Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN AKUNTAN

(Padlah Riyadi., SE., Ak., CA)

• Pada akhir audit dalam General Audit, terdiri dari :


1. Lembaran Opini
– Tanggungjawab akuntan publik (dalam bentuk pendapat terhadap kewajaran
laporan keuangan)
2. Laporan Keuangan (merupakan tanggungjawab manajemen)
• Neraca
• Lap. Laba-Rugi
• Lap. Perubh. Ekuitas
• Lap. Arus Kas
• Catt. Atas Lap. Keuangan (latar belakang perusahaan, kebijakan akuntansi,
penjelasan pos neraca dan laba rugi)
• Informasi tambahan (lampiran perincian pos piutang, aktiva tetap, hutang,
beban umum dan administrasi serta beban penjualan)
• Tanggal laporan akuntan :
– tanggal selesainya pekerjaan lapangan
– tanggal surat pernyataan langganan (client representation letter)
– Mempunyai dua tanggal (dual dating)
• Tanggal selesainya pemeriksaan lapangan
• Tanggal terjadinya peristiwa penting (jika terjadi sesudah tanggal selesainya
pekerjaan lapangan, jumlahnya material dan berpengaruh terhadap
lap.keuangan yang diperiksa dan laporan audit belum dikeluarkan))

JENIS PENDAPAT AKUNTAN


(SPAP – PSA 29,SA Seksi 508) *) Yang lama
1. Pendapat Wajar Tanpa Pengecualian    (Unqualified Opinion)
a) Diberikan karena :  Auditor telah melaksanakan pemeriksaan sesuai dengan standar
auditing (SPAP), mengumpulkan bahan bukti yang cukup, tidak menemukan adanya
kesalahan material atas penyimpangan dari PABU
b) Laporan keuangan telah menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material untuk
posisi keuangan (Lap.Neraca),  hasil usaha (Lap.Laba-Rugi), perubahan ekuitas dan arus
kas
2. Pendapat Wajar Tanpa Pengecualian dengan Bahasa Penjelasan yang ditambahkan dalam
laporan audit bentuk baku (Unqualified Opinion with Explanatory Language)
Diberikan karena : Terdapat keadaan tertentu yang mengharuskan auditor menambahkan
paragraf penjelasan, namun tidak mempengaruhi pendapat wajar tanpa pengecualian.
a) Penjelasan yang dimaksud :
b) Pendapat wajar didasarkan atas laporan auditor lain
c) Mencegah laporan keuangan yang menyesatkan karena keadaan luar biasa
d) Keyakinan auditor dengan kesangsian kelangsungan hidup entitas, namun auditor juga
mempertimbangkan rencana manajemen
e) Perubahan penerapan PABU dan metode penerapan yang material diantara dua periode
akuntansi
f) Berhubungan dengan laporan keuangan komparatif
g) Data keuangan kuartalan tertentu tidak disajikan atau tidak direview
h) Informasi tambahan yang penyajiannya menyimpang jauh dari pedoman dihilangkan, dan
auditor tidak melengkapi dengan prosedur audit yang terkait atau auditor tidak dapat
menghilangkan keraguan atas informasi tambahan tsb
i) Informasi lain secara material tidak konsisten dengan laporan keuangan
3. Pendapat Wajar Dengan Pengecualian (Qualified Opinion)
Diberikan karena : Penyajian laporan keuangan telah wajar (dalam semua hal yang material
laporan keuangan telah sesuai dengan PABU) kecuali untuk hal yang dikecualikan.
Pengecualian yang dimaksud :
a) Tidak ada bukti kompeten yang cukup
b) Adanya pembatasan lingkup audit
c) Auditor tidak dapat memberikan ‘Unqualified’ dan ‘Disclaimer’
d) Auditor yakin, laporan keuangan menyimpang dari PABU
e) secara material, namun tidak dapat memberikan ‘Adverse’
f) Auditor harus menjelaskan semua alasan yang menguatkan dalam
g) satu atau lebih paragraf terpisah yang dicantumkan sebelum paragraf
h) pendapat
i) Auditor harus mencantumkan bahasa pengecualian yang sesuai dan
j) menunjuk ke paragraf penjelasan didalam paragraf pendapat
k) Harus berisi kata ‘kecuali untuk’ atau ‘pengecualian untuk’
4. Pendapat Tidak Wajar (Adverse Opinion)
1. Diberikan karena : menurut pertimbangan auditor laporan keuangan secara keseluruhan
tidak disajikan secara wajar sesuai dengan PABU
2. Harus dijelaskan dalam paragraf yang terpisah sebelum paragraf pendapat, alasan yang
mendukung pendapat tidak wajar dan dampaknya terhadap laporan keuangan
5. Pendapat Tidak Memberikan Pendapat (Disclaimer Opinion)
a. Diberikan karena : auditor tidak dapat merumuskan pendapat tentang kewajaran laporan
keuangan sesuai dengan PABU
b. Auditor tidak melaksanakan audit yang lingkupnya memadai untuk memberikan
pendapat (adanya pembatasan lingkup audit)
c. Auditor harus menunjukkan dalam paragraf terpisah semua alasan substantif yang
mendukung pembatasan tsb
d. Auditor tidak harus menunjukkan prosedur yang dilaksanakan dan menjelaskan
karakteristik auditnya dalam paragraf lingkup audit bentuk baku

JENIS LAPORAN AKUNTAN


Laporan Audit Bentuk Baku, ada 3 paragraf :
1. Menyebutkan laporan keuangan yang diaudit dalam paragraf pengantar
2. Menggambarkan sifat audit dalam paragraf lingkup audit
3. Menyatakan pendapat auditor dalam paragraf pendapat

Unsur pokok laporan audit bentuk baku :


1. Judul yang memuat kata ‘independen’
2. Pernyataan bahwa laporan keuangan telah diaudit
3. Pernyataan bahwa laporan keuangan adalah tanggungjawab manajemen perusahaan, dan
tanggungjawab auditor terletak pada pernyataan pendapat
4. Pernyataan bahwa audit dilaksanakan berdasarkan SA
5. Pernyataan bahwa SA tsb.mengharuskan auditor merencanakan dan melaksanakan auditnya
agar memperoleh keyakinan memadai  bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material
6. Pernyataan bahwa audit meliputi pemeriksaan (examination) penentuan prinsip akuntansi,
penilaian penyajian laporan keuangan
7. Pernyataan bahwa auditor yakin bahwa audit yang dilaksanakan memberikan dasar memadai
untuk memberikan pendapat
8. Pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan dalam semua hal yang material
9. Tanda tangan, nama rekan, no.izin akuntan publik, no.izin usaha KAP
10. Tanggal laporan auditor

Pengecualian, auditor menyatakan bahwa laporan keuangan menyajikan secara wajar, dalam
semua hal yang material, posisi keuangan, hasil usaha, perubahan ekuitas, dan arus kas suatu
entitas dengan SAK/ETAP/IFRS.

 Pendapat Wajar Tanpa Pengecualian Dengan Bahasa Yang Ditambahkan Dalam


Laporan Audit Bentuk Baku.
Pendapat ini diberikan jika terdapat keadaan tertentu yang mengharuskan auditor
menambahkan paragraf penjelasan ( bahasa penjelasan lain) dalam laporan audit, meskipun
tidak mempengaruhi Pendapat wajar tanpa pengecualian yang dinyatakan oleh auditor.
Keadaan tersebut meliputi :
a. Pendapat wajar sebagian didasarkan atas laporan auditor independen lain.
b. Untuk mencegah agar laporan keuangan tidak menyesatkan karena keadaan-keadaan
yang luar biasa, laporan keuangan disajikan menyimpang dari suatu standar akuntansi
yang telah dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia.
c. Jika terdapat kondisi dan peristiwa yang semula menyebabkan auditor yakin tentang
adanya kesangsian mengenai kelangsungan hidup entitas namun setelah
mempertimbangkan rencana manajemen auditor berkesimpulan bahwa rencana
manajemen tersebut dapat secara efektif dilaksanakan dan pengungkapan tentang hal
itu telah memadai.
d. Diantara dua periode akuntansi terdapat suatu perubahan material dalam penggunaan
standar akuntansi atau dalam metode penerapan
e. Keadaan tertentu yang berhubungan dengan laporan audit atas laporan keuangan
komparatif
f. Data keuangan kuartal tertentu yang diharuskan leh Badan Pengawas Pasar Modal
(BAPEPAM) namun tidak disajikan atau di –review.
g. Informasi tambahan yang diharuskan oleh Ikatan Akuntansi Indonesia-Dewan
Standar Akuntansi Keuangan telah dihilangkan, yang penyajiannnya menyimpang
jauh dari pedoman yang dikeluarkan oleh Dewan tersebut, dan auditor tidak dapat
melengkapi prosedur audit yang berkaitan dengan informasi tersebut, atau auditor
tidak dapat menghilangkan keraguan yang besar apakah informasi tambahan tersebut
sesuai dengan panduan yang dikeluarkan oleh Dewan tersebut.
h. Informasi lain dalam suatu dokumen yang berisi laporan keuangan yang diaudit
secara material tidaak konsisten engan informasi yang disajikan dalam laporan
keuangan.

 Pendapat wajar dengan pengecualian


Kondisi tertentu mungkin memerlukan Pendapat wajar dengan pengecualian. Pendapat wajar
dengan pengecualian menyatakan bahwa laporan keuangan menyajikan secara wajar, dalam
semua hal yang material, posisi keuangan, hasil usaha, perubahan ekuitas, dan arus kas sesuai
dengan SAK/ETAP/IFRS, kecuali untuk dampak hal yang berkaitan dengan yang
dikecualikan. Pendapat ini dinyatakan bilamana :
a) Ketiadaan bukti kompeten yang cukup atau pembatasan terhadap lingkup audit yang
mengakibatkan auditor berkesimpulan bahwa ia tidak dapat menyatakan pendapat wajar
tanpa pengecualian dan ia berkesimpulan tidak menyatakan tidak memberi pendapat.
b) Auditor yakin, atas dasar auditnya, bahwa laporan keuangan berisi penyimpangan dari
SAK/ETAP/IFRS, yang berdampak material, dan ia berkesimpulan tidak menyatakan
pendapat tidak wajar.
c) Jika auditor menyatakan pendapat wajar dengan pengecualian, ia harus menjelaskan
semua alasan yang menguatkan dalam satu atau lebih paragraf terpisah yang dicantumkan
sebelum paragraf pendapat. Ia juga harus mencantumkan bahasa pengecualian yang
sesuai dan menunjukkan keparagraf penjelasan didalam paragraf pendapat. Pendapat
wajar dengan pengecualian harus berisi kata kecuali atau pengecualian dalam suatu frasa
seperti kecuali untuk atau pengecualian untuk.

 Pendapat Tidak Wajar


Suatu pendapat tidak wajar menyatakan bahwa laporan keuangan tidak menyajikan secara
wajar posisi keuangan, hasil usaha, perubahan ekuitas, dan kas sesuai SAK/ETAP/IFRS.
Pendapat ini dinyatakan bila, menurut pertimbangan auditor, laporan keuangan secara
keseluruhan tidak disajikan secara wajar dengan SAK/ETAP/IFRS.

Apabila auditor menyatakan pendapat tidak wajar, ia harus menjelaskan dalam paragraf
terpisah sebelum paragraf pendapat dalam laporannya (a) semua alasan yang mendukung
pendapat tidak wajar, (b) dampak utama yang menyebabkan pemberian pendapat tidak wajar
terhadapa posisi keuangan, hasil usaha, perubahan ekuitas, dan arus kas, jika secara praktis
dilaksanakan.

 Pernyataan Tidak Memeberikan Alasan


Suatu penyataan tidak memberikan pendapat menyatakan bahwa auditor tidak menyatakan
pendapat atas laporan keuangan, apabila
a) Auditor tidak dapat merumuskan suatu pendapat tentang kewajaran laporan keuangan
sesuai dengan SAK/ETAP/IFRS dan laporan auditor harus memberikan semua alasan
subtantif yang mendukung pernyataannya tersebut.
b) Auditor tidak melaksanakan audit yang lingkupnya memadai untuk memungkinkannya
memberikan pendapat atas laporan keuangan, dan auditor yakin atas dasar auditnya
bahwa terdapat penyimpangan material dari SAK/ETAP/IFRS. Jika pernyataan
disebabkan pembatasan ruang lingkup auditnya, auditor harus menunjukkan dalam
paragraf terpisah semua alasan subtantif yang mendukung alasan tersebut. Ia harus
menyatakan bahwa ruang lingkupnya tidak memadai untuk menyatakan pendapat atas
laporan keuangan dan sebagai tambahan ia harus menjalaskan keberatan lain yang
berkaitan dengan kewajaran penyajian laporan keuangan berdasarkan SAK/ETAP/IFRS.

JENIS – JENIS LAPORAN AKUNTAN

Ada dua jenis laporan akuntan yaitu Laporan auditor bentuk baku dan laporan audit atas laporan
keuangan komparatif.
1. Laporan Auditor Bentuk Baku
Laporan auditor bentuk baku harrus menyebutkan laporankeuangan yang diauditdalam
paragraf pengantar, menggambarkan sifat audit dalam paragraf lingkup audit, dan
menyatakan pendapat auditor dalam paragraf pendapat. Unsur pokok laporan auditor bentuk
baku adalah sbb :
a) Suatu judul yang menyatakan Independen
b) Suatu pernyataan bahwa laporan keuangan yang disebutkan dalam laporan auditor telah
diaudit oleh auditor.
c) Suatu pernyataan bahwa laopran keuangan adalah tanggung jawab manajemen
perusahaan dan tanggung jawab auditor terletak pada pernyataan pendapat atas laporan
keuangan berdasarkan atas auditnya.
d) Suatu pernyataan bahwa standar audit dilaksanakan berdasarkan standar auditing/PABK
yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia atau IAS.
e) Suatu pernyataan bahwa standar auditing tersebut mengharuskan auditor merencanakan
dan melaksanakan auditnya agar memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan
keuangan bebas dari salah saji maeterial.
f) Suatu pernyataan bahwa audit meliputi :
g) Pemeriksaan (examination),atas dasar pengujian, bukti-bukti yang mendukung jumlah-
jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan.
2. Penentuan standar akuntansi yang digunakan dan estimasi-estimasi signifikan yang dibuat
manajemen.
3. Penilaian penyajian laporan keuangan secara keseluruhan
a) Suatu pernyataan bahwa auditor yakinbahwa aaudit yang dilaksanakan memberikan dasar
memadai untuk membberikan pendapat.
b) Suatu pendapat mengenai apakah laporan keuangan menyajikan secara wajar, dalam
semua hal yang material, posisi keuangan perusahaan pada tanggal neraca dan hasil usaha
dan arus kas untuk periode yang berakhir pada tanggal tersebut sesuai dengan
SAK/ETAP/IFRS.
c) Tanda tangan, nama rekan, nomor izin akuntan publik, nomor izin usaha kantor akuntan
publik.
d) Tanggal laporan auditor
 PERTIMBANGAN AUDITOR ATAS KEMAMPUAN ENTITAS DALAM
MEMPERTAHANKAN KELANGSUNGAN HIDUPNYA
Dalam PSA No.30(IAPI,2011:341.1-342.7 antara lain dinyatakan
1. Auditor bertanggung jawab untuk mengevaluasi apakah terdapat kesangsian besar terhadap
kemampuan entitas dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya dalam periode waktu
kurang dari satu tahun.
2. Auditor harus mengevaluasi apakah terdapat kesangsian besar mengenai kemampuan entitas
dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya dalam jangka waktu pantas dengan cara
Sbb :
a. Mempertimbangkan apakah hasil prosedur yang dilaksanakan dalam perencanaan,
pengumpulan bukti audit untuk berbagai tujuan audit, dapat mengidentifikasi tentang
adanya kesangsian besar mengenai entitas dalam mempertahankan kelangsungan
hidup perusahan.
b. Auditor yakin terdapat kesangsian besar mengenai entitas dalam mempertahankan
kelangsungan hidup perusahan dan ia harus :
 Memperoleh informasi mengenai rencana manajemen untuk mengurangi dampak
dan kondisi peristiwa tersebut.
 Menentukan apakah rencana tersebut dapat efektif dilaksanakan.
c. Setelah mengevaluasi rencana manajemen, auditor mengambil kesimpulan apakah ia
masih memiliki kesangsian besar mengenai entitas dalam mempertahankan
kelangsungan hidup perusahan.
3. Auditor tidak bertanggung jawab untuk memprediksi kondisi dan peristiwa yang akan datang
4. Auditor tidak perlu merancang prosedur audit dengan tujuan tunggal untuk mengidentifikasi
jika menunjukkan kesangsian besar mengenai entitas dalam mempertahankan kelangsungan
hidupnya.
Berikut ini adalah contoh prosedur yang dapat mengidentifikasi kondisi atau peristiwa
tersebut :
a) Prosedur analitik
b) Review terhadap peristiwa kemudian.
c) Review terhadap kepatuhan tentang syarat-syarat utang dan dalam perjanjian penarikan
utang
d) Pembacaan notulen rapat pemegang saham, dewan komisaris, dan komite, atau panitia
penting yang dibentuk
e) Permintaan keterangan kepada penasehat hukum entitas tentang perkara pengadilan,
tuntutan, dan pendapatnya mengenai hasil suatu perkara pengadilan yang melibatkan
entitas tersebut.
f) Konfirmasi dengan pihak-pihak yang memiliki hubungan istimewa dan pihak ke-3
mengenai rincian perjanjian penyedian atau pemberi bantuan keuangan.
5. Jika, setelah mempertimbangkan kondisi atau peristiwa yang di identifikasi secara
keseluruhan, auditor masih merasa terdapat kesangsian besar mengenai entitas dalam
mempertahankan kelangsungan hidupnya, auditor harus mempertimbangkan rencana
manajemen. Pertimbangan auditor yang berhubungan dengan manajemen dapat meliputi :
i. Rencana untuk menjual asset
ii. Rencana penarikan utang atau restruksisasi utang
iii. Rencana untuk mengurangi atau penundaan pengeluaran
iv. Rencana untuk menaikkan modal pemilik

Jika informasi keuangan prospektif sangat signifikan bagi rencana manajemen, auditor harus
meminta kepada manajemen tentang informasi tersebut dan harus mempertimbangkan cukup
atau tidak dukungan terhadap asumsi signifikan yang melandasi informasi itu. Auditor harus
menaruh perhatian khusus atas asumsi yang :
a. Material bagi informasi keuangan prospektif
b. Rentan atau mudah sekali berubah
c. Tidak konsisten dengan trend masa lalu.

6. Apabila auditor tidak menemukan kesangsian terhadap laporan yang ia audit, maka auditor
memberikan pendapat wajar tanpa pengecualian.
7. Apabila auditor menyangsikan usaha suatu entitas tertentu dalam mempertahan
kelangsungan hidunya dan mengevaluasi rencana manajemen. Jika rencana manajemen tidak
dapat mengurangi kondisi negatif yang akan terjadi maka auditor menyatakan tidak
memberikan pendapat.