Anda di halaman 1dari 3

Sesi Tanya Jawab Kelompok 11

Fery Rahmadi B1031171103

Nadya Talitha Hangdiani B1031171146

Shalsabila Qathurnada Reynova B1031181114

1. Ada seseorang yang menyewa, terus menyewakan lagi barang sewaannya ke orang
lain, apakah boleh? Kalau rusak siapa yang bertanggung jawab ?
(Fitriyah - B1031171122)
Jawab :
Boleh karena sudah ada hadist tentang itu.
Jika terjadi kerusakan yang bukan dari kelalaian si penyewa maka kerusakan atas
barang yg di sewa harus di tanggung oleh orang yang memberikan sewa.

2. Mengapa membuat akad Ijarah terlebih dahulu sebelum IMBT? Bedanya apa?
(Veronica Angelina - B1031181148)
Jawab :
Pada dasar nya akad Ijarah dan Ijarah Muntahiya Bit Tamlik itu sama saja, hanya
saja pada akad Muntahiya Bit Tamlik, ada perpindahan hak kepemilikan di akhir
akad. Mengapa perpindahan kepemilikan atas barang sewaan ini dibuat terpisah?
Karena Rasulullah melarang adanya 2 bentuk akad dalam satu objek, karena itulah
pada akad IMBT perpindahan kepemilikan akan dilakukan dengan akad yang lain
setelah masa sewa berakhir.

3. Apa contoh perbedaan Ijarah dengan Leasing?


(Garah Baskara Rinyua’ng - B1031171127)
Jawab :
a) Objek
 Ijarah : Bisa berupa barang maupun jasa
 Leasing : Hanya barang
b) Metode Pembayaran
 Ijarah : Ijarah memiliki 2 metode pembayarannya yaitu tergantung pada
kinerja objek sewa, seperti dalam kasus upah pekerja borongan yang
bergantung pada hasil kerjaan. Kedua, pembayaran tidak tergantung
pada kinerja objek sewa, seperti sewa-menyewa ruko untuk dagang,
biaya sewanya tidak bergantung pada hasil penjualan, tapi berdasarkan
jangka waktu sewa.
 Leasing : Leasing hanya menggunakan pembayaran yang bersifat tidak
tergantung pada kinerja objek yang disewa. Jadi biaya sewa yang
dibayarkan tidak tergantung pada apakah barang tersebut dapat
memenuhi kebutuhan penyewa atau tidak.
c) Perpindahan Kepemilikan
 Ijarah : Ijarah sama dengan operating lease yang tidak ada
perpindahan kepemilikan. Tapi jika penyewa berkeinginan memiliki
objek sewa, maka di awal akad pemberi sewa dapat menjanjikan
dengan akad wa’ad untuk memindahkan kepemilikan barang tersebut
ke penyewa diakhir masa sewa. Proses perpindahan kepemilikan
dalam ijarah ada dua yaitu dengan akad jual (bai’) atau hibah. Dalam
ijarah, skema ini disebut akad Ijarah Muntahiya BitTamlik (IMBT).
 Leasing : Pada leasing dikenal dua istilah yaitu operating lease dan
financial lease. Dalam Operating lease tidak ada perpindahan
kepemilikan, sedang financial lease ada opsi perpindahan kepemilikan
objek sewa diakhir periode (prakteknya sudah disepakati diawal).
d) Jenis Leasing Lainnya
1) Sewa – Beli (Lease-Purchase)
Sewa-beli adalah varian lain dari leasing, dimana terdapat dua kontrak yang
berjalan bersamaan yaitu kontrak sewa sekaligus beli.
 Ijarah : Dalam akad ijarah tidak dikenal skema ini, karena tidak sesuai
dengan prinsip syariah. Dimana dua kontrak dalam satu akad
hukumnya haram, karena timbul Gharar.
 Leasing : Diperbolehkan
2) Beli dan Sewa Kembali (Sale and Lease Back)
Skema ini terjadi jika: A menjual barang X ke B, tetapi karena A masih ingin
memiliki barang X, maka B menyewakannya kembali ke A
 Ijarah : Diperbolehkan
 Leasing : Diperbolehkan

Anda mungkin juga menyukai