Anda di halaman 1dari 9

TUGAS PENGGANTI PRAKTIKUM

MATA KULIAH K3 MANUFAKTUR

Dosen Pengampu: Maria Paskanita, SKM, M.Sc

Anggota :
1. Agus Susanto (R0217003)
2. Annisa Cikal Sabda (R0217015)
3. Bina Azizsa (R0217027)
4. Endang Fitria Rahmawati (R0217041)
5. Intan Permatasari (R0217053)
6. Muhammad Bagus P (R0217065)
7. Putri Intan Pamungkas (R0217079)
8. Rizal Pratama Nugraha (R0217091)
9. Viliani Tri Sukmawati (R0217103)

PROGRAM STUDI DIPLOMA IV KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA


SEKOLAH VOKASI UNIVERSITAS SEBELAS MARET
Surakarta
2020
TOPIK 1 PENGENALAN K3 PROSES PRODUKSI TOBACCO PROCESSING
DALAM BENTUK FLOWCHART

A. PENGENALAN K3
Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah suatu istilah yang sangat erat kaitannya
dengan keberjalanan suatu produksi di suatu perusahaan. Kesehatan kerja mengacu pada
keadaan umum fisik, mental dan kesejahteraan emosional, setiap karyawan diharuskan sehat
dan bebas dari penyakit, cedera atau masalah mental dan emosional yang menganggu
aktivitas, praktek manajemen keselamatan di organisasi dibentuk untuk mempertahankan
karyawan secara keseluruhan menjadi baik.
Pelaksanaan K3 terkadang kurang diperhatikan oleh pihak perusahaan maupun kurang
adanya kesadaran diri dari karyawan di perusahaan. Sehingga hal ini dapat menjadi gangguan
dalam produktivitas kerja karyawan. K3 menjadi Hak Asasi Manusia yang wajid diterapkan
dan ditingkatkan secara optimal. Oleh sebab itu, setiap perusahaan dan karyawannya wajib
memiliki komitmen yang tinggi juga konsistensi dalam melaksanakan K3 sebagai sebuah
sistem yang baik di perusahaan.
B. PENGERTIAN INDUSTRI ROKOK / TOBACCO PROCESSING
Industri tembakau di indonesia merupakan sekumpulan perusahaan yang melakukan
pengembangan, penjualan dan pendistribusian produk yang terkait dengan tembakau.Industri
tembakau di Indonesia merupakan salah satu penyumbang cukai dan pajak terbesar bagi
Pemerintah RI.
Dalam rangka pemahaman tobacco flavour diperlukan latar belakang pengetahuan
tentang rokok itu sendiri.  Di Indonesia secara umum terdapat dua jenis rokok, yaitu: 1) rokok
kretek  dan 2) rokok putih. Perbedaan dari kedua jenis rokok tersebut terletak pada
penggunaan cengkeh (clove) dan tipe cita-rasanya, dimana rokok kretek menggunakan clove
(hanya terdapat di Indonesia) yang terdiri dari dua kategori, yaitu SKT (Sigaret Kretek
Tangan) dan SKM (Sigaret Kretek Mesin) sedangkan rokok putih tidak menggunakan clove
(internasional) dikenal dengan SPM (Sigaret Putih Mesin).  Perbedaan tipe cita-rasanya
adalah sebagai berikut:
1. Rokok Kretek
Terdapat dua tipe cita-rasa, yaitu:
A. Tipe cita rasa berdasarkan penggunaan flavour
1) High Flavour: tipe sweet spicy (Gudang Garam, Djarum, lainnya); tipe nutty
fruity (Bentoel International, Grendel, lainnya).
2) Low Flavour: tipe natural (234, Mild, Saritoga, lainnya)
B. Tipe cita rasa berdasarkan kandungan tar dan nicotine
1) Low Tar & Nic (< 15 mg tar/cig. & < 1,1 mg nic./cig.): A Mild, Star Mild, &
L.A.
2) Medium Tar & Nic (15 < mg tar/cig. < 20 & 1,1 < mg nic/cig. < 1,5): Bentoel
Mild, A International, & 234 Filter.
3) Regular : selain no 1 dan no 2.
2. Rokok Putih
Terdapat dua tipe cita-rasa, yaitu:
1) American Blend:  sweet aromatic anissed & typical acid fruit, chocolate & fermented
(Marlboro, Lucky Strick, lainnya).
2) Virginia Blend: typical virginia smoke taste & fermented acid taste (Ardhat, 555,
lainnya) termasuk English type dan Asia type (Japan Tob., China Tob., lainnya)
C. PROSES PRODUKSI
Proses produksi pengolahan tembakau hingga menjadi rokok kretek secara umum
dimulai dari processing tembakau, macking, packing, dan linting.
1. Processing Tembakau
Tembakau yang sudah disimpan di gudang selama minimal 2 tahun dimasukan ke
mesin Vacum Chamber untuk diberi uap (di steam), lalu dirajang dengan mesin Cutter
Molins. Setelah di rajang kemudian diudal dengan mesin Thrasser, gunanya untuk
memisahkan antara debu, gagang dan daun (bahan yang akan digunakan), setelah itu daun
dimasukan ke mesin Conditioning yang fungsinya untuk menambah kadar air agar
tembakau bisa mengembang, di mesin Conditioning tersebut juga diberi saos dasar,
fungsinya untuk memperkuat rasa dari material/tembakau. Dari mesin Conditioning
kemudian ke mesin Dryer fungsinya untuk mengeringkan tembakau, setelah itu ke mesin
Culler untuk penyaringan debu lagi, dari mesin Culler dimasukan ke mesin Silo untuk
perataan tembakau, dari mesin Silo dimasukan ke mesin Blending Silo, di dalam mesin
Blending Silo di campur bermacam-macam tembakau, cengkeh dan Saos Top, setelah
dicampur selama ± 4 jam tembakau diturunkan dan siap untuk di proses menjadi rokok
jadi.
Produksi rokok kretek sebelum ke tahap pembuatan rokok dengan mesin, harus
melalui beberapa langkah pencampuran yang terdiri atas empat bagian yang masing-
masing bagian berasal dari bahan campuran, antara lain :
1) Blend Tembakau
2) Blend Clove
3) Tobacco Flavour dibagi menjadi dua bagian yaitu :
a. Casing Flavour
b. Top Flavour
Proses pengolahan tembakau dari keempat bagian tersebut melalui beberapa langkah
proses pencampuran seperti yang disajikan pada gambar Diagram Alir (Flowchart)
Processing Tembakau dalam Proses Produksi Rokok Kretek di bawah ini:

Mulai

Tembakau Cengkeh

Perajangan dan Pencampuran


(Blend Tembakau) Perajangan dan Pencampuran
(Blend Clove)

Pemberian Larutan Casing


Flavour

Pengeringan

Pendinginan

Penyemprotan Top Flavour Pencampuran

Pengendapan

Pembuatan Rokok
1) Blend Tembakau
Proses ini merupakan campuran dari berbagai macam jenis tembakau (bentuk
rajangan) dengan perbandingan tertentu sedemikian rupa sehingga diperoleh cita-rasa
tembakau yang diinginkan.
2) Blend Clove
Proses kedua yaitu Blend Clove yang merupakan campuran dari beberapa jenis
clove (bentuk rajangan) dengan perbandingan tertentu sedemikian rupa sehingga
diperoleh cita-rasa clove yang diinginkan.
3) Tobacco Flavour
Tobacco flavour terdiri atas dua bagian yang masing-masing berbeda peranannya
terhadap rokok kretek yang dihasilkan.  Kedua bagian tersebut adalah Casing Flavour
dan Top Flavour.
a. Casing Flavour
Casing Flavour merupakan campuran larutan dari berbagai macam bahan
mentah yang terlarut dalam air, yang berperan memperbaiki, meningkatkan dan
menyempurnakan cita-rasa blend tembakau.  Bahan mentah yang digunakan
dalam membentuk casing umumnya berupa ekstrak, konsentrat, resinoid, dan
bentuk lain yang larut dalam air.
Secara umum campuran dalam casing terdiri atas beberapa bahan kompleks
antara lain :
 Humectant ( PG, Gliceryn, Madu )
 Sweet block
 Tobacco acid ( Sour Plum, Plum Casing )
 Brown block ( Coffee Extrac, Cocoa, Mapple, Anis Casing )
 Spicy block  ( Keningar / Kayu Manis )
 Fermented block
 Tobacco softener/ smoothener  (Licorice)
 Tobacco enhancer/ improver (Tabac-Tabac)
 Burning & Preservative agent
 Body replacer (Cocoa)
 Fixative
 Solvent (water)
b. Top Flavour
Top flavour merupakan campuran larutan dari berbagai macam flavour
yang terlarut dalam alcohol, yang berperan memberi arah cita-rasa rokok kretek
yang dihasilkan.  Bahan mentah yang digunakan dalam membentuk Top flavour
umumnya berupa oil, oleoresin, absolute, dan aroma chemical yang larut dalam
alcohol.
Secara umum campuran untuk Top terdiri atas beberapa bahan kompleks
antara lain:
 Pack aroma
 Sweet block (Tabac Sweet, Vanilla, Sweet Alami, Anis dll)
 Fresh block (Havana, Manila)
 Fermented block (Rhum, Cognag, Jamaica)
 Fruity block (Nangka, Strawberry, Fruity)
 Brown block (Gurih FC, Coffee, Mapple)
 Spicy block (Cassia, Clove Oil, Nut Meg, Ginger dll = Spicy TF)
 Tobacco Top block (Madura, Virginia, Kentucky)
 Sour agent (Plum)
 Green block (Strawberry, Rashberry)
 Floral block (Jasmine, Rose Oil)
 Fixative (Tabac Fixative, Labdanum, Benzoin, Peru Balsamic)
 Solvent (alcohol, PG)
Dari penjelasan yang disajikan di atas mengenai Flowchart pengolahan tembakau
hingga siap diproses menjadi rokok (bahan jadi) telah melalui beberapa langkah
pencampuran yang harus dilakukan. Kemudian dilanjutkan dengan pembuatan rokok
dengan mesin.
2. Making
Making adalah pemrosesan membuat rokok dengan mesin, yang disebut sigaret kretek
mesin (SKM), adapun mesin yang digunakan adalah mesin Molins (MK) setelah menjadi
rokok batangan siap di packing dengan mesin Packing (HLP). Bahan yang digunkan
untuk membuat rokok batangan adalah sebagai berikut:
(a) Tembakau
(b) Sigaret, yaitu kertas pembungkus tembakau.
(c) Filter, yaitu gabus untuk menghisap yang diberi rasa manis.
(d) CTP, yaitu kertas pembungkus filter yang diberi label produk rokok.
3. Packing
Dari mesin Macking rokok di pack dengan mesin Packing, kemudian di tempel pita
cukai di bagian tiket mesin dan di beri kertas kaca di mesin Chelophane, dari mesin
Chelophane kemudian di pack pres isi 10/pack, kemudian di pack menjadi Bos biasanya
isinya 2400 batang/200 pack/20 Pres, setelah selesai di pak kemudian
disimpan/dimasukan ke gudang jadi dan siap dikirim kepada agen. Bahan yang
diperlukan untuk membungkus rokok batangan adalah:
(a) Foil yaitu pembungkus dalam rokok yang berwarna kuning emas atau silver.
(b) Innerframe yaitu pembungkus luar foil.
(c) Etiket yaitu pembungkus paling luar rokok filter.
4. Linting
Cara pembuatan rokok sigaret kretek tangan (SKT), rokok dicetak dengan mesin
pelinting manual, kemudian dirapikan, disortir dan dipack. Setelah itu di pack pres dan di
pack Bos.
5. Gudang Barang Jadi
Rokok yang telah dibungkus menjadi pack bos kemudian disimpan/dimasukkan ke
gudang barang jadi dan siap untuk dikirim kepada agen atau daerah pemasaran.

Berikut di bawah ini contoh flowchart pembuatan rokok SKM mulai pengolahan
tembakau hingga menjadi barang jadi (rokok) di suatu perusahaan.

Skema Flowchart Proses Produksi Rokok Filter SKM

BERBAGAI SAOS CENGKEH SKM FILTER KERTAS


JENIS DAUN
TEMBAKAU

MESIN PERAJANG RAJANG CENGKEH

DIAYAK
MESIN PENCAMPURAN
TEMBAKAU, SAOS, CENGKEH SKM,
DAN AROMA

TEMBAKAU MASAK, BAHAN


ASSEMBLING FILTER.
SETENGAH JADI
MAKING MACHINE

CHELOPANE MACHINE PACKING MACHINE

GUDANG BARANG JADI


DAFTAR PUSTAKA

Wiswandani, A., & Suharsono, A. (2020). Analisis Pengendalian Kualitas pada Proses
Making Produksi Diplomat Mild Reborn di PT Gelora Djaja Surabaya. Jurnal Sains dan Seni
ITS, 8(2).

https://www.coursehero.com/file/35576566/567469-Flowchart-Produksi-Rokok-
Kretekdocx/

https://docplayer.info/65688284-Bab-iii-pembahasan-a-gambaran-umum-pt-djitoe-
indonesian-tobacco-coy.html

Wicaksono, H. (2010). Analisis efisiensi layout fasilitas produksi rokok slim pada PT.
djitoe Indonesian tobacco coy.