Anda di halaman 1dari 8

“GOLONGAN HALOGEN”

SOAL DAN JAWABAN

DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 4

NO NAMA NIM
1. SALWA SYAFIRAH 4183331022
2. SAYANI MURYA TAMILING 4183331010
3. SENARI CHRISTIN BR GINTING 4183331001
4. THERESIO PASARIBU 4183331009
5. YAYANG FABELLA 4183331021
6. YOVI FUJIKRIS PANJAITAN 4183331014

KELAS : KIMIA DIK D 2018

PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN KIMIA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
TAHUN AJARAN
2020
11.2 Jelaskan sifat anomali fluorin dalam golongannya yang berkaitan dengan energi ikatan,
elektronegatifitas dan sifat ioniknya!.

Jawaban :

Energi ikatannya  Energi ikatan dari klorin hingga iodin menurun secara perlahan,
tetapi energi ikatan fuorin tidak mengikuti pola kecendrungan ini (Tabel 11.1). Untuk
mengikuti pola, energi ikatan fluorin diharapkan sebesar 300 kJ/ mol namun kenyataannya
harganya sangat lemah. hanya sekitar setengahnya saja, yaitu 155 kJmol Walaupun banyak
alasan telah disarankan, sebagian besar para ahli kimia percaya bahwa Iemahnya energi
ikatan ini sebagai akibat tolakan antara elektron-elektron non-ikatan dari masing-masing
atomnya dalam molekul; tolakan ini begitu besar karena relatifnya ukuran atom flourin ,dan
juga berkaitan dengan sifat reaktivitasnya flourin yang begitu tinggi.

Dengan elektronegativitas  Fluorin mempunyai skala elektronegativitas yang


tertinggi 4 dan berbeda cukup jauh dengan skala tertinggi kedua baik dalam golongan yaitu
berharga 3 untuk klorin maupun dalam periode atau bagi semua unsur yang ada yaitu
berharga 3,5 untuk oksigen. Dengan sifat ini atom Fuorin membentuk ikatan hidrogen paling
kuat dibanding dengan unsur manapun. Selain memberikan efek yang sangat besar pada
relatif tingginya titik leleh dan titik didih bagi senyawa HX, ikatan hidrogen juga
mengakibatkanpembentukan anion poliatomik yang stabil seperti HF2-

Dengan sifat ioniknya  Logam-logam dalam tingkat oksidasi normal membentuk


senyawa fluorida yang sering bersifat ionik, sedangkan senyawa sejenis untuk klorida,
bromida dan iodida adalah kovalen. Perbedaan sifat ini berkaitan dengan terlalu rendahnya
sifat polarisabilitas ion fluorida yang sangat kecil ukurannya (Tabel 11.1). Sebagai contoh.
aluminium nurida menunjukkan sifat ionik. tetapi aluminium Flourida yang lain
menunjukkan sifat kovalen yang cukup kuat. Fluorin merupakan oksidator kuat. sering
mengakibatkan tingkat oksidasi lebih tinggi pada logam dalam senyawa fluoridanya daripada
senyawa halida yang lain. Sebagai contoh, vanadium dapat membentuk senyawa dengan
tingkat oksidasi tertinggi +5 dalam VF5, tetapi dengan klorin tingkat oksidasi tertinggi yang
dicapai adalah +4 dalam VCl4. (SALWA SYAFIRAH)

1
11.3 Jelaskan mengapa tingkat oksidasi maksimum vanadium(V) dapat di jumpai pada VF5
tetapi hanya vanadium (IV) dalam VCl4 ?

Jawaban :

Dalam VF5 memiliki bilangan oksidasi yaitu +5

Dalam VCl4 memiliki bilangan oksidasi yaitu +4

Pernyataan diatas kita dapat melihat tingkat oksidasi yang paling tinggi adalah VF 5
hal ini disebabkan oleh adanya ikatan fluorin di dalamnya. Fluorin merupakan oksidator kuat
sehinnga sering mengakibatkan tingkat oksidasinya lebih tinggi dalam senyawa fluoridanya.
Sedangkan dalam VCl4,vanadium berikatan dengan unsur klorin yang mengakibatkan tingkat
oksidasinya juga tinggi namun tidak setinggi fluorida. (YOVI FUJIKRIS PANJAITAN)

11.4 Jelaskan peran ikatan hidrogen dalam seri senyawa HX!.

Jawaban:

Ikatan hidrogen adalah sejenis gaya tarik antara molekul atau antar dipol-dipol yang
terjadi antara muatan listrik parsial dengan polaritas yang berlawanan. Ikatan hidrogen tidak
hanya sangat penting dalam kimia hidrogen karena sangat esnsi dalam memahami aspek
kimiawi spesies yang bersangkutan, tetapi juga merupakan salah satu aspek yang dipelajari
secara detil dalam memahami gaya-gaya atraksi intermolekular.

Hidrogen halida adalah senyawa anorganik diatomik dengan rumus umum HX dengan


X adalah salah satu dari halogen: fluor, klor, brom, iodium, atau astatin.  Hidrogen halida
adalah gas yang dapat larut dalam air menghasilkan asam yang umum dikenal sebagai asam
halida. Hidrogen halida adalah gas tak berwarna pada suhu dan tekanan standar (STP)
kecuali untuk hidrogen fluorida, yang mendidih pada 19 °C. Hidrogen fluorida adalah satu-
satunya hidrogen halida yang menunjukkan ikatan hidrogen antar molekulnya, dan karenanya
memiliki titik lebur dan titik didih tertinggi di antara seri HX. Titik didih meningkat dari HCl
ke HI. Larutan asam halida pekat menghasilkan asap putih yang tampak. Kabut ini timbul
dari pembentukan tetesan halus dari larutan akuatik pekat asam halida.

Jadi peran ikatan hidrogen dalam seri senyawa HX adalah untuk meningkatkan titik
didih dalam golongan halogen. Dan semakin besar ikatan hidrogennya semakin besar pula
titik didihnya. Bukti lain yang signifikan adalah melalui studi kristalografik sinar-x, difraksi

2
netron, demikian juga spektrum infrared dan nuclear magnetic resonance-nmr baik untuk
padatan, cairan maupun larutan. Di dalam spektrum inframerah, untuk senyawa HX yang
mengandung ikatan hidrogen ,maka energi vibrasi-stretching HX akan menjadi melemah
hingga akan muncul pada spketrum dengan frekuwnsi yang lebih rendah dan melebar-tumpul.
(SENARI CHRISTIN BR GINTING)

11.5 Jelaskan mengapa asam fluorida (hidrogen fluorida) bersifat asam lemah sedangkan
asam-asam biner halogen yang lainnya bersifat asam kuat !

Jawaban :

Asam flourida (HF) merupakan salah satu asam halogen seperti halnya asam klorida
(HCl), asam bromida (HBr), dan asam iodida (HI). Secara kekuatan asam yang dimiliki,asam
flourida adalah asam paling lemah diantara semuanya, sehingga jika diurutkan kekuatan asam
halida akan diperoleh: HI > HBr > HCl > HF.Sifat asam lemah dari asam flouridadiperoleh
karena ikatan yang dimilikinya paling kuat dibandingkan ikatan yang dimiliki oleh asam
halida lainnya. Asam flourida memiliki ikatan hidrogen dan ikatan kovalen polar, sedangkan
asam halida lain memiliki ikatan kovalen polar.HF mengionisasi dalam air seperti asam
lainnya:HF+H2O ⇆ H3O+ + F-.

Hidrogen fluorida tidak benar-benar larut cukup bebas dalam air, tetapi ion H 3O+ dan F-
sangat tertarik satu sama lain dan membentuk pasangan sangat terikat, H 3O+ · F-. Hal ini
terjadi karena asam flourida memiliki atom flour yang dapat membentuk ion flour, dan ion ini
bersifat sangat elektronegatif dan kecenderunganya untuk menarik elektron dari senyawa
kimia lain sangat tinggi. Karena ion hidroksonium melekat pada ion fluor menyebabkan ion
hidroksoniumtidak bebas berfungsi sebagai asam, sehingga membatasi kekuatan HF dalam
air.

Kekuatan asam yang lemah dari asam fluorida juga disebabkan oleh jari-jari atomnya
yang kecil. Dari atas ke bawah dalam satu golongan (halogen) jari-jari atom bertambah
sehingga daya tarik inti terhadap elektron terluar semakin kecil. Elektron semakin mudah
dilepas dan energi yang diperlukan untuk melepaskannya makin kecil.Maka dalam hal ini,
jari-jari atom fluor (F) lebihkecil dibandingkan Cl, Br dan I, sehingga elektronnya semakin
sulit dilepas dan energi yang diperlukan untuk melepaskannya sangat besar. Energi ionisasi
merupakan jumlah minimum energi yang diperlukan untuk memaksa satu atommelepaskan
elektronnya. Makin besar energi ionisasi makin sukar untuk melepaskan elektronnya.

3
Sehingga ketika HF bereaksi dalam air menjadi sukar terionisasi, karena merupakan jumlah
minimum energi yang diperlukan untuk memaksa satu atom melepaskan elektronnya sangat
besar dibandingkan HCl, HBr, dan HI. (THERESIO PASARIBU)

11.6 Fluorida belerang tertinggi adalah SF6. Jelaskan mengapa SI6 tidak pernah di jumpai?

Jawaban:

Senyawa penting belerang-halogen adalah belerang-fluorin,dan belerang klorin.


Belerang fluorin membentuk 2 senyawa penting yaitu belerang heksafluorida (SF6) dan
belerang tetrafluorida (SF4). Belerang heksafluorida berupa gas takberwarna,tak berbau,tidak
reaktif,berdaya racun rendah serta stabil. Gas belerang heksafluorida dengan massa molar
yang sangat tinggi mempunyai sifat yang unik untuk identifikasi polusi udara. Gas ini dapat
di buat secara sederhana dengan membakar lelehan belerang di dalam gas difluorin, menurut
persamaan reaksi:

Logam-logam dalam tingkat oksidasi normal membentuk senyawa fluorida yang


sering bersifat ionik, sedangkan senyawa sejenis untuk klorida, bromida ,dan lodida adalah
kovalen. Perbedaan sifat ini berkaitan dengan terlalu rendahnya sifat polarisabilitas Ion
fluorida yang sangat kecil ukurannya. Kelarutan senyawa fluorida berbeda dengan halida
yang lain; hal ini berkaitan dengan terlalu kecilnya ion fluorida relatif terhadap Ion halida
yang lain.

Terdapat banyak kombinasi pasangan halogen yang membentuk senyawa interhalogen


dan ion polihalida. Senyawa netral mengikuti formula XY, XY3, XY dan XY7 dengan X
adalah unsur halogen dengan nomor massa lebih tinggi dari pada nomor massa unsur halogen
Y. Semua permutasi dikenal bagi XY dan XY 3, tetapi XY5 hanya dikenal untuk Y adalah
fluorin: jadi hanya kombinasi dengan fluorin saja untuk mencapai tingkat oksidasi tertinggi
tidak untuk senyawa halogen lainnya seperti I. Flour memiliki biloks yang tinggi karena
keelektronegatifannya tinggi sehingga dia sangat kuat menarik pasangan elektron ketika
membentuk ikatan kovalen. Dari tingkat oksidasinya disebutkan bahwa fluorida belerang
tertinggi adalah SF6 maka hanya kombinasi dengan fluorin saja untuk mencapai tingkat
oksidasi tertinggi tidak untuk senyawa halogen lainnya sehingga senyawa SI 6 tidak dapat
terbentuk dan tidak pernah di jumpai. (SAYANI MURYA TAMILING)

4
11.7 Gambarkan kemungkinan – kemungkinan bangun titik elektron lewis bagi senyawa
klorin dioksida yang masing – masing mempunyai nol, satu dan dua ikatan rangkap (2), dan
tentukan struktur mana yang lebih diunggulkan berdasarkan distribusi muatan formalnya.

Jawaban :

 ClO2 ( Klorin Dioksida )


 Nol Rangkap Dua

 Muatan Formalnya

Cl = 7 – 3 - = 2

O1 = 6 – 6 - =-1

O2 = 6 – 6 - =-1

 Satu Rangkap Dua

 Muatan Formalnya

Cl = 7 – 4 - = 0

5
O1 = 6 – 6 - =-1

O2 = 6 – 4 - =0

 Dua Rangkap Dua

 Muatan Formalnya

Cl = 7 – 2 - = +1

O1 = 6 – 4 - =0

O2 = 6 – 4 - = 0 (YAYANG FABELLA)

6
7

Anda mungkin juga menyukai