Anda di halaman 1dari 8

MINI RESEARCH MICRO TEACHING

MEMBANDINGKAN DUA VIDEO PEMBELAJARAN MATA


PELAJARAN TATA BUSANA

NAMA : Winda Yunita Sigalingging


NIM : 5181143012
DOSENPENGAMPU : Dra. Armaini Rambe, M.Si.
MATA KULIAH : Bordir

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TATA BUSANA


JURUSAN KESEJAHTERAAN KELUARGA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa,karena dengan karunia-
Nya penulis dapat menyelesaikan tugas MINI RESEARCH, sebagai pemenuhan tugas dalam
mengikuti perkuliahan dalam mata kuliah Micro Teaching. Penulis menyadari sepenuhnya
bahwa dalam pembuatan tugas ini masih jauh dalam kesempurnaan dan tentunya masih
banyak kekurangan, untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat
membangun guna sempurnanya tugas-tugas selanjutnya. Penulis berharap semoga laporan
mini research ini bisa bermanfaat bagi penulis dan pembaca.

MEDAN, 17 MEI 2019

PENULIS
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...............................................................................................................2

DAFTAR ISI..............................................................................................................................3

BAB I PENDAHULUAN..........................................................................................................4

A. Latar Belakang................................................................................................................4

B. Tujuan Penulisan.............................................................................................................4

BAB II ISI..................................................................................................................................6

A. Video pembelajaran pertama dengan judul “Pembuatan Pola Rok Secara Manual
Dengan Sistem Grading” pada mata pelajaran Pembuatan Busana Industri.........................6

B. Video pembelajarn kedua berjudul “Pembuatan Busana Rumah Dengan Menggunakan


Dua Lajur Sama Bentuk Secara Industri”..............................................................................7

BAB III PEMBAHASAN..........................................................................................................8

A. PERBANDINGAN DUA VIDEO:.................................................................................8

BAB IV PENUTUP...................................................................................................................9

A. KESIMPULAN...............................................................................................................9
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kegiatan pembelajaran di setiap jenjang pendidikan harus dikembangkan sesuai
dengan abad ini, sehingga setiap guru dituntut untuk memiliki pemahaman yang tinggi
terhadap pendekatan pembelajaran, strategi pembelajaran dan metode pembelajaran. Hal
ini sangat penting, dikarenakan guru merupakan perencana utama dalam suatu kegiatan
pembelajaran.

Proses kegiatan pembelajaran direncanakan dan didesain oleh guru sedemikian rupa, guna
tercapainya tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sebelumnya. Idealnya
pembelajaran yang sesuai dengan abad ini yaitu pembelajaran yang berpusat pada siswa,
agar pembelajaran yang dialami siswa menjadi lebih bermakna. Selain itu, model
pembelajaran yang diterapkan dalam pembelajaran haruslah bervariasi, sehingga siswa
tidak merasa jenuh dan bosan ketika proses pembelajaran berlangsung. Hal ini
menunjukkan bahwa pemahaman guru terhadap pendekatan, model, strategi, metode dan
teknik pembelajaran tidak bisa diabaikan.

Berdasarkan hal tersebut, maka dalam makalah ini akan membahas tentang strategi
pembelajaran, jenis-jenis strategi pembelajaran, istilah yang terkait dengan strategi
pembelajaran, dan unsur-unsur strategi pembelajaran.

B. Tujuan Penulisan

1. Untuk mengetahui penerapan pendekatan saintifik


2. Untuk mengetahui penerapan media pembelajaran
3. Untuk mengetahui penerapan model pembelajaran
BAB II
ISI

A. Video pembelajaran pertama dengan judul “Pembuatan Pola Rok Secara


Manual Dengan Sistem Grading” pada mata pelajaran Pembuatan Busana
Industri

Pada awal pelajaran guru terlebih dahulu memberi salam pada siswa. Kemudian
memperhatikan kebersihan kelas dengan memerintah untuk mengutip sampah yang ada di
sekitaran siswa. Lalu guru menyampaikan materi yang akan dipelajari, yaitu grading. Guru
melakukan tanya jawab pada siswa mengenai ukuran standar dan menanyakan tugas
sebelumnya yang telah diberikan guru, yaitu menggambar pola dasar rok. Setelah memeriksa
pola dasar yang dibuat masing-masing siswa lalu guru memerintahkan menjiplak pola pada
kertas dorslak. Setelah semua siswa selesai menjiplak pola kemudian guru menuliskan ukuran
pada papan tulis, yaitu ukuran standar S, M, L.

Lalu guru membagi kelompok siswa atas tiga kelompok, cara pembagian kelompok
yaitu dari barisan duduk siswa. Siswa kemudian membentuk kelompok dan mengerjakan
tugas dari guru berupa meng-grading pola rok sesuai pembagian kelompok ukuran S, M, dan
L. Guru mengajari dan membimbing setiap kelompok bergantian sesuai bagian tugas yang
diberikan. Setelah selesai mengerjakan tugas kelompok, kemudian guru memberitahukan
materi untuk pertemuan selanjutnya, yaitu pembuatan pola kemeja serta memerintahkan
siswa untuk membawa peralatan yang diperlukan.

Setelah itu siswa dipersilahkan duduk di tempat masing-masing dan membereskan


meja dan kursi yang berantakan. Siswa duduk dengan rapi kembali dan guru menyimpulkan
pelajaran (grading). Sebagai penutup guru kemudian memberi salam.
C. Video pembelajarn kedua berjudul “Pembuatan Busana Rumah Dengan
Menggunakan Dua Lajur Sama Bentuk Secara Industri”

Pada awal pelajaran guru memberi salam dan siswa memimpin doa sebelum memulai
pelajaran. Guru menanyakan kabar siswa dan siswa menanyakan kembali kabar guru.
Kemudian guru menanyakan absen kelas dan memeriksa baju lab siswa yang masuk lab. Lalu
guru menampilkan tujuan pembelajaran pada power point dan kemudian sebelum
pembelajaran dimulai siswa mengucapkan yel-yel sekolah. Setelah itu guru menyampaikan
materi pembuatan busana rumah dan menanyakan pendapat siswa mengenai media berupa
fragmen yang diberikan guru di depan kelas/lab. Lalu guru menyampaikan judul materi, yaitu
busana rumah dengan menggunakan dua lajur sama bentuk secara industri dan
memperlihatkan tahapan pengerjaan dengan menampilkan fragmen busana rumah di depan
kelas.

Guru lalu mempraktikkan cara menjahit dan per 5 siswa secara bergantian
memperhatikan guru menjahit dan mengajarkan tahapan pembuatan dua lajur sama bentuk.
Setelah semua siswa memperhatikan guru menjahit lalu masing-masing siswa menjahit
busana rumah dengan dua lajur sama bentuk dengan diperhatikan dan dibimbing oleh guru
secara bergantian.

Sebagai variasi dalam mengajar, guru meminta siswa berdiri di tempat masing-masing
dan menggerakkan anggota tubuh agar tidak lelah dan bosan. Sembari siswa menjahit, guru
memberi penilaian pada masing-masing siswa. Setelah semua siswa menyelesaikan jahitan,
lalu guru meminta salah seorang siswa mempresentasikan hasil jahitannya dan siswa lain
diminta memberi tanggapan. Kemudian siswa lain diminta untuk menyimpulkan
pembelajaran yang telah dilakukan dan di akhir guru menyimpulkan materi yang
diberikannya. Setelah menyimpulkan, guru memberitahukan materi untuk pertemuan
selanjutnya yaitu menjahit bahu, sisi dan lengan.Sebagai penutup guru memberi salam dan
siswa satu persatu keluar dari lab sambil menyalam guru.
BAB III
PEMBAHASAN

A. PERBANDINGAN DUA VIDEO:

Pada video pertama :


 Guru menerapkan pendekatan saintifik, berupa menanya dan
mengkomunikasikan
 Media pembelajaran yang diberikan guru berupa media visual, yaitu gambar
dari laptop serta media cetak berupa buku atau modul.
 Model pembelajaran yang diterapkan, yaitu model pembelajaran kooperatif.
Model pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran yang merujuk
pada berbagai macam metode pembelajaran dimana para siswa bekerja dalam
kelompok-kelompok kecil untuk saling membantu satu sama lain dalam
mempelajari materi pelajaran.

Sedangkan pada video kedua:

 Guru menerapkan pendekatan saintifik, berupa menciptakan kondisi


pembelajaran supaya peserta didik merasa bahwa belajar merupakan suatu
kebutuhan, melatih peserta didik dalam mengemukakan ide-ide, meningkatkan
hasil belajar peserta didik, dan mengembangkan karakter peserta didik.
 Media pembelajaran yang diterapkan, yaitu media visual berupa fragmen dan
media audio-visual diam berupa slide power point.
 Model pembelajaran yang diterapkan yaitu Problem Based Learning (PBL).
Model pembelajaran ini berbasis masalah merupakan sebuah model
pembelajaran yang menyajikan masalah kontekstual sehingga merangsang
peserta didik untuk belajar. Fokusnya tidak banyak pada apa yang sedang
dikerjakan siswa tetapi pada apa yang siswa pikirkan selama mereka
mengerjakannya. Guru memfungsikan diri sebagai pembimbing dan fasilitator
sehingga siswa dapat belajar untuk berfikir dan menyelesaikan masalahnya
sendiri.
BAB IV
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Strategi adalah suatu pola yang direncanakan dan ditetapkan secara sengaja untuk
melakukan kegiatan atau tindakan. Dimana pembelajaran adalah upaya pendidik
untuk membantu peserta didik melakukan kegiatan belajar. Dengan demikian strategi
pembelajaran mencakup penggunaan pendekatan, metode dan teknik, bentuk media,
sumber belajar, pengelompokan peserta didik, untuk mewujudkan interaksi edukasi
antara pendidik dengan peserta didik, antar peserta didik, dan terhadap proses, hasil,
dan/atau dampak kegiatan pembelajaran.

Dalam hal ini, strategi pembelajaran di artikan sebagai perencanaan yang berisi
tentang rangkaian kegiatan yang di desain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
Jenis-Jenis strategi pembelajaran, strategi pembelajaran langsung, pembelajaran tidak
langsung, belajar melalui pengalaman, belajar mandiri dan pembelajaran interaktif.
Istilah yang terkait dalam strategi pembelajaran meliputi model pembelajaran,
pendekatan pembelajaran, metode pembelajaran teknik dan taktik dalam
pembelajaran.