Anda di halaman 1dari 7

Laporan Praktikum Spesialite dan Terminologi Kesehatan

“Konsep Dasar Struktur Terminologi Kesehatan”

Disusun Oleh :

Nama : Anisa Fitri

Nim : 34180224

Hari/tgl : Sabtu, 21 Maret 2020

Golongan : A1

Dosen Pengampu : Dyah Anggraeni S.Far.,M.sc.,Apt

Laboratorium Spesialit Dan Terminologi

Program Studi DIII Farmasi Stikes Surya Global

Yogyakarta

2020
“Konsep Dasar Struktur Terminologi Kesehatan”

I. Tujuan : Agar mahasiswa dapat mengetahui awalan kata, root, dan akhiran untuk
membentuk terminologi kesehatan
II. Dasar Teori :
Dalam mempelajari Ilmu Penyakit & Laboratorium Kesehatan, sebelumnya kita
harusmengenal istilah-istilah medis yang sering digunakan dalam dunia kesehatan.
Terminologi medismerupakan ilmu peristilahan medis. Ilmu terminologi medis ini
sangat kompleks dan meliputi:
1. Sejarah / riwayat istilah
2. Sumber kata
3. Manusia yang terlibat (Eponim & Mitologi)
4. Anatomi dan Sistem Tubuh
5. Penyakit dan Prosedur (tindakan medis)

Pemakai / pengguna terminologi medis yaitu:

1. Tenaga Medis
2. Tenaga Keperawatan, Bidan
3. Tenaga Perekam Medis dan Informasi Kesehatan
4. Tenaga Farmasi, Laboratorium, Radiologi, Fisioterapis
5. Tenaga Kesehatan lainnya

Sejarah Singkat Terminologi Medis

Pada awalnya disadari oleh para ilmuwan di bidang kesehatan bahwa diperlukan
kata-katayang seragam untuk menyatakan penemuan-penemuan medis yang dimulai
dari zamanRennaisance (atau rebirth dalam bahasa Inggrisnya, yang dimulai pada
sekitar abad 13-17 diItalia lalu ke bagian Eropa lain) sampai sekarang dan kemudian
para Ilmuwan kesehatancenderung berkiblat kepada ahli medis Yunani dan Romawi.

Sebagian besar (±_75% Istilah) istilah berasal dari bahasa yunani kuno (G) dan
Latin (L). pemakaian bahasa yunani kuno (G) dan Latin (L) karena konsisten dan
mempunyai pengertianyang sama. Asal istilah yang berkaitan dengan kesehatan,
kefarmasian maupun kedokteran umumnya berasal dari Bahasa Greek (Yunani) dan
Latin; serta adopsi dari Bahasa jerman dan Prancis.

Sebuah istilah bisa berasal dari hanya Bahasa tertentu atau campuran Bahasa
tersebut. Pemecahan istilah atas komponen kata terdiri dari prefix (awalan), root (akar
kata), dan sufiks (akhiran). Dalam satu kata harus terdapat paling sedikit satu kata
root dengan satu atau lebih prefix atau sufiks. Terminologi kesehatan yang berasal
dari Bahasa Yunani. Latin, jerman atau Bahasa asing lainnya dapat diubah ke Bahasa
Indonesia sesuai aturan EYD yang berlaku saat ini.
A. Komponen Kata
1. ROOT (Akar Kata)
Root (akar kata) pada terminology kesehatan dapat berasal dari Bahasa
sumber seperti Yunani atau Latin yang terletak di tengah di antara prefix
dan sufiks atau pseudosufiks pada terminologi yang terkait.
2. PREFIKS
Prefiks (awalan) merupakan elemen yang paling sering digunakan di awal
kata, bisa terdiri dari satu atau dua suku kata, sering berupa preposisi (kata
depan) atau adverbs. Prefix berperan dalam modifikasi atau perubahan
untuk memberikan suatu arti pada root (akar kata). Tidak semua akar kata
pada terminologi kesehatan mempunyai awalan.
3. SUFIKS (AKHIRAN KATA)
Sufiks atau Pseudosufiks (Kata Akhiran Semu) merupakan unsur kata
yang terletak di bagian paling belakang dari istilah terkait untuk
membentuk noun (kata benda), adjektif (kata sifat) atau verb (kata kerja).
Sufiks menunjukkan apakah terminology berkaitan dengan diagnostic.
Kondisi abnormal dan prosedur atau pengobatan, sehingga peristilahan
kesehatna dapt diklasifikasikan menjadi sufiks umum, sufiks
diagnoistik/penyakit, sufiks operatifr/tindakan bedah dan sufiks
prosedur/pengobatan.
III. Tugas

Terminologi Keterangan
1 Analgetika Penghilang nyeri
2 Antelmintika
3 Anoreksia
4 Ansietas
5 Artitis
6 Anuria
7 Ataksia
8 Asites
9 Asidosis
10 Antifungi
11 Antihipertensi
12 Antipiretika
13 Antiemetika
14 Antidiare
15 Antineuralgia
16 Antireumatika
17 Antiseptika
18 Antidotum
19 Antitusif
20 Antipasmodika
21 Antidiabetika
22 Anthemoroida
23 Antiiritansia
24 Kardiaotonika
25 Dismenorrhoe
26 Digestive
27 Diuretika
28 Dilatator
29 Ensefalitis
30 Ekspektoran
31 Emetika
32 Emoliensia
33 Flatulensi
34 Gonorrhoe
35 Hemostatika
36 Hipotiroidism
37 Insektisida
38 Ileus
39 Keratitis
40 Konstipasi
41 Karminativa
42 Cardiomyopathy
43 Hepatitis
44 Meningitis
45 Nephrolithiasis
46 Neuropsikiatrik
47 Pasasimpatolitika
48 Pertussis
49 Postpartskorbutum
50 Sedative urolithiasis
51 Udema
52 Vasodilator

IV. Pembahasan
Pada praktikum kali ini saya membahas tentang istilah terminology kesehatan. Dalam
mempelajari ilmu Farmasi, kita harus mengenal dengan baik istilah kesehatan
secara umum, istilah kefarmasian maupun istilah kedokteran yang sering digunakan.
Semua hal dalam istilah tersebut sering dikenal dengan nama bahasa medis atau
istilah kesehatan maupun terminologi kesehatan. Untuk selanjutnya, dalam modul ini
akan digunakan istilah terminologi kesehatan sesuai dengan judul mata kuliah
praktikum ini. Terminologi kesehatan merupakan bahasa dan istilah yang banyak
digunakan pada saat berkomunikasi antar profesi kesehatan, baik pada saat
komunikasi lisan maupun tulisan. Selain itu dengan mengerti terminologi kesehatan
maka akan memudahkan dalam memberikan informasi kepada pasien/klien.
Terminologi kesehatan merupakan bahasa profesi kesehatan yang digunakan sebagai
sarana komunikasi antara mereka yang berkecimpung langsung/tidak langsung di
bidang pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, terminologi kesehatan harus dipahami
dan dimengerti oleh setiap profesi kesehatan agar dapat terjalin komunikasi yang
baik. Ilmu terminologi kesehatan ini sangat kompleks dan meliputi riwayat istilah;
sumber kata; singkatan medis; anatomi dan sistem tubuh; serta penyakit dan prosedur
tindakan medis. Dalam bidang kefarmasian Anda selain harus memahami terminologi
kesehatan atau kedokteran, penting juga untuk dapat memahami istilah dan singkatan
yang terdapat dalam resep dokter, sehingga tidak terjadi kesalahan persepsi,
penulisan, maupun informasi yang harus disampaikan kepada pasien.
Komponen katanya adalah
1. Root (Akar Kata)
Root (akar kata) pada terminologi kesehatan dapat berasal dari bahasa sumber
seperti Yunani atau Latin yang terletak di tengah di antara prefiks dan sufiks atau
pseudosufiks pada terminologi yang terkait. Tidak jarang root terletak dibagian
terdepan dari terminologi jika istilah kesehatan terkait tidak mengandung prefiks;
root bisa juga diikuti root lain sebelum sufiks atau pseudosufiks. Root biasa
terletak di bagian paling belakang jika tidak mengandung sufiks atau
pseudosufiks; maka satu istilah bisa mengandung satu root atau dua root
bergandengan. Fungsi root adalah sebagai dasar atau inti dari terminology
kesehatan dan biasanya menggambarkan anggota tubuh. Huruf hidup penggabung
adalah huruf hidup (umumnya huruf o, kadang-kadang i atau e) yang berfungsi
untuk menggabungkan unsur kata root menjadi bentuk kombinasi (combining
root) dengan sufiks yang diperlukan atau menggabungkan dua unsur kata root.
Unsur kata root dengan bentuk penggabung ini tidak bisa berdiri sendiri, tetapi
harus dilengkapi unsur kata lain, baik root dengan sufiks atau root dengan root
lain.
2. Prefiks
Prefiks/prefix (awalan) merupakan elemen yang paling sering digunakan di awal
kata, bisa terdiri dari satu atau dua suku-kata, sering berupa preposisi (kata depan)
atau adverbs. Prefiks berperan dalam modifikasi atau perubahan untuk
memberikan suatu arti pada root (akar kata). Tidak semua akar kata pada
terminologi kesehatan mempunyai awalan.
3. Sufiks (Akhiran Kata)
Sufiks atau pseudosufiks (kata akhiran semu) merupakan unsur kata yang terletak
dibagian paling belakang dari istilah terkait, untuk membentuk noun (kata benda),
adjektif (kata sifat) atau verb (kata kerja). Sufiks menunjukkan apakah
terminologi berkaitan dengan diagnostik, kondisi abnormal dan prosedur atau
pengobatan, sehingga peristilahan kesehatan dapat diklasifikasikan menjadi yaitu
sufiks umum, sufiks diagnostik/penyakit, sufiks operatif/tindakan bedah dan
sufiks prosedur/pengobatan.
CARA PENGGABUNGAN ROOT, AWALAN DAN AKHIRAN
Menggabungkan satu atau lebih kata dasar dengan satu atau lebih prefiks dan
sufiks adalah salah satu cara untuk membentuk terminologi kesehatan.
Penggabungan tersebut dapat dilakukan dengan:
1. Menggabung root lebih dari satu, dengan huruf penghubung seperti i, e, dan o,
misalnya:
Kardiovaskuler = Kardi - o – vaskuler
Eritrosit = Eritr – o – sit
Gastroenterik = gastr – o – enter(ik)
Hemigastrik = hem – i – gastr(ik)
2. Menggabung akar kata dengan akhiran yang diawali konsonan maka harus
menggunakan huruf penghubung
Gastromegali = Gastr – o – megali
Osteomalacia = Oste – o - malacia
Laparascopy = lapar – a - scopy
3. Menggabung akar kata dengan akhiran yang diawali huruf vokal maka tidak
diperlukan huruf penghubung
Gastrectomy = gastr –ectomy
Hepatitis = Hepat – itis
Cardiac = cardi – ac

Contoh contoh terminology yg digunakan dalam dunia kesehatan

ISTILAH ROOT PREFIKS SUFIKS ARTI


(AKAR KATA) (AWALAN KATA) (AKHIRAN KATA)

Perikarditis Kardi (jantung) Peri (sekitar) Itis (peradangan) Peradangan


disekitar
jantung

Gasitris Gastr - Itis (peradangan) Peradangan


(lambung) lambung

Osteoplasty Oste Plasty - Perbaikan pada


(perbaikan) tulang

Gastromegaly Gastr - Megaly Pembesaran


(lambung) (pembesaran) lambung

Kardiac Kardi (jantung) - Ac Berkaitan


(berkaitan/tentang) dengan jantung

Hepatitis Hepar (hati) - Itis (peradangan) Peradangan hati


V. Kesimpulan
Terminologi kesehatan merupakan bahasa dan istilah yang banyak digunakan pada
saat berkomunikasi antar profesi kesehatan, baik pada saat komunikasi lisan maupun
tulisan. Selain itu dengan mengerti terminologi kesehatan maka akan memudahkan
dalam memberikan informasi kepada pasien/klien.

VI. Daftar Pustaka


Ganthina, 2016, Modul Buku Ajar Cetak Farmasi Praktikum Spesialit Dan
Terminologi Kesehatan, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia

Anda mungkin juga menyukai