Anda di halaman 1dari 24

Contract For Drilling Works

CONTRACT OF DRILLING WORKS


KONTRAK PEKERJAAN PEMBORAN

Between
Antara

PT. Semesta Alam Barito

And
dan

PT. SINAR TIMUR DRILLINDO


002/SAB-STD/IV/2012

0
Contract For Drilling Works

This Contract of Drilling Works is made on April 26, 2012 (“Contract”) , by


and between:
Kontrak Pekerjaan Pemboran ini dibuat pada tanggal 26 April 2012
(“Perjanjian”), oleh dan antara:

PT. Semesta Alam Barito, a limited liability company incorporated under the
laws of the Republic of Indonesia, having its address at Jl. Sultan Agung No. 63
C-D, Pasar Manggis, Setiabudi, Jakarta Selatan, Indonesia and in this matter
represented by Mr. I.G.K. Sudarsana in his capacity as Directors, of PT.
Semesta Alam Barito, herein after referred to as the ‘Company’.
PT. Semesta Alam Barito, suatu Perseroan Terbatas yang didirikan menurut
dan berdasarkan hukum Negara Republik Indonesia, beralamat di Jl. Sultan
Agung No. 63 C-D, Pasar Manggis, Setiabudi, Jakarta Selatan; dalam hal ini
diwakili oleh Bpk. I.G.K. Sudarsana masing-masing bertindak selaku Direksi
PT. Semesta Alam Barito, yang untuk selanjutnya dalam Kontrak ini disebut
‘Perusahaan’.
And
dan
PT. SINAR TIMUR DRILLINDO, a limited liability incorporated under the laws
of Republic Indonesia, having its address at Ruko Buaran Permai Jl. Raya
Puspiptek-Pamulang no. 80B, Buaran, Serpong Tangerang Selatan,
Indonesia, and in this matter represented by Mr. Muhammad Yusuf Sirait in
his capacity as a President Director of PT. SINAR TIMUR DRILLINDO,
hereinafter called the ‘Contractor’.
PT. SINAR TIMUR DRILLINDO, suatu Perseroan Terbatas yang didirikan
menurut dan berdasarkan hukum Negara Republik Indonesia, beralamat di
Buaran Permai Jl. Raya Puspiptek-Pamulang no. 80B, Buaran, Serpong
Tangerang Selatan, Indonesia, dalam hal ini diwakili oleh Bapak Muhammad
Yusuf Sirait dalam kedudukannya selaku Direktur Utama PT. Sinar Timur
Drillindo, dalam hal ini selanjutnya disebut ‘Kontraktor’.

The Company and the Contractor simultaneously referred to as the “Parties”


and individually referred to as the “Party”.
Perusahaan dan Kontraktor secara bersama-sama selanjutnya disebut “Para
Pihak” dan secara sendiri-sendiri disebut “Pihak".

RECITALS
MENIMBANG
A. The Company requires a Contractor to carry out the drilling works at
location of concession based on IUP Exploration No. 188.45/176/2010
(Area Code: KWMRBB31) by and between Government of Indonesia
and Company located in Lahung Tuhup, Murung Raya, Province of
Central Kalimantan. (“Location”).

1
Contract For Drilling Works

Perusahaan menunjuk Kontraktor untuk melaksanakan Pekerjaan


Pemboran di Lokasi Konsesi berdasarkan IUP Eksplorasi No.
188.45/176/2010 (Kode Area: KWMRBB31) oleh dan antara
Pemerintah Republik Indonesia dan Perusahaan berlokasi di
Kecamatan Lahung Tuhup, Kabupaten Murung Raya, Propinsi
Kalimantan Tengah (“Lokasi”).

B. The Contractor has the necessary equipment, personnel, skills,


knowledge and experience and has offered to carry out the Works for
the Company.
Kontraktor memiliki peralatan/perlengkapan yang diperlukan, personil,
keahlian, pengetahuan dan pengalaman dan telah menawarkan
dirinya (bersedia) untuk melakukan Pekerjaan bagi Perusahaan.

C. The Company accepts the offering of the Contractor on proposal


submitted to the Company dated on April 26, 2012 re: “Drilling Service
for Coal, Depth 0-125 Meters HQ3 Size – Touch Coring – and depth
70 meters maximum for inclination 30°– Location Lahung Tuhup,
Central Kalimantan” and the Parties agree to enter the Contract of the
performance of the Works.
Perusahaan menerima penawaran dari Kontraktor berdasarkan
proposal yang diajukan kepada Perusahaan tanggal 26 April 2012
“Perihal: Jasa Pemboran untuk Batubara. Kedalaman 0-125 meter
Ukuran HQ3 – Touch Coring – dan maksimum kedalaman 70 meter
untuk kemiringan 30° – Lokasi Lahung Tuhup, Murung Raya, Central
Kalimantan” dan Para Pihak sepakat untuk melakukan perjanjian
pelaksanaan Pekerjaan.

The Parties hereby agreed to enter and sign and execute this Contract with
the following terms and conditions:
Para Pihak dengan ini setuju untuk membuat dan menandatangani dan
melaksanakan Kontrak ini dengan ketentuan sebagai berikut:

ARTICLE 1: CONTRACT PERIOD


PASAL 1: MASA PERJANJIAN

1.1 This Contract shall be valid for 4,000 meters minimum total meters or
in the latest for 4 (four) months, commencing on the date of the
Equipment arrived in Site. In the event that Contractor is failed to
accomplished its Work in such Contract Period due to any caused,
Contractor is given a toleration time of 15 (fifteen) days upon lapse of
the Contract Period to accomplish its Work (“Toleration Time”).
Kontrak Pekerjaan untuk minimum total meter 4,000 meter atau berlaku
paling lambat untuk 4 (empat) bulan terhitung sejak Peralatan tiba di

2
Contract For Drilling Works

Lokasi. Dalam hal Kontraktor gagal untuk menyelesaikan Pekerjaan


dalam Masa Perjanjiajn yang disebabkan oleh permasalahan apapun,
maka Kontraktor diberikan masa toleransi selama 15 (lima belas) hari
setelah habisnya Masa Perjanjian untuk menyelesaikan Pekerjaan
(“Masa Toleransi”).

ARTICLE 2: SCOPE OF WORK


PASAL 2: LINGKUP PEKERJAAN

2.1 General
Umum
2.1.1 The Contractor shall supply all skilled personnel, supervision,
consumables, equipment, services and materials, other than those
listed in clause 3.1, and including all necessary expenses for the
performance of drilling works.
Kontraktor harus menyediakan tenaga ahli, pengawasan, barang-
barang yang akan habis dikonsumsi, perlengkapan / peralatan, jasa-
jasa dan material-material, selain dari yang tercantum pada daftar
dalam Pasal 3.1, juga termasuk semua pengeluaran untuk
melaksanakan pekerjaan pemboran.

The Works shall include “(Works”):


Pekerjaan-pekerjaan mencakup (“Pekerjaan”):

a) Clean-up of the Site during and on completion of the Work within


15 (fifteen) days after the Contract Period expired.
Menjaga kebersihan lokasi selama dan segera setelah selesai
pekerjaan pemboran dalam 15 (lima belas) hari setelah
berakhirnya Masa Perjanjian.

b) Provide critical spares for the equipment to reduce mechanical


failure downtime.
Mengadakan suku-suku cadang terpenting bagi perlengkapan/
peralatan mengurangi waktu jeda sebagai akibat kegagalan
mekanikal untuk mecegah terjadinya kehilangan waktu karena
kerusakan-kerusakan mekanik.

c) Consumables goods such as oil and grease.


Barang-barang yang habis dikonsumsi seperti oli dan gemuk.

3
Contract For Drilling Works

d) Where necessary, provide ground support consumables and


equipment to secure equipment / plant during the Contract Period.
Bilamana diperlukan, juga mengadakan barang-barang yang akan
habis dikonsumsi sebagai barang pendukung pokok, dan
perlengkapan / peralatan untuk mengamankan perlengkapan /
peralatan / instalasi selama Masa Perjanjian ini.

e) Mobilise to Location and establish all equipment, facilities and


personnel necessary for performance of the Works.
Memobilisasi ke Lokasi dan menetapkan perlengkapan /
peralatan, fasilitas dan tenaga personil yag diperlukan untuk
pelaksanaan Pekerjaan.

f) Demobilise from Location all equipment, facilities and personnel.


Demobilisasi dari Lokasi semua perlengkapan / peralatan, fasilitas
dan personil.

g) Carry out all repairs and maintenance of the equipments to ensure


continuity in the works.
Melakukan semua perbaikan dan perawatan perlengkapan /
peralatan untuk menjamin kesinambungan di dalam Pekerjaan.

h) Minor items not expressly mentioned in the Contract, but which are
necessary for the satisfactory completion and performance of the
work under the Contract shall be supplied and executed by the
Contractor.
Hal-hal yang kecil yang tidak secara tegas disebut di dalam
Kontrak, tetapi diperlukan untuk penyelesaian yang memuaskan
dan pelaksanaan pekerjaan berdasarkan Kontrak ini akan
disediakan / dipasok dan dilaksanakan oleh Kontraktor.

2.1.2 The Contractor is given 14 (fourteen) days period from the fulfillment of
down payment by Company, for mobilization of all equipment, facilities
and personnel to Location Work shall be commenced at least 6 (six)
days after the mobilization of the Drilling Unit which is proved by
minutes of equipment as defined in article 2.2.3 delivery signed by the
Parties representatives.
Kontraktor diberikan waktu 14 (empat belas) hari dari tanggal
dilunasinya pembayaran Uang Muka oleh Perusahaan untuk
mobilisasi semua peralatan, fasilitas dan personil ke Lokasi; dan
Pekerjaan wajib dimulai paling lambat 6 (enam) hari setelah mobilisasi
alat driling selesai, yang dibuktikan dengan adanya berita acara

4
Contract For Drilling Works

penyerahan Peralatan sebagaimana disebut yang ditandatangani oleh


perwakilan Para Pihak.

2.2 Specification
Spesifikasi
1.1 The Drilling works/program is to be undertaken by Touch Coring
Series HQ3.
Pekerjaan / program pemboran harus dilakukan dengan Touch Coring
Seri HQ3.

1.2 The drilling works shall be performed in accordance to the boreholes


layout, estimated depth and drilling equipment specified by the
Company.
Pekerjaan pemboran harus dilakukan sesuai dengan tata-letak
lubang-lubang pemboran, kedalaman yang telah diestimasi, dan
perlengkapan / peralatan yang telah ditetapkan oleh Perusahaan.

1.3 The Contractor shall supply 3 unit STDRILL225 portable rig


(“Equipment”), throughout the Contract Period,
Kontraktor harus menyediakan 3 unit Mesin Bor STDRILL225 rig
portabel (“Peralatan”) selama Masa Kontrak.

1.4 Works under this Contract shall be carried out in 1 shifts per day at 10
hours per shift, 7 days in a week.
Pekerjaan pemboran dalam Perjanijan ini harus dilaksanakan dalam 1
shift kerja per hari selama 10 jam per shift dan 7 hari kerja dalam
seminggu.

1.5 Distance moving rig from dropping point to hole Site and moving
between holes by manually 0 – 200 meters actual will be charge IDR
1.500.000,- and more than 200 meter actual distances will be
additional charged IDR 3,000,-/meter.
Jarak pindahan (moving) rig dari titik penurunan ke tempat lubang dan
pemindahan antar titik bor dengan manual 0 – 200 meter jarak actual
akan dikenakan biaya Rp.1.500.000,- dan apabila lebih dari 200 meter
jarak actual akan dikanakan biaya tambahan Rp.3.000/meter.

1.6 Geophysical Logging whenever required provided by the Contractor.


Geophysical Logging apabila diperlukan disediakan oleh Kontraktor.

5
Contract For Drilling Works

1.7 The Contractor shall ensure that minimum presentation core recovery
for coal shall be 95% (“Minimum Presentation”) and for No Coal shall
be 90%. In case the core recovery is below the Minimum Presentation,
therefore Contractor shall inform the condition to the geologist or the
Contractor’s representative in Location to find solution. In case the
Minimum Presentation of Core Recovery is caused due to driller
careless actions and improper drilling procedure, therefore Contractor
shall re-drill without any extra charges to Contractor, with maximum 1
redrilling holes with condition that the drill cost shall be charged based
on the original drill and recovery achievement.
Kontraktor menjamin minimum core recovery untuk batubara adalah
sebesar 95% (“Presentasi Minimum”) sedangkan untuk No Coal
adalah sebesar 90%. Dalam hal core recovery dibawah Presentasi
Minimum, maka Kontraktor wajib segera menginformasikan hal
tersebut kepada geologis atau perwakilan perusahaan yang ada di
Lokasi untuk mendiskusikan dalam menentukan keputusan. Dalam
hal, tidak tercapainya Presentasi Minimum Recovery yang diakibatkan
oleh ketidak hati-hatian pengebor dan kesalahan prosedur pemboran,
maka Kontraktor wajib melakukan pemboran ulang, tanpa
penambahan biaya oleh Perusahaan, maksimum 1 kali dengan
ketentuan bahwa biaya yang dikenakan adalah berdasarkan
pemboran awal dan pencapaian recovery.

1.8 The Contractor together with the Company responsible for safety and
environment. Standard safety and environment will follow normal SOP
in mining and exploration industry. Contractor shall commit to provide
safety PPE for the employees.
Kontraktor bersama-sama dengan Perusahaan bertanggung-jawab
terhadap keselamatan kerja dan penjagaan lingkungan. Standar
keselamatan kerja dan lingkungan mengikuti Tatacara Lazim (SOP)
untuk industri eksplorasi dan tambang. Kontraktor sanggup
mengadakan peralatan keselamatan kerja (APD) untuk seluruh
karyawannya.

1.9 Rod Stuck because of lithology (rock formation), the rods will be
charge to Company with discount 50% of new price.
Pipa terjebak karena litologi (formasi batuan), maka pipa akan
ditagihkan ke Perusahaan dengan diskon 50% dari harga baru.

1.10 Distance between holes to source of water 0 - 500 meters is free


charge. More than 500 meter actual distances will be charged IDR
3,000,-/meter.
Jarak antar lubang bor dengan sumber air 0 - 500 meter aktual di
lapangan. Apabila lebih dari 500 meter jarak aktual di lapangan akan
dikenakan biaya IDR 3.000,-/meter.

6
Contract For Drilling Works

2.3 Drilling Requirement


Persyaratan Pemboran
2.3.1 Provision of access to the drill Sites shall be under the Company’s
responsibility.
Pemberian akses ke Tempat pemboran menjadi tanggung jawab
Perusahaan.

2.3.2 The drill-hole position and identification, will be designed and specified
by the Company’s representative.
Posisi lubang pemboran dan identifikasinya akan dibuat dan
ditentukan oleh perwakilan Perusahaan.

2.3.3 Actual final depth of each drill-hole will depend upon information
obtained as the drilling proceeds and shall be determined by the
Company’s representative. The Company’s representative shall have
the right at any time to check the measurements of any drill-hole.
Kedalaman akhir aktual dari masing-masing lubang bor akan
ditentukan oleh informasi yang diperoleh sebagai kemajuan pemboran
dan harus ditetentukan oleh perwakilan Perusahaan. Perwakilan
Perusahaan berhak setiap saat untuk memeriksa ukuran setiap lubang
pemboran.

2.3.4 The Contractor shall use standard drilling techniques and procedures
except where prior approval is given by the Company’s representative
to use other technique.
Kontraktor harus menggunakan teknik-teknik dan prosedur
pengeboran yang standar, kecuali bila terdapat persetujuan
sebelumnya yang diberikan oleh perwakilan Perusahaan maka ia
harus menggunakan teknik yang lain.

2.3.5 The Company shall ensure unobstructed access for the Contractor at
drilling areas and to settlement any land dispute within drilling area. If
the minimum drill access)1 required is not available then the Company
will provide assistance to the drilling location.
Perusahaan wajib memastikan akses yang tak terhalang bagi
Kontraktor di wilayah pemboran dan wajib menyelesaikan setiap
pertikaian soal tanah di wilayah pemboran. Jika tidak terdapat akses
minimum)2 untuk mobilisasi peralatan bor maka pihak Perusahaan
akan menyediakan bantuan menuju lokasi pemboran.

1
) Road, footpath, river/creek, etc.
2
) Jalan, jalan setapak/rintisan, sungai/anak sungai, dan lain-lain

7
Contract For Drilling Works

2.3.6 The Contractor shall duly inform and discuss with the Company’s
representative of any occurence of unforeseen conditions, which
affect, or may affect the required standard of the works.
Kontraktor harus dengan semestinya memberitahu dan mendiskusikan
dengan perwakilan Perusahaan tentang setiap kejadian dan kondisi
yang tak terduga sebelumnya yang mempengaruhi, atau yang dapat
mempengaruhi standar pekerjaan yang diperlukan.

2.3.7 In the event that coal sample recovery falls below the minimum
requirements, the Company reserves the right to have the hole or
specific meters to be re-drilled, with maximum twice redrill.
Jika penemuan sampel batu-bara berada dibawah persyaratan
minimum, maka Perusahan berhak untuk menyuruh agar lubang atau
meter-meter khusus di bor ulang dengan pengeboran ulang, paling
banyak 1 kali.

2.3.8 Core loss due to unforeseen circumstances or unfavorable geological


conditions and not arising from the negligence or poor drilling
techniques of the Contractor shall not be deemed as the Contractor’s
failure or default in the core recovery and this case, the Contractor
shall not be penalized.
Kehilangan core yang disebabkan oleh keadaan yang tak dapat
diduga sebelumnya atau karena kondisi geologis yang tidak
menguntungkan dan yang tidak timbul sebagai akibat dari kelalaian
atau teknik pemboran yang buruk dari Kontraktor tidak dianggap
sebagai kegagalan Kontraktor atau wanprestasi (cidera janji) di dalam
upaya penemuan core dan hal ini Kontraktor tidak diberi sanksi.

2.3.9 The Company reserves the right to survey or log any drill-hole as and
when necessary. It is responsibility of the Contractor to ensure that the
drill-hole is in satisfactory condition for loging or surveying to the depth
required by the Company at any time during the course of the work.
Perusahaan tetap berhak untuk mensurvey atau melakukan log suatu
lubang pemboran bila diperlukan. Ini menjadi tanggung-jawab
Kontraktor untuk memastikan bahwa lubang bor dalam kondisi yang
memuaskan untuk melakukan loging atau survey kedalaman yang
diperlukan oleh Perusahaan setiap saat selama berlangsungnya
pekerjaan.

ARTICLE 3: OBLIGATION OF THE CONTRACTOR


PASAL 3: KEWAJIBAN KONTRAKTOR

3.1 At all times during the course of the works, the Contractor shall provide
proper and adequate drill rig, plants, equipment, spareparts, drill bits,

8
Contract For Drilling Works

etc, including all necessary operators, mechanics and all personnel,


ensuring that they are in serviceable and working conditions.
Di sepanjang waktu selama berlangsungnya pekerjaan, Kontraktor
harus memberikan ajungan pemboran, instalasi perlengkapan /
peralatan, suku cadang, mata bor dst., termasuk semua operator yang
diperlukan, para mekanik, dan semua tenaga personil dengan
memastikan bahwa mereka itu dalam kondisi siap kerja dan dapat
bekerja.

3.2 Employees of the Contractor shall be fully trained and capable of carry
out the drilling works efficiently
Para karyawan Kontraktor harus sepenuhnya terlatih dan mampu
melakukan pekerjaan pemboran dengan efesien.

3.3 The Contractor shall, at all times, enforce strict dicipline and maintain
good order among its employees and shall not retain any unfit person
or anyone who does not possess the necessary skills assigned to them
in the works. The Company representative shall have the right to
authorize the removal and replacement of any employee(s) of the
Contractor when deemed to be unfit, uncooperative or incapable in the
works. The Contractor shall with in seven (7) days upon the receipt of
the Company’s notice comply with such request. Any downtime arising
from such circumstances shall be under the Contractor’s account and
no claim for extra cost or time will be entertained.
Kontraktor harus disepanjang waktu, menerapkan disiplin ketat dan
mempertahankan ketertiban yang baik diantara para karyawannya dan
tidak boleh tetap menggunakan orang yang tidak layak atau
seseorang yang tidak memiliki keterampilan yang diperlukan yang
ditetapkan kepada mereka di dalam pekerjaan. Perwakilan
Perusahaan berhak untuk mengesahkan perberhentian dan
penggantian karyawan (-karyawan) Kontraktor bila dianggap tidak
memenuhi persyaratan, tidak dapat bekerja-sama atau tidak
berkemampuan di dalam pekerjaan. Kontraktor harus, dalam waktu 7
hari sejak diterimanya pemberitahuan dari Perusahaan, mengabulkan
permohonan itu. waktu terbuang karena kondisi tersebut menjadi
tanggung-jawab Kontraktor yang tidak dapat menimbulkan biaya
waktu ekstra.

3.4 The Contractor shall ensure that its own employees, personnel, ngage
in the works are covered for emergency medical wefare at all times
during the term of this aggreement. Evidence of such cover must be
submitted to the Company prior to commencement of work upon arrival
at Site
Kontraktor harus memastikan bahwa para karyawannya sendiri,
personilnya, para kuasanya, yang bertugas di dalam pekerjaan itu
dilindungi untuk kesejahteraan, kesehatan darurat disepanjang waktu

9
Contract For Drilling Works

selama masa Perjanjian ini. Bukti penutupan itu harus diserahkan


kepada Perusahaan sebelum dimulainya pekerjaan pada saat tibanya
di Tempat/Lokasi.

3.5 Comply with and carry out provisions of all Acts, Regulations, By Laws,
proclamations including any other laws governing or affecting the
works, in particular, all Laws pertaining to safety, environmental,
health, preventions of bush fires and sanitations.
Mentaati dan melaksanakan ketetapan-ketetapan dalam semua
Undang-Undang, Peraturan, Anggaran Dasar, pernyataan termasuk
peraturan hukum lainnya yang mengatur atau mempengaruhi
pekerjaan, terutama semua peraturan hukum yang berkenaan dengan
keamanan / keselamatan, lingkungan, kesehatan, pencegahan
kebakaran dan sanitasi.

3.6 The Contractor and his employees must be responsible for all data or
informations they found during drilling and must keep all these
informations or data confidential. These informations or data are
belongings under the Company and the Contractor is strictly prohibited
to release to any third party.
Kontraktor dan para karyawannya harus bertanggung-jawab atas
semua data dan informasi yang mereka peroleh selama pemboran,
dan mereka harus selalu merahasiakan semua informasi atau data ini
adalah harta-milik Perusahaan dan Kontraktor dilarang keras
melepaskannya kepada pihak ketiga manapun.

3.7 The Contractor shall not without the prior written consent of the
Company, build or construct any permanent building or other
structures or cutting the trees or make changes to any objects in the
drilling area.
Kontraktor tidak boleh, tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari
Perusahaan, membangun atau mendirikan suatu gedung permanen
atau bangunan-bangunan lainnya atau melakukan pemotongan pohon
atau perubahan atas benda-benda di dalam wilayah pemboran.

3.8 The expenses of Hydraulic Oil, Engine Oil, Grease Pipe, and Gear
Grease are responsibility by the Contractor.
Biaya-biaya untuk Oli Hidrolik, Oli Mesin, Pelumas Pipa, dan Gear
Grease menjadi tanggung jawab Kontraktor.

10
Contract For Drilling Works

ARTICLE 4: OBLIGATION OF THE COMPANY


PASAL 4: KEWAJIBAN PERUSAHAAN

The Company shall supply the following services and facilities to the
Contractor:
Perusahaan harus memberikan jasa-jasa dan fasilitas-fasilitas berikut
ini pada Kontraktor:
a) Drill hole position, the Company’s representative shall indicative to the
Contractor, the positions of all drill-holes and give specifications on the
seam caracteristic and approximate depth.
Posisi lubang pemboran, perwakilan Perusahaan harus menunjukkan
kepada Kontraktor posisi-posisi semua lubang pemboran dan
memberikan spesifikasi tentang kedalaman lapisan tipis batu-bara,
karateristik lapisan dan perkiraan kedalaman.

b) The Company shall be responsible for aranging with landowners for


access to drill Sites, and responsible for payment of compensation for
damage, provided not arising from the willful and negligence conduct of
the Contractor, arising from the movement of the Contractor’s plants to
and from the drill Site. This does not include damage during mobilization
and demobilization to Site.
Perusahaan harus bertanggung-jawab untuk mengadakan perencanaan
dan pengaturan dengan para pemilik tanah untuk akses ke tempat-
tempat pemboran dan harus bertanggung-jawab, untuk membayar
ganti-rugi bagi kerusakan, asalkan tidak timbul dari niat dan kelalaian
perbuatan dari Kontraktor, yang timbul dari perpindahan instalasi-
instalasi milik Kontraktor ke dan dari tempat pemboran. Ini tidak
termasuk kerusakan yang terjadi selama mobilisasi dan demobilisasi ke
tempat/Lokasi.

c) Company shall be responsible for all Goverment permits to enable the


Contractor to carry out the drilling works. In the ivent of absence of such
permits and resulting in delays or standby of equipment, the Company
shall permit/grant extension of time in the works.
Perusahaan harus bertanggung-jawab atas semua Perizinan
Pemerintah agar Kontraktor dapat mengerjaan pekerjaan pemboran.
Jika Perizinan tersebut tidak ada dan mengakibatkan keterlambatan
atau menganggurnya perlengkapan / peralatan maka Perusahaan harus
mengizinkan / memberi kepanjangan waktu di dalam pekerjaan.

d) Chemicals for mixing mud, gel, cements, PVC casing and others
materials related with drilling operation are responsibilities of the
Company.

11
Contract For Drilling Works

Bahan-bahan kimia untuk pencampuran lumpur, gel, semen, casing


PVC dan material lain yang berkaitan dengan operasi pemboran
menjadi tanggung-jawab Perusahaan.
The unit rates of drilling mud if the contractor providing are follows:
Harga unit lumpur pengeboran, apabila disediakan oleh kontraktor sebagai
berikut :

Description of material Unit Rate IDR per unit


Deskripsi material Satuan angka IDR per satuan
Ausgel 170.000,-/sack

Polimer 120.000,-/liter

Austrol 120.000,-/kg

PVC 250.000,-/rod

e) Fuel for drilling operations will be borne jointly and equally (50% - 50%)
between the Contractor and the Company
Bahan bakar untuk operasi pemboran akan ditanggung bersama dan
merata (50%-50%) antara pihak Kontraktor dan Perusahaan.

ARTICLE 5: SAFETY
PASAL 5: KESELAMATAN

5.1 Without limiting the Contractor’s statutory obligations, the Contractor


shall comply with all safety requirement put up at the Site , including
the provision of all required PPE and safety equipment for protection of
people and property. This include but limited to Safety Helmets, Safety
Glasses, Safety Footwear, Gloves, Hearing Protection, etc.
Tanpa membatasi kewajiban Kontraktor berdasarkan peraturan hukum
tertulis, Kontraktor harus mentaati semua persyaratan keselamatan
yang ditetapkan di tempat, termasuk ketetapan tentang semua PEE
yang telah diperoleh dan peralatan keamanan / keselamatan untuk
melindungi orang dan harta-benda ini termasuk dan tidak terbatas
hanya pada Helm Pengaman, Kaca-mata Pengaman, Sepatu
Pengaman, Sarung-tangan, Perlindungan Pendengaran, dsb.

5.2 Appropriately trained operators with knowledge of required standards


for establishing Work Method Statements and Job Safety Analysis
Sheets.
Para operator terlatih yang semestinya dan berpengatahuan yang
memenuhi standar yang dipersyaratkan untuk menetapkan
Pernyataan Metode Kerja dan Lembar Analisa Keselamatan Kerja.

12
Contract For Drilling Works

5.3 Comply with all approved Company’s Site policies and procedures as
issued by the Superintendent.
Mentaati semua kebijakan di tempat yang sudah disetujui dan
dikeluarkan oleh Perusahaan dan tata cara yang dikeluarkan oleh
Pengawas Perusahaan.

ARTICLE 6: SCHEDULE OF RATES


PASAL 6: KETENTUAN TARIF/HARGA

6.1 The unit rates stated herein shall be fixed and shall not be adjustable
for any fluctuation in the cost of materials, plant, equipment, services,
etc, that may arose during the Contract period including any extension
to the Contract.
Ketentuan mengenai Tarif/Harga yang dinyatakan dalam Perjanjian
adalah tetap dan tidak boleh disesuaikan kepada suatu fluktuasi (naik
turunnya) di dalam harga material, instalasi perlengkapan / peralatan,
jasa, dsb., yang mungkin timbul selama masa Perjanjian termasuk
perpanjangan bagi Perjanjian.

6.2. The Unit rates stated herein shall include all costs for transportation,
overheads, profits and attendance associated with the provision of
labour, rig equipment and accessories and no claim for further
compensation, other than the agreed unit rates, shall be entertained.
Ketentuan mengenai Tarif/Harga yang dinyatakan dalam Perjanjian
meliputi semua biaya untuk transportasi, biaya harian, keuntungan,
dan kehadiran yang terkait dengan diberikannya tenaga kerja
peralatan ajungan pemboran dan aksesoris, dan tidak ada
klaim/tuntutan untuk kompensasi lebih lanjut, selain daripada yang
telah disepakati dalam Perjanjian ini.

6.3. The Contractor shall not be entitled to any allowance in respect of any
item or items of the work not required or authorized to be executed and
all work for which items are included in the Schedule of Rates
regardless of its difficulty and subject to the provisions of the Contract.
Kontraktor tidak berhak atas uang tunjangan berkenaan dengan
satuan atau satuan-satuan pekerjaan yang dilaksanakan dan semua
pekerjaan yang nilai nya sudah ditentukan dalam Ketentuan mengenai
Tarif/Harga dalam Perjanjian ini.

6.4. The unit rates stated herein is inclusive of Pph 23 but has not yet to
include 10% PPN which shall be payable in accordance to the laws of
Indonesia.

13
Contract For Drilling Works

Tarif/Harga yang dinyatakan dalam Perjanjian ini termasuk Pph 23 tapi


belum termasuk 10% PPN yang harus dibayar sesuai dengan
peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

6.5. The Parties agree that no limitation will be applicable on the drilling
quantities (drilling meters).
Para Pihak setuju tidak ada pembatasan yang akan berlaku pada
kwantitas-kwantitas pemboran (meter / ukuran pemboran)

6.6. The maximum depth (vertical drilling HQ3) is 125 meters for open hole,
and 100 meters for coring. The maximum depth (inclined drilling HQ3)
is 70 meters with maximum 35° inclination. The minimum Contract
quantity is 4,000 meters, subjected to the provisions of this Contract.
Drill Hole specifications shall be as directed by the representative of
the Company.
Kedalaman lubang maksimum (pemboran vertical HQ3) adalah 125
meter untuk pemboran terbuka dan maksimum 100 meter untuk
pemboran inti. Kedalaman maksimum (pemboran miring HQ3) adalah
70 meter dengan kemiringan maksimum 30°. Kwantitas minimum
dalam Perjanjian ini adalah 4.000 meter, berdasarkan ketetapan-
ketetapan dalam Perjanjian ini. Spesifikasi / ketentuan Lubang
Pemboran harus sebagaimana yang diperintahkan oleh perwakilan
dari Perusahaan.

6.7. Payment shall only be made against daily time/record sheets


submitted to and approved by the Superintendent/Company’s
representative.
Pembayaran hanya akan dilakukan terhadap waktu harian yang
dinyatakan dalam Berita Acara yang diserahkan kepada dan disetujui
oleh Pengawas/Perwakilan Perusahaan

6.8. Cost for mobilization and demobilization from Contractor’s Workshop


to Camp Site of Company area and from Camp Site to Contractor’s
Workshop shall be Rp. 80.000.000,-
Biaya untuk mobilisasi dan demobilisasi dari workshop Kontraktor ke
Tempat Kamp Lokasi Perusahaan dan dari Tempat Kamp ke
Workshop Kontraktor sebesar Rp. 80.000.000,-.

6.9. The unit rates for coring drilling or open hole drilling are as follows:
Ketentuan Tarif/Harga untuk pengeboran inti atau pengeboran lubang
terbuka adalah sebagai berikut:

14
Contract For Drilling Works

Description of Works Price (IDR)/meter


Deskripsi Pekerjaan Harga (IDR)/meter

Open Hole HQ3 0-125 m (vertical) 400,000


Pemboran Terbuka HQ3 0-125 m ( vertikal)

Coring HQ3 0-125 m (vertical) 500,000


Pemboran Inti HQ3 0-125 m (vertikal)

Open Hole HQ3 0 – 70 meters (inclination) 480,000


Pemboran terbuka HQ3 0 – 70 m (bor miring)

Coring HQ3 0 – 70 meters (inclination) 580,000


Pemboran Inti HQ3 0 – 70 m (bor miring)

In calculating cost of drilling, depth and intervals will be taken to the


nearest whole centimeter.
Dalam mengkalkulasi biaya pemboran kedalaman dan interval akan
dibawa ke sentimeter angka bulat yang terdekat.

6.10. The Standby rate are as follows:


Angka tarif cadangan adalah sebagai berikut:

Description Unit Rate IDR per hour/unit


Deskripsi Satuan angka IDR per jam/satuan

Standby 200,000.00

Standby rate is applicable when The Company is unable to provide


any drill site to The Contractor, waiting information from the Company,
land problem, society problem, logging standby, or instructed by The
Company in waiting, etc. For avoidance of doubt, events caused by
Force Majeure are exluded herein.
Tarif Tunggu berlaku bila Perusahaan tidak dapat memberikan
tempat-tempat pengeboran kepada Kontraktor, selama menunggu
informasi dari Perusahaan, selama ada masalah pertanahan, masalah
masyarakat, proses logging atau karena diperintahkan oleh
Perusahaan selama menunggu, dsb., Ketentuan ini tidak termasuk
Keadaan Memaksa (Force Majeure).

15
Contract For Drilling Works

ARTICLE 7: TERMS OF PAYMENT


PASAL 7: KETENTUAN PEMBAYARAN

7.1 First Down payment 30% of Total amount volume contract shall be
made by the Company to the Contractor at the time of signing contract.
Uang muka pertama adalah sebesar 30% dari volume Jumlah uang
seluruhnya dalam Perjanjian, harus dilakukan oleh Perusahaan
kepada Kontraktor pada saat penandatanganan Perjanjian.

7.2 The Contractor shall at every 30 days of each calendar month, submit
to the Company payment claims (invoice and any expenses for
reimbursement) for works carried out in accordance to the Contrac.
Kontraktor harus setiap 30 hari dalam setiap bulan kalender,
menyerahkan tagihan/invoice kepada Perusahaan (faktur dan
pengeluaran untuk mendapatkan penggantian) untuk pekerjaan yang
dilakukan sesuai dengan Perjanjian ini.

7.3 Each payment claims must be submitted by Contractor and:


Setiap klaim/tagihan pembayaran harus diserahkan oleh Kontraktor
dan:

a) Contain sufficient details showing calculation the amount of


work done
Mengandung rincian yang cukup yang menunjukkan kalkulasi
banyaknya pekerjaan yang telah dikerjakan.

b) In a format approved by the company


Dalam suatu format yang disetujui oleh Perusahaan.

c) Include all necessary supporting information and documents


Memuat semua data informasi dan dokumen pendukung yang
diperlukan.

7.4 Payments shall be made within 15 working days (fifteen days) from the
date of receipt of proper invoices including documents required for
taxation purpose.(“Term of Invoice Payment”)
Pembayaran harus dilakukan dalam waktu 15 hari (lima belas hari)
kerja dihitung sejak tanggal diterimanya tagihan/invoice lengkap
termasuk dokumen-dokumen yang diperlukan untuk tujuan
pembayaran pajak(“Jangka Waktu Pembayaran Invoice”)

16
Contract For Drilling Works

ARTICLE 8: VARIATION
PASAL 8: KEANEKARAGAMAN

8.1 The Company shall have the authority to instruct the Contractor to carry
out additional/ new works or omit any scope of work at any time during
the term of Contract. All such variations shall be made in writing from
the Company.
Perusahaan mempunyai wewenang untuk memerintahkan Kontraktor
agar mengerjakan pekerjaan tambahan / baru atau mengabaikan
suatu lingkup Pekerjaan sewaktu-waktu selama masa Perjanjian.
Semua keaneka-ragaman tersebut harus dibuat secara tertulis dari
Perusahaan.

8.2 In the event where additional works are similar in nature to the Contract
Works, the same unit rates shall be adopted for valuations of such
variations.
Dalam hal pekerjaan tambahan ternyata sama sifatnya dengan
Pekerjaandidalam Perjanjian ini, maka penghitungan tarif/harga
disamakan dengan penghitungan tarif/harga Pekerjaan.

8.3 Any new rates for items not within the Contract shall be properly
substantiated and subject to fair evaluation and agreement by the
Company before proceeding with the works.
Setiap nilai baru untuk suatu pekerjaan, yang belum diatur dalam
Perjanjian harus dibuktikan dengan benar dan tunduk pada evaluasi
yang sebenarnya dan disetujui oleh Perusahaan, sebelum
dilanjutkannya pekerjaan tersebut.

8.4 Contractor is prohibit to transfer part or entire Works to other party.


Kontraktor dilarang untuk mengalihkan sebagian atau seluruh
Pekerjaan kepada pihak ketiga.

ARTICLE 9: FORCE MAJEURE


PASAL 9: KEADAAN MEMAKSA

9.1 Force Majeure shall mean any of the following:


Keadaan Memaksa berarti hal-hal sebagai berikut:
a) Act of God;
Bencana Alam;

17
Contract For Drilling Works

b) The condition cause by Law, regulation or order of any government


or government authority;
Suatu keadaan yang terjadi disebabkan oleh Undang-undang,
peraturan hukum atau perintah dari pemerintah atau otoritas
pemerintah;

c) Act of war declared or undeclared;


Keadaan perang yang diumumkan atau tidak yang diumumkan;

d) Public disorder;
Kekacauan masyarakat umum;

e) Riot, insurrection, rebellion, sabotage or act of terrorist;


Huru-hara, kekerasan, pemberontakan, sabotase, atau tindakan
teroris;

f) Flood, earthquake, hail, lighting, severe weather conditions or


natural calamity;
Banjir, gempa bumi, angin ribut, petir, keadaan cuaca yang sangat
buruk, atau bencana alam;

g) Strike, boycott, lockout or other labour disturbance which is beyond


the control of affected party; or could not have reasonably foreseen
by the affected party or was not directly or indirectly caused or
contributed to by the affected party.
Pemogokan, baikot, kemangkiran, atau gangguan tenaga kerja lain
yang diluar kekuasaan pihak yang terkena atau tidak dapat
memperdiksikan secara sewajarnya oleh pihak yang terkena atau
yang tidak secara langsung atau secara langsung disebabkan atau
ikut disebabkan oleh pihak yang terkena.

9.2 Effect of Force Majeure


Dampak Keadaan Memaksa

a) If either party is prevented or hindered by Force Majeure, either


wholly or partially, complying with any obligation other than to pay
money, under the Contract, shall withing 24 hours give notice to
other party specifying the event of Force Majeure, the effect of
Foce Majeure occurrence on the performance of that party’s
obligations and likely duration of its inability to perform that

18
Contract For Drilling Works

obligation. Upon giving such notice, the affected obligation is


suspended for the period of the Force Majeure.
Jika salah satu pihak terkena atau terkendalai oleh Force Majeure,
seluruhnya atau sebagian sehingga tidak dapat memenuhi
kewajibannya selain dari pada kewajiban membayarkan uang,
berdasarkan Perjanjian ini, dalam waktu 24 jam menyampaikan
pemberitahuan kepada pihak lainnya dengan menyebutkan
peristiwa Force Majeure, pengaruh kejadian Force Majure
terhadap pelaksanaan kewajiban pihak itu dan durasi yang
mungkin dari ketidak-mampuannya untuk melaksanakan kewajiban
itu. Segera setelah menyampaikan pemberitahuan tersebut,
kewajiban yang tertimpa lalu ditangguhkan selama masa Keadaan
Memaksa (Force Majure.

b) A party affected by Force Majeure shall use its best endeavours to


remove the cause and effect of the Force Majeure and promptly
and diligently take appropriate action to enable it to perform the
obligations prevented by Force Majeure.
Satu pihak yang tertimpa oleh Keadaan Memaksa (Force Majeure)
harus berusaha sebaik-baiknya menghilangkan sebab dan akibat
Force Majeure itu dan dengan semestinya serta dengan
bersungguh-sungguh mengambil tindakan yang semestinya, yang
dapat memungkinkan pihak tersebut melaksanakan kewajiban-
kewajiban yang tercegah oleh Keadaan Memaksa (Force Majeure).

c) Should the Force Majeure be continuing for more than 60 days,


either party may terminate the Contract by giving 14 days notice in
writing to the other.
Jika Force Majure terjadi terus menerus selama lebih dari 60 hari,
maka pihak yang manapun dalam Perjanjian boleh mengakhiri
Perjanjian dengan menyampaikan pemberitahuan tertulis 14 hari
sebelumnya kepada pihak lain.

ARTICLE 10: TERMINATION OF CONTRACT


PASAL 10: PENGAKHIRAN PERJANJIAN

10.1 The Termination of Contract by the Company


Diakhirinya Perjanjian oleh Perusahaan

The Company has right to terminate this Contract for the following
reasons:
Perusahaan berhak untuk mengakhiri Kontrak ini karena alasan dan
sebab berikut ini:

19
Contract For Drilling Works

a) Force Majeure
Keadaan Memaksa

In the event of Force Majeure continuing for more than sixty (60)
days after notice of said event is given, the Company may
terminate this Contract by giving fourteen (14) business days or
working days prior written notice.
Dalam hal Force Majeure terjadi terus menerus selama lebih dari
enam puluh (60) hari setelah pemberitahuan tentang peristiwa
tersebut disampaikan, Perusahaan boleh mengakhiri Perjanjian ini
dengan sebelumnya menyampaikan pemberitahuan tertulis empat
belas (14) hari kerja.

b) In the event of a material dafault by the Contractor, i.e. failure or


refusal or inability of the Contractor to act or perform any part of its
obligations hereunder in an efficient, workmanlike, skillful and
careful manner or with the required promptness and diligence, or in
the event the Contractor is judged as bankrupt or should become
insolvent and should the Company elect to terminate this Contract
as a result of the reasons stated above, the Company shall have
the right to seek such replacement services from a third party and
any reasonable sum in excess of the applicable portion of the total
cost incurred by the Company due to the default and replacement
of the Contractor shall be promptly reimbursed by the Contractor.
Jika terjadi wanprestasi (cidera janji) yang nyata yang diakibatkan
oleh Kontraktor yakni kegagalan atau penolakan atau
ketidakmampuan Kontraktor untuk bertindak atau melaksanakan
suatu bagian dari kewajiban-kewajibannya berdasarkan Perjanjian
ini dengan suatu cara yang efesien, dengan kemahiran kerja,
terampilan dan kehati-hatian atau dengan kecepatan dan
kesungguhan yang diharuskan, atau jika Kontraktor oleh
keputusan pengadilan dinyatakan bangkrut atau jika Kontraktor
menjadi pailit dan jika Kontraktor memilih untuk mengakhiri
Perjanjian ini sebagai akibat dari alasan-alasan atau sebab yang
tersebut di atas, maka Perusahaan berhak untuk mengganti
Kontraktor/mencari jasa penggantian dari pihak ketiga dan jumlah
biaya yang dikeluarkan oleh Perusahaan yang disebabkan oleh
terjadinya wanprestasi oleh Perusahaan, dan penggantian
Kontraktor akan dibayar secara tepat waktu oleh Kontraktor

c) Termination Method
Cara Pengakhiran Perjanjian

20
Contract For Drilling Works

The Company may terminate the Contract at any time due to


material dafault by the Contractor by giving one month written
notice to the Contractor.
Perusahaan dapat mengakhiri Perjanjian ini sewaktu-waktu dalam
hal terjadi wanprestasi oleh Kontraktor, dengan menyampaikan 1
(satu) bulan sebelumnya pemberitahuan tertulis kepada
Kontraktor.

10.2 Termination by Contractor


Pengakhiran Perjanjian oleh Kontraktor

The Contractor has right to terminate this Contract for the following
reasons:
Force Majeure
In the event of Force Majeure continuing for more than sixty (60) days
after notice of said event is given, the Contractor may terminate this
Contract by giving fourteen (14) business days or working days prior
written notice.
Kontraktor berhak untui mengakhiri Kontrak karena alasan dan/atau
sebab berikut ini:
Force Majeure
Jika terjadi Force Majeure yang terus-menerus selama lebih dari
enam puluh (60) hari setealah pemberitahuan tentang peristiwa itu
disampaikan, Kontraktor boleh menghakhiri Perjanjian ini dengan
menyampaikan pemberitahuan empat belas (14) hari kerja sebelum
sebelum disampaikannya pemberitahuan tertulis.

10.3 Effects of Termination


Berbagai Dampak dari Diakhirinya Kontrak ini
If this Contract is terminated by the Company, the following provision
shall apply:
Jika Perjanjian ini diakhiri oleh Perusahaan, maka ketetapan berikut ini
akan berlaku:

The Company shall pay to the Contractor all payments for othe
services rendered by the Contractor up to the date of termination
Perusahaan harus membayarkan kepada Kontraktor semua
pembayaran untuk jasa-jasa yang diberikan oleh Kontraktor hingga
tanggal diakhirinya Perjanjian
a) In the event of Contract termination due to Contractor’s default,
pending settlement of the Company’s claim by reason of such

21
Contract For Drilling Works

termination, the Contractor shall not be entitled to any payment


until full settlement of the Company’s claims.
Jika diakhirinya Perjanjian ini dikarenakan terjadinya pelanggaran
kinerja Kontraktor, sementara menunggu penyelesaian klaim dari
Perusahaan karena sebab diakhirinya Perjanjian ini, Kontraktor
tidak akan berhak atas suatu pembayaran hingga penyelesaian
tuntas klaim-klaim dari Perusahaan.

(b) In the event of Contract termination due to Contractor’s default,


therefore Contractor shall demobilize all Equipments by its own
expenses. The time of demobilization should be written approved
by the Company.
Dalam hal terjadi pengakhiran kerja akibat wanprestasi oleh
Kontraktor, maka Kontraktor wajib melakukan demobilisasi
Peralatan dengan biaya sendiri. Waktu demobilisasi harus
mendapat persetujuan tertulis dari Perusahaan.

ARTICLE 11: DISPUTE RESOLUTION


PASAL 11: PENYELESAIAN PERTIKAIAN

Any and all disputes in connection with the Contract shall, as far as possible,
be settled amicably between the parties. Failing such amicable settlement
any and all disputes arising out of or in connection with this Contract or its
performance shall be settled before the Tangerang District Court.
Setiap dan semua pertikaian berkenaan dengan Perjanjian ini harus sedapat
mungkin, diselesaikan secara damai antara para pihak. Jika penyelesaian
secara damai tersebut gagal, maka suatu atau semua pertikaian yang terjadi
sebagai akibat dari atau terkait dengan Perjanjian ini atau pelaksanaannya
harus diselesaikan di depan Pengadilan Negeri Tangerang.

ARTICLE 12: GOVERNING LAWS


PASAL 12: HUKUM YANG MENGATUR

The provisions of this Contract shall be governed in all aspects by and


construed in accordance with the Laws of Republic of Indonesia.
Ketetapan-ketetapan dalam Perjanjian ini diatur dalam segala halnya oleh
dan harus difahami serta ditafsirkan menurut Peraturan Hukum Republik
Indonesia.

22
Contract For Drilling Works

ARTICLE 13: AMENDMENT OF CONTRACT


PASAL 13: PERUBAHAN PERJANJIAN

13.1. This Contract cannot be changed and/or amend without prior written
consent of the Parties.
Perjanjian ini tidak dapat diubah dan/atau ditambahkan tanpa
persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Para Pihak.

13.2. Any amendment of modifications to the Contract shall be made in


writing duly signed by parties hereto.
Setiap amandemen modifikasi pada Perjanjian ini harus dibuat secara
tertulis yang secara sah ditandatangani oleh para pihak dalam
Perjanjian ini.

ARTICLE 14: LANGUAGE


PASAL 14: BAHASA

If there are differences in interpretation of the provisions in this Contract, then


the Parties agree the provisions applicable in Bahasa Indonesia.
Apabila terdapat perbedaan interpretasi terhadap ketentuan-ketentuan
didalam Kontrak ini, maka Para Pihak sepakat ketentuan dalam Bahasa
Indonesia yang berlaku.

IN WITNESS WHEREOF, this Contract is made and signed on the date as


firstly mentioned above in duplicate; each is having the same legal force.

Demikian Perjanjian ini dibuat dan ditandatangani pada hari dan tanggal
sebagaimana disebutkan diawal, bermaterai cukup dan dibuat rangkap 2
(dua), masing-masing mempunyai kekuatan hukum yang sama.

For/Untuk: For/Untuk:
PT. Semesta Alam Barito PT. SINAR TIMUR DRILLINDO

NAME/NAMA: I.G.K. Sudarsana NAME/NAMA: Muhammad Yusuf Sirait


TITLE/JABATAN: Directors/Direksi TITLE/JABATAN: Director/Direktur
DATE/TANGGAL: DATE/TANGGAL:

23