Anda di halaman 1dari 2

Poultryindonesia.com, Tips.

Cacing pita merupakan parasit yang bukan saja menyerang mamalia,


namun juga menyerang unggas. Unggas yang terserang cacing pita akan mengalami kekurusan,
kelesuan, dan anemia yang pada akhirnya akan diikuti dengan merosotnya produksi.

Siklus hidup cacing pita yang juga dikenal dengan cestoda pada unggas umumnya melewati inang
perantara/vektor seperti kepiting, kutu air, crustacea dan katak (unggas air). sedang pada unggas
darat (ayam) lebih sering menggunakan inang perantara insekta terbang (lalat, kumbang) dan cacing
tanah.

Karena vektor yang berupa insekta terbang inilah yang menjadikan cacing pita mudah tersebar
secara luas. Selain itu, telur-telur cacing pita pada umumnya mempunyai kemampuan yang hebat
untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan.Melihat akibat yang ditimbulkannya cukup merugikan,
peternak perlu mewaspadai serangan cacing pita tersebut. Menurut F.X Suwarta (1990) ada
beberapa spesies cacing pita yang biasa menyerang unggas dan sering ditemukan di daerah tropis,
yaitu :

Davainea proglotina

Ukuran cacing ini sangat kecil, dengan panjang 0,5-3 mm dan mempunyai 3-9 proglotid. Telur -telur
yang dihasilkan berada dalam parenkim dari segmen-segmennya yang telah masak. Ukuran telurnya
berdiameter 30-40 mikron. Segmen yang mengandung telur yang masak akan dilepaskan bersama-
sama dengan feses, dan telurnya akan bersifat aktif pada rumput. Telur-telur tersebut dapat
termakan oleh siput/bekicot, dan kemudian berkembang dalam tubuh bekicot. Unggas biasanya
terserang cacing ini karena makan siput. Pada tubuh unggas, cacing ini sering di daerah duodenum
(usus halus).

Raillietina tetragona

Cacing ini menyerang bagian usus kecil unggas. Ukurannya cukup besar, dengan panjang lebih dari
25 cm. Telur yang dihasilkan berdiameter 25-50 mikron dan pada umumnya disimpan dalam satu
kantong. Siklus hidup cacing ini melewati inang perantara yang berupa lalat dan serangga.

Raillietina echinobothrida

Menyerang usus kecil unggas, bentuk dan ukurannya mirip dengan Raillietina tetragona. Siklus
hidupnya juga lewat inang perantara dari serangga.

Raillietina cesticillus

Menyerang usus kecil unggas dan kalkun. Panjang umumnya mencapai 4 cm, tetapi dapat tumbuh
sampai di atas 13 cm. Telur-telur yang dihasilkan disimpan pada suatu kantong dan setiap kantong
berisi satu telur yang berdiameter 80 mikron. Siklus hidupnya menggunakan hewan perantara yang
berupa kumbang dan lalat.

Amoebotaenia sphenoides

Menyerang usus kecil unggas, ukurannya sangat kecil dan panjangnya tidak lebih dari 4 mm dengan
lebar sekitar 1 mm. Siklus hidupnya melalui cacing tanah.
Choanotaenia infundibulum

Menyerang usus kecil unggas. Panjangnya lebih dari 20 cm, dan siklus hidupnya melewati lalat serta
kumbang dari berbagai spesies.

Gejala

Unggas muda lebih banyak terkena, sedang unggas yang tua biasanya cukup tahan terhadap
serangan cacing pita sekalipun di dalamnya terdapat banyak parasit. Serangan cacing pita akan
mengakibatkan kekurusan, kelesuan dan anemia. Kadang-kadang akan disertai dengan diare
berdarah, kehausan dan minum terus menerus. Pada unggas petelur yang tengah berproduksi akan
diikuti dengan merosotnya produksi telur. Dari spesies-spesies di atas, Davainea proglotina
walaupun ukurannya sangat kecil namun merupakan cacing yang paling berbahaya karena cacing ini
dapat membuat liang yang dalam pada mukosa usus kecil. Demikian pula Raillietina sp, yang juga
bersifat sangat pathogen. Raillietina echinobothrida dapat membuat liang pada dinding duodenum
sehingga membentuk nodul-nodul, serupa dengan nodul-nodul pada penyakit TBC unggas. Cacing
pita yang terkecil, yaitu Amoebotaenia dan Davainea dapat ditemukan secara bersama-sama pada
mukosa dan submukosa dari usus.

Pengobatan

Cacing pita pada unggas cukup efektif jika diobati dengan senyawa tin. Di N-butyl tin dilaurate
dengan dosis 250 mg dalam pakan yang diberikan selama 48 jam sangat efektif untuk memberantas
Raillietina. Untuk Amoebotaenia dan Davainea dengan menggunakan dosis 500 mg per kg pakan.

Pencegahan

Karena cacing pita pada unggas ditularkan melalui inang perantara, maka menjauhkan unggas
dengan inang perantaranya (lalat, kumbang, bekicot dan serangga) merupakan hal yang paling tepat.
Memberantas insekta secara rutin merupakan cara yang paling murah untuk mengendalikan cacing
pita pada unggas (di samping penyakit lainnya).

Demikian, cacing pita unggas dapat menurunkan prestasi ternak. Tetapi ia dapat dihindarkan dengan
cara mengontrol populasi insekta di kandang. Semoga bermanfaat ! PI/dw

SOURCE : www.poultryindonesia.com