Anda di halaman 1dari 13

"TUGAS MP Ak-3 (KELAS A)"

Disusun Oleh:

TAUFIK
NPM: 17320041

KELAS : A

FAKULTAS EKONOMI
PROGRAM STUDI AKUNTANSI
UNIVERSITAS DAYANU IKHSANUDDIN
BAUBAU
2020
1. Judul Tugas :TUGAS MP Ak-3 (Kelas A)
2. Nama Mahasiswa : TAUFIK (NPM: 17 320 041)
3. Materi :

A. Pengutipan pendapat atau tulisan orang lain


a. Pengertian Kutipan

Kutipan merupakan sebuah pinjaman atas kalimat atau pendapat seseorang dari seorang
pengarang atau seseorang yang sangat terkenal (populer), baik didalam buku, surat kabar,
majalah, atau pun media elektronika. Pengertian kutipan merupakan pengulangan satu ekspresi
sebagai bagian dari yang lain, terutama saat ekspresi yang dikutip tersebut terkenal atau
juga secara tersurat dihubungkan dengan kutipan ke sumber aslinya, serta juga ditandai oleh
(diselingi dengan) tanda kutip.

Fungsi dari kutipan sendiri adalah sebagai bukti atau juga memperkuat pendapat penulis.
Bedanya dengan jiplakan, bedanya kalau jiplakan mengambil pendapat orang lain tanpa atau
dengan tidak menyebut sumbernya sehingga dianggapnya pendapat dari dirinya /pemikirannya
sendiri.

Biasanya kutipan tersebut digunakan untuk dapat mengemukakan definisi atau juga
pengertian istilah/konsep tertentu, menguraikan suatu rumus ataupun juga formula serta juga
mengemukakan pendirian/pendapat seseorang.Setelah mengerti mengenai apa itu pengertian
Kutipan, tidak lengkap rasa kalau tidak mengetahui apa tujuan dari sebuah kutipan ini.

b. Tujuan Kutipan

Setelah mengerti pengertian dari Kutipan, nah dibawah ini merupakan tujuan kutipan diantaranya
yaitu:

1. Sebagai Pendukung argumen ataupun juga analisa penulis.


2. Sebagai landasan teori dalam mengemukan pemikiran/tulisan kita
3. Sebagai penjelasan
4. Sebagai penguat dalam argumen atau pendapat yang dikemukakan.
c. Macam Jenis Kutipan

Setelah mengetahui tujuan kutipan diatas, dibawah ini merupakan macam jenis kutipan, kutipan
sendiri Terdapat 2 (dua) macam kutipan yakni kutipan langsung serta juga kutipan tidak
langsung.

A. Kutipan Langsung

Kutipan langsung merupakan suatu penggunaan kutipan yang dilakukan oleh penulis dengan
cara menulis kembali pikiran/pendapat/ide/gagasan orang lain yang sama persis dengan aslinya.
Atau juga dapat dikatakan, bahwa penulis secara langsung menggunakan teknik copas (copy
paste) tanpa adanya pengubahan dari kalimat aslinya.

Prinsip dasar pada kutipan langsung adalah mengutip sumber bacaan dengan secara langsung
dilakukan sama presis seperti yang dituliskan yang terdapat dalam sumber, artinya tidak
menambah ataupun juga mengurangi. Jika kata, kalimat, atau paragraf tidak dicetak miring
ataupun dicetak tebal, pengutip tidak boleh mencetak miring atau cetak tebal pada saat mengutip.

• Ciri-Ciri Kutipan Langsung

Dibawah ini merupakan ciri-ciri dari kutipan langsung diantaranya sebagai berikut:

1. Tidak mengalami perubahan terhadap teks yang dikutip.


2. Menggunakan titik tiga berspasi [. . .] jika terdapat bagian kata-kata dari kutipan yang
dihilangkan.
3. Menggunakan tanda [sic!], apabiala terdapat kesalahan dalam teks aslinya. Contoh: …
hal itu memiliki maka [sic!] yang ambigu.
4. Menambahkan sumber kutipan dengan menggunakan sistem APA, MLA, ataupun juga
sistem yang berlaku lainnya.
• Macam Jenis Kutipan langsung

Kutipan langsung tersebut dibedakan lagi menjadi dua, yakni Kutipan Langsung Panjang serta
Kutipan Langsung Pendek. dibawah ini merupakan penjelasannya:

1. Kutipan Langsung Panjang atau Block Quote.

Dibawah ini merupakan syarat kutipan langsung panjang, diantaranya sebagai berikut:

a. APA Style (American Psychological Association), yaitu apabila panjang kalimat yang
penulis kutip melebihi 40 kata.
b. MLA Style (Modern Language Asociation), yaitu apabila panjang kalimat yang penulis
kutip melebihi 4 baris.
c. Apabila si penulis mengutip sumber bacaan ittu berjumlah 4 baris atau lebih, teks yang
dikutip diketik pada alenia baru.

• Ciri-Ciri Kutipan langsung Panjang

Terdapat ciri-ciri dalam kutipan langsung panjang, diantaranya sebagai berikut:

a. Dipisahkan dari teks dengan menggunakan spasi (jarak antar baris) lebih dari teks,
b. Diberi jarak rapat antar baris dalam kutipan.
c. Boleh diapit tanda kutip, boleh juga tidak.

2. Kutipan Langsung Pendek

Adapun penulis mengutip sebuah sumber bacaan yang berjumlah kurang dari 4 baris, teks yang
dikutip tersebut dimasukkan menjadi bagian dalam tulisannya serta juga sebagai kelanjutan
tubuh tulisan (bukan paragraf baru) dengan mempergunakan tanda kulipan berupa koma dua di
bagian atas serta juga koma dua di bagian atas kalimat yang dikutip. Kutipan langsung pendek
tersebut ditulis menjadi satu didalam sebuah paragraf karya tulis. Tanda petik tersebut
memisahkan diantara kalimat kutipan dengan kalimat penulis. Sumber kutipan tersebut ditulis
dekat dengan kalimat kutipan.
Dibawah ini merupakan ciri-ciri kutipan langsung pendek, diantaranya sebagai berikut:

a. Terintegrasi langsung dengan teks


b. Berjarak antar baris yang sama dengan teks
c. Diapit dengan tanda kutip
d. Tidak lebih dari empat baris

• Contoh Kutipan Langsung

Dibawah ini merupakan beberapa contoh dari kutipan langsung:

1. Argumentasi merupakan suatu bentuk retorika yang berusaha untuk dapat mempengaruhi
sikap serta juga pendapat orang lain, agar mereka itu percaya dan akhirnya bertindak sesuai
dengan apa yang diinginkan oleh penulis atau pembicara (Keraf, 1983: 3).

2. Menurut Gorys Keraf didalam bukunya Argumentasi serta Narasi (1983:3), argumentasi
merupakan suatu bentuk retorika yang berusaha untuk dapat mempengaruhi sikap serta pendapat
orang lain, agar mereka itu percaya dan pada akhirnya bertindak sesuai dengan apa yang
diinginkan oleh penulis atau juga pembicara.

B. Kutipan Tidak Langsung

Kutipan tidak langsung merupakan penggunaan kutipan yang dilakukan oleh penulis dengan cara
mengambil pikiran/ide/gagasan/pendapat orang lain, kemudian menyampaikan dalam sebauh
karya penulis itu dengan kalimatnya sendiri sesuai dengan pemahamannya pada kutipan tersebut.
Dengan kata lain, penulis tersebut tidak menulisnya dengan sama persis dengan
tulisan/paragraf/kalimat yang dikutipnya. Penulis itu merangkum sera merangkai kalimat yang
didasarkan dari artikel atau sumber lainnya.
• Ciri-Ciri Kutipan Tidak Langsung

Dibawah ini merupakan ciri-ciri kutipan tidak langsung, diantaranya sebagai berikut:

1. Mengalami perubahan kalimat pada teks yang dikutip


2. Tidak adanya suatu perubahan ide pikiran dari pendapat orang yang dikutip
3. Disampaikan sesuai pemahaman penulis terhadap teori yang dikutip
4. Diakhiri dengan nomer kutipan tanpa tanda petik dua.

• Contoh Kutipan Tidak Langsung

Dibawah ini merupakan beberapa contoh dari kutipan tidak langsung:

1. Seperti dikemukan oleh Gorys Keraf (1983:3) kalau argumentasi itu pada dasarnya tulisan
yang memiliki tujuan untuk mempengaruhi keyakinan para pembaca supaya yakin akan pendapat
penulis bahkan juga mau melakukan apa yang dikatakan oleh penulis.

2. Definisi arti cinta menurut Subroto (2008:16) ialah bahwa cinta itu sebagai suatu kehidupan.
Menurutnya kehidupan tersebut terbentuk dan dimulai dengan bercinta.
B. KERANGKA PIKIR

1. Pengertian

Kerangka fikir adalah model (gambar) dalam bentuk konsep hubungan antara variabel
dan berbagai faktor lainnya. Kerangka pemikiran adalah suatu diagram yang menjelaskan secara
garis besar alur logika berjalannya sebuah penelitian. Kerangka pemikiran dibuat berdasarkan
pertanyaan penelitian (research question), dan merepresentasikan suatu himpunan dari beberapa
konsep serta hubungan diantara konsep-konsep tersebut (Polancik, 2009). Pada tesis, kerangka
pemikiran biasanya diletakkan di bab 2, setelah sub bab tentang Tinjauan Studi (Related
Research) dan Tinjauan Pustaka. Penamaan kerangka pemikiran bervariasi, kadang disebut juga
dengan kerangka konsep, kerangka teoritis atau model teoritis (theoritical model). Seperti
namanya yang beraneka ragam, bentuk diagram kerangka pemikiran juga bervariasi. Kerangka
fikir juga merupakan dasar bagi peneliti guna dapat menentukan hasil hipotesis.

Dalam ide yang bagus, hubungan antara variabel yang akan dieksplorasi akan dijelaskan. Jadi
jika ada 2 variabel pada penelitian, contohnya variabel independen dan dependen. oleh karena itu
kerangka pemikiran menjelaskan bagaimana hubungan antara kedua variabel tersebut disertai
oleh teori-teori yang mendukungnya.

a. Pendapat Ahli Tentang Kerangka Berfikir


1. Eecho
Struktur pemikiran berbeda dari kumpulan informasi atau pemahaman sederhana. Lebih
jauh, struktur pemikiran adalah pemahaman yang mendasari pemahaman orang lain,
pemahaman yang menjadi dasar dan menjadi dasar dari setiap pemikiran selanjutnya.

2. Uma Sekarang
Kerangka pemikiran dapat diartikan sebagai model konseptual tentang bagaimana teori
berhubungan dengan berbagai faktor yang telah diidentifikasi sebagai masalah penting.

3. Scribd

Struktur pemikiran adalah pemahaman yang mendasari pemahaman lain, pemahaman


dasar dan menjadi dasar bagi pemikiran selanjutnya.
2. Fitur Kerangka Berfikir
a) Analisis filosofis dari teori-teori ilmiah diarahkan pada cara berpikir ilmiah yang
mendasari pengetahuan ini harus secara eksplisit dinyatakan semua praanggapan,
prinsip atau postulat yang mendasari itu.
b) Teori yang digunakan untuk berdebat harus sepenuhnya dikuasai dan mengikuti teori
terbaru.

3. Jenis-Jenis Kerangka Berfikir


a. Kerangka Kerja Konseptual
Kerangka konseptual adalah kerangka di mana ia menjelaskan konsep-konsep yang
terkandung dalam hipotesis teoritis, yang kemudian digunakan untuk mengakhiri
elemen-elemen yang terkandung dalam objek yang akan diperiksa dan menunjukkan
hubungan antara konsep-konsep ini.

b. Kerangka Teoritis
Kerangka Teoritis adalah jenis kerangka kerja yang menekankan teori yang
digunakan sebagai dasar dan digunakan untuk menjelaskan fenomena yang diteliti.

c. Kerangka Operasional
Kerangka kerja operasional adalah kerangka kerja yang menjelaskan variabel-variabel
yang diperoleh dari konsep-konsep yang telah dipilih dan juga menunjukkan
hubungan antara variabel-variabel data ini.

Ini juga menjelaskan hal-hal apa yang dapat digunakan sebagai indikator yang digunakan untuk
mengukur variabel terkait.
Cara Membuat Kerangka Berfikir dan Langkah-Langkahnya

Gambar Contoh Kerangka Berfikir


Langkah-langkah untuk membangun kerangka berpikir adalah:

1. Merumuskan Model Penelitian


Model adalah konstruksi struktur pemikiran atau konstruksi struktur teoretis yang
divisualisasikan dalam bentuk diagram dan beberapa persamaan matematika. Esensinya
menegaskan hipotesis penelitian. Sebagai konstruksi kerangka pemikiran, model akan
menunjukkan:

a) jumlah variabel yang diteliti


b) prediksi pada model hubungan antar variabel
c) dekomposisi hubungan antara variabel dan
d) perkiraan jumlah parameter.

2. Memberikan Argumen Teoritis Tentang Hubungan Antara Variabel yang Diteliti


Argumen teoretis dalam kerangka pemikiran adalah upaya untuk mendapatkan jawaban
atas rumusan masalah. Dalam praktiknya, membuat diskusi teoretis membutuhkan studi
teoretis atau hasil penelitian yang relevan. Ini dilakukan sebagai panduan atau arahan
untuk melakukan penelitian. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah bahwa karena
argumen teoretis adalah upaya untuk mendapatkan jawaban atas rumusan masalah, maka
hasil dari argumen teoretis ini adalah jawaban sementara terhadap rumusan masalah
penelitian. Jadi pada akhirnya produk dari struktur pemikiran adalah tanggapan
sementara terhadap rumusan masalah (hipotesis).

3. Penjelasan Tentang Teori yang Ada Dalam Kerangka Pemikiran


Pada langkah pertama, kami menentukan variabel secara detail. Dari variabel-variabel ini
mereka juga menentukan teori-teori yang mendukung variabel-variabel ini. Berdasarkan
ini pada tahap ke 3, peneliti diharuskan untuk menyampaikan teori dalam kerangka
pemikiran.Berikan penjelasan deduktif tentang hubungan antara variabel pencarian.
Tahapan berpikir deduktif mencakup tiga hal, yaitu:
a) Tahapan inferensi (penalaran), yaitu, pemikiran yang menegaskan hal-hal yang
berlaku pada teori, juga berlaku pada hal-hal khusus.
b) Tahap konsepsi, yaitu fase konstruksi konsepsi (mencari konsep atau variabel dari
proposisi yang ada, yang telah dinyatakan benar).
c) Tahap pertimbangan atau penilaian (judgment), yaitu tahap penjabaran disposisi
(dukungan atau penentuan masalah karena konsep atau variabel dependen).

4. Baca Buku dan Hasil Penelitian


Ini adalah langkah umum dalam mempelajari apa pun. Dengan cara yang sama dalam
penelitian kita harus memuat diri kita dengan berbagai pengetahuan yang relevan dengan
penelitian kita. Jadi langkah selanjutnya setelah menentukan variabel adalah membaca
buku yang relevan dengan penelitian (variabel). Kita dapat memperoleh bacaan-bacaan
ini dari buku teks, buku online, ensiklopedia, jurnal dan hasil penelitian seperti tesis, tesis
dan tesis gelar.

5. Tentukan Variabel Detail


Langkah pertama yang perlu peneliti ambil untuk membuat struktur pemikiran adalah
menentukan variabel secara terperinci. Maka untuk mendapatkan teori apa saja yang akan
dicari mendukung pembentukan suasana hati yang jelas. Peneliti harus terlebih dahulu
menentukan variabel. Caranya adalah dengan memperhatikan judul, di judul tentukan
variabel yang dikandungnya. Hanya ada satu variabel atau lebih dari satu. Dari sana
peneliti akan menemukan jumlah variabel dan nama variabel. Dari variabel-variabel ini
mereka menjadi titik awal dalam teori pembangunan.
Contoh Kerangka Berfikir

• Media Pembelajaran Menggunakan Quipper School

Kerangka berpikir

Penggunaan media pembelajaran dengan Quipper School di SMP Negeri 19 Bandar Lampung
bertujuan untuk membantu para guru dan siswa untuk dapat melakukan pembelajaran di mana
saja, kapan saja. Aplikasi ini, termasuk dalam e-learning, membantu siswa untuk dengan mudah
mengakses materi, pertanyaan dan bahkan kuis berdasarkan waktu yang ditentukan oleh guru.
Di bawah ini adalah aliran kerangka pemikiran dari teori yang ditetapkan oleh seorang peneliti.
Sekolah yang lebih tenang dapat didefinisikan sebagai media di mana ia menyediakan konten
pembelajaran untuk mendukung proses pengajaran dan kegiatan belajar.
Dari skema di atas, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah ada
pengaruh dan hambatan yang akan dihadapi siswa dalam menggunakan alat pembelajaran ini.
Tentu saja, penggunaan alat pembelajaran ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa melalui
menu yang sudah tersedia. Media pembelajaran ini adalah cara untuk dapat melihat hasil belajar
siswa.
Di mana setiap guru diharuskan untuk menggunakan sarana belajar ini dalam setiap proses
belajar-mengajar dan memberi tahu siswa tentang manfaat menggunakan media.
Selain teori buku, sekolah yang lebih tenang juga menyediakan bahan dari berbagai tingkatan
seperti sekolah menengah dan sekolah menengah.
DAFTAR PUSTAKA

Suganda, Tarkus. "Perihal Plagiarisme dalam Artikel Ilmiah." Agrikultura, 17 (3) (2006): 161-164.

JULIANDI, Azuar, et al. Metodologi Penelitian Bisnis, Konsep dan Aplikasi: Sukses Menulis
Skripsi & Tesis Mandiri. Umsu Press, 2014.

KAMDI, Waras. Paradigma baru pendidikan teknologi dan kejuruan: kerangka pikir inovasi
pembelajaran. Teknologi dan Kejuruan, 2011, 34.1.