Anda di halaman 1dari 18

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA Tn.

A DENGAN
RESIKO LANSIA TERHADAP PAJANAN COVID 19
DI PERUMAHAN BUKIT HIJAU KARAWACI
KOTA TANGERANG

Oleh:
AGUNG KOEDHUS NUGRAHA
201907001

STIKES ICHSAN MEDICAL CENTRE BINTARO

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN PROGRAM NERS

TAHUN 2020
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA
I. PENGKAJIAN KEPERAWATAN KELUARGA
Hari/tanggal : 30 april 2020
Oleh : AGUNG KOEDHUS NUGRAHA
Metode : Wawancara

A. Data Keluarga
1. Identitas Keluarga
a. Nama KK : Tn. A
b. Jenis Kelamin : laki-laki
c. Umur :75 Tahun
d. Pendidikan : S1
e. Agama : hindu
f. Pekerjaan : pensiunan
g. Alamat : Perumahan bukit hijau karawaci
h. Suku/kebangsaan : Jawa / Indonesia
i. Jumlah anggota keluarga : 1 Orang
2. Susunan Anggota Keluarga
No Nama Umur Sex Hub dgn Pendidikan Pekerjaan Ket
KK
1. Ny.A 65 Th Perempuan Istri S1 pensiunan

3. Tipe Keluarga
Keluarga Tn. N termasuk kedalam tipe keluarga usila (keluarga usila) yaitu
Keluarga yang terdiri dari suami dan istri yang sudah usia lanjut.
Dan anak di luar rumah

4. Genogram
Keterangan :
: Perempuan : Klien
: Laki-laki
: Garis Perkawinan
: Garis Keturunan
: Tinggal dalam satu rumah

5. Suku Bangsa dan Agama


Tn. A dan Istri merupakan berasal dari suku hindu dan mereka sama-sama
beragama hindu. Dan bahasa sehari-hari yang mereka gunakan adalah bahasa
jawa dan bahasa indonesia.
6. Status Sosial Ekonomi Keluarga
a. Penghasilan Keluarga :
Ny. A mengatakan, Keluarga mendapatkan penghasilan dari Tn.A yang
memiliki pekerjaan sebagai karyawan berpenghasilan mencapai Rp.
3.000.000
b. Pemanfaatan Dana Keluarga :
Keluarga memanfaatkan dana keluarga untuk mencukupi kebutuhan
sehari-hari seperti masak, keperluan rumah tangga dan biaya anak
sekolah.
c. Sosial Keluarga :
Kegiatan keluarga lebih banyak digunakan dirumah menemani anak
sekolah dan bermain.
7. Aktifitas Rekreasi
Keluarga terkadang melakukan rekreasi seperti mengajak cucu berenang
tetapi tidak setiap minggu atau setiap bulan, tergantung ada tidaknya waktu
luang.

B. Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga


1. Tahap Perkembangan Keluarga Saat Ini
Keluarga Tn. A mempunyai 3 orang anak, anak yang pertama perempuan
berumur 35 tahun dan anak ke 2 perempuan berumur 28 tahun,
Anak yang ke tiga laki laki cucu pertamamaka 4 tahun keluarga Tn. A
berada pada tahapan perkembangan keluarga dengan III, IV yaitu keluarga
dengan anak usia prasekolah dan sekolah.
 Keluarga dengan anak usia prasekolah.
- Tahap perkembangan yang ketiga dimulai dari anak kedua berusia 3
tahun dan berakhir ketika anak berusia 5 tahun. Anak-anak prasekolah
harus banyak belajar kemandirian dan mencapai otonomi yang cukup
dan mampu memenuhi kebutuhan sendiri agar dapat menangani
masalah yang ada pada diri anak itu sendiri tanpa campur tangan dari
orangtua mereka dimana saja. Tugas perkembangan sebagai berikut :
a. Memenuhi kebutuhan anggota keluarga : rumah, rasa aman.
b. Membantu anak untuk bersosialisasi.
c. Pembagian tanggung jawab.
d. Kegiatan untuk stimulasi perkembangan anak.

 Keluarga dengan anak usia sekolah.


- Tahap ini dimulai dari sejak anak berusia 6 tahun dan berakhir pada
usia 12 tahun. Pada fase ini pada umumnya keluarga mencapai fase
jumlah anggota keluarga yang maksimal.
- Tugas perkembangan sebagai berikut :
a. Membantu sosialisasi anak, tetangga, sekolah dan lingkungan.
b. Mempertahankan keintiman pasangan.
c. Memenuhi kebutuhan biaya hidup.
2. Tahap Perkembangan Keluarga yang Belum Terpenuhi
Berdasarkan hasil wawancara dengan Ny. S keluarga menginginkan anak-
anaknya sehat dan ingin mempunyai rumah dan ingin suaminya mempunyai
pekerjaan yang tetap.
3. Riwayat Kesehatan Keluarga Saat Ini
Ny. S sebagai IRT mempunyai riwayat penyakit gastristis, tidak mempunyai
masalah dengan istiraha, maupun kebutuhan dasar yang lain. Tidak
mempunyai penyakit menurun dan penyakit menular (TBC, Kusta). Pada
saat pengkajian TD 110/80 mmHg. Namun, pada ibu Ny. S diketahui
menderita hipertensi.
4. Riwayat Kesehatan Keluarga Sebelumnya
Berdasarkan hasil wawancara dengan keluarga, Ny. S mengatakan
mempunyai riwayat penyakit gastristis dan anak perempuannya menderita
penyakit tonsilitis.

C. Faktor Lingkungan dan Masyarakat


1. Karakteristik Rumah
a. Denah Rumah

Tetangga

±3
M
hhRuang tamu dan
dapur

Tem
pat
Keterangan :
Keluarga Ny. S tinggal di RT 001/002 kelurahan mekarsari Kecamatan
Neglasari, dan bermukim di tanah milik pemerintah. Rumah Ny.S
merupakan perumahan semi permanen yang terdiri dari : dapur, dan
ruang tamu menyatu, serta ada satu kamar. Dan atap menggunakan
sebagian asbes dan genteng serta jarak rumah dengan tetangga ± 3M
b. Keadaan Lingkungan Dalam Rumah
Kondisi rumah tampak gelap tidak ada ventilasi, dan ruangan antara
ruang tamu dan kamar menyatu, kebersihan rumah tampak sangat kurang
terjaga.
c. Keadaan Lingkungan Sekitar Rumah
1) Kondisi Halaman Rumah
Kondisi halaman rumah tampak luas.
2) Pemanfaatan Halaman
Halaman rumah tampak kurang dimanfaatkan dikarenakan tanah
yang ditempati merupakan tanah milik pemerintah.

3) Sumber Air Minum


Keluarga menggunakan sumber air minum dengan membeli air isi
ulang
4) Pembuangan Air Kotor/Limbah Keluarga
Sumber pembuangan air limbah keluarga di got terbuka yang terletak
di samping rumah
5) Pembuangan Sampah
Keluarga membuang sampah di halaman rumah kemudian di bakar
6) Jamban
Jenis jamban yang digunakan adalah leher angsa (WC jongkok) yaitu
MCK yang dipakai bersama sama satu RT.
7) Sumber Pencemaran
Tidak terdapat sumber pencemaran.
8) Sanitasi Rumah
Tidak terdapat septi tank dikarenakan selama ini keluarga
menggunakan sarana MCK umum yang telah disediakan oleh
pemerintah setempat.

2. Karakteristik Tetangga dan Komunitas


Tetangga di sekitar rumah terdiri dari orang pendatang maupun orang
pribumi dan rata-rata berasal dari suku sunda.
3. Mobilitas Geografi Keluarga
Keluarga tidak pernah berpindah-pindah rumah sejak dari awal menempati
daerah tersebut.
4. Perkumpulan Keluarga dan Interaksi dengan Masyarakat
Ny. S mengatakan pukul 07.30 – 11.00 WIB ia menemani anaknya
kesekolah, dan setelah nitu ia mengurus rumah tangga dan terkadang
menemani orangtua berdagang bensin. Ny. S mengatakan interaksi dengan
masyarakat dan keluarga berjalan dengan baik.

5. Sistem Pendukung Keluarga/Fasilitas Keluarga


Jumlah anggota keluarga yaitu 4 orang, yakni suami dan dua orang anak.

D. Struktur Keluarga
1. Pola Komunikasi Keluarga
Anggota keluarga berkomunikasi langsung dengan bahasa sunda, dan bahasa
indoneisa. Mereka mendapat informasi kesehatan dari petugas kesehatan dan
informasi lainnya didapat dari televisi.
2. Struktur Kekuatan Keluarga
Ny. S mengatakan selalu berusaha untuk membuat keluarganya harmonis
dan selalu memberikan kasih sayang terhadap suami dan anak-anaknya
walaupun dengan keadaan yang seadanya.
3. Struktur Peran
Formal
Ny. S sebagai Isteri dan IRT dan ibu dari 2 orang anak.
Informal
Ny. S sebagai IRT dan merwat anak-anaknya.
4. Nilai dan Norma Keluarga
Keluarga percaya bahwa hidup ini sudah ada yang mengatur yaitu Allah
SWT. Demikian pula dengan sehat dan sakit. Keluarga juga percaya bahwa
tiap sakit ada obatnya, bila ada keluarga yang sakit, dibawa ke Rumah Sakit
atau petugas kesehatan.

E. Fungsi Keluarga
1. Fungsi Biologis
a. Keadaan Keluarga
Keluarga tampak sehat baik Ny. S maupun kedua anaknya, namun Ny. S
mengatakan ia mempunyai riwayat penyakit gastritis dan anak
pertamanya mempunyai riwayat penyakit tosilitis.
b. Kebersihan Perseorangan
Kebersihan keluarga tampak kurang terjaga dengan baik.

c. Penyakit yang Sering Diderita


Ny. S mengatakan penyakit yang sering diderita yaitu flu dan batuk
namun akan sembuh sendiri.
d. Penyakit Keturunan
Tidak terdapat penyakit keturunan baik dari ayah maupun ibu dari Ny. S
e. Penyakit Kronis/Menular
Tidak terdapat penyakit kronis maupun menular di keluarga Ny. S
f. Kecacatan Anggota Keluarga
Tidak terdapat anggota keluarga yang cacat.
g. Pola Makan dan Minum
Ny. S mengatakan pola makan ia teratur, sehari tiga kali
h. Pola Aktivitas dan Istirahat
Ny. S mengatakan pola aktivitas nya dari jam 07 sampai jam 11
mengantar anaknya kesekolah, selanjutnya ia hanya menemani orangtua
berjualan dan mengurus rumah.
2. Fungsi Psikologis
a. Keadaan Emosi
Ny. S mengatakan termasuk orang yang pendiam dan tertutup, ia jarang
meluapkan emosi ke keluarga
b. Kebiasaan yang Merugikan Kesehatan
Ny. S mengatakan, suami merokok sejak muda
c. Pengambilan Keputusan
Pengambilan keputusan dilakukan oleh sang suami menjadi kepala
keluarga.
d. Ketergantungan Obat/Bahan
Tidak ada yang ketergantunagn obat
e. Mencari Pelayanan Kesehatan
Ny. S mengatakan jika ia merasakan sakit hanya didiamkan dan minum
obat warung setelah itu akan sembuh sendiri, Ny. S selama ini tidak
pernah berobat ke fasilitas pelayanan kesehatan.

3. Fungsi Sosial
a. Tingkat Pendidikan
Ny. S dengan pendidikan tidak tamat SD dan mempunyai dua orang
anak. Anak pertama masih sekolah dasar dan anak kedua belum sekolah.
b. Hubungan antar Anggota Keluarga
Ny. S merupakan seseorang yang pendiam, namun Ny. S selalu berusaha
untuk menjaga hubungan keluarganya agar tetap harmonis.
c. Hubungan dengan Orang Lain
Hubungan dengan tetangga dan teman tampak terjalin dengan baik.
d. Kegiatan Organisasi Sosial
Ny. S mengatakan tidak pernah mengikuti kegiatan organisasi sosial di
sekitar rumahnya.
4. Fungsi Spiritual
Seluruh anggota keluarga Ny. S adalah beragama islam dan taat dalam
beribadah
5. Fungsi Kultural
a. Pengambilan Keputusan
Pengambilan keputusan diambil oleh suami yaitu Tn. A
b. Adat yang Berpengaruh terhadap Kesehatan
Keluarga Ny. S tidak menganut adat apapun yang dapat berpengaruh
terhadap kesehatan.
c. Tabu dalam Keluarga
Tidak ada hal yang tabu didalam keluarga Ny. S
6. Fungsi Reproduksi
Ny. S sampai saat ini masih mengalami menstruasi dengan lancar.
7. Fungsi Ekonomi
a. Tulang Punggung
Ny. S mengatakan yang menjadi tulang punggung keluarga adalah
suaminya

b. Penghasilan Keluarga
Penghasilan keluarga didapatkan dari suaminya yang bekerja sebagai
service rata-rata perhari Rp. 50.000
c. Pengelolaan Dana Keluarga
Pengelolaan dana keluarga dilakukan oleh Ny. S, dimana dana tersebut
digunakan untuk biaya sekolah, jajan anak-anak dan kebutuhan pokok
sehari-hari.
d. Pemanfaatan Dana Keluarga
Pemanfaatan dana keluarga digunakan untuk biaya sekolah, jajan anak-
anak dan kebutuhan pokok sehari-hari.
e. Status Sosial Ekonomi Keluarga
Keluarga Ny. S merupakan keluarga yang sederhana, keluarga Ny. S
masuk dalam kategori status ekonomi menengah kebawah.

8. Fungsi Perawatan Kesehatan


a. Mengenal Masalah
Ny. S mengatakan ia dan anak-anaknya terkadang menderita flu dan
batuk.
b. Mengambil Keputusan yang Tepat
Ny. S mengatakan ketika sakit maag nya kambuh ia hanya
mengkonsumsi obat warung, sekalipun ia merasakan sakit hanya
didiamkan saja sampai sembuh sendiri.
c. Merawat Anggota Keluarga yang Sakit
Dalam merawat anggota keluarga yang sakit, Ny. S berusaha mencukupi
kebutuhan makannya dan jika memang sudah sangat parah Ny. S
langsung membawanya ke Puskesmas bahkan rumah sakit.
d. Memelihara Lingkungan Rumah yang Mendukung Kesehatan
Ny. S mengatakan terkadang melakukan bersih-bersih rumah dibantu
oleh ibunya.
e. Memanfaatkan Fasilitas Kesehatan
Ny. S jarang memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada, sekalipun ia
sakit hanya didiamkan saja sampai sembuh sendiri.

F. Stress dan Koping Keluarga


1. Stressor Jangka Pendek dan Jangka Panjang
Ny. S mengatakan yang menjadi stressornya saat ini adalah bagaimana
membiayai kebutuhan seluruh keluarganya, terutama untuk biaya sekolah
anak-anaknya, ia juga mengatakan bahwa kedepannya ia ingin memiliki
rumah sendiri tidak di tanah milik pemerintah seperti saat ini.
2. Kemampuan Berespon Terhadap Stres
Ny.S mengatakan ia berusaha untuk tidak terlalu memikirkan
permasalahannya dan tidak meluapkannya kepada keluarganya
3. Strategi Koping yang Digunakan
Ny. S mengatakan jika ia sedang stress menghadapi permasalahannya yang
ia lakukan adalah terus bekerja sehingga perlahan-lahan ia akan lupa dengan
stressornya.

G. Pemeriksaan Fisik
1. Pemeriksaan Fisik
a. Tingkat Kesadaran : Composmentis
b. Tekanan Darah: 110/80 mmHg, Respirasi: 22 x/menit, Nadi: 85 x/menit
c. Temperature: 36,4 0C, BB: 54 Kg, TB: 158 Cm
d. Kepala : rambut tampak panjang kehitaman, tidak ada nyeri, benjolan,
maupun luka dan lesi.
e. Leher : tampak simetris, tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, tidak ada
nyeri saat menelan.
f. Thoraks : tampak simetris, tidak ada pengembangan dada dan bantuan otot
pernafasan, tidak ada dipsneu, pola pernafasan tampak teratur.
g. Abdomen : tidak ada pembesaran hepar, tidak ada nyeri tekan, tidak ada lesi
maupun hematom.
h. Ekstermitas : ekstermitas atas maupun bawah tampak baik dan tidak ada
gangguan.

H. Harapan Keluarga
1. Persepsi Terhadap Masalah
Ny. S mengatakan jarang menceritakan masalahnya terhadap keluarganya.
2. Harapan Terhadap Masalah
Ny.S mengatakan masalah perekonomian yang dihadapinya dapat
terselesaikan dengan baik.

II. ANALISA DATA


Data Problem Etiologi
Data Subjektif : Kurang pengetahuan Ketidakmampuan
 Ny. S mengatakan bahwa ibunya sering keluarga mengenal
mengeluh nyeri kepala. Namun, ia tidak masalah kesehatan.
tahu apa penyebabnya.
 Ny. S mengatakan jika salah satu anggota
keluarganya sakit, jarang dibawa ke rumah
sakit dan biasanya hanya dibiarkan sampai
penyakitnya sembuh dengan sendirinya.
Data Objektif :
 Ny. S tampak bingung saat dilakukan
pengkajian.
 Ny. S tampak banyak bertanya mengenai
masalah kesehatan yang sering diderita
oleh anggota keluarganya.
 Ny. S mengatakan bahwa ia jarang
mendapatkan informasi kesehatan di
lingkungannya.

Data Subjektif :
 Ny. S mengatakan selama ini jarang Risiko munculnya Ketidakmampuan
membersihkan rumah hanya kalau sempat penyakit akibat keluarga mengenal
saja lingkungan yang masalah kesehatan
Data Objektif : kurang sehat pada lingkungan sekitar
keluarga Ny. S rumah.
 Rumah kelihatan kotor, perabotan rumah
tangga tidak tertata dengan rapi.
 Rumah tampak gelap dan tidak ada jendela,
ventilasi tampak kurang.

III. DIAGNOSA KEPERAWATAN


1. Kurang pengetahuan pada keluarga Ny. S berhubungan dengan
ketidakmampuan keluarga mengenal masalah kesehatan.
2. Risiko munculnya penyakit akibat lingkungan yang kurang sehat pada
keluarga Ny. S berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga mengenal
masalah kesehatan lingkungan sekitar rumah.

SKORING
Diagnosa : Kurang pengetahuan pada keluarga Ny. S berhubungan dengan
ketidakmampuan keluarga mengenal masalah kesehatan.
NO KRITERIA BOBOT NILAI PEMBENARAN
1 Sifat Masalah : 1 3/3x1=1 Ny. S sampai saat ini
Skala: tidak tahu penyebab pasti
Tidak/kurang sehat 3 dari gejala penyakit yang
Ancaman kesehatan 2 diderita oleh ibunya.
Keadaan Sejahtera/Krisis 1
2 Kemungkinan masalah Pengetahuan keluarga
dapat diubah: masih kurang, sumberdaya
Skala: Mudah 2 keluarga dan perawat
2 1/2x2=1
Sebagian 1 memungkinkan.
Tidak Dapat 0

3 Potensi masalah untuk di Keluarga jarang


cegah: menggunakan fasilitas
Skala: Tinggi 3 kesehatan yang ada.
1 2/3x1=2/3
Cukup 2
Rendah 1

4 Menonjolnya masalah: Keluarga menganggap


Skala: sakit yang dirasakan Ny. S
Masalah Berat harus adalah keadaan yang
segara di tangani 2 1 1/2x1=1/2 memerlukan perhatian tapi
Ada masalah tetapi tidak 1 tidak perlu penanganan
perlu ditangani 0 khusus
Masalah tidak dirasakan
TOTAL NILAI 3 1/3

Diagnosa : Risiko munculnya penyakit akibat lingkungan yang kurang sehat pada
keluarga Ny. S berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga
mengenal masalah kesehatan lingkungan sekitar rumah.
NO KRITERIA BOBOT NILAI PEMBENARAN
1 Sifat Masalah : Saat ini tidak ada yang
Skala: sakit karena lingkungan
Tidak/kurang sehat yang kurang sehat tetapi
3 1 2/3x1=2/3
Ancanaman kesehatan lingkungan rumah sangat
2
Keadaan Sejahtera tidak mendukung.
1

2 Kemungkinan masalah dapat 2 1/2x2=1 Keluarga belum mengerti


diubah: pentingnya kesehatan
Skala: Mudah 2 lingkungan rumah,
Sebagian 1 sumber daya perawat,
Tidak Dapat 0 keluarga dan masyarakat
cukup

3 Potensi masalah untuk di Masalah sudah menjadi


cegah: kebiasaan
Skala: Tinggi 3
1 1/3x1=1/3
Cukup 2
Rendah 1

4 Menonjolnya masalah: Keluarga tidak mengenali


Skala: bahwa lingkungan sekitar
Masalah Berat harus segara 2 rumahnya yang kurang
di tangani 0 0 dapat menyebabkan
Ada masalah tetapi tidak 1 munculnya suatu
perlu ditangani penyakit.
Masalah tidak dirasakan 0
TOTAL NILAI 2

Penyusunan masalah kesehatan keluarga berdasarkan hasil prioritas :


No. Masalah Keperawatan Skor
1. Kurang pengetahuan pada keluarga Ny. I
berhubungan
den00000000000000000000000gan 3 1/3
ketidakmampuan keluarga mengenal masalah
kesehatan.
2. Risiko munculnya penyakit akibat lingkungan
yang kurang sehat pada keluarga Ny. I
berhubungan dengan ketidakmampuan 2
keluarga mengenal masalah kesehatan
lingkungan sekitar rumah.

IV. PERENCANAAN KEPERAWATAN


No. Diagnosis Tujuan Keperawatan Tindakan Keperawatan
1. Kurang Setelah dilakukan asuhan 1. Kaji tingkat pengetahuan
pengetahuan keperawatan, pasien dapat pasien dan keluarga tentang
berhubungan menunjukkan pengetahuan penyakit tersebut
dengan tentang proses penyakit 2. Gambarkan tanda dan gejala
ketidakmampuan dengan kriteria hasil: yang biasa muncul pada
keluarga mengenal 1. Pasien dan keluarga penyakit, dengan cara yang
masalah kesehatan. menyatakan pemahaman tepat
tentang penyakit, 3. Berikan penyuluhan kesehatan
kondisi, prognosis dan terkait dengan kondisi penyakit
program pengobatan. yang dirasakan.
2. Pasien dan keluarga
mampu melaksanakan
prosedur yang dijelaskan
secara benar.
3. Pasien dan keluarga
mampu menjelaskan
kembali apa yang
dijelaskan perawat/tim
kesehatan lainnya.

No Diagnosis Tujuan Keperawatan Tindakan Keperawatan


.
1. Risiko munculnya Setelah dilakukan asuhan 1. Jelaskan pada keluarga
penyakit akibat keperawatan keluarga pentingnya kesehatan
lingkungan yang mampu: lingkungan rumah dan
kurang sehat pada 1. Mengenal rumah sehat.
keluarga Ny. S masalah risiko 2. Jelaskan pada keluarga
berhubungan munculnya penyakit penyakit-penyakit yang
dengan akibat kurangnya dapat terjadi akibat
ketidakmampuan kesehatan lingkungan lingkungan yang kurang
keluarga mengenal dengan kriteria: sehat.
masalah kesehatan a. Keluarga 3. Motivasi keluarga untuk
lingkungan sekitar menjelaskan membuat keputusan yang
rumah. kembali pentingnya akan diambil untuk
kesehatan mengatasi risiko munculnya
lingkungan penyakit akibat lingkungan
b. Keluarga yang kurang sehat.
menjelaskan 4. Diskusikan dengan keluarga
penyakit akibat alternative keputusan-
lingkungan yang keputusan yang dapat dibuat
kurang sehat. oleh keluarga.
2. Keluarga 5. Berikan reinforcement
Dapat membuat positif jika keluarga mampu
keputusan dalam membuat keputusan dengan
mencegah risiko tepat.
munculnya penyakit 6. Diskusikan bersama
akibat lingkungan yang keluarga kondisi lingkungan
kurang sehat. rumah yang dapat
3. Keluarga mencegah munculnya
mampu memodifikasi penyakit akibat lingkungan
lingkungan yang dapat yang kurang sehat.
mencegah munculnya 7. Anjurkan keluarga untuk
penyakit akibat mengungkapkan situasi
lingkungan yang rumah seperti apa yang
kurang sehat disukai oleh keluarga.
8. Evaluasi pada saat yang
tidak direncanakan penataan
lingkungan rumah.

V. PELAKSANAAN/IMPLEMENTASI
No. Waktu Implementasi Evaluasi
1. 15:00 1. Mengkaji tingkat Ny. S mengatakan bahwa Ia
WIB pengetahuan pasien dan masih belum bisa menganbil
keluarga tentang penyakit keputusan yang tepat tentang
tersebut sakit dia rasakan dan setelah
2. Menggambarkan tanda dijelaskan tentang keadaannya dia
S
dan gejala yang biasa mengatakan memahami dan
muncul pada penyakit, mengerti untuk mengambil
dengan cara yang tepat keputusan yang tepat.
3. Memberikan penyuluhan
kesehatan terkait dengan
kondisi penyakit yang
dirasakan. Saat intraksi selama 30 menit,
Ny. S memperlihatkan minatnya
O
terhadap penjelasan yang
diberikan.

1. Ny. S sudah bisa dalam


Pengambilan keputusan yang
tepat tentang keadaannya serta
A hal-hal yang dapat menggagu
kesehatannya
2. Masalah teratasi sebagian

Rencanakan kunjungan untuk


evaluasi kegiatan dan keadaan
P
Ny.S

No. Waktu Implementasi Evaluasi


2. 15: 00 1. Jelaskan pada keluarga S Ny.S dan keluarga masih belum
WIB pentingnya kesehatan mengerti tentang pentingnya
lingkungan rumah dan kebersihan lingkungan rumah
rumah sehat. agar dapat menjaga kesehatannya
2. Jelaskan pada keluarga dan keluarga.
penyakit-penyakit yang
dapat terjadi akibat
lingkungan yang kurang
sehat. Saat intraksi selama 30 menit,
3. Motivasi keluarga untuk Ny.S memperlihatkan minatnya
O
membuat keputusan yang terhadap penjelasan yang
akan diambil untuk diberikan.
mengatasi risiko munculnya
penyakit akibat lingkungan
yang kurang sehat.
4. Diskusikan dengan keluarga
alternative keputusan- Masalah teratasi sebagian
keputusan yang dapat dibuat A
oleh keluarga.
5. Berikan reinforcement
positif jika keluarga mampu
membuat keputusan dengan
tepat.
6. Diskusikan bersama
keluarga kondisi lingkungan
rumah yang dapat mencegah
munculnya penyakit akibat
lingkungan yang kurang
sehat. Kontrak waktu untuk kunjungan
P berikutnya.
7. Anjurkan keluarga untuk
mengungkapkan situasi
rumah seperti apa yang
disukai oleh keluarga.
8. Evaluasi pada saat yang
tidak direncanakan penataan
lingkungan rumah.