Anda di halaman 1dari 2

Nama : Imas Tuti Rizky

NIM : 030504687

Mata Kuliah : Pemasaran Strategik (EKMA4475)

Kelas : 07

Tugas ke-3

1. Seiring berjalannya waktu kini gojek memiliki banyak pilihan layanan seperti pesan-antar
makanan dan pembayaran secara elektronik menggunakan go-pay. Gojek merupakan salah satu
pioner usaha ekonomi kreatif di Indonesia. Menurut pendapat dan pemahaman saya, Strategi
yang digunakan Go-jek dalam bersaing dengan UBER dan GRAB yaitu dengan menggunakan
strategi penetrasi pasar secara massal guna menyaingi pemasaran dari aplikasi GRAB.
Hal tersebut terlihat dari beragamnya fitur yang dikeluarkan gojek guna memanjakan
pengguna. Mulai dari Go-Ride, Go-Pay, Go-Food, Go-Massage, Go-Clean, Go-Med,
Go-Send dan lain-lain. Dengan menambah fitur maka pangsa pasar/konsumen yang
disasar akan semakin luas. Sejalan dengan teori pemasaran yakni bauran produk,
Gojek menerapkan fasilitas kemudahan baik itu dalam segi akses aplikasi maupun
memperbanyak kerja sama dengan mitra Gojek. Hal tersebut guna memetrasi pasar
dengan berbagai kemudahan lewat aplikasi Gojek. Ditambah lagi strategi Gojek yang
cukup masif demi menyaingi GRAB adalah menambang fitur pembayaran Pay Later
dengan Go-Pay. Hal ini dirasa perlu guna menyasar konsumen kalangan menengah
yang terbiasa melakukan aktivitas pengeluaran secara kredit seperti layaknya kartu
kredit. Sesuai dengan visi utama Gojek, yakni One Stop Service in Just One Click.

2. Menurut pemahaman saya, dalam kasus persaingan Gojek dengan Grab ini,
hendaknya Gojek mengambil posisi late-entry saja. Mengingat masih banyaknya
kekurangan dalam aplikasi pendahulunya (pionir) yakni Grab dalam hal ini yang bisa
dijadikan pelajaran dalam mengembangkan fitur layanan di aplikasi Gojek. Dengan
masuknya Gojek sebagai Late-entry juga berguna untuk membaca strategi pemasaran
dari Grab yang dirasa masih kurang/menjadi celah, tentu saja ini bisa dijadikan
opportunity/kesempatan bagi Gojek untuk memenuhi celah permintaan yang masih
kosong tersebut.

Anda mungkin juga menyukai