Anda di halaman 1dari 15

TUGAS TUTORIAL GAMBIT DAN FLUENT

DISUSUN OLEH :

INDRA ARVITO ARMAN

D021171303

DEPARTEMEN TEKNIK MESIN

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS HASANUDDIN

2020
Langkah 1: Memilih Solver
Jalankan aplikasi GAMBIT pada kotak Session ID beri nama pada projek misalkan New season,
lalu klik Run

Langkah 2: menggambar model dan wind tunnel dengan menggunakan GAMBIT


1. Masukkan ukuran model kemudian apply
2. Kemudian masukkan ukuran wind tunnel

Langkah 3: Menggabungkan Model/Benda Uji Dengan Wind Tunnel


1. Pada toolpad Operatiaon :
→ →

2. Akan muncul panel

3. Pada bagian Volume input volume 1 (wind tunnel), bagian Subtract Volume Input
volume 2 (model/benda uji) lalu klik Apply.
Langkah 4: Membuat Mesh Lapisan Batas
Lapisan batas mulai dari dinding menuju ketengah. Lapisan batas ini berguna untuk memperbaiki
mesh, sehingga hasil yang didapatkan nanti akan lebih akurat.
1. Sebelumnya, perlu mengatur jumlah mesh pada model yang akan diberi mesh lapisan
batas ini:
2. Pada bagian operation
3. Setelah menginput Volume 1 Ubah Elements menjadi Tet/Hybrid dan Type menjadi Hex Core (Native)
4. Klik Apply
5. Agar tidak mengganggu pandangan saat memilih Face kondisi batas, kalian bisa
menyembunyikan mesh volume
- Mesh volume yang sudah dibuat dengan menggunakan specify model display attaributes
klik Volume . pada opsi mesh , klik off.
Langkah 5: Mendefinisikan Kondisi Batas
1. Pada toolpad Operation:


2. Pilih face kondisi batas tersebut dan definisikan/pilihlah tipenya sesuai
kondisi permasalahan atau soal dan beri nama sesuai keinginan. Jangan
lupa klik Apply seriap selesai memilih

Langkah 6: Mengeksport Mesh

1. Mengeksport mesh volume : File → Export → Mesh……


Kemudian akan muncul panel Export Mesh File.
2. Klik Browse…. Jika anda ingin menyimpan file mesh
direktori selain direktori kerja. Klik Accept
jika sudah selesai.
3. Gunakan perintah File → Save untuk menyimpan
pekerjaan
Langkah 1: Menjalankan FLUENT
1. Jalankan FLUENT pilih Versions: 3D. Klik Run.
2. Membuka file Model 1 banding 6 (3 baris zig-zag): File → Read →
Case…→ arahkan ke direktori kerja dan pilih file tersebut
3. Menyalakan grid: Grid → Scale….→ akan muncul panel Scale Grid → pada
Unit Conversion
pilihan mm. klik Scale, lalu Close.
Langkah 2: Mengidentifikasi Model
Mengidentifikasi model Istandar k – ε : Define → Model → Solver… → akan muncul panel
Viscous Model → klik pada klik – epsilon (2eqn) → klik OK untuk menggunakan nilai-nilai
default-nya
Langkah 3: Mendefinisikan Kondisi Batas
1. Define → Boundary Condition…→ akan muncul panel Boundary
Condition.
2. Set k.b. untuk fluida: pada kolom Zone pilih fluida, pastikan pada kolom
Type yang terpilih adalah fluida. Klik Set…→ akan muncul panel Fluida →
pada Rotation-Axis Direction kolom Z Ganti menjadi 0 → klik OK.
3. Set k.b. untuk fluida: pada kolom Zone pilih inlet, pastikan pada kolom
Type yang terpilih adalah velocity inlet. Klik Set…→ akan muncul
panel velocity inlet → pada Vilocity
Specification Method… → ubah menjadi Components pada kolom X-Vilocity
(m/s) input kecepatan misalkan 10 m/s → klik OK.

Langkah 4: Memulai Iterasi.

1. Menginisiasi iterasi: Solve → Initialize → Initialize… → akan


muncul panel Solution Initialization:
- Pada Compute From, pilih Inlet
- Pada kolom X Velocity (m/s) akan muncul angka sesuai inputan
- Klik Init
- Klik Close
2. Mengaktifkan pengeplotan residu iterasi selama proses iterasi:
Solve → Monitors → Residuals…→ akan muncul panel
Residual Monitors:
- Dibawah Options, aktifkan tombol radio Plot (dengan cara mengkliknya)
Klik OK
4. memulai dengan memasukkan angka 1000 iterasi: Solve → Iterate… →
akan muncul panel
Iterate :
- Pada kolom Number of Iterations masukkan angka 1000
- Iterate → window akan menampilkan plot dari dari residu iterasi
Langkah 5: Menampilkan Nilai FD: Report → Forces… → akan muncul panel
Forces Report pada kolom Wall Zones pilih Model → klik Print → klik
Close.
Langkah 6: Menampilkan Aliran Fluida pada Model

Menampilkan Aliran Fluida : Display → Pathlines…→ akan muncul panel


Pathlines

1. Pada bagian Color by di panel Pathlines ubah menjadi Vilocity


2. Pada bagian Options di panel Pathlines klik Draw Grid untuk menampilkan
panel Grid Display
3. Pada bagian Options di panel Grid Display klik Faces
4. Pada kolom Surfaces pilih Model → Display → Close
5. pada kolom Release from Surfaces pilih Model → Display → Close
6. maka akan muncul Model yang terkena aliran udara.