Anda di halaman 1dari 10

ANGGARAN RUMAH TANGGA

PERKUMPULAN PEMUDA BATAK BERSATU


BAB I
KODE ETIK

Pasal 1
KODE ETIK PERKUMPULAN PEMUDA BATAK BERSATU

1. Setiap anggota Perkumpulan Pemuda Batak Bersatu selalu menjaga nama baik
Perkumpulan Pemuda Batak Bersatu.
2. Setiap anggota Pemuda Batak Bersatu saling menghormati dan saling menjaga tata
keramah dan sopan santun.
3. Setiap anggota Perkumpulan Pemuda Batak Bersatu selalu menyesuaikan dengan
ilmu pengetahuan, menambah wawasan, efisien, konsekwen dan konsisten.
4. Setiap anggota Perkumpulan Pemuda Batak Bersatu bersedia dan ikhlas sesuai
keterampilan masing-masing membantu kepentingan anggota maupun Pemuda.

BAB II
KEANGGOTAAN

Pasal 2
PERSYARATAN ANGGOTA

1. Anggota harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh Peraturan Perkumpulan


Pemuda Batak Bersatu.
2. Yang dimaksud telah memenuhi persyaratan dari Perkumpulan Pemuda Batak Bersatu
adalah telah memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) yang ditanda tangani oleh Ketua Umum
dan Sekretaris Jenderal

Pasal 3
KARTU TANDA ANGGOTA

Kartu Tanda Anggota disingkat KTA diterbitkan oleh Dewan Pimpinan Pusat (Pusat)
Perkumpulan Pemuda Batak Bersatu dan ditandatangani oleh Ketua Umum dan Sekretaris
Jenderal Perkumpulan Pemuda Batak Bersatu

Pasal 4
GUGURNYA KEANGGOTAAN

1. Meninggal Dunia
2. Mengundurkan Diri.
3. Masa Berlaku KTA telah habis dan tidak diperpanjang lagi.
4. Dipecat atau diberhentikan karena menyalahgunakan hak dan kewajiban.
Pasal 5
PERPANJANGAN KTA

1. Masuk menjadi anggota Perkumpulan Pemuda Batak Bersatu adalah suka rela.
2. Perpanjangan KTA adalah wajib Berakhirnya KTA yang tidak diperpanjang
mengakibatkan gugurnya keanggotaan secara otomatis.
3. Perpanjangan KTA dilakukan minimal Dua Bulan dan maksimal sebelum masa berlaku
berakhir perpanjangannya.

Pasal 6
PEMECATAN ANGGOTA

1. Anggota dapat dipecat bila terbukti melanggar Anggaran dasar dan anggaran Rumah
Tangga. Beserta peraturan peraturan Perkumpulan Pemuda Batak Bersatu.
2. Tata cara pemecatan dan pembelaan anggota diatur dengan peraturan Perkumpulan
Pemuda Batak Bersatu .

BAB III
HAK DAN KEWAJIBAN ANGGOTA

Pasal 7
HAK ANGGOTA

1. Mengikuti semua kegiatan Perkumpulan Pemuda Batak Bersatu.


2. Mempunyai hak bicara dan hak suara dalam rapat.
3. Mempunyai hak memilih dan dipilih sebagai pengurus.
4. Mempunyai hak ditunjuk dengan mandat oleh Pengurus untuk mewakili dalam
musyawarah/ rapat-rapat sesuai dengan tingkatan Badan Organisasi (Pemuda).
5. Mempunyai hak membela diri atas tindakan terhadap dirinya yang dilakukan
organisasi (Pemuda) sehubungan dengan status keanggotaannya.
6. Mempunya hak menolak untuk dipilih menjadi pengurus dengan alasan yang jelas dan
dapat diterima oleh musyawarah.

Pasal 8
KEWAJIBAN ANGGOTA

1. Mentaati Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta peraturan yang
dikeluarkan oleh Perkumpulan Pemuda Batak Bersatu.
2. Mentaati persyaratan tekhnis serta ketentuan yang berlaku bagi keanggotaan
Perkumpulan Pemuda Batak Bersatu.
3. Membayar uang pangkal/ iuran bulanan.
4. Menghadiri undangan rapat-rapat Perkumpulan Perkumpulan Pemuda Batak Bersatu.
5. Menjunjung tinggi nama baik Perkumpulan Perkumpulan Pemuda Batak Bersatu.
6. Menegembangkan serta meningkatkan ilmu pengetahuan khususnya tentang
Perkumpulan Pemuda Batak Bersatu beserta kegiatannya.

BAB IV
PENGURUS

Pasal 9
MASA BAKTI KEPENGURUSAN PERKUMPULAN PEMUDA BATAK BERSATU

1. Masa jabatan Dewan Pimpinan Pusat berlaku sedikitnya Lima tahun masa jabatan,
dan selanjutnya dapat dipilih kembali berdasarkan hasil rapat Paripurna pada
Musyawarah Nasional yang dihadiri oleh seluruh anggota Dewan Pendiri dan Dewan
Pengurus Daerah (DPD) atau sekurang-kurangnya 50 % + 1 dari jumlah Dewan
Pendiri dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD).
2. Jabatan pengurus dianggap sah apabila telah disahkan oleh Pimpinan Rapat Utama
dan ditandatanganinya Berita Acara Pengesahan oleh Pimpinan Musyawarah Nasional.

Pasal 10
SUSUNAN PENGURUS

1. Tingkat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perkumpulan Pemuda Batak


Bersatu :
a. Ketua Umum 1 (satu) orang
b. Wakil Ketua Umum 2 (satu) orang
c. Sekretaris Jenderal 1 (satu) orang
d. Wakil Sekretaris Jernderal 2 (dua) orang
e. Bendahara Umum 1 (satu) orang
f. Wakil Bendahara Umum 2 (dua) orang
g. Bidang-Bidang : Bidang Organisasi, Bidang Hukum, Bidang Hubungan Antar
Lembaga, Bidang Humas, Bidang Penelitian dan Pengembangan, Bidang
Usaha, Bidang Sosial Seni dan Budaya, Bidang Media dan Pers, Kordinator
Lapangan

2. Tingkat Dewan Pengurus Daerah (DPD)


a. Ketua
b. Wakil Ketua
c. Sekretaris
d. Wakil Sekretaris
e. Bendahara
f. Wakil Bendahara
g. Untuk Bidang-bidang dapat disesuaikan dengan kebutuhan Dewan Perwakilan
Daerah (DPD) masing-masing.

3. Dewan Pengurus Cabang (DPC)


a. Ketua
b. Wakil Ketua
c. Sekretaris
d. Wakil Sekretaris
e. Bendahara
f. Wakil Bendahara
g. Untuk Bidang-bidang dapat disesuaikan dengan kebutuhan Dewan Perwakilan
Cabang (DPC) masing-masing

Pasal 11
KRITERIA PENGURUS

1. Persyaratan Umum Pengurus


1.1. Anggota Perkumpulan Pemuda Batak Bersatu dengan masa aktif sekurang-
kurangnya 1 (satu ) tahun.
1.2. Mampu berorganisasi dan siap bertanggung jawab atas jabatannya.
1.3. Bersedia menjadi pengurus yang dinyatakan secara tertulis.
1.4. Bersedia memperpanjang keanggotaannya selama periode kepengurusan.

2. Kriterian Ketua
a. Memenuhi persayaratan Umum Pengurus.
b. Berdomisili tetap diwilayah JABODETABEK.
c. Pernah menjadi pengurus Pemuda.
d. Berwawasan Nasional.
e. Berkelakuan Baik.
BAB V
WEWENANG, TUGAS DAN TANGGUNGJAWAB
DEWAN PEMBINA, DEWAN PENASEHAT, DEWAN KEHORMATAN
DAN PENGURUS

Pasal 12
WEWENANG DAN TANGGUNGJAWAB DEWAN PEMBINA

1. Pelaksanaan pembinaan atas kinerja dan pelaksanaan tugas dan kewajiban Dewan
Pembina dalam melakukan pengurusan dan pengelolaan terhadap Perkumpulan
Pemuda Batak Bersatu, merupakan dan tanggung jawab yang dilaksanakan oleh
Dewan Pembina.
2. Pelaksanaan pembinaan dapat berupa pemberian saran, teguran/peringatan dan
dorongan kepada dewan pengurus agar melaksanakan tugas dan kewajibannya
secara optimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan melaksanakan Program
Kerja yang telah ditetapkan dan diputuskan oleh Musyawarah Besar (MUBES) maupun
rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) dalam rangka tercapainya maksud dan tujuan
Perkumpulan Pemuda Batak Bersatu.
3. Dewan Pembina merupakan salah satu unsur Dewan Pimpinan dalam Perkumpulan
Pemuda Batak Bersatu.
4. Mekanisme tata cara pengangkatan dan pemberhentian Dewan Pembina dilakukan
melalui Keputusan Hasil Rapat Dewan Pembina dan Dewan Pendiri.

Pasal 13
WEWENANG DAN TANGGUNGJAWAB DEWAN PENASEHAT

1. Dewan Penasehat berhak dan berwenang untuk memberikan nasehat, saran-saran,


pedapat, usulan-usulan yang di perlukan baik diminta maupun tidak diminta oleh
dewan pengurus, guna terlaksananya garis besar program kerja yang telah
ditetapkan dan diputuskan dalam Musyawah Besar (MUBES) maupun Rapat Kerja
Nasional (RAKERNAS) demi tercapainya Visi dan Misi Perkumpulan Batak Bersatu.
2. Dewan Pensehat terdiri atas seorang atau lebih, jika diangkat lebih dari 1 (satu) maka
salah satu diantaranya di angkat sebagai ketua dan lainnya adalah Anggota Dewan
Penasehat.
3. Dewan Penasehat merupakan salah satu unsur Dewan Pimpinan dalam Perkumpulan
Pemuda Batak Bersatu.
4. Mekanisme tata cara pengangkatan dan pemberhentian Dewan Penasehat dilakukan
melalui Hasil Rapat dan Keputusan Dewan Pendiri dan Dewan Penasehat.

Pasal 14
WEWENANG DAN TANGGUNGJAWAB DEWAN KEHORMATAN

1. Dewan kehormatan berhak dan berwenang untuk memberikan saran-saran,


pendapat, usulan-usulan yang diperlukan baik diminta maupun tidak diminta oleh
dewan pengurus, guna untuk memajukan dan mengembangkan Perkumpulan
Pemua Batak Bersatu serta dalam menjalankan Program-program kerja
Perkumpulan.
2. Dewan Kehormatan merupakan salah satu unsur Dewan Pimpinan dalam
Perkumpulan Pemuda Batak Bersatu.
3. Mekanisme tata cara pengangkatan dan pemberhentian Dewan Kehormatan
dilakukan melalui Hasil Rapat dan Keputusan Dewan Pendiri.

Pasal 15
TUGAS DAN WEWENANG PENGURUS

1. Pengurus memiliki kewenangan untuk mengurus, mengatur dan memimpin segala


kegiatan sehari-hari.
2. Pengurus berwenang untuk melakukan pembinaan terhadap pengurus setingkat
dibawahnya, kecuali pengurus wilayah langsung membina anggotanya.
Pasal 16
TANGGUNGJAWAB PENGURUS

1. Dewan Pipmpinan Pusat bertanggungjawab kepada Musyawarah Nasional dan Rapat


Kerja Nasional.
2. Dewan Pimpinan Daerah bertanggungjawab pada Dewan Pimpinan Pusat
3. Dewan Pimpinan Cabang bertanggung jawab kepada Dewan Pimpinan Daerah dan
Dewan Pimpinan Pusat.
BAB VI
MUSYAWARAH DAN RAPAT-RAPAT

Pasal 17
Musyawarah Nasional (MUNAS)

Musyawarah Nasional (MUNAS) merupakan pemegang kekuasaan tertinggi organisasi di


tingkat pusat, diadakan sekali 5 (lima) tahun dengan wewenang :

1. Menetapkan dan mengubah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.


2. Menetapkan Program Umum Organisasi.
3. Menilai Laporan dan Pertanggungjawaban Dewan Pimpinan Pusat (DPP)
4. Memilih dan Menetapkan Ketua Umum masa bakti berikutnya.
5. Menetapkan keputusan-keputusan lainnya yang dianggap perlu.

Pasal 18
Musyawarah Nasional Luar Biasa (MUNASLUB)

Musyawarah Nasional Luar Biasa mempunyai wewenang yang sama dengan Musyawarah
Nasional, diadakan apabila keadaan mengharuskan adanya keputusan yang wewenangnya
berada pada Musyawarah Nasional, baik atas permintaan DPP atas kehendak sendiri maupun
atas permintaan sekurang-kurangnya 2/3 jumlah DPD atau 2/3 Jumlah Dewan Pendiri.

Pasal 19
Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS)

Rapat Kerja Nasional diadakan sekurang-kurangnyan 1 (satu) tahun sekali, dengan


wewenang mengadakan evaluasi terhadap pelaksanaan Program Umum Organisasi serta
menetapkan kebijakan pelaksanaan selanjutnya.

Pasal 20
Musyawarah Daerah (MUSDA)

Musyawarah Daerah (MUSDA) merupakan pemegang kekuasan tertinggi organisasi di tingkat


daerah masing-masing, diadakan 5 (lima) tahun sekali. dengan wewenang:
1. Menetapkan Rencana Kerja Daerah 5 (lima) Tahunan Sebagai penjabaran Program
Umum Organisasi;
2. Menilai Laporan Pertanggungjawaban Dewan Pimpinan Daerah (DPD);
3. Menerima pengunduran diri Ketau Dewan Pimpinan Daerah (DPD) serta memilih dan
menetapkan Katua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) masa bakti berikutnya;
4. Menetapkan keputusan-keputusan lainnya yang dianggap perlu sebagai pelaksanaan
Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, Ketetapan dan Keputusan MUNAS,
Peraturan Organisasi, Keputusan DPP.

Pasal 21
Rapat Kerja Daerah (RAKEDA)

Rapat Kerja Daerah diadakan sekali setahun, dengan wewenang mengadakan evaluasi
terhadap pelaksanaan Program Umum dan Rencana Kerja Daerah 5 (lima) Tahunan serta
menetapkan kebijaksanaan pelaksanaan selanjutnya.
Pasal 22
Musyawarah Cabang (MUSCAB)

Musyawarah Cabang (MUSCAB) merupakan pemegang kekuasan tertinggi organisasi di


tingkat daerah Kota/Kabupaten masing-masing, diadakan 5 (lima) tahun sekali. dengan
wewenang:
1. Menetapkan Rencana Kerja Cabang 5 (lima) Tahunan Sebagai penjabaran Program
Umum Organisasi;
2. Menilai Laporan Pertanggungjawaban Dewan Pimpinan Cabang (DPC);
3. Menerima pengunduran diri Ketau Dewan Pimpinan Cabang (DPC) serta memilih dan
menetapkan Katua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) masa bakti berikutnya;
4. Menetapkan keputusan-keputusan lainnya yang dianggap perlu sebagai pelaksanaan
Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, Ketetapan dan Keputusan MUSDA,
MUNAS dan Peraturan Organisasi, Keputusan DPP.

Pasal 23
Rapat Kerja Cabang (REKERCAB)

Rapat Kerja Cabang (RAKERCAB) diadakan sekali setahun, dengan wewenang mengadakan
evaluasi terhadap pelaksanaan Program Umum dan Rencana Kerja Cabang 5 (lima) Tahunan
serta menetapkan kebijaksanaan pelaksanaan selanjutnya.

Pasal 24
TATA TERTIB RAPAT

1. Tata tertib rapat diatur dengan peraturan Organisasi/ Pemuda.


2. Tata tertib musyawarah dan rapat kerja diatur dengan peraturan Organisasi/ Pemuda
dan selanjutnya disahkan sebagai pedoman yang mengikat pada musyawarah dan
rapat kerja yang bersangkutan.

BAB VII
TATACARA PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Pasal 23
MUSYAWARAH MUFAKAT

1. Pengambilan keputusan dalam musyawarah dan rapat-rapat diupayakan untuk


mencapai mufakat.
2. Pada rapat pengurus dan rapat Paripurna, setiap pengambilan keputusan dilakukan
dengan musyawarah untuk mufakat.
3. Bilamana Musyawarah mufakat tidak dapat dicapai, pengambilan keputusan dilakukan
dengan musyawarah suara terbanyak.
4. Setiap keputusan musyawarah dan rapat bersifat mengikat bagi pengurus dan
anggota.
5. Keputusan yang bersuifat mengikkat, dicantumkan dalam surat keputusan yang
ditanda tangani oleh ketua Oraganisasi/ Pemuda.

Pasal 24
MUSYAWARAH SUARA TERBANYAK

1. Musawarah Terbanyak adalah , Pengambilan keputusan dengan perhitungan suara


dukungan ½ atau 50 % + 1 (1/2 +1) dari jumlah peserta musyawarah.
2. Musyawarah terbanyak dilaksanakan dalam pemilihan dan pengambilan keputusan,
bilamana musyawarah mufakat tidak dapat dicapai.
3. Tatacara pengambilan keputusan dengan musyawarah suara terbanyak diatur dalam
tatatertib musyawarah.
BAB IX
PEMILIHAN, PEMBENTUKAN DAN PENGESAHAN PENGURUS

Pasal 25
PEMILIHAN PENGURUS

1. Pemilihan pengurus dilakukan pada Musyawarah Nasional .


2. Pengurus terdiri atas pengurus, Pengawas, Pembina dan penasihat.
3. Pemilihan ketua dilakukan pada musyawarah dan penyusunan pengurus dilakukan
oleh formatur.
4. Tata cara pemilihan ketua dan penyususnan pengurus diatur dalam tata tertib sidang/
rapat yang ditetapkan pada rapat musyawarah.
5. Tatatertib rapat musyawarah wajib mematuhi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah
Tangga serta peraturan organisasi.
6. Formatur adalah team yang terdiri dari ;
6.1. Ketua/ Ketua terpilih
6.2. Seorang yang mewakili pengurus demisioner.
6.3. Beberapa orang peserta yang dipilih dan ditugaskan oleh musyawarah

7. Formatur dipimpin oleh ketua terpilih.


8. Formatur dalam bekerja mengutamakan cara musyawarah dan mufakat
dengan ketentuan :
8.1. Meneliti, mempertimbangkan dengan arif bijaksana atas calon-calon pengurus
yang telah memenuhi persyaratan umum pengurus dan benar-benar memiliki
kemampuan serta bersedia menjadi pengurus.
8.2. Memilih pengurus yang memiliki charisma dan kemampuan berorganisasi.
8.3. Senantiasa memperhatikan criteria pengurus, hasil rapat dan aspirasi unsure
yang diwakilinya.

Pasal 26
PEMBENTUKAN DAN PENGESAHAN PENGURUS

1. pembentukan pengurus dilakukan secara bertingkat, kecuali dalam hal-hal khusus


dan mendesak dapat ditetapkan oleh pengurus yang setinglat diatasnya.
2. Dalam struktur Organisasi tidak dibenarkan jabatan rangkap, yang dimaksud jabatan
rangkap diatur dalam peraturan organisasi.
3. Pembinaan.

Pasal 27
PEMBINAAN

1. Pengurus membina pengurus wilayah.


2. Pengurus wilayah membina anggota-anggota yang berada diwilayahnya.
3. Monitoring atas pelaksanaan kegiatan secara berkala perlu dilakukan untuk
pembinaan Organisasi/ Pemuda.

BAB X
PEMBEKUAN DAN PEMBUBARAN

Pasal 28
PERGANTIAN ANTAR WAKTU

1. Untuk meningkatkan kinerja oganisasi, dapat dilakukan pergantian pengurus antar


waktu.
2. Rencana penrgantian antar waktu dibahas dalam rapat pengurus, baik berupa
pengisian jabatan kosong, mutasi interen, maupun pengankatan dalam jabatan.
3. Hasil rapat pengurus tersebut dilaporkan terhadap Pembina, pelindung dan penasihat.
4. Tatacara pergantian antar waktu diatur lebih lanjut dengan peraturan
organisasi/Pemuda.

Pasal 29
PEMBEKUAN

1. Pengurus dapat dibekukan bila secara nyata terbukti melanggar peraturan organisasi.
2. Tindakan pembekuan kepengurusan dilakukan oleh pengurus setingkat diatasnya.
3. Rencana pembekuan pengurus dibahas dalam rapat pengurus setingkat diatasnya
dengan tetap memberi penjelasan dan atau pembelaan.
4. Tatacara pembekuan pengurus diatur lebih lanjut dengan peraturan
organisasi/Pemuda.

Pasal 30
PEMBUBARAN

Perkumpulan Pemuda Batak Bersatu hanya dapat dibubarkan oleh rapat Umum khusus
pembubaran.

BAB XI
PERBENDAHARAAN

Pasal 31
KEUANGAN

Seluruh dana yang diperoleh Organisasi dari berbagai sumber dimanfaatkan hanya untuk
membiayai seluruh kegiatan organisasi dan kegiatan sosial lainnya yang ditetapkan oleh
pengurus.
Pasal 32
SUMBER DANA

1. Uang pangkal anggota, yang besarnya ditetapkan oleh pengurus dibebankan kepada
calon anggota baru, dipungut oleh pengurus.
2. Iuran anggota, perbulan ditetapkan dan dipungut oleh pengurus.
3. Anggota maupun calon anggota wajib memenuhi kewajibannya sebagai mana ayat 1
dan ayat 2.
4. Sumbangan Sukarela (Donatur)
5. Untuk mendukung biaya Organisasi pengurus dapat membentuk badan usaha.

Pasal 33
PENGELOLAAN DAN TANGGUNGJAWAB

1. Harta kekayaan organisasi/Pemuda terdiri dari barang bergerak, barang tidak


bergerak dan dana keuangan.
2. Seluruh kekayaan organisasi baik posisi keuangan ataupun asset organisasi wajib
dilaporkan secara berkala dalam rapat koordinasi maupun rapat-rapat lainnya.
3. Pengurus wilayah bertanggungjawab penuh atas tertibnya penyelenggaraan
administrasi uang pangkal dan iuaran anggota.
4. Tatacara pengelolaan sumbangan sukarela, kontribusi badan usaha, dan usaha-usaha
lain ayng sah dan tidak mengikat diatur lebih lanjut dengan peraturan organisasi.
BAB XII
ATRIBUT

Pasal 34
LOGO

1. Logo merupakan symbol perwujudan persatuan dan kesatuan.


2. Bentuk.
3. Warna.
4. Tulisan.

Pasal 35
Panji-Panji

1. Panji-Panji merupakan identitas organisasi.


2. Warna dasar.
3. Tulisan

Pasal 36
PAKAIAN SERAGAM
Diatur kemudian

BAB XIII
SANKSI

Pasal 37
SANKSI

1. Sanksi organisasi dikenakan karena pelanggaran AD dan ART, peraturan yang


dikeluarkan oleh organisasi.
2. Sanksi organisasi berupa : Peringatan, pemberhentian dari jabatan, skorsing, dan
pemecatan.
3. Sanksi organisasi dapat dikenakan kepada anggota maupun pengurus.
4. Tatacara pemberian sanksi dan pembelaan, diatur lebih lanjut dengan peraturan
organisasi.

BAB XIV
PERATURAN / KETENTUAN ORGANISASI LAINNYA

Peraturan / ketentuan lainnya yang belum diatur didalam Anggaran Dasar dan Anggaran
Rumah Tangga dapat dibuatkan di dalam Peraturan-Peraturan Organisasi yang dibuat
berdasarkan Rapat Anggota atau Rapat Pengurus.
BAB XV
PENGESAHAN AD/ART

Pasal 38
PENGESAHAN

Anggaran Rumah Tangga ini disahkan di Bekasi pada tanggal 7 Mei 2019

Pasal 36
PENETAPAN

Anggaran Rumah Tangga ini pertama kalinya ditetapkan oleh rapat Paripurna Pengurus
Perkumpulan Pemuda Batak Bersatu di Bekasi pada tanggal 18 Oktober 2019.

Ditetapkan di
Bekasi, 18 Oktober 2019

DEWAN PIMPINAN PUSAT


PEMUDA BATAK BERSATU

KETUA UMUM SEKRETARIS JENDERAL

LAMBOK FIRNANDO SIHOMBING, SPd ARNOLD SIMAMORA