Anda di halaman 1dari 3

1.

Seorang perempuan berusia 35 tahun, G2P1A0, umur kehamilan 22 minggu, datang ke puskesmas untuk
memeriksakan kehamilannya. Dari anamnesis didapatkan tidak ada nyeri kepala dan mual muntah. Pasien
memiliki riwayat hipertensi sebelumnya dan tidak minum obat hipertensi secara teratur. Hasil pemeriksaan
tekanan darah 150/90 mmHg. Pada pemeriksaan laboratorium diperoleh proteinuri (-). Apakah diagnosis yang
paling tepat ?
a. Hipertensi kronik
b. Preeklampsia berat
c. Superimposed preeklampsia
d. Hipertensi gestasional
e. Hipertensi tidak terkontrol
2. Seorang perempuan berusia 16 tahun dengan usia kehamilan 18 minggu datang untuk melakukan
pemeriksaan kehamilan. Pasien mengaku sebelum hamil dan saat pemeriksaan antenatal care (ANC) tekanan
darahnya normal. Pada saat dilakukan pemeriksaan tekanan darah pasien 160/90 mmHg. pada pemeriksaan
fisik ditemukan “pitting oedema”. Pemeriksaan apa yang akan dilakukan selanjutnya untuk mengetahui
diagnosis pasien?
a. clearance creatinin
b. pemeriksaan BUN dan creatinin
c. Esbach protein  protein 24 jam
d. Pemeriksaan urine rutin
e. elektroforesis
3. Seorang perempuan berusia 25 tahun G3P2A0 merasa hamil datang ke UGD RS dengan keluhan pendarahan
pervaginam sedikit-sedikit sejak 2 hari yang lalu. Pasien juga mengeluh nyeri perut sebelah bawah dan saat ini
sudah terlambat haid 1 bulan. Dari pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah 90/60 mmHg, denyut
nadi 100x/i. Dari pemeriksaan dalam vagina didapatkan nyeri goyang portio(+).Apakah diagnosis yang paling
tepat ?
a. Abortus komplit
b. Abortus inkomplit
c. Missed Abortion
d. Kehamilan Ektopik Terganggu
e. Blighted Ovum
4. Seorang wanita, usia 36 tahun, datang ke puskesmas dengan keluhan keluar darah dari jalan lahir sejak 3 jam
yang lalu. Pasien G1P0A0, mengaku sedang hamil 2 bulan. Pada pemeriksaan fisik, tanda vital dalam batas
normal, tidak didapatkan nyeri perut, defans muscular (-). Pada VT didapatkan darah (+) sedikit, serviks
terbuka 1 cm tapi tidak teraba jaringan plasenta. Diagnosis yang tepat pada pasien ini adalah:
a. KET
b. Plasenta previa
c. Solusio plasenta
d. Abortus insipient
e. Mola hidatidosa
5. Seorang perempuan 23 tahun g1poao usia kehamilan 38 minggu datang dengan keluhan perut nyeri setelah
terjatuh dari sepeda motor. dari hasil pemeriksaan diperoleh keluhan kesakitan, ku : lemah TD 110/70 mmHg,
rr 22x/menit, hr 92x/menit t : 37,2 oc. leopold 1 ditemukan bagian lunak dan bulat, leopold 2 sebelah kiri trdpt
tahanan memanjang leopold 3 : terdapat bagian bulat keras leopold 4 kepala sudah masuk pinggul. his (-)
pembukaan (-) djj 150 x/menit VT pembukaan (-) effacement 10% selaput ketuban (+) terdapat darah
kehitaman di ostium uteri externa. diagnosis 
a. atonia uteri
b. ruptur uteri
c. vasa previa
d. solusio plasenta
e. plasenta previa
6. Perempuan usia 30 tahun datang ke UGD RS dengan inpartu kala I lama, kenceng-kenceng sering sudah 12
jam, ketuban pecah sudah 2 jam yang lalu. Hasil pemeriksaan fisik ditemukan TB=150 cm, TD 120/80, N:
80x/menit, RR: 20x/menit, T: 36,7 0C. Pemeriksaan obstetri ditemukan TFU: 30 cm, presentasi kepala,
punggung kiri, DJJ 120x/menit, his (+) 5 menit, durasi 15 detik. Dari hasil vaginal toucher didapatkan
pembukaan 7 cm, kulit ketuban (-), kepala turun di hodge II +, ubun-ubun kecil kiri lintang, ukuran panggul
dalam batas normal. Penanganan apa yang harus dilakukan pada kasus tersebut di atas?
a. Menunggu 4 jam dengan observasi ketat
b. Persalinan dengan SC
c. Menyuruh ibu untuk berjalan-jalan dan mengosongkan rectum
d. Tunggu 3 jam sampai pembukaan lengkap
e. Perbaiki his dengan oxytocin drop
7. Seorang perempuan berusia 25 tahun GIPOAO hamil 40 minggu datang ke puskesmas dengan keluhan sakit
perut tembus belakang disertai pelepasan lendir darah. Dua jam kemudian bayi lahir tapi plasenta belum
keluar tampak semburan darah tiba – tiba, kontraksi uterus, TFU setinggi pusat. Apakah tindakan yang harus
dilakukan?
a. Menarik plasenta
b. Menyuntikkan uterotonika
c. Melakukan masase uterus
d. Melakukan manual plasenta
e. Peregangan tali pusat terkendali
8. Seorang wanita berusia 23 tahun G3P2 telah melahirkan seorang anak laki-laki dengan berat 3850 gram
dengan usia kehamilan 39 minggu. dalam kala 1 berlangsung lambat dan perlu dilakukan augmentasi. pada
kala 2 berlangsung 1,5 jam dengan dibantu oleh forsep, dan pada pengeluaran plasenta, plasenta berhasil
keluar namun beberapa saat kemudian keluar darah dengan sitosel-sitosel. pada pemeriksaan dalam
ditemukan uterus lembek dan tidak berpengaruh dengan masase. apakah yang terjadi pada pasien ini...
a. plasenta perkreta
b. plasenta solusio
c. preeklampisa
d. ruptur perineum
e. Atonia uteri
9. Seorang perempuan berusia 32 tahun datang ke UGD RS diantar oleh bidan karena perdarahan dari jalan lahir.
Anamnesis didapatkan riwayat melahirkan di rumah sejak 1 jam lalu dan plasenta telah keluar dari jalan lahir.
Pemeriksaan fisik TD 90/60, denyut nadi 100x/menit, frekuensi napas 22 x/menit, suhu 36,5° C dan didapatkan
kontrasi uterus lunak. Apakah tindakan awal yang harus dilakukan?
a. Masase uterus
b. Menyuntikkan ergometrin
c. Menyuntik oksitosin
d. Kompresi bimanual interna
e. Kompresi bimanual eksterna
1. Seorang perempuan berusia 40 tahun G7P4A2 usai kehamilan 38 minggu datang ke puskesmas dengan
keluhan mulas-mulas sejak 4 jam yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 130/90 mmHg, Nadi
90x/menit, suhu afebris, RR 16x/menit. DJJ 180x/menit. Pada pemeriksaan VT didapatkan portio tidak
teraba, pembukaan lengkap, ketuban (-), teraba bokong dan 1 tumit.
Apakah diagnosis yang tepat ?
a. Bokong murni
b. Bokong kaki + gawat janin
c. Bokong sempurna + gawat janin
d. Bokong murni + gawat janin
e. Bokong tidak sempurna
2. Seorang perempuan berusia 22 tahun datang ke puskesmas untuk memeriksakan kehamilan. Pemeriksaan
tes kehamilan (+). Pasien tidak tahu HPHT, namun pasien merasa terakhir mendapat menstruasi sekitar 2
bulan yang lalu. Dilakukan pemeriksaan USG pada pasien.
Apakah perhitungan yang paling akurat dilakukan pada kehamilan ini ?
a. CRL (Crown Rump Length)
b. Gestasional sac
c. BPD (Biparietal Diameter)
d. Femur length
e. Humerus length
f. Seorang wanita P1AO melahirkan anak secara ekstraksi vakum dengan BBL 3800 gram,
plasenta sudah keluar. Dilakukan pemeriksaan fisik didapatkan kontraksi uterus baik, tinggi
fundus uteri setinggi pusat. Dilakukan pemeriksaan dalam didapatkan robekan perineum
hingga ke mukosa vagina dan didapatkan darah mengalir dari jalan lahir. Apa yang harus
dilakukan ?
a. Eksplorasi uteri
b. Menjahit laserasi perineum
c. Memberikan uterotonika
d. Kompresi bimanual
e. Eksplorasi sisa plasenta
g. Seorang wanita, 35 tahun diantar oleh bidan ke UGD RS dengan perdarahan per vaginam.
Pasien baru melahirkan 2 jam yang lalu ditolong oleh bidan. Pada pemeriksaan fisik
didapatkan TD 70/50 mmHg, nadi 110x/menit dan respirasi 22x/menit. Pada pemeriksaan
obstetri didapatkan tampak benjolan dengan permukaan kasar. Apa diagnosis yang paling
tepat?
a. Inversio uteri
b. Mioma uteri
c. Ruptur uteri
d. Ruptur serviks
e. Atonia uteri
Seorang perempuan 27 tahun datang Ke UGD RS dengan keluhan nyeri perut hilang timbul disertai
perdarahan pervaginam berwarna coklat tua. Pasien diketahui sedang hamil 2 bulan. Pemeriksaan vital
sign normal. Pemeriks