Anda di halaman 1dari 25

SOAL TUTORIAL

KIMIA DASAR
12 NOVEMBER 2019

1. a Tuliskan 7 gugus fungsi senyawa organik


b. tuliskan karaktristik masing-masing gugus fungsi tersebut
JAWABAN
a. 7 gugus fungsi senyawa organik meliputi :
1. Alkil Halida
2. Alkohol
3. Eter
4. Aldehid
5. Keton
6. Amina
7. Asam Karboksilat beserta turunan-turunannya
b. Karakteristik
1. Alkil Halida

Alkil halida adalah turunan hidrokarbon dalam mana suatu atau lebih
hidrogennya diganti dengan halogen. Hampir setiap hidrogen dalam hidrokarbon
dapat diganti dengan halogen, bahkan ada senyawa hidrokarbon yang semua
hidrogennya telah diganti. Senyawa terflorinasi sempurna yang dikenal sebagai
florokarbon, cukup manarik karean kestabilannya pada suhu tinggi.
R-X sering digunakan sebagai notasi umum untuk organik halida, R
menandakan suatu gugus alkil dan X untuk suatu halogen. setiap halogen
berelektronegativitas tinggi dan hanya kekurangan satu elektron untuk mencapai
konfigurasi gas mulai. Oleh karena itu dapat diharapkan halogen membentuk
ikatan kovalen tunggal atau ionik yang stabil.

Metil fluorida, klorida, bromida, dan iodida masing-masing terbentuk oleh


tumpang tindih orbital sp3 karbon dengan 2p flour, 3p klor, 4p brom, dan 5p iod.
Kekuatan ikatan C menurun dari metil fluorida ke metil iodida, karena ikatan
lebih efisien antara orbital-orbital yang mempunyai bilangan kuantum utama yang
sama, dan efisiensinya menurun dengan meningkatnya perbedaan bilangan
kuantum utama. Ikatan semakin lemah jika jari-jari atom semakin besar.
SOAL TUTORIAL
KIMIA DASAR
12 NOVEMBER 2019
Kerapatan
Nama Senyawa Rumus Tl(0C) Td (0C)
(Cair)

Metil fluorida CH3F -142 -79 0,877

Metil klorida CH3Cl -97 -23,7 0,920

Metil bromida CH3Br -93 4,6 1,732

Metil iodida CH3I -64 42,3 2,279

Etil klorida CH3CH2Cl -139 13,1 0,910

Etil bromida CH3CH2Br -119 38,4 1,430

n-Propil klorida CH3CH2CH2Cl -123 46,4 0,890

isopropyl klorida (CH3)2CHCl -117 36,5 0,860

n-Butil bromida CH3(CH2)3Br -112 101,6 1,275

Isobutil bromida (CH3)2CHCH2Br -120 91,3 1,250

Sec-Butil bromida CH3CH2CHBrCH3 -112 68 1,259

t-Butil bromida (CH3)CBr -20 73,3 1,222

n-oktadekil bromida CH3(CH2)17Br 34 170/0,5

2. Alkohol

Atom oksigen yang bervalensi dua, bisa satu atau kedua valensinya
berikatan dengan karbon. Bila oksigen mengikat satu hidrogen dan satu karbon
[C-O-H] atau ditulis sebagai R-OH, maka senyawa hidroksilat ini disebut sebagai
gugus fungsi hidroksil (-OH), dan dikenal sebagai alkohol. Apabila kedua valensi
dari oksigen mengikat karbon, dikenal sebagai eter, R  O  R.
SOAL TUTORIAL
KIMIA DASAR
12 NOVEMBER 2019
Bila gugus –OH terikat pada atom karbon alifatik disebut alkohol alifatik dan
bila gugus –OH terikat pada cincin aromatik disebut alkohol aromatik. Sifat kimia
keduanya ini berbeda.
OH

CH3-CH2OH

Etanol

(alkohol alifatik) Fenol

(alkohol aromatik)

3. Eter

Bila kedua valensi atom oksigen mengikat atom karbon senyawa demikian
termasuk golongan oksida organik, yang dikenal sebagai “eter” dengan rumus
umum R-O-R. Banyak digunakan dilaboratorium sebagai pelarut organik dan
dalam industri.

Dibanding dengan alkohol dengan berat molekul yang sama eter


mempunyai titik didih jauh lebih renfdah. Hal tersebut dikarenakan eter tidak
dapat membentuk ikatan hidrogen sebagai mana pada alkohol. Sebagai contoh
C2H6O mempunyai isomer dengan titik didih yang berbeda.

CH3-CH2-OH CH3-O-CH3

Etanol td. dimetil eter

td. 78o C ttd. –24o C

Eter merupakan basa lemah, karena adanya pasangan elektron bebas pada
oksigen yang dapat bereaksi dengan proton dari asam-asam kuat atau basa lewis.
SOAL TUTORIAL
KIMIA DASAR
12 NOVEMBER 2019
4. Aldehid

Aldehida adalah senyawa-senyawa yang mengandung salah satu dari gugus


penting di dalam kimia organik, yaitu gugus karbonil C=O, semua senyawa yang
mengandung gugus ifungsi ini disebut senyawa karbonil.

R
R
C
H O C
R
O

Aldehida Keton

Gugus karbonil adalah gugus yang paling menentukan sifat kimia aldehid dan
keton, oleh kareana itu tidaklah mengherankan jika kebanyakan sifat-sifat dari
senyawa-senyawa ini adalah mirip satu sama lainya. Meskipun demikian, oleh
karena perbedaan gugus yang terikat pada gugus karbonil antara aldehida dan
keton maka menimbulkan adanya dua sifat kimia yang paling menonjol perbedaan
dari dua senyawa tersebut, yaitu: (a) aldehid cukup muda teroksidasi sedangkan
keton sulit; (b) aldehida lebih reaktif dari pada keton terhadap adisi nukleofilik.

Tabel 2. Sifat-sifat fisik beberapa aldehida dan keton


Kelarutan
Rumus Nama Tl.(oC) Td (oC) dalam

air

CH2O formaldehida - 92 - 21 Sangat larut

CH3CHO asetaldehida - 125 21 

C6H5CHO benzaldehida - 57 178 sedikit larut

CH3COCH3 aseton - 95 56,1 

CH3COCH2CH3 butanon - 86 79,6 sangat larut


21
C6H5COCH3 asetofenon 202 tidak larut
SOAL TUTORIAL
KIMIA DASAR
12 NOVEMBER 2019
5. Keton

Keton adalah senyawa-senyawa yang mengandung salah satu dari gugus


penting di dalam kimia organik, yaitu gugus karbonil C=O, semua senyawa yang
mengandung gugus ifungsi ini disebut senyawa karbonil.

R
C R
H O C
R
’ O
Aldehida Keton

Gugus karbonil adalah gugus yang paling menentukan sifat kimia aldehid dan
keton, oleh kareana itu tidaklah mengherankan jika kebanyakan sifat-sifat dari
senyawa-senyawa ini adalah mirip satu sama lainya. Meskipun demikian, oleh
karena perbedaan gugus yang terikat pada gugus karbonil antara aldehida dan
keton maka menimbulkan adanya dua sifat kimia yang paling menonjol perbedaan
dari dua senyawa tersebut, yaitu: (a) aldehid cukup muda teroksidasi sedangkan
keton sulit; (b) aldehida lebih reaktif dari pada keton terhadap adisi nukleofilik.

Tabel 2. Sifat-sifat fisik beberapa aldehida dan keton


Kelarutan
Rumus Nama Tl.(oC) Td (oC) dalam

air

CH2O formaldehida - 92 - 21 Sangat larut

CH3CHO asetaldehida - 125 21 

C6H5CHO benzaldehida - 57 178 sedikit larut

CH3COCH3 aseton - 95 56,1 

CH3COCH2CH3 butanon - 86 79,6 sangat larut


21
C6H5COCH3 asetofenon 202 tidak larut
SOAL TUTORIAL
KIMIA DASAR
12 NOVEMBER 2019

6. Amina

Salah satu kelompok senyawa organik yang juga sangat penting adalah amina.
Senyawa amina ditandai dengan gugus fungsi amino (-NH 2). Senyawa amina
dapat dianggap sebagai turunan dari amonia dengan mengganti satu, dua atau tiga
hidrogen dari amonia dengan gugus organik. Berdasarkan gugus karbonnya maka
amina dibedakan atas amina alifatik jika terikat pada karbon alifatik, contoh CH3-
CH2-NH2 (etil amina), dan amina aromatik jika gugus karbonnya adalah karbon
aromatik, contohnya C6H5-NH2 (anilin). Seperti halnya amoniak, senyawa amina
bersifat basa dan merupakan basa organik yang sangat penting.

Senyawa amina suku rendah seperti metilamin dan etilamin berbentuk gas,
dengan titik didih lebih rendah dari suhu kamar. Walaupun keduanya memiliki
titik didih yang lebih tinggi daripada alkana dengan bobot molekul yang
sebanding, akan tetapi masih dibawah titik didih alkohol yang sebanding, dalam
hal ini metanol dan etanol.

Analisis terhadap data menunjukkan bahwa perbedaan titik didih dari


kelompok senyawa tersebut disebabkan karena adanya ikatan hidrogen. Ikatan
hidrogen intermolekul yang terjadi pada ( N-H N- ) sangat penting dan
menaikkan titik didih dari amina primer dan sekunder dibandingkan dengan
alkana. Tetapi ikatan hidrogen ini tidak sekuat ikatan hidrogen intermolekul
pada alkohol, hal ini dikarenakan nitrogen kurang elektronegatif jika
dibandingkan dengan oksigen.

Ketiga golongan amin dapat membentuk ikatan hidrogen dengan gugus –


OH dari air, sebagai ( -O-H . Oleh
: sebab itu kebanyakan amin sederhana yang
N- )
mengandung lima sampai enam atom karbon larut sempurna dalam air.
SOAL TUTORIAL
KIMIA DASAR
12 NOVEMBER 2019
7. Asam Karboksilat

Asam karboksilat adalah asam organik yang dicirikan oleh gugus fungsi
karboksil yang terbentuk melalui perpaduan antara gugus karbonil dengan gugus
hidroksil yang terpaut dalam satu karbon. Asam karboksilat dapat dituliskan
dalam beberpa cara, yaitu ;

O
R-CO2H, R-COOH, atau R
C OH

Senyawa ini bersifat asam, karena adapat menyumbangkan proton (donor


proton), dalam air asam karboksilat sedikit mengalami ionisasi dengan
melepaskan proton dan dapat dinetralisasikan dengan basa. Walaupun asam
karboksilat merupakan asam lemah dibandingkan dengan asam-asam mineral,
namun sangat potensil untuk membentuk garam-garam yang stabil, sekalipun
dengan basa lemah seperti natrium bikarbonat.

Ionisasi dari gugus karboksil menghasilkan ion karboksilat yang muatan


negatifnya tersebar merata di antara kedua atom oksigen (Gambar 13-1),
mengalami resonansi. Karenanya panjang kedua ikatan karbon-oksigen dalam ion
ini sama yaitu 1,27 A° suatu nilai antara panjang ikatan C=0 dan C–0 yang
masing-masing adalah 1,21 dan 1,41 A°. Ion karboksilat yang terbentuk
distabilkan oleh resonansi ini, hal inilah yang menyebabkan besarnya
kecenderungan asam asetat terionisasi membentuk ion asetat denga melepaskan
proton, sebagai indikasi sifat keasaman asam karboksilat. Gejalah inilah yang
membedakan antara asam etanoat dengan etanol. Etanol tidak mudah mengalami
ionisasi agar dapat melepas suatu proton jadi asam, karena ion etoksida yang
terbentuk tidak stabil, tidak dapat beresonansi. Muatan negatifnya terlokalisir
hanya pada oksigen, sehingga tidak stabil.

Asam karboksilat suku rendah (Mr, kecil) dapat bercampur sempurna


dengan air, namun semakin bertambah rantai karbonnya kelarutannya dalam air
semakin kecil, bahkan tidak larut lagi dalam air seperti asam-asam lemak.
SOAL TUTORIAL
KIMIA DASAR
12 NOVEMBER 2019
Titik didih asam karboksilat cukup tinggi bila dibandingkan dengan
beberapa senyawa hidrokarbon yang sertara, semakin panjang rantai karbon dari
asam karboksilat (Mr, semakin besar ) titik didih semakin naik. Asam-asam
karboksilat mempunyai titik-titik didih yang lebih tinggi dari pada yang
diramalkan oleh bobot-bobot molekulnya. Asam asetat, yang mempunyai bobot
molekul 60, mendidikkan pada suhu 118°; suhu ini 202° lebih tinggi daripada titik
didih n-propil alkohol (b.p. 98°) yang mempunyai bobot molekul yang sama.
Penyebab dari hal ini ialah bahwa asam-asam karboksilat biasanya berada sebagai
dimer, diman gugus hidroksil dari molekul yang satu terikat pada gugus karbonil
dari molekul yang lain dalam bentuk ikatan hidrogen.

2. Tuliskan struktur senyawa berikut:


a. 4-etil-5-kloro-2,4-dimetil oktana c. 2-metil-1- propanol
b. 4,4-dimetil- 2-pentanol d. 2-metoksi propana e. metil propil eter
f. 2- metil butanal g. 2- heksanon h. asam pentanoat i. dietil amin

JAWABAN

a. 4-etil-5-kloro-2,4-dimetil oktana

b. 4,4-dimetil- 2-pentanol

c. 2-metil-1- propanol
SOAL TUTORIAL
KIMIA DASAR
12 NOVEMBER 2019
d. 2-metoksi propana

e. metil propil eter

f. 2- metil butanal

g. 2- heksanon

h. asam pentanoat

i. dietil amin
SOAL TUTORIAL
KIMIA DASAR
12 NOVEMBER 2019

3. Reaksi alkil halida ada 2 jenis yaitu reaksi subtitusi Nukleofil dan reakasi eliminasi,
jelaskan dengan singkat ke-2 jenis reaksi tersebut

JAWABAN

1. Reaksi Substitusi Nukleofilik (SN)


Suatu nukleofil (Z:) menyerang alkil halida pada atom karbon hibrida-sp3 yang
mengikat halogen (X), menyebabkan terusirnya halogen oleh nukleofil. Halogen
yang terusir disebut gugus pergi. Nukleofil harus mengandung pasangan elektron
bebas yang digunakan untuk membentuk ikatan baru dengan karbon. Hal ini
memungkinkan gugus pergi terlepas dengan membawa pasangan elektron yang
tadinya sebagai elektron ikatan. Ada dua

Mekanisme Reaksi Substitusi Nukleofilik

Pada dasarnya terdapat dua mekanisme reaksi substitusi nukleofilik.


Mereka dilambangkan dengan SN2 adan SN1. Bagian SN menunjukkan substitusi
nukleofilik, sedangkan arti 1 dan 2 akan dijelaskan kemudian. 

Reaksi SN2 Mekanisme SN2 adalah proses satu tahap yang dapat digambarkan
SOAL TUTORIAL
KIMIA DASAR
12 NOVEMBER 2019

Nukleofil menyerang dari belakang ikatan C-X. Pada keadaan transisi,


nukleofil dan gugus pergi berasosiasi dengan karbon di mana substitusi akan
terjadi. Pada saat gugus pergi terlepas dengan membawa pasangan elektron,
nukleofil memberikan pasangan elektronnya untuk dijadikan pasangan elektron
dengan karbon. Notasi 2 menyatakan bahwa reaksi adalah bimolekuler, yaitu
nukleofil dan substrat terlibat dalam langkah penentu kecepatan reaksi dalam
mekanisme reaksi.

2. Reaksi Eliminasi

Reaksi eliminasi, yaitu pelepasan atom atau gugus atom. Merupakan reaksi samping pada
reaksi substitusi, dikenal dengan eliminsi E1 dan E2.

a.       Mekanisme reaksi E1

Mekanisme reaksi E1 merupakan alternatif dari mekanisme reaksi SN1.


Karbokation dapat memberikan sebuah proton kepada suatu basa dalam reaksi eliminasi.
Mekanisme reaksi E1 terdiri dari dua tahap. Perhatikan contoh berikut :

Tahap 1.

Tahap 1 reaksi E1 berjalan lambat.

Tahap 2.

Tahap 2 reaksi E1 berjalan cepat.


SOAL TUTORIAL
KIMIA DASAR
12 NOVEMBER 2019

Mekanisme reaksi E2 

Reaksi E2 menggunakan basa kuat seperti OHˉ, ORˉ, dan juga membutuhkan kalor. Dengan
memanaskan alkil halida dalam KOH, CH3CH2ONa.  

4. Jika 1-kloro propana mengalami reaksi eliminasi maka menghasilkan senyawa………


JAWABAN
SOAL TUTORIAL
KIMIA DASAR
12 NOVEMBER 2019

5. Jelaskan 3 perbedaan antara alkohol dan fenol.

JAWABAN

1. Alkohol memiliki rantai karbon terbuka, fenol memiliki rantai karbon tertutup/melingkar.
2. Alkohol dan fenol bersifat asam lemah. Namun, sifat asam pada fenol lebih kuat daripada

alkohol karena fenol memiliki anion dengan muatan negatif yang disebar oleh cincin

karbon melingkar. Alkohol adalah asam yang sangat sangat sangat lemah, hampir netral.
3. Alkohol tidak bereaksi dengan basa (karena sifatnya yang sangat lemah), sedangkan fenol

bereaksidenganbasa.

Perbedaan alkohol dan fenol

Fenol Alkohol
Bersifat asam Bersifat netral
Bereaksi dengan NaOH (basa), Tidak bereaksi dengan basa
membentuk garam natrium fenolat
Tidak bereaksi dengan logam Na atau Bereaksi dengan logam Na atau  PX3
PX3
Tidak bereaksi dengan RCOOH Bereaksi dengan RCOOH namun
namun bereaksi dengan asil halida bereaksi dengan asil halida (RCOX)
(RCOX) membentuk ester membentuk ester
SOAL TUTORIAL
KIMIA DASAR
12 NOVEMBER 2019

6. a. Tuliskan dan jelaskan 3 Pereaksi yang dapat digunakan untuk membedakan


alkohol primer, sekunder, tersier,

b. Berikut ini ada beberapa senyawa alkohol yaitu:


I. 2- pentanol II. 1- pentanol III. 2-metil-2-pentanol IV. 3-pentanol
Urutan kecepatan reaksi alkohol yang benar apabila direaksikan dengan pereaksi
Lucas (HCl + ZnCl2) dan jelaskan jawaban anda.

JAWABAN

a. 3 Pereaksi
1. Pereaksi Lucas

Suatu pereaksi yang terdiri dari campuran ZnCl2 anhidrida dan HCl pekat, digunakan
untuk membedakan alkohol primer, sekunder dan tertier, dimana kecepatan reaksinya
adalah tertier > sekunder > primer reaksinya adalah sebagai berikut :
ZnCl2
RCH2- OH + HCl  RCH2- Cl + H2O

Primer (1) Lambat

ZnCl2
(R)2CH - OH + HCl  (R)2CH2- Cl + H2O

Sekunder (2) Sedang

ZnCl2
(R)3C - OH + HCl  (R)3C- Cl

Tertier (3) Cepat


SOAL TUTORIAL
KIMIA DASAR
12 NOVEMBER 2019

2. Reaksi Oksidasi

Oksidasi alkohol primer


O O

K2Cr2O7
CH3CH2CH2OH CH3CH2C CH3CH2C
atau KMnO4 H OH
Propanol propanal As. propanoat

(2). Oksidasi alkohol sekunder

CH3 CH3

K2Cr2O7
CH3 – C – OH CH3 – C = O
atau KMnO4
aseton
H
2 – propanol

( isopropil
(3). Oksidasi alkoholtertier
alkohol )

CH3

K2Cr2O7
CH3 – C – OH Tidak ada reaksi
atau KMnO4

CH3
2 – metil-2-propanol

Reaksi oksidasi
(neopropil di atas) juga dapat membedakan alkohol 1, 2, 3
alkohol

3. Dehidrasi Alkohol
SOAL TUTORIAL
KIMIA DASAR
12 NOVEMBER 2019
Dehidrasi alkohol adalah reaksi pelepasan air dari alkohol menghasilkan
karbon ikatan rangkap atau alkena (reaksi eliminasi). Reaksi ini dapat
berlangsung dengan penambahan asam sulfat pekat. Dehidrasi lebih mudah
berlangsung dalam alkohol tertier kemudian alkohol sekunder dan alkohol primer
lebih sulit. Jadi reaksi ini dapat digunakan untuk membedakan alkohol primer,
sekunder dan tertier.

b. Urutan Kecepatan Reaksi


III > IV = I > II
Dengan menggunakan pereaksi Lucas, maka dapat ditentukan bahwa kecepatan
suatu reaksi akan mengikuti pola TERSIER > SEKUNDER > PRIMER , dan
berdasarkan soal di atas, maka dapat ditentukan bahwa Senyawa Alkohol III
adalah senyawa alcohol TERSIER, senyawa alcohol I dan IV adalah senyawa
alcohol SEKUNDER, dan senyawa alcohol II adalah senyawa alcohol PRIMER.
SOAL TUTORIAL
KIMIA DASAR
12 NOVEMBER 2019

7. Tuliskan nama Senyawa yang dihasilkan Jika:

a. 4-metil -1- pentanol dioksidasi dengan K2Cr2O7


b. 2- propanol dioksidasi menggunakan K2Cr2O7
c. 2-metil-1-propanol dioksidasi menggunakan KMnO4
d. metanol direaksikan dengan asam propanoat dengan menggunkan katalis
H2SO4

JAWABAN

a. 4-metil -1- pentanol dioksidasi dengan K2Cr2O7

Menghasilkan senyawa 4 metil pentanal, dan jika 4 metil pentanal ini


dioksidasikan kembali maka akan dihasilkan senyawa 4 metil propanon

b. 2- propanol dioksidasi menggunakan K2Cr2O7

Menghasilkan senyawa 2 prepanon

c. 2-metil-1-propanol dioksidasi menggunakan KMnO4


SOAL TUTORIAL
KIMIA DASAR
12 NOVEMBER 2019
Menghasilkan senyawa 2 metil propanal dan jika 2 metil propanal ini kembali
dioksidasikan, makan akan dihasilkan 2 metil propanon

d. metanol direaksikan dengan asam propanoat dengan menggunkan katalis H2SO4

Menghasilkan senyawa Metil Propanoat,dan Air yang merupakan reaksi


esterifikasi.

8. Tuliskan 4 perbedaan antara aldehid dan keton

JAWABAN

1. Gugus karbonil aldehid terikat pada


hidrogen dari satu ujung, tetapi dalam keton, gugus karbonil terikat pada atom karbon
dari kedua belah pihak.

2. Gugus fungsional keton selalu terlihat di


tengah molekul, dan gugus aldehid selalu di ujung
SOAL TUTORIAL
KIMIA DASAR
12 NOVEMBER 2019
3. Dalam molekul dimana aldehid adalah
gugus fungsional, karbon karbonil diberikan nomor satu pada nomenklatur. Dalam keton,
rantai diberi nomor dengan cara memberikan nomor serendah mungkin pada karbon
karbonil (tidak akan mendapatkan nomor satu di setiap kesempatan).
4. Aldehid dapat dengan mudah teroksidasi
dibandingkan dengan keton.

9. Tuliskan dan jelaskan 4 sifat-sifat gugus karbonil

JAWABAN

Ada beberapa kenyataan tentang gugus karbonil akan dikemukakan sebagai berikut:

a. Atom karbon adalah hibridasi sp2 sehingga ketiga atom yang terikat padanya terletak
pada satu bidang datar dengan besar sudut ikat adalah 120o.
b. Ikatan rangkap dua karbon – oksigen terdiri atas satu ikatan sigma dan satu ikatan phi.
Ikatan sigma terbentuk sebagai hasil tumpang tindih dari satu orbital sp2 atom karbon
dengan satu orbital sp2 atom oksigen. Sedangkan ikatan phi adalah hasil tumpang tindih
satu orbital p atom karbon dengan satu orbital p atom oksigen. Dua orbital sp2 lainnya
yang ada pada atom karbon masing-masing membentuk iktan sigma dengan gugus/ atom
lain.
c. Atom oksigennya masih memiliki dua pasang elektron bebas. (atom oksigen dalam gugus
karbonil kemungkinan adalah hibrida sp2 meskipun hal ini masih dipertentangkan).
d. Panjang ikatan C=O adalah 1,24 Ao, lebih pendek dari pada ikatan C-O pada alkohol dan
ater (1,43 Ao), Oleh karena oksigen lebih elektronegatif dari pada atom karbon maka
struktur hibrida resonansi karbonil dapat ditulis seperti Gambar 12. 3. Dari unsur hibrida
resonansi ini maka dapat dpahami bahwa ikatan C=O adalah polar.

C O C(+) O(-)
SOAL TUTORIAL
KIMIA DASAR
12 NOVEMBER 2019

Gambar 12.3 Interaksi orbital, sudut ikatan dan struktur resonansi karbonil

10. Tuliskan isomer yang bisa terbentuk dari C3H6O, dan isomer yang mana dapat
teroksidasi sehingga dapat memerahkan lakmus biru dan gugus fungsi apa yang
terdapat pada senyawa tersebut.

JAWABAN
SOAL TUTORIAL
KIMIA DASAR
12 NOVEMBER 2019

11. Tuliskan struktur senyawa berikut dan tentukan jenis amina primer, amina
sekunder, dan amina tersier :
A. Dimetil amin B. P-metil anilin C. Etil metil amin
D. N,N-dimetil anilin E. Trimetil amin.

JAWABAN
SOAL TUTORIAL
KIMIA DASAR
12 NOVEMBER 2019

12. a.Tuliskan 6 contoh senyawa yang termasuk turunan asam karboksilat


b. berikan contoh senyawa turunan karboksilat yg dapat digunakan sebagai
penawar rasa sakit.

JAWABAN

a. Turunan Asam Karboksilat

1. Anhidrida Asam

2. Ester

3. Asil Halida

4. Amida

5. Ester Tiol

6. Nitril

b. asam o-hidroksi benzoate atau asam salisilat yang dibuat dari fenol dan
karbondioksida. Meskipun cara kerja yang tepat dari asam salisilat tidak diketahui
dengan baik, efek-efek berguna dari ester-ester dari asam ini telah diketahui sejak
dahulu kala, daun-daun yang mengandung jumlah yang cukup dari senyawa-senyawa
penawar rasa sakit dan demam ini telah dikelola oleh dokter-dokter zaman dahulu
kala. Asam salisilat merupakan suatu unsur aktif dari salisilat adalah obat
penawar rasa sakit.
SOAL TUTORIAL
KIMIA DASAR
12 NOVEMBER 2019

13. Pereaksi apa yang dapat digunakan untuk memisahkan amina primer, sekunder,
dan tersier.

 JAWABAN

Senyawa-senyawa amina tersebut dapat dibedakan dengan menggunakan pereaksi p-


toluen sulfonil klorida :
SO2Cl

CH3NH2
SO2NHCH3
CH3

CH3 (CH3)2NH
CH3 SO2N(CH3)2

(CH3)3N

tidak
bereaksi

Amina tertier tidak bereaksi karena sudah tidak memiliki atom hidrogen yang
terikat pada atom N. Jika campuran tersebut di atas ditambahkan HCl encer, maka amina
tertier akan larut karena terbentuk garam yang larut

SO2NHCH3 HCl SO2NHCH3


(a) CH3 CH3
encer

(b) CH3 HCl SO2N(CH3)2


SO2N(CH3)2 CH3
encer

(c) HCl
N(CH3)3 (CH3)3NH(+)Cl(-)
encer
SOAL TUTORIAL
KIMIA DASAR
12 NOVEMBER 2019
(a) dan (b) tidak larut dalam asam encer, sedangkan (c) larut dalam asam encer. Jika
kemudian reaksi ini dinetralkan dengan basa kuat.

(CH3)3 – NHCl + KOH (CH3)3N + KCl + H2O

Kedua senyawa amina yang tidak larut di atas, jika ditambahkan dengan NaOH maka
amina yang berasal dari amina primer larut sedangkan amina sekunder tidak larut, karena
sudah tidak memiliki atom H yang bersifat sebagai asam untuk bereaksi dengan NaOH.

CH3NHSO2 H2O SO2Na


CH3 CH3NH2 + CH3
NaOH
SOAL TUTORIAL
KIMIA DASAR
12 NOVEMBER 2019

TUGAS

“GUGUS FUNGSIONAL SENYAWA ORGANIK DAN ASAM BASA ORGANIK DAN


TURUNANNYA”

Disusun Oleh :

Anda mungkin juga menyukai