Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PRAKTIKUM ANATOMI FISIOLOGI MANUSIA

PERCOBAAN II

BOBOT BADAN DAN LUAS PERMUKAAN BADAN

DAN DOSIS OBAT

DOSEN PENGAMPU :

1. Dr. Dwintha Lestari, S. Farm.,


2. Asti Yuniar Rindarwati, M, Farm., Apt

Disusun Oleh :

Ananda Shafa Salsabilla (180106005)

PROGRAM STUDI FARMASI

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BANDUNG

2019/2020
I. PENDAHULUAN
I.1 Tujuan praktikum
I.1.1 Menentukan hubungan dan pengaruh bobot badan, tinggi
badan, umur, dan luas permukaan tubuh terhadap perhitungan
dosis.
I.1.2 Menentukan pengaruh bobot badan, tinggi badan dan luas
permukaan tubuh serta usia terhadap dosis obat.
I.2 Prinsip
I.2.1 Berdasarkan bobot badan dan luas permukaan badan yang
mempengaruhi dosis obat.
I.2.2 Berdasarkan luas permukaan rumus Du Bois dan Du Bois.

II. TEORI DASAR

Berat badan digunakan untuk menghitung dosis yang dinyatakan


dalam mg/kg. akan tetapi, perhitungan dosis anak dari dosis dewasa
berdasarkan berat badan saja. Seringkali menghasilkan dosis anak yang
terlalu kecil karena anak mempunyai laju metabolisme yang lebih tinggi
sehingga per kg berat badannya seringkali membutuhkan dosis yang lebih
tinggi dari pada orang yang dewasa (kecuali pada neonatus). (Ganiswara,
1995 hal : 821).

Luas permukaan tubuh lebih tepat untuk menghitung dosis anak


karena banyak fenomena fisik lebih erat hubungannya dengan luas
permukaan tubuh. Berdasrkan uas permukaan tubuh ini, besarnya dosis
anak sebagai persentase dari dosis dewasa (Ganong, 2002 hal : 172).

Takaran farmakope yang dimuat dalam farmakope Indonesia dan


farmakope nagara-negara lain hanya dimaksudkan sebagai pedoman saja.
Begitu pula dosis maksimal (DM) yang bila dilampaui dapat
mengakibatkan efek toksis bukan merupakan batas yang mutlak harus
dibatasi (Hoan, 1999 hal : 543).

Dosis maksimal (DM) adalah dosis maksimum untuk dewasa


untuk pemakaian melalui mulut, injeksi subkutan dan rectal.Penyerahan
obat melebihi DM harus dibelakang jumlah obat pada resep diberi tanda
seru dan paraf Dokter penulis resep. Dosis lazim untuk dewasa anak dan
bayi merupakan petunjuk bukan pengikat (Anief, 1987 hal : 28).

III. METODEOLOGI PERCOBAAN


III.1 Alat dan Bahan (Fungsi)
No Alat Bahan Fungsi
1. Timbangan Badan - Untuk mengontrol
berat badan
2. Alat Pengukur tinggi - Untuk mengukur
badan / meteran tinggi badan

III.2 Prosedur
Timbang berat badan dan ukur tinggi badan tiap anggota keluarga,
dicatat data yang telah didapat dengan membuat tabel yang berisi
informasi berat badan, umur, jenis kelamin, luas permukaan tubuh
menurut perhitungan, luas permukaan tubuh menurut pustaka, dosis
sehari dan juga persentase. Setelah didapatkan data tersebut, dihitung
luas permukaan badan rata-rata untuk semua jenis, untuk wanita saja
dan untuk pria saja.
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

IV.1 Hasil Pengamatan


IV.1.1 Tabel Perhitungan Luas Permukaan Tubuh, Dosis Sehari dan
Persentase

Nama Moch. Enjang Sumarlan


Jenis Kelamin Laki-laki
Umur 65 tahun
Berat badan 54 kg
Tinggi badan 169 cm
Luas permukaan S = 540,425 x 1690,725 x 71,84
104
= 5,44 x 41,23 x 71,84
10.000
= 1,611
Dosis sehari 1,611
x 500mg = 465,60
1,73
Persentase 465,60
x 100% = 93,12%
500

Nama Evi Sofianti Noor


Jenis Kelamin Perempuan
Umur 46 tahun
Berat badan 67 kg
Tinggi badan 167 cm
Luas permukaan S = 670,425 x 1670,725 x 71,84
104
= 5,97 x40,87 x 71,84
10.000
= 1,752
Dosis sehari 1,752
x 500mg = 506,35
1,73
Persentase 506,35
x 100% = 101,27%
500

Nama Ananda Shafa Salsabilla


Jenis Kelamin Perempuan
Umur 19 tahun
Berat badan 55 kg
Tinggi badan 162 cm
Luas permukaan S = 550,425 x 1620,725 x 71,84
104
= 5,49 x 39,98 x 71,84
10.000
= 1,576
Dosis sehari 1,576
x 500mg = 455,49
1,73
Persentase 455,49
x 100% = 91,098%
500

Nama Moch. Dendi Said Akmal


Jenis Kelamin Laki-laki
Umur 12 tahun
Berat badan 56 kg
Tinggi badan 163 cm
Luas permukaan S = 560,425 x 1630,725 x 71,84
104
= 5,53 x 40,16 x 71,84
10.000
= 1,595
Dosis sehari 1,595
x 500mg = 460,98
1,73
Persentase 460,98
x 100% = 92,196%
500

IV.1.2 Perhitungan Rata – Rata Luas Permukaan Tubuh Untuk :


a. Seluruh Kelas
IV.2 Pembahasan
Pada praktikum kali ini, dilakukan pengukuran berat badan dan tinggi
badan anggota keluarga sebanyak 4 orang. Untuk menghitung luas permukaan,
menggunakan persamaan Dubois, yaitu :
S = W0,425 x H0,725 x 71,84
104
Dengan :
S : luas permukaan badan (m2)
W : berat badan (kg)
H : tinggi badan (cm)

Berdasarkan hasil data pengamatan, praktikan menggunakan obat


Paracetamol yang dosis sehari yaitu 500 mg untuk menghitung luas permukaan
tubuh, dosis sehari dan persentase. Dari semua data pengamatan, diperoleh rata-
rata..... Hal ini dikarenakan berat badan dan tinggi pria biasanya lebih besar dari
wanita

Peningkatan bobot tubuh sejalan dengan peningkatan luas permukaan


tubuh, dengan bertambahnya luas permukaan tubuh, maka penyerapan yang
dilakukan oleh tubuh terhadap suatu senyawa obat lebih besar, jika tubuh terpapar
oleh mikroorganisme, maka memerlukan jumlah obat yang lebih besar. Jadi,
dosis berbanding lurus dengan luas permukaan tubuh. Semakin luas permukaan
tubuh maka tempat-tempat penyerapan semakin luas, sehingga membutuhkan
obat relatif banyak. Juga terdapat perbedaan antara luas permukaan tubuh pria
dengan wanita karena tinggi dan berat badan pria dan wanita berbeda. Biasanya
tinggi dan berat badan pria lebih besar dibandingkan dengan wanita. Hal ini
mempengaruhi luas permukaan wanita dan pria.

V. KESIMPULAN
V.1 Peningkatan bobot tubuh sejalan dengan peningkatan luas
permukaan tubuh, dengan bertambahnya luas permukaan tubuh.
V.2. Menggunakan persamaan Dubois lebih cepat didapat hasilnya dalam
menggunakan rumus yang telah ditetapkan untuk menentukan dosis yang
tepat.

DAFTAR PUSTAKA

Dwidjoseputro, (1980).Dasar - Dasar Mikrobiologi.Malang: Penerbit Djambatan.


Dwidjoseputro. (1998). Dasar-Dasar Mikrobiologi. Jakarta: Penerbit Djambatan.
Halaman 38,77.

Fardiaz, S. 1989. Mikrobiologi Pangan. Bogor : IPB

Hadioetomo, 1990.Mikrobiologi Dasar Dalam Praktek. PT. Gramedia. Jakarta

Hadioetomo, R. S. 1993. Mikrobiologi Dasar dalam Praktek : Teknik dan


Prosedur Dasar Laboratorium. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta. 163
hal.

James, Joyce. 2002. Prinsip - Prinsip Sains Untuk Keperawatan. Jakarta :


Erlangga

Karmana, Oman. 2008. Biologi. Jakarta : PT Grafindo Media Pratama.

Pelczar, M.J.2007. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Jakarta : UI Press.

Sandjaja B. 1994. Isolasi dan Identifikasi Mikroba. Jakarta : Widya Medika

Sutedjo, Mul Mulyati. 1991. Mikrobiologi Tanah. Jakarta: Rineka Cipta

Volk & Wheeler. 1984. Mikrobiologi Dasar Edisi Kelima Jilid I. Jakarta :
Erlangga