Anda di halaman 1dari 4

Dalam melakukan pendekatan pada proses keperawatan untuk pasien lansia, diperlukan sebuah

persiapan diri yang benar-benar matang, karena hal tersebut merupakan proses yang kompleks dan
sangat menantang, dikarenakan banyaknya hal-hal yang perlu dipertimbangkan dengan sangat matang
seperti :

a. Hubungan timbal balik antara aspek fisik dan aspek psikososial

dari lansia dimana aspek fisik dan psikososial ini saling berhubungan dan mempengaruhi

b. Efek dari penyakit yang di deritadan disability atau ketidakmampuan atau keterbatasan pada status
fungsional pada usia lanjut

c. Menurunnya respon darimekanisme homeostatis

d. Kurangnya standar keadaan sehat atau sakit dari pasien

e. Adanya perubahan respon yang terjadi pda klien terhadap penyakit dimana tanda dan gejala yang
dialami tidak spesifik

f. Kerusakan pada fungsi kognitif seperti memory loss

Tujuan asuhan keperawatan untuk lanjut usian adalah untuk tujuan memberikan asuhan keperawatan
pada lanjut usia yaitu, :

a. Agar lanjut usia dapat melakukan kegiatan sehari–hari secara mandiri dengan peningkatan
kesehatan (Health Promotion), pencegahan penyakit, pemeliharaan kesehatan. Sehingga memiliki
ketenengan hidup dan produktif sapai akhir hidup.

b. Mempertahankan kesehatan serta kemampuan dari mereka yang usianya telah lanjut dengan jalan
perawatan dan pencegahan.

c. Membantu mempertahankan serta membesarkan daya hidup atau semangathidup klien lanjut usia
(Life Support ).

d. Menolong dan merawat klien lanjut usia yang menderita penyakit / mengalami gangguan tertentu
( kronis maupun akut ).

e. Merangsang para petugas kesehatan ( dokter, perawat )untuk dapat mengenal dan menegakkan
diagnosa yang tepat dan dini, bila mereka menjumpai suatu kelainan tertent.

f. Mencari upaya semaksimal mungkin, agar para klien lanjut usia yang menderita suatu penyakit /
gangguan, masih dapat mempertahankan kebebasan yang maksimal tanpa perlu suatu pertolongan
(Memelihara kemandirian secara maksimal ).
Fokus Asuhan Keperawatan Lanjut Usia

Keperawatan lanjut usia berfokus pada :

a. Peningkatan kesehatan (helth promotion)

b. Pencegahan penyakit (preventif)

c. Mengoptimalkan fungsi mental

d. Mengatasi gangguan kesehatan yang umum.

Konsep Asuhan Keperawatan Lanjut Usia

Pengkajian

a. Tujuan dalam pengkajian :

1) Menentukan kemampuan klien untuk memelihara diri sendiri.

2) Melengkapi dasar – dasar rencana perawatan individu.

3) Membantu menghindarkan bentuk dan penandaan klien.

4) Memberi waktu kepada klien untuk menjawab.

b. Pengkajiam tersebut meliputi aspek :

1) Fisik

Wawancara :

a) Pandangan lanjut usia tentang kesehatan.

b) Kegiatan yang mampu di lakukan lanjut usia.

c) Kebiasaan lanjut usia merawat diri sendiri.

d) Kekuatan fisik lanjut usia : otot, sendi, penglihatan, dan pndengaran.

e) Kebiasaan makan, minum, istirahat/tidur, BAB/BAK.

f) Kebiasaan gerak badan / olahraga /senam lanjut usia.

g) Perubahan-perubahan fungsi tubuh yang sangat bermakna dirasakan.

h) Kebiasaan lanjut usia dalam memelihara kesehatan dan kebiasaan dalam minum obat.
i) Masalah-masalah seksual yang telah di rasakan.

Pemeriksaan fisik :

a) Pemeriksanaan di lakukan dengan cara inspeksi, palpasi, perkusi, dan auskultasi untuk mengetahui
perubahan sistem tubuh.

b) Pendekatan yang di gunakan dalam pemeriksanaan fisik,yaitu : Head to toe dan Sistem tubuh

2) Psikologis

a) Bagaimana sikapnya terhadap proses penuaan.

b) Apakah dirinya merasa di butuhkan atau tidak.

c) Apakah optimis dalam memandang suatu kehidupan.

d) Bagaimana mengatasi stress yang di alami.

e) Apakah mudah dalam menyesuaikan diri.

f) Apakah lanjut usia sering mengalami kegagalan.

g) Apakah harapan pada saat ini dan akan datang.

h) Perlu di kaji juga mengenai fungsi kognitif: daya ingat, proses pikir, alam perasaan, orientasi, dan
kemampuan dalam penyelesaikan masalah.

3) Sosial ekonomi

a) Darimana sumber keuangan lanjut usia

b) Apa saja kesibukan lanjut usia dalam mengisi waktu luang.

c) Dengan siapa dia tinggal.

d) Kegiatan organisasi apa yang di ikuti lanjut usia.

e) Bagaimana pandangan lanjut usia terhadap lingkungannya.

f) Berapa sering lanjut usia berhubungan dengan orang lain di luar rumah.

g) Siapa saja yang bisa mengunjungi.


h) Seberapa besar ketergantungannya.

i) Apakah dapat menyalurkan hoby atau keinginannya dengan fasilitas yang ada

4) Spiritual

a) Apakah secara teratur malakukan ibadah sesuai dengan keyakinan agamanya.

b) Apakah secara teratur mengikuti atau terlibat aktif dalam kegiatan keagamaan, misalnya pengajian
dan penyantunan anak yatim atau fakir miskin.

c) Bagaimana cara lanjut usia menyelesaikan masalah apakah dengan berdoa.

d) Apakah lanjut usia terlihat tabah dan tawakal