Anda di halaman 1dari 17

CRITICAL BOOK REVIEW

MEDIA KOMUNIKASI PEMBELAJARAN

NAMA : Winda Yunita Sigalingging


NIM : 5181143012
DOSENPENGAMPU : Dra. Armaini Rambe, M.Si.
MATA KULIAH : Micro Teaching

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TATA BUSANA


JURUSAN KESEJAHTERAAN KELUARGA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas
berkat kasih dan anugrahnya saya bisa menyelesaikan makalah ini. Adapun yang
menjadi topik saya dalam makalah ini adalah mengenai critical book report, pada
mata kuliah Micro Teaching. Adapun yang menjadi tujuan dalam pembuatan
makalah ini adalah memenuhi tugas dari mata kuliah dan selain itu menambah
pengetahuan dan wawasan tentang Micro Teaching.

Demikian lah makalah saya , adapun kekurangan dalam makalah ini mulai
dari cara penulisan dan sebagainnya saya memohon maaf, kritik saran yang
membangun kiranya dapat menjadi pengetahuan baru bagi saya penulis dan para
pembaca.

Medan, April 2020

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...............................................................................................................2

DAFTAR ISI..............................................................................................................................3

BAB I PENDAHULUAN..........................................................................................................4

A. Rasionalisasi pentingnya CBR........................................................................................4

B. Tujuan penulisan CBR....................................................................................................4

C. Manfaat CBR..................................................................................................................4

D. Identitas Buku yang Direview.........................................................................................5

BAB II RINGKASAN BUKU...................................................................................................6

BAB III PEMBAHASAN........................................................................................................13

A. Kelebihan Buku.............................................................................................................13

B. Kelemahan Buku...........................................................................................................13

BAB IV PENUTUP.................................................................................................................14

A. Kesimpulan...................................................................................................................14

B. Saran..............................................................................................................................14
BAB I
PENDAHULUAN

A. Rasionalisasi pentingnya CBR


Seringkali kita bingung dalam memilih suatu buku referensi untuk kita baca
dan pahami.Terkadang kita memilih satu buku,namun kurang memuaskan hati kita.
Misalnya dari analisis bahasa,pembahasan mengenai cara membuat desain ragam hias
yang benar. Oleh karena itu,penulis membuat Critical Book Report ini untuk
mempermudah pembaca dalam memilih buku referensi,terkhusus pada pembahasan
mengenai pembelajaran Micro Teaching.

B. Tujuan penulisan CBR


1. Untuk mengulas isi dan materi yang terdapat dari sebuah buku.

2. Mencari dan mengetahui informasi yang ada dalam buku tersebut.

3. Melatih diri untuk berfikir kritis dalam mencari informasi yang diberikan oleh
setiap bab dari sebuah buku.

C. Manfaat CBR
1. Terpenuhnya tugas CBR pada mata kuliah Micro Teaching.

2. Untuk membantu pembaca dalam mempelajari media pembelajaran

3. Menambah wawasan mengenai media pembelajaran


D. Identitas Buku yang Direview
Buku Utama

1.      Judul               : Media Komunikasi Pembelajaran


2.      Penulis             : Prof. Dr. Wina Sanjaya, M.Pd.
3.      ISBN               : 978-602- 9413-62-5
4.      Penerbit           : Kencana  Prenada Media Group
5.      Tahun Terbit    : 2012
6.      Tebal Buku      : 276 Halaman

Buku Pembanding

 1. Judul               : Media Pembelajaran Manual dan Digital


2.      Penulis             : Cecep Hustandi, M.Pd dan Drs. Bambang Sutjipto, M.Pd.
3.      ISBN               : 978- 979-450-633-2
4.      Penerbit           : Ghalia Indonesia
5.      Tahun Terbit    : 2011
6.      Tebal Buku      : 152 Halaman
BAB II
RINGKASAN BUKU
BUKU UTAMA

BAB 1 POLA DASAR MENGAJAR DAN BELAJAR


Kemajuan teknologi komunikasi dan informasi telah mengubah gaya hidup
dan cara masyarakat dalam memperoleh dan memanfaatkan informasi dan
pengetahuan. Kemajuan ini telah mengubah paradigma belajar dan pembelajaran,
guru juga tidak lagi harus berperan sebagai pengajar dan sumber informasi dan
pengetahuan semata, tapi juga mengelola dan mengembangkan program pembelajaran
yang dapat membantu siswa atau learner mencapai kemampuan atau kompetensi yang
diperlukan.
Pengaruh kemajuan teknologi ini berdampak pada aktivitas belajar dan
program pembelajaran telah melahirkan bentuk-bentuk pembelajaran baru seperti
online learning, blended learning dan sistem pendidikan jarak jauh atau distance
learning. Di masa depan teknologi komuikasi dan informasi akan berkembang pesat.
Dan telah menjadi bagian integral dari kegiatan manusia dalam memanfaatkan
informasi dan pengetahuan yang diperlukan untuk kegiatan belajar dan meningkatkan
kemampuan dan kompetensi.

Pola dasar mengajar maksudnya disini adalah proses pelaksanaan mengajar


yang dilakukan guru dalam pengelolaan kelas yang menjadi tanggung jawabnya, yang
dipengaruhi oleh motivasi dan pandangannya tentang konsep mengajar sehingga
menjadi gaya dalam melaksanakan komunikasi dan interaksi belajar mengajar. Ada 3
pola dasar yang dilakukan guru dalam pengelolaan pembelajaran yaitu pola terpisah,
pola terkait dan pola ketergantungan.
Dalam pembelajaran sebagai suatu sistem ada 2 yang terpenting yaitu
pentingnya pendekatan sistem dalam pembelajaran dan komponen-komponen sistem
pembelajaran dan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap sistem pembelajaran yaitu
guru, siswa dan lingkungan. Hakikat belajar metode dan media pembelajaran yaitu
sebagai proses menambah informasi, sebagai proses perubahan perilaku yang
terkontrol, dan sebagai proses mental untuk memecahkan masalah. Komponen-
komponen yang harus menajdi perhatian guru dalam merancang sistem pemelajaran
dikaitkan dengan pemanfaatan media pembelajaran yaitu siswa, tujuan, kondisi,
sumber-sumber belajar dan hasil belajar. Jenis-jenis belajar yaitu belajar
pengamatan,  belajar gerak, belajar menghafal, belajar memecahkan masalah dan
belajar berdasarkan emosi.

BAB 2 KONSEP DASAR MEDIA PEMBELAJARAN


Media adalah perantara dari sumber informasi ke penerima informasi,
contohnya video, televisi, komputer dan lain sebagainya. Media pembelajaran tidak
terbatas pada alat saja seperti TV, radio, CD dan lain sebagainya, akan tetapi meliputi
pemanfaatan lingkungan baik yang didesain atau tidak untuk pembelajaran serta
kegiatan yang sengaja dirancang untuk mencapai tujuan pembelajaran. Untuk
memahami peran media dalam proses mendapatkan pengalaman belajar bagi siswa,
Edgar Dale melukiskannya dalam sebuah kerucut yang kemudian dinamakan kerucut
pengalaman berikut uraiannya yaitu pengalaman langsung, pengalaman tiruan,
pengalaman melalui drama, pengalaman melalui demonstrasi, pengalaman wisata,
pengalaman melalui pameran, pengalaman melalui televisi, pengalaman melalui
gambar hidup dan film, pengalaman melalui radio, pengalaman melalui lambang-
lambang, dan pengalaman melalui lambang verbal.
Fungsi dan manfaat penggunaan media pembelajaran yaitu menangkap suatu
objek atau peristiwa,-peristiwa tertentu, memanipulasi keadaan, peristiwa atau objek
tertentu dan menambah gairah dan motivasi belajar siswa. Prinsip-prinsip penggunaan
media dalam pembelajaran yaitu media digunakan dan diarahkan untuk
mempermudah siswa belajar dalam upaya memahami materi pembelajaran, media
yang akan digunakan oleh guru harus sesuai dan diarahkan untuk mencapai tujuan
pembelajaran,  media yang digunakan harus sesuai dengan materi pembelajaran,
media pembelajaran harus sesuai dengan minat, kebutuhan dan kondisi siswa, media
yang akan digunakan harus memerhatikan efektivitas dan efisiensi dan media yang
digunakan harus sesuai dengan kemampuan guru dalam mengoperasikannya.

BAB 3 KOMUNIKASI PEMBELAJARAN


Komunikasi dapat diartikan sebagai suatu proses penyampaian pesan dari
sumber ke penerima pesan dengan maksud untuk memengaruhi penerima pesan.
Adapun model-model komunikasi yaitu modele lasswell dan model schramme. Ada 4
fungsi komunikasi yaitu menjelaskan, menjual gagasan, pembelajaran,
administratif.  Sistem komunikasi dalam pembelajaran yang demikiam memiliki
kelemahan yaitu pembelajaran yang hanya mengandalkan bahasa verbal bisa
mengakibatkan kesalahan dalam mempersepsi pesan yang disampaikan, pembelajaran
yang hanya mengandalkan bahasa verbal tidak akan mampu mengaktifkan semua alat
indra yang dimiliki penerima pesan dan pembelajaran yang hanya mengandalkan
bahasa verbal cenderung membosankan penerima pesan, sebab komunikasi biasanya
terjad searah.
Pengelolaan informasi adalah proses pengelolaan informasi oleh seseorang
ketika orang tersebut menerima stimulus atau rangsangan dari luar. Kemampuan
seseorang dalam pengelolaan informasi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu
sensasi, persepsi, memori dan berfikir. Hubungan komunikasi intrapersonal dengan
pengembangan media pembelajaran yaitu komunikasi intrapersonal menjelaskan
bagaiman stimulus ditangkap, diberi arti, dan diungkapkan kembali melalui memori
manusia.

BAB 4 PERKEMBANGAN DAN KLASIFIKASI MEDIA PEMBELAJARAN


Perkembangan media pembelajaran dipengaruhi oleh konsep mengajar dan
konsep belajar itu sendiri. Pada konsep ini media berfungsi untuk memudahkan guru
menyampaikan materi pelajaran. Maka dari itu bahasa sebagai media pembelajaran,
media sebagai alat bantu mengajar, media sebagai alat peraga, audio visual aid (AVA)
sebagai media, media sebagai penyalur pesan, dan media sebagai sumber
belajar.Peran guru dan perkembangan media pembelajaran yaitu guru sebagai
pengembang media dan sumber belajar, guru sebagai pengelola pembelajaran, guru
sebagai administrator dan fasilitator, guru sebagai direktur dan guru sebagai evaluator.
Adapun klasifikasi media pembelajaran yaitu dapat dilihat dari sifatnya, media
dapat dibagi menjadi media auditif, media visual, dan media audio visual. Dilihat dari
kemampuan jangkauannya media dapat dibagi kedalam media yang memiliki daya
liput yang luas dan serentak seperti televisi dan radio dan media yang mempunyai
daya liput yang terbatas oleh ruang dan waktu seperti film slide, film, video dan lain
sebagainya. Diihat dari cara atau teknik pemakaiannya, media dapat dibagi menjadi 2
yaitu media yang diproyeksikan seperti film slide, film stripe, transparansi, komputer
dsb dan media yang tidak diproyeksikan seperti gambr, foto, lukisan, radio dsb dan
berbagai bentuk media grafis lainnya. Media juga dapat dikelompokkan berdasarkan
bentuk yaitu media grafis, media bahan dan gambar diang (media visual).
BAB 5 PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN
            Dalam perencanaan pengembangan media khususnya media audio dan audio
visual ada beberapa kegiatan yang harus dilakukan yaitu mengidentifikasi kebutuhan
audiens (siswa) yang akan menggunakan media yang kita kembangkan, merumuskan
tujuan yang harus dicapai oleh siswa, mengembangkan butir-butir materi sesuai
dengan tujuan, mengembangkan garis besar pengembangan media.
Naskah dalam perencanaan program media secara umum dapat diartikan
sebagai pedoman tertulis yang berisikan informasi tentang bentuk visual yang akan
ditampilkan, grafis atau tampilan kalimat untuk mempertegas visual dan audio atau
suara yang diperlukan sebagai acuan dalam pembuatan media tertentu. Ada beberapa
tahapan penulisan naskah yaitu memunculkan dan memperkaya ide atau gagasan,
membuat sinopsis dan treatment, menulis naskah serta evaluasi dan revisi naskah.
Secara sederhana proses produksi media pembelajaran terbagi atas tiga tahap yakni
pra-produksi, pelaksanaan produksi dan pasca produksi.

BAB 6 MEDIA GRAFIS


Media grafis adalah media yang dapat mengomunikasikan data dan fakta,
gagasan serta ide-ide melalui gambar dan kata-kata. Ada beberapa hal yang harus
diperhatikan dalam membuat media grafis, yaitu untuk menyajikan data atau
mengomunikasikan ide dan gagasan, maka sebaiknya dalam satu media hanya
mengandung satu informasi atau satu gagasan dengan menyajikan langsung pokok
yang ingin disajikan, gagasan atau informasi yang ingin disampaikan sebaiknya
disajikan secara jelas dan singkat dan manakala dalam satu media penyajian ada dua
unsur yang berbeda misalnya kata-kata dan gambar, maka sebaiknya harus ditata
secara seimbang yang masing-masing saling menguatkan. Terdapat berbagai macam
jenis media grafis yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran yaitu
bagan, grafik, komik, kartun dan poster.

BAB 7 MEDIA PRESENTASI


Presentasi merupakan metode pembelajaran dengan cara penyampaian melalui
penjelasan informasi oleh penyampai pesan (dosen, guru, instruktur atau mahasiswa
yang ditugasi untuk memaparkan sesuatu baik ide, gagasan atau pun penemuan). Ada
beberapa jenis-jenis media presentasi yang sering digunakan yaitu papan tulis,
overhead projector (OHP), dan presentasi dengan komputer.
Ada empat langkah yang harus dilakukan dalam merancang bahan presentasi
yaitu merumuskan tujuan khusus, mendesain visual, memilih bentuk tulisan dan
melakukan evaluasi dan revisi. Ada tiga langkah utama dalam pelaksanaan presentasi
yaitu persiapan, pelaksanaan dan penutup.

BAB 8 PEMBELAJARAN MELALUI KOMPUTER


Sebagai sebuah teknologi, perangkat komputer telah membantu manusia
dalam melakukan sejumlah aktivitas kehidupan, seperti pengolahan kata, pemrosesan
data, desain dan pengembangan, sarana komunikasi, dan saran hiburan. Jaringan
komputer atau internet telah memberi kemungkinan bagi penggunanya untuk saling
bertukar dan berbagai informasi dan pengetahuan yang dikenal dengan istilah
knowledge sharing. Kegiatan belajar saat ini dapat berlangsung tanpa terikat oleh
faktor ruang dan waktu. Seseorang dapat melakukan proses belajar di mana saja dan
kapan saja dari beragam sumber belajar yang tersedia secara online. Pembelajaran
online diartikan sebagai bentuk belajar jarak jauh atau distance learning yang
dilakukan dengan menggunakan sarana internet publik atau pribadi.
Revolusi teknologi komputer yang demikian pesat lebih membuat ukuran
perangkat digital ini semakin kecil. Perangkat digital seperti laptop, ultra portable
computer, dan personal digital assistance (PDA) adalah contoh perkembangan
teknologi komputer ke arah bentuk dan ukuran yang semakin ringkas. Teknologi hot
spot dan nirkabel atau wireless sangat membantu untuk dapat mengakses informasi
dari tempat-tempat yang menyediakan fasilitas tersebut.

Sesuai dengan perkembangannya, komputer juga dapat dimanfaatkan sebagai


sumber belajar, yang dapat dipelajari secara mandiri tanpa bantuan orang lain.
Pemakaian komputer khususnya pad lembaga-lembaga formal di indonesia memiliki
beberapa permasalahan yaitu budaya belajar siswa yang masih rendah, kemampuan
dan kemauan membaca yang lemah, masih banyaknya guru yang berpandangan
mengajar sebatas menyampaikan materi pelajaran, masih banyak guru tidak
memahami penggunaan komputer dan banyak sekolah yang belum memiliki fasilitas
komputer dengan lengkap.  Ada 3 bentuk pengemasan materi pembelajaran melalui
komputer yakni pengemasan dalam bentuk suplemen “tambahan”, komplemen
“pelengkap” dan substitusi “pengganti”
Pembelajaran online adalah pembelajaran yang dilaksanakan dengan
mengandalkan pad sumber-sumber informasi yang tersedia pada jaringan internet.
Perkembangan teknologi komputer dengan sistem jaringanny khususnya jaringan
internet berdampak pada terjadinya perubahan peranan guru dan perubahan
pengelolaan pembelajaran yang kemudian bermuara pada perubahan paradigma
tentang mengajar. Ada beberap jenis jaringan yaitu LAN “ Local Area Network/
jaringan area lokal”, WAN “ Wide Area Network/ Jaringan Area Luas”, Jaringan
Tanpa Kabel “Wireless” dan internet.

BAB 9 PEMBELAJARAN MULTIMEDIA


Pembelajaran melalui multimedia adalah pembelajaran yang didesain dengan
menggunakan berbagai media secara bersamaan seperti teks, gambar, animasi, film,
audio yang kesemuanya saling bersinergi untuk mencapai tujuan pembelajaran yang
dirumuskan sebelumnya. Dalam pengembangannya bentuk multimedia itu ada 2 yaitu
multimedia linear dan multimedia interaktif.Terdapat berbagai macam media yang
dapat dipadukan yaitu teks, suara, gambar/ foto, film “viedo”, animasi dan simulasi.
Kriteria untuk menilai sebuah media interaktif yaitu kesederhanaan, kelengkapan
bahan pembelajaran, komunikatif, belajar mandiri, belajar setahap demi setahap, unity
multimedia dan kontinuitas.
RAGAM DAN KLASIFIKASI MEDIA

Williams (2003) mengemukakan klasifikasi dan ragam media sebagai sarana


komunikasi yang dapat digunakan dalam aktivitas pembelajaran, sebagai berikut:
1) Media yang tidak diproyeksikan atau non-projected media seperti foto,
diagram, bahan pameran atau display dan model
2) Media yang diproyeksikan atau projected media misalnya, LCD
3) Media audio seperti kaset, CD audio yang berisi rekaman kuliah, ceramah
narasumber, dan rekaman musik
4) Media gambar gerak atau video, seperti VCD, DVDs, dan blue rays disc
5) Pembelajaran berbasis komputer
6) Multimedia dan jaringan komputer.

Berikut ini merupakan deskripsi tentang media sesuai klasifikasinya:


1) Media cetak merupakan jenis media yang telah lama digunakan sebagai sarana
dalam aktivitas belajar. Media cetak dipandang sebagai jenis media yang
relatif murah dan memiliki sifat sangat fleksibel bagi penggunanya.
2) Media grafis dan pameran digunakan sebagai sarana informasi dan
pengetahuan yang menarik bagi penggunanya. Penggunaan media grafis dan
pameran dilakukan dengan cara memperlihatkannya di suatu tempat tertentu
sehingga pesan dan informasi yang terdapat di dalam media tersebut dapat
diamati dan dipelajari oleh siswa.
3) Media audio merupakan jenis media yang efektif dan efisien untuk digunakan
sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai yaitu melatih
kemampuan penggunanya dalam mendengar informasi dan pengetahuan lisan
secara komprehensif.

BAB 10 MEDIA PEMBELAJARAN INDIVIDUAL


Untuk kepentingan pembelajaran, ada 3 bentuk perkembangan yang terjadi
pada setiap manusia, yakni perkembangan motorik yaitu perkembangan yang
berkaitan dengan perubahan kemampuan fisik, perkembangan kognitif yaitu
perkembangan yang berkaitan dengan kemampuan intelektual atau perkembangan
kemampuan berpikir dan perkembangan sosial dan moral yaitu proses perkembangan
yang berkaitan dengan proses perubahan cara setiap individu dalam berkomunikasi
atau berhubungan dengan orang lain, baik sebagai individu maupun sebagai
kelompok.
Ada beberapa pertimbangan teknis dalam mengembangkan isi atau materi
pelajaran dalam sebuah media pembelajaran yaitu kesesuaian dengan tujuan yang
harus dicapai, kesederhanaan, unsur-unsur desain pesan, pengorganisasian bahan, dan
petunjuk cara penggunaan. Ada beberapa bentuk-bentuk media individual yaitu modul
pembelajaran dan pembelajaran terprogram.
BUKU PEMBANDING
Pada bab pertama buku ini mejelaskan mengenai media pembelajaran,
perkembangan media, landasan teoritis penggunaan media dan ciri-ciri media
pembelajaran. Pada bab kedua buku ini mebahas tentang fungsi dan peran media
pembelajaran. Pada bab ketiga buku ini membahas mengenai media hasil teknologi
cetak, audio visual , teknologi berbasis komputer dan teknologi cetak dan komuputer.
Pada bab keempat membahas tentang kelompok media sederhana yaitu mulai dari
gambar/foto, sketsa, diagram, bagan, grafik, poster, peta, globe, papan tulis, papan
flanci, papan buletin, flip chart, akuarium, bangun ruang, diorama dan herbarium.
Pada bab kelima membahas tentang ragam media pembelajaran lain yaitu media
audio, media proyeksi, film dan video, komputer dan multimedia. Pada bab keenam
membahas tentang pemilihan dan penggunaan media. Pada bab ketujuh membahas
tentang pengembangan media pembelajaran di mulai dari media berbasis visual, audio
visual, dan berbasis komputer. Pada bab kedelapan membahas tentang perencanaan
pembelajaran menggunakan  media mulai dari penyusunan rancangan dan koordinasi
logistik. Pada bab kesembilan membahas tentang evaluasi media pembelajaran mulai
dari proses evaluasi media, tujuan evaluasi media dan kriteria evaluasi media.
BAB III
PEMBAHASAN

A. Kelebihan Buku
          Pada buku utama kelebihan yang dimiliki yaitu dari segi fisiknya yaitu covernya
bagus, , menggunakan kata-kata yang mudah dipahami sehingga mudah dipelajari oleh
para mahasiswa. Penulisan dari buku ini sudah baik dan sesuai karena tidak ada letak
kesalahan pengetikan dalam pencetakan buku ini hingga terbit, Dari segi gagasan yang
digunakan buku ini cukup lengkap dan sangat membantu pembaca dalam mendapatkan
informasi dan Buku ini juga memberikan contoh berupa skema maupun bagan penjelasan
sehingga membuat pembaca mudah memahami maksud dari isi buku tersebut dan juga
daftar gambar pada buku ini ada sehingga memudahkan bagi para pembaca untuk
mencarinya.

E. Kelemahan Buku
Pada buku ini kelemahannya yaitu kertas yang digunakan kurang bagus / cepat sobek,
Isi bukunya yang terlalu tebal sehingga membuat para pembaca sedikit bosan
membacanya, Buku ini meskipun sudah bagus dan berkualitas baik, masih ada sedikit
kelemahannyayaitu kalimatnya ada yang sedikit bertele tele dan tidak ada rangkuman
disetiap babnya.
BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Media adalah perantara dari sumber informasi ke penerima informasi,
contohnya video, televisi, komputer dan lain sebagainya. Dalam suatu proses belajar
mengajar, ada unsur yang amat penting yaitu media pembelajaran. Pemilihan media
pembelajaran tertentu akan mempengaruhi jenis media pembelajaran yang sesuai,
meskipun masih ada berbagai aspek lain yang harus diperhatikan dalam memilih
media.
Media mempunyai manfaat dan fungsi sebagai sarana bagi guru untuk dapat
menyampaikan materi pelajaran menjadi lebih menarik, tidak hanya monoton, siswa
tidak hanya diajak untuk berhayal dan membayangkan saja tetapi siswa dapat melihat
kenyataan walaupun hanya melalui gambar ataupun video.

F. Saran
Dalam membuat critical book report ini masih banyak kekurangan karena
pengalaman  yang saya miliki sangatlah minim. Oleh karena itu, diharapkan  kepada
para pembaca untuk memberikan  masuka-masukan  yang bersifat membangun untuk
kesempurnaan critical book report ini.