Anda di halaman 1dari 6

Nama : Adelia Putri

No. : 02

Kelas : X Keperawatan 1

Laporan Pendahuluan

“GDS (Gula Darah Sewaktu)”

A. Pengertian
Pemeriksaan GDS atau gula darah sewaktu adalah tes gula darah yang dilakukan
pada saat itu juga. Tes gula darah sewaktu dilakukan dengan cara mengambil sampel
darah pasien tanpa melakukan puasa terlebih dahulu untuk dapat mengetahui kadar gula
darah pada saat itu.
Satuan yang digunakan untuk menyatakan nilai gula darah sewaktu adalah
mg/dL(milligram per desiliter). Hasil pemeriksaan gula darah sewaktu membandingkan
jumlah gula darah dalam satuan milligram dengan jumlah darah dalam satuan desiliter.
Pada orang normal, hasil cek GDS perubahannya cenderung stabil. Namun
padapenderita diabetes hasil GDS cenderung menunjukkan angka yang sangat bervariasi
tiap waktu( bisa lebih dari 200 mg/dL per hari). Berikut ini merupakan kriteria kadar gula
normal dari hasil tes GDS :
1. Normal (tidak menderita diabetes) : di bawah 200 mg/dL
2. Diabetes : di atas 200 mg/dL
B. Tujuan
1. Untuk mengetahui dan mengontrol kadar gula darah sewaktu sebagai indikator
adanya metabolisme karbohidrat.
2. Untuk pemeriksaan laboratorium harian.
3. Sebagai acuan tindakan medis.
4. Pengobatan yang tepat dan sebagai pencegahan resiko hiperglikemi.
5. Memudahkan pengecekan gula darah karena pasien tidak perlu berpuasa terlebih
dahulu dan dapat dilakukan kapanpun.
6. Mengetahui pengaruh perubahan pola makan, olahraga, dan efek obat antidiabetes
terhadap kadar gula darah.
7. Untuk mengetahui apakah seseorang menderita diabetes atau tidak.
8. Memantau kadar gula darah penderita diabetes, orang yang lemas, atau pingsan.
C. Indikasi
1. Klien yang tidak mengetahui penyakitnya.
2. Penderita diabetes dan orang yang memiliki gejala diabetes.
D. Kontraindikasi
Tidak ada kontraindikasi pada pemeriksaan GDS(Gula Darah Sewaktu).
E. Anatomi dan Fisiologi Pankreas

Pankreas adalah organ pada system pencernaan yang memiliki dua fungsi utama,
yaitu menghasilkan enzim pencernaan serta menghasilkan beberapa hormone penting
seperti insulin. Pankreas terletak pada bagian posterior perut dan berhubungan erat
dengan duodenum (usus dua belas jari).
• Bagian-bagian Pankreas
1. Kepala Pankreas : Bagian terluas dari pankreas yang terlihat menempel pada usus
halus.
2. Leher pankreas : Bgian pankreas yang panjangnya sekitar 2,5 cm dan terletak
diantara kepala dan badan pankreas.
3. Badan pankreas : Merupakan bagian terpenting dari pankreas yang terletak
diantara leher dan ekor pankreas.
4. Ekor pankreas : Bagian terakhir pankreas yang berbentuk runcing dan terletak
pada perut kiri.
5. Saluran pankreas (Duktus Pankreatikus) : Saluran pankreas yang menyatu dengan
duktus koledukus (saluran empedu) dan akan bermuara di duodenum (usus 12
jari). Saluran pankreas akan mengeluarkan berbagai enzim dari pankreas untuk
membantu system pencernaan.
• Fungsi Pankreas
1. Mengatur kadar gula dalam darah melalui pengeluaran glucogen, yang menambah
kadar gula dalam darah dengan mempercepat tingkat pelepasan dari hati.
2. Pengurangan kadar gula dalam darah dengan mengeluarkan insulin yang mana
mempercepat aliran glukosa ke dalam sel pada tubuh, terutama otot.
Insulin juga merangsang hati untuk mengubah glukosa menjadi glikogen dan
menyimpannya di dalam sel-selnya.
• Fungsi Pankreas yang Disebut Kelenjar Ganda
1. Kelenjar Endokrin

Kelenjar endokrin adalah kelenjar yang menyalurkan produknya ke dalam


peredaran darah. Fungsi kelenjar endokrin pada pankreas adalah mengeluarkan
hormon, yaitu hormon insulin dan hormon glukagon. Kedua hormon ini berperan
dalam mengatur kadar glukosa atau gula dalam darah.

2. Kelenjar Eksokrin

Kelenjar Eksokrin adalah kelenjar yang mengeluarkan produknya melalui


suatu saluran, menuju ke permukaan tubuh atau jaringan lain di dalam tubuh.
Contohnya adalah kelenjar air liur, kelenjar keringat, dan kelenjar saluran cerna.

Sebagai kelenjar eksokrin, pankreas menghasilkan enzim pencernaan yang


dialirkan ke saluran cerna. Enzim tersebut memiliki fungsinya masing-masing.
Misalnya, enzim lipase untuk menguraikan lemak, kemotripsin dan tripsin untuk
mencerna protein, serta amilase untuk menguraikan karbohidrat.

• Hormon yang Dihasilkan Pankreas


1. Insulin, menurunkan kadar gula dalam darah.
2. Glukagon, menaikkan kadar gula dalam darah.
3. Somatostatin, menghalangi pelepasan kedua hormon lainnya (Insulin dan
Glukagon).
• Jaringan Pankreas
1. Acini, untuk mengeluarkan cairan pencernaan ke duodenum.
2. Pulau Langerhans, mensekresi insulin dan glukagon langsung ke dalam darah.
• Hasil Sekresi Pankreas
1. Hormon insulin, hormone insulin ini langsung dialirkan ke darah. Insulin
dihasilkan sel-sel kelenjar endokrin yang berbentuk pulau-pulau yang disebut
pulau langerhans.
2. Getah pankreas, diproduksi oleh kelenjar eksokrin yang dikirim ke duodenum
melalui duktus pankreatikus.
F. Alat dan Bahan
1. Glukometer/alat monitor kadar glukosa darah.
2. Kapas alkohol.
3. Handscoon bila perlu.
4. Stik GDA/strip tes glukosa darah.
5. Lanset/jarum penusuk.
6. Bengkok.
7. Tempat sampah.
G. Prosedur
1. Jelaskan prosedur tindakan yang akan dilakukan kepada pasien
2. Mencuci tangan
3. Memakai handscoon bila perlu
4. Atur posisi pasien senyaman mungkin
5. Dekatkan alat di samping pasien
6. Pastikan alat bisa digunakan
7. Pasang stik GDA pada alat glukometer
8. Mengurut jari yang akan ditusuk(darah diambil dari salah satu ujung jari telunjuk, jari
tengah, jari manis tangan kiri atau kanan)
9. Disinfeksi jari yang akan ditusuk dengan kapas alkohol
10. Menusukkan lanset di jari tengah pasien, dan biarkan darah mengalir secara spontan
11. Tempatkan ujung strip tes glukosa darah (bukan diteteskan) secara otomatis terserap
ke dalam strip
12. Menghidupkan alat glukometer yang sudah terpasang stik GDA
13. Menutup bekas tusukan lanset menggunakan kapas alkohol
14. Alat glukometer akan berbunyi dan bacalah angka yang tertera pada monitor
15. Keluarkan strip tes glukosa dari alat monitor
16. Matikan alat monitor kadar glukosa darah
17. Melepas handscoon
18. Membereskan alat
19. Mencuci tangan
20. Dokumentasi : Catat hasil pada buku catatan
H. Evaluasi Tindakan
1. Hasil GDS (Termasuk diabetes atau tidak)
2. Tidak terjadi perdarahan di lokasi penusukan GDS