Anda di halaman 1dari 4

Nama : Silva Dwi Rahmizani

NPM : 1706094545

Tugas Rangkuman Kuliah


Isu Etik Kesehatan Masyarakat

A. PENDAHULUAN
Etika kesehatan masyarakat adalah suatu tatanan moral berdasarkan sistem nilai yang berlaku
secara universal dalam eksistensi mencegah perkembangan resiko pada individu, kelompok
dan masyarakat yang mengakibatkan penderitaan sakit dan kecacatan, serta meningkatkan
keberdayaan masyarakat untuk hidup sehat dan sejahtera.
Etika selalu berkaitan dengan dengan moralitas, dimana dibutuhkan pertanggung-gugatan
dari manusia sebagai individu dan anggota dari individu-individu lainnya pada suatu sistem
atau tatanan sosial. Pertanggung-gugatan itu sendiri dipengaruhi oleh kebebasan sosial dan
eksistensi.
Etika kesehatan masyarakat sangat berbeda dengan etika kedokteran yang menyatakan bahwa
dalam menjalankan pekerjaan kedokteran seorang dokter janganlah dipengaruhi oleh
pertimbangan-pertimbangan pribadi, seorang dokter harus senantiasa mengingat kewajiban
melindungi hidup makhluk insani. Dokter berkewajiban menyimpan rahasia kedokteran yang
dipercayakan kepadanya dan dituangkan ke dalam medical record sebagai kewajiban
profesinya, di sini penerjemahan etika profesi kedokteran. Hal ini sejalan dengan doktrin
profesinya bahwa “saya akan merahasikan segala sesuatu yang saya ketahui karena pekerjaan
saya sebagai dokter”.
Dalam dimensi kesehatan masyarakat rahasia tidak dikenal, bahkan tranparansi merupakan
kekuatan dari penyelesaian problema. Prosedur kerja tenaga kesehatan masyarakat adalah
akuntabiltas dari masyarakat sebagai indicator dari kualitas. Ketika terjadi suatu upaya
penyembuyian fakta-fakta dari tenaga kesehatan masyarakat, maka di situlah kegagalan dari
pekerjaannya, karena fakta-fakta masalah kesehatan akan terus berkembang dan hadir sebagai
sesuatu yang kongkrit
B. MATERI
Etika
Etika adalah refleksi filosofis atas moral, Yunani ethikos =adat, kebiasaan , watak dan
mengacu kepada seperangkat aturan yang menuntun orang untuk bertindak.
Moral
Moralitas adalah kepercayaan atau perilaku tentang baik dan buruk
• Etika ada dalam pikiran kita
• Etika= sarana untuk berfikir cerdas untuk berargumentasi logis dan kritis
• Untuk bisa bersikap wajar dalam pluralisme moral
• Moralitas dipengaruhi suku, agama, kepercayaan , modernisasi

Ham, Human Rights Dan Kesehatan


1948: the Universal Declaration of Human Rights diterima sebagai standar umum yang
berlaku bagi semua orang dan negara (United Nation Charter)
2000: 4 strategi WHO untuk mainstreamkan kesehatan dan HAM kedalam kebijakan dan
program kerja WHO :
 Kurangi ekses kematian, kesakitan dan ketidak mampuan , terutama pada penduduk
miskin dan marjinal,
 Kembangkan sistem kesehatan yang adil,
 Respon terhadap demand masyarakat
 Promosikan kesehatan yang tanggap terhadap perubahan ekonomi , lingkungan dan
pengembangan /development

Pekembangan Etika Pelayanan Kesehatan


1. Era Primary Health Care
Konperensi dunia Alma Ata 1978: “setiap orang harus ikut berperan serta dalam
menentukan status kesehatannya” (kesertaan)
Evaluasi post 30 tahun Alma Ata: kesertaan masyarakat gagal.
Rifkin :studi ttg 200 kasus kesertaan, kesertaan tercermin dalam 3 track:
a. track 1: pendekatan klinis medis, kesertaan individu ( individual involvement);
b. track 2: pendekatan yankes mengajak masy. akses dan gunakan yankes dasar
(community participation),
c. track 3: kesertaan masy. dalam menentukan yankes yang sesuai dengan
kebutuhannya (community development)
2. Era MDGS
muncul konsep pemberdayaan masyarakat ( community empowerment=“the result of
community, essentially the poor, gaining information, access to resourecs and eventually
control over their own lives rather than being dominated by the athorities by whom they
have been exploited” (Rifkin).
Harapan: bottom up, tapi tetap yang masih menonjol: political process dalam redistribusi
sumber daya  terjadi inequity pada yankes karena hambatan struktural
3. Era SDGs
Era pembangunan kesehatan berdasar kesepakatan global untuk melaksanakan
pembangunan berkelanjutan yang berkeadilan
17 tujuan , 169 target
Perdamaian, Keadilan, dan Kerjasama Global untuk Pembangunan Jangka Panjang

Tiga Kata Kunci Dalam Etika Yan Kes


1. Kesertaan: perbedaan kelas sosial di masyarakat: kepentingan sekelompok orang,
keharusan mengutamakan kelompok marjinal, tidak mampu, miskin, rentan,
2. Pemberdayaan: kemampuan masyarakat menentukan apa yang mereka butuhkan
( dalam hal yankes) dan dibuat bebas dari tekanan politik,
3. Hak asasi: akuntabilitas pemerintah dalam menghargai hak dan kewajiban setiap
warganya.

Tiga Pilar Etika Yankes


1. Teknikal:
 Yankes yang bermutu (Technically sound).
 Evidence based  menjadi instrumen untuk meyakinkan politisi  teruskan
kelangkah-langkah operasional keteradilan dalam memperoleh manfaat (benefit) 
Fairness in access of health care
2. Kebijakan
3. Etika
 Dasar Human Rights
 Do no harm, Respect for person, Maleficence, Beneficence
 Akses ke jaminan kesehatan lebih dilihat sebagai “manfaat” (benefit)
 Yankes sebagai social right.

Inequity Dan Inequality Dalam Pelayanan Kesehatan


 Inequity adalah perbedaan dalam mendapatkan akses, jangkauan,dan kualitas pelayanan
kesehatan sehingga timbul ketimpangan status kesehatan antara kelompokmasyarakat
yang berbeda - E.G.masy.miskin mendapatkan kualitas pelayanan yang lebih rendah
dibandingkan dengan masy.kaya
 Inequality dalam kesehatan sebagian mengacu pada pemanfaatan pelayanan kesehatan
yang timpang antara kelompok-kelompok yang berbeda secara sosial demografi 
E.G.masy. kaya lebih dapat mengakses pelayanan kesehatan dibandingkan dengan
masy. miskin

Isu Etika Yankes: Prinsip Biomedik Vs Kesmas


 prinsip ini dapat saling beradu apalagi bila dikaitkan dengan etika pelayanan kesehatan
(uraian dalam teks sintesa)  e.g. pada komunikasi ttg risiko kesehatan .
 Perbedaan komunikasi dokter-pasien sebagai perorangan dan ahli kesmas- mayarakat
sebagai kelompok.
Isu:Dilema Yankes Pada Prinsip Respect For Autonomy
 Klinisi terapkan 5 prinsip, diskusi mendalam perorangan dr-pasien mendalam
pasien bisa buat keuptusan sendiri
 Yankesmas yang dihadapi orang banyak, sosialisasi dan edukasi dilakukan
berkelompok disuski dan bimbinan indifvu tidak intens , klien susah buat
keputusan sendiri, respect fro autonomy hilang sebab intervensi sudah ditetapkan oleh
pemrintah hasil tidak pasti
Issue: Arti Pencegahan Dalam Upaya Preventif Promotif
 mengintervensi melalui upaya sedini mungkin / awal untuk mencegah sesuatu agar
tidak terjadi.Pengertian pencegahan macam-macam (Oxford, hal 391). E.G
penggunaaan sabuk pengaman saat berkendara tidak mencegah kecelakaan sebab bisa
saja tetap terjadi, mencegah malaria dengan pembersihan rawa.
 Pencegahan primer, secundair dan tertiair  pengertian pecegahan bermacam-macam,
mencegah agar tidak terjadi,mencegah agar penyakit tidak meluas mencegah
mengurangi penderitaan selama menderita penyakit