Anda di halaman 1dari 13

MODUL PERKULIAHAN

MANAJEMEN BIAYA STRATEGIK


MATERI BAHAN UAS

Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun oleh


Ekonomi Akuntansi
15 84031 Siti Choiriah, SE, MM

Abstract Kompetensi
Revie materi pembelajaran Agar mahasiswa dapat mengulang
kembali materi materi yang
untuk UAS dipersiapkan untuk UAS

PERENCANAAN BIAYA UNTUK SIKLUS HIDUP PRODUK

1. PERHITUNGAN BIAYA BERDASARKAN TARGET

2019 Manajemen Biaya Strategik/ Modul 15 Pusat Bahan Ajar dan e-Learning
1 Ma t eri Ba ha n U AS
Siti Choiriah, SE, MM http://www.mercubuana.ac.id
~1~
Menurut Henry Ford, tidak seorangpun tahu berapa biaya yang seharusnya
dikeluarkan. Salah satu cara adalah menentukan harga serendah-rendahnya, sehingga
memaksa setiap orang berupaya keras untuk menghasilkan laba.
Ford menjelaskan teknik yang disebut sebagai perhitungan biaya berdasarkan tage,
dimana perusahaan menentukan biaya yang harus dikeluarkan untuk barang atau jasa,
berdasarkan harga pasar kompetitif, dengan demikian perusahaan dapat memperoleh
laba yang diharapkan :

Biaya target = Harga Kompetitif – Laba yang diharapkan

Perusahaan mempunyai dua pilihan untuk menurunkan biaya sampai pada level biaya
target:
1. Dengan mengintegrasikan teknologi produksi baru, menggunakan teknik-teknik
manajemen biaya yang canggih seperti perhitungan biaya berdasarkan aktivitas
(activity based costing), dan mencari produktivitas yang lebih tinggi.
2. Dengan melakukan desain ulang terhadap barang atau jasa. Metode ini
menguntungkan bagi banyak perusahaan karena mengakui bahwa keputusan-
keputusan atas desain sangat mempengaruhi total biaya selama siklus hidup
produk.

TEORI KENDALA

Teori kendala (theory of constraint - TOC), yaitu teknik yang digunakan untuk
meningkatkan kecepatan dalam proses produksi. Ukuran didefinisikan dengan cara-cara
yang berbeda untuk tiap-tiap perusahaan. Sebagai contoh, waktu siklus produksi (cycle
time, lead time, or throughput time) umumnya didefinisikan sebagai berikut :

Waktu Siklus produksi = Jumlah waktu antara penerimaan pesanan


pelanggan dan pengiriman pesanan tersebut

Ukuran lainnya yang berguna adalah efisiensi Siklus produksi (manufacturing cycle
efficiency-MCE) yang merupakan rasio antara waktu pemrosesan dengan total waktu
siklus.

2019 Manajemen Biaya Strategik/ Modul 15 Pusat Bahan Ajar dan e-Learning
2 Ma t eri Ba ha n U AS
Siti Choiriah, SE, MM http://www.mercubuana.ac.id
~2~
MCE = Waktu pemrosesan
Total waktu siklus

Langkah-langkah dalam Analisis Teori Kendala


Lima langkah dalam analisis TOC, yaitu :
1. Mengidentifikasi kendala
2. Menentukan bauran produk yang paling menguntungkan untuk setiap kendala
3. Memaksimalkan arus yang melalui kendala
4. Menambah kapasitas pada kendala
5. Mendesain ulang proses produksi untuk mempercepat flexibilitas dan waktu siklus

MANAJEMEN PERSEDIAN, JUST IN TIME MANUFACTURING, DAN


BLACKFUSH COSTING

JENIS PERSEDIAAN
1. Persediaan barang jadi biasanya tergantung pada permintaan pasar (independent
demand inventory)
2. Persediaan barang setengah jadi dan bahan mentah ditentukan oleh tuntutan
proses produksi dan bukan pada keinginan pasar (dependent demand inventory).

ALIRAN MATERIAL

Bahan dalam

2019 Manajemen Biaya Strategik/ Modul 15 Pusat Bahan Ajar dan e-Learning
3 Ma t eri Ba ha n U AS
Siti Choiriah, SE, MM http://www.mercubuana.ac.id
~3~
proses
Vendor Bahan Barang dalam Barang
Customer
Pemasok mentah proses jadi (Pelanggan)
Barang dalam
Proses

Pengertian JIT
Dalam pengertian luas, JIT adalah suatu filosofi tepat waktu yang memusatkan pada
aktivitas yang diperlukan oleh segmen-segmen internal lainnya dalam suatu organisasi.
JIT mempunyai empat aspek pokok sebagai berikut:

1. Semua aktivitas yang tidak bernilai tambah terhadap produk atau jasa harus di
eliminasi.Aktivitas yang tidak bernilai tambah meningkatkan biaya yang tidak
perlu,misalnya persediaan sedapat mungkin nol.
2. Adanya komitmen untuk selalu meningkatkan mutu yang lebih tinggi.Sehingga produk
rusak dan cacat sedapat mungkin nol,tidak memerlukan waktu dan biaya untuk
pengerjaan kembali produk cacat, dan kepuasan pembeli dapat meningkat.
3. Selalu diupayakan penyempurnaan yang berkesinambungan (Continuous
Improvement)dalam meningkatkan efisiensi kegiatan.
4. Menekankan pada penyederhanaan aktivitas dan meningkatkan pemahaman terhadap
aktivitas yang bernilai tambah.

JIT dan Ketertelusuran Biaya Overhead


Dalam lingkungan JIT, beberapa aktivitas overhead yang tadinya digunakan
bersama untuk lebih dari satu lini produk sekarang dapat ditelusuri secara langsung ke satu

2019 Manajemen Biaya Strategik/ Modul 15 Pusat Bahan Ajar dan e-Learning
4 Ma t eri Ba ha n U AS
Siti Choiriah, SE, MM http://www.mercubuana.ac.id
~4~
produk tunggal. Manufaktur yang berbentuk sel-sel, tanaga kerja yang terinterdisipliner,
dan aktivitas jasa yang terdesentralisasi adalah karakteristik utama JIT.

JIT TRADISIONAL
Sistem Pull-through Sistem Push-through
Persediaan tidak signifikan Persediaan signifikan
Sel-sel pemanufakturan Berstruktur departemen
Tenaga kerja terinterdisipliner Tenaga kerja terspesialisasi
Pengendalian mutu (TQC) Level mutu akseptabel (AQL)
Dsentralisasi jasa Sentralisasi jasa

Penentuan Harga Pokok Backflush


Penentuan harga pokok backflush mengeliminasi rekening barang dalam proses dan
membebankan biaya produksi secara langsung pada produk selesai. Perusahaan
menggunakan backflush costing jika terdapat kondisi-kondisi sebagai berikut :

1. Manajemen ingin sistem akuntansi yang sederhana.


2. Setiap produk ditentukan biaya standarnya.
3. Metode ini menghasilkan penentuan harga pokok produk yang kira-kira mengasilkan
informasi keuangan yang sama dengan penelusuran secara berurutan.

Ada dua perubahan relatif pada sistem konvensional yaitu :


1. Perubahan Akuntansi Bahan
2. Perubahan Akuntansi Biaya Konversi

LEAN MANUFACTURING

Lean Manufacturing bisa didefinisikan sebagai:

2019 Manajemen Biaya Strategik/ Modul 15 Pusat Bahan Ajar dan e-Learning
5 Ma t eri Ba ha n U AS
Siti Choiriah, SE, MM http://www.mercubuana.ac.id
~5~
“Pendekatan sistematis untuk mengidentifikasikan dan mengeliminasi sampah
(aktifitas-aktifitas tanpa nilai tambah) melalui perbaikan berkesinambungan dengan
aliran produk berdasarkan kehendak konsumen (pulll system) dalam mengejar
kesempurnaan. “

VALUE (NILAI)

Di dalam lean production, nilai dari suatu produk ditentukan hanya oleh konsumen.
Produk harus memenuhi kebutuhan konsumen baik waktu maupun harga. Beribu
kesulitan dan hal-hal rumit yang dilakukan oleh produsen untuk menghasilkan suatu
produk sebenarnya tidak dipandang oleh konsumen. Untuk dapat melihat nilai dari
mata konsumen, perusahaan harus melakukan analisis komprehensif terhadap
keseluruhan proses bisnis mereka. Identifikasi nilai dalam lean production berarti
memahami seluruh aktifitas yang dibutuhkan untuk menghasilkan produk tertentu,
kemudian mengoptimalkan keseluruhan proses dari sudut pandang konsumen. Cara
pandang ini sangat penting karena akan sangat membantu dalam mengidentifikasi
aktifitas-aktifitas mana yang jelas-jelas memberikan nilai tambah, mana yang tidak
memberikan nilai tambah tapi tidak bisa dihindarkan, dan mana yang tidak
memberikan nilai tambah dan bisa dihindarkan.

CONTINOUS IMPROVEMENT (PERBAIKAN BERKESINAMBUNGAN)

Perubahan ke iklim lean tidak bisa terjadi hanya dalam semalam. Mental untuk
melakukan perbaikan yang berkesinambungan sangat dibutuhkan untuk dapat meraih
tujuan perusahaan. Istilah “perbaikan berkesinambungan” (continous improvement)
berarti peningkatan perbaikan terhadap produk, proses, atau pelayanan sepanjang
waktu, dengan tujuan untuk mengurangi sampah (kesia-siaan) untuk meningkatkan
tempat kerja secara fungsional, pelayanan konsumen, atau kinerja produk (Suzaki,
1987). Prinsip-prinsip perbaikan berkesinambungan, seperti yang telah diterapkan oleh
perusahaan-perusahaan terkemuka, berhasil memberikan perbaikan kinerja yang luar
biasa yang hampir mustahil dicapai oleh kompetitor mereka.

2019 Manajemen Biaya Strategik/ Modul 15 Pusat Bahan Ajar dan e-Learning
6 Ma t eri Ba ha n U AS
Siti Choiriah, SE, MM http://www.mercubuana.ac.id
~6~
Lean Production yang diterapkan secara benar, akan memberikan hasil sebuah
organisasi yang belajar. Seperti yang dialami semua organisasi, kesalahan pasti terjadi.
Tetapi, kesalahan tersebut tidak akan diulangi lagi karena ini adalah sebuah bentuk
sampah (kesia-siaan) yang ingin dibuang oleh metode dan filosofi lean production.

CUSTOMER FOCUS

Perusahaan lean manufacturing, berpikir lebih banyak tentang konsumen daripada


tentang mesin, tenaga kerja, atau overhead. Masukan dan umpan balik dari konsumen
ditekankan untuk memastikan kualitas dan kepuasan pelanggan, yang pada akhirnya
akan mendukung penjualan.

PERFECTION (KESEMPURNAAN)

Konsep kesempurnaan dalam lean production berarti adanya kesempatan tak terbatas
untuk meningkatkan penggunaan segala bentuk asset. Pengurangan segala bentuk
kesia-siaan secara sistematis akan menurunkan biaya operasional dan memenuhi
kebutuhan konsumen dengan nilai maksimum dan harga rendah. Kesempurnaan tidak
akan pernah bisa tercapai, tetapi mengejarnya adalah sebuah tujuan yang patut
dilakukan karena akan membantu menjaga praktek-praktek yang sia-sia.

FOCUS ON WASTE

Sasaran Lean Manufacturing adalah menghilangkan segala bentuk sampah (kesia-


siaan) di setiap area produksi, termasuk hubungan pelanggan, desain produk, jaringan
supplier, dan manajemen pabrik. Tujuannya adalah menggunakan lebih sedikit tenaga
manusia, lebih sedikit inventory, lebih sedikit waktu untuk menghasilkan produk, dan
lebih sedikit tempat untuk menjadi lebih responsif terhadap permintaan konsumen

2019 Manajemen Biaya Strategik/ Modul 15 Pusat Bahan Ajar dan e-Learning
7 Ma t eri Ba ha n U AS
Siti Choiriah, SE, MM http://www.mercubuana.ac.id
~7~
sementara menghasilkan produk dengan kualitas prima dengan cara yang paling efisien
dan ekonomis.

Total Quality Management


Total Quality Management (TQM) mengacu pada penekanan kualitas yang meliputi
organisasi keseluruhan, mulai dari pemasok hingga pelanggan. TQM menekankan
komitmen manajemen untuk mendapatkan arahan perusahaan yang ingin terus meraih
keunggulan dalam semua aspek produk dan jasa penting bagi pelanggan. Ada beberapa
elemen bahwa sesuatu dikatakan berkualitas,  yaitu
1)  Kualitas meliputi usaha memenuhi atau melebihi harapan pelanggan
2)  Kualitas mencakup produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungan
3)  Kualitas merupakan kondisi yang selalu berubah (apa yang dianggap berkualitas saat
ini mungkin dianggap kurang berkualitas pada saat yang lain).
4)  Kualitas merupakan suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa,
manusia, proses, dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan.

Manfaat Program TQM


TQM sangat bermanfaat baik bagi pelanggan, institusi, maupun bagi staf organisasi.
Manfaat TQM bagi pelanggan adalah:
1)        Sedikit atau bahkan tidak memiliki masalah dengan produk atau pelayanan.
2)        Kepedulian terhadap pelanggan lebih baik atau pelanggan lebih diperhatikan.
3)        Kepuasan pelanggan terjamin.

Manfaat TQM bagi institusi adalah:


1)            Terdapat perubahan kualitas produk dan pelayanan
2)            Staf lebih termotivasi
3)            Produktifitas meningkat
4)            Biaya turun
5)            Produk cacat berkurang
6)            Permasalahan dapat diselesaikan dengan cepat.

Manfaat TQM bagi staf Organisasi adalah:


1)            Pemberdayaan
2)            Lebih terlatih dan berkemampuan
3)            Lebih dihargai dan diakui

2019 Manajemen Biaya Strategik/ Modul 15 Pusat Bahan Ajar dan e-Learning
8 Ma t eri Ba ha n U AS
Siti Choiriah, SE, MM http://www.mercubuana.ac.id
~8~
Manfaat lain dari implementasi TQM yang mungkin dapat dirasakan oleh institusi di masa
yang akan datang adalah:
1)               Membuat institusi sebagai pemimpin (leader) dan bukan hanya sekedar
pengikut (follower)
2)               Membantu terciptanya tim work
3)               Membuat institusi lebih sensitif terhadap kebutuhan pelanggan
4)               Membuat institusi siap dan lebih mudah beradaptasi terhadap perubahan
5)               Hubungan antara staf departemen yang berbeda lebih mudah

Tujuh konsep program TQM yang efektif yaitu perbaikan berkesinambungan, Six Sigma,
pemberdayaan pekerja, benchmarking, just-in-time (JIT), konsep Taguchi, dan
pengetahuan perangkat TQM

Perangkat TQM
1. Lembar periksa, adalah suatu formulir yang dirancang untuk mencatat data.
Karakteristik

 Data dapat dicatat dengan mudah


 Data dapat dipahami dengan mudah
 Mencegah terjadinya data hilang (missing data)
 Dapat menentukan sumber persoalan
 Memungkinkan pemecahan persoalan dengan cepat
 Dipakai untuk memeriksa beberapa item secara bersamaan
 Memungkinkan pengklasifikasian/penstrataan data

1. Diagram sebar, menunjukkan hubungan antara dua pengukuran.

Langkah-langkah pembuatan Diagram Tebar


1. Langkah 1: Kumpulkan data dan masukkan dalam table
2. Langkah 2: Gambarkan sumbu tegak dan sumbu datar beserta skala dan
keterangannya
3. Langkah 3: Gambarkan titik-titik koordinat data tersebut

1. Diagram sebab-akibat (diagram Ishikawa/diagram tulang ikan), adalah sebuah


teknik skematik yang digunakan untuk mengetahu letak-letak masalah kualitas
yang mungkin.

Manfaat:
1. Mengorganisasikan dan menghubungkan faktor-faktor
2. Sebagai sarana untuk urun pendapat (brainstorming)
3. Melibatkan setiap orang yang terkait

Kekurangan:

2019 Manajemen Biaya Strategik/ Modul 15 Pusat Bahan Ajar dan e-Learning
9 Ma t eri Ba ha n U AS
Siti Choiriah, SE, MM http://www.mercubuana.ac.id
~9~
1. sangat kompleks
2. Memerlukan dedikasi dan kesabaran
3. Bisa jadi sulit dalam memfasilitasinya
4. Diagram pareto, adalah sebuah metode untuk metode untuk mengelola kesalahan,
masalah, atau cacat guna membantu memusatkan perhatian untuk upaya
penyelesaian masalahnya. Prosedur:

 Tetapkan klasifikasi data


 Tentukan kerangka  waktu
 Kumpulkan data
 Rangking penyebab-penyebab (causes)
 Bangun Tabel
 Gambarkan Histogram

1. Diagram alir (flow chart), diagram kotak yang secara grafis menggambarkan
sebuah proses atau sistem. Manfaat:

 Untuk memahami proses


 Mengidentifikasi perbaikan yang mungkin dapat dilakukan
 Membantu pekerja untuk mengetahui, dimana posisi mereka di dalam proses
 Membangkitkan dukungan melalui partisipasi

PERAN STRATEGI PENGUKURAN KINERJA


OPERASIONAL

MANAGEMENT ACCOUNTING AND CONTROL SYSTEM

2019 Manajemen Biaya Strategik/ Modul 15 Pusat Bahan Ajar dan e-Learning
10 Ma t eri Ba ha n U AS
Siti Choiriah, SE, MM http://www.mercubuana.ac.id
~10~
Kontrol = set prosedur, alat, dan sistem yang digunakan organisasi untuk memantau
aktivitas dan memandu tindakan manajerial
• Akuntansi manajemen & sistem kontrol = sistem pengukuran kinerja inti organisasi,
termasuk komponen perencanaan dan umpan balik:
• Sistem Pengendalian Manajemen
• Sistem Pengendalian Operasional

Komponen Sistem Pengendalian Operasional:


- Efektivitas:
• Apakah organisasi telah mencapai tujuan yang ditentukan?
- Efisiensi:
• Apakah organisasi menggunakan sumber daya secara efisien? (Perbandingan input ke
output — produktivitas)
- Pengukuran Kinerja Keuangan:
• Analisis Rasio Biaya Standar (dan Pendapatan)
- Indikator Kinerja Non-keuangan:
• Langkah-langkah ini dapat menjadi indikator utama (prediktor) kinerja keuangan masa
depan

Standard Costs vs. a Standard Cost System?

- Biaya Standar = biaya yang harus dikeluarkan dalam kondisi operasi yang efisien
- Sistem Biaya Standar = biaya standar yang tercatat dalam catatan akuntansi formal
- Terlepas dari apakah sistem biaya standar digunakan, biaya standar dapat berguna pada
akhir periode untuk tujuan kontrol keuangan (yaitu, melakukan analisis varians)

Types of Standards:
- Standar Ideal (Kesempurnaan)
- Standar yang Dapat Diterima Saat Ini
- Prosedur Pengaturan Standar:
- Standar Otoritatif
- Standar Partisipatif
- Lembar Biaya Standar:
- Berisi komponen harga dan kuantitas dari setiap biaya
- Lihat teks Exhibit 13.2 dan 13.3

2019 Manajemen Biaya Strategik/ Modul 15 Pusat Bahan Ajar dan e-Learning
11 Ma t eri Ba ha n U AS
Siti Choiriah, SE, MM http://www.mercubuana.ac.id
~11~
BUDGET PREPERATION
Master Budget:
- Disiapkan sebelum dimulainya periode
- Berisi item berikut:
• Volume penjualan yang dianggarkan
• Harga penjualan yang dianggarkan per unit
• Biaya variabel yang dianggarkan per unit
• Total biaya tetap yang dianggarkan

Flexible (Control) Budget:

- Disiapkan pada akhir periode (setelah aktivitas sebenarnya diketahui)


- Volume penjualan aktual digunakan, tetapi dengan harga jual yang dianggarkan per unit,
biaya variabel yang dianggarkan per unit, dan total biaya tetap yang dianggarkan
- Kunci untuk melakukan analisis varians pada akhir periode

ENVIROMENTAL ACCOUNTING

MODEL BIAYA KUALITAS LINGKUNGAN

Terlihat pada biaya dan dampaknya terhadap kerusakan yang terjadi pada
lingkungan. Selain biaya langsung, ada biaya untuk mencegah kerusakan
lingkungan.
Biaya lingkungan adalah biaya yang dikeluarkan karena kualitas lingkungan yang
buruk ada atau mungkin ada. Biaya lingkungan dapat diklasifikasikan dalam
empat kategori: biaya pencegahan, biaya deteksi, biaya kegagalan internal, dan
biaya kegagalan eksternal.

Classification of Environmental Costs by Activity

Compare & contrast activity- & strategic-based environmental control.

5 tujuan untuk perspektif lingkungan


a. Minimalkan penggunaan bahan mentah
b. Minimalkan penggunaan bahan berbahaya
c. Minimalkan kebutuhan energi untuk produksi, penggunaan produk

2019 Manajemen Biaya Strategik/ Modul 15 Pusat Bahan Ajar dan e-Learning
12 Ma t eri Ba ha n U AS
Siti Choiriah, SE, MM http://www.mercubuana.ac.id
~12~
d. Minimalkan pelepasan residu padat, cair, dan gas
e. Maksimalkan peluang untuk mendaur ulang

OBJECTIVES & PERSPECTIVES


Companies need
measures to
evaluate whether
objectives of the
environmental
perspective are
being met.

32

Analisis Dampak
Analisis dampak menilai efek lingkungan dari desain yang bersaing dan
memberikan peringkat relatif dari efek-efek tersebut.
Lima tujuan inti untuk perspektif lingkungan:
1. Minimalkan penggunaan bahan mentah atau perawan
2. Meminimalkan penggunaan bahan berbahaya
3. Minimalkan kebutuhan energi untuk produksi dan penggunaan produk
4. Meminimalkan pelepasan residu padat, cair, dan gas
5. Maksimalkan peluang untuk mendaur ulang

2019 Manajemen Biaya Strategik/ Modul 15 Pusat Bahan Ajar dan e-Learning
13 Ma t eri Ba ha n U AS
Siti Choiriah, SE, MM http://www.mercubuana.ac.id
~13~