Anda di halaman 1dari 5

KADEK DWI REGIANA SINTHA

199012190

SOAL KEPERAWATAN ANAK

1. Batita laki-laki usia 3 tahun dibawa ke puskesmas dengan keluhan batuk, sesak, dan
demam sejak 3 hari yang lalu. Hasil pengkajian didapatkan frekuensi napas 36 kali/menit
dan tidak tampak adanya tarikan dinding dada ke dalam. Perawat akan memberikan
intervensi dengan pendekatan MTBS
Pertanyaan soal
Apakah intervensi keperawatan untuk kasus di atas?
Pilihan jawaban
a. Rujuk segera
b. Rujuk untuk pemeriksaan TB
c. Beri dosis pertama antibiotik yang sesuai
d. Beri oksigen 2-3 liter/menit dengan nasal prong
e. Beri pelega tenggorokan dan pereda batuk yang aman

Berdasarkan pendekatan MTBS dicurigai anak mengalami pneumoni karena mengalami


keluhan batuk, sesak, dan napas cepat yaitu 36x/menit tanpa adanya tarikan dinding
dada ke dalam sehingga intervensi keperawatan yang tepat diberikan adalah memberi
pelega tenggorokan dan pereda batuk yang aman

2. Anak perempuan usia 7 tahun dibawa ke Rumah Sakit setelah mengalami penurunan
kesadaran. Anak sebelumnya dilaporkan mengalami sakit kepala dan kejang berulang di
rumah sebanyak 3 kali. Hasil pemeriksaan tanda-tanda vital didapatkan suhu tubuh 38 0C,
frekuensi nadi 108 kali/menit, frekuensi napas 24 kali/menit.
Pertanyaan soal
Apakah pemeriksaan yang perlu dilakukan oleh perawat pada kasus di atas?
Pilihan jawaban
a. Pemeriksaan Babinski
b. Pemeriksaan tanda kernig
c. Pemeriksaan refleks pupil
d. Pemeriksaan refleks patella
e. Pemeriksaan 12 nervus cranialis

Pada kasus diatas anak mengalami penurunan kesadaran sehingga pemeriksaan yang paling
tepat dilakukan adalah pemeriksaan reflek pupil .
3. Batita laki-laki usia 3 tahun dibawa ke puskesmas oleh orang tuanya karena mengalami
kejang demam. Riwayat kejang dialami sebanyak 1 kali selama 5 detik. Orang tua
merasa cemas dengan kondisi anaknya. Orang tua mengatakan tidak mengetahui apa
yang harus dilakukan saat anak kejang di rumah.

Pertanyaan soal
Apakah pendidikan kesehatan yang diberikan pada kasus di atas?

Pilihan jawaban
a. Memegangi badan anak
b. Memberikan posisi pronasi
c. Memiringkan posisi kepala anak
d. Meninggikan kepala 15-45 derajat
e. Membuka mulut anak menggunakan sendok

Untuk mencegah aspirasi, agar anak tidak tersedak oleh air liurnya atau ketikan anak
mulai mengalami muntah muntah anak tidak akan kesulitan bernapas karena terhalang
oleh muntahannya

4. Bayi laki-laki usia 2 bulan diantar ke puskesmas oleh ibunya untuk mendapatkan
imunisasi. Anak sebelumnya telah mendapatkan imunisasi HB0. Saat ini anak dalam
keadaan sehat sehingga boleh diberikan imunisasi.

Pertanyaan soal
Apakah imunisasi yang diberikan pada kasus diatas?

Pilihan jawaban
a. Campak
b. BCG, Polio 1
c. DPT-HB-Hib 1, polio 2
d. DPT-HB-Hib 2, polio 3
e. DPT-HB-Hib 3, polio 4

Bila anak belum mendapatkan jenis imunisasi sesuai dengan usianya makan pemberian
imunisasi mengikuti imunisasi yang belum diberikan. Pada usia 2 bulan anak seharusnya
sudah mendapat imunisasi HB 0, BCG, dan Polio 1 akan tetapi pada kasus diatas anak baru
mendapatkan imunisasi HB 0 sehingga imunisasi selanjutnya yang diberikan adalah BCG dan
Polio 1.
5. Anak perempuan diantar oleh ibunya ke poliklinik tumbuh kembang untuk melakukan
pemeriksaan. Berdasarkan hasil pengkajian diketahui anak lahir pada tanggal 27
Desember 2017, BB 14 kg, TB 90 cm. Perawat akan melakukan skrining perkembangan
pada hari ini tanggal 16 November 2019.

Pertanyaan soal
Berapakah usia anak pada kasus tersebut?

Pilihan jawaban
a. 1 tahun 10 bulan 19 hari
b. 2 tahun 10 bulan 19 hari
c. 2 tahun 9 bulan 19 hari
d. 2 tahun 1 bulan 11 hari
e. 1 tahun 1 bulan 11 hari
Cara perhitungan usia anak adalah dengan mengurangi tanggal pemeriksaan (16
November 2019) dengan tanggal lahir anak (27 Desember 2017). Urutan cara
mengurangi dimulai dari hari (tanggal), bulan , tahun. Sehingga didapatkan usia anak 1
tahun 10 bulan 19 hari.

6. Bayi perempuan usia 2 hari dirawat di ruang perinatologi dengan riwayat persalinan
normal dengan usia gestasi 36 minggu. Bayi tampak sering menangis dan berusaha
menghisap payudara ibu. Ibu mengatakan produksi ASI sangat sedikit. Saat dilakukan
stimulasi pada puting tidak tampak adanya produksi ASI. Saat ini BB bayi mencapai
2300 gram, dan PB 42 cm. Produksi urine bayi saat ini 2,5 cc/jam.

Pertanyaan soal
Apakah masalah keperawatan utama pada kasus di atas?

Pilihan jawaban
a. Terputusnya menyusui
b. Kekurangan volume cairan
c. Ketidakefektifan menyusui
d. Ketidakcukupan produksi ASI
e. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh

Dilihat dari data mayor yaitu Bayi tampak sering menangis dan berusaha menghisap payudara
ibu. Ibu mengatakan produksi ASI sangat sedikit. Saat dilakukan stimulasi pada puting tidak
tampak adanya produksi ASI, sehingga masalah keperawatan utama yang muncul adalah
ketidakcukupan produksi ASI
7. Seorang anak laki-laki usia 7 tahun diantar ke puskesmas oleh orang tuanya dengan
keluhan keluar nanah dari telinga sejak 15 hari yang lalu. Anak mengatakan telinga
terasa penuh dan tidak nyaman. Orang tua selama ini hanya mengeringkan nanah yang
keluar menggunakan kapas. Saat ini perawat akan memberikan tindakan menggunakan
pendekatan MTBS

Pertanyaan soal
Apakah tindakan yang dilakukan oleh perawat pada kasus di atas?

Pilihan jawaban
a. Keringkan telinga dengan bahan penyerap setelah dicuci dengan H2O2 3%
b. Beri antibiotik yang sesuai selama 5 – 7 hari
c. Keringkan telinga dengan bahan penyerap
d. Beri parasetamol untuk mengatasi nyeri
e. Kunjungan ulang 3 hari
Berdasarkan pendekatan MTBS dicurigai anak mengalami infeksi telinga kronis karena
telingan anak mengluarkan nanah, terasa penuh dan tidak nyaman sehingga intervensi
keperawatan yang tepat diberikan adalah mengeringkan telingan dengan bahan penyerap
setelah dicuci dengan H2O2 3% untuk membersihkan telinga

8. Batita perempuan usia 3 tahun dibawa ke rumah sakit dengan keluhan diare dan muntah
sejak 4 hari yang lalu. Hasil pengkajian didapatkan anak dalam kondisi lemas, mata
cekung, mukosa bibir kering, turgor kulit tidak elastis, akral teraba dingin, frekuensi nadi
112 kali/menit, suhu tubuh 37,9oC, feses anak cair tanpa ampas dan produksi urine
berkurang.

Pertanyaan soal
Apakah masalah keperawatan utama pada kasus di atas?
Pilihan jawaban
a. Diare
b. Nausea
c. Gangguan eliminasi urin
d. Kekurangan volume cairan
e. Ketidakefektifan perfusi jaringan perifer

Dilihat dari data mayor pada pengkajian yaitu anak dengan keluhan diare dan muntah anak
dalam kondisi lemas, mata cekung, mukosa bibir kering, turgor kulit tidak elastis, akral teraba
dingin, frekuensi nadi 112 kali/menit, suhu tubuh 37,9oC, feses anak cair tanpa ampas dan
produksi urine berkurang sehingga masalah keperawatan utama pada kasus tersebut adalah
kekurangan volume cairan
9. Batita perempuan usia 2 tahun dirawat di ruang perawatan anak sejak 2 hari yang lalu
dengan keluhan demam. Hasil pengkajian didapatkan anak tampak rewel dan sering
menjerit, tidak mau ditinggal oleh orang tuanya, dan selalu menolak didekati oleh
perawat.

Pertanyaan soal
Apakah intervensi keperawatan pada kasus diatas?

Pilihan jawaban
a. Memberikan penjelasan pada anak setiap akan melakukan tindakan
b. Melibatkan orang tua dan keluarga dalam setiap perawatan anak
c. Memberikan penjelasan kepada anak mengenai hospitalisasi
d. Mengajak anak melakukan hospital tour
e. Memfasilitasi kunjungan teman sebaya
Peran orang tua sangat penting dalam perawatan anak karena orang tua adalah orang
terdekat dengan anak sehingga anak merasa nyaman. Peran orang tua dan keluarga
diharapkan bisa memberian rasa aman, nyaman dan kasih sayang serta motivasi yang
kuat kepada anak sehingga anak akan merasa lebih siap menerima semua tindakan
medis ataupun keperawatan sehingga sangat membantu dalam proses kesembuhan anak.

10. Seorang Anak laki-laki dibawa ibunya ke poliklinik tumbuh kembang untuk melakukan
pemeriksaan. Berdasarkan hasil pengkajian diketahui anak lahir pada tanggal 22
September 2017, BB 19 kg, TB 110 cm. Perawat akan melakukan skrining
perkembangan menggunakan KPSP pada hari ini tanggal 10 November 2019.

Pertanyaan soal
Apakah format KPSP yang tepat digunakan pada anak di atas?

Pilihan jawaban
a.18 bulan
b.21 bulan
c. 24 bulan
d.27 bulan
e. 30 bulan

Penetuan format KPSP pada anak berdasarkan umur anak pada saat pemeriksaan,
berdasarkan cara perhitungan usia anak adalah dengan mengurangi tanggal pemeriksaan
(10 November 2019) dengan tanggal lahir anak (22 September 2017) didaptkan usia
anak 2 tahun 1 bulan 18 hari, sehingga format KPSP yang digunakan adalah format
KPSP 24 bulan.