Anda di halaman 1dari 8

SATUAN ANGGARAN PENYULUHAN

DIARE DI RUANG MELATI RSI JEMURSARI

Nama Anggota :
1. Mawaddah (1150015026)
2. Malihatus Syarifah (1150015027)
3. Aysah Indra N (1150015029)
4. Devy Noviatul rizky (1150015058)
5. Rizaldi Imani (1150015062)
6. Nindi Pratiwi (11500150 )

PRODI D3 KEPERAWATAN
FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA
2017
SATUAN ANGGARAN PENYULUHAN

Pokok Bahasan : Memahami penyakit diare pada anak


Sub Pokok Bahasan : Pencegahan dan penatalaksanaan diare
Sasaran : Keluarga pasien
Hari/Tanggal : Selasa, 07 November 2017
Waktu : 10.00-11.00 WIB
Tempat : Ruang Melati

I. LATAR BELAKANG
Diare masih merupakan masalah kesehatan di negara
berkembang. Di Indonesia diare merupakan penyebab utama
morbiditas dan mortalitas pada anak balita. Menurut hasil penelitian
Akhmad Sofian pada tahun 2009 menunjukkan 116 anak usia 1-3
tahun menderita diare cair akut sebesar 66,38%, diare disertai lendir
dan darah sebanyak 33,62% dimana penderita diare laki-laki 61,21% dan
perempuan 38,79%. Menurut WHO, diare membunuh 2  juta anak di
dunia setiap tahun sedangkan di Indonesia menurut Surkesnas (2001) diare
merupakan salah satu penyebab kematian kedua terbesar pada balita.
Berdasarkan data-data di atas, tidak bisa dipungkiri bahwa diare masih
menjadi permasalahan dalam masyarakat khususnya keluarga indonesia
hingga terkadang diare dianggap sebagai hal yang sepele. Padahal kalau
tidak ditangani dengan cepat dan tepat diare akan mengancam
nyawa bagi penderitanya.
Kurangnya informasi tentang kebersihan lingkungan maupun
makanan yang dikonsumsi serta gaya hidup yang kurang bersih
menjadi salah satu faktor penyebab diare. Keluarga sebagai unit terkecil
dari masyarakat mempunyai peranan penting dalam menanggulangi
penyakit diare ini. Apabila ada salah satu anggota yang terkena diare maka
dari keluargalah yang harus memberikan pertolongan pertama terhadap
penderita. Namun tidak semua keluarga paham dan mau melakukan
perannya untuk menanggulangi penyakit diare ini dengan  berbagai
alasan, salah satunya adalah kurangnya informasi mengenai diare
dan juga cara penanganan pada penyakit ini.
Oleh sebab itu, kami menyusun satuan acara penyuluhan ini guna
memberikan informasi kepada masyarakat, khususnya keluarga yang
nantinya diharapkan dapat menambah pengetahuan keluarga terhadap
penanganan diare sehingga keluarga mampu mengaplikasikan informasi
yang di dapat untuk mencegah terjadinya penyakit diare di keluarga.

II. TUJUAN UMUM


Setelah diberikan penyuluhan diharapkan keluarga pasien
memahami tentang penyakit diare pada anak.

III. TUJUAN KHUSUS


Setelah Mengikuti penyuluhan selama 10-15 menit diharapkan keluarga
pasien dapat
1. Menyebutkan pengertian diare.
2. Menyebutkan penyebab diare
3. Menyebutkan tanda dan gejala diare.
4. Menyebutkan tindakan bila anak diare.
5. Menyebutkan cara mencegah terjadinya diare.

IV. METODE DAN MEDIA


1. Metode : Ceramah, diskusi/tanya jawab
2. Media : Leaflet

V. ISI MATERI (materi lengkap terlampir)


1. Definisi (pengertian) diare
2. Penyebab diare
3. Tanda dan gejala diare
4. Tindakan bila anak mengalami diare
5. Pencegahan diare
VI. PROSES PELAKSANAAN
No Kegiatan Respon Waktu
. Pasien/Keluarga
Pendahuluan
- Memberi salam Menjawab salam
- Menyampaikan pokok Menyimak
1 3 menit
bahasan
- Menyampaikan tujuan Menyimak
- Melakukan apersepsi Menyimak
Isi
- Penyampaian materi
tentang:
a. Definisi Diare Memperhatikan
b. Penyebab Diare Memperhatikan
2 12 menit
c. Tanda dan Gejala Memperhatikan
Diare
d. Tindakan bila anak Memperhatikan
mengalami diare
e. Pencegahan Diare Memperhatikan
Penutup
- Diskusi Aktif bertanya
3 - Kesimpilan Memperhatikan 5 menit
- Evaluasi Menjawab pertanyaan
- Salam penutup Menjawab salam

VII. ORGANISASI
1. Sekretaris : Devy Noviatul Rizky
2. Moderator : Mawaddah
3. Penyaji : Malihatus Syarifah
Aysah Indra N
4. Fasilitator : Rizaldi Imani
5. Dokumentasi : Nindi Pratiwi

VIII. EVALUASI
1. Struktur :
a. Media yang digunakan dalam acara penyuluhan semuanya lengkap
b. Materi disiapkan dalam bentuk makalah dan dibuat dalam laetflat agar
penyampaian kepada pasien dan keluarga pasien lebih mudah.
2. Proses penyuluhan :
a. Penyuluhan kesehatan tentang TBC berjalan dengan baik, pasien dan
keluarga dapat memahami penyuluhan yang diberikan.
b. Di dalam proses penyuluhan diharapkan terjadi interaksi
3. Hasil penyuluhan
a. Peserta penyuluhan dapat memahami dari apa yang disampaikan dan
mampu menjawab pertanyaan yang diberikan oleh penyuluh.

IX. REFERENSI:
FKUI. 2007. Ilmu Kesehatan Anak. Jakarta : Infomedika Jakarta
http://habangputih.blogspot.com/2009/12/diare-dan-demam.html
MATERI PENYULUHAN
1. Pengertian
Diare adalah suatu kondisi buang air besar yang tidak normal yaitu lebih
dari 3 kali sehari dengan karakteristik yang encer dapat disertai atau tanpa
disertai darah dan lendir.
Jenis Diare
a. Diare akut : terjadi selama 3-5 hari
b. Diare berkepanjangan : berlangsung antara 7-14 hari
c. Diare kronik : berlangsung lebih dari 14 hari

2. Penyebab Diare
Penyebab diare adalah sebagai berikut :
a. Infeksi  : virus, bakteri, parasit.
b. Makanan : basi, beracun, alergi terhadap makanan.
c. Psikologis : rasa takut dan cemas.
d. Gangguan penyerapan makanan : tidak toleransi terhadap karbohidrat,
lemak atau  protein.
e. Sistem kekebalan tubuh menurun.

3. Tanda dan Gejala Diare


a. Mula-mula anak/bayi cengeng gelisah, suhu tubuh  meningkat, nafsu
makan berkurang.
b. Sering buang air besar > 3X dengan bentuk cair atau encer, kadang
disertai mual dan muntah.
c. Terdapat tanda dan gejala dehidrasi yaitu ubun-ubun cekung dan mata
cowong, kelenturan kulit menurun, kulit kering, merasa haus, bibir kering
dan penurunan berat badan.
d. Anus dan sekitarnya lecet karena seringnya BAB
e. Frekuensi kencing menurun : Disebabkan karena terjadi kekurangan
cairan dalam tubuh
4. Cara Penanganan Diare
a. Khususnya untuk ibu yang masih menyusui diharapkan menghindari
makanan yg berminyak, pedas,mengandung gas, (ibu harus lebih
memperhatikan dan menjaga pola makan).
b. Dapat dimulai di rumah dengan minum: larutan gula garam, larutan oralit,
tetap minum ASI (bayi). Larutan gula garam dibuat dengan cara air
matang sebanyak 250cc dicampur dengan 2 sendok teh gula dan 1 sendok
teh garam.
c. Tetap makan dan minum.
d. Istirahat yang cukup.
e. Bila masih diare segera bawa ke Puskesmas atau rumah sakit terdekat.

5. Kebutuhan oralit sesuai kelompok umur :


Umur Setiap Mencret Jumlah Oralit disediakan di rumah
< 1 tahun ½ gelas 400 ml/hari (2 bungkus)
1 - 4 tahun 1 gelas 600-800 ml/hari (3-4 bungkus)
5 – 12 tahun 11/2 gelas 800-1000 ml/hari (4-5 bungkus)
Dewasa 3 gelas 1200-2800 ml/hari (6-10 bungkus)

Catatan: 1 bungkus oralit = 1 gelas = 200 ml : Perkiraan oralit untuk


kebutuhan 2 hari.

6. Cara Mencegah Diare.


Cara untuk mencegah diare antara lain adalah sebagai berikut :
a. Pemberian ASI eksklusif 4 s/d 6 bulan.
b. Mencuci tangan setelah buang air besar, sebelum memasak, mengolah
makanan dan makan, sebelum memberi makan pada anak-anak.
c. Mencuci payudara dengan air hangat sebelum memberikan ASI pada
anak.
d. Khususnya pada ibu yg bekerja/setelah bepergian, sebelum memberikan
ASI Pada  anak alangkah baiknya payudara  dibersihkan terdahulu dan
ASI dibuang sedikit.
e. BAB pada tempatnya.
f. Jangan makan di sembarang tempat.
g. Menggunakan air matang untuk minum.
h. Memperkuat daya tahan tubuh : ASI minimal 2 tahun pertama,
meningkatkan status gizi, dan imunisasi.
i. Meletakkan makanan di tempat tertutup.