Anda di halaman 1dari 41

BAB III

METODE PENELITIAN
Metode Penelitian Positivistik
Metode penelitian mencakup komponen-komponen :
1. Tempat dan Waktu Penelitian
2. Disain atau Jenis penelitian yang dipilih
3. Variabel Penelitian
4. Populasi, sampel, subyek penelitian, unit analisis,
dan responden atau sumber data;
5. Metode pengumpulan data;
6. Instrumen penelitian (pengumpul data); dan
7. Teknik analisis data.
Jenis Penelitian
1. Penelitian Kualitatif (dgn pendekatan
fenomenologis)
2. Penelitian Positivistik (Kuantitatif)
a. Deskriptif
b. Ex post facto
c. Eksperimen
3. Penelitian Studi Kasus
4. Penelitian Tindakan Kelas
5. Penelitian Evaluasi
6. Penelitian Pengembangan (R & D)
VARIABEL PENELITIAN
• Variabel sesuatu yg bervariasi
1. Identifikasi variabel:
Variabel Terikat (dependent variable)
Variabel Bebas (independent variable)
Variabel Kontrol (dlm Penelitian Eksperimen)

2. Definisi Operasional Variabel: menjelaskan


bagaimana cara mengukur variabel tsb.
Misal: Kinerja guru adalah unjuk kerja yg di-tunjukkan
guru dlm pembelajaran berdasarkan persepsi siswa, yg
meliputi: ……
Jenis Variabel Penelitian…
❑ Variabel Bebas/independen (variabel perlakuan/eksperimen, variabel
prediktor/regresi) merupakan variabel yang akan dilihat
pengaruhnya terhadap variabel terikat/dependen, variabel kriterium,
atau variabel dampak.
❑ Variabel Terikat/dependen (variabel dampak, variabel kriterium)
merupakan variabel hasil/dampak/akibat dari variabel bebas/
perlakuan/prediktor.
❑ Variabel Kontrol (Pengendali) variabel yang berpengaruh terhadap
variabel terikat, tetapi pengaruhnya ditiadakan/ dikendalikan dengan
cara dikontrol (diisolasi) pengaruhnya (kondisinya dibuat sama).
❑ Variabel Moderator variabel yang mempengaruhi tingkat hubungan
(pengaruh) variabel bebas terhadap variabel terikat. Atau hubungan/
pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat memiliki nilai yang
berbeda pada level yang berbeda.
POPULASI dan SAMPEL
Populasi: wilayah/sasaran generalisasi hasil
penelitian
Sampel: bagian (wakil) dari populasi yg terpilih
menjadi subyek penelitian.
Sampel representatif teknik sampling, dan
ukuran (jumlah) sampel.
Dalam penelitian: kualitatif, studi kasus, PTK,
penel. pengembangan dan evaluasi tidak tepat
menggunakan istilah populasi & sampel.
Responden (Sumber Data) …
❑ Responden: sumber data atau pihak yg memberikan
respon (jawaban) atas pertanyaan peneliti.
❑ Penentuan responden atau sumber data dapat dilakukan
setelah peneliti tahu betul macam-macam data yang perlu
dikumpulkan.
❑ Utk menentukan sumber data secara tepat, peneliti harus
tahu dari mana saja data tersebut dapat diperoleh (apa
dan siapa saja yang dapat dijadikan sebagai sumber
data).
❑ Sumber data dipilih orang yg paling tahu mengenai
informasi/data yg akan dikumpulkan (oleh karena itu
kadang sampel bersifat purposive sampling)
R E S P O N D E N ……….
• Responden : bisa sama dgn subyek atau sampel
penelitian, tetapi bisa tidak sama
• Misal:
• Penelitian tentang Kinerja Guru subyek atau
sampel penelitiannya adalah GURU
• Respondennya bisa:
1. Guru ybs (self evaluation/self assessment)
2. Atasan (supervisor) penilaian atasan
3. Teman Sejawat Peer Assessment
4. Peserta Didik (Pelanggan) kepuasan pelanggan
layanan Prima.
Metode Pengumpulan Data …
• Kesesuaian dgn jenis data yang akan dikumpulkan.
• Menggunakan instrumen yg valid (tepat)
• Dimungkinkan menggunakan berbagai metode (multi
methods).
• Dilakukan oleh petugas yang profesional perlu
dilatih.
• Mampu menjaring bukti yang objektif.
METODE PENGUMPULAN DATA…..
• DATA :
1. Data Primer data yg dikumpulkan oleh peneliti
sendiri secara langsung.
2. Data Sekunder data yg dikumpulkan oleh orang
lain atau institusi, dan peneliti tinggal mengambil dari
Dokumen yang tersedia.

• TEKNIK PENGUMPULAN DATA:


1. Dokumentasi data sekunder
2. Teknik Tes dan Non-Tes utk data primer
TEKNIK NON TES :
• Skala bertingkat (rating • Riwayat Hidup
scale) • Portofolio
• Kuesioner/angket • Inventori
(questionaire) • Penilaian diri (self
• Wawancara (interview) evaluation)
• Daftar Cocok (check-list) • Penilaian oleh teman
• Pengamatan atau (peer assessment).
observasi (observation)
Kuesioner (Angket)
Ditinjau dari segi siapa yang menjawab, maka kuesioner
dibedakan menjadi:
(1) Kuesioner langsung; apabila kuesioner tersebut dikirimkan
dan diisi langsung oleh orang yang akan dimintai jawaban
tentang dirinya.
(2) Kuesioner tidak langsung; adalah kuesioner yang dikirim-kan
dan diisi oleh bukan orang yang akan dimintai
keterangannya. Kuesioner tidak langsung ini biasanya
digunakan untuk mencari informasi tentang orang lain
seperti: penampilan guru dlm mengajar, peserta didik, atasan,
bawahan, tetangga dan sebagainya.
Jenis Kuesioner :
Ditinjau dari bagaimana cara menjawabnya, maka
kuesioner dibedakan menjadi:
• Kuesioner Tertutup; adalah kuesioner yang disusun dengan
menyediakan pilihan jawaban secara lengkap, sehingga
responden hanya tinggal memberi tanda pada jawaban yang
dipilih.
• Kuesioner terbuka; adalah kuesioner yang disusun sedemikian
rupa sehingga para pengisi bebas mengemukakan
pendapatnya. Kuesioner terbuka biasanya juga digunakan
untuk meminta pendapat atau penilaian seseorang mengenai
sesuatu hal.
Asumsi Penggunaan Kuesioner
Penggunaan Angket (Kuesioner) utk pengumpulan data
didasarkan pada asumsi:
• Responden adalah orang yg paling tahu ttg dirinya
sendiri.
• Pemahaman responden thd pertanyaan adalah sama dgn
yg dimaksudkan oleh peneliti
• Responden bersikap jujur dgn jawabannya.
• Pada saat mengisi instrumen responden dlm kondisi yg
tidak tertekan/terancam, dan tidak punya kepenting-an thd
jawaban yg diberikan.
Observasi (Pengamatan)…..
Observasi dapat dilakukan dengan cara:
• pengamatan secara langsung (misal: pengamatan
terhadap kegiatan di kelas).
• pengamatan secara tidak langsung, misalnya dengan
mewakilkan kepada orang lain untuk mengamati atau
dengan cara memberikan angket kepada orang lain
(misal: penilaian penampilan guru dengan cara
memberikan angket kepada para peserta didiknya).
Lanjutan Pengamatan ….
Observasi juga dapat dilakukan dgn cara:
• secara formal, dilakukan dengan cara
menggunakan instrumen (pedoman observasi)
yg sudah dirancang sebelumnya,
• observasi informal dilakukan tanpa
menggunakan instrumen yang dirancang
terlebih dahulu.
Lanjutan Observasi
Observasi juga dapat dilakukan dengan:
1. Observasi Partisipan jika pengamat ikut larut
merasakan apa yang dirasakan oleh subyek
(tidak hanya jadi pengamat/penonton)
2. Observasi Non Partisipan jika pengamat tidak
ikut larut dan merasakan apa yg dirasakan oleh
subyek yg diamati (hanya sbg
penonton/pengamat)
Instrumen Pengumpul Data
Alat pengumpul data (variabel Diskrit)
Alat Ukur utk memperoleh data (kuantitatif)
Variabel Kontinum

Sesuai dgn teknik pengumpulan data, instrumen dapat


dibedakan:
1. Instrumen Tes
2. Instrumen Non-tes
Persyaratan Instrumen :
1. Validitas
• Suatu instrumen dikatakan valid (sahih) apabila tes tersebut
secara tepat dapat mengukur apa yang seharus-nya diukurnya.
• Contoh:
Untuk mengukur tingkat partisipasi peserta didik dalam
proses pembelajaran, maka bukan diukur berdasarkan nilai
atau prestasi yang diperoleh pada saat mengikuti ujian, akan
tetapi akan lebih tepat jika diukur berdasarkan :
– Tingkat kehadirannya
– Terpusatnya perhatian pada pelajaran
Lanjutan Persyaratan Instrumen

• Reliabel berarti dapat dipercaya. Instrumen dikatakan memiliki
reliabilitas, apabila instrumen tersebut mempunyai sifat dapat
dipercaya, dapat memberikan hasil yang tetap (konsisten)
apabila digunakan berulang-ulang.
• Obyektivitas
Obyektif berarti tidak masuknya unsur-unsur subyektivitas
yang mempengaruhi penggunaan instrumen tsb. Suatu
instrumen dikatakan memiliki obyektivitas apabila dalam
penggunaannya seminimal mungkin masuknya faktor
subyektif yang dapat mempengaruhinya. Faktor subyektif
umumnya dipengaruhi oleh pertanyaan-pertanyaan yg sifatnya
perseptual (melibatkan persepsi), dan bukan faktual.
Lanjutan Persyaratan Instrumen

Praktikabilitas
• Suatu instrumen dikatakan memiliki sifat praktis, apabila
instrumen tersebut bersifat mudah digunakan, mudah dlm
pengisian dan mudah pula dalam pengadministrasian
(skoring)-nya.

Ekonomis
• Yang dimaksud dengan ekonomis adalah bahwa dalam
penggunaannya instrumen tersebut tidak membutuhkan
biaya yang mahal, tenaga dan waktu yang banyak.
Pengembangan Instrumen ……
Penyusunan Instrumen
1. Pengembangan kisi-kisi
2. Penyusunan (penulisan) butir instrumen

Validasi Instrumen:
1. Validasi Logis dan Empiris
2. Estimasi Reliabilitas
Pengembangan Instrumen ……
Berbasis Indikator Kinerja Kunci (IKK) yg tepat.
Disesuaikan dgn teknik pengumpulan datanya.
Tepat/valid utk menjaring informasi yg dibutuhkan.
Mampu menjaring bukti obyektif.
Mengurangi bukti yg sifatnya subyektif (perseptual)
Mudah digunakan, dan mudah diadministrasikan.
Uji Validitas dan Reliabilitas

• Validitas isi validitas isi melalui ahli


• Validitas butir setelah instrumen diuji-coba
pada sampel responden. Datanya dianalisis
dgn korelasi product moment dari Pearson.
• Estimasi relibilitas umumnya mendasarkan
pada kesamaan rasional Rumus Alpha
Cronbach.
• Bandingkan dengan kriteria yang sesuai.
Analisis Data ….
• Dilakukan guna memenuhi kebutuhan utk
deskripsi hasil penelitian, dan kebutuhan untuk
eksplanasi hasil penelitian (uji hipotesis).
• Disesuaikan dengan kebutuhan utk deskripsi hasil
penelitian (menjawab rumusan masalah),
jenis/skala data, dan rumusan uji hipotesis.
• Secara garis besar, dibedakan: (1) analisis
kuantitatif, dan (2) analisis kualitatif.
ANALISIS DATA dalam PENELITIAN
KUALITATIF:

Dimaksudkan untuk mencari pemahaman


mendalam tentang realitas sosial yang
diteliti sebagaimana realitas sosial tersebut
dipahami oleh subyek penelitian (interpretif)

Untuk dapat melakukan Interpretasi terhadap


makna dibalik perkataan & tingkah laku
subyek penelitian
Jenis data ….
• Menurut Neuman
– Kuantitatif angka-angka (hard data)
– Kualitatif impresi, kata, kalimat, photo, symbol, dll
(soft data)
• Menurut Rumke dan de Jongke (1977):
– Data kualitatif: data dengan skala nominal (atribut &
simbol)
– Data Kuantitatif : kontinyu (skala interval) dan skala
rasio.
– Data semikuantitatif: skala ordinal
Catatan
• Dalam bidang sosial dan pendidikan, data
kuantitatif diperoleh dari penelitian
kuantitatif, yaitu data dari responden.
• Sedangkan dalam penelitian kualitatif tidak
disebut sebagai ”data”, tetapi ”informasi”
yang berasal dari informan atau narasumber.
• Dalam penelitian kualitatif, tidak dikenal
istilah ”responden” tetapi informan
Analisis Data Kualitatif
(Miles and Huberman, 1984)
• Data Reduction
(Focusing, simplifying, abstracting and transforming the
raw data to find out the information from the data)
• Data Display
(Showing an organized assembly of information taken
from the data reduction i.e.. metrics, graphs, or charts))
• Conclusion: Drawing
(Conclusions and propositions are drawn and theoretical
implications are made)
PEMILIHAN TEKNIK
STATISTIK
• Berkaitan dgn rumusan hipotesis penelitian
karena fungsi Statistik adalah utk menguji
hipotesis.
• Tergantung pada jenis/skala data pengukuran
• Ditentukan oleh terpenuhi-tidaknya persyaratan
Analisis yg telah ditetapkan.
• Dalam penelitian kuantitatif, peran statistik
deskriptif masih sangat urgen karena utk
mendeskripsikan data yg diperoleh yg bersifat
univariat.
JENIS DATA/SKALA
PENGUKURAN
Ada 4 macam skala/level hasil pengukuran
yg biasa digunakan dalam berbagai
penelitian, yaitu:
• Skala Nominal
• Skala Ordinal
• Skala Interval
• Skala Rasio
SKALA NOMINAL
• Adalah skala data hasil pengukuran yg hanya dapat
membedakan antara jenis/kelompok yg satu dengan yg
lainnya.
• Skor yang diberikan di sini hanya berfungsi sbg tanda,
sbg nomor belaka, atau utk tujuan pengelompokkan,
dan tidak menunjukkan tingkatan maupun kualitasnya.
Skor hanya utk melayani kebutuhan analisis komputer.
Contoh: jenis kelamin, jenis sekolah, jenis pekerjaan,
agama, dsb.
• Contoh : Jenis Kelamin Laki-laki = 1
Perempuan = 2
SKALA ORDINAL
• Adalah skala data hasil pengukuran yg menunjukkan
adanya suatu tingkatan (ORDO) atau kategori, seperti
misalnya: sangat baik, baik, cukup, kurang dsb.
• Namun demikian, rentang/jarak antara masing-masing
tingkatan yang berdekatan tsb adalah tidak sama, bersifat
relatif dan tidak dapat ditentukan secara pasti.
• Contoh : status sosial ekonomi (tinggi, menengah,
rendah), tingkat pendidikan (PT, SLTA, SLTP, SD, Tidak
Tamat SD, Tidak Pernah Sekolah) dsb. Jika pendidikan
dihitung jumlah tahun memperoleh pendidikan, maka
datanya dapat dikategorikan sbg data interval).
SKALA INTERVAL
• Adalah gejala yg dapat menunjukkan tingkatan maupun
kualitasnya, sedangkan jarak antar tingkatan yang berdekat-an
tsb mempunyai jarak yg pasti dan sama.
• Namun demikian, skala ini tidak memiliki Nol Mutlak. Contoh:
benda yg suhunya 0° Celsius bukan berarti benda tsb tidak
mempunyai kadar panas sama sekali. Siswa yg skor tesnya Nol,
bukan berarti Ia tak memiliki kepandaian sama sekali. Jadi, Titik
Nol di sini hanya merupakan titik kesepakatan saja.
• Demikian pula, skor yg diberikan di sini tidak dapat
diper-bandingkan dgn skor yg lain dengan hukum perkalian
(Komutatif).
• Contoh: Siswa yg nilainya 80 bukan berarti kepandaiannya dua
kali lipat dari siswa yang skor nilainya 40. Benda yg suhunya 80
°C, bukan berarti panasnya dua kali lipat dari benda yg suhunya
40 °C, dst. nya.
SKALA RASIO
• Memiliki nilai Nol Mutlak
• Dapat diperbandingkan dengan skor lainnya dengan
hukum Komutatif.
• Contoh: jarak 0 meter, maka berarti bahwa memang
tidak ada jarak sama sekali. Demikian pula, benda yg
beratnya 10 kg, maka memang benar-benar 2 kali lipat
benda yg beratnya 5 kg, dan sebagainya.
• Skala pengukuran dalam bidang pendidikan dan
ilmu-ilmu sosial pada umumnya hanya mencapai pada
skala pengukuran interval saja, sedangkan skala rasio
jarang atau tidak biasa digunakan.
Analisis data Penelitian Kuantitatif:
1. Statistika Deskriptif bertujuan/digunakan
utk menggambarkan atau mendeskripsikan
data (fakta-fakta) tanpa menarik kesimpulan
thd populasi
2. Statistika Induktif (Inferensial) bertujuan/
digunakan untuk menggeneralisasikan hasil
temuan yg diperoleh pada sampel thd
populasi. Statistika Inferensial dibedakan:
a. Statistika Parametrik
b. Statistika Non Parametrik
Statistika Inferensial
• Statistika Parametrik mensyaratkan
persyaratan-persyaratan tertentu: sampel
random, distribusi data normal, hubungan
linier, homogenitas varians, dsb.
• Statistika Non Parametrik tidak
mensyarat-kan persyaratan-persyaratan
tertentu maka dikatakan statistika Bebas
Distribusi
Statistika Parametrik …..
• The Comparison of Groups (Compare Mean)
t-test
Anova
Manova

• Measure of Association between Two or more


Variables (Correlate)
Pearson’s Product Moment
Regression
Path Analysis, Structural Analysis.
Kapan digunakan Statistika Non
Parametrik ?

• Metode Statistika Non Parametrik


digunakan bila salah satu parameter
Statistika Parametrik tidak terpenuhi !
Penggunaan…
• Untuk data yang distribusi populasinya tidak
diketahui
• Untuk data yg distribusinya tidak normal.
• Untuk data yang diambil dari sampel yang
tidak random.
• Untuk data dengan skala nominal atau ordinal.
• Untuk data yang jumlahnya sedikit (< 30).