Anda di halaman 1dari 10

Sampaikan Walau Satu Ayat

DIPERSILAHKAN JIKA INGIN MENGCOPY DAN MENYEBARLUASKAN ARTIKEL PADA BLOG INI.

1 ONS BUKAN 100 GRAM tetapi 28,35 gram

PENDIDIKAN YANG MENJADI BOOMERANG

Seorang teman saya yang bekerja pada sebuah perusahaan asing, di PHK akhir tahun lalu.
Penyebabnya adalah kesalahan menerapkan dosis pengolahan limbah, yang telah
berlangsung bertahun-tahun. Kesalahan ini terkuak ketika seorang pakar limbah dari suatu
negara Eropa mengawasi secara langsung proses pengolahan limbah yang selama itu
dianggap selalu gagal. Pasalnya adalah, takaran timbang yang dipakai dalam buku
petunjuknya menggunakan satuan pound dan ounce.

Kesalahan fatal muncul karena yang bersangkutan mengartikan 1 pound = 0,5 kg. dan 1
ounce (ons) = 100 gram, sesuai pelajaran yang ia terima dari sekolah. Sebelum PHK
dijatuhkan, teman saya diberi tenggang waktu 7 hari untuk membela diri dgn. cara
menunjukkan acuan ilmiah yang menyatakan 1 ounce (ons) = 100 g.  Usaha maksimum yang
dilakukan hanya bisa menunjukkan Kamus Besar Bahasa Indonesia yang mengartikan ons
(bukan ditulis ounce) adalah satuan berat senilai 1/10 kilogram. Acuan lain termasuk tabel-
tabel konversi yang berlaku sah atau dikenal secara internasional tidak bisa ditemukan.

SALAH KAPRAH YANG TURUN-TEMURUN

Prihatin dan penasaran atas kasus diatas, saya mencoba menanyakan hal ini kepada
lembaga yang paling berwenang atas sistem takar-timbang dan ukur di Indonesia, yaitu
Direktorat Metrologi. Ternyata pihak Dir. Metrologi-pun telah lama melarang pemakaian
satuan ons untuk ekivalen 100 gram. Mereka justru mengharuskan pemakaian satuan yang
termasuk dalam Sistem Internasional (metrik) yang diberlakukan resmi di Indonesia. Untuk
ukuran berat, satuannya adalah gram dan kelipatannya. Satuan Ons bukanlah bagian dari
sistem metrik ini dan untuk menghilangkan kebiasaan memakai satuan ons ini, Direktorat
Metrologi sejak lama telah memusnahkan semua anak timbangan (bandul atau timbal) yang
bertulisan “ons” dan “pound”.

Lepas dari adanya kebiasaan kita mengatakan 1 ons = 100 gram dan 1 pound = 500 gram,
ternyata tidak pernah ada acuan sistem takar-timbang legal atau pengakuan internasional
atas satuan ons yang nilainya setara dengan 100 gram. Dan dalam sistem timbangan legal
yang diakui dunia internasional, tidak pernah dikenal adanya satuan ONS khusus Indonesia.
Jadi, hal ini adalah suatu kesalahan yang diwariskan turun-temurun. Sampai kapan mau
dipertahankan?

 
BAGAIMANA KESALAHAN DIAJARKAN SECARA RESMI?

Saya sendiri pernah menerima pengajaran salah ini ketika masih di bangku sekolah dasar.
Namun, ketika saya memasuki dunia kerja nyata, kebiasaan salah yang nyata-nyata
diajarkan itu harus dibuang jauh karena akan menyesatkan.

Beberapa sekolah telah saya datangi untuk melihat sejauh mana penyadaran akan
penggunaan sistem takar-timbang yang benar dan sah dikemas dalam materi pelajaran
secara benar, dan bagaimana para murid (anak-anak kita) menerapkan dalam hidup sehari-
hari. Sungguh memprihatinkan. Semua sekolah mengajarkan bahwa 1 ons = 100 gram dan 1
pound = 500 gram, dan anak-anak kita pun menggunakannya dalam kegiatan sehari-hari.
“Racun” ini sudah tertanam didalam otak anak kita sejak usia dini.

Dari para guru, saya mendapatkan penjelasan bahwa semua buku pegangan yang
diwajibkan atau disarankan oleh Departemen Pendidikan Indonesia mengajarkan seperti itu.
Karena itu, tidaklah mungkin bagi para guru untuk melakukan koreksi selama Dep.
Pendidikan belum merubah atau memberikan petunjuk resmi.

TANGGUNG JAWAB SIAPA?

Maka, bila terjadi kasus-kasus serupa diatas, Departemen Pendidikan kita jangan lepas
tangan. Tunjukkanlah kepada masyarakat kita terutama kepada para guru yang
mengajarkan kesalahan ini, salah satu alasannya agar tidak menjadi beban psikologis bagi
mereka: acuan sistem timbang legal yang mana yang pernah diakui / diberlakukan secara
internasional, yang menyatakan bahwa: 1 ons adalah 100 gram, 1 pound adalah 500 gram?

Kalau Dep. Pendidikan tidak bisa menunjukkan acuannya, mengapa hal ini diajarkan secara
resmi di sekolah sampai sekarang? Pernahkan Dep. Pendidikan menelusuri, dinegara mana
saja selain Indonesia berlaku konversi 1 ons = 100 gram dan 1 pound = 500 gram? Patut
dipertanyakan pula, bagaimana tanggung jawab para penerbit buku pegangan sekolah yang
melestarikan kesalahan ini?

Kalau Dep. Pendidikan mau mempertahankan satuan ons yang keliru ini, sementara
pemerintah sendiri melalui Direktorat Metrologi melarang pemakaian satuan “ons” dalam
transaksi legal, maka konsekuensinya ialah harus dibuat sistem baru timbangan Indonesia
(versi Depdiknas). Sistem baru inipun harus diakui lebih dulu oleh dunia internasional
sebelum diajarkan kepada anak-anak.  Perlukah adanya sistem timbangan Indonesia yang
konversinya adalah 1 ons (Depdiknas) = 100 gram dan 1 pound (Depdiknas) = 500 gram?
Bagaimana “Ons dan Pound (Depdiknas)” ini dimasukkan dalam sistem metrik yang sudah
baku di seluruh dunia? Siapa yang mau pakai?

HENTIKAN SEGERA KESALAHAN INI

Contoh kasus diatas hanyalah satu diantara sekian banyak problema yang merupakan akibat
atau korban kesalahan pendidikan. Saya yakin masih banyak kasus-kasus senada yang
terjadi, tetapi tidak kita dengar. Salah satu contoh kecil ialah, banyak sekali ibu-ibu yang
mempraktekkan resep kue dari buku luar negeri tidak berhasil tanpa diketahui dimana
kesalahannya.
Karena ini kesalahan pendidikan, masalah ini sebenarnya merupakan masalah nasional
pendidikan kita yang mau tidak mau harus segera dihentikan.

Departemen Pendidikan tidak perlu malu dan basa-basi diplomatis mengenai hal ini. Mari
kita pikirkan dampaknya bagi masa depan anak-anak Indonesia. Berikan teladan kepada
bangsa ini untuk tidak malu memperbaiki kesalahan.

Sekalipun hanya untuk pelajaran di sekolah, dalam hal Takar-Timbang- Ukur, Dep.
Pendidikan tidak memiliki supremasi sedikitpun terhadap Direktorat Metrologi sebagai
lembaga yang paling berwenang di Indonesia. Mari kita ikuti satu acuan saja, yaitu
Direktorat Metrologi.

Era Globalisasi tidak mungkin kita hindari, dan karena itu anak-anak kita harus dipersiapkan
dengan benar. Benar dalam arti landasannya, prosesnya, materinya maupun arah
pendidikannya. Mengejar ketertinggalan dalam hal kualitas SDM negara tetangga saja sudah
merupakan upaya yang sangat berat. Janganlah malah diperberat dengan pelajaran sampah
yang justru bakal menyesatkan. Didiklah anak-anak kita untuk mengenal dan mengikuti
aturan dan standar yang berlaku SAH dan DIAKUI secara internasional, bukan hanya yang
rekayasa lokal saja. Jangan ada lagi korban akibat pendidikan yang salah. Kita lihat yang
nyata saja, berapa banyak TKI diluar negeri yang berarti harus mengikuti acuan yang berlaku
secara internasional.

Anak-anak kita memiliki HAK untuk mendapatkan pendidikan yang benar sebagai upaya
mempersiapkan diri menyongsong masa depannya yang akan penuh dengan tantangan
berat.

ACUAN MANA YANG BENAR?

Banyak sekali literatur, khususnya yang dipakai dalam dunia tehnik, dan juga ensiklopedi
ternama seperti Britannica, Oxford, dll. (maaf, ini bukan promosi) menyajikan tabel-tabel
konversi yang tidak perlu diragukan lagi.

Selain pada buku literatur, tabel-tabel konversi semacam itu dapat dijumpai dengan mudah
di-dalam buku harian / diary/agenda yang biasanya diberikan oleh toko atau produsen suatu
produk sebagai sarana promosi.

Salah satu konversi untuk satuan berat yang umum dipakai SAH secara internasional adalah
sistem avoirdupois / avdp. (baca : averdupoiz).

1 ounce/ons/onza = 28,35  gram   (bukan 100 g.)

1 pound =  453    gram    (bukan 500 g.)

1 pound = 16    ounce     (bukan 5 ons)

Bayangkan saja, bagaimana jadinya kalau seorang apoteker meracik resep obat yang
seharusnya hanya diberi 28 gram, namun diberi 100 gram. Apakah kesalahan semacam ini
bisa di kategorikan sebagai malapraktek? Pelajarannya memang begitu, kalau murid tidak
mengerti, dihukum! Jadi, kalau malapraktik, logikanya adalah tanggung jawab yang
mengajarkan.

(Ini hanya gambaran / ilustrasi salah satu akibat yang bisa ditimbulkan, bukan kejadian
sebenarnya, tetapi dalam bidang lain banyak sekali terjadi)
o

Aidil Adhar 2:22 am pada 2 Juni 2009 Permalink

Rate This

marilah dibenahi kesalhan-kesalahan dalam penggunaan SI (sistem


internasional),bukan itu saja penggunaan bahsa yang baku pun masyrakat masih
bingung,ayolah pemerintah jangan tak peduli, jangan jadikan bangsa ini bangsa yang
tidak konsisten,jangan sibuk mengurusi jabatan saja, contohnya penggunaan pertama
kali atau kali pertama..

eko andrianto 5:01 pm pada 28 November 2009 Permalink

 Rate This

BUSET !!!

Ternyata selama ini kita sekolah bukan tambah pintar tapi tambah BODOH!!! Gila
bener!!!

probodj 4:57 pm pada 3 Februari 2010 Permalink

Rate This

Untuk masalah ini, silakan baca juga ulasan dari otoritas metrologi ilmiah di
Indonesia: http://bit.ly/aCJ2fD

yans 11:29 am pada 30 Juli 2010 Permalink

Rate This

baru baca sekarang,, nice info ^^

Azura 4:29 pm pada 16 September 2010 Permalink

Rate This

baru tau niiih… thanks iaaa inphooo nya :DD nice ^_^
o

Yusuf 3:28 pm pada 12 Oktober 2010 Permalink

 Rate This

wahhhhhhhhhhhh ternyata ini dia alasan nya padahal td sya di salahin sma dosen
karna menulis 1 ons = 28,35 gram hmhmhmhmhmhmh thenks for infonya

arief 5:21 pm pada 6 November 2010 Permalink

 Rate This

1 Ons (memang) 100 Gram:


http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?ID=6649

itx 7:47 pm pada 2 Maret 2011 Permalink

Rate This

janganlah menyalahkan, karena memang 1 ons itu 100 gram. satuan ini bikinan
Belanda untuk mengadopsi nilai metrik.
nilanya memang berbeda dengan ounce. jika panduannya British ya jelaslah yg keluar
nilai 28,35gr bukanlah 100gr yg merupakan standar Belanda

silvia 10:16 pm pada 13 Agustus 2011 Permalink

Rate This

barusan diminta tolong cariin satu ons itu berapa gram, tanpa googling dulu langsung
saya jawab 100 gram lah…
coba cek dulu di internet kata beliau
ternyata, saya langsung kaget, bahwa 1 ons = 28,35 gram…..wah keren
nice info..

Ayu 7:12 pm pada 8 September 2011 Permalink

Rate This

1 ons = 100 gram bukan 28,35….!!!!!!!!


1 ons itu = 10 Hektagram, alias 100 gram..
lah masa tiba2 sekarang berubah… hayoooo salah siapa coba ini??? apalagi
perhitungan di pasar ato di supermarket.. semua masih menggunakan 1 ons= 100
gram … bukan 1 ons = 28,35 gram kan ??
terus salah siapa?? salah gw?? salah temen2 gw..?? wakakakakak
mungkin ada baiknya.. sang presiden sendiri yang turun tangan.. untuk meluruskan
masalah ini.. yang sepertinya sudah mendarah daging di hampir semua pikiran orang
Indonesia…
yaaah… abis klo kita yang benerin… nanti dibilang sok tahu… dan klo kita cerita
dengan perhitungan matematis… apa iyah pada ngerti .. hehe suseeh suseeeeh

riki 1:59 am pada 13 November 2011 Permalink

Rate This

1 ons = 100 gram, 1 ounce= 28.35 gram, gampangkan, gitu aja kok repot….

zugenk 1:39 pm pada 27 November 2011 Permalink

Rate This

untung di resep dokter nulisnya mgr ‘n gram, jd apoteker gk bingung 1 ons tuh berapa
gram hehe :D

zal 8:36 am pada 6 Desember 2011 Permalink

Rate This

makash banget infonya……baru tahu juga.

hawa 7:22 pm pada 5 Januari 2012 Permalink

Rate This

lha kalo gitu 1 ons berapa ounce? ^_^!

Pabrik Tas Seouvenir Bandung 3:39 pm pada 2 Maret 2012 Permalink


Rate This

Wah koq gitu sih? Saya juga dulu diajarkan 1 ons = 100 gr. dan di pasar pun masih
menganut seperti itu. wah parah nih memang.

Bashir 6:55 pm pada 9 Maret 2012 Permalink

Rate This

ga penting itu salah atau benar.. !!


krn itu hanya sebuah sign untuk mempermudah saja..

klo di luar kita jalan harus di sebelah kanan..


tp klo di indo diajarkan sejak dr TK berjalan harus di sebelah kiri.. Mau
dirubah???????

klo di indo ya pake saja 10ns = 100 gram.. gtu aja kok repot..
Jangan memberontak suatu hal yg ga penting dan g perlu diributkan kayak gni..
Masing2 negara punya ciri khas.. apalagi cma masalah tanda.. Peliss deh..!!

Putri 10:59 am pada 22 Mei 2012 Permalink

Rate This

1 oz = 1 ounce = 28.35 gr
1 ons = 100gr
jgn samakan OUNCE dgn ONS dan POUND dgn POND

Jika disesuaikan dengan sejarahnya ini adalah masalah lama, dan sebenarnya juga
tidak ada yang SALAH dan DISALAHKAN, karena kita menggunakan satuan metric
Belanda adalah 1 ons = 100 gram (2)* sedangkan untuk 1 ounce (Inggris) =
28..349527 grams (perhatikan perbedaan penulisannya). Satuan ONS dan POND ini
digunakan di Belanda, Indonesia dan Suriname ( 1 ONS = 100 grams, 1 POND = 500
grams), sedangkan OUNCE dan POUND adalah istilah SI.

dear Hawa:
1 ons = 3,52 ounce
perhitungannya: 1 ons= 100 gr : 28.35 gr = 3.52 ounce. (terjawab?!)

semua artikel pasti ada sumbernya, jd klo tiba2 ga setuju, baiknya cari tau di sumber
lain juga. jangan setiap pengetahuan yg baru diketahui langsung dibantah, yang ada
ilmu kita ga berkembang.
klo mau baca artikel yg dikutip Ervan Kurniawan lbh lanjut, silahkan cek
http://wiki.answers.com/Q/How_much_is_100cc_of_water
semoga bermanfaat.
o

Tio 7:02 pm pada 3 Juni 2012 Permalink

Rate This

bener putri, beda nya kita pakai sistem yg beda, meski mirip2 satuannya

kiwied 5:25 pm pada 11 Juli 2012 Permalink

Rate This

bro..dipasar atau di supermarket setahu saya sudah gak ada yg pake satuan ‘ons’ yang
ada 100g..coba aja perhatikan timbangan sekarang gak ada tuh bandul timbangan yg
pake ons yg ada 100g..cuma tadi pagi anak saya yg kelas 2 SD dpt buku paket
matematika dr sekolah.dan ternyata disitu masih pake 1ons=100g,jadi bingung saya.

ZD 3:05 pm pada 7 Agustus 2012 Permalink

Rate This

Sebenarnya dulu, definisi ukuran massa belanda tidaklah berbeda dengan negara
eropa lain seperti: inggris, jerman, itali, dll; yaitu 1 pond/pound/lb = 16 ons/ounce/oz.
Karena sistem ukuran imperial ini diperkenalkan oleh Charles the Great (Charles I)
pada masa kekuasaan-nya sebagai kaisar roma suci (Holy Roman Emperor). Wilayah
kekaisaran roma suci (Holy Roman Empire) dulu mencakup Eropa Barat PBB (UN)
sekarang yang juga termasuk belanda, dan itali; pada masa kekuasaan Charles.

Namun demikian, satuan imperial yang dipakai ini tidaklah eksak dan bervariasi; rata-
rata dengan konversi metrik 1 ons kurang lebih 30 gram, 1 pond kurang lebih 480
gram (30×16) tergantung toko, desa, daerah, dll.

Tahun 1799, satuan unit meter dan kilogram mulai diperkenalkan pertama kali di
perancis. Yang kemudian menjadi dasar decimal pada sistem metrik (metric system)
internasional.

Tahun 1816, Belanda mulai menggunakan sistem metrik. Namun mereka tidak
menggunakan satuan metrik resmi dan memodifikasinya dengan translasi satuan
imperial yang mereka gunakan, seperti: 1 pond = 1 kg, 1 ons = 0,1 kg (100 gram), 1
mijl (mile) = 1 km, 1 el (forearm) = 1 m, 1 duim (thumb/inch) = 1 cm, 1 bunder (acre)
= 1 hectare (10000m²), 1 kop (cup/gelas) = 1 liter, dll. demikian sistem metrik yang
dimodifikasi nama satuan-nya dengan translasi sistem imperial disebut: sistem metrik
belanda (dutch metric)

Tahun 1870, sistem metrik belanda dihapus di negerinya dan belanda mulai
menggunakan nama satuan resmi metrik (meter, liter, kilogram, dsb). Namun
demikian masih banyak satuan imperial yang digunakan penduduk belanda di negeri
belanda mengakibatkan kesalah-pahaman. Sehingga penggunaan satuan imperial
(pond, ons, mijl, duim, dll) secara formal (buku, koran, kontrak, dsb) dilarang di
belanda dengan keluarnya hukum/undang-undang IJkwet 1937. yang tersisa dari
sistem metrik belanda untuk percakapan sehari-hari (informal, tidak legal) di belanda
hanyalah ons, pond, dan bunder (acre). dimana 1 ons = 100 gram, 1 pond = 500 gram
(pembulatan dari 1 pound avordupois 454 gram?), 1 bunder (acre) = 10000m² atau 1
hectare ( 1 acre avordupois = ~4046m² atau ~0,4 hectare). Dengan demikian di
belanda sendiri ons/pond tidaklah lagi digunakan secara legal/sah namun hanyalah
informal percakapan sehari hari saja sejak 1870 hingga pelarangan secara hukum pada
1937.

Sedangkan di Indonesia, sebagai koloni belanda, pada tahun 1820 metrik belanda (1
ons = 100 gram) mulai diwarkiskan, diterapkan dan diajarkan sejak pemulaan sekolah
dasar (SD). Namun pada waktu metrik belanda dihapus, usaha penyeragaman sistem
metrik sudah dilakukan sejak tahun 1923 secara bertahap. Dengan masa peralihan
selama10 tahun, yang dalam pelaksanaannya adalah 15 tahun, maka sejak 1938
berlaku satuan metrik yang menggantikan satuan tradisional seperti elo, kati, tael, dsb.

Tapi penggunaan satuan tradisional masih belum dilarang sampai UU No.2 tahun
1981. Dimana UU No.2 tahun 1981 melarang satuan seperti pond, ons, dll yang tidak
dicakup di Ijkordonnantie 1949 Staatsblad Nomor 175 untuk melindungi agar tidak
ada pihak yang dirugikan.

Namun 30 tahun lebih sejak UU no. 2 tahun 1981. di Kamus Besar Bahasa Indonesia
dan buku mata pelajaran resmi Sekolah Dasar Indonesia masih mencatat bahwa ons
adalah satuan ukuran berat (massa) sebesar 100 (seratus) gram, dan tidak sebagai
sejarah dan penjelasan lengkap bahwa penggunaanya tidak lagi legal dan hanya
sebagai sejarah tradisional seperti dimana UU no.2 tahun 1981 melarang penggunaan
satuan lain selain satuan metrik internasional (Sistem Internasional (SI)) sesuai
konvensi meter.

/facepalm

ZD 4:37 pm pada 8 Agustus 2012 Permalink

Rate This

KBBI revisi kelima yang akan terbit tahun 2013, diumumkan oleh: Mujizah (Kepala
Bidang Pengkajian Bahasa dan Sastra Pusat Bahasa Kemdiknas) tahun 2010.
Sebaiknya definisi “ons” di KBBI rev. V mendatang diredefinisi ulang sebagai:

ons (n) satuan ukuran berat (massa) tradisional lama yang penggunaan-nya sudah
tidak resmi. Dalam percakapan sehari-hari modern, 1 ons setara dengan 100 gram.
Ukuran nilai 100 gram berasal dari perkenalan sistem metrik belanda pada tahun
1820. Sistem metrik belanda dipunahkan di belanda dan tidak lagi resmi pada tahun
1937, dan juga akhirnya tidak resmi di indonesia menurut UU no.2 tahun 1981.
Karena satuan ons tidak lagi didukung UU secara resmi, maka bila ada pihak yang
dirugikan, di pengadilan 1 ons akan dinilai 28.35 gram atau 1/16 pon menurut
avordupois internasional.
Demikian juga dengan “pon” untuk diredefinisi ulang pada KBBI rev. V mendatang.