menentukan jenis kemampuan yang diharapkan dari
siswa sebagai hasil pembelajaran. Disarankan untuk menentukan jenis stimulus yang
diinginkan sebelum melakuakan pemilihan media.
b. Variabel Siswa Karakteristik siswa perlu dipertimbangkan dalam pemilihan media,
walaupun belum ada kesepakatan karakteristik mana yang penting. Namun guru
menyadari bahwa setiap siswa mempunyai gaya belajar yang berbeda.
c. Lingkungan Belajar Pertimbangan ini lebih bersifat administratif. Berbagai hal yang
termasuk di dalamnya adalah: besarnya biaya, ukuran ruang kelas, ketersediaan perlengkapan
penunjang, dan kemampuan guru dalam mendesain pembelajaran
d. Lingkungan Pengembangan Jelas akan menjadi sia-sia untuk merencanakan penyajian
yang baik apabila sumber-sumber seperti ketersediaan waaktu dan pengembangan personel
tidak mendukung untuk kegiatan tersebut.
e. Ekonomi dan Budaya Dalam pemilihan media harus mempertimbangkan apakah media
tersebut dapat diterima oleh si pemakai dan sesuai dengan sumber dana dan peralatan yang
tersedia
f. Faktor-Faktor Praktis Hal-hal yang termasuk dalam faktor praktis antara lain: besarnya
siswa dalam satu ruangan, jarak antara penglihatan dan pendengaran pengguna media,
seberapa mudah media mampu mempengaruhi respon siswa, pengalaman guru dalam
menggunakan media, dll
Pertimbangan yang lebih singkat dalam pemilihan media adalah:
a. Tujuan yang ingin dicapai. Media dipilih berdasarkan tujuan pembelajarn yang telah
ditetapkan yang secara umum mengacu kepada salah satu atau gabungan dari dua atau tiga
ranah koqnitif, afektif, psikomotorik.
12

b. Kesesuaian media dengan materi Ajar Tepat dan berguna bagi pemahaman bahan ajar
yang dipelajari
c. Karakteristik Siswa Kemampuan daya pikir dan daya tangkap peserta didik dan besar
kecilnya kelemahan peserta didik perlu dipertimbangkan
d. Gaya belajar siswa Pemilihan ini didasarkan pada kondisi psikologis siswa bahwa siswa
belajar dipengaruhi oleh gaya belajar siswa.
e. Kondisi lingkungan, fasilitas pendukung, dan waktu yang terse
BAB II

A.MERAKIT PERSONAL KOMPUTER


1. Struktur Central Processing Unit (CPU) dan Register
Central Processing Unit (CPU) merupakan komponen utama dari sistem komputer. Tugas utama
CPU adalah mengolah data berdasarkan instruksi yang diperoleh. CPU mempunyai beberapa alat
penyimpan yang berukuran kecil yang disebut register. Komponen utama penyusun CPU terdiri
dari 4 bagian yang dapat dilihat pada gambar dibawah ini, yaitu:

Keterangan gambar :
1. Arithmetic and Logic Unit (ALU)sebagai dasar pengolah data berfungsi melakukan komputasi
aritmatika (Arithmetic unit) dan logika (Boolean logic unit)
2. Control Unit sebagai pengendali berfungsi mengkoordinasikan semua komponen-komponen
yang terdapat pada sistem komputer, terutama yang berkaitan dengan pengolahan data dan
eksekusi instruksi
3. Register sebagai perangkat penyimpan berfungsi sebagai tempat penyimpanan yang berisi
data dan informasi lainnya yang dibutuhkan ketika sebuah program sedang berjalan
4. CPU Interconections sebagai system koneksi antara CPU dan bus eksternal berfungsi
menghubungkan antara CPU dengan main memory. Proses kerja hubungan antara CPU dan
Main Memory yaitu dapat dilihat pada skema gambar dibawah ini :
Keterangan gambar :
1. Main Memory merupakan koneksi yang berhubungan dengan data bus, addreas bu,
control bus
2. Data Bus untuk jalur tranportasi data dan intruksi
3. Address bus untuk jalur tranportasi alamat di main memory pada data untuk direkam
4. Control bus untuk jalur mengirimkan sinyal informasi dari suatu alat ke alat lain
Setelah mengenal komponen-komponen CPU, kita juga harus mengenal fungsi dan tugas
utama dari CPU tersebut, yaitu :
1. Fungsi :
a. Menjalankan program-program yang disimpan dalam memori utama dengan cara mengambil
instruksi-instruksi, menguji instruksi tersebut dan mengeksekusinya satu persatu sesuai alur
perintah.
b. Melakukan proses eksekusi program dengan mengambil pengolahan instruksi yang terdiri dari
dua langkah, yaitu : operasi pembacaan instruksi (fetch) dan operasi pelaksanaan instruksi
(execute)

2. Tugas Utama :
a. Fetch instruction (mengambil instruksi): CPU harus membaca instruksi dari memori.
b. Interpret instruction (menerjemahkan instruksi): instruksi harus didekode untuk menentukan
aksi apa yang diperlukan
c. Fetch data (mengambil data): eksekusi suatu instruksi mungkin memerlukan pembacaan data
dari memori atau modul I/O.
d. 4. Process data (mengolah data): eksekusi suatu instruksi mungkin memerlukan operasi
aritmetika atau logika terhadap data.
e. 5. Write data (menulis data): hasil eksekusi mungkin memerlukan penulisan data ke memori atau
modul I/O
Pada CPU terdapat perangkat penyimpan atau register yang memiliki 2 fungsi yaitu :
1. User-visible registers sebagai referensi memori pemrogram bahasa mesin atau bahasa assembler
2. Control and status registers sebagai pengontrol operasi CPU dan pengontrol eksekusi program
pada program system operasi.
Pada Register eksekusi intruksi memiliki 4 jenis bagian yang terpenting yaitu :
1. Program Counter (PC) atau pencacah program berfungsi berisi alamat instruksi
2. Instruction Register (IR) berfungsi menyimpan instruksi
3. Memori Address Register (MAR) berfungsi untuk menyimpan alamat memori
4. Memori Buffer Register berfungsi menyimpan data sementara yang akan dieksekusi oleh
CPU

3. Siklus Instruksi
Programmer menginginkan CPU untuk mengerjakan sesuatu, maka harus ditulis suatu
instruksi yang dikenal oleh CPU. Program yang akan diproses dan data yang akan diolah oleh
CPU.Instruksi-instruksi yang dapat diproses oleh CPU adalah instruksi-instruksi yang sudah dalam
bentuk bahasa mesin, yang terdiri dari 2 bagia, yaitu operation code atau disebut dengan op code
dan operand
Siklus instruksi atau disebut juga machine cycle atau processor cycle merupakan suatu siklus
instruksi dasar yang dikerjakan oleh CPU di dalam melakukan eksekusi suatu instruksi Rangkaian
proses eksekusi instruksi ini dimulai dari proses pengambilan intruksi (fetching) data dan instruksi
yang ada di dalam memori hingga proses penulisan kembali (decoding) hasil eksekusi instruksi
tersebut ke dalam memori.
Eksekusi sebuah instruksi melibatkan sebuah operand atau lebih di dalam memori, yang
masing-masing operand memerlukan akses memori. Selanjutnya, apabila digunakan pengalamatan
tak langsung maka diperlukan akses memori tambahan. Secara garis besar siklus instruksi dibagi ke
dalam beberapa tahapan yaitu:
1. Proses Fetching (Pengambilan Instruksi)
Proses Fetching merupakan proses dimana instruksi dan data akan diambil (load) dari memori ke
dalam CPU. Proses ini dimulai dari pengambilan alamat instruksi yang terdapat di dalam PC
(program counter). Alamat yang terdapat di dalam PC ini merupakan alamat valid dari instruksi dan
data yang disimpan ke dalam memori utama, dan merupakan alamat instruksi yang akan dieksekusi
untuk ditempatkan ke dalam register (instruction register/ IR) yang menyimpan instruksi yang akan
dieksekusi. Proses detailnya adalah sebagai berikut: “alamat dari instruksi yang ada di PC diletakkan
di MAR dihubungkan ke main memory dengan address bus kemudian control unit di CPU
mengirimkan sinyal permintaan membaca intruksi lewat control bus dikirimkan lewat address bus
kemudian CPU menunggu sampai menerima sinyal jawaban dari main memory yang dikirimkan
balik lewat control bus bahwa pengiriman instruksi telah dilakukan dan telah berada di MDR lewat
data bus. Secara simbolik, tahap fetching dapat ditulis sebagai berikut :
a. MAR ← [ PC ]
b. Signal Baca
c. Tunggu signal balasan dari main memory
d. IR ← [ MDR ]
e. PC ← [ PC ] + 1

2. Proses Decoding (Penulisan Kembali Intruksi)


Pada tahapan instruksi akan diterjemahkan ke dalam perintah-perintah bahasa mesin dasar
(add, sb, mba, sta, jmp, dll). Proses ini dilakukan oleh instruction decoder atau perintah penulisan.
3. Proses Executing (Eksekusi)
Untuk tahapan proses eksekusi setiap instruksi akan dieksekusi di dalam CPU, yaitu oleh ALU
(arithmetic logic unit). Dengan proses kerja pada gambar dibawah ini :

Dalam gambar diatas proses kerja yang terdapat pada ALU (arithmetic logic unit) yang kemudian
dikembalikan ke dalam memori untuk disimpan. Sehingga proses penyimpanan kembali dari hasil
eksekusi instruksi yang terdiri dari beberapa tahapan yaitu :

a. Proses penempatan alamat memori yang digunakan untuk menyimpan hasil instruksi ke
dalam MAR
b. Proses penempatan data (hasil instruksi) ke dalam MDR
c. Proses mengaktifkan memory write control signal pada control bus
d. Proses menunggu memori untuk melakukan write data pada alamat tertentu
e. Proses untuk menonaktifkan memory write control signal pada bus

3. Peralatan dan Bahan yang Digunakan dalam Perakitan Komputer


3.1 Peralatan Perakitan Komputer
Untuk sebuah pekerjaan perakitan pastinya tidak terlepas dari peralatan, bahan, dan alat
ukur. Peralatan yang dibutuhkan pada perakitan antara lain :
1. Alat

No. Nama Alat Gambar Keterangan


1 Obeng Positif Ukuran screw PC
atau Plus (+)

2 Obeng Negatif Ukuran screw PC


atau Minus (-)

3 Tang Lancip Untuk menjapit benda


atau Capit benda kecil
Buaya
4 Alat ukur Untuk mengukur ;
multimeter 1. Tegangan
atau multitester 2. Arus
3. Tahanan

5 Gelang untuk mencegah


Antistatik pengosongan elektrostatik

6 Pinset Untuk pencabut jumper


dan memegang komponen
kecil

2. Bahan
Bahan yang dibutuhkan dalam perakitan komputer, antara lain :
No. Nama Bahan Gambar Keterangan
1 Motherboard Papan induk atau
papan rangkaian
utama pada
komputer

2 Processor Komponen pemroses


dalam komputer
yang paling

3 Kartu Grafis Mengubah sinyal


(VGA Card) digital dari komputer
menjadi tampilan
grafik di layar
monitor

4 Kipas Kipas pendingin


(Heatsink) processor dan
komponen yang lain.
5 Harddisk Penyimpan data
untuk dapat
meningkatkan kinerja
komputer

6 Memory Internal Memory,


(RAM) yang berfungsi untuk
menyimpan data
sementara

7 LAN Card Perangkat yang


digunakan untuk
menghubungkan
antar komputer
dalam sebuah
jaringan komputer

8 Sound Card Perangkat keras


komputer yang
berfungsi untuk
mengolah data
berupa audio atau
suara

9 CD/DVD ROM Perangkat


penyimpan ke
CD/DVD

10 Power Supply Pengalir listrik ke


setiap bagian
komputer

11 Cassing Bagian terluar CPU


sebagai pelindung
komponen-
komponen yang ada
di dalamnya

12 Keyboard & Komponen tambahan


Mouse (alat input) sebagai
pelengkap dari
sebuah PC
13 Monitor Alat output untuk
menampilkan
gambar hasil olahan
dari CPU.

Bahan pendukung lain yang dibutuhkan dalam perakitan yaitu :

- CD Driver Motherboard
- CD Driver VGA Card
- CD Driver Sound Card
- CD Driver LAN Card
- CD Master Sistem Operasi (Windows, Linux, dsb) dan
- CD Master Aplikasi (Microsoft Office, dsb)

4. Fungsi Peralatan dan Bahan yang Digunakan Dalam Perakitan Komputer


Komponen-komponen dan fungsinya yang dibutuhkan dalam Perakitan Komputer, antara
lain:
a. Power Supply
berfungsi untuk mensuplai arus listrik ke komponen-komponen komputer lainnya seperti
motherboard, hard disk, optical disk drive, dan sebagainya
b. RAM
berfungsi untuk penyimpanan sementara semua data dari seluruh program hasil olahan
komponen-komponen komputer yang sedang berjalan
c. Motherboard
berfungsi sebagai pusat penghubung antara semua perangkat keras komputer, sehingga
komponen yang satu dengan yang lainnya dapat terhubung
d. Processor
berfungsi sebagai otak untuk melakukan setiap proses yang dikerjakan oleh komputer
melalui semua perintah yang diterima oleh CPU
e. Hard disk
berfungsi sebagai media penyimpanan permanen pada komputer
f. CD/DVD Room
berfungsi sebagai wadah untuk meletakkan CD/DVD yang ingin diproses di dalam sebuah
komputer
g. LAN Card
berfungsi sebagai penghubung antara komputer yang satu dengan komputer yang lainnya.
h. Kipas Angin
berfungsi untuk mengatur aliran udara yang masuk di dalam casing supaya tetap dingin dan
tidak cepat panas.
i. Heatsink
berfungsi untuk membantu proses pendinginan sebuah processor.
j. VGA :
berfungsi untuk mengolah grafis dan nantinya menampilkan ke layar monitor.
k. Card Reader
fungsi card reader ialah alat perantara untuk membaca kartu memori, yaitu
handphone/Camera Digital/PDA.
l. Kabel IDE
untuk menghubungkan komponen pada hard disk dan mainboard.
m. Floppy Disk
Floppy disk atau Disket adalah perangkat penyimpanan data.
n. Casing
berfungsi sebagai tempat Processor (CPU), Motherboard dan piranti-piranti yang lain dan
melindungi komponen-komponen yang berada di dalamnya.
o. Kabel ATA :
Advance Technology Attachment (ATA) merupakan antarmuka standar untuk
menghubungkan piranti penyimpanan seperti hard disk, drive CD/DVD-ROM.
p. Kabel SATA
SATA berfungsi untuk menghubungkan Disk Drive seperti Harddisk atau Optical Drive jenis
SATA.
q. Port Fisik
merupakan soket atau slot atau colokan yang ada di belakang CPU sebagai penghubung
peralatan input-output komputer.
r. Mouse
merupakan alat/ perangkat yang digunakan untuk mengatur perpindahan kursor secara
cepat atau untuk memberikan perintah secara praktis dan cepat.
s. Keyboard
digunakan untuk memasukkan perintah, teks, data numerik dan jenis-jenis data dengan
menekan tombol pada keyboard.
t. Monitor
monitor komputer adalah sebuah media output/ alat pengeluaran berbentuk gambar
visual yang berasal dari sinyal elektronik komputer.
u. Kabel power (untuk monitor dan power supply)
kabel ini berfungsi untuk menghubungkan power supply dan monitor ke aliran listrik.
v. Kabel Monitor
Kabel yang digunakan untuk menyambungkan CPU dengan monitor.
w. Stabilizer
alat yang berfungsi sebagai penyetabil tegangan

5. Komponen Display Motherboard Komputer


5.1 Bagian-Bagian Komponen Motherboard dan Fungsinya :
1. Socket Prosessor / CPU Socket
Socket Prosessor merupakan tempat dimana prosessor terpasang
2. Slot Memory

Posisi slot memory bersebelahan dengan socket prosessor, pada slot RAM dipasang dan RAM harus
sesuai dengan slot memory yang ada pada motherboard
3. Slot IDE dan Slot SATA

Kedua slot ini berbeda bentuknya tetapi memiliki fungsi yang sama, yaitu untuk penghubung Hardisk
atau CD-ROM ke motherboard
4. Slot PCI dan PCI Express x1 vs Slot AGP dan PCI Express x16

Slot ini digunakan untuk memasang berbagai macam peripheral tambahan dan fungsinya adalah
sebagai tempat dipasangnya VGA Card atau Graphic Card
5. BIOS

BIOS (Basic Input Output System) merupakan sebuah chip yang berfungsi sebagai pengontrol
perangkat keras yang terpasang pada computer
6. Battery CMOS
Battery CMOS (Complimentary Metal Oxide Semicondutor) merupakan sebuah battery kecil yang
digunakan untuk memberi daya pada BIOS dan juga untuk menyimpan semua settingan yang ada
pada BIOS
7. Power Connector

Connector ini menghubungkan motherboard dengan power supply agar motherboard ias
mendapatkan daya listrik
8. I/O Ports

Bagian ini dapat digunakan dari luar casing, sebagai input maupun output data computer yang erdiri
dari USB, LAN, VGA, SERIAL, PS/2
9. Pin Kabel Front Panel

Bentuknya seperti jarum-jarum, digunakan untuk memasang tombol power, restart, led power dan led
hardisk.
5.2. Komponen Chipset Motherboard Komputer
a. Chipset pada Motherboard
Chipset merupakan sekumpulan chip-chip dan IC yang membuat sebuah perangkat GiasGmGr dan
perangkat elektronik dapat bekerja dengan baik. Chipset banyak terdapat 16 pada perangkat GiasGmGr,
seperti motherboard, kartu VGA dan kartu GiasGmGr lainnya. Chipset pada motherboard GiasGmGr memiliki
fungsi utama untuk mengontrol proses input dan juga output padamotherboard. Chipset pada
motherboard memiliki fungsi untuk mengatur aliran data dari satu komponen menuju komponen
lainnya, yang terhubung dalam satu kesatuan GiasGm computer.
b. Jenis Chipset pada Motherboard
1. Chipset Northbridge
fungsi dari chipset northbr, yaitu :
a. Mengendalikan komunikasi yang terjalin antara processor, RAM, AGP, PCI Express, dan juga
southbridge.
b. Dapat melakukan pengendalian terhadap video.
c. Memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan jumlah, tipe dan juga kecepatan
dari sebuah CPU atau processor yang dihubungkan ke dalam motherboard.
d. Menentukan jumlah, kecepatan dan juga tipe pada RAM yang Gias digunakan pada
motherboard

2. Chipset Southbridge
Chipset southbridge merupakan jenis chipset yang berhubungan dengan peripheral melalui
jalur penghubung. Fungsi dari chipset southbrdge ini adalah melakukan pengontrolan pada
bus IDE, USB.

B. MENGINSTALISASI SISTEM OPERASI


1 Sistem Operasi
Sistem operasi (operation system atau OS) adalah software yang berfungsi untuk melakukan
kontrol dan manajemen hardware serta operasi-operasi dasar sistem, termasuk menjalankan
software aplikasi seperti program pengolah kata dan browser internet. Sistem operasi adalah
software pada lapisan pertama yang diletakkan pada memori komputer saat komputer dinyalakan.
Sistem operasi yang dikenal saat ini adalah DOS, Windows, Mac OS, Linux, dan BSD. Setiap OS
memiliki fasilitas yang berbeda-beda.Fungsi system operasi adalah bertugas mengendalikan dan
mengoordinasikan penggunaan hardware untuk semua program aplikasi.
2 Instalasi dan Konfigurasi Dasar Sistem Operasi
2.1.Setting BIOS agar Booting dari CD/ DVD atau bisa melalui Flashdisk
Komputer atau laptop biasanya booting pertama kali dari harddisk (HDD). Untuk memulai
proses instalasi Windows,maka proses booting pertama sekali diatur pada Windows DVD (jika
menggunakan Windows DVD Installer) atau boot pertama dari perangkat USB (jika menggunakan
Flashdisk). Langkah-langkah menginstall Windows secara umum pada komputer atau laptop adalah

1. Nyalakan atau restart komputer/laptop, kemudian tekan tombol DEL (Delete). Biasanya untuk
masuk ke menu BIOS, tombol yang paling umum digunakan adalah DEL, F1, F2, F10, Esc atau
Fn+F2, tergantung manufaktur atau merek komputer/ laptop/motherboard.
2. Akan muncul tampilan menu BIOS seperti gambar di bawah ini (terdapat beragam tampilan Setup
Utility tergantung vendor bios yang digunakan. Setelah itu, pindah ke tab Boot dengan
menggunakan tombol ◄ ►
3. Untuk dapat booting dari CD/ DVD, atur agar CD-ROM Drive berada di urutan teratas.

4. Masukkan DVD Windows 7 pada DVDROM. Kemudian tekan F10 untuk menyimpan hasil setting
sekaligus keluar dari menu BIOS.

Tidak semua komputer/ laptop memiliki jenis BIOS yang sama.


2.1 Langkah-langkah Menginstall Windows 7
Untuk pertama sekali langkah-langkah menginstall windows 7 adalah sebagai berikut :
1. Langkah pertama, tekan sembarang tombol pada keyboard untuk memulai instalasi (jika dalam 5
detik tidak ada tombol input yang ditekan maka proses instalasi tidak terjadi, sehingga harus
dilakukan restart ulang).
2.Pilih Indonesian (Indonesia) pada Time and currency format. Untuk Language to install dan
Keyboard or input method biarkan default. Kemudian pilih Next.

3. Untuk memulai instalasi windows 7. Pilih Install now.

4. Centang I accepted the license terms, kemudian pilih Next.

5. Selanjutnya pilih Custom (advanced) - Langkah ini akan memproses Windows dari awal,
sehingga nanti akan seperti baru, dan menghapus semua sistem yang lama.
6. Jika ingin melakukan install ulang, downgrade maupun upgrade sistem operasi windows
sekaligus ingin data-data pada partisi lain tidak hilang, cukup delete Disk 0 Partition 2
(partisi C:) dan Disk 0 Partition 1 : System Reserved, maka secara otomatis kedua partisi
yang telah didelete menjadi Unallocated Space.

7. Langkah selanjutnya yaitu mempartisi ruang harddisk. Pilih Drive options (advanced) >
New. Lalu tentukan ukuran partisi/ drive tersebut. Kemudian pilih Apply jika sudah selesai.

8. Pilih OK untuk pembuatan sistem files windows atau yang biasa disebut system reserved
partition saja.
9. Silakan buat 2 partisi dengan cara yang sama seperti langkah nomor 6. Sebenarnya, berapa
banyak partisi tergantung selera masing-masing.

10. Silakan pilih Disk 0 Partition 2 sebagai lokasi instalasi windows. Kemudian pilih Nex
11. Proses instalasi windows 7 berlangsung selama kurang lebih 20 menit. Selama proses
berlangsung, komputer akan reboot/ restart dengan sendirinya beberapa kali.

12. Jangan tekan tombol apapun pada keyboard! Hal tersebut akan menyebabkan proses
instalasi akan mengulang dari awal.

13. Langkah selanjutnya yaitu memasukkan nama pengguna dan nama komputer. Kemudian pilih
Next

14. Langkah berikutnya yaitu membuat password untuk akun Windows. Jika tidak ingin
menambahkan password pada akun, biarkan saja kosong. Kemudian pilih Next.
15. Silakan masukkan product key windows 7, kemudian pilih Next. Jika tidak mempunyai
product key, anda bisa lewati langkah berikut ini tanpa memasukkan product key.

16. Untuk Windows Update, silakan pilih Ask me later. Use recommended settings dapat
dipilih jika DVD windows 7 adalah original.

17. Untuk Time zone/ zona waktu. Pilih (UTC+07:00) Bangkok, Hanoi, Jakarta.
18. Langkah berikutnya yaitu menentukan lokasi jaringan. Silakan pilih Public Network

19. Proses instalasi windows 7 selesai

3. Pengelolaan Paket Program


3.1 Instalasi Program Aplikasi
Program aplikasi adalah perangkat lunakyang digunakan untuk membantu pekerjaan
tertentu, seperti pengolah kata, pengolah angka, pengolah gambar dan sebagainya. Hal-hal yang
harus diperhatikan sebelum menginstall aplikasi yaitu :
1. Kesesuaian dengan kebutuhan,
2. Kesesuaian dengan kemampuan komputer.
3. Kemudahan dalam instalasi dan pengoperasiannya,
4. Kompetibilitas data dengan sistem aplikasi lain yang sejenis untuk melakukan lintas data
Pada program aplikasi Microsoft Office 2010 bisa dioperasikan apabila sudah di install
sistem operasi versi Windows Vista dan Windows 7 tetapi tidak bisa dioperasikan dengan Mac
OS, Linux, atau DOS .Hanya adapa beberapa aplikasi yang bisa dioperasikan pada Windows dan
Linux, seperti Mozilla firefox .
3.2 Instalasi Program Utility
Pada perangkat lunak dalam penggunaanya harus difokuskan pada pengoptimasian fungsi
dari infrastruktur yang terdapat pada komputer.Contoh Utility yang sering dilakukan pada computer
yaitu ;
1. Anti Virus adalah program aplikasi yang berfungsi melindungi data yang tersimpan pada
komputer agar tidak terinfeksi virus sehingga dapat menscan anti virus selalu yang
terbaru. AntiVirus yang direkomendasikan adalah : Avast, Eset Not32, dan AVG
AntiVirus.
2. Backup adalah program utility yang berfungsi duplikat arsip untuk menghindari
terjadinya kehilangan data bila perangkat penyimpanan tidak dapat berfungsi. Contoh
backup adalah Norton Backup (dari Symantec) dan Colorado Scheduler.
3. Pemulihan Data adalah untuk mengembalikan data yang secara fisik telah rusak atau
berubah.
4. Kompresi data berfungsi untuk memperkecil ukuran sebuah dokumen sehingga dapat
menghemat pemanfaatan ruang penyimpanan, serta mempermudah pendistribusian.

C. MEMBANGUN JARINGAN KOMPUTER SEDERHANA


1 Konsep dan Cara Kerja lapisan TCP/IP
Pada konsep komunikasi data suatu jaringan computer, proses pengiriman data dari
komputer sumber ke komputer tujuan dimana proses pengiriman paket data tersebut sampai dengan
benar ke komputer yang dituju.Tetapi ada juga pengiriman data ke computer terhambat hal ini
disebabkan komputer tujuan berada jauh dari komputer sumber sehingga paket data yang dikirimkan
bisa saja hilang atau rusak di tengah jalan dan komputer tujuan sedang menunggu/mengirimkan paket
data dari/ke komputer yang lain. Untuk mengatur komunikasi data dapat terkirim sampai tujuan
sedang menunggu/mengirimkan paket data dari/ke komputer yang lain dilakukan dengan suatu
perangkat yang disebut dengan “ Protokol “. Protokol adalah sebuah perangkat lunak yang melekat
pada setiap sistem operasi.
TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol) adalah sekumpulan
protokol yang didesain untuk melakukan fungsi-fungsi komunikasi data pada jaringan computer.
Sehingga TCP/IP yang terdiri atas sekumpulan protocol dari bagian-bagian tertentu komunikasi
data.Dari keterangan diatas diambil suatu kesimpulan TCP/IP merupakan untuk berkomunikasi dan
bertukar data didalam suatu jaringan yang disesuaikan jenis komputer dan inteface jaringan, dimana
sebagian besar isi kumpulan protokol ini tidak spesifik terhadap satu komputer atau peralatan
jaringan yang dibutuhkan.
2 Lapisan Atas dan Bawah TCP/IP
Sekumpulan protokol TCP/IP ini dimodelkan dengan empat layer TCP/IP,
sebagaimana terlihat pada gambar dibawah ini.

2.1 Lapisan Network interface


Layer network interface disebut juga layer link atau layer datalink, yang merupakan
perangkat keras pada jaringan.Sehingga lapisan Network bertanggung jawab mengirim dan
menerima data ke dan dari media fisik
Layer Internetwork biasa disebut juga layer internet atau layer network, dimana
memberikan “vitual network” pada internet. Internet Protocol (IP) adalah protokol yang paling
penting yang berfungsi routing pada jaringan dalam pengiriman data. Protokol lainnya antara lain :
IP, ICMP, IGMP, ARP, RARP. Pada layer ini terdapat tiga macam protokol, yaitu
1. IP berfungsi untuk menyampaikan paket data ke alamat yang tepat
2. ARP adalah protokol yang digunakan untuk menemukan alamat hardaware dari
host/komputer yang terletak pada network yang sama.
3. ICMP adalah protokol yang digunakan untuk mengirimkan pesan dan melaporkan
kegagalan pengiriman data.
2.2 Lapisan Transport
Layer Transport, berisi protokol yang bertanggung jawab untuk mengadakan komunikasi
antara dua host/komputer.Pada Aplikasi yang beragam dapat melakukan komunikasi secara
serentak (simultaneously) sedangkan lapisan Transport juga menggunakan Acknowledgement
positif digunakan untak pemberitahuan pentransferan data apakah sudah sampai dan
Acknowledgement negative digunakan untuk data yang tidak sampai sehingga dapat diulang
pengirimannya kembali. TCP (Transmission Control Protokol) dan UDP (User Datagram
Protocol) dan fungsi pengiriman data secara connection-oriented, pencegahan duplikasi data,
congestion control dan flow control. UDP memberikan fungsi pengiriman connectionless, jalur
yang tidak reliabel.
2.3 Lapisan Aplikasi
Untuk Layer aplikasi adalah Layer teratas dengan menggunakan protokol TCP/IP
misalnya HTTP, FTP, Telnet, SMPT dan lain sebagainya. Pada layer aplikasi program berfungsi
untuk berkomunikasi dan menggunakan TCP/IP sedangkan untuk Interface digunakan untuk
saling berkomunikasi adalah nomer port dan socket.Proses kerjanya seperti gambar dibawah ini :
2.4 Aplikasi TCP/IP
Aplikasi merupakanlevel yang tertinggi pada layer TCP/IP, dimana layer ini melakuakn
komunikasi sehingga dapat berinteraksi dengan pengguna.Untuk Karakteristik dari protokol
aplikasi antara lain :
 Merupakan program aplikasi yang dibuat oleh pengguna dengan standart dari
produk TCP/IP Contoh :
1. TELNET, terminal interaktif untuk mengakses suatu remote pada internet.
2. FTP (File Transfer Protocol), transfer file berkecepatan tinggi antar disk.
3. SMTP (Simple Mail Transfer Protocol), sistem bersurat di internet
 Menggunakan mekanisme TCP atau UDP
 Menggunakan model interaksi client/server

3. Topologi Jaringan
Pada saat melakukan Instalasi jaringan yang harus diperhatikan bentuk/struktur topologi
digunakan. Topologi jaringan merupakan suatu bentuk/struktur jaringan yang menghubungkan
antar komputer satu dengan yang lain dengan menggunakan media kabel maupun nirkabel.
Didalam instalasi jaringan, harus diperhatikan jenis, kelebihan dan kekurangan masing-
masing topologi jaringan yang akan digunakan. Selanjutnya akan diuraikan jenis-jenis topologi
jaringan beserta kelebihan dan kekurangannya yaitu :
3.1 TOPOLOGI BUS

Pada topologi bus merupakan topologi yang sederhana dan digunakan pada instalasi
jaringan berbasis fiber optic. Topologi ini memiliki bentuk untuk menghubungkan beberapa node
dalam jalur data (bus) untuk melakukan tugas operasi yang berbeda-beda sehingga tidak memiliki
central node dan semua node mempunyai status yang sama.
Kelebihan Topologi Bus :
Biaya instalasi sangat murah karena hanya menggunakan sedikit kabel.

Penambahan client/ workstation baru dapat dilakukan dengan mudah.

Topologi sangat sederhana dan mudah di aplikasikan


Kekurangan Topologi Bus :
Jika salah satu kabel pada topologi jaringan bus putus atau bermasalah, maka dapat
mengganggu komputer workstation/ client yang lain.
Pada topologi ini, proses mengirim (sending) dan menerima (receiving) data kurang efisien, dan
sering terjadi tabrakan data.
Topologi yang sangat kuno dan sulit dikembangkan
3.2 TOPOLOGI STAR

Topologi star terdiri dari beberapa node yang dihubungkan dengan suatu node pusat
(central node/host node) dan memiliki bentuk seperti bintang atau star sehingga komunikasi diatur
langsung oleh central node.
Kelebihan Topologi Star :
- Jika terdapat salah satu komputer mengalami masalah, maka jaringan topologi itu tetap
berjalan tanpa dipengaruhi oleh computer lain.
- Bersifat fleksibel
- Tingkat keamanan cukup baik daripada topologi bus.
- Kemudahan deteksi masalah cukup mudah jika terjadi kerusakan pada jaringan.
Kekurangan Topologi Star :
- Jika switch/ hub sebagai titik pusat mengalami masalah, maka seluruh komputer yang
terhubung pada topologi ini juga mengalami masalah.
- Cukup membutuhkan banyak kabel, jadi biaya yang dikeluarkan cukup mahal.
- Jaringan sangat tergantung pada terminal pusat.
-
3.3 TOPOLOGI RING

Topologi ring atau cincin yang merupakan topologi yang menghubungkan dari satu
computer ke computer yang lain dengan secara seri dan melingkar tertutup serta menggunakan
LAN card untuk menghubungkan antar computer.
Kelebihan Topologi Ring :
- Memiliki performa yang lebih baik daripada topologi bus.
- Mudah diimplementasikan.
- Konfigurasi ulang dan instalasi perangkat baru bisa dibilang cukup mudah.
- Biaya instalasi cukup murah
Kekurangan Topologi Ring :
- Kinerja komunikasi dalam topologi ini dinilai dari jumlah/ banyaknya titik atau node.
- Troubleshooting bisa dibilang cukup rumit.
- Jika salah satu koneksi putus, maka koneksi yang lain juga ikut putus.
- Pada topologi ini biasnaya terjadi collision (tabrakan data).

3.4 TOPOLOGI MESH

Topologi mesh (web network) merupakan bentuk network yang masing-masing node dalam
network dapat berhubungan dengan node yang lainnya melalui beberapa link. Masing-
masing link berfungsi sebagai jalur backup pada saat jalur lain mengalami
Kelebihan Topologi Mesh :
- Jalur pengiriman data yang digunakan sangat banyak, jadi tidak perlu khawatir akan
adanya tabrakan data (collision).
- Besar bandwidth yang cukup lebar.
- Keamanan pada topologi ini sangat baik.

Kekurangan Topologi Mesh :


- Proses instalasi jaringan pada topologi ini sangatlah rumit
- Membutuhkan banyak kabel.
- Memakan biaya instalasi yang sangat mahal, dikarenakan membutuhkan banyak kabel.

3.5 TOPOLOGI PEER TO PEER

Topologi peer to peer merupakan topologi yang sangat sederhana dikarenakan


hanya menggunakan 2 buah komputer untuk saling terhubung dn hanya menggunakan satu kabel
yang menghubungkan antar komputer untuk proses pertukaran data.
Kelebihan Topologi Peer to Peer
- Biaya yang dibutuhkan sangat murah.
- Masing-masing komputer dapat berperan sebagai client maupun server.
- Instalasi jaringan yang cukup mudah.

Kekurangan Topologi Peer to Peer


- Keamanan pada topologi jenis ini sangat rentan.
- Sulit dikembangkan.
- Sistem keamanan di konfigurasi oleh masing-masing pengguna.
- Troubleshooting jaringan bisa dibilang rumit.

3.6 TOPOLOGI LINIER

Topologi linier atau biasaya disebut topologi bus beruntut dengan menggunakan satu kabel
utama guna menghubungkan tiap titik sambungan pada setiap komputer.
Kelebihan Topologi Linier
- Mudah dikembangkan.
- Membutuhkan sedikit kabel.
- Tidak memperlukan kendali pusat.
- Tata letak pada rangkaian topologi ini bisa dibilang cukup sederhana.

Kekurangan Topologi Linier


- Memiliki kepadatan lalu lintas yang bisa dibilang cukup tinggi.
- Keamanan data kurang baik.

3.7 TOPOLOGI TREE

Topologi tree merupakan topologi gabungan antara topologi star dan juga topologi bus dan
biasanya digunakan untuk interkoneksi antar sentral dengan hirarki yang berbeda-beda.
Kelebihan Topologi Tree :
- Susunan data terpusat secara hirarki, hal tersebut membuat manajemen data lebih baik
dan mudah.
- Mudah dikembangkan menjadi jaringan yang lebih luas lagi.

Kekurangan Topologi Tree :


- Apabila komputer yang menduduki tingkatan tertinggi mengalami masalah, maka
komputer yang terdapat dibawahnya juga ikut bermasalah
- Kinerja jaringan pada topologi ini lambat.
- Menggunakan banyak kabel dan kabel terbawah (backbone) merupakan pusat dari
teknologi ini.

3.8 TOPOLOGI HYBRID

Topologi hybrid merupakan topologi gabungan antara beberapa topologi yang


berbeda.Proses terjadinya topologi hybrid adalah saat dua atau lebih topologi yang berbeda
terhubung satu sama lain.
Kelebihan Topologi Hybrid :
- Freksibel
- Penambahan koneksi lainnya sangatlah mudah.

Kekurangan Topologi Hybrid :


- Pengelolaan pada jaringan ini sangatlah sulit.
- Instalasi dan konfigurasi jaringan pada topologi ini bisa dibilang cukup rumit, karena
terdapat topologi yang berbeda-beda.

4. Media Jaringan Wired UTP


Pada Instalasi Jaringan penggunan kabel dan fungsi dari kabel UTP (Unshielded Twisted Pair)
adalah sebagai media transmisi terarah (guieded/wireline) guna kepentingan perpindahan arus data
dalam dunia jaringan komputer.

Tipe Kabel Jaringan UTP


Pada Instalasi jaringan untuk aplikasi penggunaan kabel UTP memiliki kaidah-kaidah tertentu
dengan 2 tipe kabel jenis yaitu :
1. Kabel Straight-Through
Tipe Kabel UTP ini memiliki urutan pada ujung kabel yang sama sesuai dengan standart
EIA/TIA. Adapun fungsi kabel Straight-Through yaitu :
a. Menghubungkan komputer ke port biasa di Switch.
b. Menghubungkan komputer ke port LAN modem cable/DSL
c. Menghubungkan port WAN router ke port LAN modem cable/DSL.
d. Menghubungkan port LAN router ke port uplink di Switch.
e. Menghubungkan 2 HUB/Switch dengan salah satu HUB/Switch menggunakan port
uplink dan yang lainnya menggunakan port biasa.
Urutan kabel Straight-Through terdiri dari 2 macam yaitu Kabel Straight-Through Model
568A dan Kabel Straight-Through Model 568B sesuai aturan standar international dari
Electronic Industries Alliance (EIA) dan Telecommunication Industry Association (TIA)
(Diurutkan mulai dari Pin 1 hingga Pin 8) yaitu :
Kabel Straight-Through Model 568A Kabel Straight-Through Model 568B

Urutan ke 1 : Putih Hijau Urutan ke 1 : Putih Orange


Urutan ke 2 : Hijau Urutan ke 2 : Orange
Urutan ke 3 : Putih Orange Urutan ke 3 : Putih Hijau
Urutan ke 4 : Biru Urutan ke 4 : Biru
Urutan ke 5 : Putih Biru Urutan ke 5 : Putih Biru
Urutan ke 6 : Orange Urutan ke 6 : Hijau
Urutan ke 7 : Putih Coklat Urutan ke 7 : Putih Coklat
Urutan ke 8 : Coklat Urutan ke 8 : Coklat

2. Kabel Crossover
Pada tipe kabel UTP ini ujung kabel yang satu menggunakan urutan standart EIA/TIA untuk
model 568A, sementara ujungnya yang satu nya lagi menggunakan urutan kabel TIS/EIA
untuk model 568B sehingga urutan kabel Crossover adalah gabungan dari kedua macam
kabel Straight-Through yang terdiri dari model 568A dan 568B. Maka fungsi kabel Crossover
yaitu :
a. Menghubungkan 2 buah komputer secara langsung.
b. Menghubungkan 2 buah HUB / Switch menggunakan port biasa diantara kedua HUB /
Switch.
c. Menghubungkan komputer ke port uplink Switch.
d. Menghubungkan port LAN router ke port biasa di HUB/Switch.

5 Media Jaringan Fiber Optik


Kabel jaringan fiber optik adalah suatu jenis kabel yang diperuntukkan sebagai media
transmisi terarah (guieded/ wireline) guna kepentingan perpindahan arus data dalam dunia jaringan
komputer. Kabel fiber optik adalah salah satu jenis kabel yang dibuat dengan sebagian besar bahan
dasarnya terbuat dari serat kaca.
5.1 Fungsi Kabel Jaringan Fiber Optik :
untuk kepentingan jaringan biasa seperti LAN (Local Area Network), WAN (Wide Area
Network) atau MAN kabel jaringan fiber optik lebih banyak ditemukan pada instalasi jaringan
tingkat menengah ke atas.
5.2 Karakteristik Kabel Jaringan Fiber Optik
Karakteristik kabel jaringan fiber optik dapat dilihat seperti pada Gambar di atas, dimana
kabel fiber optik terdiri dari : Inti (Core), Jaket (Cladding), Mantel (Coating), Strength Member &
Outer Jacket.

5.3 Jenis Kabel Jaringan Fiber Optik


Kabel jaringan fiber optik terdiri dari beberapa jenis, yang biasanya dapat dengan mudah
diketahui dengan melihat transmitter (media transmisi data) yang digunakannya. Berikut ini jenis-
jenis kabel jaringan fiber optik :
1. Single Mode
2. Multi Mode
5.4 Tipe Kabel Fiber Optik Menurut Aplikasi Standar
Jika diklasifikasikan menurut aplikasi standar, jenis-jenis kabel fiber optik dibedakan menjadi
beberapa tipe yaitu :
- Tight Buffer (Indoor/Outdoor)
- Breakout Cable (Indoor/Outdoor)
- Aerial Cable/Self-Supporting
- Hybrid & Composite Cable
- Armored Cable
- Low Smoke Zero Halogen (LSZH)
- Simplex cable
- Zipcord cable
5.5. Kelebihan fiber optic dan Kelemahan fiber optik
Pada Fiber Optik memiliki kelebihan yaitu :
- Fiber optik mampu menyalurkan data yang lebih banyak dengan kecepatan yang tinggi,
bahkan bisa mencapai Gbps, sehingga bandwidth menjadi lebih besar.
- Memiliki ukuran yang lebih kecil dan ringan daripada kabel lainnya, sehingga dapat
menghemat tempat.
- Memiliki gangguan yang sedikit, dikarenakan fiber optik tidak terpengaruh oleh sinyal
elektromagnetik dan radio karena tidak menggunakan listrik melainkan menggunakan
plastik dan cahaya.
- Lebih aman, karena serat optik tidak mudah terbakar dan tidak mengalirkan listrik.
- Fiber optik dapat mengalirkan sinyal lebih jauh jika dibandingkan dengan kabel yang
menggunakan sinyal listrik pada umumya. Bahkan fiber optik tidak memerlukan
repeater (penguat sinyal), jika diperlukan repeater, biasanya akan diletakkan di jarak
yang jauh (sekitar 50-100 km).

Kelemahan Pada fiber optic yaitu :


- Perawatan dan pemasangan sulit, jika terjadi kerusakan pada kabel fiber optik, maka
harus memanggil orang yang sudah berpengalaman dan sudah ahli pada bidang
tersebut.
- Harga relatif mahal jika dibandingkan dengan kabel jenis lainnya seperti UTP yang
memiliki harga yang terjangkau.
- Kabel fiber optik tidak bisa diletakkan di belokan yang sangat tajam, ini dikarenakan
fiber optik menggunakan cahaya sebagai penghantar sinyal, jika kabel ditekuk maka
cahaya akan bocor dan akan mengalir ke tekukkan tersebut.
6 Protokol Jaringan
Protokol adalah suatu kumpulan dari aturan-aturan atau standar yang mengatur atau
mengizinkan terjadinya hubungan, komunikasi, dan perpindahan data antara dua atau lebih unit
komputer. Untuk tingkat tinggi protokol mendefinisikan koneksi perangkat keras. Protokol
digunakan untuk menentukan jenis layanan yang akan dilakukan pada internet.
6.1 Transmission Control Protocol/Internet Protocol (TCP/IP)
Pada TCP/IP adalah standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam
proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet.
Protokol ini juga merupakan protokol yang paling banyak digunakan saat ini. Data tersebut
diimplementasikan dalam bentuk perangkat lunak di sistem operasi. Istilah yang diberikan kepada
perangkat lunak ini adalah TCP/IP stack.
TCP/IP merupakan sebuah standar jaringan terbuka yang bersifat independen terhadap
mekanisme transport jaringan fisik yang digunakan, sehingga dapat digunakan dimana saja.
Protokol ini menggunakan skema pengalamatan yang sederhana yang disebut sebagai alamat IP (IP
Address) yang mengizinkan hingga beberapa ratus juta komputer untuk dapat saling berhubungan
satu sama lainnya di Internet.Sifat Protocol adalah bersifat routable yang berarti protokol ini cocok
untuk menghubungkan sistem-sistem berbeda (seperti Microsoft Windows dan keluarga UNIX)
untuk membentuk jaringan yang heterogen.
6.2 User Datagram Protokol (UDP)
UDP adalah salah satu protokol lapisan transpor TCP/IP yang mendukung komunikasi yang
tidak andal (unreliable), tanpa koneksi (connectionless) antara host-host dalam jaringan yang
menggunakan TCP/IP.
6.3 Serial Line Internet Protocol (SLIP)
SLIP merupakan protokol yang memungkinkan pemindahan data IP melalui saluran telepon.
Alat bantu lainnya dalam SLIP adalah PPP yang mendeteksi kesalahan dan konfigurasi dan memiliki
sistem computer hanya satu server sebagai penampung dan secara berlahan akan diganti standar
PPP yang memiliki kecepatan proses lebih tinggi.
6.4 Simple Mail Transfer Protocol (SMTP)
SMTP adalah suatu protokol yang umum digunakan untuk pengiriman email. Protokol ini
gunakan untuk mengirimkan data dari komputer pengirim email ke server email penerima.
6.5 Hypertext Transfer Protocol (HTTP)
HTTP adalah suatu protokol yang digunakan oleh World Wide Web (WWW). HTTP
mendefinisikan bagaimana suatu pesan bisa diformat dan dikirimkan dari server ke client.
6.6 Telecommunication Network (Telnet)
Telnet dikembangkan pada 1969 dan distandarisasi sebagai IETF STD 8, salah satu standar
Internet pertama dan sangat terbatas. Telnet adalah sebuah protokol jaringan yang digunakan di
koneksi Internet atau Local Area Network.
6.7 File Transfer Protocol (FTP)
FTP adalah sebuah protocol internet yang berjalan di dalam lapisan aplikasi yang merupakan
standar untuk pentransferan file komputer antar mesin-mesin dalam sebuah internetwork.
6.8 Lightweight Directory Access Protocol (LDAP)
LDAP adalah protokol perangkat lunak untuk memungkinkan semua orang mencari resource
organisasi, perorangan dan lainnya, seperti file atau printer di dalam jaringan baik di internet atau
intranet.
6.9 Secure Socket Layer (SSL)
SSL adalah protokol jaringan yang paling banyak digunakan untuk enkripsi. SSL digunakan
tidak hanya keamanan koneksi web, tetapi untuk berbagai aplikasi yang memerlukan enkripsi
jaringan end-to-end dan digunakan untuk mengenkripsi pengiriman informasi pada internet,
sehingga data dapat dikirim dengan aman. Protokol SSL mengatur keamanan dan integritas
menggunakan enkripsi, autentikasi, dan kode autentikasi pesan.
6.10 Sucure Shell (SSH)
SSH adalah protokol jaringan yang memungkinkan pertukaran data secara aman antara dua
komputer. SSH dapat digunakan untuk mengendalikan komputer dari jarak jauh mengirim file,
membuat Tunnel yang terrenkripsi dan lain-lain.
6.11 Post Office Protocol version 3 (POP3)
POP3 merupakan protokol yang digunakan untuk mengambil email dari email server.
6.12 Internet Message Access Protocol (IMAP)
IMAP adalah protokol standar untuk mengakses/mengambil e-mail dari server.
6.13 Internet Control Message Protocol (ICMP)
ICMP adalah salah satu protokol inti dari keluarga. ICMP berbeda tujuan dengan TCP dan
UDP dalam hal ICMP tidak digunakan secara langsung untuk mengirim pesan oleh aplikasi jaringan
milik pengguna. Salah satu pengecualian adalah aplikasi ping yang mengirim pesan ICMP Echo
Request (dan menerima Echo Reply) untuk menentukan apakah komputer tujuan dapat dijangkau
dan berapa lama paket yang dikirimkan dibalas oleh komputer tujuan.
6.14 Point-to-Point Protocol
Point-to-Point Protocol (sering disingkat menjadi PPP) adalah sebuah protokol enkapsulasi
paket jaringan yang banyak digunakan pada wide area network (WAN). Pada awal tahun 1990-an
dikembangkan sebagai respons terhadap masalah-masalah yang terjadi pada protokol Serial Line
Internet Protocol (SLIP).
6.15 Domain Name System (DNS)
DNS adalah distribute database system yang digunakan untuk pencarian nama komputer
(name resolution) di jaringan yang mengunakan TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet
Protocol). DNS biasa digunakan pada aplikasi yang terhubung ke Internet seperti web browser atau
e-mail, dimana DNS membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP address.
6.16 HTTPS
HTTPS Ditemukan oleh Netscape Communications Corporation untuk menyediakan
autentikasi dan komunikasi tersandi dan penggunaan dalam komersi elektris. HTTPS merupakan
protokol komunikasi dari World Wide Web yang aman dan terlindung dari serangan eavesdroppers,
dan man in the middle attacks dengan menggunakan komunikasi plain text, HTTPS menyandikan
data sesi menggunakan protokol SSL (Secure Socket layer) atau protokol TLS (Transport Layer
Security).
7. IP Address dan Subnetting
IP Address adalah Alamat Internet Protokol (Internet Protokol Address) yang merupakan
identitas dari alat (hardware) seperti komputer, printer, router pada suatu jaringan yang kamu
gunakan untuk berkomunikasi. Sementara, Subnetting adalah proses memecah suatu IP jaringan ke
sub jaringan yang lebih kecil yang disebut "subnet."
7.1 Pengertian Segment IP
IP Address yang Populer adalah IPV4 yaitu IP yang terdiri dari 4 Segment xxxx.xxxx.xxxx.xxxx
dengan total 32 bit dimana setiap segmentnya terdapat 1byte atau 8 bit (1 segment = 1byte ).
Nilai Total dari satu segment berjumlah 255, nilai ini berasal dari Penjumlahan
128+64+32+16+8+4+2+1 = 255, penghitungan ini diambil dari perpangkatan 2 pangkat bilangan dari
0-7 , jadi bila nilai satu segment = 255 maka penulisan pada segment tersebut = 1 1 1 1 1 1 1 1.
Contoh. Diketahui IP 192.168.1.10/24, maka nilai IP segment nya seperti ini :
11000000.10101000.00000001.00001010
/24 adalah nilai dari Subnet IP tersebut, yang artinya digunakan hanya 24 bit dari bit
keseluruhan yakni 32 bit dan penulisan bitnya seperti ini :
11111111.11111111.11111111.00000000
255.255.255.0 (Nilai yang ditampilkan)
7.2 Jenis IP Address
Class A, range 1-126, IP Private 1.0.0.1 s/d 126.255.255.254, subnet mask 255.0.0.0
Class B, range 128-191, IP Private 128.0.0.1 s/d 191.255.255.254, subnet mask 255.255.0.0
Class C, range 191-223, IP Private 191.0.0.1 s/d 223.255.255.254, subnet mask 255.255.255.0
dimana:
IP 127.0.0.1 itu untuk IP loopback/ localhost
IP 0.0.0.0 dan 255.255.255.255 untuk broadcast
7.3 Subnetting :
Rumus :
1. Mencari IP Pertama = 265-jumlah nilai range terakhir
2. Jumlah Network ID = 2^x-2 dimana, x = nilai bit pada segment terakhir yang bernilai 1
3. Jumlah Host ID = 2^y-2 dimana, y= nilai bit pada segment terakhir yang bernilai 0
defaut subnet:
/8 = 255.0.0.0
/16 = 255.255.0.0
/24 = 255.255.255.0
Subnetting hanya menentukan jumlah dari Network ID dan Jumlah Host ID
7.4 Supernet
Supernetting adalah proses menggabungkan dua atau lebih blok IP address menjadi satu
kesatuan. Supernetting diterapkan pada network yang cukup besar untuk memudahkan proses
routing. Supernetting di sebut juga Classless Inter-Domain Routing atau CIDR. Suatu network adalah
tidak mampu menampung sejumlah Host yang diperlukan (sebagai contoh, jumlah Host maksimum
dari kelas C adalah 254 buah), dan jika hal ini terjadi (misalkan jumlah Host yang akan digabung
>1000 buah), maka untuk mengatasinya dilakukanlah penggabungan dari beberapa jaringan kelas C.

Subnetting

Supernetting
Prosedur Supernetting :
1. Pada Supernet bit Host yang bernilai nol semua berfungsi sebagai Supernet Address, bit Host
yang bernilai satu semua berfungsi sebagai Broadcast Address.
2. Pada proses netmasking, IP-Address untuk Supernet-mask ditentukan dengan mengganti semua
bit Network dengan bit 1, dan mengganti semua bit Host (termasuk bit Host yang dipinjam dari bit
Network) dengan bit 0.
9 FUNGSI PERANGKAT KERAS JARINGAN
Dalam membangun sebuah jaringan membutuhkan beberapa komponen berupa perangkat
keras yang terdiri dari berbagai jenis bentuk dan ukuran. Macam-macam perangkat keras jaringan
computer uang dibutuhkan dalam membangun sebuah jaringan yaitu :
9.1 Komputer Server
Komputer server adalah pihak yang menyediakan sumber daya secara maksimal untuk
digunakan oleh komputer client, tetapi komputer server sendiri tidak menggunakan sumber daya
dari komputer lain. Komputer server berfungsi sebagai unit yang menyimpan berbagai macam
bentuk informasi, sekaligus bertugas sebagai pengelola suatu jaringan komputer.
9.2 Komputer Client

Komputer client adalah pihak yang mendapat layanan dari komputer server dan perannya hanya
sebagai pengguna semata dan tidak menyediakan sumber daya.
9.3 NIC (Network Interface Card)

NIC atau Network Interface Card dapat diartikan sebagai Kartu Jaringan, namun istilah yang
lebih populer untuk menyebut NIC adalah Ethernet Card atau LAN Card.
9.4 Kabel Jaringan

Kabel jaringan memiliki fungsi sebagai penghubung dalam suatu jaringan dengan memiliki 3
jenis yaitu kabel UTP (Unshielded Twisted Pair), kabel Coaxial dan kabel Fiber Optic.

9.5 Konektor

Pengertian konektor adalah perangkat keras yang digunakan sebagai penghubung antara
kabel dengan computer.

9.6 Hub

Hub yaitu komponen jaringan komputer yang memiliki colokan (port-port), yang umunya
digunakan untuk menyatukan kabel-kabel jaringan dari tiap workstation, server atau
perangkat jaringan lainnya.
9.7 Switch

Switch merupakan perangkat keras komputer yang sejatinya memilki prinsip tak jauh
berbeda dengan Hub. Jika dibandingkan dengan bridge, cara kerja yang dimilikinya hampir sama
namun switch memiliki jumlah port yang banyak sehingga switch sering dinamakan multi-port
bridge.
9.8 Repeater

Repeater adalah alat yang digunakan untuk memperkuat sinyal di dalam jaringan komputer.
Cara kerjanya: sinyal yang diterima dari satu segmen kabel
LAN ke segmen LAN berikutnya akan diproses, lalu dipancarkan kembali dengan kekuatan
yang sama dengan sinyal asli pada segmen lainnya.
9.9 Bridge

Bridge adalah perangkat yang menghubungkan beberapa jaringan untuk mendapatkan


jaringan yang efisien, dimana kebanyakan bridge dapat mengetahui masing-masing alamat dari tiap
segmen komputer pada jaringan di sekitarnya.

9.10 Router

Router adalah salah satu perangkat keras dalam jaringan komputer yang dilengkapi oleh
Network Operating System sehingga dapat menghubungkan dua atau lebih jaringan komputer yang
berbeda.

9.11 Gateway

Gateway digunakan untuk menghubungkan satu jaringan komputer dengan satu atau lebih
jaringan komputer lainnya yang menggunakan protokol komunikasi yang berbeda.

9.12 Access point


Access point yaitu alat yang digunakan sebagai perpanjangan tangan dari alat-alat wireless
ke sebuah jaringan berkabel (wired network), dimana tujuan utama dari penggunaan access point
adalah untuk membuat jaringan WLAN (Wireless Local Area Network).

9.13 Modem

Modem (Modulator dan Demodulator) merupakan alat komunikasi dua arah. Modulator
adalah alat yang bertugas untuk mengubah sinyal informasi ke dalam sinyal pembawa (carrier) agar
dapat dikirim ke pengguna melalui media tertentu.

10. SHARING FILE DALAM JARINGAN


10.1 Cara Sharing File Menggunakan Kabel LAN
Jika transfer file dan folder menggunakan kabel LAN maka kecepatan transfer akan sangat
cepat mencapai 10mb - 15mb/s, karena LAN adalah media jaringan yang sangat baik dalam
mentransfer data. Langkah-langkah sharing file dengan menggunakan kabel LAN antara 2
komputer :
1. Pertama tancapkan kabel UTP Cross ke port yang ada di komputer.
2. Kemudian klik kanan pada network dan pilih Open Network and Sharing Center.
3. Kemudian pilih Local Area Connection.

4. Lalu klik properties, pilih Internet Protocol Version 4(TCP/Ipv4) dan klik properties.
5. Lalu ketik IP sesuai dengan keinginan kita, tapi saya akan menggunakan IP kelas C yaitu
192.168.1.15, dan pada segment terakhir angka harus beda degan komputer lainnya. Kemudian
klik OK
6. Kemudian matikan firewall dengan cara masuk ke control panel -> system and security ->
windows firewall -> turn windows on or off.
7. Kemudian cek IP kita apakah sudah tersambung atau belum menggunakan perintah ping pada
CMD, disini digunakan IP 192.168.1.15.

8. Jika sudah ada reply maka komputer sudah bisa untuk mengshare file.
9. Kemudian klik kanan folder yang akan di share lalu pilih share with dan pilih Specific people

10. Lalu pilih Everyone, lalu pilih Add, kemudian klik Everyone dan klik Share
11. Kemudian klik Done.

11. File berhasil di sharing.


11 haring Printer Melalui Jaringan LAN
Sharing printer merupakan berbagi printer atau bisa dikatakan satu printer tetapi bisa
digunakan oleh lebih dari satu komputer melalui jaringan LAN (local area network). Setiap komputer
yang ingin berbagi printer maka harus terhubung dalam satu jaringan dan terkoneksi dengan
printer. Sharing printer ini sangat bermanfaat yakni mampu menghemat waktu, tempat dan biaya.
Pengaturan sharing komputer untuk Windows 7, 8 maupun Windows lainnya tidak terlalu
berbeda. Tahapan untuk melakukan sharing printer adalah sebagai berikut:
1. Klik "start" kemudian pilih "control panel"
2. Pilih "devices and printer" lalu klik kanan properties printer yang sudah terinstall di
komputer utama.
3. Kemudian klik menu tab "sharing" lalu pilih dan aktifkan "sharing this printer"

4. Kemudian klik OK
5. Selesai
Untuk windows 8, berikut ini cara dan langkah-langkah Sharing Printer Melalui Jaringan LAN adalah
sebagai berikut :
1. Klik Start kemudian buka "control panel"
2. Pilih opsi “Printer and Fax” atau "Devices and Printers"
3. Klik kanan pada area kosong kemudian klik kanan "Add a Printer"
4. Kemudian akan muncul "add printer wizard", lalu klik "next"
5. Klik pilih "a network printer, or a printer attach to another computer" lalu klik "next"

6. Kemudian memasukan spesifikasi printer yang akan dihubungkan, seperti memasukan ip address,
atau hostname komputer atau nama printer yang sudah terhubung dengan jaringan komputer
lalu "next"
7. Kemudian masukan nama printer yang ada di jaringan komputer.
Gunakanlah windows explorer dan ketikan pada address bar IP address komputer yang
melakukan sharing printer tadi. Contoh penulisan IP adreess yang benar adalah \\192.168.10.10, IP
address harus disesuaikan dengan jaringan masing-masing.
Selanjutnya akan terlihat apa saja yang sudah dibagikan oleh komputer tersebut dan salah
satunya adalah printer, lalu pada gambar printer klik kanan dan pilih connect dan tunggu beberapa
saat sampai proses selesai.
D. MEMBUAT PROGRAM DASAR PROSEDURAL
4.1 Algoritma Program
Program merupakan sekumpulan instruksi yang merupakan penyelesaian masalah. Bahasa
komputer yang digunakan dalam menulis program dinamakan bahasa pemrograman. Urutan
langkah-langkah yang sistematis untuk menyelesaikan sebuah masalah dinamakan algoritma. Kata
logis merupakan kata kunci. Langkah-langkah tersebut harus logis, ini berarti nilai kebenarannya
harus dapat ditentukan, benar atau salah. Langkah-langkah yang tidak benar dapat memberikan
hasil yang salah.
4.2 Bahasa Pemrograman
Bahasa pemrograman atau sering diistilahkan juga dengan bahasa komputer atau bahasa
pemrograman komputer, adalah instruksi standar untuk memerintah komputer. Bahasa
pemrograman ini merupakan suatu himpunan dari aturan sintaks dan semantik yang dipakai untuk
mendefinisikan program komputer.
Namun, secara umum bahasa pemrograman terbagi menjadi 4 kelompok, yaitu :
1. Object Oriented Language (Visual dBase, Visual FoxPro, Delphi, Visual C)
2. High Level Language (seperti Pascal dan Basic)
3. Middle Level Language (seperti bahasa C), dan
4. Low Level Language (seperti bahasa Assembly)

4.3. Flowchart Program


Arus data dari algoritma yang sudah dibuat perlu digambarkan alurnya, terutama kalau
algoritma sudah cukup kompleks. Untuk itu algoritma dapat disajikan dalam bentuk flowchart.
Simbol yang diperlukan diantaranya.
4.3 Struktur Kontrol Perulangan
Struktur Kontrol Perulangan digunakan apabila ada suatu fungsi dari program akan
dijalankan secara berulang-ulang. Dalam bahasa C++ ataupun bahasa pemrograman lainnya dikenal
beberapa macam Struktur Kontrol Perulangan, yaitu :
1. Perulangan For
Perulangan For merupakan struktur kontrol perulangan yang menjalankan satu
atau lebih perintah dengan jumlah perulangan yang sudah ditentukan pada
proses inisialisasi kondisi.
2. Perulangan While
Perulangan while merupakan struktur kontrol perulangan yang akan melakukan
pengulangan selama kondisi yang dihasilkan dalam perulangan tersebut masih
bernilai benar.
3. Perulangan Do-While
Perulangan do-while merupakan struktur kontrol perulangan yang menjalankan
perintah yang ada didalamnya terlebih dahulu dan melihat kondisi perulangan
setelah perintah tersebut selesai dijalankan.
4. Perulangan Goto
Perulangan goto merupakan struktur kontrol perulangan yang memiliki label.

4.4 Struktur Kontrol Percabangan


Struktur Kontrol Pecabangan merupakan suatu algoritma program memiliki suatu kondisi
yang dimana kondisi tersebutlah yang akan menentukan perintah-perintah yang akan dijalankan
oleh suatu program. Perintah dalam suatu kondisi akan dijalankan ketika kondisi tersebut bernilai
benar, dan sebaliknya apabila kondisi bernilai salah maka perintah didalamnya tidak akan
dijalankan.

Macam- Macam Struktur Kontol Pecabangan yang ada didalam C++, yaitu :
1. Pecabangan if
Pecabangan if merupakan struktur kontrol pecabangan yang memiliki sebuah kondisi
2. Percabangan if-else
Percabangan if-else merupakan struktur kontrol pecabangan yang memiliki sebuah kondisi yang
apabila kondisi tersebut benar maka perintah yang didalamnya akan dijalankan dan apabila
kondisinya salah maka ada perintah lainnya yang akan dijalankan oleh program.
3. Percabangan if-else if-else
Percabangan if-else if-else merupakan struktur kontrol pecabangan yang memiliki banyak
kondisi.
4. Percabangan switch
Percabangan switch merupakan struktur kontrol pecabangan yang juga memiliki banyak
kondisi, akan tetapi kondisi dalam percabangan switch ini bertipe numerik.
4.5 Logika Pencarian Data
Searching adalah sebuah metode pencarian guna menemukan data/informasi yang sedang
dicari di sebuah kumpulan data yang memiliki tipe data sama. Pencarian diperlukan untuk
mendapatkan informasi/data dari kumpulan data yang belum diketahui.
A. Sequential Search
Sequential Search adalah metode pencarian sebuah data dari suatu kumpulan data dimana
data dicari dari depan ke belakang atau dari awal sampai akhir data tanpa harus data tersebut
terurut. Konsepnya yaitu dengan melakukan perbandingan data satu persatu secara berurutan
sampai data tersebut ditemukan atau tidak ditemukan.

Proses dalam Sequential search


- Dilakukan perbandingan satu persatu dari data secara berurutan dalam kumpulan data yang
dicari sampai data tersebut ditemukan atau tidak ditemukan
- Pada pencarian ini, hanya dilakukan pengulangan data dari 1 sampai dengan jumlah data (n)
- Setiap pengulangan, dibandingkan dengan data ke-i dengan data yang sedang dicari
- Apabila data sama dengan yang dicari, berarti data telah berhasil ditemukan. Sebaliknya
apabila sampai akhir melakukan pengulangan tidak ada data yang sama dengan yang dicari,
berarti tidak ada yang ditemukan.
B. Binary Search
Binary search adalah metode pencarian sebuah data dari suatu kumpulan data, dimana
kumpulan data tersebut harus berurutan dengan benar agar proses pencarian data bisa dilakukan.
Dalam proses pencarian data pada metode ini data dibagi ke dalam dua bagian untuk setiap tahanp
pencariannya.

Proses dalam pencarian binary search :


- Pertama, pengambilan data dimulai dari posisi 1 sampai dengan posisi akhir (n)
- Selanjutnya, mencari posisi data yang tengah dengan menggunakan rumus: (posisi awal +
posisi akhir)/2
- Setelah itu data yang akan dicari dibandingkan dengan data yang berada di tengah, apakah
data tersebut sama atau lebih kecil, atau lebih besar
- Jika data lebih besar, maka proses pencarian yang dicari dengan posisi awal adalah posisi
tengah + 1
- Jika data lebih kecil, maka proses pencarian yang dicari dengan posisi akhir adalah posisi
tengah - 1
- Jika data sama dengan data yang dicari maka data tersebut telah ditemukan.
4.6 Sorting (Pengurutan)
Sorting adalah sebuah metode dalam pengurutan atau pengaturan data yang teracak
supaya dapat berurutan dengan teratur. Dalam sorting terdapat dua macam pengurutan, yaitu
Ascending (urut naik) dan Descending (urut turun).
1. Selection Sort
Merupakan Metode pengurutan data dari yang terkecil sampai yang terbesar dengan cara
melakukan perbandingan satu-persatu setiap data yang ada sampai data akhir.

2. Insertion Sort
Merupakan Metode pengurutan data dengan cara menyisipkan data ke indeks/tempat yang
tepat. Metode ini seperti proses pengurutan karty yang disisipkan (Insert) satu persatu ke
tempat yang benar.

3. Bubble Sort
merupakan metode pengurutan elemen array dengan membandingkan elemen array
pertama untuk memperoleh elemen terbesar, Kemudian elemen array tersebut di
tempatkan pada posisi paling akhir.
E. MEMBUAT WEB STATIS MENGGUNAKAN HTML DAN CCS
5.1 Konsep Dasar dan Teknologi Web
World Wide Web secara luas lebih dikenal dengan istilah Web. Web adalah ruang informasi
dengan menggunakan teknologi hyperlink untuk menghubungkan tiap dokumen. Dengan teknologi
ini pemakai dituntun untuk menemukan informasi dengan mengikuti tautan (link) yang disediakan
dalam halaman web yang ditampilkan lewat web browser. Web pertama kali diperkenalkan pada
tahun 1992. Hal ini sebagai hasil usaha pengembangan yang dilakukan CERN di Swiss. Internet dan
web adalah dua hal yang berbeda. Internet lebih merupakan perangkat keras, sedangkan web
adalah perangkat lunak. Internet menggunakan TCP/IP sebagai protokol operasionalnya, sedangkan
web menggunakan HTTP (Hyper Text Transfer Protocol).
Cara WWW Bekerja adalah sebagai berikut :
1. Informasi web disimpan dalam dokumen yang disebut dengan halaman-halaman web
(web pages)
2. Web page adalah berkas-berkas yang disimpan dalam komputer yang disebut dengan
server-server web (web server)
3. Komputer-komputer yang mengakses web page disebut sebagai web client • Web client
menampilkan web page dengan menggunakan program yang disebut dengan web
browser
Uniform Resource Locator (URL) merupakan alamat dari sebuah resource yang dapat diakses di
internet. URL terdiri dari 3 bagian:
1. Protokol (http:// atau https://)
2. Alamat Server (lokasi data tersimpan)
3. File Path (folder dan atau nama file)
Domain Name System (DNS) merupakan versi teks dari ip address. Dalam dunia jaringan
komputer, komputer berkomunikasi satu sama lain dengan mengenali ip address-nya. Namun bagi
manusia tidak mungkin menghafalkan ip address tersebut, manusia lebih mudah menghafalkan
kata-kata seperti www.yahoo.com, www.google.com, atau www.facebook.com. DNS berfungsi
untuk mengkonversi nama yang mudah diingat menjadi ip address dari komputer yang ingin
dihubungi.
Web Statis dan Web Dinamis. Halaman web dapat digolongkan menjadi :
1. Web Statis, dibentuk menggunakan client side scripting. Update dilakukan secara manual
dengan melakukan perubahan terhadap script halaman tersebut.
2. Web Dinamis, dibentuk menggunakan aplikasi tambahan (server side scripting dan
database) sehingga data dapat diupdate tanpa harus mengubah script, namun cukup
dengan mengubah data yang ada dalam database.
5.2 Jenis-Jenis Scripting
Proses pengaksesan suatu web yaitu klien melakukan permintaan suatu halaman web
kepada server, kemudian server akan mencari halaman yang diminta dan mengembalikannya dalam
bentuk kode kode HTML. Aplikasi web dibangun oleh 2 jenis scripting yaitu :
1. Server Side Scripting, Pemrograman dari sisi server maksudnya adalah membuat kode-kode
program yang hanya dieksekusi di server menjadi bentuk tag-tag HTML untuk dikirim ke
klien. Contoh bahasa pemrograman dari sisi server yaitu seperti PHP, ASP, JSP dan lainnya.
2. Client Side Scripting, Pemrograman web dari sisi klien maksudnya adalah membuat kode-
kode program yang dieksekusi di klien khususnya oleh browser. Contoh bahasa
pemrograman dari sisi klien yaitu HTML, javascript, CSS

5.3 Konsep Layout Halaman Web dengan Tabel


Table merupakan cara untuk menampilkan informasi dalam halaman web dengan bentuk
kolom dan baris. Hampir semua web site yang berkualitas dan profesional, dirancang dengan
menggunakan Tabel. Layaknya sebuah spreadsheet yang memiliki sel dan berisi angka-angka, tabel
dalam web juga mempunyai sel yang berisi link, gambar dan text.
Membuat Tabel
Terdapat tiga tag atau elemen utama yang digunakan dalam pembuatan table, yaitu:
<TABLE>, <TR>, dan <TD>. Yang perlu diingat adalah bahwa tag <TR> dan <TD> harus
terletak di antara tag <TABLE> dan </TABLE>. Tampilannya :

Pada pembuatan tabel dapat digunakan berbagai pengaturan sebagai berikut:


- align - perataan: rata kiri (left), tengah (center) atau kanan (right).
- valign – mengatur bentuk perataan secara vertikal
- bgcolor – mengatur warna latar belakang (background) dari tabel.
- background – menentukan gambar yang digunakan sebagai background tabel
- color – Untuk mengatur warna suatu sel dalam tabel
- border – menentukan ukuran border tabel (dalam pixel).
- rowspan – menggabungkan beberapa baris
- colspan – menggabungkan beberapa kolom
- cellpadding - jarak antara isi cell dengan batas cell (dalam pixel).
- cellspacing – mengatur spasi/jarak antar cell (dalam pixel).
- width – menentukan lebar tabel dalam pixel atau percent.
- height – Menentukan tinggi tabel

5.4 Source Code Layout Halaman Web Mengunakan Tabel


contoh source code layout halaman web menggunakan tabel:
<html>
<head>
<title>.::: Belajar Membuat Tabel:::.</title>
</head>
<body>
<table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" bordercolor="#ffffff"
width="100%" height="115">
<tr>
<td width="100%" height="115" bordercolor="#C0C0C0"
bgcolor="#BDCED9">&nbsp;</td>
</tr>
</table>
<font size="1">&nbsp;</font>
<table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" bordercolor="#111111"
width="100%" height="431">
<tr>
<td width="23%" height="307" valign="top">
<table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"
bordercolor="#BDCED9" width="94%" height="245">
<tr>
<td width="100%" height="244"
bordercolor="#C0C0C0" bgcolor="#BDCED9">&nbsp;</td>
</tr>
</table>
<font size="1">&nbsp;</font>
<table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"
bordercolor="#BDCED9" width="94%" height="152">
<tr>
<td width="100%" height="19" bgcolor="#BDCED9"
bordercolor="#C0C0C0">&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td width="100%" height="132" bordercolor="#C0C0C0">
&nbsp;</td>
</tr>
</table>
</td>
<td width="77%" height="307" valign="top">
<table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" bordercolor="#ffffff"
width="97%" height="411">
<tr>
<td width="64%" height="109">&nbsp;</td>
<td width="36%" height="109">&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td width="64%" height="301" rowspan="2">&nbsp;</td>
<td width="36%" height="24" bgcolor="#BDCED9"
bordercolor="#C0C0C0">
<font size="1">&nbsp;</font></td>
</tr>
<tr>
<td width="36%" height="277" bordercolor="#C0C0C0">&nbsp;
</td>
</tr>
</table>
</td>
</tr>
</table>
</body>
</html>
F. MERENCANAKAN SISTEM KOMUNIKASI DATA
6.1 Menganalisis Aspek–Aspek Teknologi Komunikasi Data
Teknologi komunikasi data adalah proses pengiriman dan penerimaan data digital dengan
menggunakan media/perangkat didalam jaringan, contoh : komunikasi data antara printer dan
komputer. Adapun jenis-jenis teknologi komunikasi data adalah :
- Wire adalah teknologi wire merupakan teknologi dengan menggunakan kabel sebagai
media komunikasi data, kabel yang umum digunakan sebagai komunikasi data adalah
kabel tembaga (UTP/STP), kabel coaxial, maupun kabel serat kaca (fiber optic).
- Wireless adalah teknologi wireless merupakan teknologi nirkabel, menggunakan
frekuensi lebih dari 2,4 Giga Hertz diterima oleh sebuah router wireless atau wireless
adapter yang lain, dengan jarak terbatas.
Protokol mempunyai peranan yang cukup penting untuk komunikasi dalam network,
beberapa fungsi atau peranan protokol dalam network adalah sebagai berikut :
a. Sebagai format atau struktur dari pesan, contohnya seperti berapa banyak data untuk
dimasukkan ke dalam setiap segmen.
b. Melakukan proses pada perangkat perantara untuk berbagi informasi tentang jalur yang
akan dilalui agar dapat sampai ke tujuan.
c. Menentukan metode untuk menangani pesan kesalahan dan sistem antara perangkat
perantara.
d. Melakukan proses untuk setup atau memulai dan mengakhiri komunikasi atau transfer
data antar host.
6.2 Menganalisis proses komunikasi data dalam jaringan
Prinsip komunikasi data dalam jaringan mengacu kepada OSI Layer (Open System
Interconnection), OSI layer mempunyai 7 lapisan yang mengatur komunkasi data, yaitu :
1. Layer 7 : Aplikas yang berfungsi sebagai antar muka (penghubung) aplikasi dengan
fungsi mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan.
2. Layer 6 : Presentation yang berfungsi untuk mentranslasikan data yang akan
ditransmisikan oleh aplikasi. Selain itu layer ini juga berfungsi untuk enkripsi dan
kompresi
3. Layer 5 : Session yang mendefinisikan bagaimana memulai, mengontrol dan mengakhiri
suatu komunikasi (session).
4. Layer 4 : Transport yang berfungsi untuk melakukan segmentasi serta memberikan
tanda/label untuk setiap segmen.
5. Layer 3 : Network yang berfungsi untuk melakukan pengalamatan dan routing.
Pengalamatan.
6. Layer 2 : Data-Link yang merupakan interface penghubung antara Upper layer dengan
Lower layer, dan mengatur bagaimana menempatkan data pada media
7. Layer 1 : Physical Berfungsi untuk mendifinisikan media transmisi jaringan, metode
pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti Ethernet), topology jaringan
pengkabelan.
Cara kerja komunikasi data/pesan dalam jaringan mengacu kepada osi layer, yang dimulai
dari layer aplikasi, data akan diteruskan ke layer dibawahnya dan akan di kirimkan dengan phsycal
layer baik menggunakan kabel ataupun nirkabel dengan menggunakan sinyal, dari sisi penerima
akan dimulai dari physical layer yang akan diteruskan ke layer diatasnya hingga sipenerima
menerima data tersebut.
Data yang dikirim akan berbentuk bit dan dipecah menjadi bit yang lebih kecil, disebut
dengan segmentasi, kemudian data tersebut akan melakukan multiplexer yaitu :
mekanisme melewatkan beberapa jalur input data lewat sebuah jalur output, untuk
membedakan input mana yang dikirimkan maka multiplexer juga memiliki bit select yang berfungsi
memberikan informasi pada penerima data tersebut berasal dari jalur/chanel yang benar.
Sebelum data diterima maka data tersebut akan melakukan de-multiplexer, Tugas de-
multiplexer adalah mengubah input dari 1 channel menjadi beberapa jalur sesuai dengan informasi
selection bit yang dikirimkan untuk kemudian diteruskan kepada jalur2 yang dituju.

6.3 Menganalisis kebutuhan telekomunikasi dalam jaringan


Penggunaan internet pada era sekarang ini sangat dibutuhkan mulai dari jual-beli, berbagi
artikel ilmu pengetahuan, perkantoran bahkan ojek sekalipun membutuhkan internet, dalam hal ini
ojek online.
Kehadiran internet ditengah masyarakat menimbulkan dampak yang sangat positif namun
demikian jika tidak diarahkan dengan benar maka internet hanya akan memberikan dampak
negatif.Dalam peoses kerja telekomunikasi secara mekanisme melewatkan beberapa jalur input
data lewat sebuah jalur output, untuk membedakan input mana yang dikirimkan maka multiplexer
juga memiliki bit select yang berfungsi memberikan informasi pada penerima data tersebut berasal
dari jalur/chanel yang benar. Sebelum data diterima maka data tersebut akan melakukan de-
multiplexer, Tugas de-multiplexer adalah mengubah input dari 1 channel menjadi beberapa jalur
sesuai dengan informasi selection bit yang dikirimkan untuk kemudian diteruskan kepada jalur-jalur
yang dituju.
6.3 Menganalisis kebutuhan telekomunikasi dalam jaringan
Kebutuhan telekomunikasi dalam jaringan sangat penting, contoh telekomunikasi yang
banyak digunakan adalah internet, internet merupakan jaringan global yang terhubung dengan
menggunakan protokol (TCP/IP) untuk menghubungkan miliaran perangkat (devices) di seluruh
dunia.
Penggunaan internet pada era sekarang ini sangat dibutuhkan mulai dari jual-beli, berbagi artikel
ilmu pengetahuan, perkantoran bahkan ojek sekalipun membutuhkan internet, dalam hal ini ojek
online.
Kehadiran internet ditengah masyarakat menimbulkan dampak yang sangat positif namun demikian
jika tidak diarahkan dengan benar maka internet hanya akan memberikan dampak negatif.
Dampak positif :
1. Lebih mudah dalam mencari materi untuk pembelajaran
2. Komunikasi dengan keluarga, teman dan kerabat lebih cepat
3. Media untuk mencari informasi
4. Transaksi lebih cepat dengan produk yang relatife lebih murah
5. Pengehematan biaya perjalanan.

Dampak Negatif :
1. Anak-anak dan orang dewasa kecanduan game online
2. Pornografi yang bebas beredar didunia maya
3. Interaksi secara langsung antara masyarakat semakin berkurang
4. Terjadinya kriminal dengan memanfaatkan informasi didunia maya

6.4 Menganalisis konsep kerja protokoler server softswitch


Softswitch adalah alat yang mampu menghubungkan antara jaringan sirkuit dengan
jaringan paket, termasuk di dalamnya adalah jaringan telpon tetap (PSTN), internet yang berbasis
IP, kabel TV dan juga jaringan seluler.
Perangkat perangkat dalam softswitch yaitu :
1. Media Gateway Controller (MGC) yang disebut dengan perangkat call agent, berfungsi
mengontrol kerja dari media gateway dan melakukan call (panggilan)controll dan signaling.
2. Aplication / fitur server.
3. Media server.

6.5 Menganalisis bagan dan konsep kerja server softswitch berkaitan dengan PBX
PBX (private branch exchange) adalah adalah suatu perangkat keras elektronik
telekomunikasi yang berfungsi sebagai pembagi atau pengatur antara bagian internal (extention to
extention) dengan external (out going and incoming).
MGCP berfungsi untuk mengontrol media server dengan PBX, PBX terdiri dari satu atau lebih
telepon SIP dan client SIP.
Fungsi kontrol pada teknologi softswitch dilakukan oleh Media Gateway Controller (MGC),
yakni mengarahkan voice over packet building blocks, memvalidasi user accounts, menyediakan
service access, merutekan signalling messages kejaringan PSTN dan me-manage availability
jaringan. Gambar proses Kerja Server Softswitch yaitu terdapat dibawah ini.

6.6 Menerapkan konfigurasi ekstensi dan dial-plan server softswitch


Extension didefinisikan sebagai sekumpulan perintah untuk dijalankan. Dalam sintax yang
digunakan di file extensions.conf, setiap tahapan perintah dalam sebuah extension di tulis dalam
format exten = extension,priority,Command(parameter)

1. Konfigurasi data account


Konfigurasi ini digunakan untuk me-registrasi user. Konfigurasi Data Account dilakukan dengan
meng-edit file sip.conf. File sip.cof ini berada di lokasi /etc/asterisk/. File tersebut dapat di-edit
dengan perintah :
# pico /etc/asterisk/sip.conf atau # gedit /etc/asterisk/sip.conf
Konfigurasi data account untuk extension yang dapat ditambahkan pada file ini adalah :
2. Konfigurasi Dial Plan
Dial Plan berfungsi sebagai routing panggilan antar ekstensi, baik yang berada dalam satu IP
PBX (lokal) maupun antar IP-PBX, atau biasa disebut dial trunk. Dalam Asterisk,Dial Plan diprogram
dalam satu file yang bernama extensions.conf.
Untuk mengkonfigurasi dial plan, edit file extensions.conf dengan mengetik
pico/etc/asterisk/extensions.conf.

6.7 Menerapkan prosedur instalasi server softswitch berbasis session initial protocol (SIP)
SIP adalah suatu protokol pensinyalan pada layer aplikasi yang berfungsi untuk mengontrol
suatu sesi multimedia yang melibatkan satu atau beberapa pengguna. Sesi multimedia dapat
berupa suaram gambar, video maupun teks.
Server softswicth berbasis SIP akan menggunakan asterisk, asterisk adalah salah satu
software Server VoIP yang didistribusikan melalui GPL (GNU General Public License). Asterisk
disebut sebagai IP PBX, karena memiliki fungsi dan kemampuan layaknya PBX namun berbasis IP.
Konfigurasi sebuah IP PBX dibedakan menjadi 2 bagian besar yaitu konfigurasi komponen Data
Account dan komponen Dial Plan.

6.8 Menerapkan prosedur pengamatan kerja sistem komunikasi VoIP


VoIP (Voice over Internet Protocol) adalah Teknologi yang mampu melewatkan trafik suara,
video dan data yang berbentuk paket melalui jaringan IP. Sistem kerja komunikasi VoIP adalah
mengubah suara analog yang didapatkan dari speaker menjadi paket data digital, kemudian
diteruskan melalui Hub/ Router/ ADSL Modem dan dikirimkan melalui jaringan internet yang akan
menuju penerima melalui media yang sama.
Prosedur pengamatan kerja sistem komunikasi VoIP
1. Suara dari sinyal analog akan di konversi menjadi sinyal digital
2. Sinyal digital tersebut akan melakukan proses packetizer yang berisikan bit sinyal digital
dan alamat ip tujuan
3. Paket akan dikirimkan sesuai dengan alamat ip tujuan
4. Sebelum di terima sinyal digital tersebut akan dikonversi kembali menjadi sinyal analog.
G. MENGADMINISTRASI SISTEM OPERASI JARINGAN
7.1. Menganalisis Konsep Dasar Sistem Operasi
Sistem operasi (OS) merupakan program paling penting yang berjalan pada komputer.
Sistem operasi melakukan tugas-tugas dasar, seperti mengenali input dari keyboard, mengirimkan
output ke layar, melacak file dan direktori pada disk, serta mengendalikan perangkat periferal
seperti disk drive dan printer.
Terdapat berbagai jenis sistem operasi, diantaranya adalah :
1. Windows
2. UNIX
3. Linux
Sistem operasi windows dikembangkn oleh perusahaan microsoft, dengan menggunakan
antar muka berbasis GUI (Graphical User Interface), Microsoft Windows pertama kali diperkenalkan
dengan versi 1.0 pada tanggal 10 November 1983. Versi terbaru Windows untuk pengguna akhir
adalah Windows 10. Microsoft mempunya sistem operasi untuk mengadministrasi jaringan yang
dikenal dengan windows server, windows server mendukung manajemen level enterprise,
penyimpanan data, aplikasi dan komunikasi.
Sistem operasi Unix merupakan sistem operasi multiuser komputer yang berasal dari sistem
operasi AT&T UNIX, dikembangkan pada tahun 1970 di pusat penelitian Bell Labs. Tetapi Unix
didesain sebagai sistem operasi yang portable, multi-tasking, sistem berkas hierarkis.
Sistem operasi Linux merupakan sistem operasi yang memiliki semua fitur sistem operasi
UNIX, termasuk multitasking, virtual memory, shared libraries, demand loading, shared copy-on-
write exexutables, proper memory management dan TCP/IP networking.
7.2 Menginstalasi sistem operasi jaringan berbasis linux
Pada sistem operasi linux terdapat sistem operasi yang dipergunakan untuk
pengadministrasian jaringan, yang paling umum digunakan adalah ubuntu server, sistem operasi
ubuntu server ini dapat diunduh secara gratis.
Ada empat cara konfigurasi partisi yang dapat dilakukan oleh installer Ubuntu

1. Guided – use entire disk.


2. Guided – use entire disk and set up LVM.
3. Guided – use entire disk and set up encrypted LVM.
4. Manual. Pilihan ini mengharuskan anda mendefinisikan partisi secara manual.

Proses service pada sistem operasi jaringan di linux yaitu :

layanan berbagi berkas (file sharing)


 layanan berbagi alat pencetak (printer sharing)

 DNS Service

 HTTP Service, dan sebagainya.

Mail Server

DHCP Server

Web Server

DNS Server

FTP Servers

Proxy Server
Proses event pada sistem operasi jaringan di linux merupakan suatu kegiatan atau kejadian
yang dilakukan oleh aplikasi ataupun kernel apda sistem operasi linux. Setiap event akan disimpan
pada file log-nya sendiri-sendiri. Setiap file log dinyatakan sebagai fasilitas oleh syslog.

7.3 Menganalisis penjadwalan CPU


Penjadwalan CPU merupakan pemilihan proses dari antrian ready untuk dapat dieksekusi.
Penjadwalan CPU merupakan konsep dari multiprogramming, dimana CPU digunakan secara
bergantian untuk proses yang berbeda. Kriteria penjadwalan CPU adalah:
1. CPU utilization
2. Throughput
3. Turnaround time
4. Waiting time
5. Response time
6. Fairness
Adapun algoritma Penjadwalan CPU yang digunakan adalah :
a. First Come First Serve(FCFS) Scheduling
Pada skema ini, proses yang meminta CPU pertama kali akan dialokasikan ke
CPU pertama kali juga.

Rata rata waktu tunggu adalah = ( 0 + 21 + 24 + 30 ) / 4 = 18.75 ms


Gant Chart dengan penjadwalan FCFS
b. Shortest-Job-First(SJF) Scheduling
SJF merupakan proses penjadwalan yang ada di ready queue dan akan
dieksekusi berdasarkan burst time terkecil. Hal ini mengakibatkan waktu
tunggu yang pendek untuk setiap proses.

Waktu proses terpendek akan dieksekusi

Sesuai dengan gantt chart tersebut maka waktu tunggu adalah (0 + 2 + 5 +


11)/4 = 4,5ms
c. Priority Scheduling
Merupakan algoritma penjadwalan yang mendahulukan proses yang
memiliki prioritas tertinggi.

Gantt chart dari proses algoritma priority scheduling adalah sebagai berikut

Waktu rata-rata yang dibutuhkan adalah: ( 0 + 3 + 24 + 26 ) / 4 = 13.25ms


d. Round Robin(RR) Scheduling
Penjadwalan Round Robin (RR) dilakukan secara bergiliran berdasarkan
antrian, prosessor mengerjakan sesaat setiap proses berturut-turut.

Gantt chart dari proses RR adalah:

e. Multilevel Queue Scheduling


Algoritma ini membagi beberapa antrian yang akan diberi prioritas
berdasarkan tingkatan. Tingkatan lebih tinggi menjadi prioritas utama. Ready
queue dibagi menjadi queue yang terpisah yaitu foreground (interaktif) dan
background (batch).

7.4 Menganalisis manajemen memori


Manajemen memori berkaitan dengan memori utama sebagai sumber daya yang harus
dialokasikan dan dipakai bersama diantara sejumlah proses yang aktif.
Fungsi manajemen memori :
- Mengelola informasi memori yang terpakai dan yang tidak terpakai
- Mengalokasikan memori ke proses yang memerlukan
- Mendealokasikan memori dari proses telah selesai
- Mengelola swapping antara memori utama dan disk.
Terdapat 2 manajemen memori yaitu :
1. Manajemen memori statis
- Dengan pemartisian statis, jumlah, lokasi, dan ukuran proses di memori tidak beragam
sepanjang waktu secara tetap
- Memori dibagi menjadi partisi dengan ukuran tetap
- Satu proses hanya memakai satu partisi, Jika proses sudah selesai, partisi tersebut
dapat digunakan proses yang lain
- Dibagi menjadi 2 bagian : Berukuran sama dan berukuran tidak sama.
2. Manajemen memori dinamis
- Dengan pemartisian dinamis, jumlah, lokasi, dan ukuran proses di memori dapat
berseragam sepanjang waktu secara dinamis
- Pada kondisi awal, memori tidak dibagi menjadi partisi-partisi
- Pemartisian dilakukan pada saat image proses akan disalin ke memori utama
- Ukuran partisi yang dialokasikan akan disesuaikan dengan ukuran image proses
- Partisi akan dibebaskan jika program sudah selesai
7.5 Menganalisis sistem file
File System adalah struktur logika yang digunakan untuk mengendalikan akses terhadap
data yang ada pada disk atau media penyimpanan lainnya. File file di sistem operasi akan dikelola
oleh manajemen file.
Manajemen file adalah suatu metode dan struktur data yang dipakai oleh sistem operasi
untuk mengatur serta men-organisir file yang terdapat pada disk atau partisi disk. Manajemen file
(ini dapat diartikan sebagai disk atau partisi yang dipakai untuk menyimpan file-file dalam cara
tertentu.
Manajemen file memiliki manfaat diantaranya yaitu, dapat mengurangi resiko kehilangan
file misalnya seperti terhapusnya file secara tidak sengaja, file tersimpan dimana saja dan tidak
teraturnya letak file serta dapat memudahkan kita dalam pencarian file, dapat menghemat
kapasitas penyimpanan dengan cara melakukan penghapusan file yang tidak terpakai dan
melakukan dengan benar.
7.5 Menyajikan perintah dasar sistem operasi jaringan berbasis linux
Linux identik dengan penggunaan console terminal berbasis CLI (Command Line Interface)
untuk pengoperasiannya, berikut Perintah dasar sistem operasi jaringan berbasis linux.
a. Lspci, Merupakan perintah untuk menampilkan semua informasi tentang PCI didalam system
dan perangkat yang terhubung
b. ifconfig, Perintah ini digunakan untuk melakukan pengaturan network interface
c. ping, perintah ini dapat digunakan untuk melakukan pemeriksaan terhadap jaringan, apakah
jaringan tersebut terhubung atau tidak.
d. Arp, untuk melihat tabel arp yang berisi IP address dan mac address
e. Route, perintah ini digunakan untuk mengatur static routing agar menjelaskan network
melalui interface yang terpilih.
f. Traceroute,Perintah yang digunakan untuk memeriksa jalur paket data mencapai host.
g. Mtr,Perintah yang digunakan untuk memeriksa/mendiagnosa jaringan. mtr melakukan
kombinasi fungsi dari traceroute dan ping.
h. Netstat, Perintah ini dapat memperlihatkan koneksi jaringan, routing table, statistic
interface, koneksi masquerade dan anggota multicast.
i. Nslookup, perintah ini berguna untuk mengetahui ip dari suatu domain, dapat juga
dipergunakan untuk melakukan pengujian kerja dari DNS server yang digunakan. Pengelolaan
Jaringan di sistem operasi linux dapat diKonfigurasi secara basis text.

1. ifconfig -a | grep eth


2. root@ubuntu:~# ifconfig eth0 192.168.60.200 netmask 255.255.255.0

3. root@ubuntu:~# route add default gw 192.168.60.1 eth0

Untuk konfigurasi DNS dapat dilakukan dengan mengubah alamat DNS server pada file
/etc/resolv.conf. sudo nano /etc/resolv.conf lalu tambahkan IP DNS sesuaikan dengan network
masing masing.
nameserver 192.168.60.1
nameserver 8.8.8.8

Untuk melakukan pemeriksaan apakah jaringan terkoneksi gunakan perintah ping ke salah satu
website, gambar dibawah merupakan jaringan yang telah terkoneksi.
7.6 Menganalisis menajemen aplikasi pada sistem operasi jaringan berbasis linux
Sistem operasi pada umumnya digunakan sebagai pondasi untuk proses aplikasi-aplikasi.
Manajemen aplikasi dapat berupa instalasi, penghapusan (uninstalasi), pembaruan (update) dan
peningkatan (upgrade). format paket aplikasi pada distro linux / platform yaitu :
Operating System
Format Tools
Ubuntu / Debian .deb apt ; dpkg

RedHat / Centos .rpm Yum

Fedora .rpm Dnf

Untuk melakukan update paket di sistem operasi berbasis linux dapat menggunakan
perintah :
Operating System
Perintah
Ubuntu / Debian sudo apt-get update

RedHat / Centos yum check-update

Fedora dnf check-update

Gunakan perintah upgrade agar aplikasi di sistem operasi menjadi versi terbaru :
Operating System
Perintah Catatan
Ubuntu / Debian sudo apt-get upgrade Hanya mengupgrade paket
yang terinstall-jika
memungkinkan
Ubuntu / Debian sudo apt-get dist-upgrade Menambah atau menghapus
paket untuk mengikuti
dependencies baru
RedHat / Centos sudo yum update -

Fedora sudo dnf upgrade -

Untuk mencari sebuah paket dapat menggunakan perintah:


Operating System
Perintah
Ubuntu / Debian apt-cache search [text-search]
RedHat / Centos yum search [text-search]

RedHat / Centos yum search all [text-search]

Fedora dnf search [text-search]


Fedora dnf search [text-search]
Untuk instalasi paket aplikasi di filesystem secara offline, dapat dilakukan dengan perintah yaitu :
Operating System
Perintah
Ubuntu / Debian sudo dpkg -i paket.deb ;
sudo apt-get install -y gdebi && sudo gdebi
paket.deb
RedHat / Centos sudo yum install paket.rpm

Fedora sudo dnf install paket.rpm

Untuk meghapus paket aplikasi dapat dilakukan dengan perintah yaitu :


Operating System
Perintah
Ubuntu / Debian sudo apt-get remove [paket] ; sudo apt-get
autoremove
RedHat / Centos sudo yum remove [paket]

Fedora sudo dnf erase [paket]

7.7 Menganalisis menajemen User dan Group pada sistem operasi jaringan
Dalam linux user terbagi menjadi dua bagian, yaitu super user (root) dan user biasa yang
termasuk dalam golongan/group users. User root adalah Super User dalam sebuah sistem linux,
user ini memiliki semua akses ke semua system file dalam linux.
Untuk melihat daftar user bisa dilihat didalam file /etc/passwd, didalam file ini terdapat
beberapa informasi mengenai username, password, user ID, group ID, deskripsi, direktori home,
dan shell yang digunakan user tersebut, yang dipisahkan dengan tanda “:” pada setiap barisnya.
1. Manajemen user
Untuk membuat user di linux kita bisa menggunakan perintah adduser, contoh :
# adduser ani
Untuk modifikasi user dapat menggunakan perintah, contoh :
# usermod bob -a -G mysql
# usermod alice -a -G ftp
Perintah ini memfungsikan user bob ke group mysql dan alice ke group ftp :
- Untuk menghapus user, terdapat 2 perintah yaitu userdel dan deluser.
# userdel -f bob
- file konfigurasi untuk userdel terletak didalam /etc/login.defs, dengan opsi -f perintah
diatas akan menghapus user meskipun user dalam keadaan terkoneksi kedalam sistem.
# deluser bob
- file konfigurasi untuk deluser terletak didalam /etc/deluser.conf , perintah diatas akan
menghapus user tetapi direktori home, mail, dan file lainnya tidak terhapus.
2. Manajemen group
Daftar grup yang terdapat di linux bisa dilihat dalam /etc/group.
- Untuk membuat grup menggunakan perintah addgroup
# addgroup networking
- Untuk menghapus grup menggunakan perintah delgroup
# delgroup networking

7.8 Menganalisis proses booting


Booting merupakan proses untuk menghidupkan komputer sampai sistem operasi
mengambil alih proses. BIOS (Basic Input Output System) adalah suatu kode software yang ditanam
didalam suatu sistem komputer yang memiliki fungsi utama untuk memberi informasi visual pada
saat komputer dinyalakan, memberi akses ke keyboard dan juga memberi akses komunikasi secara
low-level diantara komponen hardware.
Adapun proses kerjanya adalah sebagai berikut:
- BIOS : Basic Input/Output System adalah antar muka level terendah antara komputer dan
peripheral. Bios melakukan pemeriksaan pada memori dan mencari instruksi pada
Master Boot Record (MBR) pada floppy atau hard drive.
- MBR menunjuk ke boot loader (LILO : Linux boot loader)
- LILO akan menanyakan label sistem operasi yang akan mengidentifikasi kernel yang
dijalankan. Kernel akan menjalankan sistem operasi Linux
- Pertama dikerjakan oleh kernel adalah menjalankan program init. Init adalah root/parent
dari semua proses yang dijalankan pada Linux
- Proses awal yang memulai init adalah skrip /etc/rc.d/rc/sysinit
- Berdasarkan run - level yang ditentukan, skrip dieksekusi untuk memulai proses tertentu
untuk menjalankan sistem dan membuat sistem lebih fungsional.
7.9 Menganalisis sistem backup dan recovery
Backup dapat diartikan sebagai proses membuat salinan data sebagai cadangan saat
terjadi kehilangan atau kerusakan data asli. Salinan data yang dibuat disebut dengan data backup.
Manfaat dari proses backup diantaranya, mengembalikan kondisi suatu sistem komputer yang
mengalami kerusakan atau kehilangan data, mengembalikan suatu file yang tanpa sengaja terhapus
atau juga rusak.
Data sistem menjadi dua kelompok yaitu, data sistem primer dan data sistem sekunder.
Data primer merupakan data yang sangat penting dan sistem bergantung kepadanya. Semua inti
dari sistem, baik saat data masih baru maupun data terupdate, serta konfigurasi tambahan yang
diperlukan.
Sistem Linux memiliki kemampuan untuk backup dan recovery sistem, untuk melihat daftar
disk bisa dicari di direktori /dev gunakan perintah :
ls –l /dev | more
Disk dengan nama sdb yang akan dibackup ke dalam file. ke media yang lebih aman dan
terjamin. Gunakan perintah :
dd if=/dev/sdb | gzip > /usr/sdb.bak
Menggunakan dd, dengan input file /dev/sdb dan hasilnya akan diarahkan ke program gzip
untuk melakukan kompresi data dan disimpan di file /user/sdb.bak. Apabila ingin mencoba untuk
melakukan backup langsung ke suatu media, gunakan perintah ini:
dd if=/dev/sdb of=/dev/<media_backup
Proses akan memakan waktu cukup lama tergantung dari jumlah data yang diproses.

H. MENGADMINISTRASI LAYANAN JARINGAN PADA SERVER


8.1 Menganalisis prinsip kerja komunikasi client-server.
Pada model komunikasi komputer terdapat komunikasi client-server, dimana komunikasi ini
terdapat komputer yang berfungsi sebagai server dan terdapat computer ang berfungsi sebagai
client.
a. Server adalah computer yang berfungsi menyediakan layanan.

b. Client adalah computer yang menggunakan layanan.


Proses kerja komunikasi client server dapat dilihat pada gambar berikut :
Dalam komunikasi client-server dibutuhkan port , port merupakan mekanisme yang
mengizinkan sebuah komputer untuk mendukung beberapa sesi koneksi dengan komputer lainnya
dan program di dalam jaringan. Port dapat mengidentifikasikan aplikasi dan layanan yang
menggunakan koneksi di dalam jaringan TCP/IP.
Port dapat dikenali dengan angka 16-Bit (dua byte) yang disebut dengan Port Number
dan diklasifikasikan dengan jenis protokol transport apa yang digunakan, ke dalam Port TCP dan
Port UDP. Karena memiliki angka 16-bit, maka total maksimum jumlah port untuk setiap protokol
transport yang digunakan adalah 65536 buah. Dilihat dari penomorannya, port UDP dan TCP dibagi
menjadi tiga jenis yakni sebagai berikut:
- Well-known Port: yang pada awalnya berkisar antara 0 hingga 255 tapi kemudian
diperlebar untuk mendukung antara 0 hingga 1023. Port number yang termasuk ke dalam
well-known port, selalu merepresentasikan layanan jaringan yang sama, dan ditetapkan
oleh Internet Assigned Number Authority (IANA). Beberapa di antara port-port yang
berada di dalam range Well-known port didefinisikan dalam RFC 1060.
- Registered Port: Merupakan Port-port yang digunakan oleh vendor-vendor komputer atau
jaringan yang berbeda untuk mendukung aplikasi dan sistem operasi yang mereka buat.
- Dynamically Assigned Port: merupakan port-port yang ditetapkan oleh sistem operasi atau
aplikasi yang digunakan untuk melayani request dari pengguna sesuai kebutuhan.
8.2 Menguji konfigurasi remote server (telnet, ssh)
Remote server adalah server yang diakses sebagai bagian dari proses client tanpa
membuka koneksi terpisah, berbeda, ataupun langsung. Remote server dapat dilakukan dengan
menggunakan telnet maupun ssh. Telnet adalah singkatan dari Telecommunication Network
merupakan protocol Client Server yang memfasilitasi akses remote login ke komputer host dalam
sebuah jaringan komputer.
Untuk menginstall Telnet server dapat menggunakan perintah :
sudo apt-get install telnetd
Untuk uji coba remote server dengan telnet dapat menggunakan perintah:
# telnet ip_address

Masukkan username dan password server tersebut.


Selain menggunakan telnet, untuk remote server dapat menggunakan protokol SSH, protokol
Secure Shell (SSH) merupakan sebuah protokol jaringan kriptografi untuk komunikasi data yang
aman, login antarmuka baris perintah, perintah eksekusi jarak jauh, dan layanan jaringan lainnya
antara dua jaringan komputer.
Untuk instalasi ssh gunakan perintah :
Sudo apt-get install openssh-server

Untuk melakukan konfigurasi SSH dapat menggunakan perintah


sudo nano /etc/ssh/sshd_config
didalam konfigurasi ini port ssh dapat diganti agar keamanan lebih terjaga

Setelah selesai tekan cntrl + x , jika ada permintaan save maka pilih yes agar konfigurasi ssh
tersimpan, langkah terakhit restart ssh dengan perintah seperti tertera pada gambar
dibawah ini.

8.3 Menguji konfigurasi DHCP server


DHCP (merupakan kependekan dari Dynamic Host Configuration Protocol) adalah salah
satu protocol pada jaringan komputer yang dapat memberikan atau meminjamkan IP address
terhadap host yang berada dalam satu jaringan secara otomatis. Dalam jaringan, DHCP server adalah
sebuah server yang menjalani fungsi DHCP.
DHCP server merupakanserver yang berfungsi memberi pinjaman IP address ke client yang
ada. Sedangkan client yang mendapat pinjaman IP address dari DHCP server tersebut biasa disebut
DHCP Client.
Untuk konfigurasi DHCP dapat dilakukan dengan menggunakan perintah :
sudo apt-get install dhcp3-server
Lakukan pekonfigurasi pada file "dhcpd.conf" agar berfungsi sebagai server dhcp, dengan
perintah :
# cd /etc/dhcp3
# gedit dhcpd.conf
Edit lah sesuai dengan kebutuhan jaringan yang dibangun.
[...]
# A slightly different configuration for an internal subnet.
subnet 192.168.1.0 netmask 255.255.255.0 {
range 192.168.1.2 192.168.1.254;
option domain-name-servers 8.8.8.8,4.4.4.4;
option domain-name "smk.com";
option routers 192.168.1.1;
option broadcast-address 192.168.1.255;
default-lease-time 600;
max-lease-time 7200; }
[...]
Selanjutnya menentukan interface yang digunakan untuk dhcp-server,dengan perintah :
# gedit /etc/default/dhcp3-server
Tambahkan interfaces="eth1",lalu simpan.
Restart sevice dhcp-server, dengan perintah :
# /etc/init.d/dhcp3-server restart
Untuk pengujian dari client dapat di setting automatic agar ip address yang didapat sesuai
dengan yang di berikan dhcp-server.
8.4 Menguji konfigurasi DNS server
DNS adalah singkatan dari Domain Name Server, yaitu sebuah sistem yang menyimpan
semua informasi data dari domain atau hostname dalam sebuah jaringan. tanpa adanya DNS, maka
domain tidak bisa mentranslate atau menerjemahkan domain ke alamat IP. DNS Server merupakan
server yang menyimpan DNS tersebut. Cara kerja DNS server sebagai berikut :

- Komputer akan request alamat ip website ke server DNS local

- Server DNS lokal akan melihat ke dalam database dan cache nya

- Jika cache ditemukan maka server DNS akan langsung memberikan ip ke aplikasi
browser.

- Setelah mendapatkan alamat IP, DNS Server lokal akan menyimpannya sebagai cache
sehingga jika ingin akses ke alamat yang sama maka DNS server tidak perlu menghubungi
DNS server lainnya.
- Alamat IP di berikan ke browser sehingga browser dapat membuka website yang di
publikasikan di IP tujuan.
Konfigurasi DNS Server dapat dilakukan dengan perintah :
# apt-get install bind9
Untuk Konfigurasi DNS dapat dilakukan dengan perintah:
# gedit /etc/bind/named.conf
Edit file named.conf , pada contoh ini menggunakan IP 192.168.1.100 dengan domain
universitas.com
Membuat konfigurasi domain : db.universitas pada directory /etc/bind, sebelum membuatnya
diharuskan mengcopy file db.local menjadi db.universitas, dengan cara :
# cp /etc/bind/db.local /etc/bind/db.universitas
Selanjutnya edit file db.universitas, dengan cara :
# nano /etc/bind/db.universitas
mengedit konfigurasi DNS pada resolv.conf , ketik :
# gedit /etc/resolv.conf
lalu ganti DNS nameservernya menjadi IP anda :
nameserver 192.168.1.100
restart DNS server, ketik :
# /etc/init.d/bind9 restart
Uji coba bisa dilakukan dengan web browser

Pemeriksaan dns juga dapat dilakukan dengan perintah


# nslookup universitas.com

8.5 Menguji konfigurasi Web / HTTP Server


Web server adalah merupakan perangkat lunak (software) dalam server yang berfungsi untuk
menerima permintaan (request) berupa halaman web melalui protokol HTTP atau HTTPS dari client
yang lebih dikenal dengan nama browser, kemudian mengirimkan kembali (respon) hasil permintaan
tersebut ke dalam bentuk halaman-halaman web yang pada umumnya berbentuk dokumen HTML.
Beberapa contoh web server yang paling banyak digunakan diantaranya adalah :
- Apache
- Apache Tomcat
- Microsoft Internet Information Services (IIS)
- Nginx
- Lighttpd

Fitur-fitur standar web server adalah :


- HTTP
- Logging
- Virtual Hosting
- Pengaturan Bandwidth
- Otektifikasi
- Kompresi Konten
- HTTPS
HTTP (Hypertext Transfer Protocol) adalah protokol yang digunakan oleh web server dan
web browser untuk dapat berkomunikasi antara satu sama lain. Sedangkan HTTPS (Hypertext
Transfer Protocol Secure) merupakan versi aman (secure) dari HTTP. Protokol HTTP menggunakan
port 80 dan protokol HTTPS menggunakan port 443. Untuk mengenal dan membedakan keduanya,
anda bisa lihat pada saat anda mengakses suatu halaman website apakah berwalan http:// atau https://.
Cara kerja Web server pada dasarnya hanya ada 2 (dua), yaitu:
Penjelasan gambar :
- client (user) akan meminta suatu halaman ke (web) server untuk ditampilkan di komputer
client.
- Webserver mendapat permintaan halaman utama google dari client, server akan mencari
di komputernya halaman sesuai permintaan.
Konfigurasi Web/HTTP Server :
- Install Apache
ubuntu@linux:~$ sudo su
ubuntu@linux:~$ sudo apt-get install apache2
- Instal database server (berfungsi sebagai penyedia layanan pengelolaan basis data dan
melayani komputer atau aplikasi basis data yang menggunkan model client-server).
ubuntu@linux:~$ sudo apt-get install mysql-server
- Install PHP (bahasa pemrograman script, web yang bekerja disisi server)
ubuntu@linux:~$ sudo apt-get install php5
- Instal Mysql untuk apache
ubuntu@linux:~$ sudo apt-get install libapache-mod-acct-mysql
ubuntu@linux:~$ sudo apt-get install php5-mysql
- Instalasi phpmyadmin
ubuntu@linux ~$ sudo apt-get install phpmyadmin

8.6 Menguji konfigurasi securing Web / HTTP Server


Hypertext Transfer Protocol Secure (HTTPS) memiliki pengertian yang sama dengan HTTP
hanya saja HTTPS memiliki kelebihan fungsi di bidang keamanan (secure). HTTPS menggunakan
Secure Socket Layer (SSL) atau Transport Layer Security (TLS) sebagai sublayer dibawah HTTP aplikasi
layer yang biasa. Pada umumnya port yang digunakan HTTPS adalah port 443. Tingkat keamanan
tergantung pada ketepatan dalam mengimplementasikan pada browser web dan perangkat lunak
server dan didukung oleh algoritma penyandian yang aktual. Oleh karena itu, pada halaman web
digunakan HTTPS, dan URL yang digunakan dimulai dengan ‘https://’.
Administrator akan membuat sertifikat kunci publik untuk server web. Sertifikat ini dapat
dibuat untuk server berbasis Linux dengan aplikasi seperti Open SSL yang ssl atau gensslcert SuSE.
Web browser pada umumnya didistribusikan dengan penandatanganan sertifikat otoritas sertifikat
utama, sehingga mereka dapat memverifikasi sertifikat yang ditandatangani oleh mereka.
Bila menggunakan koneksi https, server akan merespon koneksi awal dengan menawarkan
daftar metode enkripsi mendukung. Sertifikat Kebanyakan diverifikasi oleh pihak ketiga sehingga
klien yakin bahwa kuncinya adalah aman.
Ada perbedaan diantara sertifikat yang gratis, dan yang berbayar sekaligus verified.
Perbedaan ini sangat jelas ketika kita pertama kali membuka url tersebut di browser kita. Untuk
yang gratis buatan kita sendiri, akan tampil seperti ini :

Untuk yang berbayar dan verified akan tampil seperti ini :

8.7 Menguji konfigurasi FTP Server


FTP merupakan protokol standar dengan STD 9, dijelaskan pada RFC 959 – File Transfer
Protocol (FTP) dan diupdate dengan RFC 2228 – FTP security extension. FTP dapat melakukan
duplikat file secara dua arah dari komputer yang satu ke komputer lainnya atau sebaliknya.
FTP menggunakan koneksi berbasis connection-oriented, sehingga dari kedua sisi harus
memiliki koneksi TCP/IP. FTP menggunakan TCP sebagai protokol transport. FTP server menerima
koneksi pada port 21 dan 20. FTP server menggunakan dua port yang berbeda, satu digunakan
untuk login dan memasukan perintah. Port lainnya digunakan untuk transfer File. Pada kedua sisi
jaringan, aplikasi FTP dilengkapi dengan protocol interpreter (PI), data transfer protocol (DTP), dan
tampilan antar muka. Untuk melakukan transfer file PI memberikan perintah pada DTP untuk
mengirimkan file.
1. Konfigurasi FTP server
Ubuntu menggunakan vsftpd ( Very Secure ftpd ) untuk keperluan FTP server. Untuk melihat
apakah paket tersebut benar-benar telah terinstalasi ceklah dengan perintah :
- Installasi vsftp
# apt-get install vsftpd
- Untuk mengontrol vsftpd, cukup gunakan perintah sebagai berikut :
# /etc/init.d/vsftpd start
# /etc/init.d/ vsftpd stop
# /etc/init.d/vsftpd restart
vsftpd berisi beberapa buah file yang diantaranya bernama vsftpd.

8.8 Menguji konfigurasi securing FTP Server


FTP sebenarnya cara yang tidak aman dalam mentransfer suatu file karena file dikirimkan
tanpa di-enkripsi terlebih dahulu tetapi melalui clear text. Mode text yang dipakai untuk transfer
data adalah format ASCII atau format binary. Karena pengirimannya tanpa enkripsi, username,
password, data yang di transfer, maupun perintah yang dikirim dapat di sniffing oleh orang dengan
menggunakan protocol analyzer (sniffer).
Konfigurasi Securing FTP :
- Installasi Openssh
ubuntu@linux:~$ sudo apt-get install openssh-server
- Buat group baru ftpaccess untuk user FTP
ubuntu@linux:~$ sudo groupadd ftpaccess
- Konfigurasi /etc/ssh/sshd_config
- Restart sshd service
ubuntu@linux:~$ sudo service ssh restart
langkah untuk membuat users yang akan akses sftp :
- Buat user smk dengan group ftpaccess dan
ubuntu@linux:~$ sudo useradd -m smk -g ftpaccess -s /usr/sbin/nologin
ubuntu@linux:~$ sudo passwd smk
- Ganti kepemilikan dari home direktori
ubuntu@linux:~$ sudo chown root /home/smk
- Buat folder di dalam direktori home untuk mengganti kepemilikan dari folder tersebut :
ubuntu@linux:~$ sudo mkdir /home/smk/www
ubuntu@linux:~$ sudo chown john:ftpaccess /home/smk/www

8.9 Menguji konfigurasi Mail Server


Mail Server atau E-Mail Server adalah perangkat lunak program yang mendistribusikan file
atau informasi sebagai respons atas permintaan yang dikirim via email, mail server juga digunakan
pada bitnet untuk menyediakan layanan serupa ftp. Selain itu mail server juga dapat dikatakan
sebagai aplikasi yang digunakan untuk penginstalan email.
Protokol yang umum digunakan di mail server antara lain protokol SMTP, POP3 dan IMAP.
- SMTP (Simple Mail Transfer Protocol) digunakan sebagai standar untuk menampung dan
mendistribusikan email.
- POP3 (Post Office Protocol v3) dan IMAP (Internet Mail Application Protocol) digunakan agar
user dapat mengambil dan membaca email secara remote yaitu menghubungi port tertentu
dengan mail client yang mengimplementasikan protocol POP3 dan IMAP.
Pada mail server terdapat 2 server yang berbeda yaitu :
1. Outgoing Server (Sending email) : Protocol server yang menangani adalah SMTP (Simple
Mail Transfer Protocol) pada port 25.
2. Incoming Server (Receiving email) : Protocol server yang menangani adalah POP3 (Post
Office Protocol) pada port 110 atau IMAP (Internet Message Access Protocol) pada port 143.
Cara Kerja Mail Server :
Saat e-mail dikirim, maka e-mail tersebut disimpan pada mail server menjadi satu file
berdasarkan tujuan e-mail. File ini berisi informasi sumber dan tujuan, serta dilengkapi tanggal dan
waktu pengiriman. Pada saat user membaca e-mail berarti user telah mengakses server e-mail dan
membaca file yang tersimpan dalam server yang di tampilkan melalui browser user.
Konfigurasi Mail Server :
a. Install postfix dengan perintah :
Sudo apt-get install postfix
b. Konfigurasi postfix
Pilihan konfigurasi yang disediakan akan berhubungan dengan kapabilitas server email yang
akan dibuat, pilih lah internet site

c. Selanjutnya isikan nama domain


d. Proses instalasi postfix sudah selesai

8.10 Menguji konfigurasi Web Mail Server


Webmail server merupakan sarana yang memungkinkan user dapat mengakses e-mail
melalui webdalam kata lain web mail server adalah interfaces dengan kata lain sebuah e-mail yang
berada di dalam web sehingga jika membuka e-mail tersebut kita harus membuka web terlebih
dahulu dengan koneksi internet dan ini berbasis web.
WebMail cocok digunakan untuk :
- E-mail account yang harus diakses bersama – sama beberapa orang, misalkan memiliki alamat
e-mail kontak utama perusahaan dengan alamat info@perusahaan.com dan terdapat
beberapa orang yang bertugas menjawab e-mail masuk.
- Tidak selalu menggunakan satu komputer yang sama untuk mengakses e-mail atau sering
bepergian tanpa membawa laptop atau komputer pribadi, Bisa jadi di kantor menggunakan
komputer kantor dan di rumah menggunakan komputer milik sendiri.
Konfigurasi web mail
Untuk menampilkan dan mengakses mail server melalui web (browser) maka digunakan squiielmail.
Dengan akses melalui web, tentu akan mempermudah dalam mengirim, menerima dan mengecek
email.Konfigurasi Web Mail adalah :
- Install squirrelmail, silahkan gunakan perintah :
sudo apt-get install squirrelmail
- Selanjutnya buat squirrelmail untuk mengakses melalui Web, dengan Mengetik :
sudo cp /etc/squirrelmail/apache.conf /etc/apache2/sites-available/squirrelmail.conf
sudo a2ensite squirrelmail
- Restart apache dengan command :
sudo service apache2 restart
Proses instalasi squirrelmail sudah selesai dan dapat di akses melalui domainanda.com/squirrelmail
atau IP/squirrelmail.
8.11 Menguji konfigurasi NTP server
Network Time Protocol (NTP) adalah protokol yang berfungsi untuk men-sinkronkan sistem
waktu (clock) pada komputer terhadap sumber yang akurat, melalui jaringan intranet atau internet.
Sedangkan NTP Server adalah sebuah server yang mensinkronkan waktunya terhadap sumber
waktu akurat dan mentransmisikan paket informasi waktu kepada komputer client.
NTP bekerja dengan menggunakan algoritma Marzullo dengan menggunakan referensi skala
waktu UTC. Sebuah jaringan NTP biasanya untuk mendapatkan perhitungan waktu maka
komputer ini disebut juga stratum 1 dan untuk mendistribusikan perhitungan waktu akurat
komputer ini disebut juga stratum 2 sedang untuk dapat menyinkronkan jaringan lain komputer
ini disebut juga stratum 3 dan seterusnya. Langkah- langkah menguji konfigurasi NTP Server
yaitu : dengan mengetik
1. Apt-get install ntpdate ntp
2. Nano /etc/ntp.conf
3. Simpan, kemudian jalankan perintah berikut untuk menghentikan service ntp server yaitu
Service ntp stop
4. Lakukan sinkronisasi waktu ke internet (id.pool.ntp.org)
Ntpdate ip.pool.ntp.org
5. Jalankan service ntp server
Service ntp start
6. Untuk mengecek server yang tersinkronisasi dengan ntp server dengan perintah :
Ntpq –p
7. Untuk mengecek diclient, silahkan ke Change date and time settings>Internet
Time>Changes Setting>Masukkan ip address server anda> kemudian update.
8.12 Menguji konfigurasi samba server
Samba Server merupakan sebuah protokol yang dikembangkan di Sistem Operasi Linux
untuk melayani permintaan pertukaran data antara mesin Ms. Windows dan pengoprasian linux
untuk melayani pemakaian data secara bersama-sama.
Fungsi dari Samba Server yaitu :
1. Menghubungkan antara mesin Linux (UNIX) dengan mesin Windows. Sebagai perangkat
lunak cukup banyak fungsi yang dapat dilakukan oleh samba software, mulai dari
menjembatani sharing file, sharing device, PDC, firewall, DNS, DHCP, FTP, webserver,
sebagai gateway, mail server, proxy dan lain-lain. Fasilitas remote seperti telnet dan ssh juga
tersedia.
2. Samba PDC (Primary Domain Controller) bertujuan sebagai komputer yang akan melakukan
validasi user kepada setiap client yang akan bergabung dalam satu domain tertentu, dengan
kata lain hanya user yang terdaftar yang diijinkan masuk ke domain tersebut dan mengakses
semua fasilitas domain yang disediakan.
3. Dapat berfungsi sebagai domain controller pada jaringan Microsoft Windows.

Keunggulan SAMBA :
- Gratis atau free
- Tersedia untuk berbagai macam platform
- Mudah dikonfigurasi oleh administrator
- Sudah terhubung langsung dengan jaringan
- Mudah dikonfigurasi sesuai dengan kebutuhan administrator
- Mempunyai performa yang maksimal.
Installasi dan konfigurasi samba server :
 Untuk installasi samba dapat menggunakan perintah :
sudo apt-get install samba
 Buka file konfigurasi samba dengan perintah :
sudo gedit /etc/samba/smb.conf
 Lakukan konfigurasi dibagian baris global settings pada file smb.conf.
[global]
 workgroup = WORKGROUP server string = %h server (samba, Ubuntu)
netbios name = srvr1
 security = user
map to guest = bad user
 name resolve order = bcast host
dns proxy = no
 Membuat sharing folder, buat folder yang ingin dishare, misal nama folder tersebut smk,
dengan perintah :
Sudo mkdir /share/smk
 Atur permission folder tersebut agar dapat diakses oleh user yang ditentukan
Sudo chmod 777 /share/smk
Sudo chown umum:umum /share/smk
 Setelah folder, izin dan kepemilikan dibuat maka sekrang haru didefinisikan dalam file
konfigurasi samba dengan menambahkan baris-baris berikut pada file smb.conf
[folder_umum]
path = /share/smk
browsable = yes
writable = yes
guest ok = yes
read only = no
 Simpan dan keluar , setelah itu restart service samba dengan perintah :
sudo service smbd restart.
I. MEMBANGUN JARINGAN NIRKABEL BERDASARKAN TOPOLOGI
JARINGAN YANG DIGUNAKAN
9.1 Menganalisis Gelombang Radio sebagai Media Penyalur Data
Gelombang radio digunakan terutama dalam bidang telekomunikasi. seperti handphone,
televisi, dan radio. Deng prinsip kerjanya Gelombang radio dihasilkan oleh elektron pada kawat
penghantar yang menimbulkan arus bolak-balik pada kawat. Kenyataannya arus bolak-balik yang
terdapat pada kawat ini, dihasilkan oleh gelombang elektromagnetik kemudian dipancarkan dari
antena pemancar (transmitter) dan diterimaoleh antena penerima (receiver).
Keuntungan menggunakan gelombang radio:
1. Dapat mengimplementasikan (deployment) lebih mudah cepat
2. Bersifat lebih ekonomis
3. Dapat menjangkau lokasi yang jauh

Kerugian menggunakan radio:


1. Rentan terhadap interferensi dari frekuensi lain yang dapat mengganggu komunikasi.
2. Faktor cuaca mempengaruhi sifat perambatan gelombang radio
Jaringan Wireless ataupun jaringan tanpa kabel (nirkabel) yang artinya proses penyampaian
data dilakukan melalui udara dengan memanfaatkan gelombang elektromagnetik. Karena
menggunakan gelombang radio sebagai media transmisi datanya, maka komponen wireless yang
akan digunakan harus memiliki standart frekuensi yang sama.
Standarisasi Jaringan Wireless didefinisikan oleh IEEE (institute of Electrical and Electronics
Engineers) yang melakukan diskusi, riset dan pengembangan terhadap perangkat jaringan,
Standarisasi tersebut adalah :
a. IEEE 802.11 Legacy yaitu standart jaringan wireless pertama yang bekerja pada frekuensi
2,4 GHz dengan kecepatan transfer data maksimum 2 Mbps.
b. IEEE 802.11b yaitu standart jaringan wireless yang masih menggunakan frekuensi 2,4
GHz dengan kecepatan trasfer datanya mencapai 11 Mbps dan jangkau sinyal sampai
dengan 30 m.
c. IEEE 802.11a yaitu standart jaringan wireless yang bekerja pada frekuensi 5 GHz dengan
kecepatan transfer datanya mencapai 58 Mbps.
d. IEEE 802.11g yaitu standart jaringan wireless yang merupakan gabungan dari standart
802.11b yang menggunakan frekuensi 2,4 GHz namun kecepatan transfer datanya bisa
mencapai 54 Mbps.
e. IEEE 802.11n yaitu standart jaringan wireless masa depan yang bekerja pada frekuensi
2,4 Ghz dan dikabarkan kecepatan transfer datanya mencapai 100-200 Mbps.
9.2 Membedakan Jenis-Jenis Teknologi Jaringan Nirkabel
Teknologi jaringan wireless (nirkabel) merupakan transfer informasi antara dua atau lebih
titik yang tidak terhubung secara fisik yang berbeda-beda dari kecepatan, range (jarak). Jaringan
nirkabel menghubungkan antar satu sistem komputer dengan sistem (alat) yang lain dengan
menggunakan beberapa macam media transmisi tanpa kabel, seperti: gelombang radio, gelombang
mikro, maupun cahaya infra merah. Kelebihan dari jaringan adalah lebih mudah dalam proses
instalasi, area kerja yang luas, serta kebebasan dalam beraktivitas. Sedangkan Kekurangannya
adalah lebih mahal, delay besar,dan tata keamanan tidak terjaga.
Jenis- jenis dari jaringan nirkabel yaitu sebagai berikut :
1. Wireless Wide Area Network ( WWAN) merupakan jenis jaringan nirkabel yang mencakup
daerah yang luas seperti kota atau negara.
2. WMAN (Wireless Metropolitan Area Networks) merupakan jaringan wireless network yang
menghubungkan beberapa jaringan WLAN. Contoh teknologi WMAN adalah WiMAX.
3. Wireless Local Area Network (WLAN) merupakan teknologi nirkabel yang mencakup satu
area yang sifatnya local, seperti dalam satu gedung(local).
4. Wireless Personal Area Nework (WPAN) merupakan teknologi jaringan nierkabel hanya
dapat menjangkau area yang dekat. Contohnya Bluetooth dan infrared.

9.3 Menganalisis Karakteristik Perangkat Jaringan Nirkabel


Karakteristik perangkat jaringan nirkabel adalah tingkah laku dari sebuah perangkat jaringan
nirkabel seperti spesifikasi perangkat tersebut. karakteristik dari beberapa perangkat jaringan
nirkabel yaitu :
1. Inframerah menggunakan gelombang cahaya yang memiliki frekuensi yang lebih rendah daripada
yang diterima oleh mata manusia.
2. Bluetooth Bluetooth merupakan teknologi yang memungkinkan dua perangkat saling terhubung
tanpa menggunakan kabel dan saluran yang tidak terlihat.
3. Wifi merupakan salah satu jaringan nirkabel . Perlengkapan yang digunakan dalam penggunakan
media komunikasi wifi :
a. Access point
b. Ad-Hoc
9.4 Menginstalasi Perangkat Jaringan Nirkabel