Anda di halaman 1dari 3

Koil Pendingin (Evaporator)

Evaporator juga disebut: Boiler, freezing unit, cooling coil atau nama lainnya
yang menggambarkan fungsinya atau lokasinya. Fungsi dari evaporator
adalah untuk menyerap panas dari udara atau benda di dalam ruangan yang
didinginkan. Kemudian membuang kalor tersebut melalui kondensor di ruang
yang tidak didinginkan. Kompresor yang sedang bekerja menghisap refrigeran
gas dari evaporator, sehingga tekanan di dalam evaporator menjadi rendah.
Evaporator fungsinya kebalikan dari kondensor. Tidak untuk membuang
panas ke udara di sekitarnya, tetapi untuk mengambil panas dari udara di
dekatnya. Kondensor ditempatkan di luar ruangan yang sedang didinginkan,
sedangkan evaporator ditempatkan di dalam ruangan yang sedang
didinginkan. Kondensor tempatnya diantara kompresor dan alat ekspansi, jadi
pada sisi tekanan tinggi dari sistem. Evaporator tempatnya diantara alat
ekspansi dan kompresor, jadi pada sisi tekanan rendah dari sistem. Evaporator
dibuat dari bermacam-macam logam, tergantung dari refrigeran yang dipakai
dan pemakaian dari evaporator sendiri. Logam yang banyak dipakai: besi,
baja, tembaga, kuningan dan aluminium.
1. Jenis evaporator berdasrkan konstruksinya
a. Bare tube evaporator
Evaporator jenis bare-tube pada Gambar 2.19, terbuat dari pipa baja
atau pipa tembaga. Penggunaan pipa baja biasanya untuk evaporator
berkapasitas besar yang menggunakan refrigerant ammonia. Pipa
tembaga biasa digunakan untuk evaporator berkapasitas rendah
dengan refrigeran selain ammonia.
b. Finned tube evaporator
Evaporator jenis finned tube pada Gambar 2.20 adalah evaporator
bare-tube tetapi dilengkapi dengan sirip-sirip yang terbuat dari plat
tipis alumunium yang. dipasang disepanjang pipa untuk menambah
luas permukaan perpindahan panas. Siripsirip alumunium ini berfungsi
Type equation here .sebagai permukaan transfer panas sekunder. Jarak
antar sirip disesuaikan dengan kapasitas evaporator, biasanya berkisar
antara 40 sampai 500 buah sirip per meter. Evaporator untuk
keperluan suhu rendah, jarak siripnya berkisar 80 sampai 200 sirip per
meter. Untuk keperluan suhu tinggi, seperti room AC, jarak fin
berkisar 1,8 mm.
c. Plate surface evaporator
Evaporator permukaan plat atau plate-surface pada Gambar 2.21,
dirancang dengan berbagai jenis. Beberapa diantaranya dibuat dengan
menggunakan dua plat tipis yang dipres dan dilas sedemikian sehingga
membentuk alur untuk mengalirkan refrigeran.. Cara lainnya,
menggunakan pipa yang dipasang diantara dua plat tipis kemudian
dipress dan dilas

Rumus menghitung kapasitas panas koil

Qcoilt = m(hFA-hLA)

Dimana
Qcoil = Kapasitas pendinginan koil dari sisi udara , KW
m = Laju aliran massa udara , Kg/detik
hFA = Entalpi udara sebelum masuk koil, Kj/Kg
hLA = Entalpi udara sesudah melewati koil, Kj/Kg