Anda di halaman 1dari 32

MAKALAH ANATOMI FISIOLOGI

“TENTANG ANATOMI KELENJAR PENCERNAAN DAN SEKRESINYA”

DISUSUN OLEH : KELOMPOK 3

NURUL HIDAYATI (1815401010)

NENENG PUJI ASRI (1815401008)

PUTRI NUZULIA SARI (1815401012)

RIKA YANI (1815401011)

VINI OKTAVIA (1815401021)

PRODI : D III KEBIDANAN

TINGKAT : 1

DOSEN PEMBIMBING : DEWI SARTIKA. S, SST,.M.KEB

PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN


FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS ABDURRAB
2018
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat tuhan yang maha esa, atas segala limpahan rahmat, nikmat dan
hidayahnya, sehingga kami masih diberikan kesempatan untuk dapat menyelesaikan makalah ini
dengan sebaik-baiknya.

Kedua kalinya, sanjungan sholawat salam barokah yang paling indah dan sempurna,
semoga tetap terlimpahkan keharibaan beliau junjungan kita kanjeng nabi Muhammad SAW.
Dimana beliaulah yang telah bersusah payah membimbing umatnya dari zaman jahiliyah menuju
zaman yang terang benderang penuh dengan ilmu pengetahuan seperti pada saat ini.

Makalah ini disusun berdasarkan materi pembelajaran yang ada. Didalam makalah ini
menjelaskan tentang anatomi kelenjar pencernaan dan sekresinya. Selain itu, dilengkapi pula
dengan gambar yang mendukung, sehingga kita mudah memahaminya.

Semoga makalah ini dapat berguna bagi kita semua yang mempelajarinya.

PEKANBARU, 23 OKTOBER 2018

PENULIS
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR……………………………………………………………….
DAFTAR ISI…………………………………………………………………………
BAB I : PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah…………………………………………………………
1.2 Rumusan Masalah……………………………………………………………….
1.3 Tujuan Penulisan………………………………………………………………..
BAB II : ISI
2.1 ANATOMI KELENJAR PENCERNAAN DAN SEKRESI………………….
BAB III : PENUTUP
3.1 Kesimpulan………………………………………………………………………
3.2 Saran…………………………………………………………………………..…
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………….……
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG MASALAH
Sistem pencernaan terdiri atas saluran pencernaan (alimentar), yaitu tuba muskular
panjang yang merentang dari mulut sampai anus, dan organ-organ aksesoris seperti gigi, lidah
kelenjar saliva, hati, kandung empedu, dan pankreas. Saluran pencernaan yang terletak di bawah
area diafragma disebut saluran gastrointestinal. Fungsi utama sistem ini adalah untuk
menyediakan makanan air dan elektrolit bagi tubuh dari nutrien yang dicerna sehingga siap
diabsorpsi. Pencernaan berlangsung secara mekanik dan kimia (Sloane, 2003:66).
Sistem pencernaan pada manusia dibangun oleh saluran pencernaan dan kelenjar
pencernaan. Saluran pencernaan dimulai dari mulut, kerongkongan, lambung, usus, dan rectum.
Sedangkan kelenjar pencernaan terdiri dari pancreas dan hati. Setiap bagian memiliki fungsi
yang berbeda (Nurjhani, et all, 2012:5).
Proses pencernaan pada manusia dapat di bedakan menjadi dua macam yaitu proses
pencernaan secara mekanik dan kimiawi (enzimatis). Saat kalian mengunyah makanan seperti
nasi, roti, umbi dan pisang berarti proses pencernaan mekanik (fisik) sedang berlangsung. Dan,
proses pencernaan mekanik adalah proses perubahan makanan dari bentuk besar atau kasar menj
adi bentuk kecil atau halus.
 Pada manusia dan mamalia umumnya proses pencernaan mekanik dilakukan dengan
menggunakan gigi. Berarti, proses pencernaan kimiawi pun sedang terjadi. Dan proses
pencernaan kimiawi adalah proses perubahan makanan dari zat yang kompleks menjadi zat-zat
yang lebih sederhana dengan menggunakan enzim. Enzim adalah zat kimia yang dihasilkan oleh
tubuh yang berfungsi mempercepat reaksi-reaksi kimia dalam tubuh.

1.2 RUMUSAN MASALAH


a. Bagaimana anatomi kelenjar pencernaan dan sekresinya ?
b. Apa saja fungsi dari anatomi kelenjar pencernaan dan sekresinya ?

1.3 TUJUAN PENULISAN


a. Untuk mengetahui apa saja anatomi kelenjar pencernaan dan sekresinya
b. Untuk memahami bagaimana fungsi setiap anatomi kelenjar pencernaan dan sekresinya
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 ANATOMI KELENJAR PENCERNAAN DAN SEKRESINYA


Sistem pencernaan terdiri atas saluran pencernaan (alimentar), yaitu tuba muskular
panjang yang merentang dari mulut sampai anus, dan organ-organ aksesoris seperti gigi, lidah
kelenjar saliva, hati, kandung empedu, dan pankreas. Saluran pencernaan yang terletak di bawah
area diafragma disebut saluran gastrointestinal. Fungsi utama sistem ini adalah untuk
menyediakan makanan air dan elektrolit bagi tubuh dari nutrien yang dicerna sehingga siap
diabsorpsi. Pencernaan berlangsung secara mekanik dan kimia (Sloane, 2003:66).

Sistem pencernaan pada manusia dibangun oleh saluran pencernaan dan kelenjar
pencernaan. Saluran pencernaan dimulai dari mulut, kerongkongan, lambung, usus, dan rectum.
Sedangkan kelenjar pencernaan terdiri dari pancreas dan hati. Setiap bagian memiliki fungsi
yang berbeda (Nurjhani, et all, 2012:5).

Sistem pencernaan makanan berurusan penerimaan makanan dan mempersiapkannya


untuk diasimilasi tubuh. Seluruh saluran pencernaan dibatasi dengan selaput lendir (membrane
mukosa), dari bibir sampai ujung akhir esophagus, yang ditambah dengan lapisan-lapisan
epithelium. Selama dalam proses pencernaan makanan dihancurkan menjadi zat-zat sederhana
yang dapat diserap dan digunakan sel jaringan tubuh. Berbagai perubahan sifat makanan yang
terjadi karena kerja berbagai enzim yang berkembang di dalam cairan pencerna setiap jenis zat
ini mempunyai tugas khusus menyaring dan bekerja atas satu jenis makanan dan tidak
mempunyai pengaruh terhadap jenis lainnya (Pearce, 2009:212-213).

Agar sari makanan yang terdapat dalam makanan berguna bagi tubuh, maka makanan itu
harus dicerna terlebih dahulu. Proses pencernaan berlangsung di dalam saluran pencernaan
makanan. Proses pencernaan berlangsung dimulai di rongga mulut. Di dalam rongga mulut
makanan di potong-potong oleh gigi seri dan di kunyah oleh gigi geraham, sehingga makanan
menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, proses pencernaan makanan semacam ini disebut
pencernaan mekanik (Irianto, 2004:169).

Makanan digerakkan sepanjang saluran pencernaan menuruti arah mulut ke anus oleh
gelombang-gelombang kontraksi yang berawal dari esophagus dan melalui setiap daerah hingga
mencapai daerah ujung usus besar. Rangkaian kontraksi tersebut, yang berlangsung secara
refleks, disebut peristalsis. Sebuah sistem katup otot lingkar khusus, disebut sfingter, yang
terletak pada setiap titik pertemuan penting di sepanjang saluran pencernaan, memastikan
pergerakan searah zat-zat makanan. Sfingter semacam itu terdapat di antara esopagus dan
lambung, antara lambung dan usus halus, dan di anus. Ketika sebuah sfingter berkontraksi,
bukaan yang dikelilinginya tertutup dengan efektif.Pemecahan makanan secara mekanis yang
terutama terjadi dalam mulut dan lambung atau tembolok disertai oleh kimiawi nutrien-nutrien
oleh katalis katalis yang disebut enzim enzim pencernaan (Fried and George, 2005).
Menurut Kimball (1994), secara umum sistem pencernaan melakukan empat proses
pencernaan dasar, yaitu:

1.      Motilitas

Motilitas mengacu pada kontraksi otot yang mencampur dan mendorong isi saluran
pencernaan. Otot polos di saluran pencernaan terus menerus berkontraksi dengan kekuatan
rendah yang disebut tonus. Terhadap aktivitas tonus yang terus menerus terdapat dua jenis dasar
motilitas pencernaan.

2.      Sekresi

Sejumlah getah pencernaan disekresikan ke dalam lumen saluran pencernaan oleh


kelenjar-kelenjar eksokrin. Setiap sekresi pencernaan terdiri dari air, elektrolit, dan konstituen
organik spesifik yang penting dalam proses pencernaan (misalnya enzim, garam empedu, dan
mukus). Sekresi tersebut dikeluarkan ke dalam lumen saluran pencernaan karena adanya
rangsangan saraf dan hormon sesuai.

3.      Pencernaan

Pencernaan merupakan proses penguraian makanan dari struktur yang kompleks menjad
struktur yang lebih sederhana yang dapat diserap oleh enzim.

4.      Penyerapan

Proses penyerapan dilakukan di usus halus. Proses penyerapan memindahkan molekul-


molekul  dan vitamin yang dihasilkan setelah proses pencernaan berhenti dari lumen saluran
pencernaan ke dalam darah atau limfe.

Saluran pencernaan terdiri dari mulut, tenggorokan (faring), kerongkongan, lambung,


usus halus, usus besar, rektum dan anus. Sistem pencernaan juga meliputi organ-organ yang
terletak diluar saluran pencernaan, yaitu pankreas, hati dan kandung empedu (Irianto, 2004:11).

1) Mulut

Mulut merupakan jalan masuk untuk sistem pencernaan. Bagian dalam dari mulut dilapisi
oleh selaput lendir. Pengecapan dirasakan oleh organ perasa yang terdapat di permukaan lidah.
Pengecapan relatif sederhana, terdiri dari manis, asam, asin dan pahit. Penciuman dirasakan oleh
saraf olfaktorius di hidung dan lebih rumit, terdiri dari berbagai macam bau (Pearce, 2009:132).

Makanan dipotong-potong oleh gigi depan (incisivus) dan di kunyah oleh gigi belakang
(molar, geraham), menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah dicerna. Ludah dari kelenjar
ludah akan membungkus bagian-bagian dari makanan tersebut dengan enzim-enzim pencernaan
dan mulai mencernanya.
Ludah juga mengandung antibodi dan enzim (misalnya lisozim), yang memecah protein dan
menyerang bakteri secara langsung. Proses menelan dimulai secara sadar dan berlanjut secara
otomatis (Kimball, 1994:34).

- Bibir

Disebelah luar mulut ditutupi oleh kulit dan di sebelah dalam ditutupi oleh selaput
lendir(mukosa). Otot orbikulanis oris menutupi bibir. Levator anguli oris méngangkat dan
depresoranguli oris menekan ujung mulut.

1). Palatum

Terdiri atas 2 bagian yaitu;

a). Palatum Durum (palatum keras) yang tersusun atas tajuk-tajuk palatum dan sebelah
depantulang maksilaris dan lebih ke belakang terdiri dari 2 tulang palatum. 

b). Palatum mole (palatum lunak) terletak dibelakang yang merupakan lipatan menggantung
yang dapat bergerak, terdiri atas jaringan fibrosa dan selaput lendir.Gerakannya dikendalikan
oleh ototnya sendiri, di sebelah kanan dan kiri dan tiang fauses terdapat saluran lendir menembus
ke tonsil. 

- Pipi

Dilapisi dari dalam oleh mukosa yang mengandung papila, otot yang terdapat pada
pipiadalah otot buksinator .

c. Gigi

Gigi berfungsi untuk mengunyah makanan sehingga makanan menjadi halus. Gigidapat
di bedakan atas empat macam yaitu, Gigi seri, gigi taring, gigi geraham depan dan gigigeraham
belakang. Secara umum, gigi manusia terdiri dari tiga bagian, yaitu: Mahkota gigi (korona), leher
gigi (kolum), dan akar gigi (radiks). Setiap gigi memiliki bentuk mahkota gigiyang berbeda-
beda. Gigi seri berbentuk seperti pahat runcing, dan gigi geraham berbentuk agak silindris
dengan permukaan lebar dan datar berlekuk-lekuk dan gigi taring yang berbentuk
seperti pahat runcing berfungsi untuk merobek makanan. Sedangkan gigi geraham dengan permu
kaan yang lebar dan datar berlekuk-lekuk, berfungsi untuk mengunyah.
Leher gigi merupakan bagian gigi yang terlindung dalam gusi, sedangkan akar gigi
merupakan bagian gigi yang tertanam di dalam rahang. 
Tulang gigi tersusun atas zat dentin. Sumsum gigi (pulpa), merupakan rongga gigi yang
di dalamnya terdapat serabut saraf dan pembuluh_pembuluh darah. Pada bayi, gigi sudah mulai
tumbuh pada usia 6 bulan. Gigi pertama yang tumbuh disebut gigi susu. Gigi anak-anak pada
usia 6 tahun jumlahnya 20 yang terdiri dari 8 gigi seri, 4 gigi taring, dan 8 gigi geraham.
d. Lidah

Lidah terdiri dari otot serat lintang dan dilapisi oleh selaput lendir, kerja otot lidah ini
dapatdigerakkan keseluruh arah.Lidah dibagi atas 3 bagian yaitu :

Radiks lingua : Pangkal lidah.

Dorsum lingua: Punggung lidah.

Apeks lingua : Ujung lidah.

Pada pangkal lidah yang belakang terdapat epiglotis yang berfungsi untuk menutup jalan
nafas pada waktu kita menelan makanan, supaya makanan jangan masuk ke jalan nafas.
Punggung lidah (dorsum lingua) terdapat puting-puting pengecap atau ujung saraf pengecap.
Frenulum lingua merupakan selaput lendir yang terdapat pada bagian bawah kira-kira ditengah-
tengah jika lidah digerakkan ke atas nampak selaput lendir. Flika sublingual terdapat disebelah
kiri dan kanan frenulum lingua di sini terdapat pula lipatan selaput lendir. Pada pertengahan flika
sub lingua ini terdapat saluran dan glaudula parotis, sub maksilaris dang landula sub lingualis.
Otot lidah merupakan otot-otot ekstrinsik lidah berasal dari rahang bawah (M. Mandibularis,
oshioid dan prosesus steloid) menyebar ke dalam lidah membentuk anyaman bengabung dengan
otot intrinsik yang terdapat pada lidah.

M. Genioglossus merupakan otot lidah yang terkuat berasal dari permukaan tengah


bagian dalam yang menyebar sampai ke radiks lingua.Lidah berfungsi untuk mengaduk makanan
di dalam rongga mulut dan membantu mendorong makanan ( proses penelanan ). Selain itu lidah
juga berfungsi sebagai alat pengecap yang dapat merasakan manis, asin, pahit, dan asam.

Gambar. Lidah 
Lidah adalah struktur muskular yang berada di dasar mulut. Bagian dasar lidah melekat
pada tulang hioid dan frenulum pada dasar mulut. Permukaan superior berisi epitelium skuamosa
berlapis, dengan banyak papila (tonjolan kecil). Papila berisi reseptor sensori (ujung saraf
khusus) yang berfungsi sebagai indera pengecap yang berada di kuncup pengecap. Ada tiga jenis
papila yaitu :

Papila valate : berjumlah 8-12 dan disusun dalam bentuk V terbalik di dasar lidah serta
berukuran paling besar

Papila fungiformis : berada diujung lidah dan jumlahnya lebih banyak daripada papila valate

Papila filiformis : merupakan papila terkecil dan paling banyak berada di permukaan dua pertiga
anterior lidah Lidah diperdarahi oleh cabang lingual dari arteri karotid eksternal dan dialiri vena
lingual yang bergabung dengan vena jugularis internal. Saraf yang mempersarafi lidah adalah
saraf hipoglossal, cabang lingual dan saraf mandibula, dan saraf facial serta glosofaringeal yang
merupakan saraf pengecap. Lidah berperan penting dalam menguyah, menelan, bicara, dan
mengecap.

d. Kelenjar ludah

Saliva (ludah) merupakan sekresi dari kelenjar ludah dan sebagian kecil kelenjar penyekresi
mukus dan mukosa oral. Sekitar 1,5 liter saliva dihasilkan setiap hari dan terdiri atas air, garam
mineral, enzim (amilase salivarious), mukus lisozim, imunoglobulin, dan faktor pembekuan
darah. Sekresi saliva berada di bawah kendali saraf otonom. Stimulasi parasimpatik
menyebabkan vasodilatasi dan sekresi air ludah yang banyak disertai sedikit kandungan enzim
dan substansi organik. Stimulasi simpatik menyebabkan vasokontriksi dan sekresi air ludah yang
sedikit dan kaya materi organik, khususnya dari kelenjar submandibula. Sekresi reflek terjadi
saat terdapat makanan di dalam mulut dan reflek dapat dengan mudah semakin terfasilitasi
sehingga penglihatan, bau, bahkan pikiran tentang makan dapat menstimulasi aliran saliva. Arteri
yang memperdarahi kelenjar ludah berasal dari cabang arteri karotis eksternal dan vena yang
mengalir di kelenjar ludah berasal dari vena jugularis eksterna. Kelenjar ludah (salliva)
melepaskan sekresinya ke saluran (duktus) yang mengarah ke mulut. Tiga pasang duktus utama
ini adalah kelenjar parotis, kelenjar submandibula, dan kelenjar sublingual.

a. Kelenjar parotis

Kelenjar ini berada disisi kiri dan kanan wajah tepat dibawah meatus akustik eksternal. Tiap
kelenjar memiliki satu duktus parotis yang bersambung ke mulut yang berada sejajar dengan gigi
geraham atas kedua.

b. Kelenjar submandibula

Kelenjar ini berada disisi kiri dan kanan wajah dibawah sudut rahang. Dua duktus
submandibula bersambung dengan dasar mulut, satu ditiap sisi frenulum.
c. Kelenjar sublingual

Semua kelenjar diselubungi kapsul fibrosa. Kelenjar ini terdiri atas sejumlah lobulus yang
disusun oleh kantong-kantong kecil (acini) yang dilapisi sel.

Saliva berfungsi :

- Membantu pencernaan polisakarida secara kimia.

Saliva mengandung enzim amilase yang menginisiasi penghancuran gula komplek, termasuk
pati, mereduksinya menjadi disakarida maltose. Nilai pH optimum untuk kerja amilase
salivarious adalah 6,8 (sedikit asam). Rentang pH saliva 5,8- 7,4, bergantung pada kecepatan
aliran saliva; semakin tinggi keepatan aliran maka semakin tinggi pH (basa). Kerja enzim
berlanjut saat menelan hingga berakhir di lambung yang mengeluarkan asam kuat (pH 1,5-1,8)
dari getah lambung yang menguraikan amilase.

- Lubrikasi makanan.

Makanan kering masuk ke mulut dilembabkan dan lubrikasi oleh saliva sebelum diubah
menjadi bolus dan siap untuk ditelan.

- Membersihkan dan melubrikasi.

Aliran saliva yang adekuat dapat membersihkan, melembabkan dan melembutkan mulut.
Saliva membantu mencegah kerusakan membran mukosa dari makanan yang kasar dan abrasif.

- Pertahanan tubuh non-spesifik.

Lisozim, imunoglobulin, dan faktor pembekuan (koagulasi) menyerang mikroba.

- Pengecapan.

Kuncup pengecapan hanya dapat distimulasi oleh zat kimia dalam larutan sehingga makanan
kering hanya menstimulasi indera pengecap setelah bercampur dengan saliva.
Gambar. Bagian Mulut dan Kelenjar Mulut

2) Tenggorokan ( Faring)

Merupakan penghubung antara rongga mulut dan kerongkongan. Berasal dari bahasa
yunani yaitu Pharynk. Didalam lengkung faring terdapat tonsil (amandel) yaitu kelenjar limfe
yang banyak mengandung kelenjar limfosit dan merupakan pertahanan terhadap infeksi (Irianto,
2004:14)

Faring dibagi menjadi tiga area : nasofaring, orofaring, dan laringofaring. Nasofaring
berperan penting dalam pernapasan. Orofaring dan laringo faring merupakan saluran utama baik
bagi sistem pernapasan maupun percernaan. Makanan melalui rongga mulut ke faring, kemudian
ke esophagus yang berada di bawahnya. Dinding faring terdiri atas tiga lapisan. Lapisan dalam
dilapisi oleh membrane mukosa yang berupa epithelium skuamosa berlapis, terus melapisi faring
hingga ke pangkal mulut dan esofagus.
Lapisan tengah terdiri atas jaringan fibrosa yang semakin menipis di bagian ujung bawahnya dan
mengandung pembuluh limfe dan saraf. Lapisan luar terdiri atas sejumlah otot involunter yang
terlibat dalam proses menelan. Saat makanan menelan mencapai faring, proses menelan tidak
lagi di bawah kendali otot Volunter. Arteri yang memperdarai faring adalah beberapa cabang
arteri fasialis. Vena yang mengalir keluar faring berasal dari vena fasialis dan vena jugularis
interna. Saraf yang mempersarafi faring berasal dari pleksus faringeal yang berisi saraf simpatik
dan parasimpatik. Saraf parasimpatik yang mempersarafi faring berasal dari saraf glosofaringeal
dan vagus, sedangkan saraf simpatik yang mempersarafi faring berasal dari ganglia servikalis.

3) Kerongkongan (Esofagus)

Kerongkongan adalah tabung (tube) berotot pada vertebrata yang dilalui sewaktu
makanan mengalir dari bagian mulut ke dalam lambung. Makanan berjalan melalui
kerongkongan dengan menggunakan proses peristaltik (Syaifudin, 2006:356).
4) Lambung

Merupakan organ otot berongga yang besar dan berbentuk seperti kandang keledai.
Makanan masuk ke dalam lambung dari kerongkongan melalui otot berbentuk cincin (sfinter),
yang bisa membuka dan menutup. Dalam keadaan normal, sfinter menghalangi masuknya
kembali isi lambung ke dalam kerongkongan (Irianto, 2004:14). Lambung memiliki kelenjar
yang menghasilkan enzim pepsin, enzim renin dan asam khlorida (HCl). Enzim pepsin berasal
dari pepsinogen yang diaktifkan oleh asam lambung. Sekresi atau pengeluaran asam lambung
dipengaruhi oleh refleks jika ada makanan yang masuk ke dalam lambung, serta dipengaruhi
oleh hormon gastrin yang dikeluarkan oleh dinding lambung. Produksi asam lambung yang
berlebih dapat membuat radang pada dinding lambung.

Getah lambung 

Ukuran labung bervariasi sesuai dengan volume makanan didalamnya, sekitar1,5 liter
atau lebih apda orang dewasa. Saat makanan ditelan , makanan terakumulasi di lapisan lambung.
Makanan kadang tersisa di bagian fundus. Kontraksi otot lambung meliputi gerakan mengaduk-
aduk yang menghancurkan bolus dan mencampurkan bolus dengan getah lambung, serta gerakan
peristalsis yang mendorong isi lambung ke pylorus. Saat lambung aktif (ada makanan di
lambung) sfingter pylorus menutup. Kontraksi peristaltic dari antrium pylorus yang kuat akan
mendorong kime, setelah isi lambung cukup cair, akan mengalir melalui pylorus ke duodenum
dalam semburan yang kecil. Stimulasi parasimpatik meningkatkan motilitas lambung dan sekresi
getah lambung, sedngkan stimulasi simpatik memiliki efek yang berlawanan dengan dengan
parasimpatik. Sekitar 2 liter getah lambung disekresi setiap hari dengan kelenjar sekretorik
khusus di mukosa. Getah lambung berisi air dan garam mineral yang disekresi oleh kelenjar
lambung, mucus ynag disekresi sel goblet di dalam kelenjar dan di permukaan lambung, asam
hidroklorida (HCL) dan factor intrinsic yang disekresi oleh sel parietal di kelenjar lambung, serta
precursor enzim aktif: pepsinogen yang disekresi oleh sel utama dikelenjar. 
Fungsi getah lambung adalah sebagai pencair makanan yang telah ditelan dan lebih lanjut,
penyekresi asam klorida (mengasamkan makanan dan menghentikan kerja amylase saliva,
membunuh mikroba yang tertelan mulut, memberikan suasana asam yang diperlukan pepsin
untuk pencernaan yang efektif), pengaktivsi pepsinogen menjadi pepsin (bekerja efektif pada p H
1,5 – 3,5), sebagai factor intrinsik (protein) yang diperlukan untuk absorbsi vitamin b12 di ileum,
dan penyekresi ukus yang mencegah cidera mekanik dinding lambung serta mencegah cidera
kimia dengan bekerja sebagai barier antara dinding lambung dan getah lambung yang korosif. 

Terdapat 3 fase sekresi getah lambung 

Fase sefalik :  aliran getah lambung ini terjadi sebelum makanan mencapai lambung dank arena
stimulasi reflek saraf vagus (parasimpatik) yang diinisiasi oleh penglihatan, bau, atau
pengecapan makanan.saat saraf fagus dipotong (vagotomi), fase sekresi lambung ini berhenti.
Stimulasi simpatik, missal saat kondisi emosi, juga menhambat aktifitas lambung. 

Fase gastric : saat distimulasi oleh lkeberadaan makanan, sel eteroendokrin di anrum pylorus dan
duodenum menyekresi gastrin, suatu hormone yang langsung melalu darah yang beredar.
Gastrin, yang berda dalam darah beredar ke lambung, merangsang kelenjr gastric untuk
menghasilkan getah lambung lebih banyak. Dengan cara sekresi gatah pencernaan ini trus
berlangsung hingga selesainya penghancuran makanan di lambung dan akhir fase sefalik. Sekresi
gastrin di supresi saat ph di antrum pylorus turun hingga sekitar 1,5. 

Fase intestinal (usus) : saat sebagian isi lambung yang dicerna mencapai usus halus, dua
hormone yaitu sekretin dan kolesistokinin, dihasilkan oleh sel indokrin di mukosa usus.
Hormone ini menurunkan sekresi getah lambung dan menghambat motilitas lambung. Dengan
mepercepat pengosongan lambung, kime di duodenum menjadi semakin tercampur rata dengan
empedu dan getah pamgkreas, fase sekresi lambung ini paling saat individu mengonsumsi
makanan tinggi lemak.Kecepatan pengosongan lambung bergantung pada jenis makanan yang
dimakan.pemgosongan karbohidrat di lambung berlangsung dalam 2-3 jam, sedangkan protein
dan lemak memerlukan waktu yang lebih lama lagi. 

Fungsi Lambung :

- Penyimpanan sementara yang memberikan waktu bagi enzim pencernaan dan pepsin
bekerja.
- Pencernaan kimia – pepsin mengubah protein menjadi polipeptida.
- Penghancuran secara mekanik – tiga otot polos yang melapisi lambung memungkinkan
lambung bekerja sebagai pengaduk, yaitu getah lambung bercampur dengan isi lambung
diubah menjadi kime. Motilitas dan sekresi ditingkatkan oleh stimulasi saraf
parasimpatik. 
- Absorpsi dari air, alcohol, dan sebagian obat larut-lemak yang terbatas. 
- Pertahanan non-spesifik terhadap mikroba – oleh asam hidroklorida di dalam getah
lambung. Muntah dapat terjadi sebagai respons terhadap ingesti iritan lambung, missal
mikroba atau zat kimia. 
- Preparat zat besi untuk absorbsi lebih lanjut di slauran cerna-lingkungan asam lambung
dapat melarutkan garam besi, yang diperlukan sebelum zat besi diabsorpsi. 
- Produksi dan sekresi factor intrinsic yang diperlukan untuk absorpsi vitamin B12 di ileum
terminal. 
- Mengatur jalannya isi lambung menuju duodenum. Saat lime tidak cukup diasamkan dan
diencerkan, antrum pylorus mendorong semburan kecil isi lambung melalui stringfer
pylorus dan menuju duodenum. Stringfer normalnya tertutup, mencegah aliran balik kime
ke lambung. 
- Sekresi horman gastrin.
- Dinding duktus bilaris memiliki lapisan jaringan yang sama seperti struktur dasar saluran
cerna lainnya. Pada duktus sistikus, membrane mukosa yang melapisi tersusun dalam
lipatan sirkular yang tidak beraturan dan memiliki efek katup spiral. Empedu melalui
duktus sistikus sebanyak dua kali-satu kali saat perjalanannya ke kandung empedu dan
kembali lagi saat empedu dikelaurkan dari kandung empedu ke duktus biliaris komunis
dan kemudian ke duodenum.
5) Usus halus (usus kecil)

Usus halus merupakan bagian yang paling penting dari saluran pencernaan. Fungsi
pencernaan dan absorbsi usus halus penting untuk hidup. Pembuangan sedikit (kurang dari 30%)
segmen usus halus umumnya tidak menyebabkan gejala-gejala yang berat, karena terdapat
hipertropi dan hiperplasi kompensasi mukosa yang tersisa dengan perlahanlahan kembali ke
fungsi absorbsi normal (adaptasi usus halus). Akan tetapi, apabila lebih dari 30% usus halus yang
diambil atau di ”bypass”, menyebabkan kematian (Hana dan Wikansari, 2012:2).  Usus halus
terdiri dari tiga segmen, yaitu duodenum, jejunum, dan ileum, sebagai organ pencernaan dan
penyerapan yang primer yang bervariasi kemampuannya (Ibrahim, 2008:1). Kelenjar pada usus
halus menghasilkan enzim enterokinase, enzim erepsin (peptidase), enzimmaltase, enzim
sukrase, enzim laktase dan enzim nuklease serta lipase. Pengeluaran enzim-enzim ini dipengaruhi
oleh hormon enterokrinin yang dihasilkan oleh duodenum.
Duodenum.

Disebut juga usus 12 jari, panjangnya sekitar 25 cm berbentuk sepatu kuda melengkung
kekiri, pada lengkungan ini terdapat pankreas. Dan bagian kanan duodenum ini terdapat selaput
lendiryang membukit disebut  Papila vateri. Pada papila vateri ini bermuara saluran empedu
(duktuskoledokus) dan saluran pankreas (duktus wirsungi / duktus pankreatikus). Empedu dibuat
di hati,untuk dikeluarkan ke duodenum melalui duktus koledokus yang  fungsinya
mengemulsikan lemakdengan bantuan lipase. Empedu dihasilkan oleh hati dan ditampung oleh
empedu dan di alirkan ke usus dua belas jari. Empedu mengandung garam-garam empedu dan
zat pewarna empedu (bilirubin). Garam empedu berfungsi mengemulsikan lemak, zat warna
empedu berwarna kecoklatan, dan dihasilkan dengan cara perombakansel darah merah yang
sudah tua di hati. Pankreas menghasilkan getah pangkreas yang mengandung enzim-enzim
sebagai berikut:

- Amilopsin (amilase pangkreas) yaitu enzim yang mengubah zat tepung (amilum) menjadi
gula yang lebih sederhana.
- Steapsin (lipase pangkreas) yaitu, enzim yang mengubah lemak menjadi asam lemak dan
gliserol. Tripsinogen 
yang belum aktif di aktifkan menjadi tripsin yaitu enzim yang mengubah protein dan
pepton menjadi dipeptida dan asam amino yang siap diserap oleh usus halus. Dinding
duodenum mempunyai lapisan mukosa yang banyak mengandung kelenjar, yang disebut
kelenjar-kelenjar brunner, berfungsi untuk memproduksi getah intestinum.
- Yeyenum dan Ilieum, mempunyai panjang sekitar 6 m. Dua per lima bagian atas adalah
yayenum dengan panjangsekitar 2-3 m, dan ileum dengan panjang sekitar 4-5 m.
Lekukan yayenum dan ileum
melekat pada dinding abdomen posterior dengan perantaraan lipatan peritoneum yang ber
bentuk kipas dikenal sebagai mesenterium. Akar mesenterium memungkinkan keluar
masuknya cabang-cabangarteri dan vena mesentrika superior, pembuluh limfe dan saraf
ke ruang antara 2 lapisan peritoneum yang membentuk mesenterium. 
Sambungan antara yayenum dan ileum tidakmempunyai batas yang tegas. Ujung bawah
ileum berhubungan dengan seikum
dengan perantaraan lubang yang bernama orifisium ileoselkalis. Orifisium ini diperkuat o
leh spinterileoselkalis dan pada bagian ini terdapat katup valvula seikalis atau
valvulabaukin, berfungsi untuk mencegah cairan dalam kolom assendens tidak masuk
kembali kedalamileum. Dinding halus juga menghasilkan getah usuus halus yang
mmengandung enzim-enzim sebagai berikut.

- Maltosa, berfungsi mengubah maltosa menjadi glukosa.
- Laktase, berfungsi mengubah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa.

- Sukrase, berfungsi mengubah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa.

- Tripsin, berfungsi mengubah pepton menjadi asam amino.

- Enterokenase, berfungsi mengaktifkan triosinogen (enzim yang dihasilkan pangkreas)
menjadi tripsin.

Di dalam usus halus terjadi proses pencernaan kimiawi dengan melibatkan berbagai
enzim pencernaan. Karbohidrat di cerna menjadi glukosa, lemak dicerna menjadi asam lemak da
ngliserol dan protein di cerna menjadi asam amino. Jadi, pada usus dua belas jari, seluruh
proses pencernaan karbohidrat, lemak, dan protein di selesaikan. Selanjutnya, proses penyerapan
absorpsi) akan berlangsung di usus kosong dan sebagian di usus penyerap karbohidrat
setiapdalam bentuk glukosa.

Lemak diserap dalam bentuk asam lemak dan gliserol. Vitamin dan mineral tidak
mengalami pencernaan dan dapat diterima langsung oleh usus halus.Pada dinding usus penyerap 
terdapat jonjot-jonjot usus yang disebut vili. Vili berfungsi untuk memperluas daerah penyerapan 
usus halus sehingga sari-sari makanan dapat terserap lebih banyak dan cepat, dinding vili banyak
mengandung kapiler darah atau pembuluh limfe (pembuluh getah bening usus). Agar dapat
mencapai darah. Sari-sari makanan harus menembus sel dinding usus halus yang selanjutnya
masuk pembuluh darah atau pembuluh limfe, Glukosa, Asam amino, Vitamin, dan Minerals
etalah diserap oleh usus halus melalui kapiler darah akan dibawah oleh darah melalui
pembuluhvena porta hepar ke hati. Selanjutnya, dari hati ke jantung kemudian diedarkan ke
seluruh tubuh. Asam lemak dan gliserol bersama empedu membentuk suatu larutan yang disebut
misel. Pada saat bersentuhan dengan sel vili usus halus. Gliserol dan asam lemak dan gliserol
dibawaholeh pembuluh getah bening usus (pembuluh kil), dan akhirnya masuk ke dalam peredar
an darah. Sedangkan garam empedu yang telah masuk ke darah menuju ke hati untuk dibudt
empedukembali. Vitamin yang larut dalam lemak (Vitamin A,D,E dan K) diserap oleh usus
halusdiangkut melalui pembuluh getah bening. Selanjutnya, vitamin-vitamin tersebut masuk
kesistem peredaran darah.Umumnya makanan diserap saat mencapai akhir usus halus. Sisa
makanan yang tidak diserap,secara perlahan-lahan bergerak menuju usus besar.

Absorpsi makanan yang sudah dicernakan seluruhnya berlangsung di dalam usus halus
melalui 2 (dua) saluran yaitu pembuluh kapilerdalam darah dan saluran limfe di sebelah dalam
permukaan vili usus.Sebuàh vilus berisi lakteal, pembuluh darah epitelium dan jaringan otot
yang di ikat bersamaoleh jaringan limfoid seluruhnya diliputi membran dasar dan ditutupi oleh
epitelium. Karena vili keluar dari dinding usus maka bersentuhan dengan makanan cair dan
lemak yang diabsorbsi kedalam lakteal kemudian berjalan melalui pembuluh limfe masuk ke
dalam pembuluh kapiler darah di vili dan oleh vena porta dibawa ke hati untuk mengalami
beberapa perubahan. Fungsi usus halus, terdiri dari :
a. Menerima zat-zat rnakanan
yang sudah dicerna untuk diserap melalui kapiler kapiler darah dan
saluran-saluran limfe. 
b. Menyerap protein dalam bentuk asam amino.
c. Karbohidrat diserap dalam bentuk emulsi, lemak.

6)      Usus besar

Banyaknya bakteri yang terdapat di dalam usus besar berfungsi mencerna beberapa bahan
dan membantu penyerapan zat-zat gizi. Bakteri di dalam usus besar juga berfungsi membuat zat-
zat penting, seperti vitamin K. Bakteri ini penting untuk fungsi normal dari usus. Beberapa
penyakit serta antibiotik bisa menyebabkan gangguan pada bakteri-bakteri didalam usus besar.
Akibatnya terjadi iritasi yang bisa menyebabkan dikeluarkannya lendir dan air, dan terjadilah
diare (Irianto, 2004:17). Panjang usus Besar sekitar 13 meter, yang memanjang dari sekum
difosa iliaka kanan hingga rectum dan saluran Anus dipelvis. Diameter lumennya sekitar 6,5 cm,
lebih besar daei pada lumen usus halus. Usus besar membentuk lengkung di sekitar usus halus
yang tergulung. Usus besar di bagi menjadi : sekum, kolon asenden, kolon desenden, kolon
transversum, kolon sigmoid, rectum, dan saluran Anus. 

Sekum merupakan bagian pangkal kolon dan merupakan area buntu di depan inferiornya
dan bersambung dengan kolon asenden di bagian superior. Tepat di bawah taut dua katup
ileosekum bersambung dengan ileum. 

Kolon asenden kolon ini berjalan menuju ke atas, yakni dari sekum ke bagian kolon
setinggi hati dimana kolon membentuk garis lengkung yang tajam di bagian kiri fleksur hepatika
untuk membentuk kolon transversum 

Kolon transversum kolon ini merupakan lengkung kolon yang melintang di rongga
abdomen didepan duedenum dan lambung menuju area limfs dimana kolon ini membentuk
fleksur splenik.  Kolon desenden kolon ini berjalan menuju ke bawah rongga abdomen
kemudian melengkung menuju garis tengah.

Kolon sogmoid kolon ini membentuk suatu lengkung berbentuk huruf S di pelvis yang
berlanjut kebawah membentuk rektum. 

Rektum merupakan bagian kolon yang sedikit melebar dan memiliki panjang sekitar 13
cm. Bagian pangkal rektum berbatasan dengan kolon sigmoid dan bagian ujungnya berbatasan
dengan saluran anus. 

Saluran anus merupakan saluran pendek yang panjangnya 3,9 cm pada orang dewasa dan
memanjang dari rektum hingga bagian eksterior dua otot sfingter mengendalikan anus yaitu
sfingter eksternal dan internal. a. Fungsi usus besar, rektum, dan saluran anus 
Absorbsi : isi ileum yang melalui katup ileosekum kesekum adalah cairan, meskipun sebagian air
telah di absorbsi di usus halus garam mineral vitamin dan sebagian obat juga diabsorbsi di
kapiler darah dari usus besar 

Aktifitas mikrobial usus besar merupakan tempat kolonisasi dari banyak bakteri tertentu yang
mensintesis vit K dan asam folat, bakteri ini meliputi escherichia coly, enterobakter aerogenes,
dll.

Gerakan massa : gerakan peristaltis dengan interval yang panjang terjadi pada kolon tranversum
mendorong isi usus besar ke kolon desenden dan sigmoid kombinasi stimulus dan respon disebut
reflex gastrokolik. 

Defekasi : melibatkan kontraksi invonlunter otot rektum dan relaksasi spingter anal internal.
Kontraksi otot abdomen dan peningkatan tekanan intra abdomen (valsava manuver) dapat
membantu proses defekasi (pengeluaran Feces). 
7)      Rektum dan anus

Rektum  adalah sebuah ruangan yang berawal dari ujung usus besar (setelah kolon
sigmoid) dan berakhir di anus. Organ ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara feses.
Biasanya rektum ini kosong karena tinja disimpan di tempat yang lebih tinggi, yaitu pada kolon
desendens. Jika kolon desendens penuh dan tinja masuk ke dalam rektum, maka timbul
keinginan untuk buang air besar. (Irianto, 2004: 20)

8)       Pankreas

Pankreas adalah organ pada sistem pencernaan yang memiliki dua fungsi utama yaitu
menghasilkan enzim pencernaan serta beberapa hormon penting seperti insulin. Pankreas terletak
pada bagian posterior perut dan berhubungan erat dengan duodenum (usus dua belas jari).
Pankreas melepaskan enzim pencernaan ke dalam duodenum dan melepaskan hormon ke dalam
darah. Enzim yang dilepaskan oleh pankreas akan mencerna protein, karbohidrat dan lemak.
Pankreas juga melepaskan sejumlah besar sodium bikarbonat, yang berfungsi melindungi
duodenum dengan cara menetralkan asam lambung (Irianto, 2004:23)
Kelenjar pankreas terletak di rongga perut di dekat lambung. Pankreas menghasilkan
enzim pencernaan yang dialirkan menuju duodenum, yaitu:enzim amilase, enzim tripsinogen,
enzim lipase dan NaHCO3. Sekresi enzim dari pankreas dipengaruhi oleh hormon sekretin.
Hormonsekretin dihasilkan oleh duodenum pada saat makanan masuk duodenum (usus dua belas
jari). Pankreas memiliki kelenjar endokrin dan eksokrin. Bagian yang predominan adalah
kelenjar eksokrin, yang terdiri atas kelompok-kelompok sel sekretorik seperti anggur yang
membentuk kantung-kantung (asinus). Kelenjar endokrinnya terdiri atas pulau-pulau Langerhans
yang tersebar di seluruh pankreas. Kelenjar eksokrin pankreas mensekresikan:

1. Enzim pankreas, oleh sel-sel asinus.

Enzim proteolitik: tripsinogen, kimotripsinogen, dan prokarboksipeptidase.

     Tripsinogen

Merupakan bentuk inaktif yang ketika disekresikan ke lumen duodenum akan diaktifkan
oleh enterokinase di usus halus menjadi tripsin. Tripsin kemudian mengubah kemotripsinogen
dan prokarboksipeptidase menjadi kimotripsin dan karboksipeptidase. Tiap-tiap enzim
proteolitik tersebut menyerang ikatan peptida yang berbeda. Produk akhir yang dihasilkan adalah
campuran asam amino dan rantai peptida pendek.

    Amilase pankreas

Mengubah polisakarida menjadi disakarida maltosa. Amilase disekresikan dalam bentuk


aktif karena tidak membahayakan sel-sel sekretorik.

    Lipase pankreas


Lipase menghidrolisis trigliserida menjadi monogliserida dan asam lemak bebas, yaitu
satuan lemak yang dapat diabsorbsi. Defisiensi enzim pankreas menyebabkan maldigesti lemak
yang serius, sehingga dapat menimbulkan steatorea (kelebihan lemak pada feses).

            2. Alkali encer, oleh sel-sel duktus yang melapisi duktus pankreatikus. 

Cairan alkalis ini kaya akan NaHCO3. Fungsinya untuk menetralkan kimus yang asam
dari lambung, karena enzim-enzim pankreas bekerja dengan baik pada pH netral atau sedikit
basa. 

Regulasi

 Selama fase sefalik pencernaan, terjadi sekresi pankreas dalam jumlah kecil, yang
diinduksi oleh sistem parasimpatis, disertai peningkatan lebih lanjut selama fase lambung
sebagai respon terhadap gastrin. Namun, stimulasi utama untuk sekresi pankreas terjadi selama
fase usus, yang diregulasi oleh hormon sekretin dan kolesistokinin.

 Sekretin

Sekretin disekresikan terutama bila ada stimulus asam di duodenum. Sekretin diangkut
dalam darah ke pankreas dan bekerja meningkatkan sekresi cairan alkali ke duodenum. Jumlah
sekretin yang dikeluarkan setara dengan jumlah asam yang masuk ke duodenum.

Kolesistokinin (CCK)

Disekresikan terutama bila ada stimulus berupa lemak dan protein. CCK akan
menstimulasi pankreas untuk meningkatkan sekresi enzim-enzim pankreas. Ketiga jenis enzim
pankreas terkemas bersama-sama dalam granula zimogen, sehingga semua enzim pankreas
dibebaskan jika granula tersebut mengalami eksositosis.

Sekresi Empedu 

Sistem empedu mencakup hati, kandung empedu, dan duktus-duktus terkait.

Garam Empedu

Garam empedu adalah turunan kolesterol. Setelah ikut serta dalam pencernaan lemak,
sebagian besar garam empedu direabsorbsi ke dalam darah oleh mekanisme transport aktif
khusus yang terdapat di ileum terminal. Setelah itu, garam empedu dikembalikan melalui sistem
porta hepatika ke hati, lalu disekresikan ke dalam empedu. Daur ulang garam empedu (dan
sebagian komponen empedu yang lain) antara usus halus dan hati ini disebut sirkulasi
enterohepatik. Garam empedu membantu pencernaan dan penyerapan lemak melalui efek
deterjen dan pembentukan misel. Efek deterjen mengacu pada kemampuan garam empedu
mengubah globulus-globulus lemak berukuran besar menjadi emulsi lemak, yang terdiri dari
banyak butir lemak kecil yang terbenam di dalam cairan kimus. Dengan demikian, luas
permukaan untuk aktivitas lipase menjadi lebih besar sehingga pencernaan lemak jadi lebih
cepat. Fungsi ini dapat dilakukan karena garam empedu terdiri atas bagian yang larut lemak dan
larut air. Bagian yang larut air akan mencegah droplet-droplet lemak kecil kembali menyatu
menjadi globulus lemak yang besar. Lipase tidak dapat langsung berikatan dengan permukaan
garam empedu, sehingga harus dibantu oleh collipase yang dihasilkan di pankreas.
Garam empedu bersama kolesterol dan lesitin berperan penting untuk penyerapan lemak melalui
pembentukan misel. Lesitin memiliki bagian yang larut lemak dan larut air, sementara kolesterol
hampir tidak dapat larut dalam air. Dalam suatu misel, garam empedu dan lesitin menggumpal
dalam kelompok-kelompok kecil dengan bagian larut lemak berkumpul di tengah membentuk
inti hidrofobik, sedangkan bagian larut air membentuk selaput hidrofilik di bagian luar. Misel
meupakan vehikulum yang praktis untuk mengangkut bahan-bahan yang tidak larut air di dalam
lumen yang banyak mengandung air. Bahan yang diangkut dengan misel berupa produk
pencernaan lemak dan vitamin-vitamin larut lemak. Jika tidak menumpang di misel ini, nutrient-
nutrien tersebut akan terapung di permukaan kimus (seperti minyak terapung di atas air).

Sekresi empedu dapat ditingkatkan melalui 3 mekanisme:

1. Mekanisme kimiawi (garam empedu). Koleretik adalah bahan yang meningkatkan sekresi
empedu. Koleretik terkuat adalah garam empedu. Selama makan (sewaktu garam empedu sedang
dipakai) sekresi empedu ditingkatkan.

2. Mekanisme hormonal (sekretin). Sekretin merangsang sekresi empedu alkalis encer tanpa
disertai peningkatan garam empedu.

3. Mekanisme saraf (nervus vagus). Stimulasi nervus vagus hati hanya sedikit meningkatkan
sekresi empedu selama fase sefalik pencernaan.

Bilirubin

Bilirubin adalah komponen utama empedu, tetapi tidak berperan dalam proses
pencernaan. Bilirubin adalah pigmen empedu utama yang berasal dari penguraian bagian heme
(mengandung besi) dari hemoglobin yang terkandung dalam sel darah merah. Bilirubin
diekstraksi dari darah oleh hepatosit dan secara aktif diekskresikan ke dalam empedu. Warna
bilirubin yang kuning akan dimodifikasi oleh bakteri di usus besar sehingga menjadi warna
kecoklatan pada feses. Sejumlah kecil bilirubin direabsorbsi ke dalam darah dan dikeluarkan
melalui urin, sehingga urin berwarna kuning. Penimbunan bilirubin di tubuh menyebabkan
ikterus (jaundice). Ikterus dapat ditimbulkan oleh 3 mekanisme: disebabkan oleh penguraian
(hemolisis) berlebihan sel darah merah, sehingga hati menerima lebih banyak bilirubin.

1. Ikterus prahepatik (hemolitik)

 Terjadi jika hati sakit dan tidak mampu menangani beban normal bilirubin                 

2. Ikterus hepatik

Terjadi jika duktus biliaris tersumbat (misalnya oleh batu)

3. Ikterus pascahepatik (obstruktif)


9)      Hati
Hati merupakan sebuah organ yang terbesar di dalam badan manusia dan memiliki
berbagai fungsi, beberapa diantaranya berhubungan dengan pencernaan. Organ ini memainkan
peran penting dalam metabolisme dan memiliki beberapa fungsi dalam tubuh termasuk
penyimpanan glikogen, sintesis protein plasma, dan penetralan obat (Irianto, 2004:26). Hati
adalah organ veseral terbesar dan terletak dibawah kerangka iga. Beratnya 1500 g pada kondisi
hidup berwarna merah tua. Hati menerima dioksigenasi dari arteri hepatika dan darah yang tidak
teroksigenasi tetapi kaya dengan nutrien dari vena portal hepatika. Hati terbagi atas lubus kiri
dan kanan.

Hati terbagi dalam dua belahan utama, kanan dan kiri. Permukaan atas berbentuk
cembung dan terletak di bawah diafragma, permukaan bawah tidak rata dan memperlihatkan
lekukan, fisura transverses. Permukaannya dilintasi oleh berbagai pembuluh darah yang masuk
keluar hati. Fisura longitudinal memisahkan belahan kanan dan kiri di permukaan bawah,
sedangkam ligament falsiformis melakukan hal yang sama di permukaan atas hati. Hati memiliki
4 lobus. Dua lobus berukuran besar ( lobus kanan lebih besar dari lobus kiri yang berbentuk
seperti baji ). Dua lobus lainnya yaitu lobus kaudatus dan kuadratus yang berada dipermukaan
posterior. Fisura porta merupakan permukaan posterior hati di mana banyak struktur yang masuk
dan keluar kelenjar. Vena porta masuk dan membawa darah dari lambung, limpa, pancreas, usus
halus, dan usus besar. Arteri hepatica masuk dan membawa darah arteri. Arteri ini merupakan
cabang dari arteri seliaka, yang merupakan cabang dari abdomen.

Arteri hepatica dan vena porta membawa darah ke hati. Aliran balik bergantung pada
banyaknya vena hepatica yang meninggalkan permukaan posterior dan dengan segera masuk ke
vena kava inferior tepst di bawah diafragma. Serat saraf simpatik dan parasimpatik mempersarafi
bagian ini. Duktus hepatica kanan dan kiri keluar, membawa empedu dari hati ke kandung
empedu. Pembuluh limfe meninggalkan hati, lalu mengalirkan sebagian limfe ke nodus di
abdomen dan sebagian nodus torasik.

Struktur 
Lobulus merupakan penyusun lobus hati yang berbentuk heksagonal atau segi enam di
bagian luarnya dan dibentuk oleh hepatosit yang berbentuk kubus disusun dalam pasangan
kolom sel yang menyebar pada vena sentral. Sinasoid ( pembuluh darah dengan dinding yang
tidak lengkap ) memiliki 2 pasang yang berisi campuran darah dari cabang – cabang kecil vena
porta dan arteri hepatica. Susunan ini memungkinkan darah arteri dan darah vena porta ( dengan
konsentrasi nutrien yang tinggi ) bercampur dan berdekatan dengan sel hati. Diantara sel yang
melapisi sinusoid, terdapat makrofag (sel Kupffer) yang memiliki fungsi menelan dan
menghancurkan sel darah yang rusak dan partikel asing yang ada di aliran darah yang menuju
hati.
Darah mengalir dari sinusoid ke vena sentral dan vena sentrylobular yang bergabung
dengan vena dari lobulus lain, membentuk vena besar hingga akhirnya vena ini membentuk vena
hepatica, yang meninggalkan hati menuju vena cava inferior.  Ini berarti bahwa tiap kolum
hepatosit memiliki sinusoid darah pada salah satu sisi dan kalikili di sisi lainnya. Duktus hepatica
kiri dan kanan dibentuk kanalikuli bilier yang bergabung untuk mengalirkan empedu dari hati. Di
tiap lobulus juga memiliki jaringan limfoid dan system pembuluh limfe. 

PERAN DAN FUNGSI HATI

a. Membantu dalam metabolisme karbohidrat


Fungsi hati menjadi penting, karena hati mampu mengontrol kadar gula dalam darah.
Misalnya, pada saat kadar gula dalam darah tinggi, maka hati dapat mengubah glukosa dalam
darah menjadi glikogen yang kemudian disimpan dalam hati (Glikogenesis), lalu pada saat kadar
gula darah menurun, maka cadangan glikogen  di hati atau asam amino dapat diubah menjadi
glukosa dan dilepakan ke dalam darah (glukoneogenesis) hingga pada akhirnya kadar gula darah
dipertahankan untuk tetap normal. Hati juga dapat membantu pemecahan fruktosa dan galaktosa
menjadi glukosa dan serta glukosa menjadi lemak.

b. Membantu metabolisme lemak


Membantu proses Beta oksidasi, dimana hati mampu menghasilkan asam lemak dari
Asetil Koenzim
A. Mengubah kelebihan Asetil Koenzim A menjadi badan keton (Ketogenesis).
Mensintesa lipoprotein-lipoprotein saat transport asam-asam lemak dan kolesterol dari dan ke
dalam sel, mensintesa kolesterol dan fosfolipid juga menghancurkan kolesterol menjadi garam
empedu, serta menyimpan lemak.

c. Membantu metabolisme Protein


Fungsi hati dalam metabolisme protein adalah dalam deaminasi (mengubah gugus amino,
NH2) asam-asam amino agar dapat digunakan sebagai energi atau diubah menjadi karbohidrat
dan lemak. Mengubah amoniak (NH3) yang merupakan substansi beracun menjadi urea dan
dikeluarkan melalui urin (ammonia dihasilkan saat deaminase dan oleh bakteri-bakteri dalam
usus), sintesis dari hampir seluruh protein plasma, seperti alfa dan beta globulin, albumin,
fibrinogen, dan protombin (bersama-sama dengan sel tiang, hati juga membentuk heparin) dan
transaminasi transfer kelompok amino dari asam amino ke substansi (alfa-keto acid) dan
senyawa lain.

d.    Menetralisir obat-obatan dan hormon


Hati dapat berfungsi sebagai penetralisir racun, yakni pada obat-obatan seperti penisilin,
ampisilin, erythromisin, dan sulfonamide juga dapat mengubah sifat-sifat kimia atau
mengeluarkan hormon steroid, seperti aldosteron dan estrogen serta tiroksin.

.
e.    Mensekresikan cairan empedu
Bilirubin, yang berasal dari heme pada saat perombakan sel darah merah, diserap oleh
hati dari darah dan dikeluarkan ke empedu. Sebagian besar dari bilirubin di cairan empedu di
metabolisme di usus oleh bakteri-bakteri dan dikeluarkan di feses.  Dalam proses konjugasi yang
berlangsung di dalam retikulum endoplasma sel hati tersebut, mekanisme yang terjadi adalah
melekatnya asam glukuronat (secara enzimatik) kepada salah satu atau kedua gugus asam
propionat dari bilirubin. Hasil konjugasi (yang kita sebut sebagai bilirubin terkonjugasi) ini,
sebagian besar berada dalam bentuk diglukuronida (80%), dan sebagian kecil dalam bentuk
monoglukuronida. Penempelan gugus glukuronida pada gugus propionat terjadi melalui suatu
ikatan ester, sehingga proses yang terjadi disebut proses esterifikasi. Proses esterifikasi tersebut
dikatalisasi oleh suatu enzim yang disebut bilirubin uridin-difosfat glukuronil transferase
(lazimnya disebut enzim glukuronil transferase saja), yang berlokasi di retikulum endoplasmik
sel hati. Akibat konjugasi tersebut, terjadi perubahan sifat bilirubin. Perbedaan yang paling
mencolok antara bilirubin terkonjugasi dan tidak terkonjugasi adalah sifat kelarutannya dalam air
dan lemak. Bilirubin tidak terkonjugasi bersifat tidak larut dalam air, tapi mempunyai afinitas
tinggi terhadap lemak. Karena sifat inilah, bilirubin tak terkonjugasi tidak akan diekskresikan ke
urin. Sifat yang sebaliknya terdapat pada bilirubin terkonjugasi. Karena kelarutannya yang tinggi
pada lemak, bilirubin tidak terkonjugasi dapat larut di dalam lapisan lemak dari membran sel.
Peningkatan dari bilirubin tidak terkonjugasi dapat menimbulkan efek yang sangat tidak kita
inginkan, berupa kerusakan jaringan otak. Hal ini terjadi karena otak merupakan jaringan yang
banyak mengandung lemak.
f.    Mensintesis garam-garam empedu
Garam-garam empedu digunakan oleh usus kecil untuk mengemulsi dan menyerap
lemak, fosfolipid, kolesterol, dan lipoprotein.
g.    Sebagai tempat penyimpanan
Selain glikogen, hati juga digunakan sebagai tempat menyimpan vitamin (A, B12, D, E,
K) serta mineral (Fe dan Co). Sel-sel hati terdiri dari sebuah protein yang disebut apoferritin
yang bergabung dengan Fe membentuk Ferritin sehingga Fe dapat disimpan di hati. Fe juga
dapat dilepaskan jika kadarnya didarah turun.
h.    Sebagai fagosit
Sel-sel Kupffer’s dari hati mampu memakan sel darah merah dan sel darah putih yang
rusak serta bakteri.
i.    Mengaktifkan vitamin D
Hati dan ginjal dapat berpartisipasi dalam mengaktifkan vitamin D.
j.    Menghasilkan kolesterol tubuh
Hati menghasilkan sekitar separuh kolesterol tubuh, sisanya berasal dari makanan.
Sekitar 80% kolesterol yang dibuat di hati digunakan untuk membuat empedu. Kolesterol
merupakan bagian penting dari setiap selaput sel dan diperlukan untuk membuat hormon-hormon
tertentu (termasuk hormon estrogen, testosteron dan hormonadrenal).
k.     Cadangan
Hepatosit menyimpan glikogen, vitamin yang larut dalam lemak ( A, D, E, K ) , zat besi,
dan kuprum, serta beberapa vitamin yang larut air ( missal vitamin B 12 )
l. Tempat pembentukan dan pembokaran sel darah merah
Dalam 6 bulan kehidupan janin, hati menghasilkan sel darah merah, baru kemudian
produksi sel darah merah ini secara berangsur-angsur diambil alih oleh sumsum tulang. Pada saat
darah melewati hati, sekitar 3 juta sel darah merah dihancurkan setiap hari, dan hasil
penghancurannya masih ada zat yabg akan digunakan untuk membentuk sel darah merah yang
baru.
Sel-sel darah merah dirombak di dalam hati. Hemoglobin yang terkandung di dalamnya dipecah
menjadi zat besi (Fe), globin, dan heme. Zat besi dan globin didaur ulang, Zat besi diambil dan
disimpan di hati, sedangkan globin dimanfaatkan untuk pembentukan hemoglobin baru. Heme
dirombak menjadi bilirubin dan biliverdin yang berwarna hijau kebiruan. Bilirubin dioksidasi
menjadi urobilin yang mewarnai feses dan urine kekuningan, sedangkan biliverdin sebagai
pembentuk zat warna empedu yang kemudian disalurkan ke kantong empedu.
                                        

  
ENZIM HATI
1.      Alanine aminotransferase ( ALT )
adalah lebih spesifik untuk kerusakan hati. Enzim ini biasanya terkandung dalam sel-sel
hati. Jika hati terluka,sel-sel hati menumpahkan enzim-enzim kedalam darah, menaikan tingkat-
tingkat enzim dalam darah dan menandai kerusakan hati.
Aminotransferase-aminotransferase mengkatalisasi reaksi-reaksi kimia dalam sel - sel
dimana suatu  kelompok amino ditransfer dari suatu  molekul donor ke suatu molekul penerima.
ALT adalah enzim yang dibuat dalam sel hati ( hepatosit ), jadi lebih spesifik untuk penyakit hati
dibandingkan dengan enzim lain. Biasanya peningkatan ALT terjadi bila ada kerusakan pada
selaput sel hati. Setiap jenis peradangan hati dapat menyebabkan peningkatan pada ALT.
Peradangan pada hati dapat disebabkan oleh hepatitis virus, beberapa obat, penggunaan alkohol,
dan penyakit pada saluran cairan empedu.
2.      AST (Enzim aspartate aminotransferase )
adalah enzim mitokondria yang juga ditemukan dalam jantung, ginjal dan otak. Jadi tes
inikurang spesifik untuk penyakit hati. Dalam beberapa kasus peradangan hati, peningkatan
ALTdan AST akan serupa.
3.      Fosfatase alkali
meningkat pada berbagai jenis penyakit hati, tetapi peningkatan ini juga dapatterjadi
berhubungan dengan penyakit tidak terkait dengan hati. Fosfatase alkali sebetulnya adalahsuatu
kumpulan enzim yang serupa, yang dibuat dalam saluran cairan empedu dan selaput dalamhati,
tetapi juga ditemukan dalam banyak jaringan lain. Peningkatan fosfatase alkali dapat terjadi bila
saluran cairan empedu dihambat karena alasan apa pun. Di antara yang lain, peningkatan pada
fosfatase alkali dapat terjadi terkait dengan sirosis dan kanker hati.
4.      GGT
sering meningkat pada orang yang memakai alkohol atau zat lain yang beracun pada hatisecara
berlebihan. Enzim ini dibuat dalam banyak jaringan selain hati. Serupa dengan fosfatasealkali,
GGT dapat meningkat dalam darah pasien dengan penyakit saluran cairan empedu. Namun tes
GGT sangat peka, dan tingkat GGT dapat tinggi berhubungan dengan hampir semua penyakit
hati, bahkan juga pada orang yang sehat. GGT juga dibuat sebagai reaksi pada beberapaobat dan
zat, termasuk alkohol, jadi peningkatan GGT kadang kala ( tetapi tidak selalu ) dapat
menunjukkan penggunaan alkohol. Penggunaan pemanis sintetis sebagai pengganti gula.

Cara Kerja Hati


1. Dalam Proses Ekskresi
Hemoglobin dipecah menjadi zat besi, globin, dan hemin. zat besi, diambil & disimpan
dlm hati, yg nantinya dikembalikan kesumsum tolong belakang globulin, digunaan lagi untuk
metabolisme protein, membentk hemoglobin baru hemin, diubah menjadi bilirubin & biliverdin.
dikeluarkan ke usus 12 jari n di oksidasi menjad I urobilin, yg menjadi pewarna coklat pada
feses.
2. Pengikatan Racun
arginin asam amino arginin -> asam amino ortinin + urea asam amono ortinin mengikat
NH3 n CO2 yg bersifat racun bagi tubuh asam amino ortinin diubah menjadi asam amino
sitrulin. asam amino sitrulin + NH3 -> asam Amino (ulang lagi prosesnya) shg akan trus
dihasilkan urea, yg dibuang ke ginjal, untuk dikeluarkan besama urin. racun -> urea ->
dikeluarkan dari tubuh.
BAB III

PENUTUP
3.1 KESIMPULAN

Sistem pencernaan terdiri atas saluran pencernaan (alimentar), yaitu tuba muskular
panjang yang merentang dari mulut sampai anus, dan organ-organ aksesoris seperti gigi, lidah
kelenjar saliva, hati, kandung empedu, dan pankreas. Saluran pencernaan yang terletak di bawah
area diafragma disebut saluran gastrointestinal. Fungsi utama sistem ini adalah untuk
menyediakan makanan air dan elektrolit bagi tubuh dari nutrien yang dicerna sehingga siap
diabsorpsi. Pencernaan berlangsung secara mekanik dan kimia (Sloane, 2003:66).

Makanan digerakkan sepanjang saluran pencernaan menuruti arah mulut ke anus oleh
gelombang-gelombang kontraksi yang berawal dari esophagus dan melalui setiap daerah hingga
mencapai daerah ujung usus besar. Rangkaian kontraksi tersebut, yang berlangsung secara
refleks, disebut peristalsis. Sebuah sistem katup otot lingkar khusus, disebut sfingter, yang
terletak pada setiap titik pertemuan penting di sepanjang saluran pencernaan, memastikan
pergerakan searah zat-zat makanan. Sfingter semacam itu terdapat di antara esopagus dan
lambung, antara lambung dan usus halus, dan di anus. Ketika sebuah sfingter berkontraksi,
bukaan yang dikelilinginya tertutup dengan efektif. Pemecahan makanan secara mekanis yang
terutama terjadi dalam mulut dan lambung atau tembolok disertai oleh kimiawi nutrien-nutrien
oleh katalis katalis yang disebut enzim enzim pencernaan (Fried and George, 2005).

Sistem pencernaan juga meliputi organ-organ yang terletak diluar saluran pencernaan,
yaitu pankreas, hati dan kandung empedu (Irianto, 2004:11).

1)      Mulut

2)      Tenggorokan ( Faring)

3)      Kerongkongan (Esofagus)

4)      Lambung

5)       Usus halus (usus kecil)


6)      Usus besar

7)      Rektum dan anus

8)       Pankreas

9)      Hati

3.2 SARAN

Makalah ini telah dibuat dengan sebaik-baiknya berdasarkan materi pembeljaran yang
ada. Namun, kami menyadari bahawasanya masih banyak kesalahan maupun kekurangan baik
didalam isi maupun penulisannya. Oleh karena itu, kami minta kritik dan sarannya yang bersifat
membangun untuk perbaikan makalah ini selanjutnya. Semoga makalah ini dapat bermanfaat
bagi kita semua yang mempelajarinya.
DAFTAR PUSTAKA
Anonym. 2011.Sistem Pencernaan Usus, Pankreas, Empedu, dan Berbagai Fungsinya

Anatomi dan fisiologi Untuk Pemula. Jakarta: EGCSudoyo, Aru W, Alwin, Simadibrata, dkk,
2006