Anda di halaman 1dari 12

TUGAS TANGGAL 20 MEI 2020

NAMA : SINTA DWI YULIANTI


KELAS : 2A AKUNTANSI
NPM : 18.1.02.01.0021

Analisis Prediksi Kebangkrutan 10 Perusahaan food & beverage yang terdaftar di BEI Tahun 2018
VARIABEL RUMUS PT Mayora Indah Tbk (MYOR) PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ)

Working Capital 7.883 .348.340 .759 2.158.360 .000 .000


=0,45 =0,39
X1 Total Assets 17.591.706 .426 .634 5.555.871 .000 .000

Retained Earnings 7.900 .855.271 .848 4.049 .110 .000 .000


=0,45 =0,73
X2 Total Assets 17.591.706 .426 .634 5.555.871 .000 .000

EBIT 2.874 .580.955 .594 950.924 .000 .000


=0,16 =0,17
X3 Total Assets 17.591.706 .426 .634 5.555.871 .000 .000

Market Value of Equity 58.579.793 .279 .500 15.597.262 .800 .000


=6,47 =19,97
X4 Total Liabilities 9.049.161 .944 .940 780.915 .000 .000

Sales 24.060 .802.395 .725 5.472.882 .000.000


=1,37 =0,99
X5 Total Assets 17.591.706 .426 .634 5.555.871 .000 .000

Rumus untuk mencari nilai Zi pada perusahaan yang sudah Go Public,


Zi = 1,2X1 + 1,4X2 + 3,3X3 + 0,6X4 + 1,0X5
Zi PT Mayora Indah Tbk : 1,2(0,45) + 1,4(0,45) + 3,3(0,16) + 0,6(6, 47) + 1,0(1,37) = 0,54 + 0,63 + 0,54 + 3,88 + 1,37 = 6,96
Zi PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk : 1,2(0,39) + 1,4(0,73) + 3,3(0,17) + 0,6(19,97) + 1,0(0,99) = 0,47 + 1,02 + 0,56 + 11,98 + 0,99 = 15,02

VARIABEL RUMUS PT Sekar Laut Tbk (SKLT) PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)

Working Capital 65.386 .564 .495 2.068 .516.000 .000


=0,09 =0,02
X1 Total Assets 747.293.725 .435 96.537 .796 .000.000

Retained Earnings 118.597 .150 .970 23.303 .960.000 .000


=0,16 =0,24
X2 Total Assets 747.293.725 .435 96.537 .796 .000.000

EBIT 57.116 .669 .103 9.000 .117 .000 .000


=0,08 =0,09
X3 Total Assets 747.293.725 .435 96.537 .796 .000.000

Market Value of Equity 1.036.110 .750.000 65.414 .177 .425.000


=2,54 =1,40
X4 Total Liabilities 408.057 .718 .435 46.620 .996 .000.000

Sales 1.045.029 .834 .378 73.394 .728.000 .000


=1,40 =0,76
X5 Total Assets 747.293.725 .435 96.537 .796 .000.000

Rumus untuk mencari nilai Zi pada perusahaan yang sudah Go Public,

Zi = 1,2X1 + 1,4X2 + 3,3X3 + 0,6X4 + 1,0X5


Zi PT Sekar Laut Tbk = 1,2(0,09) + 1,4(0,16) + 3,3(0,08) + 0,6(2,54) + 1,0(1,40)
= 0,11 + 0,22 + 0,26 + 1,524 + 1,4
= 3,52
Zi PT Indofood Sukses Makmur Tbk = 1,2(0,02)+1,4(0,24)+3,3(0,09)+0,6(1,40)+1,0(0,76)
= 0,02 + 0,34 + 0,30 + 0,84 + 0,76
= 2,26

VARIABEL RUMUS PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (CEKA) PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)

Working Capital 650.910.858 .422 6.886.170 .000 .000


=0,56 =0,20
X1 Total Assets 1.168.956 .042 .706 34.367.153 .000 .000

Retained Earnings 721.312.370 .131 15.029.629 .000 .000


=0,62 =0,44
X2 Total Assets 1.168.956 .042 .706 34.367.153 .000 .000

EBIT 136.908 .294 .286 6.593.790 .000 .000


=0,12 =0,19
X3 Total Assets 1.168.956 .042 .706 34.367.153 .000 .000

Market Value of Equity 818.125 .000.000 121.866.938 .600 .000


=4,25 =10,45
X4 Total Liabilities 192.308.466 .864 11.660 .003 .000.000

Sales 3.629.327 .583 .572 38.413.407 .000 .000


=3,10 =1,12
X5 Total Assets 1.168.956 .042 .706 34.367.153 .000 .000
Rumus untuk mencari nilai Zi pada perusahaan yang sudah Go Public,

Zi = 1,2X1 + 1,4X2 + 3,3X3 + 0,6X4 + 1,0X5

Zi PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk = 1,2(0,56) + 1,4(0,62) + 3,3(0,12) + 0,6(4,25) + 1,0(3,10)


= 0,67 + 0,87 + 0,40 + 2,55 + 3,10
= 7,59
Zi PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk = 1,2(0,20) + 1,4(0,44) + 3,3(0,19) + 0,6(10,45) + 1,0(1,12)
= 0,24 + 0,62 + 0,627 + 6,27 + 1,12
= 8,88

VARIABEL RUMUS PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI)

Working Capital 77.483.166 .547 307.523.165 .101


=0,09 =0,41
X1 Total Assets 833.933.861 .594 758.846.556 .031

Retained Earnings 135.616 .251.059 179.018.030 .931


=0,16 =0,24
X2 Total Assets 833.933.861 .594 758.846.556 .031

EBIT 103.997.205 .048 133.796.347 .382


=0,12 =0,18
X3 Total Assets 833.933.861 .594 758.846.556 .031

Market Value of Equity 3.408.000 .000 .000 1.733.629 .272.600


=17,17 =8,86
X4 Total Liabilities 198.455.391 .702 192.308 .466 .864
Sales 831.104 .026 .853 1.430.785 .280 .985
=1,00 =1,89
X5 Total Assets 833.933 .861.594 758.846 .556 .031

Rumus untuk mencari nilai Zi pada perusahaan yang sudah Go Public,

Zi = 1,2X1 + 1,4X2 + 3,3X3 + 0,6X4 + 1,0X5

Zi PT Sariguna Primatirta Tbk = 1,2(0,09) + 1,4(0,16) + 3,3(0,12) + 0,6(17,17) + 1,0(1,00)


= 0,11 + 0,22 + 0,40 + 10,30 + 1,00
= 12,03
Zi PT Buyung Poetra Sembada Tbk = 1,2(0,41) + 1,4(0,24) + 3,3(0,18) + 0,6(8,86) + 1,0(1,89)
= 0,49 + 0,34 + 0,59 + 6,27 + 1,89
= 8,63

VARIABEL RUMUS PT Campina Ice Cream Industry Tbk (CAMP) PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD)

Working Capital 603.358.724 .641 242.382.725 .806


=0,60 =0,06
X1 Total Assets 1.004 .275.813 .783 4.212 .408.305 .683

Retained Earnings 96.683.674 .317 743.914 .402.058


=0,10 =0,18
X2 Total Assets 1.004 .275.813 .783 4.212 .408.305 .683

EBIT 93.673.228 .007 631.416.098 .541


=0,09 =0,15
X3 Total Assets 1.004 .275.813 .783 4.212 .408.305 .683
Market Value of Equity 2.036.210 .000 .000 13.836.713 .045 .625
=17,13 =8,03
X4 Total Liabilities 118.853 .215 .128 1.722.999 .829 .003

Sales 961.136 .629.003 8.048.946 .664 .266


=0,96 =1,91
X5 Total Assets 1.004 .275.813 .783 4.212 .408 .305.683

Rumus untuk mencari nilai Zi pada perusahaan yang sudah Go Public,

Zi = 1,2X1 + 1,4X2 + 3,3X3 + 0,6X4 + 1,0X5

Zi PT Campina Ice Cream Industry Tbk = 1,2(0,60) + 1,4(0,10) + 3,3(0,09) + 0,6(17,13) + 1,0(0,96)
= 0,72 + 0,14 + 0,30 + 10,28 + 0,96
= 12,40
Zi PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk = 1,2(0,06) + 1,4(0,18) + 3,3(0,15) + 0,6(8,03) + 1,0(1,91)
= 0,07 + 0,25 + 0,50 + 4,82 + 1,91
= 7,55
Tabel Hasil Perhitungan Z-Score Perusahaan Food & Beverages Tahun 2018
No Kode Perusahaan Tahun X1 X2 X3 X4 X5 Z-Score Prediksi Kebangkrutan
1 MYOR 2018 0,45 0,45 0,16 6,47 1,37 6,96 Tidak Bangkrut

2 ULTJ 2018 0,39 0,73 0,17 19,97 0,99 15,02 Tidak Bangkrut

3 SKLT 2018 0,09 0,16 0,08 2,54 1,40 3,52 Tidak Bangkrut
4 INDF 2018 0,02 0,24 0,09 1,40 0,76 2,26 Rawan Bangkrut

5 CEKA 2018 0,56 0,62 0,12 4,25 3,10 7,59 Tidak Bangkrut

6 ICBP 2018 0,20 0,44 0,19 10,45 1.12 8,88 Tidak Bangkrut

7 CLEO 2018 0,09 0,16 0,12 17,17 1,00 12,03 Tidak Bangkrut

8 HOKI 2018 0,41 0,24 0,18 8,86 1,89 8,63 Tidak Bangkrut

9 CAMP 2018 0,60 0,10 0,09 17,13 0,96 12,40 Tidak Bangkrut

10 GOOD 2018 0,06 0,18 0,15 8,03 1,91 7,55 Tidak Bangkrut

Nilai Z score dihitung dari, Z score = 1,2X1 + 1,4X2 + 3,3X3 + 0,6X4 + 1,0X5

ANALISIS PREDIKSI KEBANGKRUTAN Z-SCORE PERUSAHAAN FOOD & BEVERAGES TAHUN 2018
1. PT Mayora Indah Tbk (MYOR)
Berdasarkan analisis multivariate prediksi kebangkrutan Altman Z-Score, didapatkan nilai Z-Score sebesar 6,96. Artinya, kondisi keuangan PT Mayora Indah Tbk
aman dari kebangkrutan dan dapat dikategorikan dalam perusahaan tidak bangkrut dimana nilai Z-Score PT Mayora Indah Tbk berada diatas 2,99 atau Z-Score > 2,99.
Hal ini karena nilai dari variabel X4 yang tinggi, yaitu sebesar 6,47 nilai yang tinggi menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar atau memenuhi hutang
hutang/kewajiban dari nilai pasar modal sendiri. Nilai pasar modal diperoleh dari jumlah saham yang beredar kali harga pasar saham. Nilai variabel X1 (Net Working
Capital to total assets) sebesar 0,45 yang memiliki arti, setiap penggunaan Rp 1 aset yang dimiliki oleh PT Mayora Indah Tbk menghasilkan modal kerja bersih sebesar
Rp. 0,45. Modal kerja bersih yang dimaksud merupakan salah satu rasio likuiditas yang mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek
atau hutang jangka pendeknya. Hasil rasio tersebut bernilai positif yang artinya aset lancar lebih besar dari kewajiban lancar. Nilai variabel X2 (Retained Earning to
Total Assets) sebesar 0,45 memiliki arti, setiap penggunaan Rp 1 aset yang dimiliki oleh PT Mayora Indah Tbk hanya mampu menghasilkan laba ditahan sebesar Rp.
0,45. Laba ditahan merupakan laba yang tidak dibagikan kepada para pemegang saham yang dalam laporan keuangan bisa dilihat dari saldo laba pada akhir tahunnya.
Nilai variabel X3 (Earning before taxes and interest to Total Assets) rendah yaitu sebesar 0,16 memiliki arti, setiap penggunaan Rp 1 aset yang dimiliki oleh PT
Mayora Indah Tbk hanya mampu menghasilkan EBIT sebesar Rp. 0,16. EBIT yang tidak nampak secara langsung pada laporan keuangan bisa dihitung dari Laba bersih
atau EAT + Beban Pajak + Beban Bunga. Nilai variabel X5 (Sales to Total Assets) tinggi yaitu sebesar 1,37 memiliki arti bahwa dalam satu periode, total aset
perusahaan berputar sebanyak 1,37 kali. PT Mayora Indah telah menghasilkan 1,37 rupiah penjualan pada setiap rupiah yang diinvestasikan dalam asetnya. Ini artinya
perusahaan sudah efisien dalam menggunakan asetnya untuk menghasilkan penjualan. Nilai Variabel yang mendominasi sehingga perusahaan dapat dikategorikan tidak
bangkrut adalah Variabel X4 (Market Value of Equity to Total Liabilities).
2. PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ)
Berdasarkan analisis multivariate prediksi kebangkrutan Altman Z-Score, didapatkan nilai Z-Score sebesar 15,02. Artinya, kondisi keuangan PT Ultrajaya aman dari
kebangkrutan dan dapat dikategorikan dalam perusahaan tidak bangkrut dimana nilai Z-Score PT Ultrajaya berada diatas 2,99 atau Z-Score > 2,99. Hal ini karena nilai
dari variabel X4 yang tinggi, yaitu sebesar 19,97 nilai yang tinggi menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar atau memenuhi hutang hutang/kewajiban dari
nilai pasar modal sendiri. Nilai pasar modal diperoleh dari jumlah saham yang beredar kali harga pasar saham. Nilai variabel X1 (Net Working Capital to total assets)
sebesar 0,39 yang memiliki arti, setiap penggunaan Rp 1 aset yang dimiliki oleh perusahaan menghasilkan modal kerja bersih sebesar Rp. 0,39. Modal kerja bersih
yang dimaksud merupakan salah satu rasio likuiditas yang mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek atau hutang jangka
pendeknya. Hasil rasio tersebut bernilai positif yang artinya aset lancar lebih besar dari kewajiban lancar. Nilai variabel X2 (Retained Earning to Total Assets) sebesar
0,73 memiliki arti, setiap penggunaan Rp 1 aset yang dimiliki oleh perusahaan mampu menghasilkan laba ditahan sebesar Rp. 0,73. Laba ditahan merupakan laba yang
tidak dibagikan kepada para pemegang saham yang dalam laporan keuangan bisa dilihat dari saldo laba pada akhir tahunnya. Nilai variabel X3 (Earningbefore taxes
and interest to Total Assets) rendah yaitu sebesar 0,17 memiliki arti, setiap penggunaan Rp 1 aset yang dimiliki oleh perusahaan hanya mampu menghasilkan EBIT
sebesar Rp. 0,17. EBIT yang tidak nampak secara langsung pada laporan keuangan bisa dihitung dari Laba bersih atau EAT + Beban Pajak + Beban Bunga. Nilai
variabel X5 (Sales to Total Assets) hanya sebesar 0,99 memiliki arti perusahaan telah menghasilkan 0,99 rupiah penjualan pada setiap rupiah yang diinvestasikan dalam
asetnya. Nilai Variabel yang mendominasi sehingga perusahaan dapat dikategorikan tidak bangkrut adalah Variabel X4 (Market Value of Equity to Total Liabilities).
3. PT Sekar Laut Tbk (SKLT)
Berdasarkan analisis multivariate prediksi kebangkrutan Altman Z-Score, didapatkan nilai Z-Score sebesar 3,52. Artinya, kondisi keuangan PT Sekar Laut Tbk aman
dari kebangkrutan dan dapat dikategorikan dalam perusahaan tidak bangkrut dimana Z-Score PT Sekar Laut Tbk berada diatas 2,99 atau Z-Score > 2,99. Hal ini
karena nilai dari variabel X4 yang cukup tinggi, yaitu sebesar 2,54 nilai yang tinggi menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar atau memenuhi hutang
hutang/kewajiban dari nilai pasar modal sendiri. Nilai pasar modal diperoleh dari jumlah saham yang beredar kali harga pasar saham. Nilai variabel X1 (Net Working
Capital to total assets) rendah yaitu 0,09 yang memiliki arti, setiap penggunaan Rp 1 aset yang dimiliki oleh perusahaan menghasilkan modal kerja bersih sebesar Rp.
0,09. Modal kerja bersih yang dimaksud merupakan salah satu rasio likuiditas yang mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek atau
hutang jangka pendeknya. Meski nilai X1 rendah tetapi masih bernilai positif yang artinya aset lancar lebih besar dari kewajiban lancar. Nilai variabel X2 (Retained
Earning to Total Assets) juga rendah yaitu 0,16 memiliki arti, setiap penggunaan Rp 1 aset yang dimiliki oleh perusahaan akan menghasilkan laba ditahan sebesar Rp.
0,16. Laba ditahan merupakan laba yang tidak dibagikan kepada para pemegang saham yang dalam laporan keuangan bisa dilihat dari saldo laba pada akhir tahunnya.
Nilai variabel X3 (Earning before taxes and interest to Total Assets) juga rendah yaitu sebesar 0,08 memiliki arti, setiap penggunaan Rp 1 aset yang dimiliki oleh
perusahaan akan menghasilkan EBIT sebesar Rp. 0,08. EBIT yang tidak nampak secara langsung pada laporan keuangan bisa dihitung dari Laba bersih atau EAT +
Beban Pajak + Beban Bunga. Nilai variabel X5 (Sales to Total Assets) sebesar 1,40 memiliki arti perusahaan telah menghasilkan 1,40 rupiah penjualan pada setiap
rupiah yang diinvestasikan dalam asetnya. Ini artinya perusahaan sudah efisien dalam menggunakan asetnya untuk menghasilkan penjualan karena nilainya lebih dari 1.
Meskipun nilai dari variabel X1, X2 dan X3 rendah namun nilai X4 dan X5 yang cukup besar sehingga PT Sekar Laut Tbk masih tergolong aman dari kebangkrutan.
Nilai Variabel yang mendominasi sehingga perusahaan dapat dikategorikan tidak bangkrut adalah Variabel X4 (Market Value of Equity to Total Liabilities).
4. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)
Berdasarkan analisis multivariate prediksi kebangkrutan Altman Z-Score, didapatkan nilai Z-Score sebesar 2,26. Artinya, PT Indofood Sukses Makmur Tbk
dikategorikan dalam perusahaan rawan bangkrut dimana nilai Z-Score berada diantara 1,81 dan 2,99 atau 1,81 ≤ Z-Score ≤ 2,99. Hal ini karena nilai variabel X1 (Net
Working Capital to total assets) yang sangat rendah yaitu hanya sebesar 0,02 dimana setiap penggunaan Rp 1 aset yang dimiliki oleh perusahaan hanya dapat
menghasilkan modal kerja bersih sebesar Rp. 0,02. Meski nilai X1 rendah tetapi masih bernilai positif yang artinya aset lancar lebih besar dari kewajiban lancar. Nilai
variabel X2 (Retained Earning to Total Assets) sebesar 0,24 memiliki arti, setiap penggunaan Rp 1 aset yang dimiliki oleh perusahaan hanya mampu menghasilkan laba
ditahan sebesar Rp. 0,24. Laba ditahan merupakan laba yang tidak dibagikan kepada para pemegang saham yang dalam laporan keuangan bisa dilihat dari saldo laba
pada akhir tahunnya. Nilai variabel X3 (Earning before taxes and interest to Total Assets) rendah yaitu 0,09 memiliki arti, setiap penggunaan Rp 1 aset yang dimiliki
oleh perusahaan hanya mampu menghasilkan EBIT sebesar Rp. 0,09. EBIT yang tidak nampak secara langsung pada laporan keuangan bisa dihitung dari Laba bersih
atau EAT + Beban Pajak + Beban Bunga. Nilai dari variabel X4 yaitu sebesar 1,40 artinya perusahaan memiliki kemampuan dalam membayar atau memenuhi hutang
hutang/kewajiban dengan nilai pasar modal sendiri. Nilai pasar modal diperoleh dari jumlah saham yang beredar kali harga pasar saham. Nilai variabel X5 (Sales to
Total Assets) hanya sebesar 0,76 memiliki arti perusahaan telah menghasilkan 0,76 rupiah penjualan pada setiap rupiah yang diinvestasikan dalam asetnya. Ini artinya
perusahaan kurang efisien dalam menggunakan asetnya untuk menghasilkan penjualan. Akibat dari kecilnya modal kerja bersih maka laba yang dihasilkan perusahaan
pun akan kecil juga karena antara variabel yang satu dengan yang lain memiliki hubungan yang saling mempengaruhi. Hal seperti ini yang membuat perusahaan
mengalami kesulitan keuangan dan masuk dalam kategori perusahaan rawan bangkrut. Perusahaan harus segera mengambil tindakan dari adanya indikasi kebangkrutan
5. PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (CEKA)
Berdasarkan analisis multivariate prediksi kebangkrutan Altman Z-Score, didapatkan nilai Z-Score sebesar 7,59. Artinya, kondisi keuangan PT Wilmar Cahaya
Indonesia Tbk aman dari kebangkrutan dan dapat dikategorikan dalam perusahaan tidak bangkrut dimana nilai Z-Score PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk berada
diatas 2,99 atau Z-Score > 2,99. Hal ini karena nilai dari variabel X4 yang cukup tinggi, yaitu sebesar 4,25 nilai yang tinggi menunjukkan kemampuan perusahaan
untuk membayar atau memenuhi hutang hutang/kewajiban dari nilai pasar modal sendiri. Nilai pasar modal diperoleh dari jumlah saham yang beredar kali harga pasar
saham. Nilai variabel X1 (Net Working Capital to total assets) sebesar 0,56 yang memiliki arti, setiap penggunaan Rp 1 aset yang dimiliki oleh perusahaan
menghasilkan modal kerja bersih sebesar Rp. 0,56. Modal kerja bersih yang dimaksud merupakan salah satu rasio likuiditas yang mengukur kemampuan perusahaan
dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Hasil rasio tersebut bernilai positif yang artinya aset lancar lebih besar dari kewajiban lancar. Nilai variabel X2
(Retained Earning to Total Assets) sebesar 0,62 memiliki arti, setiap penggunaan Rp 1 aset yang dimiliki oleh perusahaan akan menghasilkan laba ditahan sebesar Rp.
0,62. Laba ditahan merupakan laba yang tidak dibagikan kepada para pemegang saham yang dalam laporan keuangan bisa dilihat dari saldo laba pada akhir tahunnya.
Nilai variabel X3 (Earning before taxes and interest to Total Assets) sebesar 0,12 memiliki arti, setiap penggunaan Rp 1 aset yang dimiliki oleh perusahaan akan
menghasilkan EBIT sebesar Rp. 0,12. EBIT yang tidak nampak secara langsung pada laporan keuangan bisa dihitung dari EAT + Beban Pajak + Beban Bunga. Nilai
variabel X5 (Sales to Total Assets) sangat tinggi yaitu 3,10 memiliki arti perusahaan telah menghasilkan 3,10 rupiah penjualan pada setiap rupiah yang diinvestasikan
dalam asetnya. Ini artinya perusahaan sudah efisien dalam menggunakan asetnya untuk menghasilkan penjualan karena nilainya lebih dari 1. Meskipun nilai dari
variabel X1, X2 dan X3 rendah namun nilai X4 dan X5 yang cukup tinggi sehingga PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk masih tergolong aman dari kebangkrutan. Nilai
Variabel yang mendominasi sehingga perusahaan dapat dikategorikan tidak bangkrut adalah Variabel X4 (Market Value of Equity to Total Liabilities).
6. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)
Berdasarkan analisis multivariate prediksi kebangkrutan Altman Z-Score, didapatkan nilai Z-Score sebesar 8,88. Artinya, kondisi keuangan PT Indofood CBP
Sukses Makmur Tbk aman dari kebangkrutan dan dapat dikategorikan dalam perusahaan tidak bangkrut dimana nilai Z-Score PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk
berada diatas 2,99 atau Z-Score > 2,99. Hal ini karena nilai dari variabel X4 yang tinggi, yaitu sebesar 10,45 nilai yang tinggi menunjukkan kemampuan perusahaan
untuk memenuhi hutang hutang dari nilai pasar modal sendiri. Nilai pasar modal diperoleh dari jumlah saham yang beredar kali harga pasar saham. Nilai variabel X1
(Net Working Capital to total assets) sebesar 0,20 yang memiliki arti, setiap penggunaan Rp 1 aset yang dimiliki oleh perusahaan mampu menghasilkan modal kerja
bersih sebesar Rp. 0,20. Meski nilai X1 rendah tetapi masih bernilai positif yang artinya aset lancar lebih besar dari kewajiban lancar. Nilai variabel X2 (Retained
Earning to Total Assets) sebesar 0,44 memiliki arti, setiap penggunaan Rp 1 aset yang dimiliki oleh perusahaan menghasilkan laba ditahan sebesar Rp. 0,44. Laba
ditahan merupakan laba yang tidak dibagikan kepada para pemegang saham yang dalam laporan keuangan bisa dilihat dari saldo laba pada akhir tahunnya. Nilai
variabel X3 (Earning before taxes and interest to Total Assets) sebesar 0,19 memiliki arti, setiap penggunaan Rp 1 aset yang dimiliki oleh perusahaan mampu
menghasilkan EBIT sebesar Rp. 0,19. EBIT yang tidak nampak secara langsung pada laporan keuangan bisa dihitung dari EAT + Beban Pajak + Beban Bunga. Nilai
variabel X5 (Sales to Total Assets) tinggi yaitu 1,12 memiliki arti perusahaan telah menghasilkan 1,12 rupiah penjualan pada setiap rupiah yang diinvestasikan dalam
asetnya. Ini artinya perusahaan sudah efisien dalam menggunakan asetnya untuk menghasilkan penjualan karena nilainya lebih dari 1. Meskipun nilai dari variabel X1,
X2 dan X3 rendah namun nilai X4 dan X5 yang cukup tinggi sehingga PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk masih tergolong aman dari kebangkrutan. Nilai Variabel
yang mendominasi sehingga perusahaan dapat dikategorikan tidak bangkrut adalah Variabel X4 (Market Value of Equity to Total Liabilities).
7. PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO)
Berdasarkan analisis multivariate prediksi kebangkrutan Altman Z-Score, didapatkan nilai Z-Score sebesar 12,03. Artinya, kondisi keuangan PT Sariguna Primatirta
Tbk aman dari kebangkrutan dan dapat dikategorikan dalam perusahaan tidak bangkrut dimana nilai Z-Score PT Sariguna Primatirta Tbk berada diatas 2,99 atau Z-
Score > 2,99. Hal ini karena nilai dari variabel X4 yang sangat tinggi, yaitu sebesar 17,17 nilai yang tinggi menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar atau
memenuhi hutang hutang/kewajiban dari nilai pasar modal sendiri. Nilai pasar modal diperoleh dari jumlah saham yang beredar kali harga pasar saham. Nilai variabel
X1 (Net Working Capital to total assets) rendah yaitu sebesar 0,09 yang memiliki arti, setiap penggunaan Rp 1 aset yang dimiliki oleh perusahaan hanya mampu
menghasilkan modal kerja bersih sebesar Rp. 0,09. Meski nilai X1 rendah tetapi masih bernilai positif yang artinya aset lancar lebih besar dari kewajiban lancar. Nilai
variabel X2 (Retained Earning to Total Assets) yang rendah sebesar 0,16 memiliki arti, setiap penggunaan Rp 1 aset yang dimiliki oleh perusahaan akan menghasilkan
laba ditahan sebesar Rp. 0,16. Laba ditahan merupakan laba yang tidak dibagikan kepada para pemegang saham yang dalam laporan keuangan bisa dilihat dari saldo
laba pada akhir tahunnya. Nilai variabel X3 nya (Earning before taxes and interest to Total Assets) rendah sebesar 0,12 memiliki arti, setiap penggunaan Rp 1 aset yang
dimiliki oleh perusahaan akan menghasilkan EBIT sebesar Rp. 0,12. EBIT yang tidak nampak secara langsung pada laporan keuangan bisa dihitung dari Laba bersih
atau EAT + Beban Pajak + Beban Bunga. Nilai variabel X5 (Sales to Total Assets) sebesar 1,00 memiliki arti perusahaan telah menghasilkan 1,00 rupiah penjualan
pada setiap rupiah yang diinvestasikan dalam asetnya. Ini artinya perusahaan sudah efisien dalam menggunakan asetnya untuk menghasilkan penjualan. Meskipun nilai
dari variabel X1, X2 dan X3 rendah namun nilai X4 dan X5 yang cukup tinggi sehingga PT Sariguna Primatirta Tbk masih tergolong aman dari kebangkrutan. Nilai
Variabel yang mendominasi sehingga perusahaan dapat dikategorikan tidak bangkrut adalah Variabel X4 (Market Value of Equity to Total Liabilities).
8. PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI)
Berdasarkan analisis multivariate prediksi kebangkrutan Altman Z-Score, didapatkan nilai Z-Score sebesar 8,63. Artinya, kondisi keuangan PT Buyung Poetra
Sembada Tbk aman dari kebangkrutan dan dapat dikategorikan dalam perusahaan tidak bangkrut dimana nilai Z-Score PT Buyung Poetra Sembada Tbk berada diatas
2,99 atau Z-Score > 2,99. Hal ini karena nilai dari variabel X4 yang tinggi, yaitu sebesar 8,86 nilai yang tinggi menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar
atau memenuhi hutang hutang/kewajiban dari nilai pasar modal sendiri. Nilai pasar modal diperoleh dari jumlah saham yang beredar kali harga pasar saham. Nilai
variabel X1 (Net Working Capital to total assets) sebesar 0,41 yang memiliki arti, setiap penggunaan Rp 1 aset yang dimiliki oleh perusahaan hanya mampu
menghasilkan modal kerja bersih sebesar Rp. 0,41. Meski nilai X1 rendah tetapi masih bernilai positif yang artinya aset lancar perusahaan lebih besar dari kewajiban
lancarnya. Nilai variabel X2 (Retained Earning to Total Assets) sebesar 0,24 memiliki arti, setiap penggunaan Rp 1 aset yang dimiliki oleh perusahaan akan
menghasilkan laba ditahan sebesar Rp. 0,24. Laba ditahan merupakan laba yang tidak dibagikan kepada para pemegang saham yang dalam laporan keuangan bisa
dilihat dari saldo laba pada akhir tahunnya. Nilai variabel X3 (Earning before taxes and interest to Total Assets) yang rendah hanya sebesar 0,18 memiliki arti, setiap
penggunaan Rp 1 aset yang dimiliki oleh perusahaan menghasilkan EBIT sebesar Rp. 0,18. EBIT yang tidak nampak secara langsung pada laporan keuangan bisa
dihitung dari Laba bersih atau EAT + Beban Pajak + Beban Bunga. Nilai variabel X5 (Sales to Total Assets) tinggi yaitu sebesar 1,89 memiliki arti perusahaan telah
menghasilkan 1,89 rupiah penjualan pada setiap rupiah yang diinvestasikan dalam asetnya. Ini artinya perusahaan sudah efisien dalam menggunakan asetnya untuk
menghasilkan penjualan karena nilainya lebih dari 1. Meskipun nilai dari variabel X1, X2 dan X3 rendah namun nilai X4 dan X5 yang cukup tinggi sehingga PT
Buyung Poetra Sembada Tbk masih tergolong aman dari kebangkrutan. Nilai Variabel yang mendominasi sehingga perusahaan dapat dikategorikan tidak bangkrut
adalah Variabel X4 (Market Value of Equity to Total Liabilities).
9. PT Campina Ice Cream Industry Tbk (CAMP)
Berdasarkan analisis multivariate prediksi kebangkrutan Altman Z-Score, didapatkan nilai Z-Score sebesar 12,40. Artinya, kondisi keuangan PT Campina Ice Cream
Industry Tbk aman dari kebangkrutan dan dapat dikategorikan dalam perusahaan tidak bangkrut dimana nilai Z-Score PT Campina Ice Cream Industry Tbk berada
diatas 2,99 atau Z-Score > 2,99. Hal ini karena nilai dari variabel X4 yang sangat tinggi, yaitu sebesar 17,13 nilai yang tinggi menunjukkan kemampuan perusahaan
untuk membayar atau memenuhi hutang hutang/kewajiban dari nilai pasar modal sendiri. Nilai pasar modal diperoleh dari jumlah saham yang beredar kali harga pasar
saham. Nilai variabel X1 (Net Working Capital to total assets) sebesar 0,60 yang memiliki arti, setiap penggunaan Rp 1 aset yang dimiliki oleh perusahaan
menghasilkan modal kerja bersih sebesar Rp. 0,60. Modal kerja bersih yang dimaksud merupakan salah satu rasio likuiditas yang mengukur kemampuan perusahaan
dalam memenuhi kewajiban jangka pendek atau hutang jangka pendeknya. Hasil rasio tersebut bernilai positif yang artinya aset lancar lebih besar dari kewajiban
lancar. Nilai variabel X2 (Retained Earning to Total Assets) rendah yaitu sebesar 0,10 memiliki arti, setiap penggunaan Rp 1 aset yang dimiliki oleh perusahaan mampu
menghasilkan laba ditahan sebesar Rp. 0,10. Laba ditahan merupakan laba yang tidak dibagikan kepada para pemegang saham yang dalam laporan keuangan bisa
dilihat dari saldo laba pada akhir tahunnya. Nilai variabel X3 (Earningbefore taxes and interest to Total Assets) juga rendah sebesar 0,09 memiliki arti, setiap
penggunaan Rp 1 aset yang dimiliki oleh perusahaan hanya mampu menghasilkan EBIT sebesar Rp. 0,09. EBIT yang tidak nampak secara langsung pada laporan
keuangan bisa dihitung dari EAT + Beban Pajak + Beban Bunga. Nilai variabel X5 (Sales to Total Assets) sebesar 0,96 memiliki arti perusahaan telah menghasilkan
0,96 rupiah penjualan pada setiap rupiah yang diinvestasikan dalam asetnya. Ini artinya perusahaan kurang efisien dalam menggunakan asetnya untuk menghasilkan
penjualan. Nilai Variabel yang mendominasi sehingga perusahaan dapat dikategorikan tidak bangkrut adalah Variabel X4 (Market Value of Equity to Total Liabilities).
10. PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD)
Berdasarkan analisis multivariate prediksi kebangkrutan Altman Z-Score, didapatkan nilai Z-Score sebesar 7,55. Artinya, kondisi keuangan PT Garudafood Putra
Putri Jaya Tbk aman dari kebangkrutan dan dapat dikategorikan dalam perusahaan tidak bangkrut dimana nilai Z-Score PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk berada
diatas 2,99 atau Z-Score > 2,99. Hal ini karena nilai dari variabel X4 yang tinggi, yaitu sebesar 8,03 nilai yang tinggi menunjukkan kemampuan perusahaan untuk
membayar atau memenuhi hutang hutang/kewajiban dari nilai pasar modal sendiri. Nilai pasar modal diperoleh dari jumlah saham yang beredar kali harga pasar
saham. Nilai variabel X1 (Net Working Capital to total assets) rendah sebesar 0,06 yang memiliki arti, setiap penggunaan Rp 1 aset yang dimiliki oleh perusahaan
hanya mampu menghasilkan modal kerja bersih sebesar Rp. 0,06. Meski nilai X1 rendah tetapi masih bernilai positif yang artinya aset lancar perusahaan lebih besar
dari kewajiban lancarnya. Nilai variabel X2 (Retained Earning to Total Assets) rendah yaitu sebesar 0,18 memiliki arti, setiap penggunaan Rp 1 aset yang dimiliki oleh
perusahaan akan menghasilkan laba ditahan sebesar Rp. 0,18. Laba ditahan merupakan laba yang tidak dibagikan kepada para pemegang saham yang dalam laporan
keuangan bisa dilihat dari saldo laba pada akhir tahunnya. Nilai variabel X3 (Earning before taxes and interest to Total Assets) yang juga rendah yaitu sebesar 0,15
memiliki arti, setiap penggunaan Rp 1 aset yang dimiliki oleh perusahaan hanya mampu menghasilkan EBIT sebesar Rp. 0,15. EBIT yang tidak nampak secara
langsung pada laporan keuangan bisa dihitung dari Laba bersih atau EAT + Beban Pajak + Beban Bunga. Nilai variabel X5 (Sales to Total Assets) sebesar 1,91
memiliki arti perusahaan telah menghasilkan 1,91 rupiah penjualan pada setiap rupiah yang diinvestasikan dalam asetnya. Ini artinya perusahaan sudah efisien dalam
menggunakan asetnya untuk menghasilkan penjualan karena nilainya lebih dari 1. Meskipun nilai dari variabel X1, X2 dan X3 rendah namun nilai X4 dan X5 yang
cukup tinggi sehingga PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk masih tergolong aman dari kebangkrutan. Nilai Variabel yang mendominasi sehingga perusahaan dapat
dikategorikan tidak bangkrut adalah Variabel X4 (Market Value of Equity to Total Liabilities).