Anda di halaman 1dari 11

SOAL KASUS 1

PT. Maspiom Indonesia adalah perusahaan bidang industri yang memproduksi pipa air dan kelengkapannya.
Entitas tersebut memilki persediaan bahan baku produksi dan persediaan barang jadi dengan kondisi sebagai
berikut:
1. Persediaan Bahan Baku di Bagian Gudang
Persediaan Bahan Baku untuk memproduksi pipa air yaitu terdiri dari biji plastik dan bahan kimia. Diketahui
pembelian Bahan Baku ini dibayar secara kredit (Hutang Usaha). Pembelian tersebut persediaan bahan baku
untuk produksi disimpan di gudang perusahaan. Berikut adalah kondisi pencatatan transaksi perusaahaan atas
Persediaan Bahan Baku selama 2017 sebagai berikut :
(dlm Jutaan Rp.) (dlm Jutaan Unit)
- Persediaan Awal, biji plastik 230 10,00
- Persediaan Awal, bahan kimia 110 30,00
- Pembelian Persediaan, biji plastik 740 34,00
- Pembelian Persediaan, bahan kimia 320 85,00
Terhadap persediaan tersebut diatas, dalam menghitung persediaan menggunakan metode FIFO. Berikut
adalah kondisi pencatatan transaksi perusaahaan selama 2017 sebagai berikut :
(dlm Jutaan Rp.) (dlm Jutaan Unit)
- Persediaan Akhir, biji plastik 345 15,00
- Persediaan Akhir, bahan kimia 165 45,00
- Persediaan dalam proses, biji plastik 625 29,00
- Persediaan dalam proses, bahan kimia 265 70,00
Pada saat pemeriksaan, terdapat perusahaan melakukan kesalahan pencatatan. Berikut adalah kondisi
kesalahan pencatatan tersebut selama 2017 sebagai berikut :
- Perusahaan salah menyajikan besarnya Nilai (Rp) Saldo Akhir atas Persediaan Bahan Baku, baik atas bahan
baku biji plastik dan bahan kimia. Anda hitung kembali nilai tersebut!
- Perusahaan belum mencatat transaksi pembelian bahan baku atas biji plastik yang dibayar secara tunai
sebesar 2 (dalam Jutaan Rupiah)
2. Persediaan dalam Proses di Bagian Produksi
Persediaan Bahan Baku dalam proses yang dikirim dari gudang perusahaan, dipergunakan dalam mesin
produksi untuk menghasilkan pipa air. Berikut adalah kondisi pencatatan transaksi perusaahaan atas
Persediaan dalam Proses selama 2017 sebagai berikut :
(dlm Jutaan Rp.) (dlm Jutaan Unit)
- Persediaan Awal, bahan baku 99 3,00
- Penerimaan Persediaan dari Gudang, bahan baku 890 25,50
- Persediaan Akhir, bahan baku (masih diproses) 204 6,00
- Persediaan Akhir, barang jadi 785 22,5
Pada saat pemeriksaan, terdapat perusahaan melakukan kesalahan pencatatan. Berikut adalah kondisi
kesalahan pencatatan tersebut selama 2017 sebagai berikut :
- Perusahaan salah menyajikan besarnya Nilai (Rp) Saldo Akhir atas Persediaan dalam Proses. Diketahui
terhadap persediaan tersebut diatas, dalam menghitung persediaan menggunakan metode rata-rata.
Anda hitung kembali nilai tersebut!
- Dalam proses produksi, terdapat kegagalan produksi yang menyebabkan hilangnya persediaan awal
bahan baku sebanyak 0,3 (dalam Jutaan Rupiah).
- Dalam proses produksi, terdapat pembayaran limbah produksi yang belum dicacat perusahaan. Kemudian
atas limbah ini, nanti akan menambah nilai Persediaan Barang Jadi. Adapun besarnya beban tersebut
adalah sebesar 5 (dlm Jutaan Rupiah).
3. Persediaan Barang Jadi di Bagian Pemasaran
Berdasarkan proses produksi atas persediaan bahan baku tersebut, dapat dihasilkan persediaan barang jadi
berupa unit pipa air. Persediaan barang jadi tersebut sebesar 60 (dalam Jutaan Unit).
Persediaan barang jadi yang dikirim dari bagian produksi, kemudian akan dikirim kebagian pemasaran. Berikut
adalah kondisi pencatatan transaksi perusaahaan atas Persediaan dalam Proses selama 2017 sebagai berikut :
(dlm Jutaan Rp.) (dlm Jutaan Unit)
- Persediaan Awal, barang jadi 64 5,00
- Penerimaan Persediaan dari Produksi, barang jadi 785 60,00
- Persediaan Akhir, barang jadi 104 8,00
- Harga Pokok Penjualan, barang jadi 745 57,00
Pada saat pemeriksaan, terdapat perusahaan melakukan kesalahan pencatatan. Berikut adalah kondisi
kesalahan pencatatan tersebut selama 2017 sebagai berikut :
- Perusahaan salah menyajikan besarnya Nilai (Rp) Saldo Akhir atas Persediaan Barang Jadi. Diketahui
terhadap persediaan tersebut diatas, dalam menghitung persediaan menggunakan metode rata-rata.
Anda hitung kembali nilai tersebut!
- Dalam pemasaran barang jadi terdapat pemberian secara cuma-cuma berupa barang jadi. Hal ini
dilakukan untuk meningkatkan pangsa pasa. Diketahui bahwa perusahaan belum mencatat transaksi
tersebut. Kemudian atas beban tersebut, nanti akan menambah Beban Pemasaran. Adapun besarnya
beban tersebut adalah sebesar 1 (dlm Jutaan Rupiah).
Anda sebagai auditor PT. Maspiom Indonesia, diminta untuk membuat Daftar Temuan atas kondisi diatas!
DAFTAR TEMUAN
Jumlah Hlm. : 1
No. Berita :
Tgl. Berita :
Perihal :
Auditee :
Jasa Audit :
No. Ref. Pros. :

Menyetujui,
Pemeriksa

1.

2.

Hlm. 1
Lampiran 1
Persediaan Bahan Baku di Bagian Gudang

Kesalahan menyajikan besarnya Nilai (Rp) Saldo Akhir atas Persediaan Bahan Baku, baik atas bahan baku
biji plastik dan bahan kimia.
1. Kondisi
Perusahaan salah menyajikan besarnya Nilai (Rp) Saldo Akhir atas Persediaan Bahan Baku, baik atas bahan
baku biji plastik dan bahan kimia. Berikut adalah perhitungan persediaan Bahan Baku yang dilakukan
perusahaan:
Keterangan Biji Plastik Bahan Kimia
1) 2)
Rp * Qty* Rp *1) Qty*2)
(a) Persediaan Awal
(b) Pembelian Persediaan
(c) Persediaan siap proses (a + b)
(d) Persediaan Akhir
Persediaan dalam proses (c - d)
*Catatan: 1) dalam Jutaan Rupiah
2) dalam Jutaan Unit

2. Kriteria
Perusahaan menggunakan metode perhitungan persediaan dengan Metode FIFO. Diketahui bahwa atas
metode ini adalah barang pertama masuk, adalah barang yang pertama keluar. Oleh karena itu, besarnya
perhitungan Saldo Akhir atas Persediaan Bahan Baku adalah sebagai berikut:
Perhitungan Tarif Persediaan Per Unit
Keterangan Biji Plastik Bahan Kimia
1) 2) 1) 2)
Rp * Qty* Rp / Qty Rp * Qty* Rp / Qty
1. (Stok yg pertama)
Persediaan Awal
2. (Stok yg kedua)
Pembelian Persediaan
*Catatan: 1) dalam Jutaan Rupiah
2) dalam Jutaan Unit

Perhitungan Nilai (Rp.) atas Persediaan dalam Proses


Keterangan Biji Plastik Bahan Kimia
1) 2) 1) 2)
Rp * Qty* Rp * Qty*
(a) Persediaan dalam proses, Qty
(b) (Stok yg pertama dikeluarkan)
Persediaan Awal, Qty
Persediaan Awal, Rp (b x tarif per unit)
(c) (Stok yg kedua dikeluarkan)
Pembelian Persediaan, Qty (a - b)
Pembelian Persediaan, Rp (c x tarif per unit)
Persediaan dalam proses, Rp (b + c)
*Catatan: 1) dalam Jutaan Rupiah
2) dalam Jutaan Unit

Perhitungan Nilai (Rp.) atas Persediaan Akhir


Keterangan Biji Plastik Bahan Kimia
Rp *1) Qty*2) Rp *1) Qty*2)
(a) Persediaan Akhir, Qty
(b) (Sisa stok atas persediaan pertama)
Persediaan Awal, Qty
Persediaan Awal, Rp (b x tarif per unit)
(c) (Sisa stok atas persediaan kedua)
Pembelian Persediaan, Qty (a - b)
Pembelian Persediaan, Rp (c x tarif per unit)
Persediaan Akhir, Rp (b + c)
*Catatan: 1) dalam Jutaan Rupiah
2) dalam Jutaan Unit

Hlm. 1/ 2
Lampiran 1
Berdasarkan perhitungan atas Saldo Akhir untuk Persediaan dalam Proses dan Persediaan Bahan Baku
tersebut diatas, dapat disimpulkan bahwa Nilai (Rp.) adalah sebagai berikut:
Keterangan Biji Plastik Bahan Kimia
1) 2)
Rp * Qty* Rp *1) Qty*2)
- Persediaan Bahan Baku
- Persediaan dalam Proses
*Catatan: 1) dalam Jutaan Rupiah
2) dalam Jutaan Unit

3. Sebab
Perusahaan salah melakukan perhitungan persediaan, hal ini disebabkan oleh keliruan dan kealpaan yang
tidak disengaja.
4. Akibat
Berdasarkan kondisi dan kreteria tersebut diatas, maka terjadi selisih atas perbedaan antara nilai yang
tercatat dengan nilai yang seharusnya. Berikut adalah selisih atas perbedaan tersebut:
Selish Nilai (Rp.) Bahan Baku atas Biji Plastik
Keterangan tercatat harusnya selisih
1) 1) 1)
Rp * Rp * Rp *
- Persediaan Bahan Baku
- Persediaan dalam Proses
*Catatan: 1) dalam Jutaan Rupiah

Selish Nilai (Rp.) Bahan Baku atas Bahan Kimia


Keterangan tercatat harusnya selisih
1) 1)
Rp * Rp * Rp *1)
- Persediaan Bahan Baku
- Persediaan dalam Proses
*Catatan: 1) dalam Jutaan Rupiah

Berdasarkan selisih atas Persediaan dalam Proses dan Persediaan Akhir tersebut diatas, dapat disimpulkan
bahwa sebagai berikut:

5. Rekomendasi
Berdasarkan selisih atas Persediaan dalam Proses dan Persediaan Akhir tersebut, perusahaan harus
mencatat penyesuaian pencatatan tersebut sesuai nilai yang seharusnya. Berikut adalah jurnal
penyesuaian yang dapat dilakukan:
Penyesuaian untuk Persediaan Bahan Baku atas Biji Plastik

Penyesuaian untuk Persediaan Bahan Baku atas Bahan Kimia

Hlm. 2/ 2
DAFTAR TEMUAN
Jumlah Hlm. : 1
No. Berita :
Tgl. Berita :
Perihal :
Auditee :
Jasa Audit :
No. Ref. Pros. :

Menyetujui,
Pemeriksa

1.

2.

Hlm. 1
Lampiran 2
Persediaan Bahan Baku di Bagian Produksi

Kesalahan menyajikan besarnya Nilai (Rp) Saldo Akhir atas Persediaan dalam Proses.

1. Kondisi
Perusahaan salah menyajikan besarnya Nilai (Rp) Saldo Akhir atas Persediaan dalam Proses. Diketahui
terhadap persediaan tersebut diatas, dalam menghitung persediaan menggunakan metode rata-rata. Berikut
adalah perhitungan Persediaan dalam Proses yang dilakukan perusahaan:
Keterangan Persed. dlm Proses
Rp *1) Qty*2)
(a) Persediaan Awal
(b) Penerimaan Persediaan
(c) Persediaan siap proses (a + b)
(d) Persediaan Akhir
Persediaan Barang Jadi (c - d)
*Catatan: 1) dalam Jutaan Rupiah
2) dalam Jutaan Unit

2. Kriteria
Perusahaan menggunakan metode perhitungan persediaan dengan Metode rata-rata. Diketahui bahwa
atas metode ini adalah menghitung melalui nilai rata-rata per unit. Oleh karena itu, besarnya perhitungan
Saldo Akhir atas Persediaan dalam Proses adalah sebagai berikut:
Perhitungan Tarif Per Unit atas Persediaan dalam Proses
Keterangan Persed. dlm Proses
1) 2)
Rp * Qty* Rp / Qty
1. (Stok yg pertama)
Persediaan Awal
2. (Stok yg kedua)
Penerimaan Persediaan
Jumlah Persediaan dalam Proses (1+ 2)
Persediaan dalam Proses per unit (Rp / Qty)
*Catatan: 1) dalam Jutaan Rupiah
2) dalam Jutaan Unit

Perhitungan Nilai Saldo Akhir (Rp.) atas Persediaan Barang Jadi, ke Bagian Pemasaran
Keterangan Saldo Akhir
1) 2)
Rp * Qty*
a Persediaan Barang Jadi, Qty
b Persediaan Barang Jadi, Rp (a x tarif per unit)
*Catatan: 1) dalam Jutaan Rupiah
2) dalam Jutaan Unit

Perhitungan Nilai Saldo Akhir (Rp.) atas Persediaan dalam Proses, di Bagian Produksi
Keterangan Saldo Akhir
1) 2)
Rp * Qty*
a Persediaan dalam Proses, Qty
b Persediaan dalam Proses, Rp (a x tarif per unit)
*Catatan: 1) dalam Jutaan Rupiah
2) dalam Jutaan Unit

Berdasarkan perhitungan Saldo Akhir atas Persediaan dalam Proses dan Persediaan Barang Jadi tersebut
diatas, dapat disimpulkan bahwa Nilai (Rp.) adalah sebagai berikut:
Keterangan Saldo Akhir
Rp *1) Qty*2)
- Persediaan dalam Proses
- Persediaan Barang Jadi
*Catatan: 1) dalam Jutaan Rupiah
2) dalam Jutaan Unit

Hlm. 1/ 2
Lampiran 2
3. Sebab
Perusahaan salah melakukan perhitungan persediaan, hal ini disebabkan oleh keliruan dan kealpaan yang
tidak disengaja.
4. Akibat
Berdasarkan kondisi dan kreteria tersebut diatas, maka terjadi selisih atas perbedaan antara nilai yang
tercatat dengan nilai yang seharusnya. Berikut adalah selisih atas perbedaan tersebut:
Selish Nilai (Rp.) Bahan Baku
Keterangan tercatat harusnya selisih
1) 1)
Rp * Rp * Rp *1)
- Persediaan dalam Proses
- Persediaan Barang Jadi
*Catatan: 1) dalam Jutaan Rupiah

Berdasarkan selisih atas Persediaan dalam Proses dan Persediaan Barang Jadi tersebut diatas, dapat
disimpulkan bahwa sebagai berikut:

5. Rekomendasi
Berdasarkan selisih Saldo Akhir atas Persediaan dalam Proses dan Persediaan Barang Jadi tersebut,
perusahaan harus mencatat penyesuaian pencatatan tersebut sesuai nilai yang seharusnya. Berikut adalah
jurnal penyesuaian yang dapat dilakukan:
Penyesuaian untuk Persediaan Barang Jadi

Hlm. 2/ 2
DAFTAR TEMUAN
Jumlah Hlm. : 1
No. Berita :
Tgl. Berita :
Perihal :
Auditee :
Jasa Audit :
No. Ref. Pros. :

Menyetujui,
Pemeriksa

1.

2.

Hlm. 1
Lampiran 3
Persediaan Barang Jadi di Bagian Pemasaran

Kesalahan menyajikan besarnya Nilai (Rp) atas Persediaan Akhir Barang Jadi.

1. Kondisi
Perusahaan salah menyajikan besarnya Nilai (Rp) Saldo Akhir atas Persediaan Barang Jadi. Diketahui terhadap
persediaan tersebut diatas, dalam menghitung persediaan menggunakan metode rata-rata. Berikut adalah
perhitungan Persediaan Barang Jadi yang dilakukan perusahaan:
Keterangan Persed. dlm Proses
Rp *1) Qty*2)
(a) Persediaan Awal
(b) Penerimaan Persediaan
(c) Persediaan siap proses (a + b)
(d) Persediaan Akhir
Harga Pokok Penjualan (c - d)
*Catatan: 1) dalam Jutaan Rupiah
2) dalam Jutaan Unit

2. Kriteria
Perusahaan menggunakan metode perhitungan persediaan dengan Metode rata-rata. Diketahui bahwa
atas metode ini adalah menghitung melalui nilai rata-rata per unit. Oleh karena itu, besarnya perhitungan
Saldo Akhir atas Persediaan Barang Jadi adalah sebagai berikut:
Perhitungan Tarif Per Unit atas Persediaan Barang Jadi
Keterangan Persed. Barang Jadi
1) 2)
Rp * Qty* Rp / Qty
1. (Stok yg pertama)
Persediaan Awal
2. (Stok yg kedua)
Penerimaan Persediaan
Jumlah Persediaan Barang Jadi (1+ 2)
Persediaan Barang Jadi per unit (Rp / Qty)
*Catatan: 1) dalam Jutaan Rupiah
2) dalam Jutaan Unit

Perhitungan Nilai Saldo Akhir (Rp.) atas Harga Pokok Penjualan


Keterangan Saldo Akhir
1) 2)
Rp * Qty*
a Harga Pokok Penjualan, Qty
b Harga Pokok Penjualan, Rp (a x tarif per unit)
*Catatan: 1) dalam Jutaan Rupiah
2) dalam Jutaan Unit

Perhitungan Nilai Saldo Akhir (Rp.) atas Persediaan Barang Jadi


Keterangan Saldo Akhir
1) 2)
Rp * Qty*
a Persediaan Barang Jadi, Qty
b Persediaan Barang Jadi, Rp (a x tarif per unit)
*Catatan: 1) dalam Jutaan Rupiah
2) dalam Jutaan Unit

Berdasarkan perhitungan Saldo Akhir atas Persediaan Barang Jadi dan Harga Pokok Penjualan tersebut
diatas, dapat disimpulkan bahwa Nilai (Rp.) adalah sebagai berikut:
Keterangan Saldo Akhir
Rp *1) Qty*2)
- Persediaan Barang Jadi
- Harga Pokok Penjualan
*Catatan: 1) dalam Jutaan Rupiah
2) dalam Jutaan Unit

Hlm. 1/ 2
Lampiran 3
3. Sebab
Perusahaan salah melakukan perhitungan persediaan, hal ini disebabkan oleh keliruan dan kealpaan yang
tidak disengaja.
4. Akibat
Berdasarkan kondisi dan kreteria tersebut diatas, maka terjadi selisih atas perbedaan antara nilai yang
tercatat dengan nilai yang seharusnya. Berikut adalah selisih atas perbedaan tersebut:
Selish Nilai (Rp.) Bahan Baku
Keterangan tercatat harusnya selisih
1) 1)
Rp * Rp * Rp *1)
- Persediaan Barang Jadi
- Harga Pokok Penjualan
*Catatan: 1) dalam Jutaan Rupiah

Berdasarkan selisih atas Persediaan Barang Jadi dan Harga Pokok Penjualan tersebut diatas, dapat
disimpulkan bahwa sebagai berikut:

5. Rekomendasi
Berdasarkan selisih Saldo Akhir atas Persediaan Barang Jadi dan Harga Pokok Penjualan Jadi tersebut,
perusahaan harus mencatat penyesuaian pencatatan tersebut sesuai nilai yang seharusnya. Berikut adalah
jurnal penyesuaian yang dapat dilakukan:
Penyesuaian untuk Persediaan Barang Jadi

Hlm. 2/ 2