Anda di halaman 1dari 4

BAB XI.

EFISIENSI FAN DAN BLOWER

Efisiensi fan adalah perbandingan antara daya yang dipindahkan ke aliran


udara dengan daya yang dikirimkan oleh motor ke fan. Daya aliran udara adalah
hasil dari tekanan dan aliran, dikoreksi untuk konsistensi unit.
Istilah lain untuk efisiensi yang sering digunakan pada fan adalah
efisiensi statis, yang menggunakan tekanan statis dari tekanan total dalam
memperkirakan efisiensi. Ketika mengevaluasi kinerja fan, penting untuk
mengetahui istilah efisiensi apa yang digunakan.
Efisiensi fan tergantung pada jenis fan dan impelernya. Dengan
meningkatnya laju aliran, ef isiensi meningkat ke ketinggian tertentu (efisiensi
puncak ) dan kemudian turun dengan kenaikan laju alir lebih lanjut (lihat Gambar
1 1 . 1 ). Kisaran efisiensi puncak untuk berbagai jenis fan sentrifugal dan aksial
diberikan dalam Tabel 11.1.

Kinerja fan biasanya diperkirakan dengan menggunakan sebuah grafik yang


memperlihatkan berbagai tekanan yang dihasilkan oleh fan dan daya yang
diperlukannya. Pabrik pembuat umumnya menyediakan kurva kinerja fan
tersebut. Grafik ini penting untuk dimengerti dalam merancang, mencari
sumber, dan mengoperasikan sistim fan dan merupakan kunci bagi pemilihan
fan yang optimal.
Sebelum efisiensi fan dapat dihitung, sejumlah parameter operasi harus
diukur, termasuk kecepatan udara, head tekanan, suhu aliran udara pada fan dan
input kW listrik dari motor. Dalam rangka mendapatkan gambaran operasi yang
benar harus diyakinkan bahwa:
1) Fan dan komponennya beroperasi dengan benar pada kecepatannya
2) Operasi berada pada kondisi stabil; suhu, berat jenis, resistansi sistim yang
stabil dll. Perhitungan efisiensi fan dijelaskan dalam beberapa tahap.

Tahap 1: menghitung berat jenis gas

Tahap pertama adalah menghitung berat jenis udara atau gas


dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:
Dimana: t o C = Suhu udara atau gas pada kondisi ditempat

Tahap 2: mengukur kecepatan udara dan menghitung kecepatan udara


rata-rata

Kecepatan udara dapat diukur dengan menggunakan sebuah tabung pitot


dan manometer, atau dengan sensor aliran (instrumen tekanan diferensial),
atau anemometer yang akurat. Gambar 11.2 memperlihatkan bagaimana
tekanan kecepatan diukur dengan menggunakan sebuah tabung pitot dan
manometer. Tekanan total diukur denan menggunakan pipa bagian dalam dari
tabung pitot dan tekanan statis diukur dengan menggunakan pipa luar dari tabung
pitot. Jika ujung tabung luar dan dalam disambungkan ke manometer, d
idapatkan tekanan kecepatan (yaitu perbedaan antara tekanan total dan
tekanan statis). Untuk mengukur kecepatan yang rendah, lebih disukai
menggunakan manometer dengan pipa tegak keatas daripada manometer pipa-
U. Lihat bab tentang Peralatan Pemantauan untuk penjelasan mengenai
manometer.

Menghitung kecepatan udara rata-rata dengan mengambil sejumlah pembacaan


tekanan kecepatan yang melintasi bagian melintang saluran dengan menggunakan
persamaan berikut (catatan: jangan rata-ratakan tekanan kecepatan, namun rata-
ratakan kecepatannya!):
dimana :
Cp = Konstanta tabung p itot, 0,85 (atau) yang diberikan oleh pabrik pembuatnya
p = Perbedaan tekanan rata-rata yang diukur oleh tabung pitot dengan
mengambil pengukuran pada sejumlah titik pada seluruh bagian me lintang
saluran.
 = Berat jenis udara atau gas pada kondisi pengujian

Tahap 3: menghitung aliran volumetric

Tahap ketiga adalah menghitung aliran volumetrik sebagai berikut:


1) Ukur diameter saluran (atau dari sek itarnya dimana diameter dapat
diperkirakan).
2) Hitung volum udara/gas dalam saluran dengan hubungan sebagai berikut

Tahap 4: ukur tenaga motor penggerak

Daya motor penggerak (kW) dapat diukur dengan alat load analyzer. kW ini
dikalikan dengan efisiens i motor memberikan daya as/ poros kepada fan.

Tahap 5: menghitung efisiensi fan


Efisiensi mekanik dan statik dapat dihitung sebagai berikut:

a). Efisiensi mekanik :

b) Efisiensi Statik, yang sama kecuali jika tekanan kecepatan pada saluran
keluar tidak ditambahkan ke tekanan statik fan

Kesulitan dalam mengkaji kinerja fan dan blower

Dalam prakteknya akan dihadapi kesulitan-kesulitan pada saat mengkaji kinerja


fan dan blower, beberapa diantaranya diterangkan dibawah ini:

1) Ketidaktersedi aannya data spesifikasi fan:


Data spesifikasi fan (lihat Lembar Kerja 1) penting dalam mengkaji kinerja fan.
Hampir semua industri tidak menyimpan data tersebut secara sistimatis atau
tidak memilikinya sama sekali. Dalam kasus terebut, hubungan persentase
loading/beban fan dengan aliran atau tekanan tidak dapat diperkirakan
secara memuaskan. Data spesifikasi fan harus didapatkan dari data orisinil
pabrik/ Original Equipment Manufacturer (OEM) dan didokumentasikan.
2) Kesulitan dalam pengukuran kecepatan:
Pengukuran kecepatan aktual menjadi tugas yang sulit dalam pengkajian
kinerja fan. Dalam banyak kasus lokasi saluran sangat sulit untuk dilakukan
pengukuran dan pada kasus lainnya tidak mungkin melintasi saluran pada
kedua arah ujungnya. Dalam kasus ini, maka tekanan kecepatan dapat
diukur di tengah saluran dan dikoreksi dengan mengkalikannya dengan faktor
0,9.
3) Kalibrasi tabung pitot, manometer, anemometer & instrumen-instrumen
pengukuran yang tidak benar:
Seluruh instrumen dan instrumen pengukur daya lainnya harus dikalibrasi
dengan benar untuk menghindari pengkajian fan dan blower yang salah.
Pengkajian sebaiknya tidak dilakukan dengan penggunaan faktor koreksi.
4) Variasi parameter proses selama pengujian:
J ika terdapat perbedaan besar dalam pengukuran parameter proses pada
saat pengujian, maka pengkajian kinerja menjadi tidak dapat dipercaya.