Anda di halaman 1dari 20

1.

Jelaskan perbedaan utama antara pool of funds approach dan assets allocation
approach dengan bantuan gambar / diagram !
Jawab :
 Pool Of Funds Approach        
Pool of funds approach adalah penempatan (alokasi) dana bank dengan tidak memperhatikan
hal-hal yang berkaitan dengan sumber dana, seperti sifat, jangka waktu, dan tingkat harga
perolehannya.

 Allocation Of Fund Approach

Allocation approach adalah penempatan dana ke berbagai aktivitas dengan mencocokan


masing-masing sumber dana yang sesuai dengan sifat. Jangka waktu, dan tingkat harga
perolehan sumber dana tersebut.

 Perbandingan antara Pool of Funds Approach dan Assets Allocation Approach

Pool Of Funds Approach

Kelebihan :
- Perhitungan biaya relatif sederhana.
- Pengelolaannya tidak kompleks.
Kelemahan :
- Tidak diberikan dasar untuk memperkirakan standar likuiditasnya.
- Tidak terdapat pertimbangan terhadap perubahan giro, tabungan, deposito, dan sumber
lainnya.
- Mengabaikan likuiditas yang berasal dari portofolio kredit melalui pembayaran cicilan dana
bungan secara terus-menerus.
- Memperkecil peranana cadangan sekunder sebagai sumber likuiditas.
- Mengabaikan kenyataan mengenai kemampuan bank untuk memperoleh laba dari
operasinya.
- Mengabaikan peran interaksi aktive dan pasiva dalam penyediaan likuiditas secara
musiman
Allocation of Fund  Approach
Kelebihan :
- Mengalihkan penekanan likuiditas kepada profitabilitas
- Jumlah rata-rata cadangan likuiditas mengalami penurunan sehingga alokasi dana dapat
dialihkan lebih banyak pada penyaluran kredit dan penanaman modal dalam surat-surat berharga
yang memiliki keuntungan lebih tinggi.
Kelemahan:
- Keputusan mengenai jumlah likuiditas dilakukan berdasarkan perkiraan atau perputaran
simpanan.
- Bisa terjadi kelebihan likuiditas yang menyebabkan keuntungan menjadi berkurang.
- Portofolio kredit dianggap sama sekali tidak likuid sehingga kredit tidak dianggap sebagai
sumber likuiditas yang potensial.
- Keputusan mengenai menajemen aktiva-pasiva dibuat secara independen.
2. Sebutkan contoh-contoh jenis alokasi dana berikut!
a. Primary reserve
b. Secondary reserve
c. Other securities
d. Fixed assets.
Jawab :
a. Primary Reserve (Cadangan Primer)
Pembentukan cadangan primer dan primary reserve dimaksudkan untuk memenuhi ketentuan
likuiditas wajib minimum, keperluan operasi bank, semua penarikan simpanan, dan permintaan
pencairan kredit dari nasabah. Disamping itu cadangan primer digunakan untuk penyelesaian
kliring antar bank dan kewajiban-kewajiban bank lainnya yang harus segera dibayar.

 Primary reserve adalah dana dalam kas dan saldo rekening koran bank pada Bank Indonesia
dan bank-bank lainnya, serta warkat-warkat dalam proses penagihan.
b. Secondary Reserve (Cadangan Sekunder)
 Adalah penempatan dana-dana ke dalam non cash liquid asset (asset liquid yang bukan kas)
yang dapat memberikan pendapatan kepada bank dan terdiri atas surat-surat berharga paling
liquid yang setiap saat dapat dijadikan uang tunai tanpa mengabaikan kerugian pada bank. Surat-
surat berharga tersebut antara lain :
- Surat berharga pasar uang atau SBPU
- Surat Bank Indonesia atau SBI
- Surat berharga jangka pendek lainnya
 Tujuan utama dari secondary reserve adalah sebagai pelengkap atau cadangan pengganti bagi
primary reserve. Secondary reserve memiliki 2 (dua) manfaat bagi bank yaitu menjaga likuiditas
dan profitabilitas bank
Cadangan sekunder (secondary reserve) digunakan untuk :
- Untuk kebutuhan likuiditas jangka pendek seperti ; penarikan simpanan oleh nasabah
deposan dan pencairan kredit.
- Untuk kebutuhan likuiditas yang harus dipenuhi dan kebutuhan lainnya yang tidak
diperkirakan.
-Tambahan apabilah cadangan primer tidak mencukupi.
c. Fixed Assets (Aktiva Tetap)
 Adalah penanaman dalam bentuk aktiva tetap. Aktiva tetap seperti : pembelian tanah,
pembangunan gedung, peralatan operasional bank, (komputeri facsimile), kendaraan; yang
ditujukan untuk memperlancar kegiatan operasional bank.

3. Mengapa BI mewajibkan setiap bank umum untuk menyediakan dana yang cukup
dalam bentuk giro wajib minimum?
Jawab :
Karena Bank Indonesia yang mengatur ketentuan pemeliharaan dana likuiditas di Bank
Indonesia yang disebut Giro Wajib Minimum (GWM). Ketentuan pemeliharaan GWM di BI,
di samping merupakan kebijakan moneter dalam rangka pengendalian uang yang beradar, juga
berfungsi sebagai cadangan pembayaran kewajiban jangka pendek baik Bank Umum
Konvensional (disingkat BUK) maupun Bank Umum Syariah (disingkat BUS). Ketentuan ini
tertuang dalam Undang-undang No 23/1999 tentang Bank Indonesia yang telah diubah dengan
Undang-undang No 3/2004 dan Undang Undang No 6 tahun 2009 antara lain menetapkan
bahwa Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah wajib
menyimpan dana di Bank Indonesia sebagai simpanan wajib minimum ( Pasal 10 Undang-
Undang Bank Indonesia No 23 tahun 1999 ) yang ketentuan pelaksanaannya diatur dalam
Peraturan Bank Indonesia No 61/21/2004 yang diubah oleh Peraturan Bank Indonesia No
8/23/PBI/2006, diubah oleh Peraturan Bank Indonesia No10/23/PBI/2008 tentang Giro Wajib
Minimum (GWM). Giro Wajib Minimum dalam rupiah ditetapkan sebesar 5 % dari Dana
Pihak Ketiga (disingkat DPK ) dan untuk bank devisa diwajibkan memelihara Giro Wajib
Minimum dalam valuta asing sebesar 1 % dari Dana Pihak Ketiga ( DPK ) dalam valuta asing.

4 a.Apakah yang dimaksud dengan reserve requirement?


b.Bagaimanakah perkembangan besarnya RR yang harus dipenuhi oleh setiap bank
umum diIndonesia sejak diregulasi perbankan Pakto 88 hingga kini?
Besarnya RR telah mengalami perubahan sebagai berikut.
Jawab :
a. Reserve Requirement adalah ketentuan bagi setiap bank umum untuk menysihkan sebagian
dari dana pihak ketiga yang berhasil dihimpunnya dalam bentuk giro wajib minimum
berupa rekening giro bank yang bersangkutan pada bank Indonesia.
b. Sebelum Pakto’88 : sebesar 10%
Setelah Pakto’88 : sebesar 2%
Pada tahun 1996 : sebesar 3%
Sejak tahun 1997 hingga sekarang : sebesar 5%]

5. Jenis dana bank manakah yang dapat digolongkan kedalam alat likuid? Apakah ada
hubungannya dengan kemampuan likuiditas bank?
Jawab :
Menurut terminologi yang berlaku umum dalam dunia perbankan, dapat disebutkan bahwa
jenis-jenis alat likuid yang dimiliki oleh bank adalah :
1. Kas atau uang tunai (kertas dan logam) yang tersimpan dalam brankas(khasanah) bank
tersebut;
2. Saldo dana milik bank tersebut yang terdapat pada Bank Sentral (Saldo Giro BI);
3. Tagihan atau deposito pada bank lain, termasuk bank koresponden;
4. Chek yang diterima, tetapi masih dalam proses penguangan pada Bank Sentral dan bank
korespoden.
Ada , karena Bank wajib menyediakan likuiditas tersebut dengan cukup dan
mengelolanya dengan baik, karena apla likuiditas tersebut terlalu kecil maka akan
mengganggu kegiatan operasional bank, namun demikian likuiditas juga tidak boleh
terlalu besar, karena apabila jumlah likuditas terlalu besar maka akan menurunkan
efisiensi bank sehingga berdampak pada rendahnya tingkat profitabilitas. Dalam hal Bank
tidak mampu memenuhi kebutuhan dana dengan segera untuk memenuhi kebutuhan
transaksi sehari-hari maupun guna memenuhi kebutuhan dana yang mendesak maka
munculah risiko likuditas.

6. Menurut suatu teori, disebutkan bahwa keinginan bank untuk menjaga likuiditasnya
seringkali bertentangan dengan keinginan bank yang sama untuk mencapai
rentabilitas yang sebesar-besarnya. Jelaskan apa yang dimaksud dengan teori tersebut!
Jawab :
Sebagai lembaga keuangan, maka dana merupakan masalah utama bagi setiap bank. Tanpa
adanya dana yang cukup bank tidak dapat tidak dapat berbuat apa-apa atau dengan kata lain
bank menjadi tidak berfungsi. Budget suatu bank berhubungan dengan jumlah dana yang
dimiliki atau dikuasai oleh bank dala bentuk tunai atau aktiva lain yang dapat segera diubah
menjadi uang tunai. Uang tunai yang dimikili atau dikuasai oleh bank tidak hanya berasal
dari pemilik bank itu sendiri, tetapi juga berasal dari titipan atau penyertaan dana orang lain
atau pihak lain yang sewaktu-waktu akan ditarik kembali baik secara sekaligus maupun
berangsur-angsur. Bank harus menyiapkan strategi penggunaan dana-dana yang dihimpunnya
sesuai dengan rencana alokasi berdasarkan kebijakan yang telah ditetapkan. Alokasi ini
mempunyai 2 tujuan yaitu, :
a) Mencapai tingkat profitabilitas yang cukup dan tingkat resiko yang rendah.
b) Mempertahankan kepercayaan masyarakat dengan menjaga posisi likuiditas tetap aman.
Untuk mencapai kedua keinginan tersebut, maka alokasi dana-dana bank harus diarahkan
sedemikian rupa agar pada saat diperlukan semua kepentingan nasabah dapat terpenuhi.
Fungsi penggunaan dana yang terpenting dan terbesar bagi bank komersial adalah fungsi
pembiayaan. Tingkat penghasilan dari pembiayaan merupakan tingkat penghasilan tertinggi
dari bank. Sementara porsi terbesar dari fungsi penggunaan dana bank adalah investasi pada
surat-surat berharga. Selain untuk tujuan memperoleh penghasilan, investasi ini dilakukan
sebagai salah satu media pengelolaan likuiditas, dimana bank harus menginvestasikan
danayan seoptimal mungkin, tetapi dapat dicairkan sewaktu-waktu bila bank membutuhkan
tanpa atau sedikit sekali mengurangi nilainya.

7. Jelaskan tujuan para eksekutif membentuk secondary reserve ?


Jawab :
Tujuan utama dari secondary reserve adalah untuk dijadikan sebagai supllement (pelengkap)
atau cadangan pengganti bagi primary reserve. Karena sifatnya yang dapat menghasilkan
pendapatan bagi bank selain berfungsi sebagai cadangan, secondary reserve dapat
memberikan dua manfaat bagi bank, yaitu untuk menjaga likuiditas dan meningkat
profitabilitas bank.
Cadangan sekunder atau secondary reserve digunakan untuk berbagai kepentingan, antara
lain sebagai berikut :
a. Memenuhi kebutuhan likuiditas yang bersifat jangka pendek, seperti penarikan simpanan
oleh nasabah deposan dan pencairan kredit dalam jumlah besar yang telah diperkirakan
b. Memenuhi kebutuhan likuiditas yang segera harus dipenuhi dan kebutuhan-kebutuhan
lainnya yang sebelumnya tidak diperkirakan.
c. Sebagai tambahan apabila cadangan primer tidak mencukupi.
d. Memenuhi kebutuhan likuiditas jangka pendek yang tidak diperkirakan dari deposan dan
penarikan (disbursement) dari debitor.
Karena kebutuhan-kebutuhan likuiditas ini tidak semuanya dapat diperkirakan, maka
cadangan sekunder ini ditanaman dalam bentuk surat-surat berharga jangka pendek yang
mudah diperjualbelikan. Di indonesia, instrumen cadangan sekunder dapat berupa Sertifikat
Bank Indonesia (SBI), Surat Berharga Pasar Uang (SPBU), dan Sertifikat Deposito.

8. Sebutkan dan jelaskan 3 ketentuan BI yang membatasi kebebasan suatu bank umum
untuk menentukan besarnya total kredit yang diberikan kepada masyarakat?
Jawab :
a. Kewajiban Penyusunan dan Pelaksanaan Kebijaksanaan Perkreditasn Bank bagi Bank Umum.
Sebagaimana telah dikemukakan, bank dalaml melakukan kegiatan usaha terutama dengan
menggunakan dana masyarakat yang dipercayakan kepada bank. Pemberian kredit merupakan
kegiatan utama bank yang mengandung risiko yang dapat berpengaruh pada kesehatan dan
kelangsungan usaha bank, sehingga dalam pelaksanaanya bank harus berpegang pada azas-azas
perkreditan yang sehat guna melindungi dan memelihara kepentingan dan kepercayaan
masyarakat.
b. Batas Maksimum Pemberian Kredit
Salah satu penyebab kegagalan usaha bank adalah penyediaan dana yang tidak didukung
dengan kemampuan bank mengelola konsentrasi penyediaan dana secara efektif. Dalam
rangka mengurangi potensi kegagalan usaha bank maka bank wajib menerapkan prinsip
kehati-hatian dalam pemberian kredit, antara lain dengan melakukan penyebaran, protofolio
penyediaan dana melalui pembatasan penyediaan dana, baik kepada pihak terkait maupun
kepada pihak bukan terkait.
c. Penilaian Kualitas Aktiva
kondisi dan karakteristik dari aset perbankan nasional pada saat ini maupun di waktu yang
akan datang masih tetap dipengaruhi oleh risiko kredit, yang apabila tidak dikelola secara
efektif akan berpotensi mengganggu kelangsungan usaha bank.

9. a).Apa yang anda ketahui tentang batas maksimum pemberian kredit?


Batas Maksimum Pemberian Kredit (bmpk) adalah legal leading limit yaitu batas maksimum
penyediaan dana yang diperkenankan untuk dilakukan oleh bank kepada peminjam atau
kelompok peminjam tertentu.

b). Sebutkan beberapa contoh dalam kasus bisnis perbankan di Indonesia yang anda
ketahui bernuansa pelanggaran BMPK!
Bank Indonesia (BI) memberikan persetujuan penyelesaian masalah pelanggaran Batas
Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) yang diajukan oleh manajemen Bank Danamon
dengan penurunan "call option" (hak opsi untuk membeli) dari 25% menjadi 20%. BI telah
memberi persetujuan cara penyelesaian tersebut. Manajemen Bank Danamon harus
melaporkan realisasi pelaksanaan solusi tersebut kepada BI paling lama 14 hari setelah
tanggal pelaksanaannya.
Kasus pelanggaran BMPK oleh Bank Danamon ketika mengakuisisi PT Adira terjadi karena
pembelian saham PT Adira oleh Bank Danamon melebihi "call option" yaitu mencapai 25%.
Untuk menyelesaikan masalah itu BI meminta Bank Danamon untuk mengajukan "action
plan" sehingga tidak ada pelanggaran BMPK yang terjadi di Bank Danamon. "Pada tanggal
21 Juni 2005 mereka (Bank Danamon) mengajukan action plan berupa menjual sebagian opsi
sehingga terjadi penurunan call option dari 25% menjadi 20%. Dengan langkah tersebut
maka pada akhir Juli 2005, pelanggaran tersebut diharapkan tidak terjadi lagi," katanya. BI
telah memberikan sanksi berupa denda sebesar Rp650 juta kepada Bank Danamon atas kasus
pelanggaran BMPK itu. Sanksi ini berkaitan dengan pelaksanaan kebijakan melakukan
akuisisi terhadap Adira yang dilakukan sebelum mendapat ijin dari BI.

c). Mengapa pelanggaran terhadap BMPK dara terjadi?


Adanya ketentuan BMPK membuat bank membatasi plafon pemberian kredit  maupun
penempatan deposito pada bpr lain berdasarkan besarnya modal yang dimiliki bank, aktiva
produktif tidak terpusat pada beberapa debitur besar atau pada kelompok debitur, sehingga
akan terjadi penyebaran risiko.

10. Sebutkan faktor yang perlu diperhatikan eksekutif dalam melakukan penawaran dana
dalam bentuk investasi!
Jawab :
Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam melakukan penawaran dana dalam bentuk
investasi:
1. Suku Bunga
Suku bunga merupakan faktor yang sangat penting dalam menarik investasi karena sebagian
besar investasi biasanya dibiayai dari pinjaman bank. Jika suku bunga pinjaman turun maka
akan mendorong investor untuk meminjam modal dan dengan pinjaman modal tersebut maka
ia akan melakukan investasi.
2. Pendapatan nasional per kapita untuk tingkat negara (nasional) dan PDRB per kapita untuk
tingkat propinsi dan Kabupaten atau Kota
3. Kondisi sarana dan prasarana
4. Birokrasi perijinan
Birokrasi perijinan merupakan faktor yang sangat penting dalam mempengaruhi investasi
karena birokrasi yang panjang memperbesar biaya bagi investor. Birokrasi yang panjang
akan memperbesar biaya bagi pengusaha karena akan memperpanjang waktu berurusan
dengan aparat. Padahal bagi pengusaha, waktu adalah uang. Kemungkinan yang lain,
birokrasi yang panjang membuka peluang oknum aparat pemerintah untuk menarik suap dari
para pengusaha dalam rangka memperpendek birokrasi tersebut.
5. Kualitas sumber daya manusia
Manusia yang berkualitas akhir-akhir ini merupakan daya tarik investasi yang cukup penting.
Sebabnya adalah tekhnologi yang dipakai oleh para pengusaha makin lama makin modern.
Tekhnologi modern tersebut menuntut ketrampilan lebih dari tenaga kerja.           
6. Peraturan dan undang-undang ketenagakerjaan
Peraturan undang-undang ketenagakerjaan ini antara lain menyangkut peraturan tentang
pemutusan hubungan kerja (PHK), Upah Minimum, kontrak kerja dan lain-lain.
7. Stabilitas politik dan keamanan
Stabilitas politik dan keamanan penting bagi investor karena akan menjamin kelangsungan
investasinya untuk jangka panjang.
8. Pengaruh Nilai tukar
Pada sisi penawaran, pengaruh aspek pengalihan pengeluaran (expenditure switching) akan
perubahan tingkat kurs pada investasi relatif tidak menentu. Penurunan nilai tukar mata uang
domestik akan menaikkan produk-produk impor yang diukur dengan mata uang domestik
dan dengan demikian akan meningkatkan harga barang-barang yang diperdagangkan /
barang-barang ekspor (traded goods) relatif terhadap barang-barang yang tidak
diperdagangkan (non traded goods), sehingga didapatkan kenyataan nilai tukar mata uang
domestik akan mendorong ekspansi investasi pada barang-barang perdagangan tersebut.
9. Tingkat Inflasi
Tingkat inflasi berpengaruh negatif pada tingkat investasi hal ini disebabkan karena tingkat
inflasi yang tinggi akan meningkatkan resiko proyek-proyek investasi dan dalam jangka
panjang inflasi yang tinggi dapat mengurangi rata-rata masa jatuh pinjam modal serta
menimbulkan distrosi informasi tentang harga-harga relatif. Disamping itu menurut Greene
dan Pillanueva (1991), tingkat inflasi yang tinggi sering dinyatakan sebagai ukuran
ketidakstabilan roda ekonomi makro dan suatu ketidakmampuan pemerintah dalam
mengendalikan kebijakan ekonomi makro.

11. Uraikan secara singkat kelebihan dan kelemahan antara metode alokasi dana bank
berikut!
Jawab :
a. Pool of funds approach
Kelebihan :
- Perhitungan biaya relatif sederhana.
- Pengelolaannya tidak kompleks.
Kelemahan :
- Tidak diberikan dasar untuk memperkirakan standar likuiditasnya.
- Tidak terdapat pertimbangan terhadap perubahan giro, tabungan, deposito, dan sumber
lainnya.
- Mengabaikan likuiditas yang berasal dari portofolio kredit melalui pembayaran cicilan dana
bungan secara terus-menerus.
- Memperkecil peranana cadangan sekunder sebagai sumber likuiditas.
- Mengabaikan kenyataan mengenai kemampuan bank untuk memperoleh laba dari
operasinya.
- Mengabaikan peran interaksi aktive dan pasiva dalam penyediaan likuiditas secara musiman
b. Assets allocation approach
Kelebihan :
- Mengalihkan penekanan likuiditas kepada profitabilitas
- Jumlah rata-rata cadangan likuiditas mengalami penurunan sehingga alokasi dana dapat
dialihkan lebih banyak pada penyaluran kredit dan penanaman modal dalam surat-surat
berharga yang memiliki keuntungan lebih tinggi.
Kelemahan:
- Keputusan mengenai jumlah likuiditas dilakukan berdasarkan perkiraan atau perputaran
simpanan.
- Bisa terjadi kelebihan likuiditas yang menyebabkan keuntungan menjadi berkurang.
- Portofolio kredit dianggap sama sekali tidak likuid sehingga kredit tidak dianggap sebagai
sumber likuiditas yang potensial.
- Keputusan mengenai menajemen aktiva-pasiva dibuat secara independen.

12. Sebutkan jenis aktiva produktif!


Jawab :
a. Kredit yang diberikan adalah semua realisasi kredit dalam rupiah dan valuta asing yang
diberikan oleh bank termasuk kantornya di luar negeri, kepada pihak ketiga bukan bank, baik
di dalam maupun di luar negeri.
b. Penempatan dana pada bank lain. Penempatan dana pada bank lain dapat berupa deposito
berjangka pada bank lain, call money, pinjaman uang biasa berjangka menengah dan
panjang, surat berharga dalam pasar uang.
c. Surat-surat berharga. Penempatan dana dalam surat berharga sebagai aktiva produktif
meliputi :
(1) Surat-surat berharga jangka pendek yang digunakan sebagai cadangan sekunder.
(2) Surat-surat berharga jangka panjang yang dimaksudkan untuk mempertinggi profitabilitas
bank.
Penanaman dana dalam surat berharga tersebut antara lain meliputi Sertifikat Bank Indonesia
(SBI), Surat Berharga Pasar Uang (SBPU), wesel dan promes yang di-endors bank lain,
Revolving Underwriting Facilities (RUF), aksep atau promes dalam rangka call money,
kertas perbendaharaan atas beban negara, berbagai macam obligasi, dan saham yang terdaftar
pada bursa efek.
d. Penyertaan modal. Alokasi dana bank dalam bentuk penyertaan modal adalah penanaman
dana bank dalam bentuk saham secara langsung pada bank lain atau lembaga keuangan lain
yang berkedudukan di dalam dan di luar negeri. Di samping itu, dapat juga berbentuk
penyertaan saham dalam suatu perusahaan nasabah asalkan dalam rangka penyelamatan
kredit (rescue operation).
e. deposito pada bank laiN
f. uang kol(call money)
13. Dalam menempatkan dananya pada berbagai bank lain, eksekutif bank dapat memilih
beberapa bentuk penempatan. Sebutkan dan jelaskan bentuk-bentuk penempatan dana
tersebut!
Jawab :
Bentuk Penempatan Dana Pada Bank lain antara lain:
a) Giro
b) Interbank call money 
Merupakan pinjaman antar bank yang terjadi dalam proses kliring. Dalam transaksi kliring
yang diselenggarakan oleh bank Indonesia setia hari kerja dan selalu saja ada yang kalah dan
ada yang menang. Bagi bank yang kalah kliring apabila tidak dapat menutupi kekalahannya,
maka akan terkena sangsi dari bank Indonesia. Oleh karena itu, agar tidak terkena sangsi
akibat kekurangan likuiditas, bank tersebut dapat meminjam uang dari bank lain yang kita
kenal dengan nama interbank call money atau call money. Pengertian call money itu sendiri
adalah kredit atau pinjaman yang harus segera dilunasi/dibayar apabila sudah ada tagihan
atau panggilan dari pihak pemberi dana (kreditor). Jangka waktu kredit berkisar antara 1 hari
sampai dengan 7 hari. Pemberian call money dapat berbentuk one day call money dimana
harus dilunasi dalam 1 hari. Call money dapat pula berbentuk two day call money dimana
masa pelunasannya 2 hari.
c) Tabungan
Sebagian pendapatan masyarakat yang tidak dibelanjakan disimpan sebagai cadangan guna berjaga-jaga dalam
jangka pendek.
d) Deposit on call (Deposito berjangka harian)
Deposito yang berjangka waktu minimal tiga hari dan paling lama kurang dari satu bulan.
e) Deposito berjangka
Adalah simpanan pihak ketiga pada bank yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu
menurut perjanjian antara penyimpan dengan bank.
f) Sertifikat deposito
Sejalan dengan kebijaksanaan pemerintah yang membolehkan pihak perbankan untuk
menerbitkan sertifikat deposito sejak tahun 1971, maka sampai sekarang ini sertifikat
deposito merupakan alternatif utama bagi pihak perbankan untuk memenuhi kebutuhan dana
jangka pendeknya. Sertifikat deposito diterbitkan atas unjuk dengan nominal tertentu. Jangka
waktunya pun bervariasi sesuai dengan keinginan bank. Pencairan sertifikat deposito dapat
dilakukan setelah jatuh tempo. Namun apabila investor memerlukan dana, maka dapat pula
sertifikat deposito ini diperjualbelikan apakah kepada lembaga ataupun pihak umum.
g) Margin deposit
Adalah sejumlah uang yang oleh bank melalui perjanjian pengikatan tertentu (ada yang hanya mekanisme
blokir, ada yang pakai perjanjian gadai) digunakan sebagai jaminan pembayaran terhadap fasilitas kredit bank
yang diberikan kepada debiturnya. Istilah margin menunjukkan bahwa bisa saja jumlah uang yang dijaminkan
itu berjumkah 10 %, 20% atau berapapun maksimal 100%. Jika lebih dari 100% biasanya istilah margin deposit
tidak lagi digunakan, melainkan cash collateral.

14. Jelaskan perbedaan tujuan penanaman dana dalam surat surat berharga jangka
pendek dan panjang!
Jawab :
Aktiva Produktif (Earning Assets) yaitu semua aktiva yang dimiliki bank dengan maksud
untuk memperoleh penghasilan sesuai dengan fungsinya. Pengelolaan dana dalam aktiva
produktif merupakan sumber pendapatan bank yang digunakan untuk membiayai
keseluruhan biaya operasional bank, termasuk biaya bunga, biaya tenaga kerja, dan biaya
operasional lainnya. Komponen aktiva produktif terdiri dari :
a. Kredit yang diberikan adalah semua realisasi kredit dalam rupiah dan valuta asing yang
diberikan oleh bank termasuk kantornya di luar negeri, kepada pihak ketiga bukan bank, baik
di dalam maupun di luar negeri.
b. Penempatan dana pada bank lain. Penempatan dana pada bank lain dapat berupa deposito
berjangka pada bank lain, call money, pinjaman uang biasa berjangka menengah dan
panjang, surat berharga dalam pasar uang.
c. Surat-surat berharga. Penempatan dana dalam surat berharga sebagai aktiva produktif
meliputi :
(1) Surat-surat berharga jangka pendek yang digunakan sebagai cadangan sekunder.
(2) Surat-surat berharga jangka panjang yang dimaksudkan untuk mempertinggi profitabilitas
bank.
Penanaman dana dalam surat berharga tersebut antara lain meliputi Sertifikat Bank Indonesia
(SBI), Surat Berharga Pasar Uang (SBPU), wesel dan promes yang di-endors bank lain,
Revolving Underwriting Facilities (RUF), aksep atau promes dalam rangka call money,
kertas perbendaharaan atas beban negara, berbagai macam obligasi, dan saham yang terdaftar
pada bursa efek.
d. Penyertaan modal. Alokasi dana bank dalam bentuk penyertaan modal adalah penanaman
dana bank dalam bentuk saham secara langsung pada bank lain atau lembaga keuangan lain
yang berkedudukan di dalam dan di luar negeri. Di samping itu, dapat juga berbentuk
penyertaan saham dalam suatu perusahaan nasabah asalkan dalam rangka penyelamatan
kredit (rescue operation).

15. Sebutkan beberapa jenis surat berharga yang termasuk surat berharga dalam pasar uang
dan dalam pasar modal
Jawab :
Saham pada dasarnya adalah bukti pemilikan atas suatu perusahaan berbentuk Perseroan
Terbatas (PT).  Saham terbagi atas dua jenis, yaitu :
a. Saham Biasa (Common Stocks)
Di antara surat-surat berharga yang diperdagangkan di pasar modal, saham biasa (common
stock) adalah yang paling dikenal masyarakat. Di antara emiten (perusahaan yang
menerbitkan surat berharga), saham biasa juga merupakan yang paling banyak digunakan
untuk menarik dana dari masyarakat. Jadi saham biasa paling menarik, baik bagi pemodal
maupun bagi emiten.
b. Saham Preferen (Preferred Stocks)
Saham Preferen merupakan saham yang memiliki karakteristik gabungan antara obligasi dan
saham biasa, karena bisa menghasilkan pendapatan tetap (seperti bunga obligasi), tetapi juga
bisa tidak mendatangkan hasil seperti yang dikehendaki investor.
Obligasi (Bond)
Obligasi adalah surat berharga atau sertifikat yang berisi kontrak antara pemberi dana (dalam
hal ini pemodal) dengan yang diberi dana (emiten). Jadi surat obligasi adalah selembar kertas
yang menyatakan bahwa pemilik kertas tersebut telah membeli hutang perusahaan yang
menerbitkan obligasi. Penerbit membayar bunga atas obligasi tersebut pada tanggal-tanggal
yg telah ditentukan secara periodik, dan pada akhirnya menebus nilai utang tersebut pada saat
jatuh tempo dengan mengembalikan jumlah pokok pinjaman ditambah bunga yg terutang.
Pada umumnya, instrumen ini memberikan bunga yang tetap secara periodik. Bila bunga
dalam sistem ekonomi menurun, nilai obligasi naik; dan sebaliknya jika bunga
meningkat, nilai obligasi turun.
Obligasi Konversi (Convertible Bond)
Obligasi konversi, sekilas tidak ada bedanya dengan obligasi biasa, misalnya, memberikan
kupon yang tetap, memiliki waktu jatuh tempo dan memiliki nilai “face value”. Hanya saja,
obligasi konversi memiliki keunikan, yaitu bisa ditukar dengan saham biasa. Pada obligasi
konversi selalu tercantum persyaratan untuk melakukan konversi.
Reksa Dana (Mutual Funds)
Reksa dana merupakan salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya
pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk
menghitung risiko atas investasi mereka. Reksa Dana dirancang sebagai sarana untuk
menghimpun dana dari masyarakat yang memiliki modal, mempunyai keinginan untuk
melakukan investasi, namun hanya memiliki waktu dan pengetahuan yang terbatas.
Surat Berharga Dalam Pasar Uang :
I. Sertifikat Bank Indonesia (SBI)
Sertifikat Bank Indonesia merupakan jenis surat berharga  yang dikeluarkan oleh bank
indonesia selaku bank sentral, yang dimaksudkan untuk dibeli oleh bank umum dengan nilai
nominal yang sangat besar. Tujuan bank Indonesia mengelurkan sertifikat tersebut adlah
mengurangi peredaran uang didlam masyarakat.
II.  Suarat Berharga Pasar Uang
Surat Berharga Pasar Uang (SBPU) adlah surat berharga yang dikeluarkan oleh bank umum
dan hanya dibeli oleh bank Indonesia dengan nilai nominal yang cukup besar. Tujuan adanya
SBPU ini adalah menigkatkan likuiditas bank umum dan untuk menekan laju inflasi.
III. Sertifikat Deposito
Sertifikat deposito merupakan semacam surat berharga yang dikeluarkan oleh Bank
dalamnilai nominal tertentu sebagai suart atas unjuk.

16. Sebutkan berbagai penanaman dana dalam bentuk aktiva tidak produktif (nonearning
assets) dengan disertai contoh!
Jawab :
Aktiva Tidak Produktif (Nonearning Assets) adalah yaitu penanaman dana bank ke dalam
aktiva yang tidak memberikan hasil bagi bank. Komponen dana dalam bentuk aktiva tidak
produktif terdiri atas:
I. Alat-alat likuid.
Alat likuid atau cash asset adalah aktiva yang dapat dipergunakan setiap saat untuk
memenuhi kebutuhan likuiditas bank. Aktiva ini merupakan aktiva yang paling likuid dari
keseluruhan aktiva bank. Contoh dana likuid menurut ketentuan Bank Indonesia terdiri atas
uang kas yang ada pada bank dan saldo rekening giro pada Bank Indonesia. Sejak deregulasi
1 juni 1983, saldo giro pada BI tidak diberikan jasa giro.
II. Aktiva tetap dan inventaris.
Aktiva tetap yang dimiliki bank dapat berbentuk tanah, gedung kantor (baik kantor pusat
maupun cabang-cabang), peralatan kantor seperti komputer, facsimile, ATM, peralatan
promosi, dan lain-lain

17. Misalkan sebuah bank umum memiliki capital adequacy ratio sebesar 15,7%,
sedangkan ketentuan BI adalah sebesar 4% (Ketentuan BI tanggal 12 November 1998).
Menurut Anda, pada investasi apa kelebihan modal tersebut sebaiknya dialokasikan?
Jawab :
Pada prinsipnya semua keputusan yang menyangkut keputusan investasi, keputusan
pembelanjaan dan kebijakan dividen memiliki tujuan yang sama. Semua itu mensyaratkan
suatu estimasi hasil yang diharapkan dan risiko atau kemungkinan tidak diperolehnya hasil
seperti yang diharapkan. Keputusan investasi mempunyai dimensi waktu jangka panjang,
sehingga keputusan yang diambil harus dipertimbangkan dengan baik, karena mempunyai
konsekwensi berjangka panjang pula. Perencanaan terhadap keputusan investasi sangat
penting karena beberapa hal sebagai berikut:
1. Dana yang dikeluarkan untuk investasi jumlahnya besar, dan dana tersebut tidak bisa
diperoleh kembali dalam jangka pendek atau diperoleh sekaligus.
2. Dana yang dikeluarkan akan terikat dalam jangka panjang, sehingga perusahaan harus
menunggu untuk memperoleh kembalinya dana yang sudah diinvestasikan.  Dengan
demikian akan mempengaruhi penyediaan dana untuk keperluan lain.
3. Keputusan investasi menyangkut harapan terhadap hasil keuntungan di masa yang akan
datang. Kesalahan dalam mengadakan peramalan akan dapat mengakibatkan kerugian bagi
perusahaan.
4. Keputusan investasi berjangka panjang, sehingga kesalahan dalam pengambilan
keputusan akan mempunyai akibat yang panjang dan berat, serta kesalahan dalam keputusan
ini tidak dapat diperbaiki tanpa adanya kerugian yang besar.

18. Dalam penanama dana Bank pada surat- surat berharga, misalnya saham yang dibeli
di pasar modal atau bursa efek, kemungkinan terjadi penurunan harga. Atas dasar adanya
risiko ini, bentuk cadangan apa yang harus disediakan oleh bank tersebut.
Jawab :
Karena secondary reserve yaitu aset bank yang ditanamkan pada surat-surat berharga jangka
pendek yang mudah diperjualbelikan, seperti surat-surat berharga pemerintah (SBI); aktiva ini
menghasilkan bunga dan dapat diperhitungkan sebagai cadangan pelengkap bank; jika
permintaan kredit tidak terlalu banyak, dana yang dihimpun sering diinvestasikan dalam surat-
surat berharga jangka pendek yang mudah diperjual-belikan (dikonversikan menjadi uang tunai)

19. Pada suatu saat bank umum dapat mengalami "kalah kliring" atau terjadi penarikan
dana secara besar-besaran yang dilakukan oleh para nasabah penyimpan (rush). Untuk
berjaga-jaga terhadap kemungkinan tersebut, strategi alokasi dana apa yang harus
dilakukan oleh funds manager dari bank umum tersebut?
Jawab :
Menyambung kejadian tadi yang menyangkut Kekalahan Kliring Bank X, akan berakibat fatal
jika tidak ditangani dengan baik oleh Bank X itu sendiri. Bank X akan dilikuidasi jika hal itu
terus terulang. Demi menjaga kredibilitas dan likuiditas bank itu sendiri, maka diciptakanlah
sistem Call Money yang akan membantu bank-bank seperti Bank X agar tidak harus dilikuidasi
oleh Bank Indonesia. Pertanyaan yang muncul adalah apa itu Call Money? Pada saat apa terjadi
Call Money dan bagaimana mekanisme yang terjadi? Mari kita simak review dibawah ini.
Kali ini saya juga akan mereview sedikit mengenai definisi dan dalam kondisi apa call money
dapat dilakukan. Dasar teori saya adalah jurnal yang berjudul “Kegiatan Call Money Sebagai
Salah Satu Alternatif Alokasi Dana Dalam Pasar Uang dan Pengaruhnya Terhadap Profitabilitas
Pada PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Cabang Bandung.”
Definisi Call Money menurut Eka Octaviany (1999) adalah kegiatan pinjam-meminjam dana
antar bank antar instansi dalam jangka pendek. Sedangkan definisi lainnya mengenai Call Money
adalah sebuah kontrak pinjaman yang secara otomatis diperbarui setiap hari kecuali pemberi
pinjaman atau peminjam menyatakan pengharapan pengembalian uang dalam waktu dekat. Jadi
saya rangkum definisikan bahwa Call Money adalah kegiatan pinjam-meminjam dana antar bank
antar instansi dalam jangka pendek yang dilakukan oleh bank yang kalah kliring dengan bank
yang memenangkan kliring pada hari tersebut dan si peminjam dana (Bank Menang Kliring)
akan mengharapkan pengembalian dana ditambah Bunga yang terjadi hanya dihitung dalam 1 x
24Jam.
Berkaitan dengan kasus kliring pada soal tadi, Bank X sebagai Pihak yang Kalah Kliring yang
diumumkan oleh Bank Indonesia harus segera mengatasi kekurangan Saldo Cadangan Deposit
Minimun. Call Money dilakukan sebagai solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Mekanisme
Call Money itu sendiri adalah pada saat penutupan aktivitas semua bank, pada malam hari terjadi
pertukaran warkat/kliring dari Bank X kepada Bank A. Setelah melunasi cek Pak E, pada saat itu
juga Bank X mengalami Kalah Kliring dan pada saat itu juga Bank A Menang dalam Kliring.
Pada saat Bank X mengalami Kalah Kliring hari itu, Bank X dituntut oleh Bank Indonesia untuk
memenuhi Saldo Rekening Deposit Minimum / Giro Wajib Minimum pada hari itu sebesar Rp
1.000.000. Sedangkan Bank X hanya memiliki Saldo Rekening Deposit Minimum / Giro Wajib
Minimum Rp 700.000. Maka pada saat itu, Bank X harus meminjam uang sebesar Rp 300.000
pada Bank yang sudah memenangkan Kliring pada hari itu yaitu Bank A. Kejadian bank X yang
meminjam dana pada Bank A disebut dengan Call Money. Pada kasus ini, Bank A meminjamkan
dana tersebut kepada Bank X dengan menetapkan bunga sebagai keuntungan dari meminjamkan
dana tersebut. Bunga dalam Call Money itu sendiri tergantung kebijakan Bank yang
meminjamkan dana tersebut.

20. Dalam hal suatu bank umum mengalami kesulitan likuiditas karena sebab apa pun,
primary reserve ataukah secondary reserve yang lebih diutamakan? Jelaskan alasan
Anda!
Jawab :
a) Cadangan primer dimaksudkan antara lain untuk memenuhi ketentuan likuiditaswajib
minimum dan untuk keperluan operasi bank sehari-hari, termasuk untukmemenuhi semua
penarikan simpanan dan permintaan kredit nasabah
b)  Cadangan sekunder digunakan untuk memenuhi kebuthan-kebutuhan likuiditas yangjangka
waktunya diperikrakan kurang dari satu tahun. Cadangan sekunder ini semata-mata dimaksudkan
untuk kebutuhan likuiditas dan untuk memperoleh keuntungan. Fungsi cadangan sekunder antara
lain sebagai berikut:
1. Memenuhi kebutuhan kas yang bersifat jangka pendek dan musiman daripenarikan
simpanan dan pencarian kredit dalam jumlah besar yang telahdiperkirakan
2. Memenuhi kebutuhan likuiditas yang segera harus dipenuhi dan kebutuhan- kebutuhan
lainnya yang sebelumnya tidak diperkirakan
3. Sebagai tambahan apabila cadangan primer tidak mencukupi
4. Kebutuhan likuiditas jangka pendek yang tidak diperkirakan dari deposan dan penarikan
nasabah debitur.

Anda mungkin juga menyukai