Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH EVOLUSI

EVOLUSI PRIMATA

Dosen Pengampu : Azza Nuzullah Putri. S.Pd ., M.Pd.

Disusun oleh :

KELOMPOK 10

1. Phita Yola L 1703842050


2. Kurrotul aini 170384205034
3. Fani Lestari 1703842050

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MARITIM RAJA ALI HAJI
TANJUNGPINANG
2019/2020
KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Allah Yang Maha Esa atas limpahan rahmat, karunia, serta
hidayah-Nya. Karena izin Allah lah penulis dapat menuliskan suatu ilmu pengetahuan dalam
bentuk makalah yang berjudul “Evolusi Primata”. Ribuan kata syukur juga terucap karena
penulis dapat menyelesaikan penulisan makalah ini tepat pada waktunya. Adapun tujuan dari
penulisan makalah ini adalah selain untuk mengisi nilai tugas mata kuliah Evolusi, tetapi juga
untuk berbagi ilmu pengetahuan tentang evolusi. Informasi yang disajikan oleh penulis dalam
makalah ini diperoleh dari berbagai sumber seperti buku dan internet. Dalam makalah ini,
penulis menyajikan beberapa rincian topik mengenai evolusi primata, yang semoga bisa
menambah ilmu pengetahuan bagi yang membacanya.
Penulis mohon maaf, apabila dalam penulisan makalah ini terdapat kesalahan. Penulis
sangat menghargai kritik dan saran dari pembaca sehingga kedepannya penulis mampu
menulis makalah lebih baik lagi. Semoga makalah atau ilmu ini bisa bermanfaat bagi penulis,
terlebih lagi bermanfaat bagi pembaca. Amin.

Tanjungpinang, 4 Mei 2020

Penulis
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

1.2 Rumusan masalah

1.3 Tujuan penulisan

1.4 Manfaat penulisan


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Evolusi Primata

Pada evolusi primata merupakan contoh evolusi dengan data yang “cukup lengkap”.
Namun, teori evolusi yang hanya didasarkan atas adanya fosil tidak pernah dapat
menerangkan dengan lengkap apa yang terjadi di masa lampau. Oleh karena itu untuk
mempelajari evolusi suatu organisme, biasanya para ahli menggunakan data organisme yang
masih hidup hingga kini. Dalam hal ini, yang dilakukan para ahli ialah melihat perubahan
struktur dari organisme-organisme yang paling erat kekerabatan dengan organisme sasaran
yang diteliti. Dengan mengaitkan perubahan-perubahan suatu ciri, maka dapat ditarik
kesimpulan mengenai apa yang terjadi dimasa silam. Dalam hal ini, untuk menjelaskan
evolusi manusia, digunakan pendekatan pada golongan primata.
Primata muncul sekitar 70 juta tahun yang lalu seiring dengan punahnya dinosaurus.
Pada awal mulanya, primata mengadaptasikan kehidupan arboreal. Dan pada sendi bahu yang
sangat fleksibel pada monyet dan kera memudahkan mereka untuk berayun-ayun dari
pohonyang satu ke pohon yang lain. Modifikasi lainnya adalah pergeseran mata ke tengah
wajah, sehingga citra dari kedua mata dapat menumpuk ditengah dan menghasilkan citra
yang lebih baik. Kebanyakan primata memiliki pegangan tangan dan kaki yang kuat dan
fleksibel. Namun, kemampuan itu telah tereduksi hampir seratus persen pada primata bipedal
yang plantigrad, seperti umat manusia.
Hampir semua primata dari yang paling tua sampai yang paling baru ini, memiliki
tangan dengan ibu jari yang dapat berputar. Hal ini sangat menguntungkan bukan saja untuk
memegang objek, namun melakukan manipulasi dan modifikasi lingkungan. Apalagi, dengan
perkembangan neokorteks (cerebrum) yang amat pesat, hal ini memberikan jalan lapang
untuk perkembangannya. Tangan yang telah “terbebaskan” dari peralihan cara hidup dari
arboreal ke non arboreal nampaknya telah banyak berperan dalam komunikasi yang lebih
baik diantara spesiesnya, dan karena itu mendorong perkembangan interaksi kelompok,
berbicara, dan akhirnya penciptaan budaya.
Pada saat ini tidak dapat mengetahui dengan pasti mengenai apa yang terjadi pada
masa lalu. Maka oleh karena itu, digunakan data fosil dan data dari organisme yang hidup
pada masa kini. Terdapat bukti yang digunakan untuk mempelajari perubahan akan ditinjau
dari banyak segi, yang dapat memberikan petunjuk mengenai apa yang terjadi peda masa
lalu. Terdapat sifat yang nantinya akan berevolusi sesusia dengan perkembangan waktu dan
tempat. Dengan menggunakan data fosil dan juga organisme aktual maka akan terlihat
mempunyai senmua sifat terevolusi.

Gambar 1. Perkembangan primate menurut Darwin

2.2 Kelompok Primata

A. Prosimian Modern

Kelompok besar pertama yakni Prosimian modern. Yang termasuk kelompok


ini adalah lemur dan loris, yang hidup di pulau Madagaskar. Hewan-hewan ini masih
mempunyai moncong dan ekor yang panjang, berkuku, bukan cakar dengan
kemampuan untuk memanipulasi obyek, hal ini merupakan ciri umum Primata.

Gambar Evolusi Primata modern

Hewan lain yang termasuk Prosimian modern ialah tarsius (binatang hantu),
hidup di Asia Selatan dan Indonesia (daerah pantai Kalimantan, Sulawesi, dan
Sumatra). Pada hewan ini tidak dijumpai lagi moncong yang panjang, mata lebih ke
depan tidak seperti mata lemur yang agak kesamping oleh karena itu, tarsius dapat
memfokuskan satu titik dengan kedua matanya. Pada hewan ini terdapat peningkatan
pada alat-alat penglihatan dan mekanisme saraf yang memberikan kemampuan
untuk kedalaman persepsi (binocular stereoscopic vision) dan penglihatan warna
pada tahap-tahap beranekaragam. Tarsius besarnya kira-kira sama dengan seekor
tikus besar dan dapat bergerak sejauh yang bisa dilakukan seekor kanguru. Tarsius
dapat memutar kepalanya nyaris 360 derajat, sehingga dapat memandang lingkungan
yang ada tepat di belakangnya.Dalam hal ukuran relatif otak dan bentuk hidung,
tarsius mirip dengan monyet.

B. Ceiboidea (Monyet Dunia Baru)

Ceboidea hanya hidup pada lingkungan pohon dan ditemukan di daerah hutan-
hutan sebelah selatan Amerika Utara, Amerika tengah, Dan Amerika Selatan.
Mereka terbagi menjadi dua family, yakni Callithricidae dan Cebidae. Callithricidae
atau Marmoset adalah primata kecil yang telah menempati niche seperti bajing di
hutan Dunia Baru. Perkembangan yang menonjol pada cakar untuk memanjat yang
merupakan bagian penting dari pergerakan mereka.
Ceboidae hidup dilingkungan pohon. Namun lebih berkembang dibandingkan
dengan Callithricidae. Mereka mengembangkan beraneka ragam besar tubuh dan
adaptasi ekologis di pohon-pohon. Beberapa anggota Cebidae telah beeradaptasi
dengan cara hidup dilingkungan pohon dengan jalan mengembangkan “kaki ke-5”
dalam bentuk ekor prehensile (penggenggam, dapat digunakan untuk memegang
sesuatu). Ekor prehensile tidak hanya terdapat pada moyet Dunia lama.
Monyet dunia baru adalah hewan asli Amerika Selatan. Kebanyakan tidak
memiliki ibu jari yang dapat diputar, yang merupakan ciri khas dari primata-primata
yang lebih maju. Cupingnnya lebar dan membentang ke arah samping, sehingga
hidung tampak rata. Monyet capuchin yang digunakan di Eropa dalam pertunjukan-
pertunjukan hiburan tergolong contoh monyet dunia baru.
C. Cercopithecoidea (Monyet Dunia Lama)

Semua primata dunia lama adalah catarrhini (hidung terbelah). Monyet-moyet


dunia lama diklasifikasikan dalam satu famili yakni Cercopithecidae yang terbagi
menjadi 2 sub famili yaitu cercopithecinae (monyet babon) dan colobinae (monyet
pemakan daun). Pada catatan fosil cercopithecoidea berkembang pada zaman
Oligosin dan Miosin. Pada akhir Moisin mereka telah menempati sejumlah niche
lingkungan pohon serta terestrial di Afrika dan Erasia. Pada saat sekarang mereka
berkembang menjadi Colonin (monyet pemakan daun) dan cercopithecin.
Cercopithecin yang hidup sekarang menempati iklim dan habitat yang lebih luas
dibandingkan Primata lain, kecuali manusia.

1) Colobinae
Colobinae hidup beradaptasi makan daun vegetasi muda. Mereka
mempunyai puncak gigi yang tajam pada gigi molar, kantung pipi khusus,
dan bentuk perut khusus untuk mencernakan makanan. Pencernaan dilakukan
dengan bantuan bakteri yang hidup pada perutnya yang mirip dengan
kantung. Langur (sebutan untuk berapa Colobinae) mendiami banyak habitat.
Beberapa diantaranya digunung-gunung tinggi dengan sedikit pohon dan
makannya bergantung pada puncak-puncak cemara dan kuliy pohon dan
dedaunan.

2) Cercopithecinae
Sub famili ini menempati beraneka habitat, mulai dari savanna terbuka
(babon, macaques, monyet patas) sampai hutan (mandril, mangabey, dan
quenon) tingkah laku social babon dan Cercopithecinae terrestrial banyak
dipelajari oleh ahli antropologi untuk mengetahui factor-faktor lingkungan
dan ekologi yang menolong membentuk nenek moyang manusia.
Mereka berjalan di atas 4 kaki (quadrapedal dan mengembangkan
kemampuan mencengkeram, tetapi tidak dengan ekor prehensile. Bentuk
pergerakan mereka dinamakan branch walking, plantigrade (kencenderungan
bergerak pada permukaan plantar = tapak tangan atau tapak kaki) dan
digitigrase (kecenderungan bergerak dengan jari tangan atau jari kaki).
D. Hominoidea
Kelompok ini muncul pada zaman Paleosin. Hominoidea ada di permukaan
bumi sekitar 30 juta tahun lalu. Diperkirakan 15 juta tahun lalu terdapat
kelompok hominidea (family) yang dimasukkan sebagai sub-kelompok dari
hominoidea. Ciri-ciri hominoidea yang khas dan membedakannya dengan
kelompok atasnya adalah bahwa sub-kelompok ini sudah mulai berjalan
mengarah ke tegak dan otak yang lebih besar. Susunan gigi pun lebih sempurna
pada kalompok hominoidea. Selama Miosin awal kelompok Hominoidea
bercabang menjadi dua yakni Anthropoidea (kera) dan Hominidea (keluarga
manusia). Kedua famili ini ditandai dengan hilangnya ekor dan berkembangnya
ukuran besar badan. Otak Anthropoidae dan Hominidae jauh lebih berkembang
dan demikian fungsi lebih kompleks.
Gibbon mempunyai tengkorak yang lebih kecil. Bentuk Gibbon khusus
untuk bergerak arboncal, disebut brachiation. Branchiation memungkinkan
gibbon bergerak lebih cepat antara pepohonan dengan menggunakan kedua
lengannya, hingga tangannya berfungsi sebagai sebuah kait. Tetapi jika ia turun
ke tanah berjalan-jalan di atas dahan –dahan dilakukan dengan 2 kaki.
Orang hutan seperti gibbon hidup terbatas di Asia Tenggara dan pernah
hidup tersebar luas di Asia. Cara bergerak orangutan dinamakan quadramanual
(empat tangan). Meskipun orangutan menghabiskan banyak waktunya di atas
pohon dengan menggunakan 4 anggota badanya, jua dapat berjalan jauh sekali di
daratan tanah, khususnya jantan dewasa hampir 2 kali lebih besar daripada
betinanya dan menjalani hidup membujang.
Gorila sangat terbatas ruang lingkupnya dan sekarang hanya terdapat di
hutan pegunungan daerah katulistiwa dan dataran tinggi Afrika timur. Gorila
adalah vegetarian terestial, pemakan daun yang tumbuh didataran tanah. Susunan
kerangka sangat khusus untuk menopang berat badan terestrial dan berjalan diatas
buku-buku jari. Cara bergerak seperti ini terlihat pada bentuk dada, bahu,
pergelangan tangan, dan tulang lumbar verteberal yang kuat.
Simpanse tidak mempunyai catatan fosil, hidup terbatas di daerah hutan
dan bagian berhutan kera. Karena adaptasi mereka, mempunyai struktur badan
yang orthograde (tegak), yang memungkinkan mereka berjalan jauh di atas
permukaan tanah, tetapi juga posisi duduk dalam jangka waktu lama. Untuk
duduk, babon telah mengembangkan sepetak kulit pada bagian belakang yang
dinamakan ischial callosities.

Gambar . Klasifikasi Hominoidea


(Sumber: Spencer, Lee A. et al. 2015:1)

George Gaylord Simpson menyarankan pengelompokan garis itu ke superfamilia


Hominoidea. Pengelompokan itu mencakup: Hylobatidae (kera kecil), Pongidae (kera
besar), Hominidae (manusia). Namun, belakangan ini para taksonom cenderung tidak
membedakan lagi antara kera kecil dan kera besar. Kera kecil mencakup siamang alias
gibbon dan kerabatnya. Kera besar contohnya gorila, simpanse, dan orangutan. Simpanse
punya 2 spesies dan beberapa subspesies (masih kontroversi), sementara itu orangutan
dan gorila hanya punya 1 spesies, namun orangutan punya 2 spesies: P. pygmaeus
pygmaeus, dan P. pygmaeus abelli. Manusia modern juga hanya memiliki 1 spesies,
yakni Homo sapiens. Fosil kera primitif yang pernah ditemukan kira-kira berusia 35 juta
tahun dan dinamakan Aegyptopithecus, yakni “kera fajar”. Karena itu merupakan garis
keturunan hominoid, maka kera tersebut adalah nenek moyang bersama kera dan
manusia. Divergensi antara kera purba dan manusia diduga terjadi sekitar 7 atau 8 tahun
yang lalu.
Saat ini, ordo primate di bagi menjadi dua sub ordo, yakni Prosimian (meliputi
lemur, tarsius, dll) dan Antropoid (kera, monyet, manusia). Prosimian yang dahulu
mendominasi primata, sekarang semakin tersingkir dan akhirnya menjadi endemik
beberapa daerah seperti Madagaskar. Dengan pemisahan garis filogenetik, maka cabang
dari Anthropoidea ada 3: monyet, kera, dan Hominid (manusia). Monyet pertama muncul
kira-kira 50 juta tahun lalu.Awal mulanya, monyet dunia baru muncul dari cabang
primata kuno, dan belakangan monyet dunia lama berevolusi sebagai garis keturunan
terpisah. Garis keturunan yang tersisa setelah pemisahan monyet disebut garis Hominoid.

2.3 Manusia-manusia Fosil

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan

3.2 Saran
DAFTAR ISI