Anda di halaman 1dari 16

CRITICAL BOOK REPORT

UNTUK MEMENUHI SALAH SATU TUGAS DARI 6 TUGAS KKNI

MATA KULIAH : PENERAPAN KONSEP PAUD

DOSEN : SRINAHYANTI, S.Pd., M.Pd.

DISUSUN OLEH :

ELISABETH ULIMA SIAHAAN

1183111102

PGSD REG E 2018

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN


UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan yang Maha Kuasa atas berkat
kasih dan anugerahNya saya dapat mengerjakan tugas Critical Book Report untuk
memenuhi salah satu tugas dari program 6 tugas dalam KKNI. Dalam kesempatan
kali ini buku yang telah saya kritisi berjudul “Pendidikan Anak Usia Dini” yang
ditulis oleh Mukhtar Latif, Zukhairina, Rita Zubaidah, Muhammad Afandi . Sebagai
buku pembanding, saya memilih buku Psikologi Pendidikan yang ditulis oleh John
W. Santrock.

Dalam mengkritisi buku ini, saya juga menyadari banyak kekurangan dalam
pengetikkan maupun pemilihan kata yang tepat. Oleh sebab itu, saya mengharapkan
kritik dan saran dari para pembaca agar penulisan laporan saya dapat lebih baik lagi
di lain kesempatan.

Saya mengucapkan terimakasih kepada dosen saya, yang telah membantu


saya memahami tentang tema yang ditetapkan. Saya juga berterimakasih terhadap
teman-teman yang telah membantu saya dalam mengerjakan tugas ini. Terkhusus
juga buat Yabes Ministry dan Departemen Praise and Worship yang tetap setia
mendukung perkuliahan saya.

Akhir kata, saya mengucapkan banyak terimakasih. Semoga laporan ini


bermanfaat.

Medan, Oktober 2018

Elisabeth Ulima Siahaan


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pendidikan anak usia dini adalahsuatu upaya pembinaan yang diitunjukan kepada
anak usia dini

B. Tujuan
Tujuan dari penulisan laporan Critical Book Report ini adalah untuk memenuhi
salah satu tugas dari 6 tugas kurikulum KKNI yang diberikan oleh dosen. Dan untuk
membandingkan isi dari materi pembahasan setiap buku yang saya kritik terkait
tentang motivasi belajar.

C. Manfaat
Manfaat dari penulisan laporan Critical Book Report ini adalah :
 Memenuhi salah satu tugas dari 6 tugas KKNI yang diberikan oleh dosen.
 Menambah informasi dan pengetahuan tentang motivasi dalam belajar.
BAB II

Identitas Buku

Identitas Buku I (Utama)

Judul : Pengantar Konseling


Penulis : John McLEOD
Penerbit : Prenadamedia Group
Tahun Terbit : 2008
Kota Penerbit : Jakarta
Edisi : Edisi ke-3
Jlh. Halaman : 685 Halaman
Ukuran : 23 cm x 18 cm
ISBN : 979-3925-42-6

Identitas Buku II (Pembanding)

Judul : Psikologi Pendidikan


Penulis : John W. Santrock
Penerbit : Prenadamedia Group
Tahun Terbit : 2004
Kota Penerbit : Jakarta
Edisi : Edisi ke-2
Jlh. Halaman : 750 Halaman
Ukuran : 19 x 25 cm
ISBN : 978-979-3925-82-0 370-15

BAB III
ISI RINGKASAN BUKU

ISI RINGKASAN BUKU UTAMA

Judul : PENDIDIKAN ANAK USIA DINI


BAB 1
PENDAHULUAN

Tujuan pembangunan nasional adalah untuk mewujudkan suatu masyarakat


adil makmur yang merata material dan spiritual berdasarkan Pancasila, yang pada
hakikatnya adalah pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan
seluruh masyarakat Indonesia. PAUD sebagai pendidikan yang diselengarakan
sebelum jenjang pendidikan dasar, memiliki kelompok sasaran anak usia 0-6 tahun
yang sering disebut sebagai masa emas perkembangan.
Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional Pasal 1 angka 14 menyatakan bahwa pendidikan anak usia dini (PAUD)
adalah suatu upaya pembinaan yang ditunjukkan kepada anak sejak lahir sampai
dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan
untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani, agar anak
memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, baik pendidikan secara
formal maupun secara nonformal.

BAB 2
ORIENTASI BARU PAUD

Dalam kaitannya dengan pentingnya pendidikan dimulai dari usia


dini,pendidikan anak usia dini memiliki peran yang sangat menentukan. Pada usia ini
berbagai pertumbuhan dan perkembangan mulai dan sedang berlangsung, seperti
perkembangan fisiologik ,bahasa, motorik, kognitif. Perkembangan ini akan menjadi
dasar bagi perkembangan anak selanjutnya. Secara umum, tujuan pendidikan anak
usia dini adalah mengembangkan potensi anak sejak dini sebagai persiapan untuk
hidup dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Secara khusus tujuan
pendidikan anak usia sebagai berikut :
1. Agar anak percaya akan adanya Tuhan dan mampu beribadah serta mencintai
sesamanya.
2. Agar anak mapu mengelola keterampilan tubuhnya, termasuk gerakan motorik
kasar dan motorik halus, serta mampu menerima rangsangan motorik.
3. Anak mampu mengenal lingkungan alam, lingkungan sosial, peranan
masyarakat, menghargai keragaman sosial dan budaya serta mampu
mengembangkan konsep diri yang positif dan kontrol diri.
4. Anak memiliki kepekaan terhadap irama, nada, berbagai bunyi, serta
menghargai karya kreatif.
Landasan Yuridis PAUD adalah sebagai berikut :
1. Pembukaan UUD 1945
2. Amandemen UUD 1945, Pasal 28c
3. UU Perlindungan Anak (No. 23 Tahun 2002)
4. UU SISDIKNAS (No. 20 Tahun 2003)

BAB 3
ORIENTASI BARU KURIKULUM PAUD BERBASIS TEMA DAN TFP
(TERM,FACT,AND PRINCIPLE)

Adapun menurut Departemen Pendidikan Nasional dalam Undang-Undang


No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang dimaksud dengan
kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan
bahan pelajaran serta cara yangdigunakan sebagai pedoman penyelenggarakan
kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
Pada pendidikan anak usia dini kurikulum yang digunakan adalah berbentuk
tema, dimana guru secara menentuka tema yang cocok untuk anak yang disesuaikan
dengan lingkungan lembaga. Sebagian besar dalam pendidikan anak usia dini di
Indonesia sudah menggunakan tema (tematik), namun dengan terus berkembangnya
ilmu pengetahuan tentang pembelajaran anak usia dini kita mulai mengenal istilah
TFT atau term, fact, and participle (istilah,fakta-fakta dan prinsip-prinsip). Dimana
semua informasi tentang tema dialirkan melalui TFT.
TFT adalah serangkaian atau kumpulan materi (knowledge) yang akan
disampaikan pada anak untuk membangun pikiran mereka sesuai tujuan yang telah
direncanakan guru untuk disampaikan/dialirkan kepada anak. TFT ditulis
menggunakan tatanan bahasa yang baik dan benar, dan dialirkan kepada anak dengan
menggunakan bahasa atau kalimat sederhana yang disesuaikan dengan tahap
perkembangan anak.

BAB 4
PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI

Berdasarkan Permendiknas No 58 Tahun 2009 menyatakan bahwa, tingkat


pencapaian perkembangan menggambarkan pertumbuhan dan perkembangan yang
diharapkan dicapai anak pada rentang usia tertentu. Perkembangan anak berlangsung
secara berkesinambungan, yang berarti bahwa tingkat perkembangan yang dicapai
pada suatu tahap diharapkan meningkat baik secara kuantitatif maupun kualitatif pada
tahap selanjutnya. Tingkat pencapaian perkembangan disusun berdasarkan kelompok
anak usia anak : 0-<2 tahun; 2-<4 tahun dan 4-<6 tahun. Pengelompokan usia 0-<1
tahun dilakukan dalam rentang tiga bulanan, karena pada tahap usia ini
perkembangan anak sangat berlangsung pesat. Pengelompokan usia 1-<2 tahun
dialkukan dalam rentang enam bulanan, karena pada tahap usia ini perkembangan
anak berlangsung tidak sepesat usia sebelumnya. Untuk kelompok usia selanjutnya,
pengelompokan dilalukakan dalam rentang waktu pertahun.

BAB 5
SISTEM BERMAIN DAN PENDIDIKAN UNTUK ANAK USIA DINI

Secara bahasa, bermain diartikan sebagai suatu aktivitas yang langsung atau
spontan dimana seorang anak berinteraksi dengan orang lain, benda-benda
disekitarnya, dilakukan dengan senang (gembira), atas inisiatif sendiri,menggunakan
daya khayal (imajinatif), dan seluruh anggota tubuhnya.
Sejak abad ke-19 bermunculan teori-teori tentang bermain yang dekemukakan
oleh para ahli dari berbagai disiplin ilmu. Ada tiga teori yang temasuk kategori
ini,yaitu :
1. Teori Psikoanalisis yang melihat bermain anak sebagai alat yang penting bagi
pelepasan emosinya serta mengembangkan rasa harga diri anak ketika anak
menguasai tubuhnya, benda-benda, serta sejumlah keterampilan sosial. Teori
ini dikembangkan oleh Sigmund Freud dan Erik Erikson.
2. Teori perkembangan kognitif yang menguji kegiatan bermain dalam kaitannya
dengan perkembangan intelektual. Jean Piaget (1992), berpendapat bahwa
intelektual (kognitif) dan afektif selalu berjalan berdampingan seperti
layaknya sebuah koin.
3. Teori dari Vigotsky (1967). Teori ini menekankan kepada pemusatan
hubungan sosial sebagai hal penting yang mempengaruhi perkembangan
kognitif,karena pertama-tama anak menemukan pengetahuan dalam dunia
sosialnya, kemudian menjadi bagian dari perkembangan kognitifnya. Jadi,
bermain merupakan cara berpikir anak dan cara anak emecahkan masalah.

BAB 6
RENCANA KEGIATAN PEMBELAJARAN PAUD

Rencana pembelajaran adalah sebuah panduan dan bimbingan kerja guru yang
disusun secara terencana sebagai acuan dalam bekerja untuk mengalirkan materi-
materi (TFT) yang dipilih denagn metode-metode yang diorganisasikan ke dalam
serangkaian kedalam serangkaian kegiatan serta prosedur kerja.
Prinsip-prinsip dari rencana pembelajaran yang baik akan berisi :
1. Nama tema dan topik pembelajaran
2. Tujuan pembelajaran
3. Kosakata
4. Media
5. Strategi
6. Kegiatan, dan
7. Evaluasi
Ada beberapa Jenis rencana pembelajaran (Lesson Plan )yang dibuat
guru,antara lain yaitu
a) lesson plan (LP)
b) lesson plan satu semester
c) lesson plan setiap tema
d) lesson plan harian
e) lesson plan setiap sentra ;dan
f) lesson plan individual

BAB 7
PENDEKATAN PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI (AUD)

Tujuan dari penggunaan strategi pembelajaran di PAUD adalah :


a) mengaktifkan anak belajar dengan kondisi yang menyenangkan tanpa adanya
tekanan-tekanan secara mental atau emosional
b) memperoleh perubahan perilaku anak didik sebagai hasil belajar yang sudah
diorganisasikan
c) membuat lingkungan belajar yang merangsang dan menantang anak serta
mengembangkan seluruh aspek perkembangan baik afeksi, kognisi, bahasa,
fisik-motorik, maupum sosial emosional.

Dalam penyelenggaraan bermain dengan strategi bagi anak didik maka


dibutuhkan keterampilan dan strategi yang dapat membantu guru seperti
saran-saran berikut:
1. bermain bebas
2. strategi pembelajara dengan pendekatan area-area krgiatan
3. strategi pembelajaran dengan pendekatan setra dan waktu lingkaran

Metode pembelajaran PAUD terdiri dari beberapa metode antara lain :


1. metode pembelajaran bermain
2. metode pembelajaran melalui bercerita
3. metode pembelajaran melalui bernyanyi
4. metode pembelajaran terpadu
5. metode pembelajaran demonstrasi
6. metode pembelajaran pemberian tugas
7. metode pembelajaran karya wisata
8. metode pembelajaran bercakap-cakap
9. metode pembelajaran setra dan lingkaran
10. metode pembelajaran kuantum teaching
Model pembelajaran AUD antara lain
1. pendekatan model pematang
2. model aliran tingkah laku lingkungan
3. model interaksi.
BAB 8
PEMBELAJARAN BERBASIS SENTRA DAN WAKTU LINGKARAN

Pendekatan sentra dan lingkaran adalah pendekatan penyelenggaraan PAUD


yang berfokus pada anak yang dalam proses pembelajarannya berpusat di sentra main
dan saat anak dalam lingkaran dengan menggunakan empat jenis pijakan untuk
mendukung perkembangan anak, yaitu
1. Pijakan lingkungan main
2. Pijakan sebelum main
3. Pijakan selama main
4. Pijakan setelah main
Pijakan adalah dukungan yang berubah-ubah yang disesuaikan dengan
perkembangan yang dicapai anak yang diberikan sebagai pijakan untuk mencapai
perkembangan yang lebih tinggi. Sentra main adalah zona atau area main anak yang
dilengkapi dengan seperangkat alat main yang berfungsi sebagai pijakan lingkungan
yang diperlukan untuk mendukung perkembangan anak dalam tiga jenis main, yaitu
1. Main sensorimotor atau funsional
2. Main peran
3. Main pembangunan
Adapun macam-macam sentra tersebut adalah sentrab persiapan, sentra balok,
sentra main peran besar, sentra main peran kecil, sentra bahan alam, sentra seni, dan
sentra imtaq.

BAB 9
KOMUNIKASI PEMBELAJARAN PAUD YANG EFEKTIF

Komunikasi adalah pengirimana dan penerimaan pesan atau berita antara dua
orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami. Jika orang dewasa
mengancam,memerintah,berkhotbah, atau menguliahi, anak akan merasa tidak
dianggap,dia merasa buruk,dia merasa kita tidak menyukai,dan dia merasa tidak dapat
mengerjakan sesuatu yang benar. Kita dapat menerima anak tanpa harus menyetujui
sikapnya,sama hal nya dengan kita mencintai seseorang yang berbuat salah tetapi
membenci perbuatannya yang salah.

BAB 10
PEMBELAJARAN AUD

Media dalam proses pembelajaran dapat mempertinggi proses belajar siswa


dalam pelajaran. Berbagai peneltian yang dilakukakan terhadap penggunaan media
dalam pembelajaran sampai pada kesimpulan, bahwa proses dan hasil belajar pada
siswa menunjukkan perbedaan yang signifikan antara pembelajaran tanpa media
dengan menggunakan media.
Jenis –jenis pembelajaran AUD adalah sebagai berikut
1. Media visual atau media grafis
2. Media audio
3. Media proyeksi dia (audio/visual/)

BAB 11
EVALUASI PEMBELAJARAN PAUD

Evaluasi program bertujuan untuk menegetahui efektivitas pelaksanaan


program PAUD. Evaluasi program mengukur sejauh mana indikator keberhasilan
penyelenggaraan PAUD yang bersangkutan. Evaluasi program mencakup penilaian
terhadap :
1. Kinerja pendidik dan pengelolah
2. Program pembelajaran
3. Administrasi kelompok

Dalam evaluasi pendidikan PAUD ada beberapa hal yang dapat dilakukan
oleh guru antara lain :
1. Pengamatan langsung
2. Mencatat kegiatan yang dilakukan dalam tahapan main anak
3. Mecatat ungkapan,pertanyaan, dan pernyataan anak
4. Membaca karya hasil anak, mendokumentasikan semua bahasa natural
anak kedalam fortopolio masing-masing anak

BAB 12
JENIS MAIN AUD

Dalam kegiatan main anak hendaklah mendukung


1. 3 jenis main yaitu sensomotorik,peran,dan pembangunan
2. Sejumlah bahan main
3. Penataan bahan main
4. Hubungan sosial
Manfaat main bagi AUD adalah
1. Aspek fisik
2. Aspek sosial-emosional
3. Aspek kognitif
4. Aspek seni
5. Mengasah ketajaman pengindraan
6. Media terapi
7. Media interveksi

BAB 13
LAGU-LAGU PEMBELAJARAN UNTUK AUD

Musik yang indah merupakan suatu kebutuhan pokok bagi manusia, karena
musik dapat menjadikan orang merasa senang, gembira dan nyaman. Karakteristik
lagu untuk perkembangan anak usia dini adalah :
1. Suara bercirikan ringan dan tinggi
2. Rata-rata belum bisa bernyanyi dengan nada yang tepat
3. Gemar menyanyikan lagu pendek
4. Mulai memahami tinggi dan rendah suara
5. Pola-pola nada sederhana
6. Lagu yang dinyanyikan tentang makhluk
hidup,lingkungan,persehabatan,dan keagunan Tuhan

Contoh lagu anak PAUD yang sesuai TFT adalah balonku,bintang kecil,awan,
bangun pagi, bintang kejora, bintang piara, bunga hiasan, bungaku, burung
kakatua, cicak-cicak di dinding dan lain-lain.

BAB 14
PERFORMANCE GURU AUD

Guru diidentifikasi sebagai seorang yang memiliki karisma atu wibawa hingga
perlu untuk ditiru dan diteladani.
Tenaga berpendidikan bertugas melaksanakan administrasi, pengelolahan,
pengembangna, pengawasan, dan pelayanan tehnis untuk menujang proses
pendidikan pada lembaga PAUD. Anak usia dini membutuhkan guru yang cerdas
untuk dapat memfasilitasi apa yang dibutuhkan oleh anak. Guru harus memiliki
standart sikap, pengetahuan yang banyak, mempunyai kemampuan bekerja dengan
tim dan mampu membuat anak mencintai belajar. Seorang guru juga harus kreatif
demi membangun perkembangan anak. Standart pendidik PAUD memiliki kualifikasi
akademik dan kompetensi guru beserta lampirannya. Bagi guru PAUD, jalur
pendidikan formal (TK, RA, dan Sederajat) dan guru PAUD jalur penidikan yang non
formal (TPA, KB, dan yang sederajat) yang belum memenuhi kualifikasi akademi
dan kompetisi disebut guru pendamping dan pengasuh.

BAB 15
PEMBERDAYAAN ORANG TUA DI LEMBANGA PENDIDIKAN ANAK USIA
DINI (PARENTING)
Menurut Ki Hajar Dewantara, keluarga adalah pendidik yang pertama dan
utama. Pengaruh keluarga akan menjadi cerminan diri anak. Oleh karena itu, penting
bagi keluarga untuk mengetahui cara yang baik dan tepat dalam menghadapi dan
mendidik anak usia dini.
Dalam penguatan PAUD berbasis keluarga ada program yang dapat
dikembangkan antara lain:
1. Kelas pertemuan orang tua (KPO)
2. Keterlibatan orang tua dikelompok (KOK)
3. Keterlibatan orang tua dalam acara bersama (KODAB)
4. Hari konsultasi orang tua (KHO)
5. Kunjungan Rumah

BAB 16
STRATEGI MENDIRIKAN DAN MENGEMBANGKAN PAUD YANG
TERAKREDITASI
PAUD didirikan melalui langkah dan prosedur sehingga suatu
lembaga PAUD bisa didirikan dan dikembangkan menjadi PAUD yang bisa
diakreditasi. Setiap lembaga PAUD harus memiliki landasan hukum akreditasi
sebagaimana diatur dalam Undang undang Republik Indonesia no 20 tahun 2003,
Peraturan Pemerintah No 19 Tahun 2005, Permendiknas No 86 tahun 2008 dan lain
sebagainya. Lembaga PAUD harus memiliki sistem akreditasi yang jelas, tujuan
akreditasi, manfaat akreditasi, fungsi akreditasi, dan ruang lingkup akreditasi.

BAB 17
PENDIDIKAN ANAK USIA DINI BERKEBUTUHAN KHUSUS

Adapun anak luar biasa diidentifikasikan sebagai anak anak yang berbeda dari
anak anak biasa dalam hal ciri ciri mental, kemampuan sensorik, kemampuan
komunikasi, tingkah laku sosial, ataupun ciri ciri fisik.
Kondisi mempengaruhi anak usia dini yaitu faktor bawaan dan faktor lingkungan.
Adapun kelainan kelainan anak berkebutuhan khusus yang paling banyak mendapat
perhatian guru. Antara lain sebagai berikut:
1. Tunagrahita
2. Kesulitan belajar
3. Hyperactive
4. Tunalaras
5. Tungarungu wicara
6. Tunanetra
7. Anak autistik
8. Tunadaksa
9. Tunaganda
10. Anak berbakat

BAB 18
PENDIDIKAN INKLUSI

Pendidikan Inklusi adalah sistem layanan pendidikan yang mensyaratkan anak


berkebutuhan khusus belajar di sekolah-sekolah terdekat di kelas biasa bersama
teman-teman seusianya.Implementasi pendidikan inklusi menuntut berbagai hal demi
tercapainya pendidikan yang ramah berkaitan dengan kebijakan, kurikulum nasional,
adanya kerjasama lintas sektoral, adabtasi lingkungan, ekonomi hingga kesadaran
masyarakat untuk memahami keberagaman dan keanekaragaman dasar hukum
landasan Yuridis pendidikan inklusi diatur dalam konfrensi PBB tentang hak anak
tahun 1989, UU No 4 tentang penyandang cacat tahun 1997, UU No 23 tentang
perlindungan hak anak tahun 2003 dan PP No 19 tentang standar pendidikan Nasional
tahun 2004. Tujuan pendidikan Inklusi adalah untuk mencari bagaimana mengubah
sistem pendidikan guna menghilangkan hambatan yang menghalangi siswa untuk
terlibat secara penuh dalam pendidikan
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Penting bagi kita sebagai calon guru untuk mengetahui apa sebenarnya konseling
dan perannya dalam pendidikan. Adanya konseling ini untuk mendidik,memotivasi
dan memberikan bimbingan kepada peserta didik. Tenaga pendidik bukan hanya
mengajar atau memberi materi, namun juga mendidik karakter siswa supaya lebih
baik dan juga memahami karakter dari masing masing siswa. Kita para pendidik
harus mendorong para siswa untuk memliki rasa keterbukaan sehingga siswa dapat
belajar menghadapi masalah yang dihadapinya. Dengan mengkritisi buku ini, penulis
lebih paham tentang bagaimana menciptakan bimbingan dalam belajar dengan
membandingkan kedua buku.

Saran
Dalam menulis buku, selain isi yang harus terperinci, penulis juga harus
memperhatikan karakteristik buku supaya para pembaca tertarik untuk membaca
buku. Kita sebagai calon guru, hendaknya menggali diri dalam hal belajar-mengajar,
memperkaya diri dengan ilmu pengetahuan, dan mengaplikasikan ilmu yang sudah
didapat.