Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH ONLAY

DOSEN PENANGGUNG JAWAB


DRG.HJ.DIAN HANDAYANI ,M.KES

OLEH
ANDI ST NURHALIZAH

UNIVERSITAS MEGAREZKY MAKASSAR


FAKULTAS FARMASI TEKNOLOGI RUMAH SAKIT DAN INFORMATIKA
PRODI D-III TEKNIK GIGI
2019/2020

i
KATA PENGANTAR

Salam dan damai sejahtera untuk kita semua!

Puja dan puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas hikmat
yang diberikan kepada kelompok kami sehingga dapat menyelesaikan makalah tentang
“Onlay”.

Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada dosen pengajar yang memberikan
tugas ini, kiranya tugas ini dapat memberikan pengetahuan kepada kami.

Kami pun menyadari bahwa makalah ini sangat jauh dari kata sempurna. Oleh
karena itu, kritik dan masukan yang membangun kami nantikan utnuk penyempurnaan
penulisan selanjutnya.

Makassar, 25 April 2020

Penulis

ii
DAFTAR ISI

Sampul............................................................................................... i

Kata Pengantar.................................................................................. ii

Bab I Pendahuluan

1.1 Latar Belakang...................................................................... 1

1.2 Rumusan Masalah................................................................ 2

1.3 Tujuan................................................................................... 2

Bab II Pembahasan

2.1 Pengertian Onlay.................................................................. 3

2.2 Indikasi dan Kontraindikasi................................................... 3

2.3 Keuntungan dan Kerugian.................................................... 4

2.4 Teknik Preparasi................................................................... 5

2.5 Pembuatan Model Kerja dan Pola Malam............................ 7

2.6 Restorasi Onlay Porselen..................................................... 9

2.7 Restorasi Onlay Bahan Komposit......................................... 10

Bab III Penutup

3.1 Kesimpulan........................................................................... 12

3.2 Saran..................................................................................... 12

Daftar Pustaka

iii
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pada umumnya gigi yang memerlukan perawatan saluran akar sudah memiliki
restorasi yang besar,karies luas, dan email yang tidak didukung dentin. Pengangkatan
jaringan karies, preparasi kavitas, dan juga pembentukan saluran akar merupakan
tindakan pengambilan dentin yang dapat melemahkan sisa jaringan gigi. Para peneliti
menemukan bahwa restorasi untuk gigi yang sudah dirawat endodontik harus dapat
meningkatkan fungsi gigi dalam jangka waktu yang lama,untuk itu perencanaan restorasi
harus dilakukan dengan teliti. Restorasi pada gigi pasca perawatan endodontik sangat
penting untuk keberhasilan perawatan.
Kegagalan restorasi setelah perawatan endodontik yang sering terjadi diantaranya
adalah kebocoran tepi, lepasnya restorasi, fraktur restorasi, atau fraktur dari gigi yang
telah direstorasi. Oleh karena itu perencanaan pemilihan restorasi harus dilakukan dengan
beberapa pertimbangan. Hal-hal yang harus dipertimbangkan dalam menentukan restorasi
adalah banyaknya jaringan gigi tersisa, fungsi gigi, posisi atau lokasi gigi, morfologi atau
anatomi saluran akar. Sementara itu, terdapat beberapa dasar pertimbangan dalam
memilih restorasi setelah perawatan endodontik agar restorasi dapat bertahan dalam
jangka waktu yang lama. Beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh restorasi setelah
perawatan endodontik, diantaranya menutupi koronal secara menyeluruh, melindungi
struktur gigi yang tersisa, memiliki retensi agar restorasi tidak lepas, memiliki resistensi
agar mampu menahan daya kunyah, mampu mengembalikan fungsi gigi, yaitu fungsi
pengunyahan,estetik,bicara, dan menjaga gigi antagonis dan gigi sebelahnya.
Gigi posterior menerima beban kunyah lebih besar dibandingkan dengan gigi
anterior, karena itu pertimbangan dalam pemilihan restorasi juga berbeda. Faktor yang
paling utama dalam menentukan restorasi adalah banyaknya jaringan gigi sehat yang
tersisa. Gigi yang tidak berisiko fraktur dan memiliki sisa jaringan cukup banyak,
diindikasikan menggunakan restorasi sederhana. Ukuran kamar pulpa yang besar
menyebabkan gigi posterior lebih baik direstorasi dengan onlay atau mahkota
penuh.Logam cor sepeti alloy emas, mahkota emas, makota metal porselen, dan restorasi
all porcelain, merupakan restorasi pilihan pada gigi posterior yang telah dirawat

1
endodontik.
Porselen merupakan indikasi pada gigi yang membutuhkan nilai estetika tinggi,
sebagai mahkota pada restorasi mahkota pasak, dan gigi dengan pewarnaan. Penggunaan
restorasi mahkota setelah perawatan endodontik perlu pertimbangan karena
membutuhkan pembuangan dinding, sehingga dinding yang tersisa pada gigi setelah
dirawat endodontik cukup tipis. Terdapat beberapa keadaan yang menyebabkan restorasi
porselen menjadi kontraindikasi. Gigi dengan oklusi edge to edge dan gigi dengan
mahkota klinis yang pendek tidak diindikasikan untuk direstorasi dengan porselen.

1.2 Rumusan Masalah


Hal yang akan dibahas di makalah ini tersebut:
1. Pengertian Onlay
2. Indikasi dan Kontraindikasi Onlay
3. Keuntungan dan Kerugian Onlay
4. Teknik Preparasi
5. Pembuatan Model Kerja(Die) dan Pola Malam
6. Restorasi Onlay Porselen
7. Restorasi Onlay Bahan Komposit
1.3 Tujuan
Tujuan dibuatnya makalah ini yaitu:
1. Pengertian Onlay
2. Indikasi dan Kontraindikasi Onlay
3. Keuntungan dan Kerugian Onlay
4. Teknik Preparasi
5. Pembuatan Model Kerja(Die) dan Pola Malam
6. Restorasi Onlay Porselen
7. Restorasi Onlay Bahan Komposit

2
BAB 2
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Onlay


Onlay mirip dengan mahkota gigi, tetapi membutuhkan lebih sedikit
pemangkasan gigi.Onlay diberikan ketika komposit tidak memadai untuk merestorasi
gigi. Meskipun tidak mutlak diperlukan, onlay biasanya menutupi seluruh permukaan
gigit gigi. Sebelumnya,onlay hanya dibuat dalam bentuk emas. Kini onlay juga bisa dari
porselin yang estetis. Onlay merupakan modifikasi dari MOD inlay dimana
sebagian/seluruh permukaan dilindungi dengan restorasi rigid atau logam cor.

2.2 Indikasi dan Kontraindikasi


A. Indikasi
1. Abrasi gigi posterior yag luas
2. kerusakan gigi posterior yang besar teapi email dan dentin bagian bukal dan
lingual masih sehat
3. Telah dirawat endodontik
4. Memperbaiki fungsi oklusi
5. Kemungkinan terjadinya frakur cups karena kurang jaringan sehat
pendukungnya
6. Lebar ishmus telah melebihi sepertiga jarak antar cups
7. Sebagai pengganti restorasi amalgam
B. Kontraindikasi
1. Dinding bukal dan lingual sudah rusak
2. Mahkota klinis pendek

3
2.3 Keuntungan dan kerugian
a.keuntungan:
• Waktu kunjungan Kurang diperlukan karena fabrikasi (di) laboratorium
• Jauh lebih tahan aus dari restorasi komposit direk
• menunjukkan polimerisasi penyusutan yang sedikit, jadi mengurangi kebocoran
mikro dan sensitivitas pasca operasi
• restorasi indirek meningkatkan sifat fisik
• Lebih biokompatibel dengan respons jaringan yang lebih baik.
• Mencapai kontak dan kontur yang lebih baik
• Memperkuat struktur gigi yang tersisa
• mempoles ekstraoral adalah mudah.
b. Kekurangan
restorasi indirek memiliki kelemahan sebagai berikut:
• Membutuhkan lebih banyak jumlah kunjungan pasien
• teknik yang sangat sensitif
• Restorasi membutuhkan ketrampilan tingkat tinggi operator.
• Keramik mengikis gigi antagonis dan restorasi.
• Ada kebutuhan untuk restorasi sementara.
• Lebih mahal daripada komposit direk.
• perbaikan Sulit dengan keramik.
• ikatan yang lemah dari restorasi komposit secara indirek terhadap semen
komposit. Dengan demikian, mereka membutuhkan abrasi mekanik dan / atau
perawatan kimia untuk adhesi yang tepat untuk semen

4
2.4 Teknik preparasi

Langkah Persiapan gigi untuk onlay


1.Outline Form oklusal
Mengisolasi gigi sebaiknya menggunakan rubber dam untuk memberikan
visibiltas yang lebih baik, retraksi jaringan, dan kemudahan operasi. Mulai preparasi
dengan bur no. 271 bur sejajar dengan sumbu panjang gigi. Titik masuk harus di fossa
sentral. Menjaga bur paralel, memperpanjang preparasi sambil tetap menjaga kedalaman
pulpa awal 2 mm. Mengurangi cusp untuk mendapatkan bentuk kenyamanan
(convenience) yang tepat. Hal ini meningkatkan akses dan visibilitas untuk langkah
berikutnya dalam preparasi gigi. kehati-hatian untuk mengelilingi cusp dan memperluas
preparasi secara adekuat. Divergen ke oklusal tergantung pada kedalaman preparasi
oklusal servical dan berhubungan dengan bentuk retensi gigi yang telah dipreparasi.
Biasanya dinding oklusal harus memiliki Kelancipan yang sama dengan 3 ° sampai 5 °
divergensi oklusal.

2.Preparasi Proksimal Box


Menggunakan bur yang sama, memperpanjang preparasinya pada sisi mesial dan
sisi distal untuk membuka persimpangan dentinoenamel proksimal. Mengisolasi
proksimal enamel dengan proksimal potongan parit. Kotak (boks) proksimal untuk onlay
dipreparasi dengan cara yang sama dengan inlay .
3.Pengurangan cusp
Penurunan cusp dilakukan dengan menggunakan no. 271 karbida bur.
pengurangan cusp harus dimulai setelah membuat groove dari 1,5 mm (Untuk cusp
nonfungsional) dan 2 mm (cusp fungsional) kedalaman di puncak cusp. Groove
membantu dalam pemotongan yang akurat dan seragam. Sambil mengurangi titik puncak
yang berdekatan, melibatkan lingual atau groove developmental bukal dalam
pemotongan.
4.Bentuk Retensi dan Form Resisten
Untuk meningkatkan retensi dan resistensi, groove yang dibuat di dinding boks
proksimal . groove yang dibuat di sudut garis facioaxial dan linguoaxial di dentin

5
sehingga memiliki penambahan retensi. Arah penempatan groove harus sejajar dengan
jalur penarikan pola malam. Preparasi bevel terbalik atau counter bevel pada sisi fasial
atau lingual dari masing masing cusp fasial atau lingual yang berkurang. Untuk ini,
biasanya diamond berbentuk, api yang digunakan. permukaan fasial dan lingual diberikan
bevel dengan memegang bur pada sudut 30 ° dengan permukaan gigi. bevels kontra harus
cukup lebar sehingga margin cavosurface memperpanjang setidaknya 1 mm di luar
kontak oklusal dengan gigi antagonis . Pengecualian untuk memberikan bevel adalah titik
puncak fasial dari premolar rahang atas dan molar pertama karena estetika adalah
perhatian utama di daerah-daerah ini.
benang retraksi benar diterapkan dalam gingiva sebelum memberikan bevels dan
pelebaran pada preparasinya. Preparasi lah gingiva bevels dan pelebaran dari dinding
enamel proksimal dengan cara yang sama seperti dalam preparasi inlay.
Sebuah preparasi onlay dirancang dengan baik harus memiliki bentuk kotak
proksimal untuk retensi dan pulpa datar dan dinding gingiva untuk resistensi terhadap
daya pelepasan .
5.Preparasi akhir
Bersihkan preparasi dengan udara / air semprot atau dengan kapas pelet dan
periksa untuk deteksi dan penghapusan debris dan memeriksa untuk koreksi dari semua
sudut cavosurface dan margin. hilangkan karies yang tersisa dan / atau bahan restoratif
lama.
Dalam preparasi yang besar dengan karies yang lembut, penghilangan karies
dentin dilakukan dengan sendok excavator atau bur bulat berkecepatan lambat. Dalam hal
ini, dua langkah pulpa lantai dibuat, yaitu hanya sebagian dari gigi yang dipengaruhi oleh
karies yang dihilangkan, meninggalkan dasar preparasi yang tersisa tidak tersentuh.
aplikasikan basis pelindung pada dasar preparasi. Jika karies dalam dan sangat
dekat dengan pulpa, kemudian ketebalan lapisan 1 mm dari kalsium hidroksida
ditempatkan sebelum menerapkan basis yang cocok.

6
2.5 Pembuatan Model Kerja(Die) dan Pola Malam

Tahapan Praparari onlay


Langkah-langkah prepasi onlay adalah:
1. Pamasangan isolator karet
2. Akses ke karies tahap di lakukan untuk memperoleh akses ke dentin karies. Alat yan
digurakan adalaı bur fissure kanpien carbide panick-kancap dengan kekatan tingi.
3. Menentukan luas karies
Setelah akses dipereloh, kavitas bisa dileharkan sampei dicapai pertautan email-dentin
yang sehat.
4.Keywy
Keyway dapat mempengaruhi setensi onlay dan ketahanan terrhadap
kemungkinan bergesemya restorasi. Keyway dibuat dengan kemiringan minimal sekitar
6-10"terhadap sumbu gigi dengan mengunakan bur fissure kuncup dan dijaga sumbu bur
sejajar dengan sumbu gigi. Setelah membuat keyway, kavitas dikeringkan untuk
memeriksa ada tidaknya sisa karies dan bahwa kavitas sedikit membuka dengan sumbu
yang benar.
5.Pembuatan boks aproksirnal
Di bagian ini kasivitas didalamkan memakai bur bulat kecepatan rendah dan
dengan cara yang sama dengan preparasi untuk amalgan dengan jalan membuang dentin
karies pada pertautan email-dentin. Ketika dentin karies pada pertautan email-dentin telah
dibuang, dinding email dapat dipecahkan dengan pahat dan tepi kavitasnya dihaluskan
dengan pahat pemotong tepi gingiva. Preparasi dibuat miring 10 terhadap sumbu gigi
dengan bur fisur tunsten carbide kecepatan tinggi.
6. Pembuatan karies dalam
Karies mungkin tertinggal di dinding aksial dan paling baik dibuang dengan bur
ukuran medium (ISO 012) dalam kecepatan rendah. Jika dentin karies telah dibuang,
periksa kembali untuk memastikan tidak adanya undercut. Jika masih ada undercut, maka
undercut tersebut ditutup dengan semen pelapik pada tahap preparasi berikutnya sehingga
preparasi mempunyai kemiringan yang dikehendaki.
7. Pembuatan bevel

7
Garis sudut aksio-pulpa hendaknya dibevel, baik dengan memakai bur pengakhir
kecepatan rendah maupun dengan bur pengakhir kecepatan tinggi yang sesuai. Bevel
hendaknya diletakkan di tepi email, agar tepi tipis hasil tuangan dapat dipaskan
seandainya kerapatan hasil tuangan dengan gigi tidak baik. Hendaknya bevel tidak
diluaskan lebih ke dalam karena akan mengurangi retensi dari suatu restorasi. Bur lain
yang dapat digunakan adalah bur fisur kuncup untuk preparasi kavitas. Tepi luar bevel
harus halus dan kontinyu untuk mempermudah penyelesaian restorasi dan supaya tepi
tumpatannya beradaptasi dengan baik dengan gigi. Bevel biasanya tidak dibuat di dinding
aproksimal karena akan menciptakan undercut, mengingat sebagian besar tepi kavitas
terletak di bawah bagian gigi yang paling cembung. Akan tetapi dinding gingiva dapat
dan harus dibevel. Bur yang paling cocok adalah bur Baker Curson halus dan kuncup
dalam kecepatan tinggi. Bevel gingiva sangat penting karena akan mneingkatkan
kecekatan tuangan yang biasanya merupakan hal yang paling kritis. ( Baum, Lloyd dkk.
1997 : 374)
Pada Pola Malam Pola malam dibuat secara: - Direct : pembuatan restorasi rigid
secara langsung dalam satu kali kunjungan. - Indirect : pembuatan restorasi rigid yang
dilakukan di laboratorium dan berkali-kali kunjungan.

8
2.6 Restorasi Onlay Perselen

Pemilihan sebuah perawatan pada pasien harus mempertimbangkan beberapa


aspek penting diantaranya adalah kondisi dan keinginan pasien yang dapat diketahui dari
pemeriksaan subjektif dan pemeriksaan objektif. Dalam kasus ini pasien telah
menggunakan gigi tiruan sebagian lepasan berbahan dasar valplast yang sewarna dengan
gigi dan pasien telah merasa nyaman dengan gigi tiruan tersebut sehingga menolak untuk
dilakukan perubahan restorasi pada gigi 36.
Tahap berikutnya setelah melakukan observasi, dokter dapat mempertimbangkan
beberapa alternatif rencana perawatan yang termasuk didalamnya adalah design gigi
tiruan dan bahan yang digunakan.Pertimbangan rencana perawatan yang memungkinkan
dilakukan dalam kasus adalah pembuatan gigi tiruan cekat berupa gigi tiruan jembatan
(bridge) atau restorasi onlay karena selain karies profunda sehingga memerlukan
perawatan pulp capping juga terdapat atrisi. Dalam kasus ini, dokter gigi memutuskan
untuk menggunakan restorasi onlay dikarenakan pasien tidak ingin mengganti restorasi
untuk gigi 36. Bahan yang digunakan adalah all-porcelain. Bahan ini dipilih karena
memiliki estetika yang sangat baik dimana tidak akan terlihat warna logamseperti pada
restorasi porcelain fused to metal. Porselen juga mudah disesuaikan hue, chroma dan
translusensinya sehingga dapat menghasilkan bentukan yang hampir sama dengan gigi
asli.
Kekuatannya juga lebih baik bila dibandingkan dengan restorasi komposit.
Porcelen merupakan pilihan utama ketika estetik menjadi prioritas dalam restorasi.
Berdasarkan berbagai penelitian yang sudah dilakukan beberapa penelitian mengatakan
tidak ada perbedaan signifikan untuk restorasi onlay berbahan dasar emas dan keramik.
Oleh sebab itu, pengunaan porselen sangat meningkat dikalangan masyarakat.7 Porselen
merupakan salah satu jenis dari keramik kedokteran gigi.8 Keramik kedokteran gigi
selain memiliki estetik yang tinggi juga memiliki beberapa keunggulan yaitu
biokompatibilitas yang baik dalam rongga mulut, 7 kekuatan yang sangat tinggi membuat
porselen tidak mudah terkikis baik secara kimiawi maupun secara mekanik sehingga
dapat mempertahankan keutuhan permukaan restorasi. Selain itu, keuntungan porselen

9
yang digunakan untuk onlay adalah memiliki kekuatan flexural yang tinggi yakni 140-
1300 Mpa (daya tahan mekanik yang kuat sehingga tidak menyebabkan tekanan
berlebihan untuk jaringan gigi dibawahnya dalam melakukan fungsi kunyah, dengan
pemasangan yang tepat dan aplikasi bonding yang baik membuat restorasi ini dapat
mengurangi sensitivitas dentin sekaligus melindunginya. Keuntungan lain adalah dengan
penggunaan jangka panjang tidak menyebabkan akumulasi plak dan bakteri karena
permukaannya yang halus sehingga mengurangi perlekatan bakteri pada permukaan, serta
memiliki konduktivitas termal dan konduktivitas elektrik pencetus arus galvanis yang
rendah disbanding bahan restorasi lainnya.9,10 Dengan demikian rencana perawatan
pada kasus yang dipilih adalah penggunaan onlay berbahan all-porcelain.Penggunaan
restorasi onlay all porcelain dalam kasus setelah dilakukan observasi didapatkan selama 5
tahun restorasi tidak menunjukkan adanya keluhan dan kerusakan termasuk perubahan
warna dan timbulnya karies sekunder pada gigi tersebut karena permukaan porselen yang
halus dan tidak porus sehingga bakteri tidak mudah melekat pada permukaan onlay.

2.7 Restorasi Onlay Bahan Komposit

Komposit resin merupakan campuran resin polimerisasi yang diperkuat oleh filler
anorganik. Memiliki compressive strength sekitar 280 Mpa dengan modulus elastisitas
sekitar 10-16 Gpa, yang mendekati dentin. Ketahanan fraktur dari restorasi bonded sama
dengan gigi. Resin komposit dengan penyinaran yang tepat memiliki sifat mekanis baik
dan dapat memperkuat stuktur gigi melalui mekanisme bonding (Cohen, 2011).
Kekurangan dari komposit adalah penyusutan yang terjadi selama
polimerisasi. Penyusutan ini mengakibatkan masalah dalam jangka waktu yang lama.
Perkembangan dental komposit resin menyebabkan restorasi ini menjadi bahan alternatif
sebagai pengganti dari dental amalgam untuk gigi posterior, yaitu dengan menggunakan
komposit hight strength untuk gigi posterior (Cohen, 2011 ;Walmsley, 2007).
Bahan ini menjadi pilihan jika pasien tidak mengiginkan pembuangan jaringan
gigi yang lebih banyak. Komposit resin ini dapat digunakan sebagai restorasi gigi setelah
perawatan endodontik (Walmsley, 2007 ; Garg, 2011 ;Manhart, 2011).
Restorasi setelah perawatan endodotik dengan menggunakan bahan komposit
dapat dibuat secara direk maupun indirek. Restorasi direk menjadi pilihan pada kavitas

10
yang kecil, yaitu kehilangan satu linggir proksimal dan kehilangan satu atau dua bonjol
(Brenna et al., 2009 ; Walmsley, 2007).
Restorasi indirek menjadi pilihan pada gigi yang kehilangan struktur gigi dalam
jumlah besar. Resin komposit indirek dikerjakan di laboraturium dapat meningkatkan
conversion rate dari polimer dan sifat fisik dari bahan restorasi. Komposit indirek
memiliki kekuatan dan wear resistance yang lebih baik. Keuntungan komposit resin yang
dibuat secara indirek diantaranya adalah menurunkan risiko penyusutan polimer,
memudahkan dalam insersi, dan hasil estetik yang lebih baik (Settembrini, 1998 ;
Walmsley, 2007).

BAB 3

11
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Mahkota onlay all porcelain sangat baik digunakan sebagai restorasi akhir pasca
perawatan endodontik pada gigi posterior yang kehilangan 1 atau 2 cusp mahkota karena
besarnya ruang pulpa yang terbuka setelah dilakukan preparasi saluran akar dan tekanan
kunyah pada gigi posterior yang cukup besar.
3.2 Saran
Penulis tentunya masih menyadari jika makalah diatas masih terdapat banyak
kesalahan dan jauh dari kesempurnaan. Penulis akan memperbaiki makalah tersebut
dengan berpedoman pada banyak sumber serta kritik yang membangun dari para
pembaca.

Daftar Pustaka

12
https://menurutparaahli.com/tag/definisi-onlay/
https://s-prtw-gigi.blogspot.com/2008/08/onlay-uplay.html
https://www.scribd.com/document/342429024/Indikasi-Dan-Kontraindikasi-Onlay-Tahap-
Pekerjaan
https://dewipangestuti.blogspot.com/2016/05/onlay-terjemahan-dari-textbook-of.html
https://dspace.hangtuah.ac.id/xmlui/bitstream/handle/dx/448/MAJALAH%20DENTA%20NO
%2010%20VOL%202%20FANI.pdf?sequence=3&isAllowed=y
160110070077_3_2149.pdf
182-Article%20Text-362-1-10-20181010.pdf

13