Anda di halaman 1dari 18

PRAKTIKUM AKUNTANSI LEMBAGA/INSTANSI PEMERINTAH

NAMA : NURNINDYA AIZA


EMAIL : nurnindyaaiza19@gmail.com

Kompetensi Dasar: 3.5 Menerapkan standar pengakuan, pengukuran dan


pengungkapan/disclosur akuntansi pemerintah daerah
3.6 Menganalisis elemen basis akuntansi, pelaksanaan
akuntansi, struktur lengkap kode rekening untuk
kelompok akun ast, kewajiban, ekuitas dana,
pendapatan, belanja dan pembiayaan desa/kelurahan.
4.5. Melakukan pencatatan standar pengakuan, pengukuran
dan pengungkapan/disclosur akuntansi pemerintah daerah
4.6. Melakukan pencatatan Menganalisis elemen basis
akuntansi, pelaksanaan akuntansi, struktur lengkap kode
rekening untuk kelompok akun ast, kewajiban, ekuitas dana,
pendapatan, belanja dan pembiayaan desa/kelurahan.

1. Basis Akuntansi Lembaga


a. Basis Akrual: suatu basis akuntansi dimana transaksi atau peristiwa akuntansi
diakui, dicatat dan disajikan dalam laporan keuangan pada saat terjadinya
transaksi tersebut tanpa memperhatikan waktu kas diterima atau dibayarkan.
Trasaksi yang dicatat adalah semua transaksi yang berupa pelaksanaan anggaran.
b. Basis Kas: suatu basis akuntansi dimana transaksi atau peristiwa akuntansi diakui,
dicatat dan disajikan dalam laporan keuangan pada saat kas/setara kas diterima
atau diterima atau dibayarkan. Trasaksi yang dicatat adalah semua transaksi yang
berupa pelaksanaan anggaran, pendapatan yang masih harus diterima, pendapatan
diterima dimuka, beban yang masih harus dibayar, beban dibayar dimuka dan
beban penyusutan aktiva tetap.
2. Persamaan Dasar Akuntansi Lembaga
Persamaan dalam akuntansi merupakan gambaran antara elemen-elemen dalam
sebuah laporan keuangan yang saling berhubungan. Terdapat 5 (lima) elemen pokok dalam
laporan keuangan Desa, yaitu Aset, Kewajiban, Pendapatan, Belanja, dan Kekayaan Bersih.
Akan mudah melakukan pencatatan transaksi jika kita memahami persamaan akuntansi yang
dapat dijelaskan sebagai berikut :
Persamaan akuntansi dasar ini sangat sederhana dengan mengambil 3 (tiga) elemen
pokok dalam laporan keuangan, yaitu aset, kewajiban, dan kekayaan bersih, maka didapat
rumusan persamaan akuntansinya sebagai berikut :
Aset = Kewajiban + Kekayaan Bersih
Persamaan akuntansi yang diperluas dari persamaan akuntansi dasar ini memiliki 2
(dua) rumus yaitu :
Aset + Belanja = Kewajiban + Kekayaan Bersih + Pendapatan +/- Pembiayaan
Netto
Atau
Aset = Kewajiban + Kekayaan Bersih + (Pendapatan – Belanja) +/- Pembiayaan
Netto

Unsur-unsur yang ada pada laporan keuangan desa dapat dijelaskan sebagai berikut :
a. Aset
Merupakan sumber daya ekonomi yang dikuasai dan/atau dimiliki sebagai akibat dari
peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi dan/atau sosial dimasa depan
dapat diperoleh serta dapat diukur dengan satuan uang. Aset dapat dikelompokkan
dalam :
1) Aset Lancar, yaitu aset yang dalam periode waktu tertentu (tidak lebih dari satu
tahun) dapat dicairkan menjadi uang kas atau menjadi bentuk aset
lainnya.Misalnya Kas, Piutang, Persediaan.
2) Aset Tidak Lancar, yaitu aset yang mempunyai nilai ekonomis lebih dari satu
tahun. Misalnya Investasi Permanen, Aset Tetap, Dana Cadangan, Aset Tidak
Lancar Lainnya.
b. Kewajiban
Merupakan utang yang timbul dari peristiwa masa lalu yang penyelesaian-nya
mengakibatkan aliran keluar sumber dayaekonomi yang dimiliki. Kewajiban ini bisa
berupa Kewajiban Jangka Pendek dan Kewajiban Jangka Panjang. Misalnya Utang
Kepada Pihak Ketiga, Utang Pemotongan Pajak, Utang Cicilan Pinjaman, Pinjaman
Jangka Panjang,
c. Kekayaan Bersih
Merupakan selisih antara aset yang dimiliki desa dengan kewajiban.yang harus
dipenuhi desa sampai dengan tanggal 31 Desember suatu tahun.
d. Pendapatan
Merupakan penerimaaan yang akan menambah Saldo Anggaran Lebih dalam periode
tahun anggaran yang bersangkutan yang menjadi hak pemerintah Desa, dan tidak
perlu dibayar kembali oleh pemerintah Desa.
e. Belanja
Merupakan semua pengeluaran oleh Bendahara yang mengurangi Saldo Anggaran
Lebih dalam periode tahun anggaran yang bersangkutan yang tidak akan diperoleh
pembayarannya kembali oleh pemerintah Desa.
f. Pembiayaan
Merupakan setiap penerimaan/pengeluaran yang tidak berpengaruh pada kekayaan
bersih entitas yang perlu dibayar kembali dan/atau akan diterima kembali, baik pada
tahun anggaran yang bersangkutan maupun tahun-tahun anggaran berikutnya, yang
dalam penganggaran terutama dimaksudkan untuk menutup defisit atau
memanfaatkan surplus anggaran.

3. Siklus Akuntansi Lembaga


A. Definisi Siklus Akuntansi
Siklus akuntansi merupakan gambaran tahapan kegiatan akuntansi yang meliputi
pencatatan, penggolongan, pengikhtisaran, dan pelaporan yang dimulai saat terjadi
sebuah transaksi.
B. Tahapan Siklus Akuntansi
a. Tahap Pencatatan
Tahap ini merupakan langkah awal dari siklus akuntansi. Berawal dari buktibukti
transaksi selanjutnya dilakukan pencatatan ke dalam buku yang sesuai.
b. Tahap Penggolongan
Tahap selanjutnya setelah dilakukan pencatatan berdasarkan bukti transaksi adalah
tahap penggolongan. Tahap penggolongan merupakan tahap mengelompokkan catatan
bukti transaksi ke dalam kelompok buku besar sesuai dengan nama akun dan saldo-
saldo yang telah dicatat dan dinilai kedalam kelompok debit dan kredit.
c. Tahap Pengikhtisaran
Pada tahap ini dilakukan pembuatan neraca saldo dan kertas kerja. Laporan Kekayaan
Milik Desa berisi saldo akhir akun-akun yang telah dicatat di buku besar utama dan
buku besar pembantu. Laporan Kekayaan Milik Desa dapat berfungsi untuk
mengecek keakuratan dalam memposting akun ke dalam debit dan kredit. Di dalam
Laporan Kekayaan Milik Desa jumlah kolom debit dan kredit harus sama atau
seimbang. Sehingga perlunya pemeriksaan saldo debit dan kredit di dalam Laporan
Kekayaan Milik Desa dari waktu ke waktu untuk menghindari salah pencatatan.
Dengan demikian, pembuktian ini bukan merupakan salah satu indikasi bahwa
pencatatan telah dilakukan dengan benar.
d. Tahap Pelaporan
Tahap ini merupakan tahap akhir dari siklus akuntansi. Kegiatan yang dilakukan pada
tahap ini :
1) Membuat Laporan Pertanggungjawaban Realisasi Pelaksanaan APBDesa
Laporan ini berisi jumlah anggaran dan realisasi dari pendapatan, belanja, dan
pembiayaan dari pemerintah desa yang bersangkutan untuk tahun anggaran
tertentu
2) Laporan Kekayaan Milik Desa
Laporan yang berisi posisi aset lancar, aset tidak lancar, dan kewajiban
pemerintah desa per 31 Desember tahun tertentu.

4. Bukti Transaksi pada Lembaga Pemerintahan


a. Penerimaan pendapatan
Setiap pencatatan penerimaan harus disertai dengan bukti yang lengka dan sah.
Dokumen sumber yang dijadikan dasar pencatatan penerimaan pendapatan oleh
bendahara desa antara lain:
- Bukti transfer deviden
- Kuitansi penerimaah
- Tanda terima retribusi
- Tanda terima pungutan
- Tanda terima swadaya tunai
- Tanda terima barang
- Daftar hadir
- Nota transfer
b. Belanja
Dokumen atau formulir yang terkait dengan penatausahaa belanja desa terdiri dari
Rencana Anggaran Biaya (RAB), Surat Permintaan Pembayaran (SPP), Surat
Pernyataan Tanggung Jawab Belanja (SPTB) dan bukti kuitansi.
1. Rencana Anggaran Biaya
Langkah awal yang harus dilakukan oleh pelaksana kegiatan setelah APBDesa
disahkan adalah mengajukan pendanaan untuk melaksanakan kegiatan. Pengajuan
tersebut harus disertai dengan dokumen antara lain yaitu RAB. Format RAB
adalah sebagai berikut:

PEMERINTAH DESA.............
RENCANA ANGGARAN BIAYA
TAHUN ANGGARAN 20xx
Bidang:
Kegiatan:
Waktu Pelaksanaan:
Sumber Dana:
Output/Keluaran:
Kode Uraian Anggaran
Volume Harga Satuan Jumlah

Jumlah
........,20xx ........,20xx ........,20xx
Mengesahkan, telah diverifikasi pelaksana kegiatan
Kepala desa sekretaris desa

....................... .......................

Setelah RAB disetujui, maka langkah selanjutnya berupa permintaan


pembayaran/uang dari pelaksana kegiatan kepada bendahara desa melalui surat
permintaan pembayaran (SPP) baik yang bersifat panjar maupun definitif.
2. Surat Permintaan Pembayaran (Definitif)
SPP definitif berfungs sebagai dasar permintaan dana.uang oleh pelaksana
kegiatan setelah mendapat persetujuan dari kepala desa. Bagi sekretaris desa, SPP
berfungsi sebagai alat kontrol untuk menguji kebenaran perhitungan dan
ketersediaan dana. Format SPP disajikan sebagai berikut:
3. Surat Pernyataan Tanggung Jawab Belanja (SPTB)
Pengajuan SPP oeh pelaksana kegiatan harus dilampirai dengan surat pernyataan
tanggung jawab belanja yang merupakan rekapotulasi SPJ yang telah dilakukan
oleh pelaksana kegiata dalam SPTB ini ditambahkan kolom “nama” dan “nomor
rekening pihak ketiga” untuk memfasilitasi pembayaran yang dilakukan melalui
transfer bank. Formatnya adalah sebagai berikut:

4. Bukti kuitansi
Selain STPB, pengajuan SPP juga harus dilampiri dengan bukti transaksi. Bukti
transaksi adalah dokumen pendukung yang berisi data transaksi yang dibuat
setelah adanya transaksi yang digunakan sebagai dasar pencatatan. Bukti transaksi
minimal memuat data pihak yang mengeluarkan atau yang membuat. Bukti
transaksi yang baik adalah didalamnya teulis nama beserta jabatan dari pihak yang
membuat, nama beserta jabatan yang mmverifikasi, nama jabatan yang
menyetujui dan nama dari pihak yang menerima. Contoh bkti transaksi antara lain
yaitu berupa kuitansi, faktur, surat perjanjan, surat penerimaan barang, nota kotan,
nota debet, nota kredit dan memo internal.
5. Surat Permintaan Pembayaran (Panjar Kegiatan)
SPP Panjar adalah permintaan dana/uang muka kepada pelaksana kegiatan untuk
melaksanakan kegiatan tertentu. Berbeda dengan SPP definitif yang melampirkan
bukti transaksi yang telah dilaksanakan, lampiran SPP Panjar kegiatan berupa
rencana pembelian/pengeluaran yang akan dilakukan. Format SPP Panjar adalah
sebagai berikut:

5. Dokumen Pencatatan pada Akuntansi Lembaga

Dokumen Penatausahaan Keuangan Desa

1. Buku Kas Umum


Tidak seperti akuntansi pada umumnya, pembukuan keuangan desa dilakukan secara
lebih sederhana. Hal ini bisa dilihat dari penggunaan buku kas umum desa uang hanya
digunakan untuk mencatat transaksi yang dilakukan secara tunai (baik penerimaan
pendapatan maupun pengeluaran belanja) dan dilakukan secara kronologis. Jadi penerimaan
pendapatan dan pengeluaran belanja kegiatan yang dilakukan secara tunai oleh Bendahara
Desa akan dicatat dalam Buku Kas Umum Desa.
Pencatatan semua transaksi baik penerimaan pendapatan maupun pengeluaran belanja
desa pada buku kas umum desa dan buku pembantu lainnya dilakukan berdasarkan bukti
transaksi yang lengkap dan sah, misalnya dokumen sumber yang dijadikan dasar pencatatan
pengeluaran belanja oleh Bendahara Desa antara lain yaitu kuitansi pengeluaran, Faktur
pembelian atau nota pembelian.
Khusus transaksi pemotongan dan penyetoran pajak oleh Bendahara Desa selain
dicatat pada Buku Kas Umum Desa juga dicatat dalam Buku Kas pembantu Pajak. Hal ini
dilakukan untuk memudahkan memperoleh informasi mengenai kewajiban perpajakan
Bendahara Desa. Format Buku Kas Umum adalah sebagai berikut:

BUKU KAS UMUM TUNAI


PEMERINTAH DESA.......
TAHUN ANGGARAN 20XX

Pengeluar
Kode Nom
N Tangg Urai Penerima Pengeluar an Sald
Rekenin or
o al an an (Rp) an (Rp) Kumulati o
g Bukti
f

Jumlah

Mengetahui, .............,...........20xx
Kepala Desa Bendahara Desa

................... ..........................

Dalam buku kas umum desa, terdapat kolom “Kode Rekening” yang diisi dengan
kode rekening, namun digunakan hanya untuk pecatatan transaksi keuangan yang
mempengaruhi akun pendapatan, belanja dan pembiayaan sebagaimana tertuang dalam
APBDesa. Sedangkan transaksi yang tidak mempengaruhi akun tersebut, misalnya
pengambilan uang tunai di bank, pemberian panjar dan transfer kepada pihak ketiga, tidak
perlu diisi dengan kode rekening.
Kolom “Nomor Bukti” agar iisi dengan nomor intern yang diberikan secara teratur
dan sistematis sehingga mudah untuk ditelusuri.
Kolom “Pengeluaran Kumulatif” diisi dengan jumlah sebesar akumulasi pengeluaran
saja(tidak termasuk penerimaan). Jadi jika pada baris berikutnya adalah transaksi penerimaan
tunai, maka besaran jumlah kolom pada baris tersebut adalah sama dengan besaran jumlah
pada baris sebelumnya.
Kolom “saldo” menunjukan jumlah akumulasi uang dari transaksi penerimaan
maupun pengeluaran kas. Pada setiap akhir bulan buku kas umum desa aris ditutup secara
tertib serta ditandatangani oleh Bedahara desa dan kepala desa.
2. Buku Bank
Berbeda dengan buku kas umum desa, buku bank desa hanya digunakan untuk
pencatatan transaksi keuangan yang dilakukan melalui transfer bank baik penerimaan
maupun pengeluaran termasuk mutasi kas. Pencatatan dalam buku bank desa juga dilakukam
secara kronologis. Format buku bank adalah sebagai berikut:

BUKU BANK DESA


PEMERINTAH DESA......
TAHUN ANGGARAN 20XX

Bulan :
Nama Bank :
No. Rekening :

Pemasukan Pengeluaran
Uraian No
Tg Setora Bung Biaya Sald
No Transaks Bukt Penarika Paja
l n a Admi o
i i n k
n

Jumlah

Mengetahui, .............,...........20xx
Kepala Desa Bendahara Desa

................... ..........................

Kolom “nomor bukti” agar diisi dengan nomor intern yang diberikan secara teratur
dan sistematis sehingga mudah untuk ditelusuri.
Kolom “Bunga”, “Pajak” dn “Biaya Administrasi” diisi dengan jumlah nilainya
diperoleh dari rekening koran bank yang bersangkutan.
Kolom “saldo” menunjukan jumlah akumulasi uang dari transaksi pemasukan
maupun pengeluaran melalui bank, atas saldo ini harus dilakukan rekonsiliasi dengan
rekening koran bank yang bersangkutan. Pada setiap akhir bulan buku bank desa harus
ditutup secara tertib, serta ditandatangani oleh Bendahara Desa dan Kepala Desa.

3. Buku kas pembantu panjak


Buku kas pembantu pajak digunakan untuk mencatat pemotongan dan penyetoran
pajak yang dilakukan oleh Bendahara Desa. Transaksi pemotongan dan penyetoran pajak ini
dicatata pada Buku Ks Umum Desa dan Buku Pajak.

BUKU KAS PEMBANTU PAJAK


PEMERINTAH DESA
TAHUN ANGGARAN 20XX

No Tanggal Uraian Pemotongan Penyetoran Saldo

Jumlah

Mengetahui, .............,...........20xx
Kepala Desa Bendahara Desa

................... ..........................

Buku kas pembantu pajak merupakan alat pengendalian terhadap kewajiban


perpajakan yang dilakukan bendahara desa. Dengan buku ini dapat diketahui pemotongan dan
penyetoran pajak yang telah dilakukan oleh Bendahara Desa.

4. Buku Pembantu Rincian Pendapatan


Buku pembantu rincian pendapatan merupakan buku sebagai alat pengendalian
pencatatan penerimaan pendapatan untuk tiap jenisnya agar pada saat penyusunan laporan
realisasi APBDesa khususnya pendapatan desa tidak mengalami kesulitan. Buku ini
meruakan tambahan diluar yang dipersyaratkan oleh permendagri 113/2014. Format buku
pembantu rincian pendapatan adalah sebagai berikut:
BUKU PEMBANTU RINCIAN PENDAPATAN
PEMERINTAH DESA....
TAHUN ANGGARAN 20XX

Jenis Pendapatan Jumlah


No Uraian
PADesa Transfer Lain-lain Pendapatan

Jumlah

Mengetahui, .............,...........20xx
Kepala Desa Bendahara Desa

................... ..........................

Dengan buku pembantu rincian pendapatan ini maka setap jenis pendapatan seperti
pendapatan hasil usaha, dana desa ataupun alokasi dana desa dapat diketahui dengan mudah.
Hal ini diperlukan dalam penyusunan laporan realisasi APBDesa.

5. Register Surat Perintah Pembayaan (Register SPP)


Register SPP adalah sarana untuk mengendalikan dan mengontrol SPP yang telah
diterbitkan baik SPP definitif maupun SPP Panjar kegiatan. Pada akhir periode, register ini
dapat dijadikan kontrol dalam penyusunan Laporan Realisasi APB Desa oleh Bendahara
Desa. Format Register SPP disajikan sebagian berikut:
PEMERINTAH DESA.......
REGISTER SURAT PERINTAH PEMBAYAARAN
TAHUN ANGGARAN 20xx

No Tgl No SPP Uraian Pembayaran Jumlah

Jumlah

Mengetahui, .............,...........20xx
Kepala Desa Bendahara Desa

................... ..........................
Sebagai alat pengendalian, Register SPP ini digunakan sebagai acuan dalam memberi
nomor SPP yang diajukan pelaksana kegiatan.

6. Register kuitansi pembayaran (Register Kuitansi)


Register kuitansi pembayaran adalah sarana untuk mengendalikan dan mengontrol
kuitansi. Pada akhir periode, register ini dapat dijadikan kontrol dalam penyusunan Laporan
Realisasi APB Desa oleh Bendahara Desa. Format register kuitansi pembayaran disajikan
sebagai berikut:

PEMERINTAH DESA.......
REGISTER KUITANSI PEMBAYAARAN
TAHUN ANGGARAN 20xx

No Tgl No Bukti Uraian Pembayaran Jumlah

Jumlah

Mengetahui, .............,...........20xx
Kepala Desa Bendahara Desa

................... ..........................

Dengan adanya register kuitansi pembayaran ini maka penomoran atas kuitansi ada
dapat terstandarisasi sehingga memudahkan untuk penelusuran dan pencarian kuitansi yang
dimaksud.

7. Daftar Rekapitulasi Panjar Kegiatan


Daftar rekapitulasi Pajar kegiatan merupakan suatu daftar yang dibuat oleh Bendahara
Desa untuk mengetahui rincian panjar yang telah dikeluarkan kepada Pelaksana kegiatan.
Format daftar rekapitulasi panjar kegiatan adalah sebagai berikut:
PEMERINTAH DESA.......
DAFTAR REKAPITULASI PANJAR KEGIATAN
TAHUN ANGGARAN 20xx

Nama Jumlah Sisa Pengembalian Sisa


No Jumlah SPJ
Kegiatan Panjar Panjar Sisa Panjar Dana

Jumlah

Mengetahui, .............,...........20xx
Kepala Desa Bendahara Desa

................... ..........................

Dengan daftar ini maka akan diketahui panjar mana saja yang sudah
dipertanggungjawabkan oleh pelaksana kegiatan dan panjar yang masih terbuka belum di SPJ
kan.

8. Buku Pembantu Rincian Pembiayaan


Buku pembantu rincian pembiayaan merupakan buku sebagai alat pengendalian
pencatatan penerimaan dan pengeluaran pembiayaan. Buku ini mencatat transaksi untuk tiap
jenis pembiayaan agar pada saat penyusunan lapran realisasi APBDesa khususnya yang
terkait pembiayaan desa tidak mengalami kesulitan. Buku ini merupakan tambahan diluar
yang dipersyaratkan oleh pemendagri 113/2014. Format Buku Pembantu Rincian Pembiayaan
adalah sebagai berikut:

BUKU PEMBANTU RINCIAN PEMBIAYAAN


PEMERINTAH DESA.......
TAHUN ANGGARAN 20xx

Jenis Pembiayaan
Jumlah
No Uraian Penerimaan Pengeluaran
Pembiayaan
Pembiayaan Pembiayaan

Jumlah

Mengetahui, .............,...........20xx
Kepala Desa Bendahara Desa
................... ..........................

Dengan Buku Pembantu Rincian Pembiayaan ini maka setiap jenis pembiayaan dapat
diketahui dengan mudah. Hal ini diperlukan dalam penyusunan Laporan Realisasi APBDesa.

9. Buku Kas Pembantu Kegiatan


Selain Bendahara Desa, pelaksana kegiatan juga melakukan pecatatan pengeluaran
belanja. Namun pengeluaran yang dicatat oleh pelaksana kegiatan adalah berupa pengeluaran
belanja kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya, baik berupa belanja barang dan jasa
maupun belanja modal, serta transaksi penerimaan panjar dari Bendahara Desa.
Pelaksana kegiatan melakukan pencatatan pada buku kas pembantu kegiatan
berdasarkan SPP yang telah disetujui dan didukung dengan bukti transaksi yang lengkap dan
sah. Selain itu pelaksanaan kegiatan juga harus menyusun laporan kegiatan setelah kegiatan
selesai dilaksanakan. Berikut merupakan format dari buku kas pembantu kegiatan

BUKU KAS PEMBANTU KEGIATAN


PEMERINTAH DESA..........
TAHUN ANGGARAN 20XX

1. Bidang :
2. Kegiatan :
No.Bu
Penerimaan Pengeluaran
kti
Bela Jml
Sal
N T Urai Swaday nja Bela pengemba
Dari do
o gl an a Bara nja lian ke
Bendah Kas
Masyara ng Mod bendahara
ara
kat dan al
Jasa

Jumlah
Total Penerimaan Total Pengeluaran

.......,......20xx
Pelaksana Kegiatan

...................

Dokumen sumber yang dijadikan dasar pencatatan transaksi oleh pelaksana kegiatan
dalam Buku Kas Pembantu Kegiatan antara lain:
- Kuitansi pengeluaran
- Tanda terima panjar
- Tanda terima barangv(swadaya berupa barang)
- Daftar hadir (swadaya berupa tenaga)

Jika pada akhir pelaksanan kegiatan masih terdapat saldo di pelaksana kegiatan maka
dilakukan penyetoran sisa panjar kepada bendahara desa.

Kolom nomor bukti agar diisi dengan nomor intern yang diberikan secara teratur dan
sistematis sehingga mudah untuk ditelusuri.

Pada setiap akhir bulan buku kas pembantu kegiatan harus ditutup secara tertib dan
ditanda tangani oleh pelaksana kegiatan

6. Kode Rekening
Kode akun adalah suatu penamaan/penomoran yang dipergunakan untuk
mengklasifikasikan pos atau rekening transaksi. Setiap jenis pos dalam satusistem
akuntansi harus memiliki kode atau nomor yang dapat dibedakan sesuai dengan
kelompoknya. Kode akun mempunyai karakteristik sebagai berikut :
- Luwes, mudah disisipkan jika terdapat penambahan akun baru.
- Sederhana, sesuai dengan tujuan akun, namun mudah dimengerti
- Unik, setiap akun mempunyai kode masing-masing dan unik
- Sistematik, penempatan atau urutan akun sesuai dengan akun utama

CONTOH SOAL

Desa Mekarjadi terletak di Kecamatan Sukajaya Kabupaten Sumedang akan menjalankan


penatausahaan keuangannya, diketahui saldo kas tunai desa sebesar Rp 1.000.000,00 dan
saldo kas di Bak adalah Rp 100.000.000,00. Berikut adalah transaksi-transaksi yang terjadi
selama Bulan Februari Tahun 2015. Catatlah dalam Buku Kas Umum dan Buku Bank!
- Tanggal 15 Februari diterima hasil retribusi pasar desa sebesar Rp 250.000,00
dengan nomor bukti NKM0054.
- Tanggal 16 Februari dikeluarkan SPP No 17 untuk belanja alat tulis kantor desa
sebesar Rp 150.000,00.
- Tanggal 20 Februari diterima hasil retribusi jaringan irigasi untuk tahun tanam
2015 sebesar Rp 500.000,00 dengan No. Bukti NKM0055.
- Tanggal 21 Februari disetorkan ke rekening kas desa melalui Bank Bahagia
sebesar Rp sebesar Rp 500.000,00 dengan No Bukti Bank (BB) No 23.
- Tanggal 27 Februari ditarik uang dari rekening kas desa pada Bank Bahagia
sebesar Rp 6.000.000,00 dengan Bukti Bank No 24.
- Tanggal 28 Februari dikeluarkan SPP No 18 untuk penghasilan tetap kepala desa
dan perangkat desa sebesar Rp 5.000.000,00.
Jawaban:

BUKU KAS UMUM


DESA MEKARJADI KECAMATAN SUKAJAYA
TAHUN ANGGARAN 2015
Jumlah
No Tgl Kode Rek. Uraian Ref Penerimaan Pengeluaran No Bukti Pengeluaran Saldo
Kumulatif
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Saldo Awal 1.000.000
1 15 1 1 3 1 Retribusi 250.000 NKM0054 1.250.000
Awal
2 16 2 1 2 2 1 ATK Desa 150.000 SPP17 150.000 1.100.000
3 20 1 2 2 2 Retribusi 500.000 NKM0055 1.600.000
Irigasi
4 21 Setoran Ke 500.000 BB23 650.000 1.100.000
Bank
5 27 Penarikan 6.000.000 BB24 7.100.000
Dana
6 28 2 1 1 1 1 Penghasilan 5.000.000 SPP18 5.650.000 2.100.000
tetap
JUMLAH 6.750.000 5.650.000

BUKU BANK DESA

DESA MEKARJADI KECAMATAN SUKAJAYA


TAHUN ANGGARAN 2015
Bulan : Februari 2015
Bank Cabang : Sumedang
No. Rek : 2509890009
Pemasukan Pengeluaran
Uraian Bukti
No Tgl Bunga Biaya Saldo Bank
Transaksi Transaksi Setoran Penarikan Pajak
Bank Administrasi
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Saldo 100.000.000
Awal
1 21 BB No.23 500.000 100.500.000
2 27 BB No.24 6.000.000 94.500.000
Jumlah Transaksi Bulan ini 500.000 6.000.000
TUGAS MANDIRI AKPEM KELAS XI AKL

- TULIS TANGAN DIBUKU BESAR


- HASILNYA DIFOTO/SCAN DAN KIRIM
EMAIL KE nurnindyaaiza19@gmail.com
SERTAKAN KELAS DAN NAMA DIKERTAS
TULISAN TANGAN DIBUKU BESAR MISAL XI
AKL 1 CALVIN
- TUGAS FOTO/SCAN PALING LAMBAT
DITERIMA KE EMAIL IBU TANGGAL
20 FEBRUARI 2020
- PERINGATAN! TULISAN TANGAN SENDIRI
- SELAMAT MENGERJAKAN .....

SOAL MANDIRI
1. Apa yang dimaksud dengan basis akrual dan basis kas?
2. Apa yang dimaksud dengan pendapatan desa?
3. Apa yang dimaksud dengan belanja desa?
4. Apa yang dimaksud dengan pembiayaan desa?
5. Jelaskan tahapan siklus akuntansi?
6. Jelaskan pengertianRencana Anggaran Biaya Desa dan tulis formatnya seperti
apa ?
7. Jelaskan pengertian Permintaan Pembayaran (defenitif) dan tulis formatnya
seperti apa?
8. Jelaskan pengertian Surat pernyataan tanggung jawab belanja dan tulis
formatnya seperti apa?
9. Jelaskan pengertian Permintaan Pembayaran (panjar kegiatan) dan tulis
formatnya seperti apa?
10. Catatlah transaksi-transaksi yang terjadi di Desa Argasari ini kedalam buku kas
umum dan buku bank desa
- 3 Januari 2016 diterima iuran wajib warga tahun 2016 sebesar Rp 2.500.000,00
- 5 Januari 2016 diterima hasil sewa tanah desa untuk tahun 2016 sebesar Rp
2.000.000,00
- 6 Januari 20016 diterima hasil retribusi pasar desa untuk Bulan Januari sebesar Rp
3.000.000,00
- 12 Januari 2016 disetorkan ke rekening kas desa di Bank Aman sebesar Rp
6.000.000,00
- 18 Januari 2016 diterima hasil sewa aula milik desa sebesar Rp 300.000,00
- 19 Januari 2016 dilakukan penarikan uang tunai sebesar Rp 4.000.000,00 untuk
kas operasional bendahara desa dari rekening yang ada di Bank Aman,
- 23 Januari 2016 dikeluarkan SPP No 001 untuk pembelian alat kebersihan sebesar
Rp 100.000,00
- 25 Januari 2016 dikeluarkan SPP No 002 untuk pembelian ATK sebesar Rp
170.000,00
- 27 Januari 2016 dikeluarkan SPP No 003 untuk pembelian benda pos sebesar Rp
100.000,00
- 30 Januari 2016 dikeluarkan SPP No 003 untuk belanja pegawai sebesar Rp
2.500.000,00

PENYELESAIAN

1. HALAMAN 1
2. HALAMAN 2
3. HALAMAN 2
4. HALAMAN 2
5. HALAMAN 2-3
6. HALAMAN 4
7. HALAMAN 4-5
8. HALAMAN 5
9. HALAMAN 6
10.
- Jawaban:
BUKU KAS UMUM
DESA ARGASARI
TAHUN ANGGARAN 2016
Jumlah
No
N Re Pengeluara Pengeluara
Tgl Kode Rek. Uraian Penerimaan Buk Saldo
o f n n
ti
Kumulatif
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 3/1 Pemajeg 2.500.000 2.500.000
2 5/1 Sewa tanah desa 2.000.000 4.500.000
3 6/1 Retribusi pasar 3.000.000 7.500.000
4 12/ Setoran ke Bank 6.000.000 1.500.000
1
5 18/ Sewa aula 300.000 1.800.000
1
6 19/ Penarikan dana 4.000.000 5.800.000
1
7 23/ Alat kebersihan 100.000 SPP 5.700.000
1 1
8 25/ ATK 170.000 SPP 5.530.000
1 2
9 27/ Benda POS 100.000 SPP 5.430.000
1 3
1 30/ Belanja pegawai 2.500.000 SPP 1.930.000
0 1 4
JUMLAH

BUKU BANK DESA


DESA ARGASARI
TAHUN ANGGARAN 2016
Bulan : Januari 2016
Bank Cabang : Bandung
No. Rek : 249xxxx
Pemasukan Pengeluaran
Uraian Bukti
No Tgl Bunga Biaya Saldo Bank
Transaksi Transaksi Setoran Penarikan Pajak
Bank Administrasi
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 12/1 - 6.000.000 6.000.000
2 19/1 - 4.000.000 2.000.000
Jumlah Transaksi Bulan ini 6.000.000 4.000.000