Anda di halaman 1dari 67

BUMI DAN ALAM

SEMESTA
Yeti Nurhayati
■ Alam semesta merupakan ruang angkasa
dan benda-benda langit yang ada di
dalamnya (termasuk bumi sebagai salah
satu planet)
Teori terbentuknya tata surya

■ Teori Dentuman
Berdasarkan teori ini, alam semesta terbentuk karena adanya ledakan massa yang
sangat hebat yang disebabkan oleh adanya reaksi inti.
■ Teori Ekspansi dan Kontraksi
Teori ini mengungkapkan bahwa galaksi dan bintang-bintang terbentuk pada saat masa
ekspansi
Teori terbentuknya alam semesta

Teori keadaan tetap (Steady-state theory)


 Teori ini berdasarkan pada prinsip kosmologi sempurna
yang menyatakan bahwa alam semesta di manapun dan
bilamanapun selalu sama.
 Alam semesta terjadi pada suatu saat tertentu yang telah
lalu dan segala sesuatu di alam semesta selalu tetap sama
walaupun galaksi-galaksi saling bergerak menjauhi satu
sama lain.
 Teori ini menyatakan bahwa tiap-tiap galaksi terbentuk
(lahir), tumbuh, menjadi tua dan akhirnya mati.
 Teori ini beranggapan bahwa alam semesta itu tak
terhingga besar dan tuanya.
 Alam semesta selalu mengembang (ekspansi) dan menipis
(kontraksi).
 Dalam masa ekspansi, terbentuklah galaksi-galaksi serta
bintang-bintangnya. Ekspansi ini didukung dengan adanya
tenaga yang bersumber dari reaksi inti hydrogen yang
akhirnya membentuk berbagai unsur yang lebih kompleks.
 Pada masa kontraksi, galaksi dan bintang-bintang yang
terbentuk meredup dan unsur-unsur yang terbentuk
menyusut dengan mengeluarkan tenaga berupa panas
yanfg sangat tinggi. Dengan demikian harus ada “ledakan”
atau “dentuman” yang memulai adanya pengembangan.
Teori dentuman/ledakan besar (Big-bang
theory)

 Alam semesta ini berasal dari suatu ledakan besar yang bermula dengan
ketiadaan dimana materi, energi dan waktu belum ada.
 Teori ledakan ini bertolak dari asumsi adanya suatu massa yang sangat besar
dan mempunyai berat jenis yang juga sangat besar. Kemudian massa tersebut
meledak dengan hebat karena adanya reaksi inti. Massa itu kemudian bergerak
mengembang dengan sangat cepatnya menjauhi pusat ledakan. Setelah
berjuta-juta tahun, massa yang berserakan itu membentuk kelompok-kelompok
galaksi yang ada sekarang yang terus bergerak menjauhi titik pusatnya.
Galaksi

 Galaksi tempat matahari kita berinduk diberi nama Milky Way atau
Bima Sakti.
 Galaksi berawal dari suatu kabut gas pijar dengan massa yang sangat
besar. Kabut ini kemudian mengadakan kontraksi dan kondensasi
sambil terus berputar pada sumbunya. Ada massa yang tertinggal,
yakni pada bagian luar dari kabut pijar tadi. Massa itu juga
mengadakan kontraksi dan kondensasi, maka terbentuklah gumpalan
gas pijar yaitu berupa bintang-bintang.
 Yang bermassa besar masih berupa kabut bintang. Energi potensial
yang mereka keluarkan dalam bentuk sinar dan panas radiasi.
 Dengan cara yang sama, bagian luar bintang yang tertinggal juga
mengadakan kondensasi sehingga terbentuklah planet. Demikian
juga bagian planet membentuk satelit.bagian terluar terlepas esar,
bergerak perlahan membentuk rotasi sehingga berbentuk bulat. dan
membentuk bintang-bintang.
Macam-macam galaksi

1). Galaksi berbentuk spiral, jumlahnya ± 80% dari galaksi


yang ada. Contohnya: galaksi Canes Venatici, galaksi Milky
Way (Bima Sakti).
2). Galaksi berbentuk elips, jumlahnya hampir 17% dari
galaksi yang ada.
3). Galaksi berbentuk tidak beraturan, jumlahnya ± 3%.
Contohnya: galaksi Megallanic.
Galaksi Bima Sakti
Tata surya

Tata surya terdiri dari matahari sebagai pusat dan benda-


benda lain seperti planet, satelit, meteor, komet, debu dan gas
antar planet yang beredar mengelilinginya.
Keseluruhan sistem ini begerak mengelilingi pusat galaksi.
1). Hipotesis Nebular
 Hipotesis ini dikemukakan pertama kali oleh Laplace pada tahun
1796.
 Tata surya terbentuk dari kondensasi awan panas atau kabut gas
yang sangat panas.
 Pada proses kondensasi tersebut sebagian terpisah dan merupakan
cincin yang mengelilingi pusat.
 Pusatnya itu menjadi sebuah bintang atau matahari.
 Bagian yang mengelilingi pusat tersebut, dengan cara yang
sama berkondensasi membentuk suatu formula yang
serupa dengan terbentuknya matahari tadi.
 Setelah mendingin, benda-benda ini akan menjadi planet-
planet seperti bumi dengan benda-benda yang
mengelilinginya.
2). Hipotesis Planettesimal

 Dikemukakan pertama kali oleh Chamberlain dan Moulton.


 Hipotesisi ini bertitik tolak dari pemikiran yang sama dengan
Hipotesis Nebular yang menyatakan bahwa sistem tata surya
terbentuk dari kabut gas yang sangat besar, berkondensasi.
 Perbedaannya adalah terletak pada asumsi bahwa planet-
planet itu tidak harus dari satu badan, tetapi diasumsikan
adanya bintang besar lain yang kebetulan sedang lewat
didekat bintang yang merupakan bagian dari tata surya kita.
 Kabut gas dari bintang lain itu, sebagian terpengaruh oleh
daya tarik matahari dan setelah mendingin terbentuklah
benda-benda yang disebut planettesimal.
 Planettesimal merupakan benda-benda kecil yang padat.
Karena daya tarik-menarik antar benda itu sendiri, benda-
enda kecil itu akan bergumpal menjadi besar dan panas
yang disebabkan oleh tekanan akibat akumulasi dari
massanya.
3) Teori Tidal atau
Pasang Surut

 Teori ini pertama kali diungkapkan oleh James dan Harold Jeffreys pada
tahun 1919.
 Menurut teori ini, planet merupakan percikan dari matahari seperti percikan
matahari yang sampai kini masih tampak ada. Percikan itu disebut Tidal.
 Tidal yang besar itu kemudian menjadi planet karena adanya adanya dua
matahari/bintang yang bergerak mendekati. Hal ini tentu jarang terjadi,
tetapi apabila hal ini terjadi maka akan terbentuklah planet baru seperti
teori ini.
4) Teori Bintang Kembar

 Teori ini berpendapat bahwa matahari pada dahulunya adalah


sepasang bintang kembar. Oleh sesuatu sebab, salah satu
binyang meledak dan akibat gaya tarik gravitasi, bintang yang
satunya sekarang menjadi matahari.
 Pecahan bintang yang satu lagi tetap berada di sekitar
matahari dan beredar mengelilinginya
.
5) Teori Creatio Continua

 Teori ini dikemukakan oleh Fred Hoyle, Bindi dan Gold.


 Menurut teori ini, pada saat diciptakan alam semesta ini tidak ada.
Alam semesta selamanya ada dan akan tetap ada setelah diciptakan.
 Pada setiap saat ada partikel yang dilahirkan dan ada yang lenyap.
 Partikel yang lahir lebih banyak dari pada yang lenyap yang
menyebabkan mengembangnya alam semesta.
6). Teori G. P. Kuiper

 Dikemukakan oleh G. P. Kuiper pada tahun 1950.


 Kuiper menjelaskan teori ini berdasarkan keadaan yang ditemui di
luar tata surya dan sebagai penyempurna teori-teori sebelumnya yang
mengandaikan bahwa matahari dan planet-planet lain berasal dari
gas purba yang ada di luar angkasa.
 Saat ini banyak terdapat kabut gas dan di antara kabut
terlihat proses melahirkan bintang. Kabut gas yang tampak
tipis di ruang angkasa itu lambat-laun akan membentuk
gugus bintang serta sistem tata surya dengan cara
memampatkan diri menjadi massa yang semakin lama
semakin padat.
Susunan tata surya

■ Sistem tata surya adalah suatu sistem organisasi yang teratur pada
matahari.
■ Matahari sebagai induk (pusat peredaran) dan dikelilingi oleh
pengikut-pengikutnya, seperti :
1. Planet.
2. Satelit.
3. Asteroid
4. Komet.
5. Meteor.
PEMBAGIAN PLANET

■ Planet-planet dalam sistem tata surya dapat dikelompokan


menjadi 2 berdasarkan asteroid sebagai pembatas, yaitu:
1). Kelompok planet dalam, yakni planet yang dekat dengan
matahari, terdiri dari Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars.
2). Kelompok planet luar, terdiri dari Yupiter, Saturnus, Uranus,
Neptunus, dan Pluto.
1). Matahari

 Matahari adalah suatu bola gas yang pijar dan tidak bulat betul.
 Matahari merupakan tata surya yang paling besar, karena 98% massa
tata surya terkumpul pada matahari.
 Matahari merupakan pusat sumber tenaga di lingkungan tata surya.
 Matahari terdiri dari inti dan 3 lapisan kulit yaitu :
1. fotosfer.
2. kromosfer
3. korona.
.
 Jarak matahari ke bumi adalah 9,3 x 107 mil yang dipakai sebagai
satuan astronomi.
 Diameter matahari kira-kira 100 kali diameter Bumi.
 Gaya tarik matahari kira-kira 30 kali gaya tarik Bumi.
 Matahari sangat penting bagi kehidupan di Bumi, karena Merupakan
sumber energi (sumber panas) Mengontrol stabilitas peredaran Bumi
(rotasi dan revolusi)
2). Planet Merkurius

 Merupakan planet terkecil dan terdekat dengan matahari.


 Merkurius tidak mempunyai satelit atau hawa.
 Merkurius mengandung albedo, yaitu perbandingan antara cahaya
yang dipantulkan jauh lebih kecil dari pada cahaya yang diserap,
yakni hanya 0,07 yang dipantulkan sementara 93% diserap.
 Garis tengahnya 4.500 km.
 Bagian yang menghadap matahari sangat panas,
sementara bagian yang membelakangi bumi sangat dingin
(karena tidak ada air dan udara).
 Diperkirakan tidak ada kehidupan di planet ini.
 Kala rotasinya rotasinya 56,8 hari, dan
 Kala revolusinya 88 hari.
3). Planet Venus

 Lebih kecil dari Bumi


 Mempunyai albedo 0,8 atau 20% dari cahaya matahari yang datang
diserapnya.
 Dikenal sebagai Bintang Kejora yang bersinar terang pada pagi dan
sore hari.
 Berdiameter 12.320 km dan
 Kala rotasinya kurang dari 247 hari serta
 Kala revolusi selama 225 hari.
 Dengan analisis spektrum atas cahaya yang datang dari
Venus dapat diketahui bahwa di sana terdapat oksigen.
4). Planet Bumi

 Bumi menempati urutan ketiga terdekat dari bumi


 Diameter 12.646 km.
 Jarak antara Bumi dengan matahari 149 juta km yang dijadikan sebagai
satuan jarak Astronomis atau Astronomical Unit (AU). Jadi, 1 AU = 149 juta
km.
 Berat jenis rata-rata Bumi adalah 5,52 dan beratnya 6,6 x 1021 ton.
 Bentuk bulat
■ Pada awalnya (sebelum adanya pengamatan manusia yang lebih
akurat tentang benda-benda langit dan masih dalam pengetahuan
kuno) manusia beranggapan bahwa Bumi ini datar. Tetapi, melalui
pengamatan yang lebih akurat serta dengan majunya ilmu
pengetahuan, manusia baru menyadari bahwa Bumi ini adalah bulat.
Bahkan melalui pengamatan satelit luar angkasa dapat dilihat bahwa
bentuk Bumi ini tidak bulat betul tetapi agak memipih dibagian
kutubnya. Hal ini sebelumnya (lebih dari 14 abad yang lalu) telah Allah
jelaskan di dalam Al-Qur’an Surah Az-Zumar ayat 5
5). Planet Mars

 Planet ini berwarna kemerah-merahan yang diduga


tanahnya mengandung banyak besi oksigen.
 Pada permukaan planet ini didapatkan warna-warna hijau,
biru, dan sawo matang yang selalu berubah sepanjang
tahun.
 Diperkirakan bahwa di planet ini ada kehidupan.
 Dugaan ini bertolak pada kenyataan:
 Berdasarkan pengamatan melalui teropong dan foto, pada
permukaan Mars terdapat semacam kanal (saluran atau
dam air) yang sangat panjang dan lurus sekali.
 Mars tampaknya diselubungi oleh atmosfer.
 Dari analisis spektra sinar yang yang datang dari Mars
menunjukkan adanya oksigen di sana walaupun relatif
sedikit.
 di planet Mars terdapat uap air walaupun dalam jumlah yang
sangat kecil, tetapi para pakar cenderung mengatakan bahwa
perubahan warna permukaan planet ini disebaban oleh angin
pasar, bukan oleh organisme.
 Planet ini mempunyai 2 buah bulan/satelit. Satelit yang kecil
diberi nama Phobos, sedangan yang besarnya diberi nama
Deimos.
 Jarak Mars ke matahari adalah 1,52 AU,
 berdiameter 3.920 mil, berevolusi 1,9 tahun dari revolusi
Bumi, dan
 berotasi 24 hari 37 menit.
 Menurut data yang dikirim Mariner-4, di Mars tak ada
oksigen, hamper tak ada air. Sedangkan kutub es yang
diperkirakan mengandung banyak air ternyata tak lebih dari
lapisan salju yang sangat tipis.
6). Planet Yupiter

 Yupiter merupakan planet terbesar dalam tata surya.


 Berdiameter 138.560 km dan berotasi dengan cepat yaitu
10 jam. Akibat berotasi dengan cepat, bagian ekuatornya
sedikit mengembang dan membentuk sabuk.
 Yupiter tampak seperti bintang yang terang di tengah
malam.
 Berdasarkan analisis spektroskopis, atmosfer planet ini
mengandung banyak gas metana dan amoniak juga gas
hidrogen.
 mempunyai 14 satelit.
 Massa planet ini hamper 300 kali massa Bumi dan
 gravitasinya 2,6 kali gravitasi Bumi.
7). Planet Saturnus

 Saturnus adalah planet terbesar kedua di tata surya


dengan
 diameter 118.400 km
 Kecepatan rotasi yang sama dengan Yupiter.
 Kandungan lapisan atmosfernya pun sama dengan Yupiter
yang bersuhu rata-rata 1030C, tapi suhu permukaannya
sangat rendah, yaitu 2430F. namun
 Massa jenisnya sangat kecil, yaitu 0,75 g/cm3.
 Planet ini mempunyai sabuk putih yang melilit di ekuatornya
 Jarak dari permukaan planet 7.000 – 37.000 mil yang berbentuk
pipih setebal 10 mil dan berupa debu.
 Sabuk ini mempunyai kecepatan berbeda ketika mengelilingi planet
Saturnus, sabuk bagian dalamlebih cepat dari pada sabuk bagian
luar.
 Saturnus mempunyai 10 satelit, diantaranya Titan (satelit
terbesar, 2 kali bulan Bumi), Phoebe (dengan gerak yang
berlawanan dengan planet Saturnus yang menunjukkan
bahwa Phoebe bukan anak kandung Saturnus.
 Sabuk Saturnus mengembang dan merapat pada
permukaan planet 15 tahun sekali.
8). Planet Uranus

 Planet ini ditemukan secara ta sengaja oleh Herschel dan


keluarga pada tahun 1781, ketika mereka sedang
mengamati Saturnus.
 Diameternya 50.560 km dan memiliki 5 satelit.
 Rotasinya bergerak dari Timur ke Barat.
 Jaraknya ke matahari 2,86 milyar km dengan
 kala revolusinya 84 tahun di Bumi.
 Kecepatan rotasinya 10 jam 47 menit.
 Uranus memiliki 14 satelit.
9). Planet Neptunus

 Planet ini ditemukan pada saat para astronom mengamati planet


Uranus yang orbitnya agak menyimpang dari perhitungan pada tahun
1846.
 Neptunus mempunyai 2 satelit yang salah satunya bernama
 Jarak Neptunus ke matahari 4.470 juta km,
 diameter 28.000 dan
 kala revolusinya 165 tahun di Bumi.
Benda-benda Langit Lain di Tata Surya

1). Asteroida atau Planetoida,


 berbentuk seperti planet tetapi sangat kecil,
 berdiameter 500 mil,
 jumlahnya lebih 2.000 buah dan
 terletak antara Mars dan Yupiter.
2). Komet atau bintang berekor
 garis edarnya eksentrik,
 perihelionnya (jarak terdekat dengan matahari) sangat
dekat dengan matahari, sedangkan
 aphelionnya (jarak terjauh dengan matahari) sangat jauh,
 berupa bola gas pijar seperti matahari.
3). Meteor atau bintang beralih
 merupakan batuan dingin yang terjadi akibat gaya tarik
Bumi sehingga masuk ke atmosfer menjadi pijar karena
bergesekan dengan atmosfer.
4). Satelit,
 yaitu benda langit dalam tata surya yang slalu beredar
mengikuti dan mengitari planet.
B. Bumi sebagai Planet

 Bumi adalah sebuah planet dalam tata surya yang


mengitari matahari, yang sesuai dengan paham
heliosentris.
 Bumi itu bulat telah lama diketahui oleh manusia, yaitu kira-
kira 500 tahun yang lalu. Dengan pesawat ruang angkasa
dapat dibuat foto yang jelas bahwa Bumi itu bulat, tetapi
tida bulat betul karena sedikit agak memipih di bagian
kutubnya.
C. Struktur Bumi
 Bumi diselimuti oleh gas yang disebut atmosfer,
 pada permukaan Bumi terdapat lapisan air yang disebut
hidrosfer,
 bagian Bumi yang padat terdiri dari kulit atau lithosfer dan
 bagian inti disebut centrosfer.
1. Lithosfer dan Centrosfer

 Tebal lithosfer hanya 32 km, merupakan bagian yang vital bagi kehidupan manusia yang
berupa benua dan pulau-pulau tempat tinggal kita.
 Lithosfer terdiri dari 2 lapisan dengan ketebalan yang tidak sama.
 Bagian atas terdiri dari Silikon (Si) dan Aluminium (Al) dengan berat jenis (BJ) 2,65.
 Lapisan dalam terdiri dari Si dan Magnesium (Mg) dengan BJ 2,9.
 Bagian tebal berupa Benua setebal 8 km dan bagian tipis berupa dasar laut setebal 3,5 km.
 di bawah lithosfer terdapat centrosfer yang dapat dibagi mulai dari yang paling dalam sampai
yang terluar atas:
1. Inti dalam (815 mil)
2. inti luar (1.360 mil)
3. Bagian mantel (180 mi
2. Hidrosfer

 Hidrosfer yang menyelimuti Bumi adalah 75 % yang meliputi lautan,


 danau-danau dan es yang terdapat di kedua kutub.
 Kedalaman laut rata-rata 4 km.
 laut terdalam terdapat di dekat pulau Guam yang dalamnya ± 11 km.
 Hidrosfer sangat berpengaruh terhadap keadaan atmosfer, karena keduanya
merupakan faktor terjadinya siklus air.
 Hal ini pula yang menyebaban air laut menjadi asin.
 Kandungan garam mineral air laut saat ini adalah 3,5%, terutama tang
terbanyak adalah NaCl (garam dapur) dan MgSO4 (garam Inggris).
3. Atmosfer

■ Atmosfer adalah lapisan gas/udara yang menyelimuti Bumi


dengan ketebalan ± 4.800 km dari permukaan laut.
■ BJ atmosfer pada lapisan bagian bawah adalah 0,013 dan
makin ke atas makin kecil mendekati 0.
Lapisan atmosfer

Secara garis besarnya, atmosfer terbagi atas 3 lapisan utama, yaitu:


1. Troposfer
 Lapisan ini terhitung mulai dari permukaan bumi paling bawah (0 km dari
permukaan air laut) dan
 mempunyai ketebalan ± 16 km yang terletak pada garis khatulistiwa dan
 menipis sampai ± 8 km pada kutub-kutub Bumi. Hampir seluruh uap air
yang terkandung di udara terdapat dalam lapisan ini. Aibatnya pada lapisan
inilah terjadinya perubahan cuaca. Pesawat terbang mengarungi udara
hanya sampai batas troposfer. Suhu troposfer semakin ke atas semakin
turun secara teratur sebesar 190F hingga pada batas paling atas turun
drastic sampai 0.
2. Stratosfer
Lapisan ini mulai dari ± 16 km sampai 80 km di atas
permukaan Bumi. Suhu rata-rata sekitar 350C. Pada lapisan
ini terdapat lapisan ozon (O3) yang sangat vital bagi kehidupan
di Bumi.
3. Ionosfer
Lapisan ini terdapat di atas 80 km dengan tekanan udara sangat
rendah, sehingga semua partikel terurai menjadi ion-ionnya pada
lapisan ini. Lapisan ini dapat memantulkan gelombang radio yang
sangat penting bagi manusia dalam komunikasi radio jarak jauh.
Gelombang radio ini tidak dapat langsung dipancarkan ke daerah
sasaran yang relatif jauh karena permukaan Bumi melengkung dan
gangguan cuaca pada troposfer. Akibat tipisnya lapisan ionosfer,
maka batu meteor yang jatu ke Bumi baru menyala setelah
mencapai kerendahan ± 96 km di atas Bumi.
Peredaran planet

 Peredaran planet mengelilingi matahari disebut gerak revolusi.


 Dan peredaran planet mengelilingi sumbunya disebut gerak
rotasi.
 Waktu untuk satu putaran revolusi disebut kala revolusi.
 Waktu untuk satu putaran rotasi disebut kala rotasi.
 Kala revolusi Bumi adalah selama 365 ¼ hari atau selama 1
tahun.
 Kala rotasi Bumi adalah 24 jam atau 1 hari.
a. Gerak Rotasi Bumi
bumi berputar pada sumbunya dari barat ketimur dan disebut
rotasi yang arahnya sama dengan arah revolusi.
b. Akibat Rotasi Bumi
 Gerak semu harian dari matahari yang seakan-akan
matahari, bulan, bintang-bintang dan benda-benda langit
lainnya terbit dari Timur dan terbenam di barat.
 Pergantian siang dan malam, di mana separuh dari bola
bumi menerima sinar matahari (siang), sedang separuh
bola lainnya mengalami kegelapan (malam).
 Penggelembungan di katulistiwa serta pemepatan di kutub
bumi.
 Adanya dua kali air pasang naik dan pasang surut dalam
sehari semalam.
 Perbedaan waktu antara tempat-tempat yang berbeda
derajat busurnya.
Gerak Revolusi dari Bumi
 Bumi berevolusi mengelilingi matahari dalam satu kali revolusi
selama 1 tahun.
Akibat dari revolusi bumi :
 Pergantian 4 musim yakni di sebelah utara garis balik utara (23 ½ LU)
 Perubahan lamanya siang dan malam.
 Terlihatnya rasi (konstelasi) bintang yang beredar dari bulan ke bulan.
TUGAS

Buat rangkuman tentang planet yang mengelilingi matahari


dalam bentuk tabel dari mulai nama planet, sebutan (nama
lain), diameter, zat penyusun, jarak dari matahari, lama waktu
revolusi, lama waktu rotasi, jumlah satelit, satelit yang
terkenal?