Anda di halaman 1dari 7

KEPANITERAAN KLINIK NERS

DEPARTEMEN KEPERAWATAN JIWA


SUB STASE
LaporanPendahuluan
01-Juni-2020

WAHAM

Disusun Oleh:

RAJIF SASTRO SUSANTO


NIM. N 201901188

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN NERS


STIKES MANDALA WALUYA
KENDARI
2020
LAPORAN PENDAHULUAN
DIAGNOSIS GANGGUAN JIWA: WAHAM

A. DEFINISI
Waham adalah keyakinan yang keliru tentang isi pikiran yang dipertahankan
secara kuat atau terus menerus namun tidak sesuai dengan kenyataan (SDKI,
2016).

B. ETIOLOGI
a. Lesi pada daerah frontal, temporal dan limbik
b. Neurotransmitter dopamin berlebihan, tidak seimbang dengan kadar
serotonin
c. Riwayat tinggal di lingkungan yang dapat mempengaruhi moral individu
d. Kepribadian: mudah kecewa, kecemasan tinggi, mudah putus asa dan
menutup diri
e. Konsep diri yang negatif
f. Adanya kebutuhan yang tidak terpenuhi

C. TANDA DAN GEJALA


a. Tanda mayor
a) Subjektif
1) Mudah lupa atau sulit konsentrasi
2) Mengatakan bahwa ia adalah artis,nabi, presiden, wali, dan lainnya
yang tidak sesuai dengan kenyataan
3) Mengatakan hal yang diyakini sacara berulang-ulang
4) Sering merasa curiga dan waspada berlebihan
b) Objektif
1) Inkoheren
2) Flight of idea
3) Sirkumtansial
4) Sangat waspada
5) Khawatir
6) Sedih berlebihan atau gembira berlebihan
7) Wajah tegang
8) Perilaku sesuai isi waham
9) Banyak bicara
10) Menentang atau permusuhan
11) Hiperaktif
12) Menarik diri
13) Tidak bisa merawat diri
14) Defensif
b. Tanda minor
a) Subjektif
1) Tidak mampu mengambil keputusan
2) Merasa khawatir sampai panik
b) Objektif
1) Bingung
2) Perubahan pola tidur
3) Kehilangan selera makan

D. KONDISI KLINIS TERKAIT


Shizofrenia dan gangguan bipolar

E. TUJUAN ASUHAN KEPERAWATAN


a. Kognitif
a) Klien mampu berorientasi terhadap realitas (orang, tempat dan waktu)
b) Klien mampu menyebutkan kebutuhan yang belum terpenuhi
b. Psikomotor
a) Klien mampu berorientasi terhadap realitas (orang, tempat dan waktu)
b) Klien mampu menyebutkan kebutuhan yang belum terpenuhi
c) Klien mampu menyebutkan dan melatih aspek positif yang dimiliki
d) Klien mampu minum obat dengan prinsip 8 benar (benar obat, benar
klien, benar waktu, benar cara, benar dosis, benar manfaat, benar
kadaluwarsa dan benar dokumentasi
e) Klien mampu melawan pikiran otomatis negatif dan mengubah perilaku
negatif
f) Keluarga mampu merawat klien dengan waham
c. Afektif
a) Merasa mafaat dari latihan yang dilakukan
b) Membedakan perasaan sebelum dan sesudah latihan

F. TINDAKAN KEPERAWATAN
a. Tindakan pada Klien
a) Tindakan Keperawatan Ners
1. Mengidentifikasi tanda dan gejala waham
2. Membantu klien dalam orientasi realita (orang, tempat dan waktu)
3. Mendiskusikan kebutuhan klien yang tidak terpenuhi
4. Membantu klien dalam memenuhi kebutuhan yang realistis
5. Melatih klien dalam melakukan kemampuan/ aspek positif yang
dimiliki
b) Tindakan Keperawatan Spesialis : Terapi Kognitif Perilaku
1. Sesi 1 : mengidentifikasi pengalaman yang tidak menyenangkan dan
menimbulkan pikiran otomatis negatif dan perilaku negatif serta cara
melawannya
2. Sesi 2: melawan pikiran otomatis negatif atau mengubah perilaku
negatif kedua dan seterusnya
3. Sesi 3: memanfaatkan sistem pendukung
4. Sesi 4: mengevaluasi manfaat melawan pikiran negatif dan mengubah
perilaku negatif
Hasil Penelitian Erawati, Keliat dan Daulima (2013) menyatakan terapi
metakognitif mampu menurunkan intensitas waham dan meningktakan
kemampuan metakognitif klien.
b. Tindakan pada Kelompok Klien
a) Tindakan Keperawatan Spesialis : Terapi Suportif
1. Sesi 1 : Identifikasi maalah dan sumber pendukung di dalam dan di
luar keluarga
2. Sesi 2 : Latihan menggunakan sistem pendukung dalam keluarga
3. Sesi 3 : Latihan menggunakan sistem pendukung luar keluarga
4. Sesi 4 : Evaluasi hasil dan hambatan sumber penggunaan sumber
pendukung
c. Tindakan pada Keluarga
a) Tindakan Keperawatan Ners
1. Mendiskusikan masalah yang dialami dalam merawat Klien dengan
waham
2. Menjelaskan pengertian, penyebab, tanda dan gejala, serta proses
terjadinya waham
3. Menjelaskan cara merawat : tidak diikuti/ tidak diterima (netral)
4. Melatih cara mengetahui cara memenuhi kebutuhan klien dan
mengetahui kemampuan klien
b) Tindakan Keperawatan Spesialis : Psikoedukasi Keluarga
1. Sesi 1: mengidentifikasi masalah kesehatan yang dihadapi dalam
merawat anggota keluarga yang sakit dan merawat satu masalah
kesehatan anggota keluarga
2. Sesi 2: merawat masalah kesehatan yang kedua dari anggota keluarga
yang sakit
3. Sesi 3: manajemen stres keluarga
4. Sesi 4: manajemen beban keluarga
5. Sesi 5: memanfaatkan sistem pendukung
6. Sesi 6: mengevaluasi manfaat psikoedukasi keluarga
d. Tindakan kolaborasi
a) Melakukan komunikasi dengan pendekatan ISBAR dan TbaK
b) Memberikan psikofarmaka sesuai advice
c) Kolaborasi pengawasan efek samping obat

G. DISCHARGE PLANNING
a) Menjelaskan rencana persiapan pasca rawat di rumah untuk memandirikan
Klien
b) Menjelaskan rencana tindak lanjut pengobatan
c) Melakukan rujukan ke fasilitas kesehatan

H. EVALUASI
a) Penurunan tanda dan gejala
b) Peningkatan kemampuan klien dalam melatih aspek positif yang dimiliki
c) Peningkatan kemampuan keluarga dalam merawat klien

I. RENCANA TINDAK LANJUT


a) Rujuk klien dan keluarga ke fasilitas praktik mandiri perawat spesialis
keperawatan jiwa
b) Rujuk klien dan keluarga ke case manager di fasilitas pelayanan kesehatan
primer di puskesmas, pelayanan kesehatan sekunder dan tersier di rumah
sakit
c) Rujuk klien dan keluarga ke kelompok pendukung, kader kesehatan jiwa,
kelompok swabantu dan fasilitas rehabilitasi psikososial yang tersedia di
masyarakat