Anda di halaman 1dari 2

Lanjut usia (Lansia) adalah kelompok orang yang sedang mengalami suatu proses perubahan yang

bertahap dalam jangka waktu beberapa dekade dan merupakan kenyataan yang tidak dapat dihindari
(Notoatmodjo, 2007). Secara umum dikatakan lanjut usia apabila usia yang mencapai 60 tahun ke atas,
hal ini berdasarkan Undang Undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia (Infodatin,
2016).

Proses yang dialami lansia merupakan tahap akhir perkembangan pada daur kehidupan manusia dimana
tubuh akan mencapai titik perkembangan yang maksimal dan mulai menurun dikarenakan berkurangnya
jumlah sel-sel yang ada di di dalam tubuh. Kemudian, tubuh juga akan mengalami penurunan fungsi
secara perlahan - lahan yang disebut juga dengan proses penuaan. Proses penuaan merupakan suatu
proses yang secara perlahan- lahan menghilangnya kemampuan jaringan untuk memperbaiki
diri/mengganti dan mempertahankan fungsi normalnya (Maryam, S. 2011).

Menjadi lansia ditandai adanya penurunan biologis maupun fisiologis yang terlihat sebagai penurunan
yang terjadi adalah kemampuan- kemampuan kognitif seperti suka lupa, penurunan orientasi terhadap
waktu, ruang, tempat, serta tidak mudah menerima hal ide baru.

Tugas Perkembangan Lansia :

1. Mempersiapkan diri dengan adanya penurunan kondisi.

2. Mempersiapkan diri untuk pensiun.

3. Membina hubungan yang baik dengan orang seusianya.

4. Mempersiapkan kehidupan baru.

5. Mempersiapkan diri untuk kematiannya dan kematian pasangan.

Peran perawat pada lansia yaitu :

1. Keterbukaan (openness)

2. Empati (emphaty)

3. Sikap Positif (positiveness)

4. Kesamaan (equality)

5. Dukungan (supportiveness)

Dalam melakukan pendekatan pada proses keperawatan untuk pasien lansia, diperlukan sebuah
persiapan diri yang benar-benar matang, karena hal tersebut merupakan proses yang kompleks dan
sangat menantang, dikarenakan banyaknya hal-hal yang perlu dipertimbangkan dengan sangat matang
seperti :
a. Hubungan timbal balik antara aspek fisik dan aspek psikososial

dari lansia dimana aspek fisik dan psikososial ini saling berhubungan dan mempengaruhi

b. Efek dari penyakit yang di deritadan disability atau ketidakmampuan atau keterbatasan pada status
fungsional pada usia lanjut

c. Menurunnya respon darimekanisme homeostatis

d. Kurangnya standar keadaan sehat atau sakit dari pasien

e. Adanya perubahan respon yang terjadi pda klien terhadap penyakit dimana tanda dan gejala yang
dialami tidak spesifik

f. Kerusakan pada fungsi kognitif seperti memory loss