Anda di halaman 1dari 17

PERJANJIAN KERJASAMA

No. 16/PK/MSI – JBA/XI/2011

TENTANG

PEKERJAAN INVESTIGASI GEOFISIKA DENGAN


ALAT E-LOGGING
DI KUASA PERTAMBANGAN PT. JONAVIN BARITO ABADI

antara

PT. JONAVIN BARITO ABADI

dengan

PT. MINELOG SERVICES INDONESIA (MSI)

JAKARTA
NOVEMBER 2011

Hal 1 dari 17
PERJANJIAN KERJASAMA

Pada hari ini Senin, tanggal duapuluh delapan bulan November tahun dua ribu sebelas (28 -
11 - 2011), dibuat Perjanjian Kerjasama oleh dan antara :

I. Nama : Yongki Indrawan


Jabatan : Direktur Utama PT JONAVIN BARITO ABADI
Alamat : JL Sultan Agung No.63 C – D, Pasar Manggis, Setiabudi Jakarta
Selatan

dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Perusahaan di atas, yang selanjutnya
dalam Perjanjian Kerjasama ini disebut sebagai Pihak Pertama

II. Nama : Adjat Sudrajat


Jabatan : Direktur Operasional PT MINELOG SERVICES INDONESIA
Alamat : K.H.Wahid Hasyim, Cipadu Raya, Blok A No 54
Nuansa Asri Cipadu Tangerang

dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Perusahaan di atas yang selanjutnya dalam
Perjanjian Kerjasama ini disebut Pihak Kedua

Dengan terlebih dahulu menerangkan :

 Bahwa Pihak Pertama adalah pemegang konsensi batu bara pada lokasi
Pertambangan
PT. Jonavin Barito Abadi yang berlokasi di Daerah Permata Intan, Kab. Murung Raya,
Prop. Kalimantan Tengah.
 Bahwa dalam upaya pengembangan potensi batubara tersebut Pihak Pertama
memerlukan data geofisika logging pada tiap lubang bor yang telah selesai di bor.

 Bahwa Pihak Kedua adalah perusahaan yang berpengalaman luas yang bergerak
dalam bidang geofisika logging untuk kegiatan eksplorasi pertambangan batubara,
bersedia bekerjasama untuk memenuhi kebutuhan Pihak Pertama tersebut.

Kedua pihak sepakat membuat Surat Perjanjian Kerjasama untuk melaksanakan pekerjaan
Geofisika Logging dalam rangka eksplorasi pertambangan – batubara pada Wilayah Izin
Usaha Pertambangan (IUP) tersebut diatas, yang selanjutnya disebut Pekerjaan, untuk
kepentingan Pihak Pertama dengan persyaratan sebagaimana lampiran-lampiran
Perjanjian ini, yang berlaku sah dan mengikat serta tidak terpisahkan dari Perjanjian ini.
Yang dimaksud dengan lampiran-lampiran Perjanjian ini adalah :

- Lampiran 1 : Spesifikasi Teknis Logging Geofisika


- Lampiran 2 : Daftar Harga Peralatan Kehilangan dalam Lubang Bor

Ketentuan dan syarat-syarat dalam Perjanjian ini diuraikan dalam Pasal-Pasal sebagai
berikut:

Hal 2 dari 17
PASAL 1
LINGKUP PEKERJAAN

Pihak Pertama menyerahkan Pekerjaan kepada Pihak Kedua dan Pihak Kedua menerima
untuk menyelesaikan Pekerjaan dari Pihak Pertama tersebut, berupa ;

1.1 Melaksanakan dan menyelesaikan Pekerjaan Geofisika Logging pada semua lubang bor
yang telah selesai di bor sesegera mungkin dengan berkoordinasi dan bersinkronisasi
dengan Kontraktor Pemboran.

1.2 Melaksanakan koordinasi pelaksanaan pekerjaan termasuk penyiapannya secara


langsung dengan Pihak Pertama yang berkompeten di lapangan perihal kesiapan lubang
untuk di logging, waktu pengoperasian logging, kerjasama pengaturan moving alat
geofisika, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan pekerjaan tersebut.

1.3 Menyelesaikan seluruh pekerjaan geofisika logging sesuai standar pekerjaan geofisika
logging pada eksplorasi batubara, mulai dari penyiapan, pengangkutan, pengoperasian,
penyelesaian, dan pelaporan.

1.4 Pihak Pertama tidak dapat meminta pada Pihak Kedua untuk melayani pekerjaan untuk
Pihak Ketiga.

PASAL 2

Pihak Kedua berkewajiban melaksanakan Pekerjaan seperti yang dimaksud dalam Pasal 1
Perjanjian ini dengan mengacu pada :

1. Ketentuan-ketentuan dalam Perjanjian ini.

2. Spesifikasi teknik dan alat pada lampiran.

3. Addendum perubahan dan/atau tambahan yang dibuat dalam Berita Acara yang
ditandatangani oleh para petugas atau perwakilan yang ditunjuk oleh Pihak Pertama dan
Pihak Kedua.

PASAL 3
PERSYARATAN TEKNIK DAN PELAKSANAAN

3.1 Pihak Pertama dalam menyelesaikan pekerjaan sebagaimana dijelaskan dalam Pasal 1
perjanjian ini akan menggunakan 1 [satu] unit peralatan logging dengan 1 orang logging
engineer/Operator logging dari Pihak Kedua

3.2 Operator yang disediakan Pihak Kedua harus mempunyai kemampuan dan
berpengalaman cukup sebagai Operator Logging, dapat memimpin dan mengarahkan
anggota teamnya (termasuk tenaga lokal logging) dan dapat bekerjasama dengan
Supervisor yang ditunjuk Pihak Pertama selama menjalankan tugasnya di lokasi kerja

Hal 3 dari 17
3.3 Operator akan bekerja single shift (day shift) dengan 10 (sepuluh) jam per hari, 7 (tujuh)
hari per minggu untuk jangka waktu 2 (bulan) bulan. Apabila operator harus bekerja
melebihi 10 (sepuluh) jam per hari (double shift) maka akan dikenakan biaya tambahan
sebagaimana dijelaskan dalam ketentuan 5.1. Setelah masa 2 (dua) bulan terlampaui,
Pihak Kedua harus melakukan penggantian Operator (Crew Change).

3.4 Parameter geofisika logging berupa gamma, short dan long density, resistivity dan SP,
caliper.

3.5 Pekerjaan geophysical logging setiap lubang dinyatakan selesai dalam berita acara yang
ditandatangani oleh operator/logging engineer dan wellsite geologist atau perwakilan
representatif yang ditetapkan oleh Pihak Pertama

3.6 Laporan hasil geofisika logging langsung berupa print out geophysical log (kick log) pada
seluruh kedalaman (top sampai bottom) 2 copy, skala 1 : 100, print out geophysical log
pada coal section skala 1 : 20, 1 set print out dan softcopy (Lasfile, Wellcad & PDF)
diserahkan kepada Supervisor yang ditunjuk Pihak Pertama di lapangan.

PASAL 4
WAKTU PEKERJAAN

4.1 Jangka waktu pekerjaan adalah 2 (dua) bulan sejak alat tiba di lokasi pekerjaan dan
Jangka waktu pekerjaan ini dapat diperpanjang dengan kesepakatan para Pihak

4.2 Apabila Pihak Pertama bermaksud memperpanjang periode pekerjaan melebihi jangka
waktu periode perjanjian maka Pihak Pertama wajib menyampaikan secara tertulis
setidaknya satu (1) minggu sebelumnya kepada Pihak Kedua dengan maksimal jangka
waktu perpanjangan adalah dua (2) minggu dan Pihak Kedua akan menagihkan biaya
pekerjaan secara proporsional. Namun demikian terhadap perpanjangan periode
pekerjaan yang melebihi dua (2) minggu maka Para Pihak sepakat akan dicantumkan
dalam addendum

4.3 Apabila Pihak Pertama bermaksud memperpanjang atau memperbarui periode pekerjaan
dengan jangka waktu melebihi dua (2) minggu maka Pihak Pertama harus mengajukan
maksudnya setidaknya 1 (satu) minggu sebelum masa periode perjanjian terlampaui.
Selanjutnya akan dibuat Addendum.

PASAL 5
NILAI PEKERJAAN

5.1 Pihak Pertama sepakat untuk membayar penyelesaian Pekerjaan tersebut kepada Pihak
Kedua dengan rincian yaitu :

a. Harga pekerjaan untuk satu unit peralataan logging dan operator sebesar
Rp 85.000.000 ( Delapan Puluh Lima juta Rupiah) per bulan

b. Biaya pekerjaan logging yang dilakukan pada saat shift malam (pekerjaan melebihi
jam 17.00) dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 600,000 (enam ratus ribu rupiah)
untuk tiap satu unit alat logging.

Hal 4 dari 17
c. Tambahan hardcopy data geologging adalah Rp 80.000/sheet.

5.2 Mobilisasi peralatan dan personil Pihak Kedua ke lokasi pekerjaan akan dilakukan setelah
Pihak Kedua menerima pembayaran uang muka oleh Pihak Pertama

5.3 Biaya mobilisasi - demobilisasi Mesin dan Personil dari dan ke lokasi berdasarkan At
Cost (sistem Reimburse) dan akan ditagihkan kepada Pihak Pertama oleh Pihak Kedua
sesuai biaya yang telah dikeluarkan dengan dilampiri bukti-bukti yang sah, termasuk
namun tidak terbatas pada kuitansi, tiket penerbangan, struk rumah makan, airport tax,
dan lampiran lainnya

5.4 Biaya mobilisasi – demobilisasi operator, termasuk diantaranya karena operator sakit, cuti
hari raya, serta crew change sesuai pasal 3 ayat 3 menjadi tanggungan Pihak Pertama
namun demikian untuk mobilisasi -demobilisasi operator karena kepentingan keluarga
atau pribadi menjadi tanggung jawab Pihak Kedua

5.5 Akomodasi, transportasi lokal dan tenaga kerja lokal, termasuk diantaranya bahan bakar
untuk genset menjadi tanggung jawab Pihak Pertama

5.5 Nilai pekerjaan dalam Pasal ini merupakan nilai tetap dan tidak berubah karena alasan
apapun dan berlaku sejak ditanda-tanganinya Perjanjian ini, kecuali dalam hal terjadi
perubahan pekerjaan yang tidak sesuai lagi dengan ketentuan dalam Perjanjian ini.

5.6 Nilai Pekerjaan dalam perjanjian ini belum termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
sebesar 10% (Sepuluh per seratus) yang harus ditanggung Pihak Pertama, namun sudah
termasuk Pajak Penghasilan (PPh) pasal 23 yang ditanggung Pihak Kedua sebesar 2 %.

PASAL 6
CARA PEMBAYARAN

6.1 Tahapan pembayaran akan dilaksanakan sebagai berikut :

a. Uang muka sebesar 30% dari total nilai pekerjaan atau sebesar Rp 51.000.000 ( lima
puluh satu juta rupiah) yang dibayarkan setelah ditandatanganinya perjanjian ini.

b. Pembayaran uang muka sebagaimana dijelaskan dalam Pasal 6 ayat 1a akan


mengurangi biaya tagihan bulanan pekerjaan Geophysical Logging sebesar
Rp 25.500.000 (Dua puluh lima juta lima ratus ribu rupiah) setiap bulannya selama 2
bulan.

c. Pembayaran mobilisasi – demobilisasi peralatan dan operator logging, termasuk biaya


untuk pekerjaan pada shift malam, biaya tambahan hardcopy dilakukan setelah Pihak
Pertama menerima surat permintaan Pembayaran secara lengkap (invoice, berita
acara, dan dokumen pendukung lainnya)

Hal 5 dari 17
6.2 Pembayaran atas penyelesaian pekerjaan oleh Pihak Pertama kepada Pihak Kedua akan
dilaksanakan secara bertahap perbulan dengan cara “transfer” atau pemindah bukuan ke
Rekening Bank :

Nama Bank : BANK MANDIRI KCP Sentra Menteng Bintaro


Nomor Rekening : 128.0005457.582
Atas Nama : PT. Minelog Services Indonesia
NPWP : 02.839.010.2-411.000

6.3 Pembayaran kepada PIHAK KEDUA harus sudah dilaksanakan oleh Pihak Pertama
paling lambat 7 (tujuh) hari setelah diterimanya Surat Permintaan Pembayaran secara
lengkap (invoice, berita acara, dan dokumen pendukung lainnya)

6.4 Pihak Pertama berhak untuk menanyakan, menyanggah, meminta klarifikasi terhadap
surat permintaan pembayaran yang diberikan Pihak Kedua dengan memberitahukan
alasan kepada Pihak Kedua selambat-lambatnya tiga (3) hari setelah diterimanya Surat
Permintaan Pembayaran dari Pihak Kedua. Apabila masa tiga (3) hari tersebut telah
terlampaui dan Pihak Pertama tidak melakukan penyanggahan atau klarifikasi maka Pihak
Pertama telah dianggap menyetujui Surat Permintaan Pembayaran (invoice, berita acara,
dan dokumen pendukung lainnya) yang telah diberikan oleh Pihak Kedua kepada Pihak
Pertama

PASAL 7
BERITA ACARA

7.1 Para Pihak akan membuat berita acara yang ditandatangani oleh perwakilan Para Pihak
di lapangan untuk kondisi sebagai berikut :

- Dimulainya dan berakhirnya pekerjaan geofisika logging


- Berita Acara pekerjaan logging bulanan
- Kondisi-kondisi diluar rencana kerja (Standard Operation Proccedure) yang sudah
disepakati diantaranya :
a. standby karena kerusakan alat atau kondisi lainnya
b. Alat logging terjepit atau tertinggal
c. Tidak dilakukannya pengukuran salah satu parameter dikarenakan kondisi formasi
batuan dalam lubang bor atau hal lainnya
d. Hal-hal teknis lainnya

7.2 Para Pihak sepakat bahwa setiap berita acara merupakan bukti yang sah dan dapat
menjadi dasar dari penagihan pekerjaan, penilaian kondisi yang terjadi di lapangan,
termasuk apabila terjadi masalah yang timbul di lapangan. Dengan demikian maka setiap
berita acara harus ditandatangani oleh perwakilan sah dari Para Pihak

Hal 6 dari 17
PASAL 8
HAK DAN KEWAJIBAN

8.1 PIHAK PERTAMA berhak untuk :

a) Melakukan pengawasan, pemeriksaan, pengecekan, meminta laporan dan/atau data –


data dan informasi di lapangan sewaktu – waktu apabila memerlukan.
b) Menerima atau menolak pernyataan hasil Pekerjaan baik sebagian maupun
keseluruhan atas hasil Pekerjaan yang dianggapnya tidak sesuai dengan kenyataan
dengan melampirkan bukti-bukti yang tepat.
c) Menangguhkan pembayaran apabila Pekerjaan yang diselesaikan belum sesuai
dengan tahap dan aspek teknis yang ditetapkan.
d) Menghentikan Pekerjaan, baik untuk sementara ataupun seterusnya apabila dianggap
terjadi penyimpangan dari Perjanjian ini.

8.2 PIHAK PERTAMA berkewajiban untuk :


.
a) Mengikat diri sepenuhnya terhadap segala ketentuan dalam Perjanjian ini dan segala
perubahannya, baik penambahan dan atau pengurangan yang mungkin terjadi di
kemudian hari
b) Membantu dan memberikan atau menyampaikan data – data dan informasi yang
dibutuhkan sehubungan dengan pekerjaan termaksud kepada Pihak Kedua untuk
kelancaran pelaksanaan pekerjaan sepanjang pihak pertama memiliki data dan
informasi tersebut.
c) Pihak Pertama menjamin penuh dan bertanggung jawab atas pengurusan administrasi
dan perizinan terkait dengan pelaksanaan Pekerjaan di lokasi Kuasa Pertambangan
sebagaimana disebutkan dalam Perjanjian ini.
d) Menjamin lahan yang menjadi lokasi Pekerjaan adalah aman bagi Pihak Kedua dalam
melaksanakan penyelesaian Pekerjaan dari sudut pandang peraturan perundang-
undangan berlaku, seperti pembebasan tanah dan ganti rugi tanah, tanaman/
tumbuhan yang rusak yang diakibatkan oleh pelaksanaan Pekerjaan, termasuk
didalamnya akibat pembuatan lokasi dan jalan transportasi alat.
e) Menyiapkan akomodasi di lapangan, tenaga kerja lokal, transportasi lokal dan camp
untuk kebutuhan pelaksanaan operasional pekerjaan Pihak Kedua di lokasi pekerjaan
f) Mempersiapkan akomodasi dengan kondisi yang baik dan layak dengan acuan
sebagai berikut:
- Menyediakan makanan untuk operator dan kru lokal sebanyak 3 kali sehari
- Menyediakan kendaraan operasional untuk menunjang pelaksanaan pekerjaan
- Menyediakan camp/tempat tinggal yang layak
- Akomodasi lainnya yang mendukung pelaksanaan operasional pekerjaan

g) Mempersiapkan tenaga kerja lokal minimal lima (5) orang di lapangan untuk
membantu operator Pihak Kedua
h) Bekerjasama dengan Pihak Kedua dalam menyelesaikan masalah yang
mengakibatkan hambatan dan gangguan yang terjadi di lapangan terhadap
pelaksanaan Pekerjaan.

Hal 7 dari 17
8.3 PIHAK KEDUA berhak untuk :

1. Mengajukan permintaan kepada Pihak Pertama agar dapat dilakukan evaluasi


Pekerjaan dan dibuatkan Berita Acara atas pekerjaan yang dianggapnya telah sesuai
tahap – tahap pekerjaan yang ditentukan dalam Perjanjian ini.
2. Menyampaikan, menghitung, mengajukan permintaan pembayaran kepada Pihak
Pertama, menanyakan, memberikan teguran dan mengingatkan Pihak Pertama atas
tagihan / permintaan pembayaran untuk pekerjaan yang telah diselesaikannya sesuai
dengan tahap – tahap dan syarat – syarat yang ditentukan dalam Perjanjian ini.
3. Menolak penugasan pekerjaan dari Pihak Pertama diluar kesepakatan dari Perjanjian
ini, kecuali yang sudah disepakati bersama.

8.4 PIHAK KEDUA berkewajiban untuk :

a) Mengikat diri sepenuhnya terhadap segala ketentuan dalam Perjanjian ini dan segala
perubahannya, baik penambahan dan atau pengurangan yang mungkin terjadi di
kemudian hari
b) Meminimalisasi kerusakan-kerusakan yang mungkin ditimbulkan oleh kegiatan
c) Menyiapkan tenaga Operator/Logging engineer, peralatan utama dan peralatan
penunjang untuk melaksanakan pekerjaan, termasuk menyediakan safety equipment
untuk operator Pihak Kedua
d) Membuat laporan setiap satu lubang bor selesai di geofisika logging, dan laporan
lengkap yang antara lain termasuk print out data rangkap setelah seluruh lubang bor
selesai di geofisika logging
e) Menjawab dan memperhatikan permintaan – permintaan dan pertanyaan –
pertanyaan dari Pihak Pertama yang berhubungan dengan pelaksanaan penyelesaian
Pekerjaan.
f) Menyelesaikan Pekerjaan sesuai dengan waktu yang ditentukan dengan selalu
berkoordinasi dengan kontraktor drilling.
g) Apabila terjadi kerusakan peralatan logging, maka Pihak Kedua harus segera
menangani paling lambat dalam 3 (tiga) hari kerja. Apabila dalam 3 (tiga) hari kerja
tersebut, Operator logging dan Teknisi mekanik tidak dapat memperbaiki maka Pihak
Pertama tidak akan dikenakan biaya pekerjaan terhitung sejak hari ke-4(empat) dari
hari terjadinya kerusakan peralatan logging dan berakhir hingga perbaikan peralatan
logging telah selesai atau peralatan logging pengganti telah tiba di lokasi pekerjaan.
Lamanya penggantian maksimal 10 ( Sepuluh) hari terhitung sejak alat logging rusak.
h) Menjaga nama baik dan citra perusahaan Pihak Pertama, menjaga dan membina
hubungan baik dengan masyarakat, tokoh – tokoh masyarakat dan pejabat
pemerintah di lokasi Pekerjaan selama melaksanakan penyelesaian Pekerjaan.

PASAL 9
TANGGUNG JAWAB PARA PIHAK

9.1 Semua kewajiban perpajakan yang menjadi tanggung jawab para pihak akan diselesaikan
sesuai peraturan perundang - undangan yang berlaku.

9.2 Semua Pihak wajib bekerjasama, berkoordinasi dan bersinkronisasi agar kegiatan
eksplorasi dapat berjalan dengan baik dan mencapai tujuan perjanjian ini.

9.3 Dalam hal terjadi kehilangan atau tertinggal Radioaktif di dalam lobang bor, Pihak
Pertama dan Pihak Kedua harus bekerjasama untuk mengamankan daerah dimana

Hal 8 dari 17
Radioaktif tersebut hilang/tertinggal sesuai dengan peraturan pemerintah. Pihak Kedua
berkewajiban membuat laporan ke pihak berwenang. Penanganan kondisi tersebut
menjadi tanggung jawab kedua belah pihak.

PASAL 10
GANTI KERUGIAN

10.1Apabila menurut Operator Lubang bor dinilai membahayakan peralatan Logging


Geofisika maka operator akan mendiskusikan terlebih dahulu dengan Supervisor yang
ditunjuk oleh Pihak Pertama untuk menentukan langkah – langkah aman

10.2Apabila langkah – langkah aman sebelum melakukan logging sebagaimana di jelaskan


pada ayat 1 pasal ini telah dipenuhi dan Formation Density Probe terjepit atau tertinggal
dalam lubang bor maka Para Pihak harus bekerjasama untuk dapat mengeluarkan Probe
dengan fasilitas yang disediakan Pihak Pertama. Apabila dalam masa 14 (empat belas)
hari Para Pihak tidak dapat mengeluarkannya maka Pihak Pertama harus mengganti
Probe yang terjepit sesuai dengan harga yang dijelaskan dalam LAMPIRAN 2

10.3Dalam hal terjadi kerusakan dalam upaya mengangkat atau membawa Probe yang
terjepit atau tertinggal dan terjadi kerusakan pada Probe maka kerusakan tersebut
menjadi tanggung jawab Pihak Pertama

10.4Kerusakan alat logging yang diakibatkan oleh faktor human error dari operator, maka
kerusakan alat tersebut tidak menjadi tanggung jawab Pihak Pertama

PASAL 11
SARANA DAN TENAGA KERJA

11.1Pihak Kedua wajib menyediakan peralatan kerja dan penunjangnya serta keselamatan
kerja untuk personil Pihak Kedua dalam melaksanakan Pekerjaan dalam Perjanjian ini.

11.2Pihak Kedua wajib menyampaikan Surat Keterangan pada tenaga kerja inti yang
digunakan kepada Pihak Pertama.

11.1Pihak Pertama dapat menolak Tenaga kerja Pihak Kedua yang menurut pendapat Pihak
Pertama adalah sebagai berikut :
a. Tidak cakap atau lalai dalam melaksanakan kewajiban mereka, atau
b. Terlibat dalam kegiatan yang bertentangan dengan atau merugikan kepentingan
Pihak Pertama
c. Tidak memenuhi prosedur keamanan, keselamatan dan kesehatan kerja dan
lingkungan;atau
d. Tetap bertahan melakukan perbuatan yang kemungkinan besar merugikan
keamanan, keselamatan dan kesehatan kerja serta lingkungan
e. Mobilisasi-demobilisasi yang dinilai masuk kategori poin a-d diatas akan menjadi
tanggungan pihak kedua

11.2Pihak Pertama akan memberitahukan secara tertulis kepada Pihak Kedua agar menarik
kembali Tenaga kerja Pihak Kedua yang tidak memenuhi kualitas, spesifikasi dan
standar tersebut sebagaimana dijelaskan dalam Ketentuan Pasal 11 ayat 1 perjanjian
ini. Pihak Kedua memiliki hak untuk melakukan verifikasi, penyanggahan terhadap
permintaan penggantian dari Pihak Pertama. Para Pihak sepakat selama proses

Hal 9 dari 17
verifikasi, penyelidikan ini maka tenaga kerja tersebut akan diberlakukan skorsing dan
tidak diperbolehkan melakukan pekerjaan dan selama masa skorsing, Pihak Kedua akan
menunjuk Tenaga Kerja yang lain di lapangan sebagai pengganti. Masa Penyelidikan,
penyanggahan dan verifikasi, termasuk masa skorsing dilakukan maksimal 7 (tujuh) hari
sejak pemberitahuan secara tertulis. Pihak Pertama memiliki hak untuk menentukan hasil
penyelidikan setelah menerima verifikasi dan sanggahan dari Pihak Kedua.

PASAL 12
KERAHASIAAN

12.1Semua hasil pekerjaan yang dilaksanakan oleh Pihak Kedua berdasarkan Perjanjian ini,
sepenuhnya menjadi milik Pihak Pertama.

12.2Pihak Kedua hanya diperbolehkan untuk menggunakan informasi ini dalam rangka
mendukung kelancaran dalam menjalankan kewajibannya terhadap Perjanjian ini. Pihak
Kedua tidak diperkenankan menyebarkan informasi yang berhubungan dengan
pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan Perjanjian ini kepada Pihak Ketiga, kecuali bila
dianggap perlu dengan seijin tertulis dari Pihak Pertama.

12.3Pihak Kedua hanya menyerahkan data Geologging pada Supervisor/perwakilan yang


ditunjuk oleh Pihak Pertama dan Pihak Kedua tidak berhak menyebarluaskan data
tersebut dengan alasan apapun kepada Pihak Ketiga hingga setidaknya 15 (limabelas)
tahun setelah Surat Perjanjian ini berakhir.

12.4Untuk menjaga kerahasiaan Data, Pihak Kedua dalam penyerahan data kepada Pihak
Pertama akan meminta Tanda Terima untuk menjaga agar Data tidak diterima oleh pihak
yang tidak berkepentingan

PASAL 13

KEADAAN KAHAR

13.1 Yang dianggap sebagai keadaan kahar adalah semua kejadian diluar kemampuan
kedua belah pihak yang menangani jalannya pelaksanaan pekerjaan menurut
perjanjian ini, termasuk pada :
a. Bencana alam, badai, gempa bumi, angin topan, banjir dan epidemi
b. Perperangan, pemberontakan, hura-hara, pemogokan dan blokade, revolusi
c. Adanya perubahan peraturan pemerintah di bidang moneter dan pertambangan

13.2 Pihak yang berada dalam keadaan kahar wajib segera memberitahukan kepada pihak
yang lain secara tertulis, menjelaskan sebab dan akibatnya serta langkah-langkah
yang perlu diambil untuk mengatasinya

13.3 Pemberitahuan tentang adanya keadaan kahar tersebut pada ayat 2 pasal ini harus
dibuat dengan keterangan tertulis selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari setelah keadaan
kahar.

13.4 Paling lambat 7(tujuh) hari setelah pemberitahuan keadaan kahar tersebut maka
kedua belah pihak harus segera mengadakan pertemuan guna mencari jalan keluar
menghadapi kahar tersebut.

Hal 10 dari 17
13.5 Apabila dalam waktu 15 hari setelah pertemuan diadakan para pihak belum
menemukan jalan keluar dan keadaan kahar belum berakhir hingga 45 hari sejak
terjadinya kahar maka salah satu pihak dapat mengajukan usulan kepada pihak lain
untuk mengakhiri perjanjian ini secara tertulis, kemudian merubahnya dalam perjanjian
baru yang akan disesuaikan dengan ketentuan atau undang-undang yang berlaku

PASAL 14
MASA BERLAKU PERJANJIAN

14.1 Perjanjian ini berlaku sejak tanggal ditanda-tangani dan akan berakhir apabila seluruh
pekerjaan telah selesai dan diterima sepenuhnya oleh Pihak Pertama dan Pihak
Kedua telah menerima seluruh pembayarannya.

14.2 Perjanjian ini tidak dapat diperpanjang masa berlakunya, kecuali adanya kesepakatan
kedua belah pihak yang dituangkan dalam suatu Addendum perubahan Perjanjian
yang dilampirkan dalam Penjanjian ini dan akan menjadi bagian tak terpisahkan dalam
Perjanjian ini.

14.3 Perjanjian dapat berakhir sebelum masa berlaku perjanjian telah berakhir apabila :

a) Ada kesepakatan dari para pihak untuk mengakhiri Perjanjian ini sebelum
waktunya berakhir.
b) Pihak Kedua tidak mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai ketentuan
Perjanjian ini.
c) Pihak Pertama tidak dapat memenuhi pembayaran pekerjaan Pihak Kedua
sesuai ketentuan Perjanjian ini.

14.4 Segala akibat dari penghentian perjanjian kerjasama dalam pasal 14.3 harus disetujui
oleh kedua belah pihak sebelumnya.

PASAL 15
PENYELESAIAN SENGKETA

15.1 Apabila terjadi sengketa antara kedua belah pihak mengenai pelaksanaan perjanjian
ini, pertama-tama akan diselesaikan secara musyawarah.

15.2 Apabila musyawarah sebagaimana Ayat 1 Pasal ini tidak membawa penyelesaian,
kedua belah pihak akan meminta agar sengketa tersebut diselesaikan oleh Dewan
Arbitrase yang terdiri dari seorang anggota yang ditunjuk oleh Pihak Pertama, seorang
anggota oleh Pihak Kedua, dan anggota ketiga yang akan bertindak sebagai Ketua,
ditunjuk oleh kedua anggota tadi atau oleh Badan Arbitrasi Nasional Indonesia (BANI).

15.3 Para Pihak dengan ini secara tegas menyatakan setuju dan sepakat bahwa para
arbitrator hanya akan mengambil keputusan berdasarkan kaidah-kaidah hukum yang
berlaku serta fakta-fakta yang ada.

15.4 Keputusan para arbitrator diambil sedapat mungkin secara musyawarah dan mufakat;
apabila musyawarah dan mufakat tersebut tak berhasil dicapai, maka para arbitrator
mengambil keputusan berdasarkan suara terbanyak. Keputusan para arbitrator adalah
final, mengikat dan tidak dapat banding, serta dapat digunakan sebagai dasar untuk
keputusan pengadilan. Keputusan tersebut akan meliputi juga keputusan tentang

Hal 11 dari 17
bagaimana dan untuk berapa banyak Para Pihak akan membayar imbalan dan biaya
arbitrase.

15.5 Para Pihak dengan tegas menyatakan setuju dan sepakat untuk mengenyampingkan
hak naik banding atas keputusan para arbitrator. Oleh karena itu tidak akan ada
banding pada pengadilan apapun atau pada badan-badan lainnya (baik pemerintah
atau swasta) atas keputusan para arbitrator dan Para Pihak tidak akan
memperselisihkan atau mempersoalkan keabsahan keputusan tersebut di hadapan
pihak yang berwenang manapun dalam wilayah hukum di mana pelaksanaan
keputusan dilakukan oleh Pihak yang dimenangkan oleh arbitrase.

15.6 Sambil menanti pengumuman keputusan para arbitrator Para Pihak akan terus
melaksanakan masing-masing kewajibannya berdasarkan Perjanjian ini kecuali bila
Perjanjian ini telah diakhiri, sesuatu dan lain tanpa mengurangi kekuatan berlakunya
penyelesaian dan penyesuaian perhitungan akhir berdasarkan keputusan para
arbitrator.

15.7 Para Pihak dengan ini menyatakan dengan tegas kewenangan para arbitrator yang
telah diberikan secara sah sesuai dengan ketentuan Perjanjian ini tetap berlaku
sampai suatu keputusan akhir arbitrase dikeluarkan dan diumumkan oleh para
arbitrator.

PASAL 16
KORESPONDENSI

16.1 Segala surat menyurat yang berkaitan dengan Para Pihak akan ditujukan dengan
alamat sebagai berikut :

a. Apabila ditujukan kepada Pihak Pertama atau PT. Jonavin Barito Abadi maka
dialamatkan kepada :

PT. Jonavin Barito Abadi

Head Office : JL Sultan Agung No.63 C – D, Pasar Manggis, Setiabudi


Jakarta Selatan

Telepon : 021-8379 0314


Fax : 021-8315 374

Email : yongki_bjm@yahoo.com

b. Apabila ditujukan kepada PIHAK KEDUA atau PT. Minelog Services Indonesia,
maka dialamatkan kepada :

PT. Minelog Services Indonesia

Nuansa Asri Cipadu Blok A No.3


Jl. KH Wahid Hasyim No 54
Pondok Aren Tangerang - 15222
Telepon : (+62-21) 73456908 / 829
Fax : (+62-21) 73456748
Email : info@minelog-services.com
Adjat91@gmail.com
lutfi@minelog-services.com

Hal 12 dari 17
16.2 Segala surat menyurat yang diserahkan secara langsung dianggap telah diterima
pada hari penyerahan dengan bukti tanda tangan penerimaan pada buku ekspedisi
atau buku tanda terima pengirim, sedangkan pengiriman melalui faksimili dianggap
telah diterima pada saat telah diterima kode jawaban (answerback) pada konfirmasi
faksimili pada pengiriman faksimili. Setiap perintah atau pemberitahuan yang dikirim
melalui email akan dianggap sebagai bukan perintah atau pemberitahuan.

16.3 Apabila terjadi perubahan alamat untuk korespodensi oleh salah satu Pihak di
Indonesia, maka perubahan alamat untuk korespodensi itu harus diberitahukan secara
Terulis sebelumnya kepada PIHAK lainnya.

PASAL 17
LAIN-LAIN

17.1 Apabila terdapat hal-hal yang belum cukup diatur didalam Surat Perjanjian
Pemborongan ini dan /atau dari hal-hal yang telah disepakati oleh kedua belah pihak
akan diadakan perubahan, maka hal tersebut akan dirundingkan bersama oleh kedua
belah pihak dan akan dibuat Addendum tersendiri oleh para pihak;
Addendum/Amandemen tersebut nantinya merupakan bagian yang tidak terpisahkan
dari Surat Perjanjian ini.

17.2 Para Pihak setuju dan sepakat bahwa bahasa yang dipergunakan dalam Perjanjian
ini adalah bahasa Indonesia.

17.3 Perjanjian ini tunduk kepada ketentuan-ketentuan hukum yang berlaku di wilayah
negara Republik Indonesia.

17.4 Segala hal dalam Perjanjian ini mengesampingkan Pasal 1266 Kitab Undang Undang
Hukum Perdata Republik Indonesia.

17.5 Semua lampiran-lampiran sebagaimana tersebut didalam Surat Perjanjian ini hanya
berlaku dan mengikat jika dibuat secara tertulis dan ditanda-tangani oleh kedua belah
pihak.

17.6 Perubahan (Addendum/Amandemen) terhadap surat Perjanjian ini hanya berlaku dan
mengikat juga dibuat secara tertulis dan ditanda-tangani oleh kedua belah pihak.

17.7 Bilamana dikemudian hari ternyata terdapat kekeliruan/kekurangan didalam Surat


Perjanjian ini, maka akan diadakan perubahan dan penyempurnaan sebagaimana
mestinya.

Hal 13 dari 17
PASAL 18
PENUTUP

Perjanjian ini dibuat dan ditandatangani di Jakarta, dalam rangkap 2 (dua) dibubuhi materai
cukup, yang masing-masing mempunyai kekuatan hukum yang sama serta berlaku terhitung
sejak tanggal penandatanganan Perjanjian oleh kedua pihak untuk dipatuhi dan dilaksanakan
dengan itikad baik

PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA


PT Jonavin Barito Abadi PT. Minelog Services Indonesia

Yongki Indrawan Adjat Sudrajat


Direktur Utama Direktur Operasional

Hal 14 dari 17
LAMPIRAN 1

SPESIFIKASI TEKNIS LOGGING GEOFISIKA

A. Parameter logging geofisik berupa : SP, gamma, density, resistivity short dan long,
caliper.

B. Laporan hasil geofisika logging berupa :

1) Print out geophysical log (kick log) pada seluruh kedalaman (top sampai bottom)
skala 1 : 100,
2) Print out geophysical log pada coal section skala 1 : 20,
3) Print out hasil olah data / analisa log bor segera setelah pekerjaan logging
geofisika selesai pada tiap titik / lubang.
4) Softcopy semua hasil olah data dan analisa logbor pada semua titik bor yang
dilakukan down hole logging.

C. Spesifikasi teknik dan unit alat Logging sebagai berikut :


1) 1 (satu) Digital Data Logger
2) 1 (satu) Winching System 150 meter
3) 1 (satu) unit formation density gamma sonde
4) 1 (satu) unit single point resistivity probe & Sp
5) 1 (satu) laptop computer
6) 1 (satu) printer

Hal 15 dari 17
LAMPIRAN 2

DAFTAR HARGA PERALATAN


UNTUK KEHILANGAN / KERUSAKAN ALAT

(Sesuai Pasal 10 Ayat 2 Perjanjian Kerjasama Investigasi geofisika dengan alat e-logging
antara PT. Jonavin Barito Abadi dan PT. Minelog Services Indonesia)

1. Formation Density Probe US$ 41,500

2. Winch Cable (jika lebih dari 10 m)*) US$ 20.00/meter

3. Cablehead US$ 1,200.00

4. Subtop US 450.00

*) Jika kerusakan Winch Cable lebih dari 40% dari maksimum panjang kabel, maka akan
dikenakan biaya penggantian 100% dari panjang kabel.

Hal 16 dari 17
LAMPIRAN 3

Date :
Number : -
JOB DESCRIPTION
Revision : -

Identitas Jabatan

Nama Jabatan : Operator Logging

Departemen : Drilling & Logging

Atasan Langsung : Logging Supervisor

Bawahan Langsung : -

Tujuan Jabatan

Melaksanakan kegiatan Geophsyical Logging sesuai dengan standar dan prosedur yang
telah ditetapkan, termasuk prosedur pelaksanaan pekerjaan, pembuatan laporan, dan
prosedur perlindungan dan keselamatan pekerjaan

Tanggung Jawab Utama


NO Uraian
1 Membuat Berita Acara Kedatangan Alat & Operator pada awal proyek

2 Persiapan alat & Kalibrasi

3 Melakukan Perekaman Geofisika pada lubang bor sesuai instruksi klien

Memberikan hasil perekaman Hard Copy (Print Out skala 100 & skala 20) dan Soft
4
Copy (Lasfile, Wellcad & PDF)

5 Membuat Laporan Pekerjaan Mingguan (Weekly Timesheet)

6 Memelihara & menjaga perlengkapan

7 Membuat Berita Acara bila ada pekerjaan diluar standar & prosedur

8 Memberikan pelayanan terbaik pada client

9 Membuat Berita Acara Selesai Pekerjaan pada akhir proyek

Hal 17 dari 17