Anda di halaman 1dari 5

KASUS DM

Tn. R berusia 60 tahun alamat pasar baru dirawat di Ruang Penyakit Dalam Pria RS X dengan
keluhan masuk badan terasa lemah, penurunan berat badan 8 Kg dalam 1 bulan terakhir. Klien
mempunyai riwayat hipertensi dan tidak kontrol rutin. Penuturan keluarga akhir-akhir ini klien
sering BAK, bila malam hingga 10 kali, sering lapar dan haus namun badan klien semakin kurus
bukan semakin gemuk. Sebelumnya klien sempat tidak sadarkan diri dan dibawa kerumah sakit.
Pada pemeriksaan didapatkan TD=170/100 mmhg, Nadi=80x/menit. Tn R didiagnose dokter
Diabetes Melitus (DM) Tipe II.Penanggung jawab adalah Nn. Y, Umur 54 tahun denagan
Alamat Pasar Baru. Pekerjan Ibu Rumah Tangga dan Hubungan dengan pasien adalah istri.

Pasien datang ke RS X tanggal 10 November 2019 melalui IGD dengan keluhan badan lemas
dan sebelumnya klien sempat tidak sadarkan diri. Keluhan disertai dengan sering BAK terutama
pada malam hari, sering lapar dan haus, namun badan klien semakin kurus bukan semakin
gemuk. Dilakukan pemeriksaan gula darah pada pasien, yang ternyata didapatkan hasil GDS =
425 g/dl. Oleh dokter yang memeriksa, pasien dianjurkan untuk dirawat. Kemudian klien
dipindahkan ke ruang Interne Pria. Pada saat dilakukan pengkajian tanggal 12 November 2019,
klien masih terlihat lemah. Klien memiliki riwayat penyakit hipertensi. Keluarga klien ada yang
memiliki riwayat penyakit hipertensi.

Pada pemeriksaan fisik didapatkan  


Kesadaran composmentis dengan pengukuran    TTV sbb:
TD : 170/100 mmHg
N : 80 x/menit
RR : 20x/menit
S : 37,20 C

Keadaan umum didapatkan :TB164 Cm, BB 68 Kg,


Pada Kepala Normoshepal dengan Rambut Beruban, tidak mudak dicabut
Mata : Konjungtiva anemis, sklera tidak ikterik, pupil isokor.
Hidung Simetris, tidak ada sekret, tidak ada fraktur.. Bibir sedikit kering terdapapat Caries.
JVP 5-2 CmH2O dengan pemeriksaan pada auskultasi jantung didapatkan BJ I - II reguler,
murmur (-), gallop (-). Pada Dada dan Paru Bentuk dada normal, pergerakan nafas kanan kiri
simetris, Fremitus taktil simetris kanan kiri, Perkusi sonor, suara paru Vesikuler, Ronchi (-),
Whizing (-).  Perut datar, simetris, tidak terdapat Nyeri tekan, hepar dan lien tidak  teraba,perkusi
Timpani, BU (+) N

Pemeriksaan Laboratorium Nilai Normal

Hb : 12,5 gr/dl                                                 Hb: L(13-16)  P(12-15) gr/dl


Hematokrit : 31,8 %                                        Hematokrit: L(40-54) P(37-47) %
Leukosit : 5.100 sel/mm3                                Leukosit: 5.000-10.000 sel/mm3
Trombosit : 137.000/ mm3                              Trombosit:150.000-450.000/mm3
Ureum : 50 mg/dl                                            Ureum : (18 – 55) mg/dl
Creatinin : 1,1 mg/dl                                       Creatinin :  (0,9 – 1,30)
GDS : 425 mg/ dl                                            GDS : 60 - 100 mg/dl

Terapi yang diperoleh


         Infus RL 20 tts/mnt
         Inj Ranitidin 1 amp/12 jam/iv
         Glibenklamid  2xI
         Neurosanbe 1 amp/hari
         Antasid syrup 3xC I

Pada saat dilakukan pengkajian pada tanggal 12 November 2019 pada pukul 10.00, klien
mengatakan bahwa ± 1 tahun yang lalu pasien pernah dirawat di rumah sakit dengan penyakit
hipertensi dan diperbolehkan pulang karena sudah mengalami perbaikan dalam kesehatan selama
perawatan, namun klien tidak pernah kontrol rutin sesuai dengan anjuran dokter . Saat ini, klien
mendapatkan terapi infus RL 20 tts/mnt.

Pola Nutrisi dan Metabolik


Sebelum sakit : Klien makan 3 x/hari, porsi makan cukup, nasi, lauk dan sayur.
Selama sakit :Klien makan diit berupa makanan lunak 3 x/hari yang diberikan RS, pasien makan
hanya habis 3/4 porsi yang diberikan RS. Tetapi klien tetap mengkonsumsi buah-buahan seperti
pepaya dan apel. Klien minum sekitar  2500 cc sehari.

Pola Eliminasi
Sebelum sakit :Klien mengatakan BAB 1 x/hari, konsistensi padat, BAK 6-7 x/hari.
Selama sakit :Klien mengatakan BAB 1 x/hari, BAK sering, bila malam hingga 10 kali, warna
kuning agak keruh, bau khas.

Pola Aktivitas dan Latihan


Sebelum sakit :Klien dapat beraktivitas mandiri tanpa bantuan orang lain, dan klien mengaku
jarang berolahraga
Selama sakit :Aktivitas klien dibantu oleh perawat dan keluarga.

Pola Istirahat dan tidur


Sebelum sakit :Klien mengatakan biasanya tidur ± 6-7 jam /hari. Pasien jarang tidur siang.
Selama sakit :Klien mengatakan tidur 5-6 jam pada malam hari. Pasien hanya dapat sebentar-
bentar tidur siang.Klien mengalami gangguan dalam pola istirahat dan tidur karena sering BAK,
terutama pada malam hari.
Klien mengungkapkan  bahwa beliau juga sedikit bermasalah dengan penglihatannya yang akhir-
akhir ini tiba-tiba sering kabur. Pendengaran klien normal (Tanpa alat bantu). Komunikasi  klien
kurang lancar karena masih lemah. Pengecapan dan pembau klien normal.
Klien merasa cemas karena penyakit yang dideritanya, dengan penurunan berat badan yang cepat
dalam 1 bulan terakhir. Klien mengatakan ingin cepat sembuh dan berkumpul dengan keluarga.
Klien adalah seorang kepala keluarga dari 3 orang anak dan 1 istri, klien bekerja sebagai petani
dan istri klien sebagai ibu rumah tangga, dan 3 orang anak klien sudah beranjak dewasa.
Sebelum sakit klien menjadi tulang punggung keluarga namun sejak 1 bulan terakhir karena
klien selalu merasa lelah, anak klien yang pertama yang menggantikan posisi sang ayah yang
bekerja sebagai seorang petani. Hubungan klien dengan anggota keluarga baik hal ini terlihat
dengan keluarga yang selalu menemani klien di rumah sakit.
Klien mengalami gangguan dalam hal memenuhi kebutuhan seksualitasnya karena penyakit yang
di deritanya menyebabkan klien sering merasa lemas.
Klien mengatakan setiap ada masalah dibicarakan dengan keluarga. Klien terlihat cemas karena
biaya pengobatan yang harus ditanggung oleh anak-anaknya. Klien berharap bisa cepat sembuh,
sehingga dapat meringankan beban anak-anaknya.

Pola Nilai dan Kepercayaan


Klien adalah seorang muslim, meskipun dalam keadaan sakit klien masih tetap menjalankan
kewajibannya untuk beribadah dan berdoa untuk kesembuhannya.