Anda di halaman 1dari 5

TUGAS INDIVIDU

MANAJEMEN KEPERAWATAN “SUPERVISI”

OLEH:
INTAN AYU AGUSTIN
P27220019276

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN SURAKARTA
2019-2020
1. Konsep Supervisi
1.1 Definisi Supervisi
Supervise merupakan salah satu bentuk kegiatan dari menejemen
keperawatan dan merupakan cara yang tepat untuk menjaga mutu pelayanan
keperawatan. Supervise adalah teknik pelayaan yang tujuan utamanya adalah
mempelajari dan memperbaiki secara bersama – sama. Kunci dari supervisi yaitu
3F, yaitu Fair, Feedback dan Follow-up. Supervise merupakan ujung tombak
tercapainya tujuan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit.
1.2 Syarat Supervisi
Untuk melaksanaka supervisidengan baik diperlukan beberapa syarat atau
karakterisyik yang harus dimiliki oleh pelaksana supervise atau supervisor
(Azwar,1996 dalam buku Nursalam,2011) adalah sebagai berikut :
a. Sebaiknya pelaksana supervise adalah atasan ;amhsung dari yang disupervisi,
atau apabila tidak mungkin, dapat ditunjuk staf khusus dengan batas-batas
wewenang dan tanggungjawab yang jelas.
b. Pelaksana supervise harus memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang cukup
untuk jenis pekerjaan yang disupervisi.
c. Pelaksana supervise harus memiliki ketrampilan melakukan supervise, artinya
memahami prinsip – prinsip pokok serta teknik supervise.
d. Pelaksana supervise harus mempunyai sifat edukatif, suportif, dan bukan
otoriter.
e. Pelaksana harus mempunyai waktu yang cukup, tiddak tergesa-gesa, dan
secara sabar berupaya meningkatkan pengetahuan, ketrampilan, dan sikap
bawahan yang disupervisi.
1.3 Frekuensi Supervisi
Supervisi harus dilakukan dengan frekuensi yang berbeda. Supervise yang
dilakukan hanya sekali, bukan supervise yang baik. tidak ada pedoman yang
pasti seberapa sering supervise dilakukan. Pegangan umum yang digunakan
bergantung pada derajat kesulitan pekerjaan yang dilakukan serta sifat
penyesuaian yang akan dilakukan.
1.4 Tujuan Supervisi
Tujuan dari supervise adalah memberikan bantuan kepada bawahan secara
langsung sehinggabawahan memiliki bekal yang cukup untuk dapat
melaksanakan tugas atau pekerjaan dengan hasil yang baik.
1.5 Teknik supervise
Kegiatan pokok pada supervise pada dasarnya mencakup empath al yang
bersifat pokok, yaitu (1) menetapkan masalah dan prioritas; (2) menetapkan
penyebab masalah, prioritas, dan jalan keluarnya (3) melaksanakan jalan keluar
dan (4) menilai hasil yang dicapai untuk tindak lanjutberikutnya.

2. Evaluasi Mandiri
2.1 Kekurangan
a. Pa dan PP tidak melakukan cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan
tindakan pada pasien
b. Pada saat akan injeksi saat mencocokkan nama bukan langsung memanggil
nama, tapi melakukan pertanyaan “siapa nama px”
c. Tidak menjelaskan tentang 12 T
d. Tidak mengevaluasi respon pasien setelah melakukan tindakan injeksi
2.2 Kelebihan
a. Supervise sudah dilakukan oleh atasan (karu) kepada PA dan PP secara
langsung tanpa diwakilkan
b. Mahasiswa yang melaksanakan peran dalam supervisi ini sesuai dengan
pembagian tugas dalam laporan, mahasiswa lain yang tidak mendapat peran
juga ikut membantu dalam roleplay ini.
c. Karu telah berperan sesuai dengan fungsi supervise yang ada
d. Karu telah memberikan follow up pada PP dan PA
e. Pelaksanaan supervise dilakukan dengan waktu yang cukup dan tidak tergesa-
gesa.
2.3 Kesimpulan
Supervisi keperawatan adalah suatu proses pemberian sumber-sumber yang
dibutuhkan perawat untuk menyelesaikan tugas dalam rangka mencapai tujuan
(Nursalam, 2016). Kegiatan Supervisi merupakan suatu proses pengawasan
terhadap pelaksanaan suatu kegiatan dalam rangka memastikan apakah kegiatan
tersebut sudah berjalan sesuai tujuan organisasi dan standar yang telah
ditetapkan ataukah belum sesuai. Supervisi dilakukan oleh seseorang yang
memiliki kemampuan yang cakap dalam bidang yang disupervisi. Supervisi
biasanya dilakukan oleh atasan terhadap bawahan atau konsultan terhadap
pelaksana (Keliat, 2012).
Apabila supervisi dapat dilakukan dengan baik, akan diperoleh banyak
manfaat. Manfaat tersebut diantaranya adalah sebagai berikut (Suarli & Bachtiar,
2009) :
1. Supervisi dapat meningkatkan efektifitas kerja. Peningkatan efektifitas kerja
ini erat hubungannya dengan peningkatan pengetahuan dan keterampilan
bawahan, serta makin terbinanya hubungan dan suasana kerja yang lebih
harmonis antara atasan dan bawahan.
2. Supervisi dapat lebih meningkatkan efisiensi kerja. Peningkatan efisiensi
kerja ini erat kaitannya dengan makin berkurangnya kesalahan yang
dilakukan bawahan, sehingga pemakaian sumber daya (tenaga, harta dan
sarana) yang sia-sia akan dapat dicegah.
Apabila kedua peningkatan ini dapat diwujudkan, sama artinya dengan telah
tercapainya tujuan suatu organisasi. Tujuan pokok dari supervisi ialah menjamin
pelaksanaan berbagai kegiatan yang telah direncanakan secara benar dan tepat,
dalam arti lebih efektif dan efisien, sehingga tujuan yang telah ditetapkan
organisasi dapat dicapai dengan memuaskan (Suarli & Bachtiar, 2009).
DAFTAR PUSTAKA
Nursalam, 2011 Proses dan Dokumentasi Keperawatan Konsep dan Praktik, Salemba
Medika,Jakarta.
Nursalam. 2016. Manajemen Keperawatan: Aplikasi Dalam Praktek Keperawatan
Profesional. Edisi keempat. Jakarta: Salemba Medika.
Suarli, S & Bahtiar, 2009. Manajemen Keperawatan dengan Pendekatan Praktik.
Jakarta: Erlangga.