Anda di halaman 1dari 9

HANDSANITIZER DARI EKSTRAK DAUN SIRIH MERAH (PIPER ORNATUM)

DAN JERUK NIPIS (CITRUS AURANTIFOLIA)

I Gusti Ayu Agung Mas Rosmita


Program Studi Pendidikan Kimia, Jurusan Kimia
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Pendidikan Ganesha
Email: gungmasrosmita@gmail.com

ABSTRAK

Tujuan dari percobaan ini adalah untuk membuat hand sanitizer dari ekstrak daun sirih merah
(Piper Ornatum) dan jeruk nipis (Citrus aurantifolia). Metode yang digunakan adalah
infundasi, yang mana daun sirih yang telah dipotong diseduh dengan air hangat dan di
panaskan pada panci yang sudah berisi saringan pada suhu 90oC selama 15 menit.
Selanjutnya ekstrak daun sirih ditambahkan dengan ekstrak jeruk nipis. Jeruk nipis bertindak
sebagai zat yang bersifat antibacterial dan juga sebagai zat antioksidan. Setelah kedua bahan
tercampur dilanjutkan dengan penyaringan dan diperoleh filtrate berwarna merah dan
memiliki aroma khas daun sirih dan jeruk nipis. Berdasarkan uji organoleptis yang mana
anggota keluarga dijadikan sebagai panelis memberikan respon bahwa hand sanitizer
memberikan aroma yang segar khas daun sirih dan jeruk nipis, tidak lengket, tidak membuat
kulit menjadi kering, praktis mudah dibawa kemana saja, dan memiliki warna yang menarik.
Namun pada saat menggunakan tidak cepat kering seperti pada hand sanitirer alkohol.

Kata kunci: Daun sirih merah, jeruk nipis, dan hand sanitizer

Pendahuluan Selain itu dengan adanya pandemi


COVID-19 ini pemerintah membuat
Dewasa ini masyarakat dunia tengah
beberapa kebijakan untuk menghentikan
diresahkan dengan adanya wabah Corona
penyebaran virus ini, seperti melakukan
Virus Disease (COVID-19) yang menjadi
pembatasan social berskala besar, social
sebuah pandemi. Seluruh dunia kini
distancing, physical distancing, self-
disibukkan dengan berbagai upaya
quarantine, hingga work from home untuk
pencegahan COVID-19 untuk menahan
menghindari penyebaran virus secara
lonjakan pasien positif karena hingga saat
kontak fisik.
ini masih belum ditemukan obat maupun
vaksinnya.
Pemerintah juga menghimbau untuk dapat menyebabkan kulit menjadi kering.
selalu menjaga perilaku hidup bersih dan Salah satu cara yang dapat dilakukan
sehat (PHBS), salah satunya caranya yaitu untuk mengatasi masalah ini adalah
dengan rajin mencuci tangan. Mencuci membuat hand sanitizer berbahan dasar
tangan dilakukan pada air mengalir dan alami.
menggunakan sabun selama 20 detik.
Daun sirih merah secara ilmiah dikenal
Namun mencuci tangan tidak bisa
dengan nama Piper crocatum yang
dilakukan ketika bepergian. Sebagian
termasuk dalam familia Piperaceae
besar masyarakat menggunakan hands
merupakan salah satu tumbuhan yang
sanitizer sebagai solusi untuk
sudah dikelan sejak lama yang
membersihkan tangan agar terbebas dari
dimanfaatkan sebagai antiseptik. Menurut
kuman dan bateri ketika tidak bisa
Mardisiwojo dalam Retno (2006)
mencuci tangan dengan air mengalir dan
penggunaan daun sirih secara tradisional
sabun.
biasanya dengan merebus daun sirih
Dengan banyaknya permintaan kemudian air rebusan digunakan untuk
masyarakat terhadap hand sanitizer kumur atau membersihkan bagian tubuh
menyebabakan harga hand sanitizer lain, atau daun sirih dilumatkan kemudian
melonjak dipasaran. Selain itu hand ditempelkan pada luka.
sanitizer yang bererdar dipasaran sebagian
Menurut Puspitasari dalam Farida dkk
besar merupakan hand sanitizer yang
(2009) sirih merah mengandung senyawa
berbahan dasar kimia. Menurut Block
flavonoid, alkaloid senyawa polifenolat,
dalam Retno (2006) senyawa kimia pada
tanin dan minyak atsiri. Senyawa-senyawa
hand sanitizer tersebut termasuk golongan
di atas di ketahui memiliki sifat
alkohol (etanol, propanol, isopropanol)
antibakteri. Berdasarkan penelitian yang
dengan konsentrasi ± 50% sampai 70%
dilakukan Wisnu (2018) konsentrasi
dan jenis disinfektan yang lain seperti:
sediaan gel antiseptic sirih merah efektif
klorheksidin, triklosan. Disisi lain alcohol
pada 25% terhadap mikroba tangan yang
merupakan pelarut organik yang dapat
setara dengan hand sanitizer alcohol.
melarutkan lapisan lemak dan sebum pada
kulit, dimana lapisan tersebut berfungsi Pembuatan hand sanitizer ini dapat

sebagai pelindung terhadap infeksi dilakukan dengan mengekstrak senyawa

mikroorganisme (Johan, 2013), pada aktif yang terkandung di dalam daun sirih

penggunaan terus menerus alcohol juga merah. Salah satu metode ekstraksi yang
dapat digunakan adalah metode ekstraksi Alat: Baskom, talenan, pisau, mangkok
infundasi yang dilakuakn dengan cara stainless, panci, corong, kapas, botol
menyari simplisia dalam air pada suhu semprot.
90oC selama 15 menit. Infundasi Bahan: Daun sirih merah, jeruk nipis, dan
merupakan penyarian yang umum air.
dilakukan untuk menyari zat kandungan Prosedur Kerja
aktif yang larut dalam air dari bahan-bahan 1. Daun sirih yang sudah dipetik, dipilih
nabati. Penyarian adalah peristiwa dan dicuci sebayak 12 lembar
memindahkan zat aktif yang semula di 2. Daun sirih dikeringkan dengan cara
dalam sel ditarik oleh cairan penyanyi diangin-anginkan
sehingga zat aktif larut dalam cairan 3. Daun sirih dipotong kecil-kecil ± 2
penyari. mm dan tempatkan pada wadah
4. Daun sirih yang telah dipotong
Pada daun sirih merah minyak atsirinya
diseduh menggunakan 200 mL air
mengandung salah satu senyawa yaitu
hangat. Pastikan semua daun sirih
klavikol, menurut Moeljanto dalam
terendam pada air hangat
Edriani dkk (2017) senyawa tersebut
5. Daun sirih yang telah diseduh
sangat mudah teroksidasi dan
dimasukkan kedalam panci dan
menyebabkan terjadi perubahan warna.
dipanaskan pada suhu 90oC selama 15
Sehingga diperlukan zat yang dapat
menit
bertindak sebagai antioksidan. Pada
6. Setelah 15 menit, angkat rendaman
percobaan ini digunakan jeruk nipis, yang
daun sirih dari panci dan saring
mana didalam jeruk nipis terkandung asam
7. Campurkan 40 mL ekstrak daun sirih,
askorbat yang dapat bertindak sebagai
10 mL ekstrak jeruk nipis, dan 50 mL
antioksidan.
air.
Tujuan 8. Saring campuran dengan kapas pada
Berdasarkan latar belakang diatas tujuan corong, kemudian filtrate ditampung
percobaan ini adalah untuk membuat hand pada botol plastic semprot.
sanitizer dari ekstrak dasar daun sirih
merah (Piper Ornatum) dan jeruk nipis Pembahasan
(Citrus aurantifolia). Percobaan ini bertujuan untuk membuat

Metode hand sanitizer berbahan dasar alami yaitu


daun sirih merah dan jeruk nipis. Daun
sirih yang sudah dipetik dicuci pada air
menglir dan keringkan dengan cara mana air hangat akan menjadi tempat
diangin-anginkan. Setalah kering daun terlarutnya senyawa-senyawa aktif yang
dipotong kecil-kecil ± 2 mm. Pemotongan terekstrak pada daun sirih merah.
Selanjutnya masukkan kedalam panci yang
sudah berisi air dan penyaring panci,
panaskan pada suhu 90oC selama 15 menit.

ini bertujuan untuk


memperbesar luas permukaan agar pada
proses penyarian dapat berjalan efektif

Gambar 4. Daun sirih Gambar 5. Pemanasan


setelah diseduh dengan air pada suhu 90oC selama
hangat 15 menit
Selanjutnya setelah dipanaskan angkat
dan saring daun sirih hingga terbentuk
(Ansel,2005). filtrate berwarna cokelat. Warna cokelat
disebabkan karena didalam daun sirih
merah menurut Moeljanto dalam Endriani
(2017) terkandung senyawa Kavikol
bersifat mudah teroksidasi dan dapat
menyebabkan perubahan warna. Pada
Gambar 1. Daun sirih Gambar 2. Daun sirih penelitian yang dilakukan Lailatur dan
yang baru dipetik setelah dicuci Yunila (2015) aktivitas antioksidan
tertinggi pada daun sirih merah yaitu pada
suhu 200°C dan memiliki daya anti

Gambar 3. Daun sirih oksidan yang lebih rendah dibandingkan


setelah dipotong vitamin C (asam askorbat). Sehingga pada
suhu normal diperlukan zat yang berfungsi
sebagai antioksidan.

Setelah daun dipotong dilanjutkan


dengan menyeduh dengan air hangat, yang
Gambar 7. Ekstrak jeruk
Gambar 6. Ekstrak daun nipis berwarna putih
sirih berwarna cokelat kekuningan

Pada jeruk nipis terkandung senyawa Pada percobaan ini saat jeruk nipis
asam askorbat yang dapat bertindak diperas dan diperoleh airnya berwarna
sebagai antioksidan. Asam askorbat putih
merupakan antioksidan sekunder berperan kekuningan. Pada
mengikat radikal bebas dan mencegah saat
amplifikasi senyawa radikal. Askorbat
dapat langsung menangkap radikal bebas
oksigen, baik dengan atau tanpa katalisator
enzim (Cahyani,2017). pencampuran dengan ekstrak daun sirih,

Selain digunakan sebagai antioksidan yang mana

jeruk nipis juga memiliki kemampuan ekstrak daun sirih

sebagai antibacterial. Berdasarkan awalnya berwarna

penelitian yang dilakukan Razak dalam cokelat setelah

Silvia (2017) jeruk nipis terbukti memiliki


kemampuan dalam menghambat
pertumbuhan bakteri, Staphylococcus
aureus secara in vitro dalam beberapa dicampurkan dengan air jeruk nipis
konsentrasi yaitu 25%, 50%, 75%, dan berubah menjadi berwarna merah.
100%, dimana semakin tinggi konsentrasi
Pada pembuatan 100 mL hand sanitizer
jeruk nipis maka akan semakin baik daya
dicampurkan 40 mL ekstrak daun sihir
hambatnya. Hasil ini menunjukkan bahwa
merah, 10 mL air jeruk nipis dan 50 mL
jeruk nipis memiliki kandungan kimia
air. Selanjutnya saring campuran dengan
seperti minyak atsiri dan fenol yang
kapas pada corong dan tampung filtrat
bersifat bakterisida.
pada botol semprot. Penyaringan
dilakukan untuk memisahkan bulir-bulir Menurut Syahrinastiti dalam Serinda
jeruk nipis dan agar diperoleh filtrate yang (2018) aktivitas antibakteri sirih merah
bening. lebih kuat dari pada sirih hijau. Berdasarkan
penelitian yang dilakukan Farida dkk
(2009) ekstrak etanol sirih merah memiliki
ke-mampuan antibakteri terhadap bakteri
gram positif dan bakteri gram negatif.

Senyawa yang terdapat pada daun sirih


merah merahGambar
(Piper8. Crocatum)
Penyaringan menurut
campuran ekstrak daun sirih,
Puspitasari dalam Farida
jeruk dkkair(2009) sirih
nipis, dan
Filtrat yang diperoleh berwarna merah merah mengandung senyawa flavonoid,
bening dan memiliki bau khas daun sirih alkaloid senyawa polifenolat, tanin dan
merah. Hal yang serupa juga diperoleh pada minyak atsiri. Kandungan kimia lainnya
penelitian yang dilakukan Wisnu (2018) yang terdapat di daun sirih merah adalah
tentang Formulasi Infusan Daun Sirih hidroksikavikol, kavikol, kavibetol,
Merah (Piper Crocatum) Sebagai Gel karvakrol, eugenol, p-simen, karioilen,
Antiseptik Tangan, diperoleh sediaan gel kadmenestragol, tepenena, dan
yang dibuat fenilpropanoid menurut Sulistiyani dkk
sesuai formula, dalam Lailatul dan Yunila (2017).
mempunyai
Senyawa-senyawa di atas di ketahui
karakter
memiliki sifat antibakteri. Menurut
berwarna
Cowan, M.M dalam Farida dkk (2009)
merah muda, dan
Flavonoid berfungsi sebagai antibakteri
jernih.
dengan cara membentuk senyawa
kompleks terhadap protein extraseluler
yang mengganggu integritas membran sel
bakteri.
Menurut

Gambar 9. Hand Sanitizer ekstrak


daun sirih dan jeruk nipis
Dwidjoseputro dalam Farida dkk (2009) mengandung gugus fungsi hidroksil (-OH)
flavonoid merupakan senyawa fenol dan karbonil. Turunan fenol berinteraksi
sementara senyawa fenol dapat bersifat dengan sel bakteri melalui proses adsorpsi
koagulator protein. yang melibatkan ikatan hidrogen. Pada
kadar rendah terbentuk kompleks protein
Menurut Robinson dalam Farida dkk
fenol dengan ikatan yang lemah dan segera
(2009) Alkaloid memiliki kemampuan
mengalami peruraian, diikuti penetrasi
sebagai antibakteri. Mekanisme yang
fenol ke dalam sel dan menyebabkan
diduga adalah dengan cara mengganggu
presipitasi serta denaturasi protein. Pada
komponen penyusun peptidoglikan pada
kadar tinggi fenol menyebabkan koagulasi
sel bakteri, sehingga lapisan dinding sel
protein dan sel membran mengalami lisis
tidak terbentuk secara utuh dan
menurut parwata dalam Farida dkk (2009).
menyebabkan kematian sel tersebut.
Pada percobaan ini dilakukan uji
Menurut Akiyama dalam Farida dkk
organoleptis terhadap produk hand
(2009) tanin memiliki aktivitas antibakteri,
sanitizer dari daun sirih merah dan jeruk
tanin dapat merusak membran sel bakteri,
nipis, yang mana panelis yang digunakan
senyawa astringent tanin dapat
adalah anggota keluarga. Berdasarkan
menginduksi pembentukan kompleks
hasil uji organoleptis diperoleh respond
senyawa ikatan
panelis terhadap
terhadap enzim
produk hand
atau subtrat mikroba
sanitizer yaitu pada
dan pembentukan
saat disemprotkan
suatu kompleks ikatan
pada tangan
tanin terhadap ion
memberikan aroma
logam yang dapat menambah daya
yang segar khas daun sirih dan jeruk nipis,
toksisitas tanin itu sendir.
tidak lengket, tidak membuat kulit menjadi
Minyak atsiri berperan sebagai kering, praktis mudah dibawa kemana saja,
antibakteri dengan cara mengganggu dan memiliki warna yang menarik. Namun
proses terbentuknya membran atau dinding pada saat menggunakan tidak cepat kering
sel sehingga tidak terbentuk atau terbentuk seperti pada hand sanitirer alkohol.
tidak sempurna menurut Ajizah dalam
Farida dkk (2009). Minyak atsiri yang
aktif sebagai antibakteri pada umumnya
Edriani Fitri dkk. 2017. Efektivitas
lumatan daun sirih hijau dibandingkan
dengan povidine iodine sebagai alternatif
obat luka. Jurnal e-Biomedik (eBm),
Volume 5, Nomor 2

Farida Juliantina Rachmawaty.

Gambar 10. Uji Organoleptis hands


2009. Manfaat Sirih Merah (Piper
Simpulan
sanitizer ekstrak daun sirih dan Crocatum) Sebagai Agen Anti
jerukdan
Berdasarkan hasil nipispembahasan diatas
Bakterial Terhadap Bakteri Gram
maka dapat disimpulkan bahwa pembuatan
Positif Dan Gram Negatif. JKKI –
hand sanitizer dapat dilakukan dengan
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
menggunakan ekstrak daun sirih merah
Indonesia
(Piper Ornatum) dan jeruk nipis (Citrus
aurantifolia) dengan metode infundasi Johan Iswara Wijaya. 2013. Formulasi

yang menghasilkan produk berwarna Sediaan Gel Hand Sanitizer Dengan

merah dan memiliki aroma khas daun sirih Bahan Aktif Triklosan 1,5% Dan 2%.

dan jeruk nipis. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas


Surabaya Vol.2 No.1

Daftar Pustaka Lailatul Fitri dan Yunila Refit


Ansel, H. C., 2005, Pengantar Bentuk Wiratama. 2015. Skripsi Ekstraksi
Sediaan Farmasi, diterjemahkan oleh Senyawa Fitokimia Dari Daun Sirih
Ibrahim, F., Edisi IV, 605-619, Jakarta, UI Merah (Piper Crocatum Ruiz & Pav)
Press. Menggunakan Air Subkritis. Surabaya:
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi
Industri Institut Teknologi Sepuluh
Nopember

Retno Sari Dan Dewi. 2006. Studi


efektivitas sediaan gel antiseptik tangan
Cahyani, Diah Indri. 2017 ekstrak daun sirih (Piper betle Linn.).
Skripsi Uji Stabilitas Vitamin C Pada Majalah Farmasi Indonesia, 17(4), 163 –
Sediaan Minuman Bervitamin Dengan 169.
Metodepotensiometri. Universitas
Serinda Okky Silawati. 2018. Aktivitas
Muhammadiyah Malang.
Antibakteri Minyak Atsiri Daun Sirih
Merah (Piper Crocatum Ruiz & Pav)
Terhadap Staphylococcus Aureus Dan
Escherichia Coli Secara In Vitro. Program
Studi Pendidikan Dokter Fakultas
Kedokteran Universitas Muhammadiyah
Surakarta

Silvia Sari Prastiwi dan Ferry


Ferdiansyah. 2017. Review Artikel:
Kandungan Dan Aktivitas Farmakologi
Jeruk Nipis (Citrus Aurantifolia S.).
Farmaka Suplemen Volume 15 Nomor 2

Wisnu Cahyo Prabowo dkk. Formulasi


Infusan Daun Sirih Merah (Piper
Crocatum) Sebagai Gel Antiseptik Tangan.
Jurnal Sains dan Kesehatan. 2018. Vol 1.
No. 10

Anda mungkin juga menyukai