Anda di halaman 1dari 35

MAKALAH

MATA KULIAH MANAJEMEN LABORATORIUM


(LABORATORIUM KULTUR JARINGAN TUMBUHAN)

Dosen Pengampu Mata Kuliah: Ariandi, S.Pd., M.Si

DISUSUN OLEH:
NAMA : EKA HERAWATI
NIM : H0319505
KELAS : PEND. BIOLOGI C

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SULAWESI BARAT
2020
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah Yang Maha Esa karena dengan
rahmat, karunia serta taufik dan hidayah-nya saya dapat menyelesaikan makalah yang
berjudul Rancangan Denah Laboratorium dan Manajemennya ini dengan baik.
Tidak lupa juga saya mengucapkan terimakasih pada Bapak Ariandi, S.Pd., M.Si
selaku dosen mata kuliah Manajemen Laboratorium, yang telah memberkan tugas ini
kepada saya dan membimbing saya dalam mengerjakan makalah ini. Saya sangat
berharap makalah ini dapat berguna bagi pembaca untuk menambah pengetahuan.
Saya juga menyadari sepenuhnya bahwa didalam makalah ini terdapat kekurangan dan
jauh dari kata sempurnah. Oleh sebab itu, saya berharap adanya kritik dan usulan demi
perbaikan makalah yang telah saya buat ini. Semoga makalah yang sederhana ini dapat
dipahami oleh para pembaca. Dan dapat berguna bagi saya sendiri dan juga para
pembaca. Sebelumnya saya mohon maaf apabila terdapat kata-kata yang kurang
berkenang.

Majene, 11 Mei 2020

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................. i


DAFTAR ISI ............................................................................................................ ii
BAB 1 PENDAHULUAN
A. Latang Belakang ........................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah ......................................................................................... 1
C. Tujuan ........................................................................................................... 2
D. Manfaat ......................................................................................................... 2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. Pengertian Laboratorium Kultur Jaringan ..................................................... 3
B. Rancangan Laboratorium Kultur Jaringan Tumbuhan ................................ 4
C. Gambar Struktur Denah dan Tata Letak ....................................................... 4
D. Peralatan yang Dibutuhkan di Laboratorium Kultur Jaringan Tumbuhan .... 14
E. Daftar Bahan Laboratorium Kultur Jaringan Tumbuhan .............................. 22
F. Tata Kelola Laboratorium ............................................................................. 24
G. Aturan Tata Tertib Laboratorium .................................................................. 25
H. Standar Mutu Laboratorium .......................................................................... 29
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan ................................................................................................... 31
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................ 32

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Laboratorium merupakan sebuah sarana yang berbentuk fasilitas untuk
menunjang aktivitas dari pendidikan serta pengetahuan, laboratorium terdiri dari
berbagai jenis, fungsi yang berbeda satu dengan yang lainnya
Laboratorium kultur jaringan tumbuhan merupakan laboratorium yang sangat
berperang penting bagi mahasiswa jurusan biologi. Laboratorium ini digunakan
untuk melaksanakan percobaan kultur jaringan percobaan kultur jaringan
tumbuhan. Laboratorium ini didesain sedemikian rupa, sehingga diharapkan
mampu mengoptimalkan daya gunanya bagi sekuruh mahasiswa. Laboratorium ini
menyediakan berbagai fasilitas berupa alat dan bahan yang menunjang proses
kultur jaringan tumbuhan.
Seperti namanya, laboratorium kultur jaringan tumbuhan berfungsi sebagai
laboratorium yang digunakan untuk meneliti perkembangbiakan tumbuhan
menggunakan teknik kultur jaringan. Teknik kultur jaringan ini merupakan teknik
yang sangat menguntungkan untuk mengembangkan budi daya tanaman. Sebab
tidak semua tanaman bias dikembangkan melalui penyerbukan alami maupun
buatan. Dengan kultur jaringan tanaman sudah bias dikembangbiakkan dengan
hanya menggunakan salah satu bagian dari tanaman tersebut.
Teknik kultur jaringan memerlukan media yang steril serta suhu yang optimal.
Sehingga tanaman yang dikultur bisa tumbuh optimal dan mendapatkan hasil yang
memuaskan. Sebab jika kultur jaringan pada tanaman tersebut berhasil dilakukan
maka akan banyak keuntungan yang didapatkan seperti memperbanyak tanaman
dengan waktu yang singkat.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana gambar atau struktur denah dan tata letak laboratorium kultur
jaringan tumbuhan?
2. Bagaimana peralatan laboratorium kultur jaringan tumbuhan?
3. Bagaimana daftar bahan laboratorium kultur jaringan tumbuhan?

1
4. Bagaimana tata kelola laboratorium ?
5. Bagaimana aturan tata tertib laboratorium?
6. Bagaimana standar mutu laboratorium?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui gambar atau struktur denah dan tata letak laboratorium
kultur jaringan tumbuhan
2. Untuk mengetahui peralatan laboratorium kultur jaringan tumbuhan
3. Untuk mengetahui daftar bahan laboratorium kultur jaringan tumbuhan
4. Untuk mengetahui tata kelola laboratorium
5. Untuk mengetahui aturan tata tertib laboratorium
6. Untuk mengetahui standar mutu laboratorium
D. Manfaat
Manfaat pembuatan makalah ini adalah untuk dapat digunakan sebagai bahan
pengajaran di bidang pendidikan.

2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian Laboratorium Kultur Jaringan


Laboratorium kultur jaringan adalah laboratorium yang digunakan khusus dalam
penelitian mengkulturkan jaringan tumbuhan. Pertumbuhan eksplan dalam kultur
jaringan diusahakan dalam lingkungan yang aseptik dan terkendali. Laboratorium
yang efektif merupakan salah satu unsur penting yang ikut menentukan keberhasilan
pekerjaan, baik untuk penelitian, maupun produksi.Laboratorium sebaiknya
dibangun di daerah yang udaranya bersih, tidak banyak debu dan polutan. Bangunan
laboratorium kultur jaringan sebaiknya mempunyai pembagian ruangan yang diatur
sede mikian rupa sehingga tiap kegiatan terpisah satu dengan lainnya, tetapi mudah
saling berhubungan dan mudah dicapai.
Kultur Jaringan/Tissue Culture merupakan salah satu teknik memperbanyak
tanaman secara aseptik yang ditujukan kepada bagian/sel/jaringan suatu tanaman.
Bagian/sel/jaringan dari satu tanaman tersebut dimaksudkan untuk bergenerasi
sendiri sehingga tanaman itu serupa dengan tanaman indukannya. Ciri teknik ini
adalah kondisi kultur yang aseptis, penggunaan media kultur buatan dengan
kandungan nutrisi lengkap, dan kondisi lingkungan kultur yang sesuai. Lingkungan
yang sesuai dapat dipenuhi dengan menentukan media tumbuh yang sesuai dan
penempatan pada kondisi yang terkendali berkaitan dengan intensitas dan
periodisitas, cahaya, temperatur, dan kelembaban serta keharusan sterilisasi.
Kultur jaringan tumbuhan atau Tissue Culture merupakan suatu metode
menumbuh kembangkan bagian tumbuhan, baik berupa sel, jaringan atau organ
dalam kondisi aseptic atau bebas dari mikro organisme. Metode ini dilakukan secara
in vitro dalam tabung atau botol menjadi tumbuhan yang lengkap bagian-bagiannya.
Hal ini karena sel tumbuhan bersifat autonom dan mempunyai totiporensi. Sel
bersifat autonom artinya dapat mengatur aktifitas hidupnya sendiri. Dalam hal ini sel
tumbuhan dapat melakukan metabolism serta tumbuh dan berkembang secara
independen jika diisolasi dari jaringan induknya.

3
B. Rancangan Laboratorium Kultur Jaringan Tumbuhan
Laboratorium Kultur Jaringan Tumbuhan terdiri dari ruangan-ruangan yang
dipisahkan berdasarkan fungsinya, yaitu Ruang Analisa, Ruang Persiapan, Ruang
Transfer/Tanam, Ruang Kultur/Inkubasi dan Ruang Timbang/Bahan Kimia.
Seberapapun luasnya laboratorium, ruang di atas juga harus terpisah dari
kebun bibit dan green house untuk menghindari masuknya kontaminasi ke dalam
ruang kultur. Kebersihan lantai, meja dan kursi harus terus dijaga secara intensif.
C. Gambar Struktur Denah dan Tata Letak
1. Denah /desain laboratorium kultur jaringan
Pembagian ruangan laboratorium kultur jaringan berdasarkan kegiatan-
kegiatannya adalah sebagai berikut :
a) Ruang Praktikum

4
b) Ruang Dosen

5
c) Ruang Analisa

Ruangan ini biasanya digunakan untuk tempat menganalisis, mengamati


dan mendiskusikan hasil perlakuan terhadap eksplan yang telah ditanan
terdahulu.Hasil perlakuan yang telah dilakukan terhadap eksplan tertentu
perlu diamati untuk melihat perbedaanya dan untuk membandingkan dengan
keadaan awal eksplan sewaktu ditanam. Oleh sebab itu yang dibutuhkan alat-
alat dari ruangan analisa, antara lain adalah:
- Mikroskop
- objek glass dan cover glass
- loupe
- mikrotom dan perlengkapannya

6
d) Ruang Persiapan

Ruang persiapan atau ruang sterilisasi merupakan ruangan yang


membersihkan alat-alat (alat-alat gelas seperti petri, botol, dll), persiapan dan
sterilisasi media, dan penyimpanan alat-alat gelas. Sebuah westafel untuk
mencuci yang dilengkapi dengan kran untuk aliran air mengalir juga
diperlukan untuk membersihkan alat-alat berbahan gelas. Selain itu
diperlukan meja yang permukaanya dilapisi dengan bahan yang mudah
dibersihkan. Diruangan ini terdiri dari:
- Oven
- Autoklaf
- Tempat cuci
- Kompor gas

7
- Labu takar, Erlenmeyer,pengaduk gelas,gelas piala, spatula,petridish, pipet,
botol kultur, pisau scapel.
e) Ruang Transfer/Tanam

Ruang transfer/ penanaman merupakan ruang yang digunakan untuk


isolasi, inokulasi dan subkultur (penjarangan) pada kondisi steril. Ruangan ini
sedapat mungkin bebas dari debu dan hewan kecil, penggunaan AC sangat
dianjurkan dalam ruangan ini. Ruang transfer dilengkapi dengan peralatan
sebagai berikut:
- Laminar air flow cabinet, bisa juga enkas
- Alat-alat diseksi pisau bedah/scapel,pinset,spatula dan gunting.
- Hand sprayer yang berisi alcohol 70%
- Lampu Bunsen

8
f) Ruang Kultur/Inkubasi

Ruang kultur/ inkubasi merupakan ruang yang paling besar dibanding


dengan ruangan yang lain. ruangan ini harus dijaga kebersihannya dan
sedapat mungkin dihindari terlalu banyak keluar masuknya orang-orang yang
tidak berkepentingan. di dalam ruangan terdapat:
- Rak-rak kultur
- Botol-botol kultur
Rak-rak kultur yang berfungsi untuk menampung botol-botol kultur yang
berisi tanaman. Rak ini juga dilengkapi lampu-lampu sebagai sumber cahaya
bagi tanaman kultur, ruang kultur ini juga harus dilengkapi dengan AC.

9
g) Ruang Timbang/Bahan Kimia

Ruang timbang ini berisi:


- Stok bahan-bahan kimia
- timbangan
- magnetic stirrer
- lemari es
Semua kegiatan penimbangan bahan kimia dan pembuatan larutan stok
berada diruangan ini.

10
11
2. Tata letak laboratorium kultur jaringan
Pemakai laboratorium hendaknya memahami tata letak atau layout bangunan
laboratorium. Pembangunan suatu laboratorium tidak dipercayakan begitu saja
kepada seorang arsitektur bangunan. Bangunan laboratorium tidak sama dengan
bangunan kelas. Banyak faktor yang harus dipertimbangkan sebelum
membangun laboratorium. Faktor-faktor tersebut antara lain lokasi bangunan
laboratorium dan ukuran-ukuran ruang. Persyaratan lokasi pembangunan
laboratorium antara lain tidak terletak pada arah angin yang menuju bangunan
lain atau pemukiman. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari penyebaran gas-
gas berbahaya.
Bangunan laboratorium tidak berdekatan atau dibangun pada lokasi sumber
air. Bangunan laboratorium jangan terlalu dekat dengan bangunan lainnya.
Lokasi laboratorium harus mudah dijangkau untuk pengontrolan dan
memudahkan tindakan lainnya misalnya apabila terjadi kebakaran, mobil
kebakaran harus dapat menjangkau bangunan laboratorium. Selain persyaratan
lokasi, perlu diperhatikan pula tata letak ruangan. Ruangan laboratorium untuk
pembelajaran sain umumnya terdiri dari ruang utama dan ruangruang pelengkap.
Ruang utama adalah ruangan tempat para siswa atau mahasiswa melakukan
praktikum. Ruang pelengkap umumnya terdiri dari ruang persiapan dan ruang
penyimpanan. Ruang persiapan digunakan untuk menyiapkan alat-alat dan
bahan-bahan yang akan dipakai praktikum atau percobaan baik untuk siswa
maupun untuk guru. Ruang penyimpanan atau gudang terutama digunakan untuk
menyimpan bahan-bahan persediaan (termasuk bahan kimia) dan alat-alat yang
penggunaannya tidak setiap saat (jarang).
Selain ruangan-ruangan tersebut, mungkin juga sebuah laboratorium
memiliki ruang gelap (dark room), ruangan spesimen, ruangan khusus untuk
penyimpanan bahan-bahan kimia dan ruang adminitrasi / staf . Hal ini didasarkan
atas pertimbangan keamanan berbagai peralatan laboratorium dan kenyamanan
para pengguna laboratorium. Penyimpanan alat-alat di dalam gudang tidak boleh
disatukan dengan bahan kimia. Demikian pula penyimpanan alat-alat gelas tidak
boleh disatukan dengan alat-alat yang terbuat dari logam.

12
Ukuran ruang utama lebih besar dari pada ukuran ruang persiapan dan ruang
penyimpanan. Contoh apabila luas lantai untuk sebuah bangunan laboratorium
100m2, 42 70 – 80 m2 diguanakan untuk ruang utama tempat praktikum. Ruang
penyimpanan harus dapat ditempati lemari yang akan digunakan untuk
menyimpan alat-alat atau bahan. Demikian juga ruang persiapan, harus dapat
ditempati meja dan alat-alat untuk keperluan penyiapan bahan-bahan atau alatalat
untuk percobaan.

13
D. Peralatan yang Dibutuhkan di Laboratorium Kultur Jaringan Tumbuhan
No Nama Alat Gambar Fungsi

1 A Laminar Kabinet yang digunakan


Airflow untuk isolasi, inokulasi dan
Cabinet (LAF) subkultur. Laminar air-flow
cabinet ini harus steril dan
bebas dari debu yang
dilengkapi dengan UV,
lampu neon dan blower.
Kabinet ini dapat diganti
dengan enkas (kotak
tertutup yang terbuat
darikaca atau triplek
dengan permukaan licin
putih.

2 Oven Untuk mengeringkan alat-


alat setelah disterilkan.

3 Autoclave Untuk mensterilkan alat-


alat seperti botol kultur,
pinset, scalpel, dan media
kultur

14
4. Mikroskop Fungsinya yaitu untuk
melihat obyek yang
berukuran micron.
Biasanya digunakan pada
kultur yang bahan
eksplannya berukuran
micron seperti kultur
protoplas, kultur pollen
dan lain-lain.
lain.

5 Hotplate Bersamaa dengan stirrer


berperan untuk
menghomogenkan
senyawa--senyawa dalam
media kultur dan untuk
memanaskan media padat
(agar)

6 Lemari es Untuk menyimpan stok


stok-
stok media kultur agar
tidak cepat rusak

15
7 Rak Inkubasi Untuk meletakkan botol-
botol kultur setelah proses
penanaman yang dilengkapi
dengan lampu neon sebagai
sumber cahaya, diletakkan
pada ruang berAC sehingga
suhu terkontrol, dan harus
dijaga kebersihannya. Rak
dapat terbuat dari kaca
atau triplek yang
permukaannya putih.

8 Shaker Alat penggojog botol kultur


dan digunakan untuk
mengocok eksplan yang
ditanam pada media kultur
cair.

9 Botol-botol Botol-botol tempat media


media dan untuk menanam
eksplan kultur jaringan.
Ukuran botol bervariasi dan
disesuaikan dengan
kebutuhan kultur jaringan.
Pemilihan botol diusahakan
yang mulut botolnya kecil,
bening dan tahan terhadap
tekanan dan sushu tinggi.

16
10 Cawan Petri difungsikan untuk
pembiakan bakteri dalam
mikrobiologi, sebagai alat
penimbang sample, untuk
mengeringkan bahan
sample. Pada kultur
jaringan Cawan Petridish
digunakan untuk
wadah/tempat memotong-
motong eksplan

11 Timbangan Timbangan Analaytical

analitik Balance digunakan untuk


menimbanga bahan-bahan
laboratorium, Seperti partikel
atau bahan dasar kimia.
Timbangan Analytical balance
memiliki keunggulan dalam
akurasi penghitungan dengan
pencapaian empat angka
dibelakang koma dalam satuan
gram (0.0001 gr),

12 Incubator Incubator adalah alat untuk


menginkubasi atau
memeram mikroba pada
suhu yg terkontrol.

17
13 Cenrifuga Centrifuge berfungsi untuk
proses pemisahan antara
larutan dan padatan
(separasi) menggunakan
gaya sentrifugal dengan
kecepatan rotasi tertentu

15 Berfungsi untuk mengukur


POCKET ph
ph secara akurat
METER

16 Spatula difungsikan untuk


Spatula
mengambil bahan kimia
yang berbentuk padat dan
dapat dipakai sebagai
pengaduk larutan.

18
17 Pinset digunakan untuk
Pinset
mengambil atau menarik
beberapa sampel. Fungsi
pinset itu untuk menjepit
benda kecil atau pun yang
sangat lembek(lembut), ada
beberapa sampel atau zat-
zat yang terdapat di
laboratoriumm yang bisa
menyebabkan alergi atau
iritasi pada manusia.

18 Timbangan Teknis 0.01 g


Timbangan
berfungsi untuk mengukur
0.01-100gr
berat suatu benda dengan
kemampuan baca 0.01g.
Untuk menjaga akurasi
timbangan perlu dilakukan
kalibrasi alat dengan
standart Nasional.

19 Enkase digunakan untuk


Enkase
menjaga ruang kerjauntuk
stabilitas dan sterilisasi
media alat kultur jaringan.

19
20 Warping plastic digunakan
Plastic Warp untuk menutup botol dan
menjaga suhu dan
kelembaban dalam botol,
sehingga udara dan kondisi
luar tidak
mengkontaminasi kondisi
botol.

21 Pipet Plastik
Pipet Plastik Pipet digunakan untuk
memindahkan sejumlah
cairan dari wadah satu ke
wadah yang lain.

22 Pengaduk kaca
Pengaduk Pengaduk kaca digunakan
Kaca untuk mengaduk larutan-
larutan yang ada pada kultur
jaringan.

23 Corong Gelas dan pelastik


Corong Plastik digunakan untuk
memindahkan cairan dari
wadah satu ke wadah yang
lain terutama pada wadah
dengan berdiameter kecil.
Funnel juga dapat
membantu penyaringan
dengan menaruh kertas
saring pada mulut corong.

20
24 Pembakar Bunsen (Bunsen
Api Bunsen Burner) Salah satu alat
yang berfungsi untuk
menciptakan kondisi yang
steril adalah pembakar
bunsen. Untuk sterilisasi
jarum ose atau yang lain,
bagian api yang paling
cocok untuk
memijarkannya adalah
bagian api yang berwarna
biru (paling panas).

25 Gelas Ukur/Cylinder
Gelas ukur digunakan untuk mengukur
volume larutan yang
bentuknya seperti corong
ataupun gelas yang
mempunyai ukuran volume
mililiter berfariasi.

26 Sebagai tempat
Keranjang penyimpanan botol kultur
botol kultur yang telah distrerilisasi.

27 Sebagai tempat
Lemari larutan penyimpanan berbagai
kimia macam larutan kimia.

21
E. Daftar Bahan Laboratorium Kultur Jaringan Tumbuhan
Bahan-bahan yang diperlukan dan biasa digunakan dalam metode kultur
jaringan adalah media MS (Murashige and Skoog), yang terdiri dari
makronutrien, mikronutrien,vitamin, iron, zat pengatur tumbuh (ZPT),
myoinositol, sukrosa dan agar. Bahan-bahan seperti makronutrien, mikronutrien,
vitamin, zpt, dan iron biasanya dibuat dalam bentuk larutan stok (media yang
lebih pekat), sehingga pada saat akan membuat media, cukup mengambil larutan
stok yang sudah dibuat. Pembuatan stok bertujuan untuk mempermudah
dibandingkan setiap kali membuat media harus menimbang Pada pembuatan
stok media, pemberian label pada botol larutan stok juga jangan sampai lupa dan
harus benar agar mempermudah pada saat akan membuat media kultur. Selain
media kultur jaringan, ada beberapa bahan yang digunakan untuk sterilisasi
eksplan, diantaranya adalah detergen, alkohol, clorox, aquadest steril, dan spiritus
yang dapat digunakan untuk sterilisasi permukaan LAF atau untuk cairan dalam
bunsen.
Media MS merupakan media kultur jaringan yang banyak digunakan untuk
mengkulturkan berbagai jenis tanaman, karena media ini mengandung unsur hara
makro dan mikro yang lebih lengkap dibandingkan penemu-penemu sebelumnya.
Setelah penemuan media MS, banyak berkembang modifikasi-modifikasi media
untuk tujuan tertentu, contoh media Nitsch & Nitsch (1969) untuk kultur anther
dan media SH (Schenk & Hidebrant) untuk kultur kalus monokotil dan dikotil
Media VW (Vacin & Went) dan media organik yang digunakan untuk
perbanyakan anggrek, serta media WPM (Woody Plant Media) untuk tanaman
berkayu, atau tanaman perdu atau pohon berkayu.

22
23
F. Tata Kelola Laboratorium
Dalam melakukan tata kelola/pengelolaan laboratorium, beberapa aspek yang
diperhatikan yaitu:
1. Perencanaan
Perencanaan ini dimaksudkan untuk merencanakan konsep dari suatu
laboratorium itu sendiri.Karena sebuah laboratorium dibangun untuk tujuan
tertentu. Artinya sebelum laboratoium itu dibangun harus tahu dulu untuk
keperluan apa dan untuk dipakai siapa laboratorium tersebut.
Perencanaan merupakan sebuah proses pemikiran yang sistematis, analitis,
logis tentang kegiatan yang harus dilakukan, langkah-langkah, metode, SDM,
tenaga dan dana yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan
secara efektif dan efisien.Perencanaan ini dimaksudkan untuk merencakan
konsep dari suatu laboratorium itu sendiri. sebelum laboratoium itu dibangun
harus tahu dulu untuk keperluan apa dan untuk dipakai siapa laboratorium
tersebut. Misalnya laboratorium yang akan digunakan untuk pembelajaran
Biologi di Sekolah Menengah tentunya akan memiliki bentuk yang berbeda
dengan laboratorium untuk penelitian. Demikian pula, laboratorium untuk
penelitian atau percobaan fisiologi tumbuhan akan berbeda dengan laboratorium
untuk ekologi.Pada umumnya bentuk, ukuran dan tata ruang suatu laboratorium
didesain sedemikian rupa sehingga pemakai laboratorium mudah melakukan
aktivitasnya
2. Penataan
Tata letak peralatan adalah suatu bentuk usaha pengaturan penempatan
peralatan di laboratorium, sehingga laboratorium tersebut berwujud dan
memenuhi persyaratan untuk beroperasi.
Tata letak peralatan adalah suatu bentuk usaha pengaturan penempatan
peralatan di laboratorium, sehingga laboratorium tersebut berwujud dan
memenuhi persyaratan untuk beroperasi. Kata pengaturan dalam kalimat di atas
mengandung makna yang sangat luas, yaitu bahwa dalam mewujudkan suatu
laboratorium yang layak operasi diperlukan penempatan perlatan yang tersusun
yang rapi berdasar kepada proses dan langkah-langkah penggunaan aktivitas

24
dalam laboratorium yang diharapkan, begitu pula dengan daerah kerja harus
memiliki luas yang memungkinkan pengguna, pekerja, operator dapat bergerak
bebas, aman dan nyaman, di samping lalu lintas bahan yang akan digunakan
dapat sampai ke tempat kerja dengan mudah dan lancar.
3. Pengadministrasian
Pengadministrasian sering juga disebut sebagai kegiatan menginventaris.
Inventaris adalah sutu kegiatan dan usaha untuk mnyediakan catatan tentang
keadaan semua fasilitas maupun barang-barang yang dimiliki.Catatan inventaris
yang baik akan mempermudah pergantian tanggung jawab dari pengelola yang
satu ke yang lainnya. Inventaris juga akan mempermudah untuk mengetahui
dimana suatu peralatan akan ditempatkan. Dengan demikian akan
mempermudahkan pengontrolan, seperti terhadap kehilangan yang disebabkan
oleh kecerobohan atau kecurian.
4. Pengamanan, perawatan, dan pengawasan
Pada dasarnya pengamanan, perawatan dan pengawasan
laboratoriummerupakan tanggung jawab bersama baik pengelola maupun
pengguna. Mengatur dan memelihara laboratorium merupakan upaya agar
laboratorium selalu tetap berfungsi sebagaimana mestinya. Sedangkan
upaya menjaga keselamatan kerja mencakup usaha untuk selalu mencegah
kemungkinan terjadinya kecelakaan sewaktu bekerja di laboratorium dan
penangannya bila terjadi kecelakaan. Ruangan laboratorium yang memenuhi
standar adalah salah satu faktor untuk menghindari kecelakaan kerja.Syarat
tersebut meliputi kondisi ruangan, susunan ruangan, kelengkapan peralatan
keselamatan, nomor telepon penting (pemadam kebakaran, petugas medis), dll.
G. Aturan Tata Tertib Laboratorium
1. Adapun peraturan dasar laboratorium yaitu sebagai berikut :
a) Tata Tertib dalam Berpakaian Busana atau pakaian di laboratorium
hendaklah mengikuti aturan sebagai berikut :
1) Dillarang memakai perhiasan yang dapat rusak oleh bahan kimia ,
sepatu safety yang terbuka ,sepatu licin atau berhak tinggi. Harus

25
menggunakan sepatu safety yang memenuhi standar , bagi wanita harus
menggunakan sepatu safety khusus wanita.
2) Wanita dan pria yang memiliki rambut panjang, rambut harus diikat,
karena rambut panjang yang tidak terikat dapat menyebabkan
kecelakaan.
3) Pakailah jas praktikum, sarung tangan dan pelindung yang lain dengan
baik meskipun penggunaan alat-alat keselamatan menjadikan tidak
nyaman bekerja dengan bahan kimia bila anda bekerja dengan bahan
kimia maka diperlukan perhatian dan kecermatan penanganannya.
Umum.
2. Adapun peraturan yang berlaku umum yaitu:
a) Tidak diperkenankan masuk ke dalam ruang laboratorium tanpa izin petugas
laboratorium.
b) Masuk ke dalam ruang laboratorium harus berpakaian rapi dan sopan.
c) Tidak diperkenankan makan, minum, dan merokok di dalam ruang
laboratorium.
d) Dilarang merusak dan mengotori ruang dan peralatan laboratorium.
e) Dilarang berbuat gaduh dalam ruang laboratorium.
f) Tidak diperkenankan mengambil dan memindahkan alat/bahan dalam
ruangan laboratorium tanpa izin petugas laboratorium.
g) Tidak diperkenankan memberikan/meminjamkan alat/bahan milik
laboratorium untuk kegiatan diluar kegiatan praktikum mahasiswa tanpa
sepengetahuan Kepala laboratporium
3. Setiap pengguna fasilitas Iaboratorium diharuskan mentaati peraturan yang
berlaku di Lab. Kultur Jaringan Tumbuhan antara lain:
a) Mendapat ijin dari kepala Lab. Kultur Jaringan Tumbuhan untuk bekerja
dalam waktu yang telah disepakati dengan mempertimbangkan permohonan
pengguna dan ruang lingkup penelitian.
b) Pengguna fasilitas harus memahami biosafety dan menyerahkan rencana
kerja proposal penelitian termasuk alat-alat utama yang akan digunakan.

26
c) Menghubungi Kepala Laboratorium, dimana pengguna akan melakukan
kegiatan penelitiannya dan mengisi log book daftar peneliti dan daftar
pemakaian alat.
d) Memahami cara kerja alat/instrumen yang akan digunakan dengan
mendapat bimbingan Kepala Lab./teknisi atau penuntun kerja (buku
petunjuk).
e) Dilarang memindahkan alat dan posisi yang telah ditentukan. Pemindahan
alat kecil dapat diatur sepengetahuan Kepala Laboratonium yang
bersangkutan.
f) Mencatat kehadiran di Laboratorium pada buku presensi.
g) Mencatat pemakaian alat pada masing-masing buku/log book yang telah
disediakan.
h) Apabila terjadi kerusakan alat, baik karena kesalahan tata kerja atau karena
sebab-sebab lain, pengguna fasilitas harus segera melaporkan kepada
Kepala Laboratorium atau yang bertanggungjawab. Biaya
Penggantian/perbaikan karena kesalahan pemakaian sepenuhnya
dibebankan kepada pengguna.
i) Setiap kali selesai menggunakan alat, pengguna diharuskan meneliti
kelengkapan alat dan accessories alat terkait, serta membersihkan dan
mengembalikannya ke tempat semula.
j) Pengguna fasilitas tidak diperkenankan membawa makanan, minuman dan
merokok di ruang laboratorium. Tas ditempatkan di rak/loker yang telah
disediakan.
k) Selama bekerja di laboratonium pengguna fasilitas diharuskan
menggunakan jas laboratorium dan memperhatikan keselamatan kerja di
laboratorium.
l) Pengguna fasilitas harus bertanggungjawab atas kebersihan, kerapian dan
keselamatan tempat kerja yang digunakan dalam laboratonium, termasuk
mematikan Iistrik, kran air, gas setelah selesai bekerja. Untuk menghindari
hal-hal yang tidak diinginkan, pengguna dilarang menggunakan alat-alat
selain yang dibutuhkan.

27
m) Pengguna fasilitas tidak diperkenankan menyertakan orang lain yang tidak
dimintakan ijin untuk ikut bekerja atau menunggu di ruang laboratonium.
n) Pengguna fasilitas dapat menggunakan bahan kimia di laboratorium atas
pengetahuan dari laboran, dan yang bersangkutan mencatat pemakaian
bahan di log book. Selanjutnya biaya penggantian bahan kimia diselesaikan
dengan laboran pada saat penelitian berakhir.
o) Setelah menyelesaikan seluruh kegiatan laboratorium, semua peralatan yang
dipakai dikembalikan ke laboran, dalam keadaan baik dan bersih,
membersihkan tempat kerja, mengambil barang-barang yang tidak
diperlukan lagi dari tempat-tempat penyimpanan, baik itu dari freezer,
kulkas ataupun almari bahan dan menyelesaikannya dengan laboran
p) Bagi para pengguna fasilitas laboratorium Kultur Jaringan Tumbuhan yang
melanggar peraturan/tata tertib yang telah ditetapkan akan dikenakan sanksi
pencabutan ijin kerjanya.
4. Tata tertib praktikum kultur jaringan tumbuhan
Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengikuti praktikum Kultur
Jaringan Tumbuhan:
a) Mahasiswa peserta praktikum harus mengikuti semua topik yang
diselenggarakan.
b) Mahasiswa yang tidak dapat datang mengikuti acara praktikum, harus inhal,
dan mempersiapkan sendiri bahan dan alat yang dibutuhkan untuk topik
yang bersangkutan.
c) Mahasiswa akan dibagi dalam kelompok, tiap kelompok meminjam alat-alat
yang dibutuhkan dan mempersiapkan segala sesuatu sesuai dengan topik
praktikum diselenggarakan hari itu.
d) Setiap kelompok bertanggungjawab atas alat-alat yang dipinjam. Kerusakan
atau hal-hal yang menyebabkan tidak berfungsinya alat-alat yang dipinjam
selama praktikum berjalan menjadi tanggung-jawab anggota kelompok.
e) Setelah selesai praktikum, semua alat yang dipinjam harus dikembalikan
dalam keadaan bersih.

28
H. Standar Mutu Laboratorium
Standar mutu laboratorium meliputi:
1) Dokumen suatu produk harus menerangkan bahwa produk telah memenuhi
persyaratan mutu yang ditetapkan.
2) Sedangkan sertifikat hasil uji mutu produk itu sendiri juga harus dikeluarkan
oleh laboratorium penguji yang diakui yaitu laboratorium penguji yang
terakreditasi.
3) Lembaga yang berwenang untuk melakukan akreditasi laboratorium penguji
adalah Komite Akreditasi Nasional (KAN).
4) Sistem dan pelaksanaan akreditasi laboratorium ini diatur dalam pedoman
yang diterbitkan oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN).
5) Laboratorium standar adalah laboratorium yang memenuhi kriteria yang
ditetapkan dalam standar yang diacu (ISO/IEC 17025 -2005).
6) Persyartan sebuah laboratorium standar yaitu adanya pengakuan terhadap
pemenuhan suatu standar dan harus dibuktikan melalui penilaian kompetensi
oleh pihak eksternal melalui proses akreditasi.
7) Sdang definisi akreditasi adalah prosedur yang digunakan oleh lembaga yang
berwenang dalam memberikan pengakuan formla bahwa suatu institusi atau
seseorang mempunyai kemampuan untuk melakukan kegiatan tertentu.
8) Penerapan standar laboratorium bersifat sukarela artinya boleh ikut atau tidak
juga tidak karena tidak ada kewajiban.
9) Tugas dari laboratorium menurut standar ISO/IEC 17025 – 2005 sesuai
dengan kompetensinya dibagi menjadi dua yaitu: laboratorium penguji dan
laboratorium kalibarasi.
10) Suatu produk yang dibutuhkan oleh pihak lain untuk kepentingan kegiatan
seperti perdaganagn, pendidiakn dan penelitian memiliki bukti berupa
sertifikat hasil uji/kalibrasi.
11) Sedang definisi dari sertifikasi adalah proses yang digunakan oleh pihak
ketiga untuk memberikan jaminan tetulis bahwa suatu produk, proses atau
jasa memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

29
 Laborstorium Penguji
- Organoleptik. - Radiasi.
- Mekanika. - Akustik.
- Kimia. - Vibrasi.
- Biologi. - Optik.
- Listrik. - Panas.
- Pengujian tidak merusak. - Klinik.
 Laboratorium Kalibrasi
- Akselerometri. - Optik dan Fotometrik
- Akustik - Tekanan dan Vakum
- Dimensional - Radiologi
- Gaya - Teksur Permukaan
- Aliran - Suhu
- Kekerasan - Waktu dan Frekuensi
- Kelembaban - Vibrasi
- Fluks Magnet - Viskositas
- Massa - Volume

30
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Laboratorium kultur jaringan adalah laboratorium yang digunakan khusus
dalam penelitian mengkulturkan jaringan tumbuhan. Pertumbuhan eksplan dalam
kultur jaringan diusahakan dalam lingkungan yang aseptik dan terkendali.
Kultur jaringan tumbuhan atau Tissue Culture merupakan suatu metode
menumbuh kembangkan bagian tumbuhan, baik berupa sel, jaringan atau organ
dalam kondisi aseptic atau bebas dari mikro organisme. Metode ini dilakukan
secara in vitro dalam tabung atau botol menjadi tumbuhan yang lengkap bagian-
bagiannya.
Laboratorium Kultur Jaringan Tumbuhan terdiri dari ruangan-ruangan yang
dipisahkan berdasarkan fungsinya, yaitu Ruang Praktikum, Ruang Dosen, Ruang
Analisa, Ruang Persiapan, Ruang Transfer/Tanam, Ruang Kultur/Inkubasi dan
Ruang Timbang/Bahan Kimia. Pemakai laboratorium hendaknya memahami tata
letak atau layout bangunan laboratorium. Pembangunan suatu laboratorium tidak
dipercayakan begitu saja kepada seorang arsitektur bangunan.
Mengetahui Peralatan dan bahan yang Dibutuhkan di Laboratorium Kultur
Jaringan Tumbuhan.
Dalam melakukan tata kelola/pengelolaan laboratorium, beberapa aspek yang
diperhatikan yaitu perencanaan, penataan, Pengadministrasian dan Pengamanan,
perawatan, dan pengawasan

31
DAFTAR PUSTAKA

Atyas Putry. 2013, Hal-hal yang perlu diperhatikan di dalam laboratorium (online)
https://www.eduonlineprogram.com/2011/12/hal-hal-apa-sajayang-
perlu.html. Di akses pada Hari Selasa 12 Mei 2020. pukul 11:18
WITA.
Chintara, Giovani 2013. pengenalan runag laboratorium kultur jaringan (online)
https://www.academia.edu/34955953/pengenalan_ruang_laboratori
um_kultur_jaringan.Di akses pada Hari Selasa 12 Mei 2020 pikul
15:11WITA.
Eshaflora. 2016. alat dan bahan untuk kutur jaringan (online)
https://eshaflora.wordpress.com/2016/10/26/alat-dan-bahan-untuk-
kultur-jaringan/. Di akses pada Hari Selasa 12 Mei 2020. Pukul
15:23 WITA.

Harahap . 2012 . pengenalan laboratorium kultur jaringan tumbuhan (online)


http://staffnew.uny.ac.id/upload/132326898/pengabdian/pengenala
n-lab-kuljar.Di akses pada Hari Rabu 13 Mei 2020. Pukul 11:28 WITA.

Mitra. 2016. kultur jaringan (online) www.kulturjaringan.com.Di akses pada Hari


Rabu 13 Mei. Pukul 11:50 WITA.

Prayudimarta. 2014. pengenalan lat dan ruangan kultur jaringan (online)


https://prayudimarta.wordpress.com/2014/02/15/pengenalan-alat-
dan-ruangan-kultur-jaringan/. Di akses pada Hari Rabu 13 Mei
2020. Pukul 12:55 WITA.

V Henuhili. 2012 . petunjuk praktikum kultur jaringan tumbuhan (online)


http://staffnew.uny.ac.id/197810222010122001/pendidikan/petPrakt+Kultu
rJaringan+2012. Di akses pada Hari Rabu 13 Mei 2020. Pukul 11:24
WITA.

32