Anda di halaman 1dari 13

KEGIATAN BELAJAR 1

PEMBELAJARAN ABAD 21

Pengantar isi KB1:

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah merubah gaya hidup manusia, baik dalam
bekerja, bersosialisasi, bermain maupun belajar. Memasuki abad 21 kemajuan teknologi tersebut
telah memasuki berbagai sendi kehidupan, tidak terkecuali di bidang pendidikan. Pendidik dan
peserta didik dituntut memiliki kemampuan belajar mengajar di abad 21. Pendidik saat ini harus
mampu mempersiapkan peserta didik untuk pekerjaan dan teknologi yang belum ada dan
menyelesaikan masalah yang bahkan belum diketahui.

Oleh karena itu, seorang pendidik perlu mengetahui karakteristik pembelajaran abad 21. Untuk
mengetahuinya, Sahabat dapat mempelajari uraian materi selengkapnya pada kegiatan belajar
berikut. Jangan ragu untuk berdiskusi dengan teman sejawat apabila mengalami kesulitan untuk
memahami materi. Selanjutnya, Sahabat perlu mengerjakan tugas sesuai petunjuk.

SelamatBelajar
Tujuan belajar dan tetap semangat!

Tujuan Belajar
Setelah mempelajari materi pada kegiatan belajar 1, diharapkan peserta diklat mampu:
a. menjelaskan kecakapan Pembelajaran abad 21; dan
b. menjelaskan karakteristik pembelajaran abad 21.

A. Kecakapan Pembelajaran Abad 21


Bagaimana Sahabat sebagai seorang guru mengajar di Abad 21??? Jika seorang guru hanya memberikan materi,
fakta, prosedur, rumus, penelitian, teori, cerita, informasi maka peran tersebut dikatakan kuno, usang dan
ketinggalan jaman. Kenapa??? Di era digital Abad 21 ini, siswa dapat menemukan informasi pada setiap hal,
setiap waktu dan setiap tempat melaui internet, telepon dansebagianya. Informasi yang tidak terbatas (apapun,
dimanapun, kapanpun) dapat dicari oleh siswa melalui google, youtube, wikipedia dan lain-lain, sehingga guru
bukan lagi sumber informasi utama. Jadi bagaimana sebaiknya guru mengajarkan siswa di Abad 21, saat ini??
yakinlah bahwa siswa pasti tahu cara mencari segala informasi tersebut, tetapi tidak ada yang mengajarkan
mereka bagaimana cara: memvalidasi informasi, mensintesis informasi, mengkomunikasikan informasi,
berkolaborasi dengan informasi maupun memecahkan masalah dengan kolaborasi. Begitu pula dengan
bagaimana mengajarkan siswa belajar tanggung jawab, kepercayaan, dan integritas, yang semuanya tidak bisa
dicari dengan sendirinya oleh siswa. Salahsatu caranya, guru bisa mengawalinya dengan bagaimana
memaksimalkan keterlibatan siswa dalam proses belajar. Dengan keterlibatan aktif siswa, pembelajaran menjadi
berpusat pada siswa, pembelajaran bersifat jangka panjang, dan akan berujung pada kemampuan

7
menyelesaikan masalah. Perhatikan contoh praktik baik pembelajaran abad 21 yang memaksimalkan
keterlibatan siswa dalam video berikut:

Video 1.1 Praktik Pembelajaran Abad 21


https://www.youtube.com/watch?v=5c1tTF8a3io&feature=youtu.be

Gambar 1.1 QR Code link video Praktik Pembelajaran Abad 21

Menarik bukan pembelajaran yang bisa memaksimalkan keterlibatan siswa seperti contoh video diatas??
Sebelum sahabat mempelajari kecakapan Pembelajaran Abad 21, sebaiknya Sahabat pelajari dulu apa itu
Pembelajaran Abad 21.

Silakanmenyimak
Setelah Sahabat perhatikan video berikut
video pembelajaran ini!21 tersebut, coba tuliskan pendapat Sahabat
abad
tentang pembelajaran abad 21! Menurut Sahabat, mengapa pembelajaran abad 21
penting?

Video 1.2 Pembelajaran Abad 21


https://www.youtube.com/watch?v=f0RyaAsVNGU

Gambar 1.2 QR Code link video Pembelajaran Abad 21

Setelah menyimak video pembelajaran abad 21 tersebut, coba tuliskan pendapat Sahabat
tentang pembelajaran abad 21! Menurut Sahabat, mengapa pembelajaran abad 21
Uraian Materi
Apa yang Sahabat ketahui tentang pembelajaran abad 21? Sahabat mungkin pernah membaca atau
mengetahui tentang kerangka pembelajaran abad 21 yang diuraikan oleh Partnership for 21st Century
Learning seperti yang diperlihatkan pada gambar 1.3 berikut!

Gambar 1.3 Framework Pembelajaran Abad 21


Sumber: http://www.p21.org/storage/images/stories/rainbow/Framework-copyrighted.png

Pembelajaran abad 21 tidak hanya berfokus pada pengetahuan/kognitif, afektif dan psikomotorik
melainkan sudah berkembang menjadi berfokus pada: Life and Career Skills, Learning and Innovation
Skills dan Information, Media and Technology Skills. Selanjutnya, secara ringkas Framework/ kerangka
pembelajaran abad 21 dijelaskan pada gambar 1.4 berikut:

Gambar 1.4 Kerangka Pembelajaran Abad 21


Sumber: https://image.slidesharecdn.com/bagian-ketiga-161128004745/95/bagian-ketiga-3-
638.jpg?cb=1480294084

9
Menurut Kang, Kim, Kim & You dalam Trisdiono ( 2013) mencatat bahwa perubahan standar kinerja
akademik terjadi seiring dengan perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) serta
pertumbuhan ekonomi global. Perubahan standar menuntut penyesuaian dunia pendidikan dalam
menyiapkan peserta didik. Tekonologi informasi dan komunikasi memudahkan komunikasi antar
anggota masyarakat dan dunia kerja yang tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Pertumbuhan ekonomi
global menuntut persaingan yang semakin ketat dalam setiap aspek kehidupan, pasar tidak lagi
dibatasi oleh sekat-sekat geografis, namun sudah menjadi pasar global. Peserta didik abad 21 perlu
dibekali dengan kemampuan TIK dan mencermati perkembangan ekonomi global. Proses
pembelajaran yang dikembangkan harus mengakomodir hal tersebut.

Menurut Rotherdam & Willingham dalam Trisdiono (2013) mencatat bahwa kesuksesan seorang
peserta didik tergantung pada kecakapan abad 21, sehingga peserta didik harus belajar untuk
memilikinya. Partnership for 21st Century Skills mengidentifikasi kecakapan abad 21 meliputi : berpikir
kritis, pemecahan masalah, komunikasi dan kolaborasi. Berpikir kritis berarti peserta didik mampu
mensikapi ilmu dan pengetahuan dengan kritis, mampu memanfaatkan untuk kemanusiaan. Mampu
memecahkan masalah berarti mampu mengatasi permasalahan yang dihadapinya dalam proses
kegiatan belajar sebagai wahana berlatih menghadapi permasalahan yang lebih besar dalam
kehidupannya. Ketrampilan komunikasi merujuk pada kemampuan mengidentifikasi, mengakses,
memanfaatkan dan memgoptimalkan perangkat dan teknik komunikasi untuk menerima dan
menyampaikan informasi kepada pihak lain. Terampil kolaborasi berarti mampu menjalin kerjasama
dengan pihak lain untuk meningkatkan sinergi.

Sedang menurut National Education Association untuk mencapai sukses dan mampu bersaing di
masyarakat global, peserta didik harus ahli dan memiliki kecakapan sebagai komunikator, kreator,
pemikir kritis, dan kolaborator. Pendapat tersebut juga didukung oleh Ruhl bahwa ada 6 prinsip
pembelajaran efektif yang dapat diterapkan seorang pendidik untuk mewujudkan ketrampilan abad
21 melalui long-life learning, yaitu: collaboration, communication, creativity, critical thingking,
confidence, choice (seperti yang digambarkan dalam bagan berikut).

Gambar 1.5 Bagan 6 prinsip belajar efektif

10
Saat ini pembelajaran di sekolah perlu dipersiapkan dan menyiapkan diri dalam menghadapi
tantangan abad 21. Pemahaman terhadap kecakapan abad 21 menjadi penting disampaikan kepada
peserta didik. Pencapaian kecakapan abad 21 dilakukan dengan memahami karakteristik, teknik
pencapaian dan strategi pembelajaran yang dilakukan.

Menurut Sahabat, apa saja yang perlu dipersiapkan seorang guru dalam mengahadapi tantangan
pembelajaran abad 21? Coba Sahabat tuliskan pendapatnya pada kotak berikut ini!

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

Agar seorang pendidik dapat membangun kecakapan pembelajaran abad 21, Sahabat perlu
mengetahui tantangan pembelajaran abad 21. Tantangan guru pada Abad 21 menurut Winarno
Surakhmad dalam Wasitohadi ada empat sifat yang muncul di abad 21 yang mempengaruhi
kehidupan dan peradaban manusia, yaitu:
1. Bahwa akan terjadi perubahan yang besar di dalam hampir semua bidang kehidupan, dan bahwa
perubahan tersebut akan berlangsung semakin hari semakin terakselerasi.
2. Bahwa peranan ilmu pengetahuan dan teknologi akan mengambil posisi yang sentral yang
langsung mempengaruhi bukan saja gaya hidup manusia sehari-hari, tetapi juga mempengaruhi
nilai-nilai seni, moral dan agama.
3. Bahwa pertarungan dan persaingan hidup antara bangsa-bangsa tidak akan terbatas di bidang
ekonomi saja, tetapi juga di berbagai bidang lainnya, termasuk bidang budaya dan ideologi.
4. Bahwa karena pengaruh ilmu dan teknologi, nilai-nilai moral dan agama akan langsung tercabut
dan bukan mustahil akan menimbulkan sistem nilai yang berbeda dari apa yang dikenal sampai
saat ini. Seiring dengan sentralnya peranan Iptek, perkembangan industri berbasis iptek akan
berkembang dengan cepat.

Pembelajaran Abad 21 merupakan pembelajaran yang mengintegrasikan kemampuan literasi,


kecakapan pengetahuan, keterampilan dan sikap, serta penguasaan terhadap teknologi. Literasi
menjadi bagian terpenting dalam sebuah proses pendidikan, peserta didik yang dapat melaksanakan
kegiatan literasi dengan maksimal tentunya akan mendapatkan pengalaman belajar lebih dibanding
dengan peserta didik lainnya. Pendidikan Abad 21 merupakan pendidikan yang mengintegrasikan
antara kecakapan pengetahuan, keterampilan, dan sikap, serta penguasaan terhadap TIK. Kecakapan
tersebut dapat dikembangkan melalui berbagai model pembelajaran berbasis aktivitas yang sesuai
dengan karakteristik kompetensi dan materi pembelajaran. Kecakapan yang dibutuhkan di Abad 21

11
juga merupakan keterampilan berpikir lebih tinggi (Higher Order Thinking Skills (HOTS)) yang sangat
diperlukan dalam mempersiapkan peserta didik dalam menghadapi tantangan global. (Dit PSMA
Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah, 2017)

Mengingat pada abad 21 akan terjadi perubahan yang sangat besar pada semua bidang kehidupan
akibat dari adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi baik teknologi informasi maupun
komunikasi serta persaingan global, maka peserta didik dituntut harus memilki ketrampilan atau
kecakapan abad 21. Oleh sebab itu, di dalam proses pembelajaran juga harus diarahkan untuk
pencapaian ketrampilan atau kecakapan tersebut. Ketrampilan atau kecakapan yang harus dimiliki
peserta didik yaitu: kualitas karakter, literasi dan kompetensi.

Berikut ini diagram yang menggambarkan kecakapan abad 21 yang dibutuhkan.

Gambar 1.6 Diagram Kecakapan Abad 21 yang dibutuhkan

Kualitas karakter adalah bagaimana meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menghadapi
lingkungan yang terus berubah. Salah satu karakteristik pembelajaran dalam Kurikulum 2013 adalah
harus dapat mengarahkan peserta didik untuk memahami potensi, minat dan bakatnya dalam rangka
pengembangan karir, baik di jenjang pendidikan yang lebih tinggi maupun karir di masyarakat. Oleh
sebab itu, maka peserta didik harus dipersiapkankan untuk memiliki kualitas karakter yang sesuai
dengan tuntutan kecakapan Abad 21, yaitu iman dan taqwa, cinta tanah air, rasa ingin tahu, inisiatif,
gigih, kemampuan beradaptasi, kepemimpinan, kesadaran sosial dan budaya, serta memiliki alasan
dan dasar yang jelas dalam setiap langkah dan tindakan yang dilakukan (accountability).

Kompetensi kecakapan abad 21 dalam Panduan Implementasi Keterampilan Abad 21 kurikulum 2013
di SMA (2017), yaitu kompetensi peserta didik untuk mengahadapi tantangan yang kompleks di
antaranya:

12
1. kecakapan berpikir kritis dan pemecahan masalah (critical thinking and problem solving skill);
Kecakapan berpikir kritis dan pemecahan masalah meliputi a) menggunakan berbagai tipe
pemikiran/penalaran atau alasan, baik induktif maupun deduktif dengan tepat dan sesuai
situasi. b) Memahami interkoneksi antara satu konsep dengan konsep yang lain dalam suatu
mata pelajaran, dan keterkaitan antar konsep antara suatu mata pelajaran dengan mata
pelajaran lainnya. c) Melakukan penilaian dan menentukan keputusan secara efektif dalam
mengolah data dan menggunakan argumen. d) Menguji hasil dan membangun koneksi antara
informasi dan argumen. e) Mengolah dan menginterpretasi informasi yang diperoleh melalui
simpulan awal dan mengujinya lewat analisis terbaik. f) Membuat solusi dari berbagai
permasalahan non-rutin, baik dengan cara yang umum, maupun dengan caranya sendiri. g)
Menggunakan kemampuan yang dimilikinya untuk berusaha menyelesaikan permasalahan h)
Menyusun dan mengungkapkan, menganalisa, dan menyelesaikan suatu masalah.
2. Kecakapan berkreativitas atau berkreasi dan inovasi. Guilford dalam Panduan Implementasi
Keterampilan Abad 21 kurikulum 2013 di SMA (2017), mengemukakan kreatifitas adalah cara-
cara berpikir yang divergen, berpikir yang produktif, berdaya cipta berpikir heuristik dan
berpikir lateral. Beberapa kecakapan terkait kreatifitas yang dapat dikembangkan dalam
pembelajaran antara lain sebagai berikut. a) Memiliki kemampuan dalam mengembangkan,
melaksanakan, dan menyampaikan gagasan-gagasan baru secara lisan atau tulisan. b)
Bersikap terbuka dan responsif terhadap perspektif baru dan berbeda. c) Mampu
mengemukakan ide-ide kreatif secara konseptual dan praktikal. d) Menggunakan konsep-
konsep atau pengetahuannya dalam situasi baru dan berbeda, baik dalam mata pelajaran
terkait, antar mata pelajaran, maupun dalam persoalan kontekstual. e) Menggunakan
kegagalan sebagai wahana pembelajaran. f) Memiliki kemampuan dalam menciptakan
kebaharuan berdasarkan pengetahuan awal yang dimiliki. g) Mampu beradaptasi dalam
situasi baru dan memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan.
3. kecakapan berkomunikasi (communication skills) dan kolaborasi. Beberapa kecakapan terkait
kreatifitas yang dapat dikembangkan dalam pembelajaran antara lain sebagai berikut. a)
Memahami, mengelola, dan menciptakan komunikasi yang efektif dalam berbagai bentuk dan
isi secara lisan, tulisan, dan multimedia (ICT Literacy). b) Menggunakan kemampuan untuk
mengutarakan ide-idenya, baik itu pada saat berdiskusi, di dalam dan di luar kelas, maupun
tertuang pada tulisan. c) Menggunakan bahasa lisan yang sesuai konten dan konteks
pembicaraan dengan lawan bicara atau yang diajak berkomunikasi. d) Selain itu dalam
komunikasi lisan diperlukan juga sikap untuk dapat mendengarkan, dan menghargai pendapat
orang lain, selain pengetahuan terkait konten dan konteks pembicaraan. e) Menggunakan alur

13
pikir yang logis, terstruktur sesuai dengan kaidah yang berlaku. f) Dalam Abad 21 komunikasi
tidak terbatas hanya pada satu bahasa, tetapi kemungkinan multi-bahasa.

4. Kolaborasi (Collaboration); Kecakapan terkait dengan kolaborasi dalam pembelajaran antara


lain sebagai berikut. a) Memiliki kemampuan dalam kerjasama berkelompok. b) Beradaptasi
dalam berbagai peran dan tanggungjawab, bekerja secara produktif dengan yang lain. c)
Memiliki empati dan menghormati perspektif berbeda. d) Mampu berkompromi dengan
anggota yang lain dalam kelompok demi tercapainya tujuan yangbtelah ditetapkan.

Kemapuan literasi yaitu kemampuan bagaimana menerapkan keterampilan inti untuk kegiatan sehari-
hari. Gerakan literasi di sekolah tidak lagi menjadi bagian terpisah/berdiri sendiri dalam
pelaksanaannya. Aktivitas peserta didik di kelas bersama guru melakukan aktivitas ini guna
memperkaya dan memperdalam wawasan serta penguasaan materi, sehingga siswa terlibat langsung
tidak lagi hanya bergantung pada guru. Kemampuan literasi yang perlu dikembangkan di ataranya,
yaitu literasi baca tulis, berhitung, literasi sains, literasi teknologi informasi dan komunikasi, literasi
keuangan, literasi budaya dan kewarganegaraan

Kualitas karakter, kompetensi dan literasi tersebut dapat diterapkan melalui pelaksanaan kurikulum
(dengan melakukan monitoring dan umpan balik terhadap kurikulum KTSP atau Kurikulum 2013,
Kurikulum muatan lokal, atau Kurikulum inklusif yang diterapkan di sekolah masing-masing), proses
pembelajaran (pembelajaran abad 21 dan pembelajaran saintifik, dukungan sumber belajar berupa
buku-buku paket atau pengayaan yang berbentuk teks dan digital, serta proses penilaian melalui
penilaian kelas, penilaian sekolah, dan ujian akhir nasional.

Dengan kecakapan abad 21 yang harus dimilki oleh peserta didik, maka guru pun harus menguasai
dan mengelaborasi dalam proses pembelajaran yang dikembangkan. Diantaranya dengan penerapan
model-model pembelajaran inovatif yang berorientasi pada kolaborasi dan dominasi partisipasi
peserta didik. pembelajaran inovatif dapat diartikan sebagai pembelajaran yang dirancang oleh

guru, yang sifatnya baru, tidak seperti yang biasanya dilakukan, dan bertujuan untuk
menfasilitasi siswa dalam membangun pengetahuan sendiri dalam rangka proses perubahan
perilaku ke arah yang lebih baik sesuai dengan potensi dan perbedaan yang dimiliki siswa.
Dalam konteks program belajar mengajar, program pembelajaran yang inovatif dapat berarti
program yang dibuat sebagai upaya mencari pemecahan suatu permasalahan yang sedang
dihadapi oleh kelas berdasarkan kondisi masing-masing kelas.

14
B. Karakteristik Pembelajaran Abad 21

Diskusi:

Sebelum mempelajari tentang karakteristik pembelajaran abad 21, coba diskusikan tentang
karakteristik pembelajaran abad 21 berdasarkan pengetahuan yang Sahabat miliki.
Bagaimana mengembangkan pembelajaran abad 21 dalam proses pembelajaran di kelas
sesuai dengan mata pelajaran yang Sahabat ampu! Silakan tuliskan hasil diskusi Sahabat di
bawah ini!

……………………………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………………

Uraian Materi
Apa yang diperoleh dari hasil diskusi dengan teman Sahabat? Untuk mengembangkan pembelajaran
abad 21, guru harus memulai satu langkah perubahan yaitu merubah pola pembelajaran tradisional
yang berpusat pada guru menjadi pola pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Pola
pembelajaran yang tradisional bisa dipahami sebagai pola pembelajaran dimana guru banyak
memberikan ceramah sedangkan peserta didik lebih banyak mendengar, mencatat dan menghafal.
Satu hal lain yang penting yaitu guru akan menjadi contoh pembelajar (learner model), guru harus
mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi terbaru sehingga sebetulnya dalam seluruh proses
pembelajaran ini guru dan peserta didik akan belajar bersama namun guru mempunyai tugas untuk
mengarahkan dan mengelola kelas. Untuk itu guru harus menjadi pembelajar sepanjang hayat (a long-
life learning) agar dapat mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi sesuai tuntutan era industri 4.0
dan society 5.0. Syarat untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat tersebut, seorang guru harus
memiliki 3 kemampuan literasi, yaitu: literasi data, literasi teknologi dan literasi manusia. Hal ini sesuai
dengan pendapat Aoun yang dijelaskan dalam bagan berikut.

Gambar 1.7 Bagan Kecakapan literasi era 4.0

15
Karakteristik pembelajaran abad 21 dapat dibangun melalui pengintegrasian teknologi informasi dan
komunikasi (TIK) dalam proses pembelajaran secara efektif, sehingga guru harus dapat memiliki 3
literasi diatas. Dalam pembelajaran, peran TIK adalah sebagai “enabler” atau alat untuk
memungkinkan terjadinya proses pembelajaran yang efektif dan efisien serta menyenangkan. Jadi, TIK
dijadikan sebagai sarana untuk mencapai tujuan, bukan tujuan itu sendiri.

Bagaimanakah peran guru dan peserta didik dalam pembelajaran abad 21 dengan mengintegrasikan
TIK? Bila dilihat dari sisi peran TIK bagi guru, maka pengintegrasian TIK dalam proses pembelajaran
seharusnya memungkinkan guru untuk:
 menjadi fasilitator, kolaborator, mentor, pelatih, pengarah dan teman belajar.
 dapat memberikan pilihan dan tanggung jawab yang besar kepada peserta didik untuk mengalami
peristiwa belajar.
 menjadi kreator inovasi dalam pembelajaran

Menurut Rohim , Bima dan Julian (UNY, 2016) untuk mampu mengembangkan pembelajaran abad 21
ini ada beberapa hal yang penting untuk diperhatikan, yaitu antara lain:
1. Tugas utama Guru sebagai Perencana Pembelajaran serta fasilitator dan pengelola kelas, maka
tugas guru yang penting adalah dalam pembuatan RPP. RPP haruslah baik dan detil dan mampu
menjelaskan semua proses yang akan terjadi dalam kelas termasuk proses penilaian dan target
yang ingin dicapai. Dalam menyusun RPP, guru harus mampu mengkombinasikan antara target
yang diminta dalam kurikulum nasional, pengembangan kecakapan abad 21 atau karakter
nasional serta pemanfaatan teknologi dalam kelas.
2. Masukkan unsur Berpikir Tingkat Tinggi (Higher Order Thinking). Teknologi dalam hal ini khususnya
internet akan sangat memudahkan peserta didik untuk memperoleh informasi dan jawaban dari
persoalan yang disampaikan oleh guru. Untuk permasalahan yang bersifat pengetahuan dan
pemahaman bisa dicari solusinya dengan sangat mudah dan ada kecenderungan bahwa peserta
didik hanya menjadi pengumpul informasi. Guru harus mampu memberikan tugas di tingkat
aplikasi, analisa, evaluasi dan kreasi, hal ini akan mendorong peserta didik untuk berpikir kritis dan
membaca informasi yang mereka kumpulkan sebelum menyelasikan tugas dari guru.
3. Penerapan pola pendekatan dan model pembelajaran yang bervariasi. Beberapa pendekatan
pembelajaran seperti pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning), pembelajaran
berbasis keingintahuan (Inquiry Based Learning) serta model pembelajaran silang (jigsaw) maupun
model kelas terbalik (Flipped Classroom) dapat diterapkan oleh guru untuk memperkaya

16
pengalaman belajar peserta didik (Learning Experience). Satu hal yang perlu dipahami bahwa
peserta didik harus mengerti dan memahami hubungan antara ilmu yang dipelajari di sekolah
dengan kehidupan nyata, peserta didik harus mampu menerapkan ilmunya untuk mencari solusi
permasalahan dalam kehidupan nyata.
4. Integrasi Teknologi. Sekolah dimana peserta didik dan guru mempunyai akses teknologi yang baik
harus mampu memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran, peserta didik harus terbiasa
bekerja dengan teknologi seperti layaknya orang yang bekerja. Seringkali guru mengeluhkan
mengenai fasilitas teknologi yang belum mereka miliki, satu hal saja bahwa pengembangan
pembelajaran abad 21 bisa dilakukan tanpa unsur teknologi, yang terpenting adalah guru yang
baik yang bisa mengembangkan proses pembelajaran yang aktif dan kolaboratif, namun tentu saja
guru harus berusaha untuk menguasai teknologinya terlebih dahulu. Hal yang paling mendasar
yang harus diingat bahwasannya teknologi tidak akan menjadi alat bantu yang baik dan kuat
apabila pola pembelajarannya masih tradisional.

Diskusi:
Coba diskusikan dengan teman Sahabat, bagaimana membangun karakteristik pembelajaran abad 21
yang tertuang dalam rancangan pembelajaran sesuai mata pelajaran yang Sahabat ampu!

Menurut Jennifer Nichols dalam Rohim , Bima dan Julian (2016) prinsip pokok pembelajaran abad ke
21, yaitu:
1. Instruction should be student-centered.
Pengembangan pembelajaran seyogyanya menggunakan pendekatan pembelajaran yang
berpusat pada peserta didik. Peserta didik ditempatkan sebagai subyek pembelajaran yang secara
aktif mengembangkan minat dan potensi yang dimilikinya. Peserta didik tidak lagi dituntut untuk
mendengarkan dan menghafal materi pelajaran yang diberikan guru, tetapi berupaya
mengkonstruksi pengetahuan dan keterampilannya, sesuai dengan kapasitas dan tingkat
perkembangan berfikirnya, sambil diajak berkontribusi untuk memecahkan masalah-masalah
nyata yang terjadi di masyarakat.
2. Education should be collaborative.
Peserta didik harus dibelajarkan untuk bisa berkolaborasi dengan orang lain. Berkolaborasi
dengan orang-orang yang berbeda dalam latar budaya dan nilai-nilai yang dianutnya. Dalam
menggali informasi dan membangun makna, peserta didik perlu didorong untuk bisa
berkolaborasi dengan teman-teman di kelasnya. Dalam mengerjakan suatu proyek, peserta didik

17
perlu dibelajarkan bagaimana menghargai kekuatan dan talenta setiap orang serta bagaimana
mengambil peran dan menyesuaikan diri secara tepat dengan mereka.
3. Learning should have context.
Pembelajaran tidak akan banyak berarti jika tidak memberi dampak terhadap kehidupan peserta
didik di luar sekolah. Oleh karena itu, materi pelajaran perlu dikaitkan dengan kehidupan sehari-
hari peserta didik. Guru mengembangkan metode pembelajaran yang memungkinkan peserta
didik terhubung dengan dunia nyata (real word). Guru membantu peserta didik agar dapat
menemukan nilai, makna dan keyakinan atas apa yang sedang dipelajarinya serta dapat
mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-harinya. Guru melakukan penilaian kinerja peserta didik
yang dikaitkan dengan dunia nyata.
4. Schools should be integrated with society.
Dalam upaya mempersiapkan peserta didik menjadi warga negara yang bertanggung jawab,
sekolah seyogyanya dapat memfasilitasi peserta didik untuk terlibat dalam lingkungan sosialnya.
Misalnya, mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat, dimana peserta didik dapat belajar
mengambil peran dan melakukan aktivitas tertentu dalam lingkungan sosial. Peserta didik dapat
dilibatkan dalam berbagai pengembangan program yang ada di masyarakat, seperti: program
kesehatan, pendidikan, lingkungan hidup, dan sebagainya. Selain itu, peserta didik perlu diajak
pula mengunjungi panti-panti asuhan untuk melatih kepekaan empati dan kepedulian sosialnya.

Tugas
Berdasarkan pengalaman Sahabat dalam memanfaatkan TIK untuk pembelajaran, bagaimana
karakteristik pembelajaran abad 21 dapat dibangun melalui pengintegrasian TIK dalam proses
pembelajaran? Tuliskan contohnya dengan mengambil salah satu topik RPP yang Sahabat miliki!

Rangkuman
Pembelajaran abad 21 membangun peserta didik untuk memiliki kecakapan abad 21 di antaranya
kecakapan berfikir kritis, kreatif, komunikasi dan kolaborasi sehingga akan menumbuhkan
kepercayaan diri peserta didik (convident) dalam menghadapi tantangan kehidupan yang terus
berubah. Karakteristik pembelajaran abad 21 dapat dibangun melalui pengintegrasian TIK dalam
proses pembelajaran. Peran TIK bagi guru memungkinkan untuk menjadi fasilitator, kolaborator,
mentor, pelatih, pengarah dan teman belajar, dapat memberikan pilihan dan tanggung jawab yang
besar kepada peserta didik untuk mengalami peristiwa belajar, serta menjadi kreator inovasi dalam
pembelajaran.

18
Prinsip pokok pembelajaran abad ke 21, yaitu pengembangan pembelajaran yang menggunakan
pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, Peserta didik harus dibelajarkan untuk
bisa berkolaborasi dengan orang lain, materi pelajaran perlu dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari,
dan sekolah seyogyanya dapat memfasilitasi peserta didik untuk terlibat dalam lingkungan sosialnya.
Untuk itu seorang guru harus memiliki 3 literasi, yaitu: literasi data, literasi teknologi dan literasi
manusia agar dapat mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam proses
pembelajaran secara efektif sesuai tuntutan perkembangan ilmu dan teknologi.

19