Anda di halaman 1dari 2

Laporan Pendahuluan Penyakit Paru Obstruksi Kronik

A. Pengertian
Penyakit paru obstruksi kronik adalah klasifikasi luas dari gangguan yang mencakup
bronkitis kronik, bronkiektasis, emfisema dan asma, yang merupakan kondisi
ireversibel yang berkaitan dengan dispnea saat aktivitas dan penurunan aliran masuk
dan keluar udara paru-paru. Penyakit paru obstruksi kronik adalah suatu penyakit
yang menimbulkan obstruksi saluran napas, termasuk didalamnya ialah asma,
bronkitis kronis dan emfisema pulmonum. Penyakit paru obstruksi kronik adalah
kelainan paru yang ditandai dengan gangguan fungsi paru berupa memanjangnya
periode ekspirasi yang disebabkan oleh adanya penyempitan saluran napas dan tidak
banyak mengalami perubahan dalam masa observasi beberapa waktu.
Penyakit paru-paru obstruksi menahun merupakan suatu istilah yang digunakan untuk
sekelompok penyakit paru-paru yang berlangsung lama dan ditandai oleh peningkatan
resistensi terhadap aliran udara sebagai gambaran patofisiologi utamanya. ( Stanley
2007).
B. Etiologi
Etiologi penyakit ini belum diketahui. Penyakit ini dikaitkan dengan faktor-faktor
risiko yang terdapat pada penderita antara lain:
1. Merokok sigaret yang berlangsung lama
2. Polusi udara
3. Infeksi peru berulang
4. Umur
5. Jenis kelamin
6. Ras
7. Defisiensi alfa-1 antitripsin
8. Defisiensi anti oksidan\

Pengaruh dari masing-masing faktor risiko terhadap terjadinya PPOK adalah saling
memperkuat dan faktor merokok dianggap yang paling dominan.
Faktor predisposisi

Edema, spasme bronkus, peningkatan secret bronkiolus

Obstruksi bronkiolus awal fase ekspirasi


Bersihan jalan napas tidak efektif

Udara terperangkap dalam alveolus

Suplai O2 jaringan rendah


PaO2 rendah PaCO2 tinggi Sesak napas, napas pendek

Gangguan metabolisme jaringan


Gangguan pertukaran gas

Hipoksemia

Metabolisme anaerob
Pola napas tidak efektif
Insufisiensi/ga
Produksi ATP menurun gal napas

Defisit energi

Risiko perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh


Lelah, lemah

Intoleransi aktivitas
Kurang perawatan diri
Gangguan pola tidur

Sumber : ( Soematri ES, Uyainah A 2006 )