Anda di halaman 1dari 3

PENGKAJIAN

A. Gambaran Umum Rumah Sakit


1. Visi Rumah Sakit
Tidak teridentifikasi.
2. Misi Rumah Sakit
Tidak teridentifikasi.
3. Tujuan Rumah Sakit
Tidak teridentifikasi.

B. Gambaran Umum Ruangan


1. Letak Ruangan
Tidak teridentifikasi.
2. Batas Ruangan
Tidak teridentifikasi
3. Kapasitas Ruangan
Berdasarkan hasil pengkajian didapatkan gambaran kapasitas tempat tidur
Instalasi Hemodialisa adalah dengan rincian sebagai berikut:
a. Hemodialisa 1 : 19 tempat tidur
b. Hemodialisa 2 : 15 tempat tidur (1 khususs untuk pasien dengan
HbSAg (+))

C. Data Sumber Daya dan Kekuatan


Meliputi analisis ketenagaan, jumlah tenaga keperawatan, non keperawatan, latar
belakang pendidikan, status kepegawaian, struktur organisasi, kebutuhan tenaga
perawat berdasarkan tingkat ketergantungan klien, jumlah penyakit terbanyak,
dan data demografi.
1. Man M1 (Manusia/ Ketenagaan)
a. Struktur organisasi
Tidak teridentifikasi.
b. Ketenagaan Perawat
Tidak teridentifikasi.
c. Ketenagaan Non-Perawat

82
Tidak teridentifikasi.
d. Ketenagaan Mahasiswa Praktek
Tidak teridentifikasi.
e. Kebutuhan Tenaga Keperawatan Menurut Douglas
Pada suatu pelayanan profesional, jumlah tenaga yang dibutuhkan
tergantung pada jumlah klien dan derajat ketergantungan klien. Menurut
Douglas (1984) diklasifikasikan derajat ketergantungan menjadi 3
kategori, yaitu :
1) Perawatan minimal : 1 – 2 jam/24 jam
2) Perawatan intermediete/partial : 3 – 4 jam/24 jam
3) Perawatan total : 5 – 6 jam/24 jam
Dengan tidak adanya data pasien dan identifikasi derajat ketergantungan
sehingga, tidak dapat menentukan kebutuhan perawat untuk setiap shifnya.
2. Material/Sarana Prasarana (M2)
Tidak teridentifikasi.
3. Method (M3/Metode)
Meliputi metode pelaksanaan pelayanan dan perawatan pasien di Instalasi
Hemodialisa RS “X”.
a. Ronde Keperawatan dan Operan Jaga
Pelaksanaan ronde keperawatan (interprofesional collaboration) tidak
teridentifikasi.
Operan di ruangan dilakukan 3 kali dalam 24 jam, pada pukul 07.00,
14.00, 21.00 WIB. Operan dilaksanakan selalu tepat waktu. Apabila shift
pagi dilakukan sebelum pukul 07.00 WIB, shift siang dilakukan pukul
14.00 WIB dan shift malam dilakukan pukul 21.00 WIB. Operan shift
dihadiri oleh semua perawat dari shift sebelumnya dan yang akan memulai
shift selanjutnya. Operan jada pada pagi hari dipimpin oleh kepala
ruangan, sore dipimpin oleh case manager, dan malam oleh perawat klinik
II.
b. Supervisi
Tidak teridentifikasi.
c. Perencanaan pulang (discharge planning)

83
Tidak teridentifikasi.
d. Dokumentasi keperawatan
Tidak teridentifikasi.
4. Money (M4)
Tidak teridentifikasi.
5. Market-mutu (M5)
a. Gambaran karakteristik pasien
Tidak teridentifikasi.
b. Usaha yang dilakukan ruangan untuk meningkatkan mutu pelayanan
pasien (Keselamatan pasien, angka kejadian pasien jatuh, penyakit
terbanyak, angka kejadian flebitis, angka kejadian medical error).
Tidak teridentifikasi.
c. Gambaran mutu pelayanan
Tidak teridentifikasi
1) Tingkat kepuasan pasien
2) Patient safety
3) Tingkat pengetahuan pasien
4) Pemenuhan kebutuhan personal hygine
5) Bed Occupancy Rate (BOR)
6) Average Length of Stay (ALOS)

84